Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM EMBRIOLOGI HEWAN

KEGIATAN 2
Tipe-Tipe Telur

Disusun oleh

Nama : Ramadanti Prativi


NIM : K4316051
Kelas :A
Kelompok :2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2019
Judul : Tipe-Tipe Telur

Tujuan : 1. Mengamati struktur telur-telur telolesital dan megalesital


2. Mengetahui perbedaan telur telolesital dan megalesital
Dasar Teori :
Telur merupakan kumpulan makanan yang disediakan induk unggas untuk
perkembangan embrio menjadi anak ayam didalam suatu wadah. Isi dari telur akan
semakin habis begitu telur telah menetas. Telur tersusun oleh tiga bagian utama: yaitu kulit
telur, bagian cairan bening, & bagian cairan yang bewarna kuning. (Nawawi, Rahmat, dan
Syahputra, 2015)

Komponen Telur

Telur memiliki beberapa komponen didalamnya yaitu:


1. Putih telur
Nama lain dari putih telur adalah albumen telur. Putih telur terdiri sepenuhnya oleh
protein & air. Dibandingkan dengan telur kuning, telur putih memiliki rasa (flavor)
& warna yang sangat rendah.
2. Kuning telur (Yolk)
Telur kuning sekitar setengahnya mengandung uap basah (moisture) & setengahnya
adalah kuning padat (yolk solid). Semakin bertambah umurnya telur, kuning telur
akan mengambil uap basah dari putih telur yang mengakibatkan kuning telur
semakin menipis dan menjadi rata ketika telur dipecahkan ke permukaan yang rata
(berpengaruh kepada grade dari telur itu sendiri). Selengkapnya akan dibahas di
bagian grade telur.
3. Kulit telur (Shell)
Kulit telur memiliki berat sekitar 11% dari jumlah total berat telur. Meskipun
terlihat keras & benar – benar menutupi isi telur, kulit telur itu sebenarnya berpori
(porous). Dengan kata lain, bau dapat 10 menebus kulit telur dan uap basah
(moisture) & gas (terutama karbon dioksida) dapat keluar. Warna kulit telur terdiri
dari warna cokelat atau putih, tergantung dari perkembang biakan dari ayam. Ayam
dengan bulu putih & cuping putih menghasilkan telur dengan kulit putih, tetapi
ayam dengan bulu berwarna merah & cuping merah menghasilkan telur dengan
kulit cokelat. Warna dari kulit telur tidak memiliki pengaruh kepada kepada rasa,
nutrisi, & kegunaan dari telur tersebut.
4. Rongga udara (Air Cell)
Telur memiliki dua selaput pelindung diantara kulit telur dan putih telur. Sesudah
telur diletakkan, rongga udara terbentuk diantara selaput telur. Semakin telur
bertambah tua, kehilangan uap basah (moisture), & menyusut maka rongga udara
akan semakin membesar yang mengakibatkan telur yang sudah lama akan
melayang apabila diletakkan ke dalam air. Selengkapnya akan dijelaskan di bagian
tanda – tanda kerusakan telur.
5. Chalazae
Chalazae adalah tali dari putih telur yang mempertahankan kuning telur agar tetap
ditengah – tengah telur. (Slamet, 2000)

Telur ayam ras memiliki fisik terdiri dari 10% kerabang (kulit telur, cangkang),
60% putih telur dan 30% kuning telur. Akan tetapi Suprapti (2002) mengatakan
bahwa secara umum telur terbagi atas tiga komponen pokok, yaitu kulit telur atau
cangkang (11% dari bobot tubuh), putih telur (57% dari bobot tubuh) dan kuning
telur (32% dari bobot tubuh). (Agustina, Thohari, dan Rosyidi, 2014)

Proses produksi ovum dalam ovarium disebut dengan ovogenesis. Proses ini
meliputi perubahan dari oogonia menjadi ovum. Pada ovogenesis tidak ada
perubahan bentuk seperti yang terjadi pada spermatogenesis. Ovogenesis memasuki
tahap tumbuh baru ketika makhluk mencapai atau menjelang usia dewasa kelamin.
Tahap tumbuh ini ditandai dengan isi sitoplasma oogonium bertambah banyak oleh
kuning telur (deuplasma), berkembangnya membran sel (zona pelusida), dan
proliferasi sel-sel folikel. (Nawawi, Rahmat, dan Syahputra, 2015)

Telur mempunyai beberapa selaput yang satu sama lain berbeda asalnya.
Lapisan yang dibentuk oleh ovarium disebut dengan bungkus sekunder dan lapisan
yang dibentuk oleh sel kelamin betina disenut dengan benungkus tersier.
Membrana vitellina sejati adalah kondensasi permukaan ooplasma. Membran ini
temasuk bungkus primer dan dalam perkembangan telur setelah fertilisasi sebagai
bungkus embrio primer. (Jauharah, Santoso, dan Juswono, 2017)

Tipe-Tipe Telur berdasarkan Kandungan Yolk


1. Telur iso-homo atau oligolesital
Telur yang memiliki jumlah yolk relatif sedikit dan tersebar merata
di daerah sitoplasma telur. Contohnya telur echinodermata, amphioxus,
mamalia.
2. Telur megalesital/ telolesital ekstrem yakni jumlah yolk sangat banyak
sehingga inti dengan sedikit sitoplasma terdesak ke permukaan telur. Telur tipe
ini berukuran besar contohnya telur burung, reptil.
3. Telur sentrolesital jika yolk terhimpun pada bagian dalam dari telur dan
sitoplasma terdapat sebagai selaput tipis pada permukaan telur dengan pulau-
pulau sitoplasma di pusat telur. Contoh tipe telur ini yaitu telur
arthropoda (Yatim, 1994).
Tipe telur dibedakan berdasarkan jumlah dan letak yolk atau cadangan makanannya
dan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
1. Isolesithal: Tipe telur ini disebut juga Homolesital. Tipe telur ini, penyebaran yolk
atau cadangan makanannya tersebar merata diseluruh ovum dan jumlahnya sedikit
dengan nukleus atau intiselnya berada ditengah. Tipe telur ini terdapat pada
Amphioxus, Echinodermata, Mollusca, Annelida dan Mamalia. (Bresnick, 2003)

2. Telolesithal/Mesolesital: Tipe telur dengan letak dari yolk dan inti sel berada di dua
kutub yang berlawanan dengan jumlah yolk yang sedikit. Kutub dengan konsentrasi
yolk disebut kutub vegetatif sedangkan kutub dengan inti sel disebut kutub
animalia. Jenis telur ini terdapat pada Amphibia, Lamprey dan Lungfish. (Bresnick,
2003)

3. Telo-ekstrimlesithal (Megalesithal): Yolk banyak sekali yang tersebar hampir


semua bagian telur, sehingga inti sel berada terdesak dibagian ujung/atas dari ovum
dan sitoplasmanya sedikit. Kutub vegetatifnya besar sedangkan kutub animalnya
sangat kecil. Tipe telur ini terdapat pada Reptilia dan Aves. (Bresnick, 2003)
4. Centrolesithal: Merupakan tipe telur dengan yolk dan inti sel berada di tengah-
tengah telur. Tipe telur ini terdapat pada Insecta. (Bresnick, 2003)

Berdasarkan pembelahan telur, telur dibagi dalam tiga tipe, yaitu:


1. Holoblastik, merupakan tipe pembelahan yang mengenai seluruh daerah zigot dan
terdapat pada telur homolechital dan mediolechital. Telur holoblastik dibedakan
lagi menjadi dua macam, yaitu Holoblastik teratur, tipe ini terdapat pada bintang
laut (asterias), amphioxus, dan anura. Disebut teratur karena bidang pembelahan
maupun tahap-tahap pembelahannya teratur (Yatim, 1994). Holoblastik tak teratur,
terdapat pada mamalia (methateria dan eutheria). Bidang dan waktu tahap
pembelahan tidak sama dan tidak serentak pada berbagai zigot.
2. Meroblastik pembelahan hanya pada sebagian zigot, yakni pada daerah germinal
disc. Terdapat pada telur megalechital.
3. Pembelahan perantaraan holo- dan meroblastic jika pembelahan yang tak
seluruhnya mencapai ujung daerah kutub vegetal. Terdapat pada telur megalechital
yang berlapisan yolk yang tebalnya sedang pada ganoid dan dipnoid (Yatim, 1994).

Alat dan Bahan :


A. Alat
1. Mikroskop
2. Kaca arloji
3. Pinset
4. Lup
B. Bahan
1. Telur ayam negeri
2. Telur ayam kampung
3. Telur bebek
4. Telur puyuh
5. Telur keong
6. Telur katak

Prinsip Kerja :

1. Praktikan mengambil telur katak yang ada di perairan dan menyiapkan bahan-bahan
lainnya, yaitu telur ayam negeri, telur ayam kampong, telur bebek, telur puyuh, dan
telur keong.
2. Praktikan menaruh telur katak dalam kaca arloji
3. Praktikan mengamati morfologi telur katak
4. Praktikan mengulangi langkah 2 dan 3 untuk telur keong
5. Praktikan memecah sebutir telur ayam negeri
6. Praktikan meletakkan telur tersebut dalam gelas arloji besar
7. Praktikan mengamati selaput-selaput telur serta bagian-bagian lainnya dengan
memerhatikan gambar
8. Praktikan mengulangi langkah 5 hingga 7 untuk telur ayam kampung, telur bebek,
dan telur puyuh.
Data Pengamatan :
No. Gambar Keterangan
1. Cangkang telur luar

2 2. Membran cangkang
3. Selaput albumin

1 4 4. Rongga udara
5. Albumin
3
6. Kalaza
7. Yolk
8. Membran vitelin
9. Keping germinal

1.

6
5

7
9

Telur Ayam Negeri


2. 1. Cangkang telur luar
2. Membran cangkang
2 3. Selaput albumin
4. Rongga udara

1 5. Albumin
3
6. Yolk
7. Keping germinal
8. Membran vitelin
9. Kalaza
4
5

Telur Ayam Kampung


1. Albumin
2. Yolk
3. Keping germinal
4. Kalaza
5. Cangkang luar
6. Membran cangkang
1 2
3 7. Rongga udara
4
9 8. Selaput albumin
9. Membran vitelin

6
3.
7

Telur Bebek
1. Albumin
5 2. Keping germinal
3. Yolk
8 4. Membran vitelin
5. Kalaza
4.
6. Cangkang luar

7 6 7. Membran cangkang

2 4 8. Rongga udara
1
3

Telur Puyuh
1. Cangkang telur
2. Kutub animal
3. Kutub vegetal
4 4. Yolk
2
5.
3 1

Telur Keong
1. Cangkang telur
3 2. Kutub vegetal
3. Kutub animal
4 4. Yolk

6. 2
1

Telur Katak
Pembahasan :
Telur Ayam Negeri
Gambar Hasil Pengamatan Gambar Referensi

1 4

Sumber:
https://www.psychologymania.com/2013/08/ba
gian-bagian-telur.html
6
5

7
9

Keterangan Keterangan
Bagian-bagian telur yang tampak pada
1. Cangkang telur luar gambar referensi tersebut adalah:
2. Membran cangkang 1. Cangkang
3. Selaput albumin ‘2. Kalaza
4. Rongga udara 3. Putih telur (albumin)
5. Albumin ‘4. Membran telur (viteline)
6. Kalaza 5. Ruang udara
7. Yolk 6. Membran cangkang
8. Membran vitelin 7. Keping germinal
9. Keping germinal 8. Kuning telur (yolk)

Pembahasan
1. Tipe Telur
Megalesital atau telolesital ekstrem, telur jenis ini memiliki jumlah yolk sangat banyak
tersebar merata sehingga inti dengan sedikit sitoplasma terdesak ke permukaan telur. Telur tipe
ini berukuran besar contohnya telur burung, reptil. (Bresnick, 2003)
2. Ciri Umum dan Ciri Khusus
Ciri Umum Ciri Khusus
Cangkang telur bertekstur keras Termasuk dalam tipe telur megalesital
Bagian luar dari telur terdiri dari cangkang Yolk banyak, tersebar merata, mendesak inti
luar, membran cangkang, dan selaput dan sedikit sitoplasma ke permukaan
albumin
Bagian dalam dari telur terdiri dari rongga Berukuran lebih besar daripada telur ayam
udara, yolk, kalaza, keping germinal, kampung dan telur puyuh
membran vitelin, dan albumin.
Morfologi telur berbentuk bulat lonjong Cangkang berwarna coklat tua atau coklat
muda
Yolk berwarna kuning Berbau agak amis (tidak lebih amis dari telur
ayam kampung ataupun bebek)

3. Bagian Telur dan Penjelasannya


a) Cangkang Telur Luar
Merupakan bagian terluar dari telur. Cangkang telur bertekstur keras yang bertujuan
sebagai pelindung utama telur bagian dalam dari lingkungan luar. Pola, tekstur, dan
warnanya berbeda-beda pada setiap jenis. Telur ayam negeri memiliki cangkang telur
bertekstur keras agak kasar pada bagian luar dengan pola polos dan warna coklat tua
atau muda. Cangkang telur memiliki pori-pori yang berfungsi sebagai jalan keluar
masuknya udara.
b) Membran cangkang
Membran cangkang merupakan selaput tipis di dalam cangkang telur. Pada salah satu
ujung telur, membran ini tidak menempel pada cangkang sehingga terbentuk selaput
udara.
c) Selaput albumin
Merupakan lapisan ketiga pada telur setelah cangkang telur dan membran cangkang.
Selaput ini berwarna putih jernih semi transparan. Selaput albumin melindungi bagian
dalam telur agar tidak mudah tercecer. Pada salah satu ujung telur, membran ini tidak
menempel pada cangkang sehingga terbentuk selaput udara.
d) Rongga udara
Merupakan bagian ruang kosong pada telur. Rongga udara berfungsi sebagai sumber
oksigen bagi embrio.
e) Albumin
Albumin merupakan bagian dalam telur yang berwarna jernih. Albumin mengelilingi
yolk dan berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan dan sebagai cadangan
makanan dan air.
f) Kalaza
Kalaza merupakan struktur berwarna putih seperti riak yang terdapat pada bagian
dalam telur. Kalaza berfungsi sebagai tali kuning telur (yolk) yang menahan kuning
telur tetap pada tempatnya dan menjaga embrio agar tetap berada di bagian atas kuning
telur.
g) Yolk
Yolk merupakan bagian telur yang berwarna kuning pada kebanyakan aves. Bagian ini
berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio.
h) Membran vitelin
Membran vitelin merupakan membran yang terletak pada bagian kuning telur.
Membran ini merupakan membran telur primer atau membran yang berasal dari telur
itu sendiri. Membran telur mengelilingi oolema dan mengandung komponen penting
bagi sel yaitu lipid dan protein.
i) Keping germinal
Keping germinal merupakan zigot atau sel embrio dalam telur yang siap untuk
berkembang menjadi individu baru. (Slamet, 2000)

Telur Ayam Kampung


Gambar Hasil Pengamatan Gambar Referensi

1
3

6
Sumber :
8
http://mopindonesia.blogspot.com/2012/04/ba
9
gian-bagian-telur-dan-fungsinya.html
Keterangan Keterangan
1. Cangkang telur luar Pada gambar referensi tersebut, terlihat
2. Membran cangkang bagian-bagian telur, yaitu:
3. Selaput albumin 1. Kuning telur (yolk)
4. Rongga udara 2. Keping germinal
5. Albumin 3. Membran cangkang
6. Yolk 4. Ruang udara
7. Keping germinal 5. Membran telur (Vitelin)
8. Membran vitelin 6. Putih telur (albumin)
9. Kalaza 7. Kalaza
8. Cangkang
Pembahasan
1. Tipe Telur
Megalesital atau telolesital ekstrem, telur jenis ini memiliki jumlah yolk sangat banyak
tersebar merata sehingga inti dengan sedikit sitoplasma terdesak ke permukaan telur. Telur
tipe ini berukuran besar contohnya telur burung, reptil. (Bresnick, 2003)
2. Ciri Umum dan Ciri Khusus
Ciri Umum Ciri Khusus
Cangkang telur bertekstur keras Termasuk dalam tipe telur megalesital
Bagian luar dari telur terdiri dari cangkang Yolk banyak, mendesak inti dan sedikit
luar, membran cangkang, dan selaput sitoplasma ke permukaan
albumin
Bagian dalam dari telur terdiri dari rongga Berukuran lebih kecil daripada telur ayam
udara, yolk, kalaza, keping germinal, negeri dan lebih besar dari telur puyuh
membran vitelin, dan albumin.
Morfologi telur berbentuk bulat lonjong Cangkang berwarna putih keruh
Yolk berwarna kuning Berbau amis (lebih amis daripada ayam
negeri tapi tidak lebih amis dari telur bebek)

3. Bagian Telur dan Penjelasannya


a) Cangkang Telur Luar
Merupakan bagian terluar dari telur. Cangkang telur bertekstur keras yang bertujuan
sebagai pelindung utama telur bagian dalam dari lingkungan luar. Pola, tekstur, dan
warnanya berbeda-beda pada setiap jenis. Telur ayam kampung memiliki cangkang
telur bertekstur keras lebih halus daripada cangkang ayam negeri pada bagian luar
dengan pola polos dan warna putih keruh. Cangkang telur memiliki pori-pori yang
berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara.
b) Membran cangkang
Membran cangkang merupakan selaput tipis di dalam cangkang telur. Pada salah satu
ujung telur, membran ini tidak menempel pada cangkang sehingga terbentuk selaput
udara.
c) Selaput albumin
Merupakan lapisan ketiga pada telur setelah cangkang telur dan membran cangkang.
Selaput ini berwarna putih jernih semi transparan. Selaput albumin melindungi
bagian dalam telur agar tidak mudah tercecer. Pada salah satu ujung telur, membran
ini tidak menempel pada cangkang sehingga terbentuk selaput udara.
d) Rongga udara
Merupakan bagian ruang kosong pada telur. Rongga udara berfungsi sebagai sumber
oksigen bagi embrio.
e) Albumin
Albumin merupakan bagian dalam telur yang berwarna jernih. Albumin mengelilingi
yolk dan berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan dan sebagai cadangan
makanan dan air.
f) Kalaza
Kalaza merupakan struktur berwarna putih seperti riak yang terdapat pada bagian
dalam telur. Kalaza berfungsi sebagai tali kuning telur (yolk) yang menahan kuning
telur tetap pada tempatnya dan menjaga embrio agar tetap berada di bagian atas
kuning telur.
g) Yolk
Yolk merupakan bagian telur yang berwarna kuning pada kebanyakan aves. Bagian
ini berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio.
h) Membran vitelin
Membran vitelin merupakan membran yang terletak pada bagian kuning telur.
Membran ini merupakan membran telur primer atau membran yang berasal dari telur
itu sendiri. Membran telur mengelilingi oolema dan mengandung komponen penting
bagi sel yaitu lipid dan protein.
i) Keping germinal
Keping germinal merupakan zigot atau sel embrio dalam telur yang siap untuk
berkembang menjadi individu baru. (Slamet, 2000)

Telur Bebek
Gambar Hasil Pengamatan Gambar Referensi

1 2
4 3
9 Sumber : http://kulinologi.co.id/blog-988570-
Bagian-bagian-dalam-Telur.html

8
Keterangan Keterangan
1. Albumin Pada gambar referensi tersebut, terlihat
2. Yolk bagian-bagian telur, yaitu:
3. Keping germinal 1. Cangkang
4. Kalaza 2. Membran luar
5. Cangkang luar 3. Membran dalam
6. Membran cangkang 4. Ruang udara
7. Rongga udara 5. Membran telur (Vitelin)
8. Selaput albumin 6. Putih telur (albumin)
9. Membran vitelin 7. Kalaza
8. Yolk
Pembahasan
1. Tipe Telur
Megalesital atau telolesital ekstrem, telur jenis ini memiliki jumlah yolk sangat banyak tersebar
merata sehingga inti dengan sedikit sitoplasma terdesak ke permukaan telur. Telur tipe ini
berukuran besar contohnya telur burung, reptil. (Bresnick, 2003)
2. Ciri Umum dan Ciri Khusus
Ciri Umum Ciri Khusus
Cangkang telur bertekstur keras Termasuk dalam tipe telur megalesital
Bagian luar dari telur terdiri dari cangkang Yolk banyak, mendesak inti dan sedikit
luar, membran cangkang, dan selaput sitoplasma ke permukaan
albumin
Bagian dalam dari telur terdiri dari rongga Berukuran paling besar diantara telur ayam
udara, yolk, kalaza, keping germinal, negeri, telur ayam kampung, dan telur puyuh
membran vitelin, dan albumin.
Morfologi telur berbentuk bulat lonjong Cangkang berwarna biru tosca atau hijau
kebiruan
Yolk berwarna kuning Berbau sangat amis (lebih amis daripada telur
ayam kampung, negeri, ataupun puyuh)

3. Bagian Telur dan Penjelasannya


a) Cangkang Telur Luar
Merupakan bagian terluar dari telur. Cangkang telur bertekstur keras yang bertujuan
sebagai pelindung utama telur bagian dalam dari lingkungan luar. Pola, tekstur, dan
warnanya berbeda-beda pada setiap jenis. Telur bebek memiliki cangkang telur
bertekstur keras agak halus pada bagian luar dengan pola polos dan warna biru tosca
atau hijau kebiruan. Cangkang telur memiliki pori-pori yang berfungsi sebagai jalan
keluar masuknya udara.
b) Membran cangkang
Membran cangkang merupakan selaput tipis di dalam cangkang telur. Pada salah satu
ujung telur, membran ini tidak menempel pada cangkang sehingga terbentuk selaput
udara.
c) Selaput albumin
Merupakan lapisan ketiga pada telur setelah cangkang telur dan membran cangkang.
Selaput ini berwarna putih jernih semi transparan. Selaput albumin melindungi bagian
dalam telur agar tidak mudah tercecer. Pada salah satu ujung telur, membran ini tidak
menempel pada cangkang sehingga terbentuk selaput udara.
d) Rongga udara
Merupakan bagian ruang kosong pada telur. Rongga udara berfungsi sebagai sumber
oksigen bagi embrio.
e) Albumin
Albumin merupakan bagian dalam telur yang berwarna jernih. Albumin mengelilingi
yolk dan berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan dan sebagai cadangan
makanan dan air.
f) Kalaza
Kalaza merupakan struktur berwarna putih seperti riak yang terdapat pada bagian dalam
telur. Kalaza berfungsi sebagai tali kuning telur (yolk) yang menahan kuning telur tetap
pada tempatnya dan menjaga embrio agar tetap berada di bagian atas kuning telur.
g) Yolk
Yolk merupakan bagian telur yang berwarna kuning pada kebanyakan aves. Bagian ini
berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio.
h) Membran vitelin
Membran vitelin merupakan membran yang terletak pada bagian kuning telur. Membran
ini merupakan membran telur primer atau membran yang berasal dari telur itu sendiri.
Membran telur mengelilingi oolema dan mengandung komponen penting bagi sel yaitu
lipid dan protein.
i) Keping germinal
Keping germinal merupakan zigot atau sel embrio dalam telur yang siap untuk
berkembang menjadi individu baru. (Slamet, 2000)

Telur Puyuh
Gambar Hasil Pengamatan Gambar Referensi

7 6

2 4
1
3
Sumber :
http://dithacookingclass.blogspot.com/2013/
04/mengenal-telur-dan-pemilihan-telur-
yang.html
Keterangan Keterangan
1. Albumin Pada gambar referensi tersebut, terlihat
2. Keping germinal bagian-bagian telur, yaitu:
3. Yolk 1. Kuning telur (yolk)
4. Membran vitelin 2. Keping germinal
5. Kalaza 3. Membran cangkang
6. Cangkang luar 4. Ruang udara
7. Membran cangkang 5. Membran telur (Vitelin)
8. Rongga udara 6. Putih telur (albumin)
7. Kalaza
8. Cangkang
Pembahasan
1. Tipe Telur
Megalesital atau telolesital ekstrem, telur jenis ini memiliki jumlah yolk sangat banyak
tersebar merata sehingga inti dengan sedikit sitoplasma terdesak ke permukaan telur. Telur
tipe ini berukuran besar contohnya telur burung, reptil. (Bresnick, 2003)

Ciri Umum Ciri Khusus


Cangkang telur bertekstur keras Termasuk dalam tipe telur megalesital
Bagian luar dari telur terdiri dari cangkang Yolk banyak, mendesak inti dan sedikit
luar, dan membran cangkang sitoplasma ke permukaan
Bagian dalam dari telur terdiri dari rongga Berukuran paling kecil diantara telur ayam
udara, yolk, kalaza, keping germinal, negeri, telur ayam kampung, dan telur bebek
membran vitelin, dan albumin.
Morfologi telur berbentuk bulat lonjong Cangkang berwarna putih dengan bercak
hitam dan kecoklatan
Yolk berwarna kuning Berbau amis (tidak lebih amis daripada telur
ayam kampung dan bebek)
2. Ciri Umum dan Ciri Khusus

3. Bagian Telur dan Penjelasannya


a) Cangkang Telur Luar
Merupakan bagian terluar dari telur. Cangkang telur bertekstur keras yang bertujuan
sebagai pelindung utama telur bagian dalam dari lingkungan luar. Pola, tekstur, dan
warnanya berbeda-beda pada setiap jenis. Telur burung puyuh memiliki cangkang
telur bertekstur keras pola berbercak-bercak hitam kecoklatan dan warna dasar
cangkang putih keruh. Cangkang telur memiliki pori-pori yang berfungsi sebagai
jalan keluar masuknya udara.
b) Membran cangkang
Membran cangkang merupakan selaput tipis di dalam cangkang telur. Pada salah
satu ujung telur, membran ini tidak menempel pada cangkang sehingga terbentuk
selaput udara.
c) Rongga udara
Merupakan bagian ruang kosong pada telur. Rongga udara berfungsi sebagai
sumber oksigen bagi embrio.
d) Albumin
Albumin merupakan bagian dalam telur yang berwarna jernih. Albumin
mengelilingi yolk dan berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan dan
sebagai cadangan makanan dan air.
e) Kalaza
Kalaza merupakan struktur berwarna putih seperti riak yang terdapat pada bagian
dalam telur. Kalaza berfungsi sebagai tali kuning telur (yolk) yang menahan kuning
telur tetap pada tempatnya dan menjaga embrio agar tetap berada di bagian atas
kuning telur.
f) Yolk
Yolk merupakan bagian telur yang berwarna kuning pada kebanyakan aves. Bagian
ini berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio.
g) Membran vitelin
Membran vitelin merupakan membran yang terletak pada bagian kuning telur.
Membran ini merupakan membran telur primer atau membran yang berasal dari
telur itu sendiri. Membran telur mengelilingi oolema dan mengandung komponen
penting bagi sel yaitu lipid dan protein.
h) Keping germinal
Keping germinal merupakan zigot atau sel embrio dalam telur yang siap untuk
berkembang menjadi individu baru. (Slamet, 2000)

Telur Keong
Gambar Hasil Pengamatan Gambar Referensi

4
2
3 1

1 3 4
2

Sumber : https://docplayer.info/50179915-
Mata-kuliah-inovasi-budidaya-pertanian-
pemanfaatan-keong-mas-pomacea-
canaliculata-lamarck-sebagai-pupuk-
organik-cair.html
Keterangan Keterangan
1. Cangkang telur 1. Cangkang
2. Kutub animal 2. Kutub Animal
3. Kutub vegetal 3. Kutub vegetal
4. Yolk 4. Yolk

Pembahasan
1. Tipe Telur
Keong termasuk dalam filum mollusca. Fillum mollusca memiliki tipe telur isolesital.
Tipe telur ini disebut juga Homolesital. Penyebaran yolk atau cadangan makanan pada
telur isolesital merata di seluruh ovum dan jumlahnya sedikit dengan nukleus atau inti
selnya berada di tengah. (Bresnick, 2003)

2. Ciri Umum dan Ciri Khusus

Ciri Umum Ciri Khusus


Cangkang telur lunak Tipe telur isolesital
Struktur telur terdiri atas cangkang telur, Yolk sedikit dan tersebar merata
kutub vegetal, kutub animal, dan yolk
Telur berukuran kecil Inti terletak di tengah
Telur bergerombol Yolk berwarna merah muda lebih pekat
daripada cangkangnya

4. Bagian Telur dan Penjelasannya


a) Cangkang Telur Luar
Merupakan bagian terluar dari telur. Cangkang telur bertekstur lunak yang
bertujuan sebagai pelindung utama telur bagian dalam dari lingkungan luar.
Cangkang telur pada keong berwarna merah muda. (Yatim, 1994)
b) Kutub Vegetal
Kutub vegetal merupakan kutub yang didalamnya terdapat sel-sel yang disebut
makromer dan banyak mengandung yolk yang berfungsi sebagai sumber
makanan bagi sel-sel yang sedang membelah. (Nawawi, Rahmat, dan
Syahputra, 2015)

c) Kutub Animal
Kutub animal merupakan kutub yang didalamnya terdapat sel-sel yang disebut
mikromer dan banyak mengandung sitoplasma. (Nawawi, Rahmat, dan
Syahputra, 2015)
d) Yolk
Yolk merupakan bagian telur yang berwarna merah muda keorangean. Bagian
ini berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Di dalam yolk terdapat
zigot atau embrio yang siap berkembang menjadi individu baru. (Yatim, 1994)

Telur Katak
Gambar Hasil Pengamatan Gambar Referensi
3
1
2
4

2 3
1
4

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kodok_dan_katak
Keterangan Keterangan
1. Cangkang telur 1. Cangkang telur
2. Kutub vegetal 2. Kutub vegetal
3. Kutub animal 3. Kutub animal
4. Yolk 4. Yolk
Pembahasan
1. Tipe Telur
Katak termasuk dalam filum amfibi. Fillum amfibi memiliki tipe telur telolesital. Tipe
telur ini memiliki yolk dan inti sel yang berada di dua kutub berlawanan dengan
jumlah yolk sedikit. Kutub dengan konsentrasi yolk disebut kutub vegetatif sedangkan
kutub dengan inti sel disebut kutub animalia. (Bresnick, 2003)
2. Ciri Umum dan Ciri Khusus

Ciri Umum Ciri Khusus


Cangkang telur lunak menyerupai lendir Tipe telur telolesital
Struktur telur terdiri atas cangkang telur, Yolk berjumlah sedikit terletak di kutub
kutub vegetal, kutub animal, dan yolk vegetal
Telur berukuran kecil Inti terletak di kutub animal
Telur bergerombol Yolk berwarna hitam dengan cangkang
berwarna jernih atau bening

5. Bagian Telur dan Penjelasannya


e) Cangkang Telur Luar
Merupakan bagian terluar dari telur. Cangkang telur bertekstur lunak yang
bertujuan sebagai pelindung utama telur bagian dalam dari lingkungan luar.
Cangkang telur pada katak berwarna jernih atau bening menyerupai lendir.
(Yatim, 1994)

f) Kutub Vegetal
Kutub vegetal merupakan kutub yang didalamnya terdapat sel-sel yang disebut
makromer dan banyak mengandung yolk yang berfungsi sebagai sumber
makanan bagi sel-sel yang sedang membelah. (Bresnick, 2003)

g) Kutub Animal
Kutub animal merupakan kutub yang didalamnya terdapat sel-sel yang disebut
mikromer. Kutub ini merupakan daerah dengan inti sel pada telur katak.
(Bresnick, 2003)

h) Yolk
Yolk merupakan bagian telur yang berwarna hitam. Bagian ini berfungsi
sebagai cadangan makanan bagi embrio. Di dalam yolk terdapat zigot atau
embrio yang siap berkembang menjadi individu baru. (Yatim, 1994)
Kesimpulan :

Pada praktikum kali ini diamati 6 jenis telur, yaitu:


1. Telur Ayam Negeri
2. Telur Ayam Kampung
3. Telur Bebek
4. Telur Puyuh
5. Telur Keong
6. Telur Katak
Dari keenam preparat tersebut, diamati jenis, morfologi, dan anatomi telur. Jenis telur
sendiri dilihat dari jumlah atau letak yolknya dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Telolesital
2. Isolesital
3. Megalesital
4. Centrolesital
Dari keenam jenis telur yang diamati, yang termasuk megalesital adalah telur ayam negeri,
telur ayam kampung, telur bebek, dan telur puyuh. Sementara yang termasuk telur
telolesital adalah telur katak dan yang termasuk telur isolesital adalah telur keong.
Struktur dan perbedaan antara tiga jenis telur tersebut adalah
Telur Megalesital Telur Telolesital Telur Isolesital
Struktur terdiri atas Struktur terdiri atas Struktur terdiri atas
1. Cangkang telur luar 1. Cangkang telur 1. Cangkang telur
2. Membran cangkang 2. Kutub animal 2. Kutub animal
3. Selaput albumin 3. Kutub vegetal 3. Kutub vegetal
4. Rongga udara 4. Yolk 4. Yolk
5. Albumin
6. Kalaza
7. Yolk
8. Membran vitelin
9. Keping germinal
Jumlah yolk sangat Tipe telur ini memiliki Tipe telur ini disebut
banyak tersebar merata yolk dan inti sel yang juga Homolesital.
sehingga inti dengan berada di dua kutub Penyebaran yolk atau
sedikit sitoplasma berlawanan dengan
cadangan makanan pada
terdesak ke permukaan jumlah yolk sedikit.
telur. Kutub dengan telur isolesital merata di
konsentrasi yolk disebut seluruh ovum dan
kutub vegetatif jumlahnya sedikit
sedangkan kutub
dengan nukleus atau inti
dengan inti sel disebut
kutub animalia. selnya berada di tengah.

Telur tipe ini berukuran Telur berukuran kecil Pada spesies keong, telur ini
besar berukuran kecil
Daftar Pustaka
Agustina, Thohari, dan Rosyidi. (2014). Evaluasi sifat putih telur ayam pasteurisasi ditinjau
dari pH, kadar air, sifat emulsi dan daya kembang Angel Cake. Jurnal Ilmu-Ilmu
Peternakan 23 (2): 6 - 13
Bresnick. (2003). Tipe Telur Biologi. Jakarta: Hipokrates

Jauharah, Santoso, dan Juswono. (2017). Analisis Karakteristik Beda Potensial Membran
Albumin dan Membran Vitelin Telur Ayam Akibat Efek Diazinon. NATURAL B 4 (2)

Nawawi, Rahmat, dan Syahputra. (2015). KLASIFIKASI TELUR FERTIL DAN INFERTIL
MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN MULTILAYER PERCEPTRON
BERDASARKAN EKSTRAKSI FITUR WARNA DAN BENTUK. Jurnal Teknologi
Informasi dan Komunikasi 4 (2): 100-109

Slamet, dkk. (2000). Perkembangan Hewan. Indralaya: Universitas Sriwijaya


Yatim, W. (1994). Reproduksi dan Embriogenesis. Bandung: Tarsito.

Lampiran :
1. 1 lembar foto dokumentasi
2. 1 lembar laporan sementara (logbook)

Surakarta, 26 Maret 2019


Asisten Praktikan

Fajar Fitrianingsih Ramadanti Prativi


(K4315022) (K4316051)
Lampiran
Foto Dokumentasi
Lampiran
Lembar Laporan Sementara

Anda mungkin juga menyukai