Anda di halaman 1dari 26

Refreshing Metode Eksplorasi,

Sampling dan Pelaporan Hasil Eksplorasi

Tim KCMI PERHAPI

Metode Eksplorasi dan Sampling

Tahapan Kegiatan Eksplorasi

Desktop Study

Pemetaan

Sampling

Drilling

Logging Geofisika

Pelaporan Hasil Eksplorasi

Tahapan Kegiatan Eksplorasi

 

Survey Tinjau

Prospeksi

Eksplorasi

Eksplorasi Rinci

Pendahuluan

Metode

Studi geologi regional, interpretasi foto udara-citra satelit,

Pemetaan geologi skala minimal

Pemetaan geologi skala minimal 1:10,000, pemetaan topografi, sampling,

Pemetaan geologi skala minimal 1:2,000, pemetaan topografi, sampling,

1:50,000,

pengambilan conto

studi literatur,

awal (sampling),

test pit, trenching,

drilling, geokimia,

inspeksi lapangan dengan peta dasar

test pit, trenching, scout drilling,

drilling, geokimia, geofisika, kajian awal

geofisika, geoteknik, geohidrologi, survey

minimal 1:100,000

geokimia, geofisika

geoteknik dan

geohidrologi

Target

Identifikasi daerah yang prospek untuk

Limitasi area prospek yang

Konseptual 3D model deposit dan kualitas,

Geometri deposit/3D model,

diselidiki lebih lanjut

potensial

kisaran kuantitas dan

kuantitas dan

kualitas

kualitas

(sumberdaya

minerba)

(Sumber: Sumarsono, 2016)

Study Peta Geologi Regional

Study Peta Geologi Regional • Study Basin • Study Stratigraphy • Study Structure Regional • Study
Study Peta Geologi Regional • Study Basin • Study Stratigraphy • Study Structure Regional • Study

Study Basin

Study Stratigraphy

Study Structure Regional

Study Potensi Minerba

Peta Geologi Regional • Study Basin • Study Stratigraphy • Study Structure Regional • Study Potensi

Study data SLAR

Study data SLAR

Study data Topo

Study data Topo

Study Seismic Data

Study Seismic Data

Tahapan Pemetaan Singkapan

Lokasi Singkapan/Outcrop
Lokasi
Singkapan/Outcrop
Tahapan Pemetaan Singkapan Lokasi Singkapan/Outcrop Pengukuran Posisi koordinat x,y,z Roof Coal Floor 1.Warna

Pengukuran

Posisi koordinat x,y,z Roof Coal Floor
Posisi koordinat x,y,z
Roof
Coal
Floor
Pengukuran Posisi koordinat x,y,z Roof Coal Floor 1.Warna 2.Tekstur   Nama batuan 3.Struktur

1.Warna

2.Tekstur

 
  Nama batuan

Nama batuan

3.Struktur

4.Komposisi

Jenis

Batuan

Nama batuan 3.Struktur 4.Komposisi Jenis Batuan 1.Lapisan 2.Foliasi 3.Kekar 4.Sesar 1.Selaras 2.Tidak

1.Lapisan

2.Foliasi

3.Kekar

4.Sesar
4.Sesar
4.Komposisi Jenis Batuan 1.Lapisan 2.Foliasi 3.Kekar 4.Sesar 1.Selaras 2.Tidak selaras 3.Sesar 4.Intrusi Bidang Kontak

1.Selaras

2.Tidak selaras

3.Sesar

4.Intrusi

Bidang Kontak

Dokumentasi

-Plotting kedudukan batuan pada peta

-Mengambil contoh batuan

-Mencatat semua fakta lapangan (log description)

-Foto

-Sketsa

Metode Pemetaan

Metode Pemetaan

Cara

Kelebihan

Kekurangan

Metode Orientasi

Lapangan

- Plotting stasiun pengamatan

berdasarkan orientasi terhadap

sungai, gunung, bukit dll, sebagai - Lintasan Bebas

patokan yang mudah dikenal

dilapangan

- Mengandalkan Peta dasar/Peta

Topografi dan titik ikat yang mudah dikenal

- Cocok untuk pekerjaan Survey

Tinjau

- Pekerjaan Cepat

- Efektif pada area yang terbuka,

berbukit dan jarang tanaman

- Ketelitian rendah

- Hasil Plotting sulit di check

kembali.

- Peta dasar biasanya keluaran

lama yang tidak update

- Perencanaan lintasan belum sistimatis

Metode Lintasan Kompas- Lintasan direncanakan terlebih

- Plotting lokasi setiap stasiun

dahulu dengan memotong relatif lebih teliti

tegak lurus strike

- Plotting dan Pengamatan

lintasan

- Diperlukan Peta dasar

- Titik stasiun lebih banyak

sesuai sehingga lebih mudah untuk

dicek kembali pada posisi yang dicari

- Tergantung pada Peta dasar

- Kerja terikat oleh rencana lintasan

Metode Kompas dan Pita - Lintasan direncanakan terlebih

Ukur

- Teliti

dahulu dengan memotong relatif - Arah lintasan bebas

tegak lurus strike

- Plotting dan Pengamatan

lintasan

- Harus selalu mengontrol beda tinggi antar stasiun untuk

mengontrol jarak datar yang

akan diplot di peta

- Tidak tergantung Peta Dasar /

sesuai Peta Topografi

- Mudah di chek ketika kembali

ke stasiun tertentu

- Membuat penampang lebih

baik karena mempunyai data

beda tinggi

- Data lintasan bahkan dapat dibuat peta kontur.

- Pekerjaan relatif lama dan

mahal.

- Peralatan dan Pekerja lebih

banyak

Metoda Sampling

SAMPLING METHOD

CARA

KELEBIHAN

 

KEKURANGAN

Grab Sampling

Sampling yang diambil begitu saja tanpa memperhatikan kaidah sampling yang memadai

-

-

Ditujukan hanya untuk melihat

-

Hasil sangat bias karena tidak

gambaran kualitas suatu deposit secara kira-kira saja

memenuhi kaidah sampling yang benar dan kuantitas sample yang tidak

-

Sampling diambil pada lapisan

- Cepat dan ringan dibawa

representatif

tertentu yang mudah dengan jumlah yang sedikit

Channel Sampling -

-

Permukaan outcrop dibersihkan dan

- sampling yang murah dan cukup

-

Sample biasanya lapuk

Singkapan

dibuat channel lebar 10cm, tebal 10cm

cepat

- hasil analisa biasanya menampilkan

(atau sesuai kebutuhan)

representasi yang kurang

-

sampling ply by ply bila cukup tebal

-

bila sampler tidak konsisten maka

Disiplin dalam memahat sample yang konsisten sesuai ukuran channel

-

berpengaruh terhadap representasi

sample

Sebaiknya channel vertikal atau dikonversi ke vertikal

-

Channel Sampling - Sumur Uji

Membuat sumuran dengan ukuran memadai orang untuk masuk

-

- Sample fresh

 

- Kedalaman sumur terbatas

- cukup representatif

- bila sampler tidak konsisten maka

 

- kedalaman terbatas kurang dari 20m

- Cocok untuk batubara dengan

berpengaruh terhadap representasi

- dibuat channel lebar 10cm, tebal

kemiringan yang landai

sample

10cm (sesuai kebutuhan)

-

tidak efektif untuk lapisan batubara

- sampling ply by ply bila cukup tebal

yang tebal >5m karena semakin dalam

- Disiplin dalam memahat sample yang

akan semakin sulit

konsisten sesuai ukuran channel

Sebaiknya channel vertikal atau dikonversi ke vertikal

-

Metoda Sampling

SAMPLING METHOD

CARA

KELEBIHAN

KEKURANGAN

Channel Sampling - Parit Uji

Membuat paritan yang relatif tegak lurus terhadap strike

-

bila paritan cukup dalam maka Sample

-

lebih fresh sehingga cukup representatif

bila penggalian manual serta lapisan cukup tebal maka kurang efektif

-

-

Sangat cocok untuk lapisan yang

- Cocok untuk batubara dengan

- bila sampler tidak konsisten maka

terjal/tegak dan tebal

kemiringan yang terjal

berpengaruh terhadap representasi sample

Dalam kondisi tertutup dan akses mudah dapat saja dibuat paritan

-

dengan Ecavator agar lebih efektif.

 

-

kedalaman terbatas kurang dari 20m

dibuat channel lebar 10cm, tebal 10cm (sesuai kebutuhan)

-

-

sampling ply by ply bila cukup tebal

Disiplin dalam memahat sample yang konsisten sesuai ukuran channel

-

-

Sebaiknya thickness dikonversi ke

vertikal

Chip Sampling - Drilling

Sample hanya berupa chip hasil

-

cutting dari drilling open hole

-

Memahami urut-urutan satuan

tidak dapat dijadikan sample untuk analisa lab

-

lithology yang ditembus oleh pengeboran

 

-

Chip akan diperoleh bila tidak ada

tidak akan mendapatkan sample bila sirkulasi pengeboran hilang karena kebocoran lubang

-

kebocoran sirkulasi di lubang

-

Dijadikan bahan pembanding dan

-

chip sample umumnya hanya untuk

rekonsiliasi dengan logging geofisika

log bor (dekripsi batuan/ketebalan & kedalaman satuan lithology)

kedalaman dan ketebalan lithologi chip tidak akurat

-

Core Sampling - Drilling

Sampai saat ini Coring merupakan cara sampling yang paling ideal

-

-

Teknik drilling yang baik diperlukan

Sejauh ini coring adalah sampling yang paling representatif

-

Bila teknik pengeboran kurang baik maka recovery core akan rendah sehingga sample menjadi tidak

-

untuk selalu mendapatkan core

representatif

recovery yang baik paling tidak >95%

Skema Tahapan Pengeboran

Budget as Plan

Budget as Plan Drilling Plan

Drilling Plan

Mob. / Stakeout Set up Rig
Mob. /
Stakeout
Set up Rig
Drilling Open Hole Partially Cored Full Coring (Chip Sample) (Chip sample / (Cored Cored Sample)
Drilling
Open Hole
Partially Cored
Full Coring
(Chip Sample)
(Chip sample /
(Cored
Cored Sample)
Sample)
Coal Quality
Coal Quality
Geotech
Geokimia
(PAF/NAF)

-

SOP

-

Safety

-

Survey

-

Land Access

-

Local

Permitting

-

Geophysical

Logging

- Lab Coal

- Lab Geotech

- Lab Enviro

- Data Log

- Data Logging

Geofisika

Interpretasi Logging Geofisika

Interpretasi Logging Geofisika Gamma Ray Density

Gamma Ray

Interpretasi Logging Geofisika Gamma Ray Density

Density

Pelaporan Hasil Eksplorasi

Pelaporan Hasil Eksplorasi

Apa yang ditentukan CPI PHE?

Metoda/ pendekatan yang digunakan dalam kegiatan eksplorasi;

Konsep model geologi yang dipakai;

Teknik pengambilan sample;

Analisa yang akan digunakan untuk mengetahui Geokimia;

Parameter - parameter faktor pengubah dan keyakinan atas

proses estimasi Hasil Eksplorasi.

SIMPLIFIKASI PROSES PENENTUAN DAN PERAN COMPETENT PERSON

SIMPLIFIKASI PROSES PENENTUAN DAN PERAN COMPETENT PERSON CPI PHE

CPI PHE

Apa yang harus dilaporkan oleh CPI PHE

MENGACU KEPADA TABEL 1 Kode KCMI

Data dan Pengambilan Conto

Pelaporan Hasil Eksplorasi

Komenta r Cutting chip sample diambil dan dicatat setiap interval 1 meter pada lubang open

Komentar

Cutting chip sample diambil dan dicatat setiap interval 1 meter pada lubang open hole batuan inti diambil pada batubara, parting, roof dan floor dengan ply by ply. Batuan inti disimpan dalam core box. Batuan inti diukur dan dibungkus dengan

plastik. Sample core diambil setelah geophysical logging.

Partial core menggunakan bit HQ3 (61.1mm) dan open hole

menggunakan bit HQ (63.5mm) dan NQ (47.6mm).

Seluruh lubang bor adalah vertical holes.

Perolehan conto rata-rata 96.7%, dapat dinyatakan baik.

Data kualitas batubara dari batuan inti dengan perolehan conto <95% tidak diikutkan dalam pemodelan.

Cuttiing chip samples diambil dan dicatat tiap interval 1 meter, namun tidak digunakan untuk meng-asses kualitas batubara.

Chip sample dicatat tiap interval 1 meter.

Batuan inti dicatat dengan ketelitian 0.01 meter.

Seluruh chip sample dan batuan inti difoto. Seluruh lubang bor yang digunakan dalam pemodelan geologi telah di-reconcile dengan data logging geofisika.

Komentar Conto batuan inti diambil untuk batubara, parting, roof dan floor . Prosedur pencontoan detil
Komentar Conto batuan inti diambil untuk batubara, parting, roof dan floor . Prosedur pencontoan detil
Komentar Conto batuan inti diambil untuk batubara, parting, roof dan floor . Prosedur pencontoan detil

Komentar

Conto batuan inti diambil untuk batubara, parting, roof dan floor.

Prosedur pencontoan detil tersedia dan diterapkan selama kegiatan eksplorasi.

Seluruh conto batuan inti dimasukan kedalam plastik conto dan

ditempatkan di tempat yang teduh. Conto batuan inti kemudian dikirim ke laboraotium setiap 1 minggu.

Hanya conto batuan inti dengan perolehan conto >95 yang dikirim ke laboratorium untuk dilakukan analisa.

Analisa conto dilakukan oleh PT X

Seluruh conto batubara dilakukan analisa TM, CV, TS, RD dan proximate. Seluruh conto roof, floor dan parting dilakukan analisa TM, Ash Content, TS, CV dan RD.

Standard Australia (AS) dan ASTM diterapkan untuk analisa laboratorium.

PT X merupakan laboratorium yang terakreditasi.

Seluruh informasi interval batubara yang digunakan untuk membuat model

geologi telah di cross check antara lithological logs dan geophysical logs oleh

Seluruh analisa yaitu dalam air dry basis kecuali dinyatakan lain.

XYZ.

Tidak ada twin holes, namun hasil pemboran di area yang berdekatan

menunjukan hasil yang relatif konsisten. Seluruh hasil analisa conto telah di cross check dengan sertifikat lab oleh XYZ

Posisi lubang bor disurvey dengan menggunakan Total Station

dengan akurasi 0.001m.

Data permukaan topografi diperoleh dengan menggunakan LiDAR.

Komentar Spasi pemboran yaitu 200m - 400m ke arah srike dan 100m – 200m ke
Komentar Spasi pemboran yaitu 200m - 400m ke arah srike dan 100m – 200m ke

Komentar

Spasi pemboran yaitu 200m - 400m ke arah srike dan 100m

200m ke arah dip, cukup untuk korelasi dan menentukan kemenerusan.

Conto yang diambil secara ply by ply dikompositkan didalam

model sumberdaya.

Seluruh lubang bor dibor secara vertical. Tidak dilakuakn downhole

survey sehingga tidak diketaui bila lubang bor telah terdeviasi dari orientasi vertical. Seluruh lubang bor memiliki kedalaman kurang dari 200m sehingga deviasi vertical diharapkan tidak memberikan dampak signifikan atau mempengaruhi pemahaman material geologi.

Pola pemboran tegak lurus dengan orientasi sebaran batubara, Dip lapisan batubara berkirsar 10 0 20 0 .

Tidak ada struktur geologi signifikan yang berkembang di lokasi project.

XYZ mereview seluruh informasi geologi sebagai bagian dari proses pembuatan

model geologi dan meyakini bahwa data yang digunakan layak untuk digunakan untuk estimasi sumberdaya sesuai dengan kode KCMI.

Komentar
Komentar

Komentar

Komentar

Komentar
Komentar
Komentar
Komentar
Komentar
Komentar
Komentar

Terimakasih