Anda di halaman 1dari 27

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)


Tanggal/ Hari :
Waktu : 30 menit
Sasaran :
Penyaji :
A. Tujuan

1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu mengetahui tentang
Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu:
a. Menyebutkan pengertian PHBS dengan benar
b. Menyebutkan bidang PHBS dengan benar
c. Menyebutkan manfaat PHBS dengan benar
d. Menyebutkan indikator PHBS dengan benar
e. Menyebutkan Indikator PHBS di tiap tatanan
f. Menyebutkan jenis perilaku hidup sehat terhadap diri sendiri.

B. Metoda

1. Ceramah
2. Diskusi

C. Media dan Alat


1. LCD proyektor dan power point
D. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Penyuluh Peserta
1 Pembukaan  Memberi salam dan kontrak waktu  Menjawab salam
5 menit  Menjelaskan tujuan, manfaat materi
yang akan disampaikan  Mendengarkan dan
memperhatikan
2 Kegiatan inti  Menjelaskan pengertian PHBS dengan Menyimak semua
20 menit benar materi yang
 Menjelaskan bidang PHBS dengan disampaikan
benar
 Menjelaskan manfaat PHBS dengan
benar
 Menjelaskan indikator PHBS dengan
benar
 Menjelaskan Indikator PHBS di tiap
tatanan
 Menjelaskan jenis perilaku hidup sehat
terhadap diri sendiri.
3 Penutup  Mengevaluasi pengetahuan tentang  Menjawab pertanyaan
5 menit materi yang sudah dijelaskan dengan
memberikan pertanyaan  Mendengarkan
 Menyimpulkan materi yang telah
dijelaskan  Menjawab salam
 Menutup pertemuan dan memberi
salam
E. Kriteria Evaluasi
Evaluasi Hasil
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, maka peserta akan dapat:
 Menyebutkan pengertian penyakit PHBS dengan benar
 Menyebutkan manfaat PHBS
 Menyebutkan langkah-langkah mewujudkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari
MATERI PENYULUHAN

PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

A. Pengertian PHBS
Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan
mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif
dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat
(http://creasoft.wordpress.com/ diakses 08 April 2016 pukul 18.30 WIB).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan
atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat
menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat
kesehatan masyarakatnya (Dinkes Provinsi Jawa Barat, 2008).
Jadi PHBS adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan
mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit yang dipraktikkan
atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat
menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat
kesehatan masyarakatnya.

B. Bidang PHBS
Bidang PHBS yaitu :
1. Bidang kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dengan
sabun, mandi minimal 2x sehari, dan lain-lain.
2. Bidang gizi, seperti makan sayur dan buah tiap hari, mengkonsumsi garam beryodium,
menimbang berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) setiap bulan, dan lain-lain.
3. Bidang kesling, seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban,
memberantas jentik, dan lain-lain (http://dinkeslampung.bdl.nusa.net.id/ diakses tanggal 08 April
2016 pukul 18.30 WIB).
C. Manfaat PHBS
Manfaat dari PHBS diantaranya :
1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
2. Rumah tangga sehat dapat meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga
3. Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan
untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain
yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga
4. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota di bidang
kesehatan
5. Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang kesehatan
6. Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.

D. Indikator PHBS
Mengacu pada pengertian perilaku sehat, indikator ditetapkan berdasarkan area/ wilayah :
1. Indikator Nasional
Ditetapkan tiga indikator, yaitu :
a) Persentase penduduk tidak merokok
b) Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan
c) Persentase penduduk yang melakukan aktivitas fisik/olahraga.
Alasan dipilihnya ketiga indikator tersebut berdasarkan isu global dan regional (Mega
Country Health Promotion Network, Healthy Asean Life Styles), seperti merokok telah menjadi
isu global, karena selain mengakibatkan penyakit seperti jantung dan kanker paru-paru juga
disinyalir menjadi entry point untuk narkoba. Pola makan yang buruk akan berakibat buruk pada
semua golongan umur, bila terjadi pada usia balita akan menjadikan generasi yang lemah/
generasi yang hilang di kemudian hari. Bagi usia produktif akan mengakibatkan produktivitas
menurun. Kurang aktivitas fisik dan olahraga mengakibatkan metabolisme tubuh terganggu,
apabila berlangsung lama akan menyebabkan berbagai penyakit seperti jantung, paru-paru, dan
lain-lain. ((http://creasoft.wordpress.com/2008/07/29 /perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs/
diakses tanggal 08 April 2016 pukul 18.30 WIB).

2. Indikator Lokal Spesifik


Yaitu indikator Nasional ditambah indikator lokal spesifik masing-masing daerah sesuai
dengan situasi dan kondisi daerah. Ada 16 indikator yang dapat dipergunakan untuk mengukur
perilaku sehat, yaitu :
a) Ibu hamil memeriksakan kehamilannya
b) Ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan
c) Pasangan usia subur (PUS) memakai alat KB
d) Balita ditimbang
e) Penduduk sarapan pagi sebelum melaksanakan aktivitas
f) Bayi diimunisasi lengkap
g) Penduduk minum air bersih yang masak
h) Penduduk menggunakan jamban sehat
i) Penduduk mencuci tangan memakai sabun
j) Penduduk menggosok gigi sebelum tidur
k) Penduduk tidak menggunakan napza
l) Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas
m) Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dan SADARI (Pemeriksaan Payudara
Sendiri)
n) Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala untuk mengukur hipertensi
o) Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap Smear
p) Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas masalah kesehatan yang ada
di daerah
(http://creasoft.wordpress.com/2008/07/29/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs/ diakses
tanggal 08 April 2016 pukul 18.30 WIB).
E. Indikator PHBS di Tiap Tatanan
Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indikator lingkungan di lima
tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, tatanan tempat kerja, tatanan tempat umum, tatanan sekolah,
dan tatanan institusi kesehatan. (http://dinkeslampung.blogspot.com/2009/05/pengembangan-
phbs-di-5-tatanan.html/ diakses tanggal 08 April 2016 pukul 18.30 WIB).
1) PHBS Di Tatanan Rumah Tangga
PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar
tahu, mau dan mampu mempraktikkan hidup bersih dan sehat, serta berperan aktif dalam gerakan
kesehatan di masyarakat (http://dinkeslampung.blogspot.com/ diakses tanggal 08 April 2016
pukul 18.30 WIB).
Indikator PHBS di tatanan rumah tangga:
a) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
b) Memberi bayi ASI ekslusif
c) Menimbang bayi dan balita setiap bulan
d) Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun
e) Menggunakan air bersih
f) Menggunakan jamban sehat
g) Memberantas jentik di rumah
h) Makan sayur dan buah setiap hari
i) Melakukan aktivitas fisik setiap hari
j) Tidak merokok di dalam rumah (Depkes RI, 2007).

2) PHBS Di Tatanan Tempat Umum


PHBS di tempat-tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat
pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk
mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum yang ber-
PHBS.
Melalui penerapan PHBS di tempat umum ini, diharapkan masyarakat yang berada di
tempat-tempat umum akan terjaga kesehatannya dan tidak tertular atau menularkan penyakit
(http://dinkeslampung.blogspot.com/2009/05/pengembangan-phbs-di-5-tatanan.html/ diakses
tanggal 08 April 2016 pukul 18.30 WIB).
Indikator tatanan tempat-tempat umum :
a) PHBS di pasar
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di pasar
5) Tidak meludah sembarangan
6) Memberantas jentik nyamuk
b) PHBS di tempat ibadah
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di tempat ibadah
5) Tidak meludah sembarangan
6) Memberantas jentik nyamuk
c) PHBS di rumah makan
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
5) Tidak merokok di rumah makan
6) Menutup makanan dan minuman
7) Tidak meludah sembarangan
8) Memberantas jentik nyamuk
d) PHBS di angkutan umum
1) Menggunakan air bersih
2) Menggunakan jamban
3) Membuang sampah pada tempatnya
4) Tidak merokok di angkutan umum
5) Tidak meludah sembarangan
(http://www.diskes.jabarprov.go.id/ diakses tanggal 08 April 2016 pukul 18.30 WIB).

F. Jenis Perilaku Hidup Sehat terhadap diri sendiri.


1. Mandi (Depkes RI, 2007)
Mandi menggunakan sabun mandi dilakukan minimal 2x sehari pada pagi dan sore hari yang
bertujuan untuk:
 Menjaga kebersihan kulit.
 Mencegah penyakit kulit/ gatal-gatal.
 Menghilangkan bau badan

2. Mencuci rambut (Depkes RI, 2007)


Dilakukan 2x seminggu menggunakan sampho, bertujuan untuk membersihkan rambut dan kulit
kepala dari kotoran dan memberikan rasa segar.
3. Membersihkan hidung (Depkes RI, 2007)
Lubang hidung perlu dibersihkan pada setiap kali mandi guna membuang kotoran yang ada dan
melancarkan jalan untuk bernafas.

4. Gosok gigi
Dilakukan minimal 2 x sehari dengan memakai pasta gigi/ odol yang dilakukan setelah akan
dan sebelum tidur malam. Gosok gigi ini bertujuan untuk (Depkes RI, 2007):
 Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
 Mencegah kerusakan pada gigi dan gusi.
 Mencegah bau mulut yang tidak sedap.

5. Kesehatan mata
Untuk kesehatan mata perlu diperhatikan cahaya pada saat membaca dimana cahaya harus cukup
terang, jarak pembaca dengan buku sepanjang penggaris (30 cm), yang dibaca tidak boleh
bergerak/ bergoyang, membaca tidak boleh sambil tiduran. (Depkes RI, 2007)

6. Mencuci tangan.
Dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan dari kotoran dan kuman yang dapat menyebabkan
penyakit. Cuci tangan dapat dilakukan pada saat (Depkes RI, 2007):
 Sebelum dan sesudah makan
 Sebelum tidur
 Sebelum dan memegang benda-benda kotor.
 Setelah pulang dari bepergian

7. Memotong kuku
Dilakukan minimal 1x seminggu dengan tujuan untuk (Depkes RI, 2007):
 Mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan saat makan (misalnya
cacingan,menceret, dll)
 Mencegah luka akibat garukan kuku.
Perlu diperhatikan bahwa tidak boleh mengkorek hidung dengan jari/ kuku tangan yang kotor,
tidak memasukkan jari kemulut atau menggigiti kuku.

8. Pakai alas kaki


Anak-anak terkadang dalam bermain tidak meggunakan alas kaki, penggunaan alas kaki perlu
dilakukan agar (Depkes RI, 2007):
 Kaki tidak terluka atau tertusuk benda tajam.
 Mencegah penyakit, misalnya penyakit cacingan akibat menginjak kotoran.

9. Kebersihan pakaian.
Pakaian dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu pakaian sekolah, pakaian bermain dan pakaian
tidur. Pakaian harus selalu bersih dan diganti dalam setiap hari, hal ini bertujuan agar kita
terhindar dari penyakit kulit yang diakibatkan pakaian basah atau kotor. (Depkes RI, 2007)

10. Belajar makan sehat


Makan adalah kebutuhan pokok setiap orang, makan sebaiknya 3x sehari dengan menu yang
seimbang yaitu empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah dan susu.
Makan pagi atau sarapan sangat penting setiap harinya guna menjadi sumber tenaga kita pada
siang harinya, perlu diingat juga untuk menghindari jajan sembarangan karena kebersihan dari
makanan yang dijual tidak terjamin dan mungkin dapat menyebabkan penyakit seerti sakit perut,
diare, muntah dan lain-lain. (Depkes RI, 2007)
Topik : Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)

Hari / Tanggal : Kamis / 20 Juni 2013

Tempat : Puskesmas Rawang

Waktu Pelaksanaan : 08.00 WIB

Waktu Acara : 20 menit

Pembicara : Mahasiswa Kelompok Empat Tingkat IIA

Peserta / Sasaran : Semua Kalangan Masyarakat

1. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Dengan diadakannya penyuluhan berupa Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat diharapkan semua
kalangan masyarakat dapat mengerti apa itu Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, serta mengerti apa
manfaat dari Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat.

1. Tujuan Khusus
2. Semua kalangan masyarakat dapat mengetahui bagaimana caranya untuk melakukan
PHBS?
3. Semua kalangan masyarakat dapat melakukan PHBS.

2. SUB TOPIK
3. Pengertian Perilaku Hidup bersih Dan Sehat.
4. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dirumah Tangga
5. Apa manfaat ruma tangga ber PHBS ?

3. METODA PENYAMPAIAN

Ceramah tanya jawab (CTJ) / Diskusi

4. MEDIA
5. Laptop
6. LCD / Power Point
7. Handout/leafflett

5. MATRIKS KEGIATAN

No Jenis kegiatan Waktu Materi


1 Pembukaan 2 menit Perkenalan
2 Proses 15 menit Penjelasan Filariasis/kaki gajah
3 Evaluasi 5 menit Tanya jawab
4 Penutup 3 menit Kesimpulan,salam penutup

6. EVALUASI

Seluruh kalangan masyarakat dapat mengerti mengenai Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat serta
seluruh kalangan masyarakat dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari.

7. PENGORGANISASIAN KEGIATAN PENYULUHAN


8. Presenter :
9. Moderator :
10. Notulis :
11. fasilitas
12. SETTING TEMPAT PENYAJIAN

MATERI

1. Pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga
atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat.

1. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dirumah Tangga.

PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu,
mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat.
Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu
:

1. Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan.

Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis
lainnya)

Mengapa setiap persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan?

Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga
keselamatan ibid an bayi lebih terjamin. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera
ditolong atau dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan menggunakan perlatan yang aman,bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya
infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.

2. Memberi bayi asi ekslusif.

Adalah bayi usia 0-6 hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman
lain. ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai
untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu ibu
pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena
mengandung zat kekebalan terhadap penyakit

Apa manfaat memberikan ASI?

Bagi ibu:

1. Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.


2. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
3. Mampercepat pemulihan kesehatan ibu.
4. Menunda kehamilan berikutnya.
5. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Bagi bayi:

1. Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng.


2. Bayi tidak sering sakit.

Bagi keluarga:

1. Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan
perlengkapannya.
2. Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula misalnya merebus air dan
perlengkapannya.
3. Menimbang balita setiap bulan.
4. Mengapa balita perlu di timbang setiap bulan?

Penimbangan balita di maksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan.

1. Kapan dan di mana penimbangan balita di lakukan?

Penimbangan balita di lakukan setiap bulan mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun diposyandu.

1. Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita?

Setelah balita ditimbang di buku KIA (kesehatan ibu dan anak) atau kartu menuju sehat (KMS)
maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik (lihat perkembangannya)

4. Menggunakan air bersih.


5. Mengapa kita harus menggunakan air bersih? Air adalah kebutuhan dasar yang
dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan
lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya, Agar kita tidak terkena
penyakit atau terhindar sakit.
6. Apa syarat-syarat air bersih itu? Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indra
kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa, dicium, dan diraba):
7. Air harus berwarna bening/jernih.
8. Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
9. Air tidak berasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit harus
bebas dari bahan kimia beracun.
10. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau belerang.
11. Apa manfaat menggunakan air bersih?
12. Terhindar dari gangguan penyakit seperti Diare, Kolera, Disentri, Thypus, Kecacingan,
penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.
13. Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
14. Di mana dapat memperoleh sumber air bersih?
15. Mata air
16. Air sumur atau air sumur pompa
17. Air ledeng atau perusahaan air minum
18. Air hujan
19. Air dalam kemasan

1. Mengapa air bersih harus dimasak mendidih bila ingin diminum?

Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. kuman penyakit dalam air mati
pada suhu 100 derajat C (saat mendidih).

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.


6. Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun?
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila
digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam
tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh
kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.

1. Kapan saja harus mencuci tangan?


2. Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang binatang, berkebun,
dll).
3. Setelah buang air besar
4. Setelah menceboki bayi atau anak
5. Sebelum makan dan menyuapi anak
6. Sebelum memegang makanan
7. Sebelum menyusui bayi

1. Apa manfaat mencuci tangan?


2. Membunuh kuman penyakit yang ada ditangan
3. Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typus, kecacingan,
penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Flu burung atau Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS).
4. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.

1. Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?


2. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
3. Bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan.
4. Setelah itu keringkan dengan lap bersih.

6. Menggunakan jamban sehat.

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang
terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa (cemplung) yang dilengkapi
dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.

1. Siapa yang diharapkan menggunakan jamban?

Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air besar/buang air kecil.

1. Mengapa harus menggunakan jamban?


2. Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau.
3. Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
4. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit
Diare, Kolera Disentri,Typus, kecacingan, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit,
dan keracunan.
5. Apa saja syarat jamban sehat?
6. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang
penampungan minimal 10 meter)
7. Tidak berbau.
8. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
9. Tidak mencemari tanah sekitarnya.
10. mudah dibersihkan dan aman digunakan.
11. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
12. Penerangan dan ventilasi yang cukup.
13. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
14. Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.

1. Bagaimana cara memelihara jamban sehat?


2. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
3. Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
4. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
5. Tidak ada serangga,(kecoa,lalat,) dan tikus yang berkeliaran.
6. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
7. Bila ada kerusakan, segera perbaiki.

7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu.


8. Apa itu rumah bebas jentik?

Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara
berkala tidak terdapat jentik nyamuk.

1. Apa itu pemeriksaan jentik berkala (PJB)?

Adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan


air) yang ada didalam rumah seperti bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll dan diluar
rumah seperti talang air, alas pot kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang
dilakukan secara teratur sekali dalam seminggu.

1. Siapa yang melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala?


2. Anggota rumah tangga
3. Kader
4. Juru pemantau jentik (Jumatik)
5. Tenga pemeriksa jentik lainnya.
6. Apa yang pelu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik?

Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara :

1. 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).


2. PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular
berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis
(kaki gajah) di tempat-tempat perkembangannya.
3. 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
4. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan
kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
5. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak control, lubang pohon,
lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
6. Mengubur ataumenyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti
ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas
akua, plastik kresek, dll).

1. Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu:


2. Menggunakan kelambu ketika tidur.
3. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk ; bakar,
semprot, oles/usap ke kulit, dll.
4. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam kamar.
5. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai
6. Memperbaiki saluran talang air yang rusak
7. Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras
misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
8. Memilihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air, misalnya ikan cupang,
ikan nila, dll.
9. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, Zodia,Lavender,Rosemerry, dll.

1. Apa manfaat Rumah Bebas Jentik?


2. Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara
nyamuk dapat dicegah atau dikurangi.
3. Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah
Dengue (DBD), Malaria, Cikungunya atau kaki gajah.
4. Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat.

8. Makan buah dan sayur setiap hari.


9. Siapa yang diharapkan makan sayur dan buah?

Setiap anggota rumah tangga mengkonsunsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau
sebaliknya setiap hari.

1. Mengapa kita harus makan sayuran dan buah?

Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena:

1. Mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
2. Mengandung serat yang tinggi. Serat adalah makanan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan yang sangat berfungsi untuk memelihara usus. Serata tidak dapat dicerna oleh
pencernaan sehingga serat tidak menghasilkan tenaga dan dibuang melalui tinja. Serat
tidak untuk mengenyangkan tetapi dapat menunda pengosongan lambung sehingga orang
menjadi tidak cepat lapar.
3. Manfaat mengkonsumsi buah dan sayur ?
4. Mencegah Diabetes .
5. Melancarkan buang air besar.
6. Menurunkan berat badan.
7. Membantu proses pembersihan racun (detoksifikasi)
8. Mencegah kanker
9. Memperindah kulit, rambut dan kuku.
10. Membantu mengatasi Anemia (kurang darah)
11. Membantu perkembangan bakteri yang baik dalam usus.

9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari.

Aktifitas fisik bisa berupa :

1. Olah raga
2. Jalan santai
3. Maraton

1. Tidak merokok di dalam rumah.

Karena didalam rokok terdapat zat-zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, seperti Tar dan Nicotin.
Sehingga jika terhirup dapat menimbulakan kanker dan penyakit lainnya.

1. Apa manfaat Rumah Tangga Ber-PHBS?


2. Bagi Rumah Tangga :
3. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
4. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
5. Anggota keluarga giat bekerja.
6. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
7. Bagi Masyarakat:
8. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
9. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah kesehatan.
10. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
11. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain
SATUAN ACARA PENYULUHAN

PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

DisusunOleh:
TIAZH OKTAVIANI
201210105135

Pembimbing :
Sri Ratnaningsih, S.ST

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN `AISYIYAH


PRODI KEBIDANAN
YOGYAKARTA
2014
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

I. IDENTIFIKASI MASALAH
Mencegah sakit adalah lebih mudah dan murah dari pada mengobati seseorang apabila
jatuh sakit. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan bergaya hidup sehat.
Gaya hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam
menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu
kesehatan. Dengan semakin banyaknya penderita penyakit tidak menular (degeneratif) seperti
jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stress dan penyakit tidak menular lainnya yang disebabkan
karena gaya hidup yang tidak sehat, maka untuk menghindarinya kita perlu bergaya hidup yang
sehat setiap harinya.

II. PENGANTAR
Bidang studi : Promosi Kesehatan
Topik : Upaya Promotif dan Preventif
Sub Topik : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Sasaran : keluarga Tn. G
Hari/tanggal : senin, 13 Oktober 2014
Jam : 17.00 WIB
Tempat : rumah keluarga Tn. G

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan xxx dapat menginformasikan upaya
promotif dan preventif serta perilaku hidup bersih dan sehat pada anggota keluarganya.

IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIM)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan xxx dapat menjelaskan kembali:
1. Pendahuluan
2. Pengertian PHBS
3. Keuntungan
4. PHBS dalam sehari-hari
5. Pelaksana

V. MATERI
Terlampir

VI. METODE
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
VII. MEDIA
a. Materi SAP
b. Leaflet

VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN


No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. 2 menit Pembukaan: • Menjawab salam


• Memberi salam • Mendengarkan dan
• Menjelaskan tujuan pembelajaran memperhatikan
• Menyebutkan materi/pokok bahasan yang
akan disampaikan

2. 20 menit Pelaksanaan: • Menyimak dan


• Menjelaskan materi penyuluhan secara memperhatikan
berurutan dan teratur
Materi:
1. Pengertian PHBS
2. Kriteria PHBS

3. 6 menit Evaluasi: • Bertanya, dan menjawab


• Meminta saudara menjelaskan atau pertanyaan
menyebutkan kembali:
1. Pendahuluan
2. Pengertian PHBS
3. Keuntungan
4. PHBS dalam sehari-hari
5. Pelaksana
• Memberikan pujian atas keberhasilan ibu
menjelaskan pertanyaan dan memperbaiki
kesalahan, serta menyimpulkan.
4. 2 menit Penutup: Menjawab salam
• Mengucapkan terima kasih dan
mengucapkan salam

IX. PENGESAHAN
Yogyakarta, 13 Oktober 2014
Sasaran Pemberi materi penyuluan

Tiazh oktaviani
201210105135
Tn. S
Mengetahui
Pembimbing PKL

Sri Ratnaningsih, S.ST

X. EVALUASI
A) Essay
B) Pilihan Ganda

XI. LAMPIRAN MATERI


PHBS

I. Pendahuluan

Mencegah sakit adalah lebih mudah dan murah dari pada mengobati seseorang apabila
jatuh sakit. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan berperilaku hidup sehat.
Perilaku hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam
menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu
kesehatan. Dengan semakin banyaknya penderita penyakit tidak menular (degeneratif) seperti
jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stress dan penyakit tidak menular lainnya yang disebabkan
karena gaya hidup yang tidak sehat, maka untuk menghindarinya kita perlu berperilaku hidup
yang sehat setiap harinya.
II. Pengertian

Perilaku sehat adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan
aktif dalam gerakan kesehatan masyakat.
Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perwujudan
paradigma sehat,utamanya pada aspek budaya perorangan, keluarga dan masyarakat. Program
Perilaku Hidup.
Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) adalah tindakan yang dilakukan oleh perorangan,
kelompok atau masyarakat yang sesuai dengan norma-norma kesehatan, menolong dirinya
sendiri dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan untuk memperoleh derajat kesehatan
yang setinggitingginya.

III. Keuntungan

Dengan berperilaku hidup bersih dan sehat secara otomatis kualitas hidup meningkat,
disusul dengan meningkatnya produktifitas maka kualitas SDM pun meningkat, sehingga mampu
bersaing di-era globalisasi dan akhirnya membawa masyarakat kepada kemajuan pembangunan
bangsa Indonesia khususnya.
Keuntungan berperilaku hidup sehat

a. Merasa tenteram, aman dan nyaman


b. Berpenampilan lebih sehat dan ceria
c. Sukses dalam pekerjaan
d. Menikmati kehidupan sosial dilingkungan keluarga, handai taulan dan tetangga

IV. PHBS dalam sehari-hari

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan setiap hari yaitu :


a. Makan Aneka Ragam Makanan
Makan aneka ragam makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang yaitu dengan tinggi serat
rendah lemak, tidak berkebihan, serta selalu memantau berat badan.
Sebaiknya makanlah makanan dengan memperhatikan sumber zat tenaga, sumber zat
pembangun, sumber zat pengatur.
b. Makan makanan yang mengandung sumber karbohidrat setengan dari kebutuhan
c. Makan makanan sesuai dengan kebutuhan tidak berkebihan. Orang yang tidak bekerja keras
membutuhkan lebih sedikit makanan dari pada yang bekerja keras
d. Menggunakan garam beryodium pada makanan agar terhindar dari penyakit gondok, kretin dan
hambatan perkembangan tubuh dan kecerdasan anak
e. Makan sesuai usia, apabila sudah memasuki usia lanjut kita membutuhkan makanan lebih
sedikit dan lebih mengurangi lemak, gula, dan lain-lain.

f. Melakukan Aktifitas Fisik Secara Teratur


Mengapa aktivitas fisik sangat penting? Orang butuh aktivitas fisik bila ingin sehat. Gaya hidup
modern dan kemajuan teknologi saat ini membawa konsekwensi tidak menguntungkan bagi
kesehatan kita. Duduk didepan TV atau komputer, naik mobil jarak pendek atau menggunakan
elevator tidak memberikan kesempatan kita untuk melakukan aktivitas fisik. Tidak melakukan
aktivitas fisik sama bahaya dengan merokok. Melakukan aktivitas fisik secara teratur setiap hari
minimal 30 menit akan menyehatkan jantung dan paru-paru serta organ tubuh lainnya.
Aktivitas fisik adalah pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga secara
sederhana yang sangat penting bagi pemeliharaan fisik, mental dan kualitas hidup yang sehat dan
bugar. Para ahli mengatakan bahwa total waktu dari setiap kegiatan fisik selama 30 menit dalam
satu hari akan memelihara kesehatan atau meningkatkan kesehatan. Aktivitas fisik tidak harus
terlalu keras untuk meningkatkan kesehatan. Lakukan aktivitas secara teratur paling sedikit 30
menit setiap hari. Setelah tiga bulan secara teratur akan terasa hasilnya dan perbedaannya.
Keuntungan dari aktivitas fisik secara teratur :
hatan lebih baik
segar dan bugar
k tubuh lebih baik dan seimbang
percaya diri
badan terkontrol
dan tulang lebih lentur dan kuat
sa lebih bertenaga
8. Terhindar dari penyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi

Syarat melakukan aktivitas fisk dengan aman dan benar adalah bila berumur lebih dari 35 tahun
hati-hati apabila ada masalah dengan kesehatan. Aktivitas sebelum makan atau 2 jam sesudah
makan. Melakukan pemanasan. Mulailah dari yang ringan dan secara perlahan ditingkatkan. Bila
terasa terbiasa dapat dilakukan dengan frekuensi yang meningkat.

g. Hindari NAPZA (Narkotik, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya)


Menghindari dari NAPZA akan sangat bermanfaat sekali, karena zat tersebut akan merusak
seluruh tubuh sehingga menyebabkan tidak sehat. Dan akan merusak masa depan. Selain itu juga
akan menimbulkan penyakit jantung, kanker, dan kemunduran mentalitas. Termasuk dalam hal
ini adalah rokok. Masalah rokok dan Narkotik dan bahan berbahaya lainnya merupakan masalah
yang sangat komplek saat ini. Rokok merupakan pintu gerbang untuk melakukan
penyalahgunaan narkotik dan bahan berbahaya lainnya. Untuk itu kalau bisa janganlah
mamulainya apabila anda ingin sehat. Sebetulnya merokok dapat dihindari dengan tidak mulai
mencobanya. Banyak beraktivitas yang positif. Tahu sekali bahaya merokok dan mampu tidak
terayu dengan iklan yang menggoda. Berpikir realistik dan logik. Percaya diri bahwa tidak
merokok merupakan orang modern.

Secara rinci perilaku PHBS meliputi


a. Menggunakan jamban apabila buang air besar, sedangkan bayi dan orang sakit kotorannya juga
dibuang ke jamban.
b. Menggunakan air bersih (tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna) dan untuk diminum perlu
dimasak dulu hingga mendidih.
c. Membuang sampah pada tempatnya dan memberantas sarang nyamuk.
d. Keadaan rumah tidak padat penghuni, menghindari rumah dari sarang tikus.
e. Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar dengan sabun dan air bersih.
Gaya hidup:
a teratur.
rees.
k, minuman keras, dan obat atau bahan berbahaya.
AIDS dan ikut berupaya menanggulangi.
up.
Pangan dan Gizi
a. Makan makanan yang bervariasidengan gizi seimbang dan berserat tinggi 3 kali sehari, dan 2
kali sehari untuk makanan selingan.
b. Menggunakan garam beryodium.
c. ibu hamil agar menambah mekanan yang mengandung zat besi.
d. Memanfaatkan tanah pekarangan dengan tanaman pangan dan tanaman obat-obatan.
e. Pemberian makanan pada balita dengan sesuai umur.
Pesan Kesehatan Ibu dan Anak

a. Ibu hamil memeriksakan ke sarana/petugas kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan


dan makan pil tambah darah setiap hari.
b. Ibu hamil melakukan persallinan ke sarana / petugas kesehatan.
c. Ibu yang mempunyai bayi agar memberi asi ekslusif pada anaknya.
d. Ibu membawa bayi dan balitanya ke posyandu atau sarana kesehatan untuk ditimbang dan
memantau perkembanngannya.

Peran Serta Dalam Upaya Kesehatan

a. Ibu hamil dan balita mengikuti imunisasi lengkap.


b. Memanfaatkan sarana kesehatan apabila memerlukan pelayanan kesehatan.
c. Menjadi peserta JPKM.
d. Melakukan kesehatan mandiri misalnya, menyediakan obat asli Indonesia di keluarga

V. Pelaksana
Sumber daya manusia dalam program PHBS meliputi Dinas Kesehatan, Puskesmas dan
masyarakat (kader). Sarana yang digunakan meliputi buku pegangan kader, buku pedoman
keluarga program PHBS, kartu pendataan program.

e. DAFTAR PUSTAKA

Sugiyanto. 2006.Promosi Kesehatan.STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta Prodi DIII Kebiddanan :


Yogyakarta.
http://tunggu2014.multiply.com/reviews/item/23
http://mediainfokota.jogja.go.id/detail.php?berita_id=142
http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MTI1NTM=HYPERLINK
http://www.dirga.com/Bio/act.htm" http://www.dirga.com/Bio/act.htm