Anda di halaman 1dari 111

PENYUSUN

I. Pengarah
1. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia

II. Narasumber
1. Pihak Dirjen Dikdasmen
2. AKBP Subono, S.Pd., SH, MM.
3. AKBP Aries Syahbudin, SIK, S.H., M.Hum

III. Penulis
1. Drs. Pawit Sugiri, M.Pd.
2. Dr. Achmad Husen, M.Pd.
3. Drs. Sadar M.M.

IV. Produksi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kegiatan Pembinaan Pendidikan Kewarganegaraan
2017
Tahun Anggaran 2016

Cetakan Ke-I, 2016

ISBN …………………………………
Cetakan Ke-II, 2017
ISBN 978-602-1389-29-4

ii Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas 1 II
KATA PENGANTAR

Pendidikan merupakan salah satu strategi yang efektif sebagai penanaman nilai dan norma,
termasuk di dalamnya nilai disiplin, etika, dan budaya berlalu lintas bagi peserta didik, dalam hal ini
peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mereka merupakan generasi yang
akan mengganti generasi sekarang yang menduduki berbagai jabatan, baik di pemerintahan maupun
swasta. Melalui pendidikan, proses perubahan sikap mental akan terjadi pada diri seseorang. Dengan
perubahan tersebut diharapkan generasi muda secara sadar mampu menerapkan sikap dan perilaku
disiplin, etika, dan budaya lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.
Penanaman nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ini, menjadi lebih efektif apabila dilakukan
sejak dini, baik melalui pendidikan formal (persekolahan) maupun informal. Pelaksanaan penanaman
nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas di persekolahan dilakukan melalui pengintegrasian Pendidikan
Lalu Lintas (PLL) ke dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn).
Pendidikan Lalu Lintas yang diintegrasikan pada mata pelajaran PPKn dilaksanakan di satuan
pendidikan tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK secara berkelanjutan ditekankan
pada pembentukan sikap dan perilaku tanpa mengabaikan pengetahuan dan keterampilan, serta
mengembangkan keteladanan dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan,
pelaksanaan, serta penilaian proses dan hasil pembelajaran yang disusun berdasarkan peraturan
yang berlaku.
Buku Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas ini, disusun sebagai bahan dan panduan bagi
guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan Dinas Pendidikan dalam penanaman nilai, norma, moral,
dan etika berlalu lintas pada pembelajaran PPKn berdasarkan kurikulum 2013, sehingga Pendidikan
Lalu Lintas di SD/MI dapat diimplementasikan secara efektif dan efesien. Dengan demikian peserta
didik bertanggung jawab dan berperilaku disiplin berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

Jakarta, Maret 2017

Direktur Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah,

Hamid Muhammad, Ph.D


NIP 195905121983111001

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila iii
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
iv Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila v
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
vi Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
DAFTAR ISI

Halaman
PENYUSUN ............................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................... iii
SAMBUTAN ................................................................................................................ v
DAFTAR ISI ................................................................................................................ vii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1


A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Dasar Hukum ......................................................................................... 3
C. Tujuan dan Sasaran ............................................................................... 4
D. Manfaat .................................................................................................. 5
E. Ruang Lingkup ....................................................................................... 5

BAB II KERANGKA KONSEPTUAL PENDIDIKAN LALU LINTAS ......................... 7


A. Konsep Pendidikan Karakter .................................................................. 7
B. Pendidikan Lalu Lintas sebagai Pendidikan Karakter ............................ 8
C. Nilai-Nilai Pembentuk Karakter .............................................................. 10
D. Dimensi dan Nilai-nilai Pembentuk Karakter Berlalu Lintas .................. 12
1. Dimensi Hukum .................................................................................. 12
2. Dimensi Sosiologi ............................................................................... 12
3. Dimensi Ekonomi ............................................................................... 14
4. Dimensi Psikologi ............................................................................... 14
5. Dimensi Politik .................................................................................... 14
E. Internalisasi Nilai-Nilai, Norma, Moral dan Etika Berlalu Lintas melalui
Pendidikan ............................................................................................. 16
F. Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Lalu Lintas Melalui Kegiatan
Pembelajaran ......................................................................................... 19
1. Integrasi Melalui Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran .................. 20
2. Integrasi Melalui Muatan Lokal .......................................................... 21
3. Integrasi Melalui Pengembangan Diri ................................................ 21
G. Dukungan Politik .................................................................................... 22

BAB III TELAAH KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN


PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) SD/MI KELAS II
TERHADAP PENDIDIKAN LALU LINTAS .................................................. 23

BAB IV MODEL PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN LALU LINTAS
KE DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN (PPKn) SD/MI KELAS II ...................................... 35
A. Pengintegrasian Nilai, Norma, Moral dan Etika Berlalu Lintas dalam
Pengembangan Materi Pembelajaran .................................................... 35
B. Pengintegrasian Nilai, Norma, Moral dan Etika Berlalu Lintas Dalam
Pengembangan Silabus ......................................................................... 60
C. Pengintegrasian Nilai, Norma, Moral dan Etika Berlalu Lintas dalam
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ............... 86

BAB V PENUTUP ................................................................................................... 99

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 101

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila vii
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (3) mengamanatkan
bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, yang diatur dengan Undang-undang. Atas dasar amanat tersebut telah diterbitkan Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Undang-Undang Sisdiknas Pasal 2 menyatakan bahwa pendidikan nasional berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selanjutnya Pasal 3
menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut diperlukan profil kualifikasi kemampuan
lulusan yang dituangkan dalam standar kompetensi lulusan. Penjelasan Pasal 35 UU Sisdiknas
menyebutkan bahwa standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau
dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Lebih lanjut
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Lulusan
terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah
menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Selanjutnya pada Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 37 Undang-Undang Sisdiknas dinyatakan bahwa
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu muatan wajib dalam kurikulum pendidikan
dasar dan menengah. Berkaitan dengan perubahan kurikulum pada tahun 2013 maka istilah PKn
berubah menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sesuai dengan Peraturan
Meneteri Pendidikan dan Kebidayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka
Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
PPKn sebagai salah satu mata pelajaran yang mampu memberikan kontribusi dalam solusi atas
berbagai krisis yang melanda Indonesia, terutama krisis multidimensional, antara lain kurang sadarnya
masyarakat terhadap berbagai peraturan perundangan yang berlaku seperti peraturan lalu lintas yang
dituangkan dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bukti kurang
sadarnya masyarakat terhadap peraturan lalu lintas tersebut dapat ditemukan pada perilaku
masyarakat pengguna jalan, contohnya menyebarang tidak melalui jembatan penyeberangan dan atau
zebra cross, menerobos tanda lampu merah, melawan arah arus lalu lintas, dan sebagainya. Akibat
pelanggaran tersebut sering terjadi kecelakaan, dan yang sangat mengenaskan kejadian itu dialami
oleh generasi muda khususnya para pelajar.
Data dari Korlantas Polri sampai dengan Desember 2014 menunjukkan bahwa pelanggaran lalu
lintas baik berupa Tilang maupun teguran sebanyak 6.714.657 yang terdiri atas 4.402.715 Tilang dan
2.311.942 Teguran. Banyaknya data penindakan tersebut masih berupa tampilan permukaan dari
jumlah sebenarnya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di jalan, sehingga diperlukan langkah lebih
lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti penting berlalu lintas yang berkeselamatan.
PPKn memiliki misi mengembangkan keadaban dan membudayakan Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari, diharapkan mampu membudayakan dan memberdayakan peserta didik agar menjadi

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 1
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 1
warganegara yang cerdas intelektual, spiritual, sosial dan emosional serta cerdas kinestetiknya dalam
berlalu lintas. Adapun fungsi PPKn adalah sebagai mata pelajaran yang memiliki misi pengokohan
kebangsaan dan penggerak pendidikan karakter; dalam hal ini adalah karakter berlalu lintas.
Kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik untuk lulusan SMA pada aspek sikap (attitude) adalah
memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Sedangkan pada aspek
pengetahuan (knowledge) adalah memiliki pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan meta
kognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian;
serta pada aspek keterampilan (skill) adalah memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara
mandiri.
Sementara itu, dalam kehidupan masyarakat saat ini dihadapkan pada kasus-kasus pelanggaran
lalu lintas yang berakibat kepada terjadinya kecelakaan, yang sebagian besar terjadi pada generasi
muda. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama
dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menata kurikulum pendidikan yang mampu
menumbuhkan etika dan budaya berlalu lintas untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban,
dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcarlantas). Hal ini sesuai dengan UU RI No. 22 tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Tindak lanjut dari UU tersebut, maka dilakukan penandatanganan nota
kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara Mendiknas dan Kapolri No: 03/III/KB/2010
dan No: B/9/III/2010 tanggal 8 Maret 2010, tentang Mewujudkan Pendidikan Berlalu Lintas dalam
Pendidikan Nasional. Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2010 membentuk Tim Teknis guna menyiapkan dan
mengembangkan model pendidikan lalu lintas di sekolah. Hasil dari tim tersebut adalah buku Model
Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.
Model pengintegrasian tersebut dibahas melalui workshop secara nasional tahun 2010 yang
dihadiri oleh pakar pendidikan, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda seluruh Indonesia, Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi, para pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru PKn. Peserta workshop
menyepakati bahwa Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran PKn dapat
dilaksanakan di sekolah. Sebagai tindak lanjut dilakukan diseminasi di Kabupaten/Kota terutama di
sekolah rintisan.
Sejalan dengan perubahan kurikulum Tahun 2013 dan beberapa peraturan pendukung yang
berlaku, serta perubahan Organisasi Kemdikbud yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 14
Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 tahun
2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka terjadi
perubahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
dan Menengah.
Berkaitan dengan hal tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyusun
kembali Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas melalui Kegiatan Pembinaan Pendidikan
Kewarganegaraan Tahun 2016 untuk satuan pendidikan tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan
SMA/MA/SMK/MAK. Hasil penyempurnaan buku Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas pada
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) akan dipergunakan dalam
kegiatan workshop dan diseminasi, yang dijadikan sebagai dasar pembelajaran di sekolah.
Secara konseptual, dapat dikemukakan bahwa PPKn adalah pengorganisasian dari disiplin ilmu-
ilmu sosial dan humaniora dengan penekanan pada pengetahuan dan kemampuan dasar tentang

2 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas 2 II
hubungan antar warganegara dan warganegara dengan negara yang dilandasi keimanan dan
ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nilai luhur dan moral budaya bangsa, memiliki rasa
kebangsaan (nasionalisme) yang kuat dengan memperhatikan keragaman agama, sosiokultural,
bahasa, dan suku bangsa, dan memiliki jiwa demokratis yang diharapkan dapat diwujudkan dalam
perilaku sehari-hari. Dengan kata lain bahwa materi/konten PPKn di Indonesia terdiri dari beberapa
disiplin ilmu yang memerlukan pengorganisasian materi secara sistematis dan pedagogik, seperti ilmu
hukum, politik, tatanegara, humaniora, moral Pancasila, psikologi, nilai-nilai budi pekerti dan disiplin
ilmu lainnya (Fajar, Arnie: Tesis 2003). Dengan demikian secara substansi mata pelajaran PPKn
terbuka terhadap perubahan dan dinamika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat dan
negara termasuk mewadahi berbagai masalah faktual khususnya penanaman nilai, norma, moral, dan
etika berlalu lintas.

B. Dasar Hukum.
1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2011 tentang Forum Lalu Lintas
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Aksi Keselamatan Jalan di
Peraturan Presiden No. 14 Tahun 2015 tentang Perubahan Struktur Organisasi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indoneia.
7. Memorandum of Understanding (MoU) antara Mendiknas dan Kapolri Nomor 03/III/KB/2010
dan No. B/9/III/2010 tanggal 8 Maret 2010, tentang ”Mewujudkan Pendidikan Berlalu Lintas
dalam Pendidikan Nasional.”
8. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang
Registrasi Identifikasi Kendaraan.
9. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat
Ijin Mengemudi (SIM).
10. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang
Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas.
11. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2013 tentang
Penyidikan Kecelakaan Lalu Lintas.
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka
Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks
Pelajaran Dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah, beserta salinannya.
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang
Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015
tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 3
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 3
C. Tujuan dan Sasaran
Buku Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran PPKn ini sebagai
panduan bagi:
1. Guru SD/MI:
a. menelaah kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran PPKn yang dapat
diintegrasikan nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas;
b. mengintegrasikan nilai norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalam materi pembelajaran
PPKn;
c. mengintegrasikan nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalam silabus mata pelajaran
PPKn;
d. mengintegrasikan nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) mata pelajaran PPKn dan;
e. mengimplementasikan pendidikan lalu lintas dalam mata pelajaran PPKn.
2. Kepala SD/MI:
a. sebagai acuan untuk melakukan supervisi klinis dalam mengimplementasikan pembelajaran
PPKn SD/MI yang terintegrasi nilai dan norma berlalu lintas;
b. sebagai acuan untuk perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran PPKn SD/MI
yang terintegrasi nilai dan norma berlalu lintas dan;
c. sebagai acuan dalam rangka sosialiasi pendidikan lalu lintas terhadap guru di lingkungan
sekolahnya.
3. Pengawas sekolah SD/MI:
a. sebagai acuan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring implementasi
pembelajaran SD/MI yang terintegrasi nilai dan norma berlalu lintas.
b. acuan supervisi akademik pembelajaran PPKn SD/MI yang terintegrasi nilai, norma, moral, dan
etika berlalu lintas.
c. acuan evaluasi dan monitoring keterlaksanaan pembelajaran PPKn SD/MI yang terintegrasi
nilai dan norma berlalu lintas.
4. Kepolisian:
a. sebagai pedoman dalam rangka melakukan kemitraan dengan satuan pendidikan;
b. sebagai acuan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi kemitraan pendidikan lalu
lintas di satuan pendidikan.
5. Dinas Pendidikan:
a. sebagai acuan penyusunan perencanaan, pelaksanan, evaluasi, dan monitoring program
diseminasi model pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas melalui mata pelajaran PPKn SD/MI
di daerah kabupaten/kota;
b. sebagai acuan dalam menyusun program anggaran daerah kabupaten/kota dalam
mengimplementasikan Pendidikan Lalu Lintas.

D. Manfaat
Setelah menggunakan model ini, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan dinas pendidikan
dapat melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
1. Membangun kehidupan sekolah sebagai lingkungan yang tertib, dengan mengembangkan
kebiasaan (habit) taat berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari;
2. Membina warga sekolah agar memiliki kompetensi seluruh dimensi kewarganegaraan, yakni: (a)
sikap kewarganegaraan termasuk keteguhan, komitmen dan tanggung jawab kewarganegaraan
(civic confidence, civic committment, and civic responsibility); (b) pengetahuan kewarganegaraan;
(c) keterampilan kewarganegaraan termasuk kecakapan dan partisipasi kewarganegaraan (civic
competence and civic responsibility).

4 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas 4 II
3. Meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di sekolah melalui pendidikan lalu lintas yang
diintegrasikan secara sistematis dan sistemik dalam mata pelajaran PPKn.

E Ruang Lingkup
Ruang lingkup model ini berpijak pada pemahaman lalu lintas ditinjau dari dimensi hukum,
sosiologi, ekonomi, psikologi, dan politik, yang dikemas secara pedagogis. Pengembangan model
pengintegrasian pendidikan lalu lintas pada mata pelajaran PPKn mencakup hal-hal sebagai berikut.
1. Telaah kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran PPKn yang dapat diintegrasikan
nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas
2. Pengintegrasian nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalam materi pembelajaran
PPKn
3. Pengintegrasian nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalam silabus mata pelajaran
PPKn.
4. Pengintegrasian nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) mata pelajaran PPKn.
5. Implementasi pendidikan lalu lintas dalam mata pelajaran PPKn.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 5
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 5
6 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
BAB II

KERANGKA KONSEPTUAL PENDIDIKAN LALU LINTAS

A. Konsep Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter sebenarnya bukan hal yang baru. Sejak awal kemerdekaan, masa orde
lama, masa orde baru, dan masa reformasi sudah dilakukan dengan nama dan bentuk yang
berbeda-beda. Namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang optimal, terbukti dari
fenomena sosial yang menunjukkan perilaku yang tidak berkarakter sebagaimana disebutkan di
atas pada Bab I. Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
telah ditegaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Namun tampaknya upaya pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dan institusi
pembina lain belum sepenuhnya mengarahkan dan mencurahkan perhatian secara komprehensif
pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Sejak lama kita mengenal adanya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn
(dalam kurikulum persekolahan nama mata pelajaran ini selalu berubah, seperti civics, PMP, dan
PPKn), dan mata pelajaran Pendidikan Agama. Kedua mata pelajaran tersebut diberikan dengan
misi utama untuk membina akhlak dan budi pekerti peserta didik. Namun demikian, pembinaan
akhlak dan budi pekerti melalui kedua mata pelajaran tersebut belum membuahkan hasil yang
memuaskan. Hal ini dikarenakan: Pertama, kedua mata pelajaran tersebut cenderung lebih
berorientasi pada aspek pengetahuan mengenai nilai-nilai (pengetahuan tentang afaktif) melalui
materi/substansi mata pelajaran. Kedua, kegiatan pembelajaran pada kedua mata pelajaran
tersebut pada umumnya belum secara memadai mendorong terinternalisasinya nilai-nilai oleh
masing-masing siswa sehingga siswa berperilaku dengan karakter yang tangguh. Ketiga,
menggantungkan pembentukan watak siswa melalui kedua mata pelajaran itu saja tidak cukup.
Pengembangan karakter peserta didik perlu melibatkan lebih banyak lagi mata pelajaran, bahkan
semua mata pelajaran. Selain itu, kegiatan pembinaan kesiswaan dan pengelolaan sekolah dari
hari ke hari perlu juga dirancang dan dilaksanakan untuk mendukung pendidikan karakter.
Mengenai batasan pendidikan karakter, banyak ahli yang mengemukakan, seperti Karakter
adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi
berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara
pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.
Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas sumber daya manusia (SDM) karena
turut menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina
sejak usia dini. Usia dini merupakan masa emas namun kritis bagi pembentukan karakter
seseorang. Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah pendidikan yang mengembangkan
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki dan
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga
negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif.
Thomas Lickona (seorang profesor pendidikan dari Cortland University) mengungkapkan
bahwa ada sepuluh tanda jaman yang kini terjadi, tetapi harus diwaspadai karena dapat membawa
bangsa menuju jurang kehancuran. 10 tanda jaman itu adalah:
1. meningkatnya kekerasan di kalangan remaja/masyarakat;

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 7
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 6
2. penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk/tidak baku;
3. pengaruh peer-group (geng) dalam tindak kekerasan, menguat;
4. meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, dan seks bebas;
5. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk;
6. menurunnya etos kerja;
7. semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru;
8. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan kelompok;
9. membudayanya kebohongan/ketidakjujuran, dan
10. adanya rasa saling curiga dan kebencian antar sesama.
Menurut Simon Philips (2008), karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu
sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Sedangkan Doni
Koesoema A dalam Bambang Indrianto (2010) memahami bahwa karakter sama dengan
kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ”ciri, atau karakteristik, atau gaya, atau sifat khas dari
diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan,
Sementara Winnie, dalam Puskur (2010) memahami bahwa istilah karakter memiliki dua
pengertian tentang karakter. Pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku.
Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulah orang tersebut
memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong,
tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya
dengan ‘personality’. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter’ (a person of character)
apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral.
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup
dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu
yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung
jawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat” (Prof. Suyanto, Ph.D, 2010)
Sedangkan Imam Ghozali, dalam Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf (2013) menganggap
bahwa karakter lebih dekat dengan akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau
melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu
dipikirkan
Berdasarkan pendapat di atas difahami bahwa karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral,
berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi, ‘orang berkarakter’ adalah orang yang mempunyai kualitas
moral (tertentu) positif. Dengan demikian, pendidikan membangun karakter, secara implisit
mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi
moral yang positif atau baik, bukan yang negatif atau buruk. Hal ini didukung oleh Peterson dan
Seligman, dalam Gedhe Raka, (2007:5) yang mengaitkan secara langsung ’character strength’
dengan kebajikan. Character strength dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang
membangun kebajikan (virtues). Salah satu kriteria utama dari ‘character strength’ adalah bahwa
karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya potensi dan cita-cita
seseorang dalam membangun kehidupan yang baik, yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain, dan
bangsanya.

B. Pendidikan Lalu Lintas sebagai Pendidikan Karakter


Perilaku pelanggaran lalu lintas dapat berawal dari hal kecil yang dianggap biasa akibat
ketidaktahuan, niat, dan terbukanya kesempatan. Hal yang semula kecil dan dianggap biasa
tersebut dapat meluas, dan meluasnya tindak pelanggaran lalu lintas bukan saja karena ada
kesempatan, namun juga akibat pendidikan dan pengasuhan yang kurang berdaya melakukan
pencegahan melalui penguatan kontrol diri setiap individu. Hal lain yang memungkinkan tumbuh
suburnya perilaku pelanggaran adalah kebiasaan-kebiasaan kita atau orang tua memboncengkan

8 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas 7 II
atau mengantar anak ke sekolah tanpa helm, melawan arus karena jaraknya pendek, dan tradisi
”jalan-jalan cari angin sore hari”. Lama kelamaan hal ini mejadi kebiasaan. Kebiasaan itu
diperparah dengan tumbuhnya sikap individualis dan masa bodoh dengan kepentingan orang lain.
Hal-hal di atas, secara kultural, sangat mendukung munculnya tindakan pelanggaran lalu lintas.
Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan kultural dalam pendidikan.
Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat
sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. Pendidikan bukan merupakan sarana
transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yakni sebagai sarana penanamran nilai dan
pembudayaan (internalisasi enkulturisasi). Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh
dimensi dasar kemanusiaan. Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal
paling mendasar, yaitu: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia
termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang
tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada
kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.
Untuk memudahkan kita dalam merancang program pendidikan lalu lintas, diperlukan
pemahaman terhadap faktor-faktor penyebab mengapa terjadi pelanggaran lalu lintas. Pada
umumnya kecelakaan diawali karena terjadinya pelanggaran lalu lintas. Masyarakat sebenarnya
sangat memahami resiko apabila melakukan pelanggaran lalu lintas, namun pelanggaran lalu
lintas telah menjadi sesuatu hal yang dianggap biasa oleh masyarakat. Tingkat kesadaran akan
kepatuhan terhadap peraturan berlalu lintas masih tergolong rendah. Rendahnya kesadaran
masyarakat akan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dipengaruhi oleh beberapa faktor antara
lain:
1. Tingkat stres pengguna jalan.
Pada umumnya di kota-kota besar, tingkat persaingan hidup semakin tinggi. Kota besar telah
menjadi magnet masyarakat untuk berlomba mencari kehidupan, sementara itu biaya hidup di kota
besar yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan penghasilan yang memadai. Salah satu
permasalahan yang dihadapi adalah jauhnya lokasi tempat tinggal dengan tempat bekerja.
Kepadatan arus lalu lintas yang dihadapi pengguna jalan untuk beraktifitas dengan jarak yang
jauh telah meningkatkan tingkat stress pengguna jalan. Akibat meningkatnya stress menyebabkan
terjadi kencendrungan agresifitas dan sikap intolerance di jalan dengan mengabaikan peraturan
lalu lintas yang ada. Kondisi stres telah merubah pengguna jalan yang tertib, santun dan beretika
menjadi pengguna jalan yang pada akhirnya menggunakan segala cara untuk secepat mungkin
mencapai lokasi yang dituju, termasuk melakukan pelanggaran lalu lintas.

2. Kepatuhan karena ketakutan dan bukan kesadaran.


Faktor ini menjadi pemandangan sehari hari yang dapat dijumpai di jalan. Penguna jalan
cenderung berlaku tertib pada saat melintasi ruas jalan tertentu yang terawasi atau terjaga dengan
baik. Pada saat melintasi persimpangan yang terdapat petugas Polisi berjaga terjadi
kecenderungan pengguna jalan lebih tertib dan mentaati peraturan dibanding melintasi ruas
tertentu yang tidak terawasi atau tidak ada Petugas Polisi yang sedang bertugas. Kesadaran
bahwa berperilaku tertib dalam berlalu lintas didasari atas tujuan keamanan dan keselamatan di
jalan belum menjadi prioritas dalam berlalu lintas.

3. Sikap permisive masyarakat.


Permisive berarti sikap, pandangan, dan pendirian yang berpendapat bahwa segala cara hidup,
perilaku, perbuatan, juga yang melanggar prinsip, norma, dan peraturan etis boleh saja
dilakukan. Orang hidup baik boleh, jahat juga boleh. Orang berperilaku etis baik silakan, buruk

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 9
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 8
tidak dilarang. Dengan demikian, di mata orang permisivistis yang baik dan yang buruk itu sama
saja. Prinsip etis untuk hidup baik atau buruk itu tidak ada.
Dalam kehidupan sehari hari sikap ini banyak diterapkan pada perilaku berlalu lintas; sebagai
contoh banyaknya orang tua pada saat ini dengan alasan kepraktisan telah membelikan bahkan
mengijinkan anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor, padahal fisik, mental
maupun pengetahuan anak tersebut belum memadai untuk dapat berlalu lintas di jalan. Dengan
alasan kegiatan keagamaan banyak masyarakat tidak lagi menggunakan helm saat mengendarai
sepeda motor untuk menuju lokasi tempat ibadah dan masih banyak contoh pelanggaran lainnya
karena sikap permissive masyarakat.

4. Kurangnya pengetahuan tata cara dan peraturan berlalu lintas.


Masyarakat pada umumnya dapat mengendarai kendaraan bermotor, namun dapat
mengendarai tidak disertai dengan pemahaman atau pengetahuan tentang tata cara dan peraturan
berlalu lintas, bahkan untuk pengguna kendaraan bermotor yang telah memiliki SIM. Masyarakat
merasa setelah memiliki ijin mengemudi telah merasa memiliki kemampuan untuk dapat
mengendarai kendaraan tapi tanpa disaradi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang tata
cara berlalu lintas. Kurangnya pengetahuan tentang tata dan peraturan berlalu lintas menjadi salah
satu faktor terjadinya pelanggaran lalu lintas yang tidak disadari oleh pengguna jalan tersebut,
bahkan sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

5. Sanksi hukum bagi pelanggar yang tidak membuat efek jera dan menyadarkan.
Kegiatan penegakan hukum lalu lintas sudah sangat sering dilakukan baik kegiatan rutin
maupun kegiatan operasi yang khusus dilaksanakan untuk menertibkan pengguna jalan, namun
seakan kegiatan tersebut tidak memberikan dampak yang cukup untuk merubah perilaku
masyarakat dalam berkendara. Salah satu penyebabnya adalah sanksi hukum yang diterapkan
bagi pelangggar aturan lalu lintas belum dapat diterapkan secara maksimal dan menimbulkan efek
jera serta menyadarkan masyarakat.
Kegiatan penegakan hukum berupa sanksi tilang, penderekan mobil yang parkir sembarangan,
pencabutan KIR / ijin trayek belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena beberapa faktor
baik ekonomi, sosial budaya maupun sarana dan prasarana penegakan hukum yang memadai.

6. Perilaku berlalu lintas yang tidak baik menjadi contoh bagi anak.
Tanpa disadari orang tua maupun orang yang telah dewasa telah memberi contoh maupun
menanamkan perilaku tidak tertib berlalu lintas kepada anak. Penggunaan Handphone saat
berkendara, tidak menggunakan safety belt maupun helm dapat dilihat dan menjadi role model
bagi anak. Pada akhirnya menjadi perilaku yang dianggap benar oleh anak pada saatnya sebagai
pengguna jalan.
Fenomena tersebut merupakan gambaran beberapa hal yang menyebabkan terjadinya
pelanggaran lalu lintas sehingga menjadi sesuatu yang “biasa” dalam berlalu lintas.

C. Nilai-Nilai Pembentuk Karakter


Sebagaimana diutarakan sebelumnya, Pendidikan Lalu Lintas (PLL) pada hakikatnya
merupakan bagian dari pendidikan karakter. Sejak akhir tahun 2009, Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
dengan melibatkan semua komponen unsur utama lainnya di Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan telah menghasilkan Pedoman Penyelanggaraan Pendidikan Budaya dan Karakter
Bangsa. Dalam Panduan itu telah disimpulkan 18 nilai-nilai utama sebagai pembentuk budaya dan
karakter bangsa. Ke-18 nilai tersebut merupakan hasil kristalisasi dari puluhan nilai-nilai luhur yang

10 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas 9 II
berkembang dalam budaya di nusantara ini. Nilai-nilai luhur tersebut dikelompokkan berdasarkan
kategori-kategori yang memudahkan satuan pendidikan dalam mengimplementasikannya.
Delapan belas yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut:
No Nilai Deskripsi
1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama
yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain,
dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku,
etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari
dirinya.
4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai
ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil
baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain
dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan
didengar.
10. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan,
kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa,
lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan
sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta
menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan
bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain
merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan
yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan
pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-
upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang
lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan
Tuhan Yang Maha Esa.

Sekolah dapat memilihi beberapa nilai yang dijadikan sebagai prioritas, misalnya kejujuran,
disiplin, tanggung jawab, peduli, dan sebagainya. Penetapan prioritas itu didasarkan pada analisis
kebutuhan setiap satuan pendidikan. Berdasarkan hasil rintisan pada tahun 2010, maka Pusat
Kurikulum dan Perbukuan melakukan revisi panduan tersebut dengan penekanan bahwa setiap
sekolah dapat memilih nilai-nilai tertentu sebagai prioritas. Penetapan prioritas dapat dimulai dari
hal yang sederhana, esensial, dan mudah dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 11
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 10
sekolah/wilayah. Hal-hal yang sederhana dan mudah dilakukan itu antara lain dengan
mewujudkan lingkungan yang bersih, rapih, nyaman, disiplin, dan sopan santun. Hal ini
menekankan bahwa pendidikan karakter dianggap sangat penting dalam keseluruhan proses
pembelajaran di sekolah. Pola pikir tersebut dapat digambarkan melalui diagram berikut:

D. Dimensi dan Nilai-Nilai Pembentuk Karakter Etika Berlalu Lintas

Sikap dan perilaku berlalu lintas dapat dikaji dari dimensi: hukum, sosiologi, ekonomi, psikologi,
dan politik.

1. Dimensi Hukum
Keberhasilan pemerintah dan kekuasaan suatu negara seperti Indonesia salah satu
indikatornya adalah bagaimana kebijakan negara dan aparatnya dapat mencegah dan
memberantas pelanggaran dalam segala bentuk (termasuk pelanggaran lalu lintas) secara
optimal. Terkait dengan ini maka sistem hukum secara periodik perlu terus-menerus ditelaah
sebagai kesatuan yang meliputi tindakan re-evaluasi, reposisi, dan pembaharuan struktur,
substansi hukum khususnya budaya hukum sebagai cermin etika dan integritas penegakan
hukum. Budaya hukum merupakan aspek penting yang melihat bagaimana masyarakat
menganggap ketentuan sebagai civic-minded, sehingga masyarakat selalu taat dan menyadari
betapa pentingnya hukum sebagai regulasi.
Dimensi hukum sebagai cerminan penghargaan dan ketaatan pada nilai, norma, moral dan
etika, mengarahkan sikap dan perilaku berlalu lintas agar terwujud kedisiplinan, kepatuhan, dan
ketaatan pada undang-undang, khususnya UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, antar lain:
a. Menaati rambu-rambu lalu lintas
b. Menaati marka jalan lalu lintas
c. Menaati isyarat pengatur lalu lintas
d. Menunjukkan kelengkapan pengamanan diri dalam berlalu lintas
e. Mentaati peraturan perundangan berlalu lintas sesui UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang lalu
lintas dan angkutan jalan.
f. Menaati Inpres Nomor 4 Tahun 2013 tentang Dekade Aksi Keselamatan Jalan.
g. Menaati perkap Polri nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Ijin Mengemudi.
h. Menati perkap Polri nomor 10 Tahun 2012 tentang Penggunaan Jalan selain untuk kegiatan
lalu lintas.

2. Dimensi Sosiologi
Pada prinsipnya sosiologi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat dan
pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, meliputi: sifat, perlaku, dan perkembangan

12 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas11 II
masyarakat dalam arti pembangunan. Allan Jhonson (Wikipedia, ensiklopedia bebas-Sosiologi
23/02/2008), mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan
perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut
mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem
tersebut.
Manusia sebagai mahluk sosial, dalam kehidupan bermasyarakat sangat membutuhkan
keberadaan orang lain dengan mengadakan hubungan sosial. Hubungan sosial tersebut dapat
terjadi karena adanya kontak dan interaksi dari berbagai perilaku manusia, inilah yang disebut
sebagai interaksi sosial. Berkaitan dengan hal tersebut, pelanggaran lalu lintas merupakan salah
satu konsekuensi dari interaksi antar individu, baik dalam bentuk individu maupun kelompok yang
merupakan wujud dari penyimpangan sosial.
Penyimpangan sosial dapat dilakukan secara individu (individual deviation), yaitu tindak
pelanggaran dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum
dalam lingkungan masyarakat sehingga menimbulkan kerugian, keresahan, ketidakamanan,
ketidaknyamanan atau bahkan menyakiti. Sedangkan penyimpangan yang berbentuk kelompok
atau kolektif (group deviation) merupakan suatu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh
kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat. Akibat yang ditimbulkannya sama dengan penyimpangan yang dilakukan secara
individu. Bentuk penyimpangan sosial secara kelompok dapat terjadi dengan adanya pergaulan
atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga
mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak pelanggaran kelompok.
Dengan adanya penyimpangan sosial tersebut perlu adanya pengendalian sosial, yaitu suatu
upaya yang ditempuh sekelompok orang atau masyarakat melalui mekanisme tertentu untuk
mencegah dan meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang/membangkang
serta mengajak dan mengarahkannya untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang
berlaku. Pengendalian sosial tersebut dapat dilaksanakan melalui jalur hukum (yang harus kita
lakukan), norma-norma (yang biasanya kita lakukan), dan petunjuk moral (yang seharusnya kita
lakukan).
Soerjono Soekanto (www.dikmenum.go.id. 08/07/2008), menyatakan bahwa pengendalian
sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan, yang bertujuan untuk
mengajak, membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan
kaidah-kaidah yang berlaku. Dengan demikian, pengendalian sosial meliputi proses sosial yang
direncanakan maupun tidak direncanakan (spontan) untuk mengarahkan seseorang atau
kelompok orang. Selain itu pengendalian sosial pada dasarnya merupakan sistem dan proses
yang mendidik, mengajak dan bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai
dengan norma-norma sosial.
Berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas yang merupakan salah satu bentuk penyimpangan
sosial, maka dalam hal ini perlu dilakukan pengendalian sosial melalui sistem mendidik dan
mengarahkan melalui mekanisme tertentu. Mendidik dimaksudkan agar dalam diri seseorang
terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma-norma yang
berlaku yaitu bersikap disiplin, bertanggung jawab, santun, peduli, dan beretika dalam berlalu
lintas.
Dimensi sosial sebagai aspek kehidupan yang menempatkan manusia pada komunitas yang
setara, mengarahkan sikap dan perilaku berlalu lintas agar lebih menampilkan karakter santun,
peduli dan toleransi pada sesama, antara lain:
a. Memiliki sikap perilaku saling menghormati sesama pengguna jalan
b. Menampilkan sikap perilaku untuk tidak menyalah gunakan fungsi jalan dan badan jalan untuk
kegiatan selalin kegiatan berlalu lintas.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 13
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 12
c. Menerapkan norma dan moral etika berlalu lintas secara baik dan benar.
d. Menunjukkan sikap rela berkorban untuk memberi kesempatan pengguna jalan lain.
e. Memberi kesempatan bagi penyeberang jalan

3. Dimensi Ekonomi
Pelanggaran lalu lintas kalau dikaji secara mendalam, dapat mempersulit pembangunan
ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan, antara lain dengan membuat distorsi
(kekacauan) dan ketidak efisienan yang tinggi. Sebagai contoh, akibat pelanggaran dapat
menimbulkan kemacetan, sehingga sampai di tempat pekerjaan terlambat yang pada akhirnya
menyebabkan pelayanan kepada masyarakat tertunda. Akibat lebih lanjut target pekerjaan tidak
tercapai, sehingga terjadi kemubadziran baik dari segi waktu maupun sarana-prasarana, dan
pemborosan tenaga dan biaya. Hal ini menimbulkan biaya hidup yang lebih tinggi dan harga-harga
menjadi lebih mahal. Akibatnya daya beli masyarakat rendah, sehingga angka kemiskinan
meningkat.
Dimensi ekonomi yang menempatkan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya sebagai
sarana pemenuhan kebutuhan manusia, mengarahkan sikap dan perilaku berlalu lintas agar dapat
menghemat, efisien, dan efektif dalam perjalanan, yakni:
a. Menunjukan sikap perilaku hemat dalam perjalanan
b. Memiliki sikap perilaku efektif dalam perjalanan.
c. Memiliki sikap perilaku efisien dalam transportasi.

4. Dimensi Psikologi
Dimensi psikologis menjadi bagian penting yang perlu dikembangkan dalam metode
pembelajaran. Dimensi psikologis yang meliputi persepsi, intelegensi, motivasi, maupun prestasi
siswa dapat dijadikan sarana untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan. Terkait dengan
pendidikan lalu lintas, demensi psikologi mengarahkan terbentuknya sikap dan perilaku berlalu
lintas yang lebih mengedapankan pemahamanan akan kebutuhan hakiki mnusia, antara lain:
a. Memiliki sikap perilaku lebih mengutamakan rasa aman
b. Memiliki sikap perilaku lebih mengutamakan rasa nyaman.
c. Menampilkan sikap perilaku lebih mengutamakan ketertiban, sesama pengguna jalan
d. Menampilkan sikap perilaku lebih mengutamakan kelancaran sesama pengguna jalan
e. Menampilkan sikap perilaku lebih mengutamakan keselamatan sesama pengguna jalan

5. Dimensi Politik
Salah satu prosedur kelembagaan untuk mencapai keputusan politik adalah demokrasi. Untuk
memperoleh suatu keputusan yang demokratis, suatu lembaga harus mengikutsertakan individu
untuk memberikan aspirasi. Berdasarkan aspirasi tersebut, setiap individu berhak bersaing dengan
sehat dan rasional untuk mendapatkan suara rakyat, misalnya hak setiap individu untuk
berkampanye dalam rangka pemilihan umum yang bertujuan untuk mendapatkan simpati dan
pengikut yang dapat mendukungnya. Berkaitan dengan hal ini, Schumpeter (1947: 5)
mengemukakan tentang teori demokrasi yang disebut dengan “Metode Demokratis”, yaitu
prosedur kelembagaan untuk mencapai keputusan politik yang di dalamnya individu memperoleh
kekuasaan untuk membuat keputusan melalui perjuangan kompetitif dalam rangka memperoleh
suara rakyat.
Politik sebagai aspek kehidupan yang terkait dengan penggunaan/ pemanfaatan wewenang
dan kekuasaan, mengarahkan sikap dan perilaku berlalu lintas lebih mempertimbangkan dan
mengutamakan kepentingan umum (public), antara lain:

14 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas13 II
a. Membuat keputusan dalam menggunakan jalan dengan memperhatikan kepentingan dan
keselamatan orang lain.
b. Melaksanakan kebijakan lalu lintas berdasarkan kepentingan umum.
c. Ikut serta dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan lalu lintas secara adil.
d. Menampilkan peran serta warga masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan
bersama dalam berlalu lintas.
Pembentukan sikap dan perilaku berlalu lintas yang disiplin, bertanggung jawab, santun, peduli,
dan beretika didasarkan pada nilai, norma, moral, dan etika sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Perilaku tersebut harus dilandasi oleh niat dan semangat untuk
mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas sehingga terwujud
cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia yang dituangkan dalam Pembukaan UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.
Pada tahun 2010, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama-sama dengan
Kepolisian Republik Indonesia mengadakan MoU sebagai implementasi amanat Undang-undang
No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Realisasi dari MoU tersebut
dibentuklah suatu Tim yang ditugasi mengembangkan Pendidikan Lalu Lintas pada satuan
pendidikan. Berdasarkan kajian Tim, disepakati nilai-nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas
untuk membangun karakter berlalu lintas yang berdisiplin, bertanggung jawab, santun, peduli, dan
beretika dalam berlalu lintas.
Dengan demikian, pelaksanaan pendidikan lalu lintas pada satuan pendidikan harus mengacu
pada dimensi dan indikator serta nilai-nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas sebagaimana
tergambar pada tabel berikut:

Tabel 1

DIMENSI DAN INDIKATOR SERTA NILAI, NORMA, MORAL, DAN ETIKA BERLALU LINTAS

PENDIDIKAN LALU LINTAS

DIMENSI DAN INDIKATOR NILAI, NORMA, MORAL, DAN ETIKA BERLALU LINTAS

1. Hukum: DISIPLIN: tata tertib, ketaatan (kepatuhan) pada peraturan,


a. Menaati rambu-rambu lalu lintas tepat waktu, tertib, dan konsisten.
b. Menaati marka jalan lalu lintas TANGGUNG JAWAB: keadaan wajib menanggung segala
c. Menaati isyarat pengatur lalu lintas sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut,
d. Menunjukkan kelengkapan pengamanan diri dipersalahkan, diperkarakan, dsb. Misalnya berani dan
dalam berlalu lintas siap menerima resiko, amanah, tidak mengelak, dan
e. Mentaati peraturan perundangan berlalu berbuat yang terbaik), hak fungsi menerima
lintas sesui UU RI No. 22 Tahun 2009 pembebanan sebagai akibat sikap pihak sendiri atau
tentang lalu lintas dan angkutan jalan. pihak lain, melaksanakan dan menyelesaikan tugas
f. Menaati Inpres Nomor 4 Tahun 2013 tentang dengan sungguh-sungguh.
Dekade Aksi Keselamatan Jalan. ADIL: sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak /tidak
g. Menaati perkap Polri nomor 9 Tahun 2012 pilih kasih, berpihak/berpegang kepada kebenaran,
tentang Surat Ijin Mengemudi. sepatutnya, tidak sewenang-wenang, seimbang, netral,
h. Menati perkap Polri nomor 10 Tahun 2012 objektif dan proporsional.
tentang Penggunaan Jalan selain untuk KOMITMEN: Perjanjian, keterikatan untuk melakukan sesuatu
kegiatan lalu lintas. (yang telah disepakati), kontrak.
2. Sosiologi: KONSEKUEN: Sesuai dengan apa yang dikatakan/diperbuat,
a. Memiliki sikap perilaku saling menghormati berwatak teguh, tidak menyimpang dari apa yang sudah
sesama pengguna jalan diputuskan.
b. Menampilkan sikap perilaku untuk tidak SPORTIF: bersifat kesatria, jujur, tegak (tetap pendirian, tetap
menyalah gunakan fungsi jalan dan badan memegang keadilan).
jalan untuk kegiatan selalin kegiatan berlalu PEDULI: mengindahkan, memperhatikan (empati),
lintas. menghiraukan, menolong, toleran, setia kawan,

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 15
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 14
PENDIDIKAN LALU LINTAS

DIMENSI DAN INDIKATOR NILAI, NORMA, MORAL, DAN ETIKA BERLALU LINTAS

c. menerapkan norma dan moral etika berlalu membela, memahami, menghargai, dan
lintas secara baik dan benar. memperlakukan orang lain sebaik-baiknya.
d. Menunjukkan sikap rela berkorban untuk BIJAKSANA: selalu menggunakan akal budinya (pengalaman
memberi kesempatan pengguna jalan lain. dan pengetahuannya), arif, tajam pikiran, pandai dan
e. Memberi kesempatan bagi penyeberang hati-hati (cermat, teliti, dsb.)
jalan. IKHLAS:bersih hati, tulus hati.
3. Ekonomi: HEMAT: berhati-hati dalam membelanjakan uang, tidak boros,
a. Menunjukan sikap perilaku hemat dalam cermat.
perjalanan BERANI: mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri
b. Memiliki sikap perilaku efektif dalam yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dsb.
perjalanan. (Tidak takut, gentar, kecut) dan pantang mundur.
c. Memiliki sikap perilaku efisien dalam KESETARAAN: kesejajaran, sama tingkatan/ kedudukan,
transportasi. sebanding, sepadan, seimbang.
4. Psikologi: KEBERSAMAAN: hal bersama, seperti rasa
a. Memiliki sikap perilaku lebih mengutamakan persaudaraan/kekeluargaan, senasib sepenanggungan,
rasa aman dan merasa menjadi satu kesatuan (integritas).
b. Memiliki sikap perilaku lebih mengutamakan
rasa nyaman.
c. Menampilkan sikap perilaku lebih
mengutamakan ketertiban, sesame
pengguna jalan
d. Menampilkan sikap perilaku lebih
mengutamakan kelancaran sesame
pengguna jalan
e. Menampilkan sikap perilaku lebih
mengutamakan keselamatan sesame
pengguna jalan
5. Politik
a. Membuat keputusan dalam menggunakan
jalan dengan memperhatikan kepentingan
keselamatan orang lain.
b. Melaksanakan kebijakan lalu lintas
berdasarkan kepentingan umum.
c. Ikut serta dalam mengawasi pelaksanaan
kebijakan lalu lintas secara adil.
d. Menampilkan peran serta warga masyarakat
dalam menjaga keamanan dan keselamatan
bersama dalam berlalu lintas.

E. Internalisasi Nilai-nilai, Norma, Moral, dan Etika Berlalu Lintas melalui Pendidikan.
Pendidikan (UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara.
Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat
tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan yang
diperlukan untuk kelanjutan suatu budaya. Pendidikan juga sebagai alat yang penting untuk
melakukan perubahan budaya karena menjadi salah satu instrumen masyarakat untuk tetap
berusaha seirama dengan perubahan, yaitu merubah nilai maupun norma yang disesuaikan
perkembangan jaman dengan menafsirkan kembali pengetahuan dan nilai-nilai lama untuk
menghadapi situasi-situasi yang baru. Sebuah kebudayaan pada umumnya melakukan antisipasi
masa depan dengan menyiapkan generasi muda dengan informasi, sikap-sikap dan ketrampilan

16 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas15 II
tertentu yang direncanakan untuk menghadapi situasi tertentu yang direncanakan untuk
menghadapi situasi yang akan datang.
Dari pengertian dan tujuan diatas, maka dalam rangka internalisasi/ menanamkan nilai etika
berlalu lintas dapat dilaksanakan salah satunya melalui proses pendidikan; karena pendidikan
dapat menanamkan nilai-nilai baru yang muaranya dapat menjadi sumber perubahan kebudayaan.
Begitupun Pendidikan etika berlalu lintas bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai etika berlalu
lintas yang diharapkan dapat terinternalisasi kepada masyarakat menjadi norma yang dinginkan
dalam berlalu lintas.
Pola pendidikan dilaksanakan melalui lembaga pendidikan maupun lingkungan keluarga dan
masyarakat secara menyeluruh dengan menginternalisasi nilai-nilai yang diharapkan (etika berlalu
lintas) dapat dilakukan kepada seluruh kelompok masyarakat disegala tingkatan status maupun
usia, baik kelompok masyarakat terorganisir maupun masyarakat tidak terorganisir. Namun
internalisasi nilai-nilai tersebut terhadap kelompok masyarakat sejak usia dini akan memberi
dampak lebih lama dan permanen.
Pendidikan sejak usia dini dijadikan sasaran karena pada masa tersebut anak masih mencari
pola dari apa yang dialami, dilihat maupun di contoh yang kemudian akan menjadi sikap hidup
maupun perilaku di masa yang akan datang. Jules Hendry, dalam Manan, (1989) mengatakan kita
boleh berspekulasi bahwa kebudayaan yang stabil telah menyempurnakan atau hampir
menyempurnakan, proses mempersempit bidang persepsi anak-anak dengan melatih anak-anak
untuk membebaskan fikiran mereka dari apa-apa yang dipilih bagi persepsi mereka oleh
kebudayaan tersebut. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa internalisasi akan nilai-nilai
etika berlalu lintas pada usia dini menjadi suatu hal yang harus dilakukan untuk membentuk
persepsi akan nilai-nilai yang akan menjadi suatu budaya selanjutnya terbentuk menjadi pola
perilaku berlalu lintas yang beretika.
Internalisasi nilai-nilai tersebut diharapkan dapat dengan kuat menanamkan perubahan norma-
norma sosial yang ada pada saat ini. Dapat dilihat pada saat ini bagaimana nilai maupun norma
yang terjadi pada masyarakat dalam berlalu lintas; seperti melawan arus lalu lintas, kendaraan
menggunakan trotoar sebagai jalan pintas, melewati garis batas berhenti pada persimpangan,
kendaraan angkutan umum yang menaikan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya.
Pada saat ini hal tersebut sudah menjadi nilai dan norma baru yang ada di masyarakat saat berlalu
lintas, dan terjadi pembenaran secara umum terhadap pelanggaran nilai, norma maupun aturan
yang berlaku, dan dapat di simpulkan pada saat ini telah terjadi keterpurukan akan nilai maupun
norma berlalu lintas.
Pendidikan diberikan melalui metode yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan, juga berisi
materi yang dapat dengan mudah dicerna dan diingat. Melalui gerak maupun suara yang
menjadikan materi yang diberikan menjadi lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Terlebih
pada anak pada usia dini penggunaan materi yang akan digunakan harus benar-benar
disesuaikan dengan perkembangan anak itu sendiri. Ki Sugeng Subagya mengatakan: Memberi
pengetahuan tentang etika berlalu lintas sudah baik, tetapi belum cukup untuk membenahi perilaku
buruk berlalu lintas. Oleh karena itu wujud pendidikan etika berlalu lintas harus diperjelas.
Implementasinya bukan hanya pada ranah kognitif saja, melainkan harus berdampak positif
terhadap ranah afektif dan psikomotorik yang berupa sikap dan perilaku peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari” (Gemari edisi 112/ tahun XI/ mei 2010).
Maka jika nilai-nilai yang di internalisasikan mulai sejak dini tentang etika berlalu lintas dan
selanjutnya akan menjadi standar normatif dalam berperilaku sosial yang merupakan acuan-acuan
sikap dan perasaan yang diterima oleh masyarakat, kemudian dijadikan sebagai dasar untuk
merumuskan apa yang dianggap benar dan penting, maka norma tersebut merupakan bentuk
kongkrit dari nilai-nilai yang ada dalam kehidupan masyarakat. Pada saatnya ketika kelompok usia

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 17
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 16
dini ini menjadi kelompok pengguna jalan diharapkan akan menjadi agent of change dari
perubahan pola perilaku berlalu lintas itu sendiri, minimal akan melaksanakan nilai-nilai yang telah
tertanam kepada dirinya sendiri maupun lingkup kecil keluarga. Apabila makin banyak kelompok
pengguna jalan yang akan menjadi agent of change maka akan merubah budaya berlalu lintas
saat ini yang cenderung melakukan pembenaran terhadap sesuatu yang salah karena banyaknya
kelompok yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Di dalam sistem norma terdapat aturan-aturan dan sanksi-sanksi jika aturan-aturan tersebut
dilanggar. Dengan demikian, sistem nilai dan sistem norma tersebut akan melandasi perilaku
setiap individu dalam berinteraksi. Semakin banyak yang menerapkan nilai-nilai etika berlalu lintas
maka akan terbentuk sistem kontrol dari masyarakat terhadap nilai dan norma tersebut. Akan
terjadi kesadaran dari masyarakat untuk malu apabila melangggar nilai atau norma yang ada,
bahkan akan terjadi sanksi dari masyarakat terhadap pengguna jalan yang masih melakukan
pelanggaran lalu lintas sebagai bentuk pengendalian sosial. Sebagai contoh, masyarakat akan
berani untuk menegur pengguna kendaraan bermotor yang parkir tidak pada tempatnya atau
kendaraan yang melawan arus lalu lintas.
Peran faktor pengendali sosial adalah sangat penting sebagai alat pressure bagi masyarakat
agar dapat menerima berlakunya kaidah-kaidah tersebut. Pada umumnya faktor pengendali sosial
yang dipandang efektif adalah norma-norma agama. Hal itu disebabkan karena norma agama
memiliki kekuatan berlaku yang secara otonom, artinya tanpa diperlukan kontrol dari luar.
Disamping itu norma, agama juga sangat mudah dan cepat tersosialisasi di masyarakat. Diantara
norma-norma itu adalah etika yang sudah dikenal dalam masyarakat luas. Namun kesulitannya
adalah untuk mengakomodasikan berbagai kaidah baru terutama yang berhubungan dengan etika
berlalu lintas di jalan, tentunya diperlukan kearifan dalam mengangkat nilai-nilai agama sebagai inti
norma, dalam berlalu lintas. Padahal ajaran agama pada dasamya selalu mengajarkan disiplin
moral sebagai pijakan etika yang tinggi kepada para pemeluknya. Etika paling tidak dapat menjadi
pijakan dalam pergaulan masyarakat, khususnya dalam berlalu lintas (Paulus B adipura, Hukum
dan Etik berlalu lintas, ejournal umm, 2012)
Nilai-nilai sosial sangat erat kaitannya dengan norma-norma sosial. Jika nilai sosial dikatakan
sebagai standar normatif dalam berperilaku sosial yang merupakan acuan-acuan sikap dan
perasaan yang diterima oleh masyarakat sebagai dasar untuk merumuskan apa yang dianggap
benar dan penting, maka norma sosial merupakan bentuk kongkrit dari nilai-nilai yang ada dalam
kehidupan masyarakat. Di dalam sistem norma terdapat aturan-aturan dan sanksi-sanksi jika
aturan-aturan tersebut dilanggar. Dengan demikian, sistem nilai dan sistem norma tersebut akan
melandasi perilaku setiap individu dalam berinteraksi dikehidupan masyarakat.
Nilai dan norma memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan sosial pada nilai-
nilai etika dalam berlalu lintas. Pada akhirnya diharapkan setiap orang harus menjaga nilai-nilai
etika di dalam berlalu lintas. Untuk merealisasikan sistem nilai tersebut disusunlah norma-norma
untuk mengatur lalu lintas yang terdiri dari seperangkat aturan main dan sekaligus penegaknya.
Sebagai contoh penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor telah menjadi nilai, norma dan
kemudian menjadi aturan yang secara tidak langsung menjadi perilaku masyarakat. Penggunaan
helm pada umumnya sudah menjadi kebutuhan bagi pengguna jalan pada saat mengendarai
sepeda motor, bukan lagi dilandasi atas keterpaksaan karena adanya seperangkat aturan dan
penegakan hukum yang dilakukan.
Dari uraian diatas maka Internalisasi nilai-nilai etika berlalu lintas melalui pendidikan menjadi
suatu hal yang penting untuk dilakukan, terutama kepada anak usia dini. Karena dengan
pendidikan akan dapat membentuk nilai-nilai yang diharapkan akan menjadi norma yang
membentuk perilaku budaya berlalu lintas yang diharapkan. Internalisasi nilai-nilai etika berlalu
lintas akan melahirkan kelompok-kelompok yang akan membawa perubahan kepada

18 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas17 II
lingkungannya terutama dalam berlalu lintas di jalan yang karena nilai-nilai tersebut telah tertanam
dengan baik dan menjadi standar dalam budaya masyarakat.

F. Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Lalu Lintas Melalui Kegiatan Pembelajaran


Dalam penyelenggaraan pendidikan lalu lintas, peran pendidikan harus dipahami sebagai peran
transferring dan transforming. Peran transferring menekankan pada peningkatan kemampuan
kognitif. Dalam transferring peran pendidikan mentransfer pengetahuan dari sumber ilmu
pengetahuan (guru, buku teks, dan sumber balajar lainnya) kepada peserta didik subagai subyek
belajar. Di lain pihak peran transforming menekankan pada transformasi nilai-nilai yang
terkandung pada berbagai mata pelajaran maupun berbagai kegiatan lain seperti pengembangan
diri, ekstra kurikuler, terutama keteladanan pimpinan dan guru di sekolah, baik dalam proses
pembelajaran maupun dalam layanan adminstrasi dan layanan lainnya.
Terkait dengan pendidikan lalu lintas, satuan kompetensi dan perilaku yang berlandaskan nilai-
nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas berwujud atau berupa sikap dan kepribadian siswa
yang memiliki integritas sehingga mampu menolak, menghindar, mengawasi serta mencegah
terjadinya perilaku atau tindak pelanggaran lalu lintas kelak di kemudian hari. Keteladanan
pimpinan dan guru di sekolah menjadi pintu masuk (entry-points) dari kesuksesan
penyelenggaraan pendidikan lalu lintas. Pemikiran tersebut dapat digambarkan melalui diagram di
bawah ini:

Sistem pembelajaran yang dimaksud adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam upaya
memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik baik di dalam kelas maupun di luar kelas,
baik melalui mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, maupun melalui kegiatan lain.
Sejalan dengan pendidikan karakter, pendidikan lalu lintas dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu
integrasi melalui mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Secara lebih terperinci
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LALU LINTAS BERDASARKAN KURIKULUM 2013

1. Integrasi dalam mata • Mengembangkan silabus dan RPP pada kompetensi yang telah ada sesuai
pelajaran yang ada dengan nilai yang akan diterapkan

2. Mata Pelajaran dalam • Ditetapkan oleh sekolah/daerah


Mulok • Kompetensi dikembangkan oleh sekolah/daerah

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 19
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 18
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LALU LINTAS BERDASARKAN KURIKULUM 2013

3. Kegiatan Pengembangan • Pembudayaan & Pembiasaan:


Diri Pengkondisian, Kegiatan rutin, Kegiatan spontanitas, Keteladanan,
Kegiatan terprogram
• Ekstrakurikuler:
Taman Lalu Lintas; PKS, Pramuka; PMR; UKS; KIR; Olah raga; Seni; OSIS
• Bimbingan Konseling:
Pemberian layanan bagi anak yang mengalami masalah

1. Integrasi Melalui Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran


Setiap mata pelajaran mempunyai muatan eksplisit dan implisit. Muatan eksplisit berupa ilmu
pengetahuan yang arahnya meningkatan kampuan berfikir peserta didik. Muatan implisit
meningkatkan daya sensitivitas peserta didik terhadap lingkungan mereka. Misal pada mata
pelajaran Matematika mengajarkan tentang urutan angka dari angka 1 (satu) sampai dengan tak
terbatas. Secara fisik angka 1 (satu) berada posisi lebih dulu daripada posisi angka 2 (dua),
demikian seterusnya angka 2 berada posisi lebih dulu daripada angka 3 (tiga). Kandungan nilai
dari posisi angka ini adalah disiplin dalam mengantri. Mereka yang datang nomor 1 (satu) harus
mendapat giliran untuk dilayani lebih dulu dibanding dengan mereka yang datang pada nomor dua.
Demikian juga mereka yang datang nomor 2 harus mendapat pelayanan lebih dulu daripada
mereka yang datang pada urutan ke-3.
Pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
peran transferring ke transforming relatif lebih eksplisit dibanding pada mata pelajaran lainnya
seperti Matematika atau IPA. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama pelajaran menjalankan
ibadah sangat jelas arahnya yaitu membelajarkan tata cara melakukan ibadah dan memerintahkan
setiap umat beragama. Dalam konteks yang berbeda tetapi dengan tujuan yang sama, pelajaran
tentang hak kewajiban warga negara dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, tidak hanya menjelaskan definisi dan uraian tentang hak dan kewajiban warga
negara tetapi juga menganjurkan kepada peserta didik untuk mengikuti peraturan penerapan hak
dan kewajiban sebagai warga negara.
Meskipun terdapat dua peran pendidikan, tetapi dalam proses pembelajaran tidak terjadi secara
berurutan, namun terjadi secara bersamaan (simultan). Peran pendidikan tersebut dapat
diorganisasikan dalam kurikulum, pembelajaran, dan penilaian. Pemikiran di atas dapat
digambarkan melalui diagram di bawah ini:

Terkait dengan pendidikan lalu lintas, setiap satuan pendidikan dapat mengefektifkan alokasi
waktu yang tersedia dalam rangka menerapkan penanaman nilai-nilai budaya dengan
menggunakan metode pembelajaran aktif. Hal ini dapat dilakukan sejak guru mengawali

20 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas19 II
pembelajaran, selama proses berlangsung, pemberian tugas-tugas mandiri dan terstruktur baik
yang dilakukan secara individual maupun berkelompok, serta penilaian proses dan hasil belajar.
Kegiatan pembelajaran adalah realisasi dari perecanaan yang telah disusun dalam bentuk
silabus dan RPP. Artinya, semua proses yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung,
harus sudah direncanakan dengan baik, termasuk evaluasinya. Dengan demikian, nilai-nilai yang
relevan dapat diintegrasikan secara langsung dalam proses. Guru perlu memilih nilai-nilai tertentu
yang betul-betul relevan dengan materi, proses, dan kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain,
pengintegrasian nilai-nilai pendidikan lalu lintas dalam pembelajaran jangan sampai menimbulkan
kesan pemaksaan.

2. Integrasi melalui Muatan Lokal


Mata pelajaran muatan lokal juga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan atau
membudayakan perilaku berlalu lintas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggali nilai-nilai
budaya atau kearifan lokal yang ada hubungan dengan perilaku berlalu lintas, misalnya nilai-nilai
tentang kehidupan yang harmonis yang menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab dan
sebagainya. Untuk itu, sekolah perlu melakukan analisis konteks sehingga sekolah dapat memilih
nilai-nilai kearifan lokal yang relevan. Hasil analisis konteks tersebut dijadikan dasar untuk
menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran muatan lokal yang dipilih.

3. Integrasi melalui Pengembangan Diri


Penanaman nilai-nilai pendidikan lalu lintas juga dapat dilakukan melalui kegiatan
pengembangan diri, yaitu melalui pembiasaan dan pembudayaan yang dilakukan melalui kegiatan
rutin, spontan, keteladanan, dan pengkondisian, serta kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut
dijelaskan secara terperinci sebagai berikut:
a. Kegiatan rutin
Kegiatan rutin dapat dimanfaatkan untuk secara terus menerus menanamkan dan
membudayakan nilai-nilai pendidikan lalu lintas kepada semua pesert didik, misalnya pada saat
upacara bendera setiap hari senin atau upacara hari-hari besar nasional lainnya. Mereka
berbaris secara rapih dan tertib sesaat sebelum masuk ke kelas. Proses ini melatih peserta
didik untuk selalu disiplin, adil dan konsisten dengan peraturan yang berlaku.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan spontan dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian peserta didik atas
penderitaan orang lain. Dengan melatihkan suatu hal setiap saat kepada semua peserta didik,
diharapkan akan tumbuh sikap empati sehingga mereka tidak mau merugikan orang lain.
Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kesediaan menolong ketika ada teman yang terkena
musibah atau kecelakaan lalu lintas, dan kegiatan lain yang menunjukkan kepedulian peserta
didik dalam penegakkan peraturan yang berlaku.
c. Keteladanan
Keteladanan dapat dikatakan sebagai unsur terpenting dalam penanaman karakter termasuk
penanaman nilai-nilai pendidikan lalu lintas. Dengan adanya keteladanan dari para pendidik
atau tenaga kependidikan, peserta didik akan meniru perilaku tersebut, misalnya guru yang
selalu disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan melakukan itu semua secara konsisten.
Dalam hal disiplin misalnya, kehadiran guru yang lebih awal dibanding peserta didik, tanpa
disadari dapat membangun kedisiplinan.
d. Pengkondisian
Pengkondisian tidak kalah pentingnya dalam hal pembangunan karakter dan etika berlalu
lintas. Pengkondisian dapat dilakukan melalui berbagai cara misalnya: memisahkan jalur kiri
untuk masuk dan jalur kanan untuk keluar, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, dan slogan-

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 21
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 20
slogan yang selalu mengingatkan setiap orang untuk selalu disiplin, bertanggung jawab dan
sebagainya. Hal-hal yang tersemasuk pengkondisian adalah penciptaan lingkungan yang tertib
dan teratur. Peserta didik perlu dilibatkan dalam pengkondisian ini sehingga mereka ikut
bertanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya sebagai peserta didik. Melibatkan peserta
didik dalam pengawasan untuk penegakan disiplin, tanggung jawab, kepedulian dan
sebagainya juga sangat penting dilakukan.
e. Kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat
Situasi yang tidak kalah pentingnya adalah keteladanan yang ditunjukkan oleh semua
komponen masyarakat terutama yang berada di sekitar kehidupan peserta didik sehar-hari,
yaitu orang tua atau tokoh masyarakat. Dukungan dan keteladanan dari masyarakat ikut
menentukan keberhasilan pendidikan lalu lintas di sekolah. Tanpa keterlibatan masyarakat
dalam menjaga dan memberikan contoh teladan kepada peserta didik, kemungkinan besar
pendidikan lalu lintas bisa gagal.
f. Kegiatan Ekstrakurikuler
Pendidikan lalu lintas dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstra kurikuler, misalnya
pelatihan di kepramukaan, patroli kemanan sekolah, dan kegiatan-kegiatan lain yang mengarah
pada penumbuhan kesadaran kepada peserta didik agar memelihara dirinya dari tindakan-
tindakan curang, dan selalu menghargai atau peduli pada keadaan orang lain. Kegiatan lain
seperti pertandingan olah raga juag dapat melatih sportifitas peserta didik.
g. Bimbingan dan Konseling
Melalui bimbingan konseling dapat dilakukan penanaman nilai-nilai pendidikan lalu lintas.
Bimbingan dan konseling memiliki dua fungsi utama, pertama, membantu setiap peserta didik
untuk menemukan potensinya sedini mungkin sehingga setiap peserta didik mampu
mengembangkan potensi tersebut dengan mudah. Kedua, membantu peserta didik untuk
keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi. Kedua fungsi utama tersebut melekat pada
fungsi dan tugas semua guru. Namun, untuk kasus-kasus tertentu, perlu melibatkan guru
khusus bimbingan dan konseling.

G. Dukungan Publik
Pelaksanaan pendidikan lalu lintas di satuan pendidikan perlu melibatkan seluruh warga
sekolah, orangtua peserta didik, dan masyarakat sekitar. Prosedur pengembangan kurikulum yang
mengintegrasikan pendidikan lalu lintas di satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan.
Langkah awal penerapannya adalah melaksanakan sosialisasi pendidikan lalu lintas dan
melakukan komitmen bersama antara seluruh komponen warga sekolah/satuan pendidikan
dengan semua stakeholder (orang tua peserta didik, komite, dan tokoh masyarakat setempat). Hal
ini perlu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan lalu lintas.
Agar penyelenggaraan pendidikan lalu lintas di satuan pendidikan dapat menimbulkan efek
perluasan secara efektif, setiap satuan pendidikan diharapkan selalu berupaya untuk menggalang
dan menghimpun semua pihak terkait dalam upaya membangun komunitas-komunitas sehingga
pendidikan lalu lintas ini betul-betul menjadi aksi bersama. Komunitas yang dibangun diawali dari
menghimpun semua warga sekolah, masyarakat sekitar dan selanjutnya menyebar ke organisasi-
organisasi profesi seperti Gugus (SD), KKG, KKS, MGMP, MKKS, MKKPS dan sebagainya. Aksi
ini sekaligus menjadi upaya pelembagaan dan penguatan peranan gugus
(SD)/MGMP/MKKS/MKPS (SMP,SMA/SMK) sebagai pendamping satuan pendidikan dalam
mensukseskan gerakan pendidikan lalu lintas.

22 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas21 II
BAB III

TELAAH KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn)
SD/MI KELAS II
TERHADAP PENDIDIKAN LALU LINTAS
(SEBAGAI BAHAN UNTUK PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TEMATIK)

Kurikulum 2013 memuat Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dijabarkan menjadi 4 (empat) Kompetensi Inti (KI), yaitu: sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2),

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


pengetahuan (KI-3), dan keterampilan (KI-4). Masing-masing KI dijabarkan ke dalam sejumlah kompetensi dasar (KD) yang menjadi dasar dan landasan
dalam pengembangan proses pembelajaran.
Kompetensi dasar pada mata pelajaran PPKn di kelas II yang terkait dengan aspek pengetahuan, terdapat 4 (empat) KD. Berdasarkan telaah terhadap KD tersebut
maka yang dinilai relevan dan dapat diintegrasikan nilai, norma, moral, dan etika berlalu lintas ke dalamnya adalah semua KD, yaitu 3.1, 3.2, 3.3, dan 3.4

Kompetensi Inti:
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Telaah KI dan KD PPKn terhadap nilai, norma, moral dan etika berlalu lintas dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut:
1. Menampilkan seluruh KD yang dikembangkan dari kompetensi inti (KI) ke dalam kolom sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan, sesuai
dengan Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014.

23
2
24
NO SIKAP SPIRITUAL SIKAP SOSIAL PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1 1.1 Menerima keberagaman karakteristik 2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, kasih sayang, 3.1 Mengenal simbol-simbol sila 4.1 Mengamati dan menceritakan
individu dalam kehidupan beragama, suku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, Pancasila dalam lambang negara perilaku di sekitar rumah dan
bangsa, ciri-ciri fisik, psikis, dan hobby dan percaya diri dalam berinteraksi dengan “Garuda Pancasila” sekolah dan mengaitkannya
sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa keluarga, teman, dan guru sebagai perwujud dengan pengenalannya terhadap
di lingkungan rumah dan sekolah. an moral Pancasila. beberapa simbol sila Pancasila.
1.2 Menerima kebersamaan dalam 2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib 3.2 Memahami tata tertib dan aturan 4.2 Melaksanakan tata tertib dan
keberagaman sebagai anugerah Tuhan dan aturan yang berlaku dalam kehidupan yang berlaku dalam kehidupan aturan di lingkungan keluarga dan
Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sehari-hari di rumah dan sekolah sehari-hari di rumah dan sekolah. sekolah.
sekolah 2.3 Menunjukkan perilaku toleran terhadap 3.3 Memahami makna keberagaman 4.3 Berinteraksi dengan beragam
keberagaman karakteristik individu, dalam karakteristik individu di rumah dan di teman di lingkungan rumah dan
kehidupan beragama, suku, fisik, dan psikis di sekolah sekolah.
rumah dan sekolah. 3.4 Memahami arti bersatu dalam 4.4 Bermain peran tentang bersatu
keberagaman di rumah dan dalam keberagaman di lingkungan
sekolah. rumah dan sekolah

2. Mengidentifikasi KD yang dikembangkan dari KI aspek pengetahuan yang dinilai relevan dengan dimensi, indikator, nilai, norma, moral dan etika berlalu lintas,
diikuti KD yang dikembangkan dari KI aspek keterampilan, KD sikap spiritual, dan KD sikap sosial yang dinilai relevan dengan KD pengetahuan.
PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP SPIRITUAL SIKAP SOSIAL
3.1 Mengenal simbol-simbol sila 4.1 Mengamati dan menceritakan 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu 2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, kasih sayang, jujur,
Pancasila dalam lambang perilaku di sekitar rumah dan dalam kehidupan beragama, suku bangsa, ciri-ciri disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
negara “Garuda Pancasila”. sekolah dan mengaitkannya fisik, psikis, dan hobby sebagai anugerah Tuhan diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan
dengan pengenalannya terhadap Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah guru sebagai perwujudan moral Pancasila
beberapa simbol sila Pancasila.
3.2 Memahami tata tertib dan 4.2 Melaksanakan tata tertib dan 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu 2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, kasih sayang, jujur,
aturan yang berlaku dalam aturan di lingkungan keluarga dalam kehidupan beragama, suku bangsa, ciri-ciri disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
kehidupan sehari-hari di dan sekolah fisik, psikis, dan hobby sebagai anugerah Tuhan diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan
rumah dan sekolah. Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan guru sebagai perwujudan moral Pancasila
sekolah.
3.3 Memahami makna 4.3 Berinteraksi dengan beragam 1.2 Menerima kebersamaan dalam keberagaman 2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, kasih sayang, jujur,
keberagaman karakteristik teman di lingkungan rumah dan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
individu di rumah dan di sekolah. lingkungan rumah dan sekolah diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan
sekolah guru sebagai perwujudan moral Pancasila

3.4 Memahami arti bersatu 4.4 Bermain peran tentang bersatu 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu 2.3 Menunjukkan perilaku toleran terhadap keberagaman

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
23
PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP SPIRITUAL SIKAP SOSIAL
dalam keberagaman di dalam keberagaman di dalam kehidupan beragama, suku bangsa, ciri-ciri karakteristik individu, dalam kehidupan beragama,
rumah dan sekolah. lingkungan rumah dan sekolah. fisik, psikis, dan hobby sebagai anugerah Tuhan suku, fisik, dan psikis di rumah dan sekolah.
Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan
sekolah.

3. Berdasarkan telaah terhadap KD sebagaimana dituangkan dalam langkah 2, maka KD yang dapat diintegrasikan dimensi, indikator ,nilai, moral, dan etika berlalu
lintas adalah sebagai berikut:
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
1 1.1 Menerima keberagaman Tema 3: Tugasku Sehari-hari 1. Hukum:
karakteristik individu dalam 1. Menyatakan bahwa perbedaan kita dengan orang lain merupakan anugerah Tuhan YME. a. Menaati rambu-rambu lalu

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


kehidupan beragama, suku 2. Menyatakan kesanggunpan akan memperlakukan teman/orang lain lintas
bangsa, ciri-ciri fisik, psikis, dan 3. Mengidentifikasi simbolsymbol sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. b. Menaati marka jalan lalu lintas
hobby sebagai anugerah Tuhan 4. Menjelaskan arti simbolsymbol Pancasila c. Menaati isyarat pengatur lalu
Yang Maha Esa di lingkungan 5. Memberi contoh sikap yang mencerminkan nilai Pancasila lintas
rumah dan sekolah 6. Membuat tabel tentang perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila d. Menunjukkan kelengkapan
2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, 7. Membuat tabel tentang perilaku yang menunjukkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai pengamanan diri dalam
kasih sayang, jujur, disiplin, dengan sila Pancasila berlalu lintas
tanggung jawab, santun, peduli, 8. Menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila dalam menjalankan etika e. Mentaati peraturan
dan percaya diri dalam berinteraksi berlalu lintas.(tanggung jawab) perundangan berlalu lintas
dengan keluarga, teman, dan guru 9. Mengidentifikasi perilaku yang tidak mencerminkan nilai Pancasila sesui UU RI No. 22 Tahun
sebagai perwujudan moral 10. Memberikan alasan terhadap perilaku yang diamati berdasarkan nilai Pancasila 2009 tentang lalu lintas dan
Pancasila 11. Membuat kliping tentang perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila angkutan jalan.
3.1 Mengenal simbol-simbol sila 12. Membuat kliping tentang perilaku yang tidak mencerminkan nilai Pancasila f. Menaati Inpres Nomor 4
Pancasila dalam lambang negara 13. Mengelompokkan berbagai kegiatan yang mencerminkan nilai Pancasila berkaitan dengan Tahun 2013 tentang Dekade
“Garuda Pancasila” perilaku toleran terhadap orang lain, menolong orang lain, dan setia kawan Aksi Keselamatan Jalan.
4.1 Mengamati dan menceritakan 14. Menunjukkan contoh perilaku toleran terhadap orang lain, menolong orang lain, dan setia g. Menaati perkap Polri nomor 9

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
perilaku di sekitar rumah dan kawan dalam kehidupan di jalan raya (peduli) Tahun 2012 tentang Surat Ijin
sekolah dan mengaitkannya 15. Menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila Mengemudi.
dengan pengenalannya terhadap 16. Berperilaku di sekitar rumah sesuai makna simbol dari sila Pancasila dalam lambing negara h. Menati perkap Polri nomor 10
beberapa simbol sila Pancasila. Garuda Pancasila Tahun 2012 tentang
17. Menunjukkan contoh perilaku di sekolah yang sesuai dengan makna symbol dari sila ke tiga Penggunaan Jalan selain
Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. untuk kegiatan lalu lintas.
18. Menunjukkan contoh perilaku di jalan raya sesuai makna simbol dari sila ke tiga Pancasila 2. Sosiologi:
yakni dengan sungguh-sungguh dan hidmat (tanggung jawab) a. Memiliki sikap perilaku saling

25
24
26
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
19. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan sila sila Pancasila dalam menghormati sesama
lambang Negara Garuda Pancasila. pengguna jalan
20. Menceritakan perilaku yang dilakukan di sekitar rumah yang sesuai dengan symbol symbol b. Menampilkan sikap perilaku
Pancasila untuk tidak menyalah gunakan
21. Menunjukkan contoh perilaku di sekolah yang sesuai dengan makna symbol dari sila pertama fungsi jalan dan badan jalan
Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila. untuk kegiatan selalin
22. Menunjukkan contoh perilaku di jalan raya sesuai makna symbol dari sila pertama Pancasila kegiatan berlalu lintas.
yakni berdoa sebelum berangkat dalam perjalanan (disiplin) c. menerapkan norma dan moral
23. Memberikan alasan menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila etika berlalu lintas secara baik
24. Menulis cerita tentang perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan benar.
25. Menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan sila ke empat Pancasila, antara lain d. Menunjukkan sikap rela
melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tanggung jawab tentang aturan berlalu berkorban untuk memberi
lintas(komitmen) kesempatan pengguna jalan
26. Menjelaskan perilaku yang mencerminkan sila kelima, lain.
27. Menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan nilai sila kelima Pancasila antara lain e. Memberi kesempatan bagi
mengumpulkan bantuan untuk korban kecelakaan lalulintas (peduli) penyeberang jalan
3. Ekonomi:
Tema 4: Aku dan Sekolahku a. Menunjukan sikap perilaku
1. Bersyukur memiliki teman di sekolah yang berbeda sifat karena hal itu merupakan anugerah hemat dalam perjalanan
Tuhan YME. b. Memiliki sikap perilaku efektif
2. Menunjukkan contoh perilaku di sekolah yang sesuai dengan makna symbol dari sila pertama dalam perjalanan.
Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila. c. Memiliki sikap perilaku efisien
3. Menunjukkan contoh perilaku di jalan raya sesuai makna simbol dari sila pertama Pancasila dalam transportasi.
yaitu menolong orang tanpa mengharapkan imbalan/ tulus hati (ikhlas). 4. Psikologi:
4. Menunjukkan contoh perilaku di sekolah yang sesuai dengan makna symbol dari sila kedua a. Memiliki sikap perilaku lebih
Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila. mengutamakan rasa aman
5. Menunjukkan contoh perilaku di jalan sesuai makna simbol dari sila kedua Pancasila, yaitu b. Memiliki sikap perilaku lebih
memberikan pertolongan korban kecelakaan (ikhlas) mengutamakan rasa nyaman.
6. Menunjukkan contoh perilaku di jalan dekat sekolah yang sesuai dengan makna symbol dari c. Menampilkan sikap perilaku
sila ketiga Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila (disiplin) lebih mengutamakan
7. Berperilaku di sekolah sesuai makna simbol dari sila ketiga Pancasila ketertiban, sesama pengguna
8. Menunjukkan contoh perilaku di jalan dekat sekolah yang sesuai dengan makna symbol dari jalan
sila keempat Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila (disiplin). d. Menampilkan sikap perilaku
9. Menunjukkan contoh perilaku di jalan dekat sekolah sesuai makna simbol dari sila keempat lebih mengutamakan
Pancasila berdasarkan kesepakatan bersama (disiplin) kelancaran sesama
10. Menunjukkan contoh perilaku di jalan dekat sekolah yang sesuai dengan makna simbol dari sila pengguna jalan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
25
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
kelima Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila (disiplin). e. Menampilkan sikap perilaku
11. Berperilaku di sekolah sesuai makna simbol dari sila kelima Pancasila.. lebih mengutamakan
keselamatan sesama
Tema 7: Merawat hewan dan tumbuhan pengguna jalan
1. Mengidentifikasi simbol- simbol sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. 5. Politik:
2. Menunjukkan contoh perilaku merawat hewan kesayangan di sekitar rumah a. Membuat keputusan dalam
3. Menceritakan perilaku yang dilakukan di sekitar rumah yang sesuai dengan simbol-simbol menggunakan jalan dengan
Pancasila memperhatikan kepentingan
4. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan sila pertama Pancasila dalam keselamatan orang lain.
lambang negara “Garuda Pancasila”. b. Melaksanakan kebijakan lalu
5. Menunjukkan perilaku melaksanakan ibadah di sekitar rumah lintas berdasarkan
6. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan sila kedua Pancasila dalam kepentingan umum.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


lambang negara “Garuda Pancasila”. c. Ikut serta dalam mengawasi
7. Menunjukkan perilaku memberi santunan anak yatim di sekitar rumah pelaksanaan kebijakan lalu
8. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan sila ketiga Pancasila dalam lintas secara adil.
lambang negara “Garuda Pancasila”. d. Menampilkan peran serta
9. Menunjukkan perilaku rukun dengan teman di sekitar rumah warga masyarakat dalam
10. Menerapkan perilaku di sekitar rumah yang sesuai dengan sila-sila pada Pancasila menjaga keamanan dan
11. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan sila keempat Pancasila keselamatan bersama dalam
dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. berlalu lintas.
12. Menunjukkan perilaku di sekitar rumah yang sesuai dengan sila keempat
13. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan sila kelima Pancasila dalam NILAI ACUAN PENDIDIKAN LALU
lambang negara “Garuda Pancasila”. LINTAS
14. Menunjukkan contoh perilaku di sekitar rumah yang sesuai dengan sila kelima
15. Menceritakan perilaku di sekitar sekolah yang tidak sesuai dengan sila-sila pada Pancasila DISIPLIN: tata tertib, ketaatan
16. Menjelaskan makna simbol sila pertama Pancasila dalam lambang negara “Garuda (kepatuhan) pada peraturan,
Pancasila”. tepat waktu, tertib, dan

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
17. Menunjukkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila pertama konsisten.
18. Menjelaskan makna simbol sila kedua Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. TANGGUNG JAWAB: keadaan wajib
19. Menunjukkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila kedua menanggung segala
20. Menjelaskan makna simbol sila ketiga Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. sesuatunya (kalau terjadi apa-
21. Menunjukkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila ketiga apa boleh dituntut,
22. Menceritakan perilaku yang dilakukan di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila-sila pada dipersalahkan, diperkarakan,
Pancasila. dsb. Misalnya berani dan siap
23. Menerapkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila-sila pada Pancasila menerima resiko, amanah, tidak
24. Menjelaskan makna simbol sila keempat Pancasila dalam lambang negara “Garuda mengelak, dan berbuat yang

27
26
28
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
Pancasila”. terbaik), hak fungsi menerima
25. Menunjukkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila keempat pembebanan sebagai akibat
26. Menjelaskan makna simbol sila kelima Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. sikap pihak sendiri atau pihak
27. Menunjukkan perilaku di sekitar sekolah yang sesuai dengan sila kelima lain, melaksanakan dan
28. Menunjukkan Contoh perilaku tanggung jawab dalam memelihara tumbuhan di pinggir jalan menyelesaikan tugas dengan
29. Menyebutkan isi UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 209, 216 sungguh-sungguh.
dan 217 ADIL: sama berat, tidak berat
2 1.2 Menerima kebersamaan dalam Tema 3: Tugasku Sehari hari sebelah, tidak memihak /tidak
keberagaman sebagai anugerah 1. Menyatakan rasa syukur memiliki teman yang berbeda kepandaian tapi tetap bersama karena pilih kasih, berpihak/berpegang
Tuhan Yang Maha Esa di anugerah Tuhan YME kepada kebenaran, sepatutnya,
lingkungan rumah dan sekolah 2. Melakukan hidup tertib ketika berangkat dan pulang sekolah di jalan dengan berjalan di sebelah tidak sewenang-wenang,
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada kiri, menyeberang melallui zebra cross atau jembatan penyeberangan(disiplin). seimbang, netral, objektif dan
tata tertib dan aturan yang berlaku 3. Menyebutkan beberapa aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah proporsional.
dalam kehidupan sehari-hari di 4. Menunjukkan beberapa contoh perilaku yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam KOMITMEN: Perjanjian, keterikatan
rumah dan sekolah kehidupan sehari-hari di rumah untuk melakukan sesuatu (yang
3.2 Memahami tata tertib dan aturan 5. Berperilaku yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari rumah telah disepakati), kontrak.
yang berlaku dalam kehidupan 6. Menunjukkan beberapa contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan yang berlaku dalam KONSEKUEN: Sesuai dengan apa
sehari-hari di rumah dan sekolah kehidupan sehari-hari di rumah yang dikatakan/diperbuat,
4.2 Melaksanakan tata tertib dan 7. Menjelaskan manfaat dipatuhinya aturan dalam kehidupan sehari-hari di rumah berwatak teguh, tidak
aturan di lingkungan keluarga dan 8. Menunjukkan contoh perilaku menolong menyeberangkan orang tua di jalan(peduli) menyimpang dari apa yang
sekolah. 9. Menjelaskan akibat dilanggarnya aturan dalam kehidupan sehari hari di rumah sudah diputuskan.
10. Bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap aturan dalam kehidupan sehari hari di rumah SPORTIF: bersifat kesatria, jujur,
11. Memberi nasehat penuh percaya diri terhadap teman yang bermain di jalan raya ( berani ) tegak (tetap pendirian, tetap
memegang keadilan).
Tema 5: Hidup bersih dan sehat PEDULI: mengindahkan,
1. Menyebutkan beberapa aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah. memperhatikan (empati),
2. Berperilaku menolong orangtua dalam menyebrang di jalan (peduli) menghiraukan, menolong,
3. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan tata tertib yang berlaku toleran, setia kawan, membela,
dalam kehidupan sehari-hari di rumah. memahami, menghargai, dan
4. Melaksanakan tata tertib di jalan raya dengan tidak membuang sampah di jalan (disiplin). memperlakukan orang lain
5. Menjelaskan tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah. sebaik-baiknya.
6. Mengemukakan pendapat tentang manfaat aturan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. BIJAKSANA: selalu menggunakan
7. Mengidentifikasi berbagai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. akal budinya (pengalaman dan
8. Melaksanakan tata tertib di lingkungan sekolah . pengetahuannya), arif, tajam
9. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pikiran, pandai dan hati-hati
kehidupan sehari-hari di sekolah. (cermat, teliti, dsb.)

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
27
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
10. Melaksanakan aturan di lingkungan jalan raya dengan tidak parkir dan berhenti di sembarang IKHLAS:bersih hati, tulus hati.
tempat(disiplin) HEMAT: berhati-hati dalam
11. Mengidentifikasi berbagai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.. membelanjakan uang, tidak
12. Mengidentifikasi tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di tempat bermain boros, cermat.
13. Menjelaskan tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di tempat bermain BERANI: mempunyai hati yang
14. Melaksanakan aturan di lingkungan keluarga mantap dan rasa percaya diri
15. Mengidentifikasi berbagai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di tempat bermain. yang besar dalam menghadapi
16. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam bahaya, kesulitan, dsb. (Tidak
kehidupan sehari-hari di tempat bermain. takut, gentar, kecut) dan
17. Mengemukakan pendapat tentang manfaat tata tertib dalam kehidupan sehari-hari di tempat pantang mundur.
bermain. KESETARAAN: kesejajaran, sama
18. Mengemukakan pendapat tentang akibat berperilaku yang tidak sesuai dengan tata tertib di tingkatan/ kedudukan,

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


tempat bermain. sebanding, sepadan, seimbang.
19. Melaksanakan tata tertib dengan bermain di tempat yang bersih(bijaksana) KEBERSAMAAN: hal bersama,
20. Mengemukakan pendapat tentang manfaat aturan dalam kehidupan sehari-hari di tempat seperti rasa
bermain. persaudaraan/kekeluargaan,
21. Mengidentifikasi tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. senasib sepenanggungan, dan
22. Melaksanakan tata tertib di masyarakat dengan membuang sampah pada tempatnya bukan di merasa menjadi satu kesatuan
jalan(tanggung jawab) (integritas),
23. Mengidentifikasi berbagai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
24. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari di masyarakat.
25. Mengemukakan pendapat tentang manfaat tata tertib dalam kehidupan sehari-hari di
masyarakat.
26. Mengemukakan pendapat tentang akibat berperilaku yang tidak sesuai dengan tata tertib di
masyarakat.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Tema 6: Air, Bumi dan Matahari
1. Mengidentifikasi tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
2. Melaksanakan tata tertib di lingkungan keluarga
3. Mengelompokkan berbagai contoh kegiatan yang sesuai dengan tata tertib yang berlaku
dalam kehidupan sehari-hari di rumah..
4. Menjelaskan tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
5. Menyebutkan contoh tata tertib di jalan
6. Mengemukakan pendapat tentang manfaat tata tertib di jalan.
7. Berperilaku hidup rukun dalam kehidupan di jalan dengan memberi kesempatan kepada

29
28
30
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
pejalan kaki untuk menyeberang jalan(kebersamaan)..
8. Menjelaskan tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah....
9. Mengemukakan pendapat tentang manfaat menanam pohon sebagai sikap peduli lingkungan
untuk pengguna jalan (berani)
10. Menjelaskan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah
11. Mengidentifikasi berbagai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
12. Melaksanakan perilaku menolong orang tua dalam menyeberang jalan (peduli)
13. Mengemukakan pendapat tentang akibat berperilaku yang tidak sesuai dengan aturan di
sekolah.
14. Mengemukakan pendapat tentang akibat berprilaku tidak sesuai dengan tata tertib di jalan
(berani)
15. Mengidentifikasi berbagai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah...
16. Melaksanakan aturan di lingkungan keluarga

Tema 8: Keselamatan di rumah dan perjalanan


1. Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
2. Menunjukkan sikap melaksanakan aturan di lingkungan rumah
3. Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
4. Membiasakan diri melaksanakan aturan di jalan tertib rambu rambu lalu lintas (disiplin)
5. Menyebutkan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
6. Membiasakan diri melaksanakan aturan di lingkungan keluarga
8. Menyebutkan aturan yang berlaku di lingkungan sekolah
10. Menunjukkan sikap melaksanakan aturan di jalan dengan berjalan di sebelah kiri, menyeberang
dengan menggunakan jembatan penyeberangan (disiplin)
11. Membiasakan diri menyeberang di jalan dengan menggunakan zebra cross(disiplin)
.
3 1.2 Menerima kebersamaan dalam Tema 1 Hidup Rukun
keberagaman sebagai anugerah 1. Bersyukur kepada Tuhan YME karena tetap hidup rukun walaupun terdapat perbedaan
Tuhan Yang Maha Esa di pembagian tugas di rumah
lingkungan rumah dan sekolah 2. Menyebutkan keberagaman anggota keluarga berdasarkan jenis kelamin
2.3 Menunjukkan perilaku toleran 3. Menunjukkan perilaku kebersamaan dengan anggota keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya
terhadap keberagaman (kebersamaan)
karakteristik individu, dalam 4. Menyebutkan keberagaman anggota keluarga berdasarkan kegemaran/hobi
kehidupan beragama, suku, fisik, 5. Menunjukkan kebersamaan keluarga dengan anggota keluarga yang berbeda kegemaran/hobi
dan psikis di rumah dan sekolah dalam menyeberang jalan lewat zebra cross (kebersamaan)
3.3 Memahami makna keberagaman 6. Menjelaskan keberagaman anggota keluarga berdasarkan sifat sifat yang dimiliki

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
29
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
karakteristik individu di rumah dan 7. Menceritakan kerja sama melaksanakan kegiatan keluarga yang berbeda sifat/karakter
di sekolah 8. Menunjukkan keberagaman anggota keluarga berdasarkan sifat sifat yang dimiliki
4.3 Berinteraksi dengan beragam 9. Mengidentifikasi keberagaman teman bermain di sekitar rumah berdasarkan kegemaran
teman di lingkungan rumah dan 10. Menciptakan perilaku rukun di sekitar rumah
sekolah. 11. Mengidentifikasi keberagaman teman bermain di sekitar rumah berdasarkan ciri ciri pisik tubuh
12. Mengidentifikasi keberagaman teman bermain di sekitar rumah berdasarkan suku bangsa
13. Menerima keberagaman teman bermain di sekitar rumah
14. Mengidentifikasi keberagaman teman teman satu kelas berdasarkan sifat sifat yang dimiliki
15. Menunjukkan contoh perilaku rukun dengan teman saat pulang sekolah di jalan (kebersamaan)
16. Menyebutkan keberagaman teman teman satu kelas berdasarkan jenis kelamin
17. Menerima keberagaman individu di sekolah dengan tulus hati
18. Mengidentifikasi keberagaman teman teman satu kelas berdasarkan suku bangsa

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


19. Menerapkan sikap keberagaman individu di sekolah
20. Menyebutkan keberagaman teman teman satu kelas berdasarkan suku bangsa
21. Menyebutkan keberagaman teman teman satu kelas berdasarkan cita cita
22. Menunjukkan perilaku mau berinteraksi dengan beragam teman di lingkungan sekolah
23. Berperilaku mau berinteraksi dengan beragam teman di lingkungan sekolah tanpa
membedakan jenis kelamin dan status social.

Tema 2: Bermain di lingkunganku


1. Bersyukur kepada Tuhan YME dapat bermaian dengan teman yang beragam
2. Memberi kesempatan kepada teman yang berbeda agama untuk menjalankan ibadah
3. Menyebutkan keberagaman anggota keluarga berdasarkan jenis kelamin
4. Menyebutkan keberagaman anggota keluarga berdasarkan kegemaran
5. Bermain di lingkungan rumah sesuai dengan ketertiban lalulintas (disiplin)
6. Menjelaskan keberagaman anggota keluarga berdasarkan sifat yang dimiliki (pendiam, ramah,
suka menolong, suka marah, sabar dan lain-lain)

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
7. Menceritakan pengalaman ketika membantu anggota keluarga yang berbeda jenis kelamin,
kegemaran dan sifat/karakter
8. Menyebutkan keberagaman teman-teman satu kelas berdasarkan jenis kelamin
9. Menyebutkan keberagaman teman-teman satu kelas berdasarkan kegemaran
10. Menunjukkan contoh perilaku rukun dengan teman di sekolah tatkala pulang sekolah berjalan
bersama sama (kebersamaan)
11. Menunjukkan contoh tidak membeda-bedakan teman ketika perjalanan pulang sekolah
(kesetaraan,kebersamaan)

31
30
32
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
Tema 8: Keselamatan di rumah dan Perjalanan
1. Mengidentifikasi karakteristik masing- masing individu di lingkungan rumah.
2. Menunjukkan contoh macam macam rambu lalu lintas
3. Menjaga keselamatan teman yang hendak menyeberang jalan walaupun berbeda suku(ikhlas).
4. Menunjukkan sikap mau mau menolong orang tua yang menyeberangan jalan (peduli)
5. Menjelaskan makna keberagaman karakteristik individu di lingkungan rumah
6. Memberikan contoh keberagamanan pemakai jalan
7. Membedakan masing- masing individu di lingkungan rumah berdasarkan karakteristik yang
dimilikinya.
8. Menunjukkan sikap mau berinteraksi dengan beragam teman dilingkungan rumah.
9. Menceritakan bentuk keberagaman teman di lingkungan rumah dengan percaya diri(berani)
10. Mengidentifikasi karakteristik masing- masing individu di lingkungan sekolah.
11. Menceritakan bentuk keberagaman teman di lingkungan sekolah dengan penuh percaya
diri(berani)
12. Membedakan masing- masing individu di lingkungan sekolah berdasarkan karakteristik yang
dimiliki.
13. Menunjukkan sikap saling menghargai sesama teman di jalan waalaupun berbeda warna
kulit(kesetaraan)
14. Menjelaskan makna keberagaman karakteristik individu di lingkungan sekolah

4 1.1 Menerima keberagaman Tema 1: Hidup Rukun


karakteristik individu dalam 1. Bersyukur kepada Tuhan YME bahwa terdapat perbedaan individu tapi tetap hidup rukun
kehidupan beragama, suku 2. Menunjukkan sikap bergaul dengan sesama pengguna jalan tanpa membedakan agama,
bangsa, ciri-ciri fisik, psikis, dan suku, dan fisik (kebersamaan)
hobby sebagai anugerah Tuhan 3. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman di sekitar rumah yang berbeda jenis
Yang Maha Esa di lingkungan kelamin, kegemaran/hobi, cita-cita dan sifat dalam keberagaman
rumah dan sekolah 4. Menunjukkan contoh perilaku rukun, mau berteman dengan sesama pengguna jalan yang
2.3 Menunjukkan perilaku toleran berbeda jenis kelamin, kegemaran/hobi, cita-cita dan sifat dalam keberagaman yang dilandasi
terhadap keberagaman rasa persaudaraan (kebersamaan)
karakteristik individu, dalam 5. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman di sekitar rumah dalam keberagaman
kehidupan beragama, suku, fisik, suku bangsa
dan psikis di rumah dan sekolah 6. Berpeilaku rukun dengan cara bergaul dengan teman di sekitar rumah yang berbeda jenis
3.4 Memahami arti bersatu dalam kelamin, kegemaran, suku bangsa dan sifat
keberagaman di rumah dan 7. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman di sekitar rumah dalam keberagaman
sekolah sifat
4.4 Bermain peran tentang bersatu

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
31
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas
dalam keberagaman di lingkungan Tema 2: Bermain di lingkunganku
rumah dan sekolah 1. Bersyukur kepada Tuhan YMEbahwa terdapat perbedaan agama tapi tetap hidup rukun
2. Menyatakan kesediaan untuk tidak bermain di jalan
3. Mengidentifikasi berbagai kegiatan yang menunjukkan sikap bersatu dalam keberagaman di
rumah
4. Mengidentifikasi berbagai kegiatan yang menunjukkan sikap bersatu dalam keberagaman di
sekolah
5. Menjelaskan akibat hidup tidak bersatu dalam keberagaman
6. Menunjukkan sikap hidup bersatu dalam bermain dengan rasa persaudaraan
7. Menjelaskan arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan di sekolah
8. Menampilkan praktik tentang ketertiban berlalu lintas dalam keberagaman di lingkungan
sekolah dengan rasa percaya diri (berani)

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


9. Menjelaskan manfaat hidup bersatu dalam keberagaman
10. Menjelaskan akibat hidup tidak bersatu dalam keberagaman
11. Mengidentifikasi berbagai kegiatan yang menunjukkan sikap bersatu dalam keberagaman di
rumah teman
12. Berperilaku rukun dengan setiap teman yang berbeda jenis kelamin, kegemaran, dan
sifat/karakter
13. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman dalam keberagaman kegemaran/hobi
14. Memberikan bantuan kepada teman yang berbeda jenis kelamin, kegemaran dan sifat/karakter
dalam menyeberang jalan dengan tulus hati (ikhlas)
15. Bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan bersama teman yang berbeda jenis
kelamin,kegemaran dan sifat/ karakter
16. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas dalam keberagaman
kegemaran/hobi
17. Menceritakan perilaku rukun dengan teman di sekolah yang berbeda jenis kelamin dan
kegemaran

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
18. Berperilaku rukun ( ramah, tidak mengejek, toleran ) dengan setiap teman yang berbeda jenis
kelamin, kegemaran, agama , suku dan sifat/karakter
19. Menyebutkan bentuk bentuk kegaiatan bersama teman teman satu kelas dan keragaman jenis
kelamin
20. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas dan keragaman/hobi
21. Memberikan pertolongan kepada teman yang jatuh dari sepeda di jalan dengan tulus
hati(ikhlas)
22. Menunjukan contoh kerja sama dalam memberikan bantuan kepada teman yang mengalami
musibah di jalan.dengan penuh rasa persaudaraan/kekeluargaan (kebersamaan)

33
32
34
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral,
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
dan Etika berlalu lintas

Tema 4 Aku dan Sekolahku


1. Menyatakan rasa syukur bahwa walaupun berbeda agama, suku bangsa tapi memiliki
kedudukan yang sama sebagai makhluk Tuhan YME
2. Menyatakan kesedian untuk berjalan bersama teman di trotoar tanpa membedakan agama,
suku, dan fisik (kebersamaan)
3. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas dalam keragaman jenis
kelamin
4. Bermain peran tentang rambu rambu lalu lintas dalam keberagaman di lingkungan sekolah
dengan rasa percaya diri (berani)
5. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas dalam keragaman,
kegemaran/hobi
6. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas dalam keragaman
agama yang dianut.
7. Menyebutkan bentuk bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas dalam keragaman
suku bangsa
8. Menerapkan sikap hidup bersatu dalam membantu korban kecelakaan di jalan (kebersamaan)
9. Menyusun tabel tentang pengelompokan bentuk kegiatan bersama teman teman satu kelas
tentang keragaman kegemaran/ hobi.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
33
BAB IV

MODEL PENGINTEGRASIAN
PENDIDIKAN LALU LINTAS KE DALAM MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn)
SD/MI KELAS II

A. Model Pengintegrasian dalam Pengembangan Materi Pembelajaran

Kompetensi Inti:
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta
cinta.
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan
Tuhan dan kegiatannya, dan benda -benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerm
inkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Indikator Pencapaian Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, dan Materi Pembelajaran Terintegrasi
No Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Kompetensi Etika berlalu lintas Pendidikan Lalu Lintas
Tema 1 (Hidup Rukun)
1 1.2 Menerima Tema 1 Hidup Rukun 1. Pengertian hidup Dimensi dan Indikator Hidup rukun artinya hidup dalam suasana
kebersamaan 1. Bersyukur kepada Tuhan YME rukun 1. Hukum: damai, saling menghormati, menghargai dan

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dalam karena tetap hidup rukun 2. Contoh perilaku a. Menaati rambu-rambu lalu lintas menyayangi antara sesama manusia.
keberagaman walaupun terdapat perbedaan rukun di rumah dan b. Menaati marka jalan lalu lintas Hidup rukun dilakukan di sekitar rumah,
sebagai anugerah pembagian tugas di rumah di sekolah c. Menaati isyarat pengatur lalu lintas sekolah dan lingkungan. Contoh perilaku hidup
Tuhan Yang Maha 2. Menyebutkan keberagaman 3. Perilaku d. Menunjukkan kelengkapan rukun di sekitar rumah adalah makan bersama
Esa di lingkungan anggota keluarga berdasarkan kebersamaan pengamanan diri dalam berlalu keluarga, belajar bersama keluarga, bermain
rumah dan jenis kelamin dengan anggota lintas bersama keluarga, mengerjakan pekerjaan
sekolah 3. Menunjukkan perilaku keluarga dalam e. Mentaati peraturan perundangan secara bersama-sama dengan gotong royong.
2.3 Menun jukkan kebersamaan dengan anggota berjalan kaki di jalan berlalu lintas sesui UU RI No. 22 Contoh perilaku hidup rukun di sekitar
perilaku toleran keluarga dalam berjalan kaki di raya Tahun 2009 tentang lalu lintas dan sekolah adalah tidak saling bertengkar dengan
terhadap jalan raya (kebersamaan) 4. Kebersamaan angkutan jalan. sesama teman, hormat dan patuh terhadap

35
34
36
Indikator Pencapaian Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, dan Materi Pembelajaran Terintegrasi
No Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Kompetensi Etika berlalu lintas Pendidikan Lalu Lintas
keberagaman 4. Menyebutkan keberagaman keluarga dengan f. Menaati Inpres Nomor 4 Tahun guru, bermain bersama teman di sekolah, suka
karakteristik anggota keluarga berdasarkan anggota keluarga 2013 tentang Dekade Aksi menolong teman sekolah, belajar bersama
individu, dalam kegemaran/hobi yang berbeda Keselamatan Jalan. teman.
kehidupan 5. Menunjukkan kebersamaan kegemaran/hobi g. Menaati perkap Polri nomor 9
beragama, suku, keluarga dengan anggota dalam menyeberang Tahun 2012 tentang Surat Ijin
fisik, dan psikis di keluarga yang berbeda jalan lewat zebra Mengemudi.
rumah dan kegemaran/hobi dalam cross h. Menati perkap Polri nomor 10
sekolah menyeberang jalan lewat zebra 5. Contoh perilaku Tahun 2012 tentang Penggunaan
3.3 Memahami makna cross (kebersamaan) rukun dengan teman Jalan selain untuk kegiatan lalu
keberagaman 6. Menjelaskan keberagaman saat pulang sekolah lintas.
karakteristik anggota keluarga berdasarkan di jalan 2. Sosiologi:
individu di rumah sifat sifat yang dimiliki 6. Pengalaman i. Memiliki sikap perilaku saling berjalan kaki
dan di sekolah 7. Menceritakan pengalaman perilaku kerja sama menghormati sesama pengguna
4.3Berinteraksi perilaku kerja sama berangkat berangkat sekolah jalan
dengan beragam sekolah dengan teman(berani) dengan teman. j. Menampilkan sikap perilaku untuk olah raga jalan kaki
teman di 8. Menunjukkan keberagaman tidak menyalah gunakan fungsi
lingkungan rumah anggota keluarga berdasarkan jalan dan badan jalan untuk
dan sekolah.. sifat sifat yang dimiliki kegiatan selalin kegiatan berlalu
9. Mengidentifikasi keberagaman lintas.
teman bermain di sekitar rumah k. menerapkan norma dan moral
berdasarkan kegemaran etika berlalu lintas secara baik dan Keluarga adalah kumpulan antara ayah, ibu
10. Menciptakan perilaku rukun di benar. dan anak. Alangkah indahnya bila keluarga
sekitar rumah l. Menunjukkan sikap rela berkorban hidup dalam kerukunan. Suasna akrab sangat
11. Mengidentifikasi keberagaman untuk memberi kesempatan dibutuhkan dalam berkumpul antara anggota
teman bermain di sekitar rumah pengguna jalan lain. keluarga. Kebersamaan anggota keluarga
berdasarkan ciri ciri pisik tubuh m. Memberi kesempatan bagi biasanya nampak ketika kegiatan yang
12. Mengidentifikasi keberagaman penyeberang jalan dilakukan secara bersama sama seperti
teman bermain di sekitar rumah 3. Ekonomi: berolahraga pagi dengan cara berjalan kaki
berdasarkan suku bangsa a. Menunjukan sikap perilaku hemat secara tertib da tertaur yaitu berjalan di sebelah
13. Menerima keberagaman teman dalam perjalanan kiri dan trotoar (kebersamaan). Suasana
bermain di sekitar rumah b. Memiliki sikap perilaku efektif menjadi nyaman, bahagia dan ceria.
14. Mengidentifikasi keberagaman dalam perjalanan. Di kota-kota besar ada kegiatan di hari libur
teman teman satu kelas c. Memiliki sikap perilaku efisien khususnya hari Minggu yang disebut Car Free
berdasarkan sifat sifat yang dalam transportasi. Day. Car Free Daya adalah hari bebas
dimiliki 4. Psikologi: kendaraan, dimana di hari tersebut tidak ada
15. Menunjukkan contoh perilaku a. Memiliki sikap perilaku lebih kendaraan bermotor yang menggunakan jalan.
rukun dengan teman saat mengutamakan rasa aman Hari tersebut diisi dengan para pejalan kaki,
pulang sekolah di jalan b. Memiliki sikap perilaku lebih peseda untuk menggunakan jalan. Tampak

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
35
Indikator Pencapaian Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, dan Materi Pembelajaran Terintegrasi
No Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Kompetensi Etika berlalu lintas Pendidikan Lalu Lintas
(kebersamaan) mengutamakan rasa nyaman. suasana ramai dan gembira diliputi suasana
16. Menyebutkan keberagaman c. Menampilkan sikap perilaku lebih keakraban dan persaudaraan di antara mereka.
teman teman satu kelas mengutamakan ketertiban, sesama
berdasarkan jenis kelamin pengguna jalan
17. Menerima keberagaman d. Menampilkan sikap perilaku lebih
individu di sekolah dengan tulus mengutamakan kelancaran
hati sesama pengguna jalan
18. Mengidentifikasi keberagaman e. Menampilkan sikap perilaku lebih
teman teman satu kelas mengutamakan keselamatan
berdasarkan suku bangsa sesama pengguna jalan
19. Menerapkan sikap 5. Politik: suasana car free day
keberagaman individu di a. Membuat keputusan dalam

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


sekolah menggunakan jalan dengan
20. Menyebutkan keberagaman memperhatikan kepentingan
teman teman satu kelas keselamatan orang lain.
berdasarkan suku bangsa b. Melaksanakan kebijakan lalu lintas
21. Menyebutkan keberagaman berdasarkan kepentingan umum.
teman teman satu kelas c. Ikut serta dalam mengawasi
berdasarkan cita cita pelaksanaan kebijakan lalu lintas
22. Menunjukkan perilaku mau secara adil. menyeberang di zebra cros
berinteraksi dengan beragam d. Menampilkan peran serta warga Kerukunan hidup dalam keluarga
teman di lingkungan sekolah masyarakat dalam menjaga diwujudkan dengan kebersamaan anggota
23. Berperilaku mau berinteraksi keamanan dan keselamatan keluarga ketika menyeberang jalan sesuai
dengan beragam teman di bersama dalam berlalu lintas. aturan yaitu melalui zebra cross(kebersamaan),
lingkungan sekolah tanpa dengan jarak yang berdekatan dan
membedakan jenis kelamin dan NILAI ACUAN PENDIDIKAN LALU berpegangan tangan.
status social. LINTAS
DISIPLIN: tata tertib, ketaatan (kepatuhan)

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
pada peraturan, tepat waktu, tertib,
dan konsisten.
TANGGUNG JAWAB: keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya
(kalau terjadi apa-apa boleh dituntut,
dipersalahkan, diperkarakan, dsb.
Misalnya berani dan siap menerima rukun dengan teman
resiko, amanah, tidak mengelak, dan
berbuat yang terbaik), hak fungsi Perilaku rukun di sekolah dapat dilakukan
menerima pembebanan sebagai akibat melalui kegiatan pulang sekolah bersama

37
36
38
Indikator Pencapaian Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, dan Materi Pembelajaran Terintegrasi
No Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Kompetensi Etika berlalu lintas Pendidikan Lalu Lintas
sikap pihak sendiri atau pihak lain, teman di jalan dengan berpegangan tangan,
melaksanakan dan menyelesaikan teratur dan tertib(kebersamaan), tidak bercanda
tugas dengan sungguh-sungguh. di jalan, melihat kiri dan kanan dan pandangan
ADIL: sama berat, tidak berat sebelah, mata diarahkan ke depan.
tidak memihak /tidak pilih kasih, Dalam pembelajaran di kelas, seorang
berpihak/berpegang kepada peserta didik diminta guru untuk menceritakan
kebenaran, sepatutnya, tidak pengalaman ketika berangkat sekolah melalui
sewenang-wenang, seimbang, netral, jalan yang dilewati. Ia menyampaikan dengan
objektif dan proporsional. penuh keberanian dan percaya diri seluruh
KOMITMEN: Perjanjian, keterikatan untuk pengalamannya.
2 1.1 Menerima 1. Bersyukur kepada Tuhan YME 1. Sikap bergaul melakukan sesuatu (yang telah Hidup rukun artinya hidup dalam suasana
keberagaman bahwa terdapat perbedaan dengan sesama disepakati), kontrak. damai, saling menghormati, menghargai dan
karakteristik individu tapi tetap hidup rukun pengguna jalan KONSEKUEN: Sesuai dengan apa yang menyayangi antara sesama manusia.
individu dalam 2. Menunjukkan sikap bergaul tanpa membedakan dikatakan/diperbuat, berwatak teguh, Pengguna Jalan adalah orang yang
kehidupan dengan sesama pemakai jalan agama, suku, dan tidak menyimpang dari apa yang menggunakan Jalan untuk berlalu lintas, seperti
beragama, suku tanpa membedakan agama, fisik. sudah diputuskan. pejalan kaki, pengayuh sepeda, pengemudi
bangsa, ciri-ciri suku, dan fisik (kebersamaan) 2. Contoh Perilaku SPORTIF: bersifat kesatria, jujur, tegak motor, pengemudi mobil. Pejalan Kaki adalah
fisik, psikis, dan 3. Menyebutkan bentuk bentuk rukun, mau (tetap pendirian, tetap memegang setiap orang yang berjalan di Ruang Lalu Lintas
hobby sebagai kegiatan bersama teman di berteman dengan keadilan). Jalan. Pengemudi adalah orang yang
anugerah Tuhan sekitar rumah yang berbeda sesama pengguna PEDULI: mengindahkan, memperhatikan mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan
Yang Maha Esa di jenis kelamin, kegemaran/hobi, jalan yang berbeda (empati), menghiraukan, menolong, yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi.
lingkungan rumah cita-cita dan sifat dalam jenis kelamin, toleran, setia kawan, membela, Dalam kerkendaraan tentu saja banyak
dan sekolah keberagaman kegemaran/hobi, memahami, menghargai, dan ditemukan pengendara yang kebut-kebutan ,
2.3 Menunjukkan 4. Menunjukkan contoh perilaku cita-cita dan sifat memperlakukan orang lain sebaik- ugal ugalan di jalan raya. Hal ini disebabkan
perilaku toleran rukun, mau berteman dengan dalam keberagaman baiknya. pengendara yang melanggar aturan berlalu
terhadap sesama pemakai jalan yang yang dilandasi rasa BIJAKSANA: selalu menggunakan akal lintas. Sebaiknya sesama pengguna jalan harus
keberagaman berbeda jenis kelamin, persaudaraan budinya (pengalaman dan hidup rukun di jalan , contoh berjalan kaki
karakteristik kegemaran/hobi, cita-cita dan pengetahuannya), arif, tajam pikiran, bersama teman sekolah di sebelah kiri tanpa
individu, dalam sifat dalam keberagaman yang pandai dan hati-hati (cermat, teliti, membedakan jenis kelamin, agama, suku dan
kehidupan dilandasi rasa persaudaraan dsb.) fisik yang dilandasi rasa persaudaraan,
beragama, suku, (kebersamaan) IKHLAS:bersih hati, tulus hati. bersepeda dua-dua di sebelah kiri dengan
fisik, dan psikis di 5. Menyebutkan bentuk bentuk HEMAT: berhati-hati dalam tertib, sesama pengemudi motor memiliki
rumah dan kegiatan bersama teman di membelanjakan uang, tidak boros, perasaan senasib (saling menghormati dan
sekolah sekitar rumah dalam cermat. saling menghargai).
3.4 Memahami arti keberagaman suku bangsa BERANI: mempunyai hati yang mantap
bersatu dalam 6. Berpeilaku rukun dengan cara dan rasa percaya diri yang besar
keberagaman di bergaul dengan teman di dalam menghadapi bahaya, kesulitan,
dsb. (Tidak takut, gentar, kecut) dan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
rumah dan sekitar rumah yang berbeda

37
Indikator Pencapaian Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, dan Materi Pembelajaran Terintegrasi
No Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Kompetensi Etika berlalu lintas Pendidikan Lalu Lintas
sekolah jenis kelamin, kegemaran, suku pantang mundur.
4.4 Bermain peran bangsa dan sifat KESETARAAN: kesejajaran, sama
tentang bersatu 7. Menyebutkan bentuk bentuk tingkatan/ kedudukan, sebanding,
dalam kegiatan bersama teman di sepadan, seimbang.
keberagaman di sekitar rumah dalam KEBERSAMAAN: hal bersama, seperti
lingkungan rumah keberagaman sifat. rasa persaudaraan/kekeluargaan,
dan sekolah senasib sepenanggungan, dan merasa
menjadi satu kesatuan (integritas),
Tema 2 Bermain di lingkunganku
1. 1.2 Menerima Tema 2: Bermain di 1. Contoh bermain di Ketertiban Lalu Lintas adalah suatu
kebersamaan lingkunganku lingkungan rumah keadaan berlalu lintas yang berlangsung secara
dalam 1. Bersyukur kepada Tuhan YME sesuai dengan teratur sesuai dengan hak dan kewajiban setiap
dapat bermain dengan teman

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


keberagaman ketertiban lalulintas Pengguna Jalan
yang beragam Setiap anak di rumah diberi kesempatan
sebagai anugerah 2. Memberi kesempatan kepada 2. Contoh perilaku
Tuhan Yang Maha rukun dengan teman bermain di lingkungan rumah. Bermain di
teman yang berbeda agama lingkungan rumah dilakukan sesuai dengan
Esa di lingkungan untuk menjalankan ibadah di sekolah tatkala
rumah dan berangkat dan aturan khususnya yang berkaitan dengan
3. Menyebutkan keberagaman
ketertiban lalu lintas.
sekolah anggota keluarga berdasarkan pulang sekolah
jenis kelamin Contoh bermain di lingkungan rumah yang
2.3 Menunjukkan berjalan bersama
4. Menyebutkan keberagaman sesuai dengan ketertiban lalulintas adalah tidak
perilaku toleran sama(kebersamaan) bermain di jalan ( bermain bola, bermain gundu,
terhadap anggota keluarga berdasarkan 3. Contoh tidak
kegemaran bermain gobak sodor, bermain lompat tali,
keberagaman membeda-bedakan bermain engklek, bermain patil lele), juga
5. Menunjukkan contoh bermain
karakteristik di lingkungan rumah sesuai teman ketika bersepeda sesuai jalur yang telah disediakan di
individu, dalam dengan ketertiban perjalanan bagian kiri jalan(disiplin)
kehidupan lalulintas(disiplin) berangkat dan
beragama, suku, 6. Menjelaskan keberagaman pulang sekolah.
fisik, dan psikis di anggota keluarga berdasarkan
rumah dan sifat yang dimiliki (pendiam,

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
sekolah ramah, suka menolong, suka
3.3 Memahami makna marah, sabar dan lain-lain)
keberagaman 7. Menceritakan pengalaman
ketika membantu anggota
karakteristik keluarga yang berbeda jenis
individu di rumah berangkat dan pulang sekolah
kelamin, kegemaran dan
dan di sekolah sifat/karakter Contoh perilaku rukun dengan teman di
4.3 Berinteraksi 8. Menyebutkan keberagaman sekolah adalah berangkat dan pulang sekolah
dengan beragam teman-teman satu kelas berjalan kaki bersama sama di sebelah kiri
teman di berdasarkan jenis kelamin jalan, tidak bercanda di jalan, berjalan melihat

39
38
40
Indikator Pencapaian Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, dan Materi Pembelajaran Terintegrasi
No Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Kompetensi Etika berlalu lintas Pendidikan Lalu Lintas
lingkungan rumah 9. Menyebutkan keberagaman kanan dan kiri, pandangan mata harus ke
dan sekolah. teman-teman satu kelas depan karena bila kita lalai dapat
berdasarkan kegemaran membahayakan keselamatan di
10. Menunjukkan contoh perilaku jalan(kebersamaan).
rukun dengan teman di sekolah Dengan sesama teman kita tidak boleh
tatkala pulang sekolah berjalan membeda-bedakan, kita berangkat dan pulang
bersama sama(kebersamaan) sekolah selalu bersama sama tanpa
11. Menunjukkan contoh tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku dan
membeda-bedakan teman
fisik(kesetaraan dan kebersamaan).
ketika perjalanan pulang
sekolah(kesetaraan,kebersama Lalu Lintas adalah gerak Kendaraan dan
an) orang di Ruang Lalu Lintas Jalan. Dalam
melakukan kegiatan dalam berlalu lintas
diperlukan suatu peraturan yang dapat
digunakan untuk menjadi pedoman masyarakat
dalam berlalu lintas.

Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan


No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
2 1.1 Menerima Tema 2: Bermain di lingkunganku 1. Komitmen tidak Ketertiban Lalu Lintas adalah suatu keadaan
keberagaman 1. Bersyukur kepada Tuhan bermain di jalan. berlalu lintas yang berlangsung secara teratur
karakteristik YMEbahwa terdapat perbedaan 2. Ketertiban berlalu sesuai dengan hak dan kewajiban setiap Pengguna
individu dalam agama tapi tetap hidup rukun lintas dalam Jalan.
kehidupan 2. Menyatakan kesediaan untuk tidak keberagaman di Semua anak seharusnya memiliki komitmen
bermain di jalan
beragama, suku 3. Mengidentifikasi berbagai kegiatan lingkungan yang kuat dan tinggi bahwa jalan itu bukan untuk
bangsa, ciri-ciri yang menunjukkan sikap bersatu sekolah. bermain-main, tetapi digunakan untuk kepentingan
fisik, psikis, dan dalam keberagaman di rumah 3. Bantuan kepada berlalu lintas, sehingga kepatuhan itu harus
hobby sebagai 4. Mengidentifikasi berbagai kegiatan teman yang melekat pada diri setiap anak untuk tidak bermain
anugerah Tuhan yang menunjukkan sikap bersatu berbeda jenis di jalan.
Yang Maha Esa di dalam keberagaman di sekolah kelamin, Dalam pembelajaran di kelas guru
lingkungan rumah 5. Menjelaskan akibat hidup tidak kegemaran dan menampilkan praktik tentang ketertiban lalulintas
dan sekolah bersatu dalam keberagaman sifat/karakter yaitu rambu-rambu lalu lintas antara lain alat
2.3 Menunjukkan 6. Menunjukkan sikap hidup bersatu dalam pengaturan isyarat lalu lintas berupa lampu
dalam bermain dengan rasa
perilaku toleran persaudaraan menyeberang merah(berhenti), kuning(hati-hati), hijau(jalan).
terhadap 7. Menjelaskan arti bersatu dalam jalan Selanjutnya tanda dilarang parkir, dilarang
keberagaman keberagaman di rumah dan di 4. Pertolongan berjenti, dilarang memutar ke kanan, dilarang belok
karakteristik sekolah kepada teman kiri, dilarang belok kanan, dilarang membunyaikan
individu, dalam 8. Menampilkan praktik tentang yang jatuh dari klakson, dilarang mendahului kendaraan.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
39
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
kehidupan ketertiban berlalu lintas dalam sepeda di jalan
beragama, suku, keberagaman di lingkungan 5. Contoh kerja sama
fisik, dan psikis di sekolah dengan rasa percaya diri dalam
rumah dan (berani) memberikan
9. Menjelaskan manfaat hidup
sekolah kbersatu dalam keberagaman bantuan kepada
3.4 Memahami arti 10. Menjelaskan akibat hidup tidak teman yang
bersatu dalam bersatu dalam keberagaman mengalami
keberagaman di 11. Mengidentifikasi berbagai kegiatan musibah di jalan.
rumah dan yang menunjukkan sikap bersatu
sekolah dalam keberagaman di rumah
4.4 Bermain peran teman
tentang bersatu 12. Berperilaku rukun dengan setiap rambu rambu lalu lintas
teman yang berbeda jenis kelamin,

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


dalam
kegemaran, dan sifat/karakter
keberagaman di 13. Menyebutkan bentuk bentuk
lingkungan rumah kegiatan bersama teman dalam
dan sekolah. keberagaman kegemaran/hobi
14. Memberikan bantuan kepada
teman yang berbeda jenis kelamin,
kegemaran dan sifat/karakter
dalam menyeberang jalan dengan menyeberangkan nenek
tulus hati (ikhlas)
15. Bekerja sama dalam Melihat gambar tersebut dapat ditiru perlaku
melaksanakan kegiatan bersama
teman yang berbeda jenis dua anak tersebut oleh kita ketika melihat seorang
kelamin,kegemaran dan sifat/ teman kita hendak menyeberang jalan dan
karakter nampaknya merasa kesulitan, sebagai teman yang
16. Menyebutkan bentuk bentuk memiliki rasa peduli kita selalu memberikan
kegiatan bersama teman teman bantuan bersama teman yang lain untuk
satu kelas dalam keberagaman menyeberangkannya tanpa membedakan jenis

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
kegemaran/hobi kelamin, kegemaran dan sifat/karakter.
17. Menceritakan perilaku rukun
dengan teman di sekolah yang
berbeda jenis kelamin dan
kegemaran
18. Berperilaku rukun ( ramah, tidak
mengejek, toleran ) dengan setiap
teman yang berbeda jenis kelamin,
kegemaran, agama , suku dan
sifat/karakter
Jatuh dari sepeda

41
19. Menyebutkan bentuk bentuk

40
42
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
kegaiatan bersama teman teman Bila seorang peserta didik melihat temannya
satu kelas dan keragaman jenis jatuh dari sepeda seperti pada gambar tersebut,
kelamin sebaiknya memberikan pertolongan sebatas
20. Menyebutkan bentuk bentuk kemampuannya. Perilaku yang ditunjukkan oleh
kegiatan bersama teman teman
satu kelas dan keragaman/hobi peserta didik tersebut memilki jiwa peduli.
21. Memberikan pertolongan kepada Contoh kerja sama terhadap teman yang
teman yang jatuh dari sepeda di mengalami musibah di jalan adalah segera
jalan dengan tulus hati(ikhlas) memberikan pertolongan teman yang terjatuh
22. Menunjukan contoh kerja sama dengan tulus hati dan rasa persaudaraan (ikhlas,
dalam memberikan bantuan kebersamaan).
kepada teman yang mengalami
musibah di jalan.dengan penuh
rasa persaudaraan/kekeluargaan
(kebersamaan).
Tema 3: Tugasku Sehari-hari
1 1.1 Menerima Tema 3: Tugasku Sehari-hari 1. Contoh perilaku Dimensi dan Indikator Pengertian Etika Berlalu Lintas:
keberagaman 1. Menyatakan bahwa perbedaan kita yang 1. Hukum: Etika adalah suatu adat kebiasaan yang
karakteristik dengan orang lain merupakan mencerminkan a. Menaati rambu-rambu lalu berhubungan erat dengan konsep individu atau
individu dalam anugerah Tuhan YME. nilai Pancasila lintas kelompok sebagai alat yang mengatur hubungan
kehidupan 2. Menyatakan kesanggunpan akan dalam b. Menaati marka jalan lalu antara kelompok manusia. Etika memiliki norma-
beragama, suku memperlakukan teman/orang lain menjalankan etika lintas norma positif yang mengatur manusia untuk
bangsa, ciri-ciri 3. Mengidentifikasi simbolsymbol sila berlalu lintas c. Menaati isyarat pengatur lalu bersikap santun. Jika setiap orang memiliki dan
fisik, psikis, dan Pancasila dalam lambang negara 2. Contoh perilaku lintas mematuhi etika.
hobby sebagai “Garuda Pancasila”. toleran terhadap d. Menunjukkan kelengkapan Lalu Lintas adalah gerak Kendaraan dan orang
di Ruang Lalu Lintas Jalan
anugerah Tuhan 4. Menjelaskan arti simbolsymbol orang lain, pengamanan diri dalam
Etika Berlalu Lintas yaitu pedoman sikap atau
Yang Maha Esa di Pancasila menolong orang berlalu lintas aturan yang mengatur hubungan manusia dengan
lingkungan rumah 5. Memberi contoh sikap yang lain, dan setia e. Mentaati peraturan manusia lain di dalam berlalu lintas. Prinsip etika
dan sekolah mencerminkan nilai Pancasila kawan dalam perundangan berlalu lintas yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
2.1 Menunjukkan 6. Membuat tabel tentang perilaku kehidupan di jalan sesui UU RI No. 22 Tahun dengan etika berlalu lintas hampir sama yaitu
perilaku toleransi, yang mencerminkan nilai Pancasila raya 2009 tentang lalu lintas dan tenggang rasa dan saling menghargai. Dalam
kasih sayang, 7. Membuat tabel tentang perilaku 3. Contoh perilaku di angkutan jalan. berlalu lintas kita harus tenggang rasa dengan
jujur, disiplin, yang menunjukkan perilaku di jalan raya sesuai f. Menaati Inpres Nomor 4 pengguna jalan lain dan jangan mementingkan
tanggung jawab, sekitar sekolah yang sesuai makna simbol dari Tahun 2013 tentang Dekade egois..
santun, peduli, dengan sila Pancasila sila ke tiga Aksi Keselamatan Jalan. Contoh perilaku yang mencerminkan nilai
dan percaya diri 8. Menunjukkan contoh perilaku yang Pancasila g. Menaati perkap Polri nomor Pancasila dalam menjalankan etika berlalu lintas
dalam berinteraksi mencerminkan nilai Pancasila 4. Contoh perilaku di 9 Tahun 2012 tentang Surat antara lain :
dengan keluarga, dalam menjalankan etika berlalu jalan raya sesuai Ijin Mengemudi. 1. Menyalip dan Melewati Kendaraan Lain
a. Hanya boleh menyalip kendaraan lain jika

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
teman, dan guru lintas.(tanggung jawab) makna symbol dari h. Menati perkap Polri nomor

41
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
sebagai 9. Mengidentifikasi perilaku yang tidak sila pertama 10 Tahun 2012 tentang mempunyai jarak pandang bebas dan
perwujudan moral mencerminkan nilai Pancasila Pancasila yakni Penggunaan Jalan selain tersedia ruang yang cukup untuk
Pancasila 10. Memberikan alasan terhadap berdoa sebelum untuk kegiatan lalu lintas. menghindari tabrakan dengan lalu lintas
3.1 Mengenal simbol- perilaku yang diamati berdasarkan berangkat dalam 2. Sosiologi: yang datang dari arah berlawanan.
simbol sila nilai Pancasila perjalanan a. Memiliki sikap perilaku saling b. Tidak boleh menyalip kendaraan lain pada
Pancasila dalam 11. Membuat kliping tentang perilaku 5. Contoh perilaku menghormati sesama persimpangan, tempat penyeberangan
lambang negara yang mencerminkan nilai Pancasila yang pengguna jalan pejalan kaki atau perlintasan kereta api atau
“Garuda 12. Membuat kliping tentang perilaku mencerminkan sila b. Menampilkan sikap perilaku kendaraan lain yang berhenti.
c. Jika ada kendaraan lain yang menyalip,
Pancasila” yang tidak mencerminkan nilai ke empat untuk tidak menyalah
harus memberi ruang yang cukup untuk
4.1 Mengamati dan Pancasila Pancasila, antara gunakan fungsi jalan dan
kendaraan yang sedang menyalip dan
menceritakan 13. Mengelompokkan berbagai lain melaksanakan badan jalan untuk kegiatan jangan tambah kecepatan
perilaku di sekitar kegiatan yang mencerminkan nilai hasil musyawarah selalin kegiatan berlalu lintas. 2. Membelok

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


rumah dan Pancasila berkaitan dengan dengan penuh c. menerapkan norma dan Pengemudi kendaraan yang akan berbelok,
sekolah dan perilaku toleran terhadap orang tanggung jawab moral etika berlalu lintas berbalik arah atau berpindah lajur wajib mengamati
mengaitkannya lain, menolong orang lain, dan setia tentang aturan secara baik dan benar. situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di
dengan kawan berlalu lintas d. Menunjukkan sikap rela belakang kendaraan serta memberi isyarat lampu
pengenalannya 14. Menunjukkan contoh perilaku 6. Contoh perilaku berkorban untuk memberi 3. Memarkir dan Menghentikan Kendaraan
terhadap toleran terhadap orang lain, yang kesempatan pengguna jalan Selain kendaraan umum dalam trayek, setiap
beberapa simbol menolong orang lain, dan setia mencerminkan lain. kendaraan bermotor dapat berhenti disetiap jalan
sila Pancasila.. kawan dalam kehidupan di jalan nilai sila kelima e. Memberi kesempatan bagi kecuali:
raya(peduli) Pancasila antara penyeberang jalan a. terdapat rambu larangan berhenti atau marka
15. Menunjukkan perilaku yang lain 3. Ekonomi: jalan yang bergaris utuh
mencerminkan nilai-nilai Pancasila mengumpulkan a. Menunjukan sikap perilaku b. pada tempat tertentu yang dapat
16. Berperilaku di sekitar rumah sesuai bantuan untuk hemat dalam perjalanan membahayakan keamanan, keselamatan, serta
makna simbol dari sila Pancasila korban kecelakaan b. Memiliki sikap perilaku efektif mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu
dalam lambing negara Garuda lalulintas. dalam perjalanan. lintas dan angkutan jalan
Pancasila c. Memiliki sikap perilaku efisien c. di jalan tol
d. Apabila akan memarkir kendaraan di jalan,
17. Menunjukkan contoh perilaku di dalam transportasi.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
parkirlah kendaraan secara sejajar atau
sekolah yang sesuai dengan 4. Psikologi:
membentuk sudut menurut arah jalan
makna symbol dari sila ke tiga a. Memiliki sikap perilaku lebih 4. Mematuhi Rambu Lalu Lintas
Pancasila dalam lambang negara mengutamakan rasa aman Rambu lalu lintas yang biasanya kita temui di
Garuda Pancasila. b. Memiliki sikap perilaku lebih pinggir jalan bukan hiasan atau ornamen untuk
18. Menunjukkan contoh perilaku di mengutamakan rasa nyaman. memperindah kanan kiri jalan. Akan tetapi
jalan raya sesuai makna simbol c. Menampilkan sikap perilaku keberadaanya sangat penting, bukan hanya
dari sila ke tiga Pancasila yakni lebih mengutamakan sekedar mengganti eksistensi petugas polisi
dengan sungguh-sungguh dan ketertiban, sesama pengguna maupun Dinas lalu lintas dan angkutan jalan raya.
hidmat (tanggung jawab) jalan Karena biasanya pengemudi patuh atau

43
42
44
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
19. Mengelompokkan berbagai contoh d. Menampilkan sikap perilaku memperhatikan rambu-rambu jika ada petugas,
kegiatan yang sesuai dengan sila lebih mengutamakan sebaliknya jika tidak ada mereka cenderung untuk
sila Pancasila dalam lambang kelancaran sesama melanggar.
Negara Garuda Pancasila. pengguna jalan Padahal rambu-rambu ini adalah hal yang
20. Menceritakan perilaku yang e. Menampilkan sikap perilaku terpenting, karena berfungsi menunjukkan kepada
dilakukan di sekitar rumah yang lebih mengutamakan kita kondisi jalan sehingga kita dapat
sesuai dengan symbol symbol keselamatan sesama mengkondisikan kendaraan dengan baik. Jika kita
Pancasila pengguna jalan mematuhi rambu-rambu maka kita akan selamat
serta lancar dalam berlalu lintas.
21. Menunjukkan contoh perilaku di 5. Politik:
Misalkan saja berhenti pada saat lampu merah
sekolah yang sesuai dengan a. Membuat keputusan dalam
dan sabar menunggu lampu berubah warna hijau
makna symbol dari sila pertama menggunakan jalan dengan tanpa tergesa-gesa, tidak parkir di tempat yang ada
Pancasila dalam lambang Negara memperhatikan kepentingan palang larangan parkir, dsb.
Garuda Pancasila. keselamatan orang lain. Etika tersebut sangat penting untuk
22. Menunjukkan contoh perilaku di b. Melaksanakan kebijakan lalu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari demi
jalan raya sesuai makna symbol lintas berdasarkan keselamatan kita. Misalkan saja tidak parkir di
dari sila pertama Pancasila yakni kepentingan umum. dekat persimpangan karena dapat mengganggu
berdoa sebelum berangkat dalam c. Ikut serta dalam mengawasi penglihatan pengendara yang lain. Apabila ada
perjalanan (disiplin) pelaksanaan kebijakan lalu yang melanggar dengan parkir di persimpangan,
23. Memberikan alasan menghindari lintas secara adil. rawan terjadinya kecelakaan
perilaku yang bertentangan dengan d. Menampilkan peran serta Contoh perilaku toleran terhadap orang lain,
nilai Pancasila warga masyarakat dalam menolong orang lain, yang terjatuh dari kendaraan
24. Menulis cerita tentang perilaku menjaga keamanan dan dengan membawa ke trotoar atau pinggir jalan
yang bertentangan dengan nilai keselamatan bersama dalam untuk diberikan pertolongan pertama lalu
Pancasila berlalu lintas. melaporkan kepada pihak yang berwajib dan
25. Menunjukkan contoh perilaku yang dibawa ke rumah sakit. Perilaku tersebut
mencerminkan sila ke empat NILAI ACUAN PENDIDIKAN LALU menggambarkan sikap setia kawan dalam
Pancasila, yakni melaksanakan LINTAS kehidupan di jalan raya.
hasil musyawarah dengan penuh
tanggung jawab tentang aturan DISIPLIN: tata tertib, ketaatan
berlalu lintas(komitmen) (kepatuhan) pada peraturan,
26. Menjelaskan perilaku yang tepat waktu, tertib, dan
mencerminkan sila kelima, konsisten.
27. Menunjukkan contoh perilaku yang TANGGUNG JAWAB: keadaan wajib
mencerminkan nilai sila kelima menanggung segala
Pancasila yakni mengumpulkan sesuatunya (kalau terjadi apa-
bantuan untuk korban kecelakaan apa boleh dituntut,
lalulintas (peduli). dipersalahkan, diperkarakan, menolong korban kecelakaan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
43
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
dsb. Misalnya berani dan siap Pagi hari peserta didik kelas II akan berangkat
menerima resiko, amanah, ke sekolah, ibunya mempersiapkan sepeda yang
tidak mengelak, dan berbuat akan digunakan peserta didik tersebut. Sebelum
yang terbaik), hak fungsi menjalankan sepedanya, peserta didik tersebut
menerima pembebanan berdoa agar selamat dalam perjalanan ke sekolah
sebagai akibat sikap pihak dan sampai di sekolah dengan selamat. Perilaku
sendiri atau pihak lain, peserta didik kelas II mencerminkan makna symbol
melaksanakan dan Pancasila sila pertama.
menyelesaikan tugas dengan Contoh perilaku di jalan raya sesuai makna
sungguh-sungguh. simbol dari sila ke tiga Pancasila antara lain jika
ADIL: sama berat, tidak berat ada pengendara yang ingin mendahului, maka
sebelah, tidak memihak /tidak memberi kesempatan kepada pengendara lain

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


pilih kasih, berpihak/berpegang tersebut termasuk tindakan rela berkorban.
kepada kebenaran, Contoh perilaku yang mencerminkan sila ke
sepatutnya, tidak sewenang- empat Pancasila, yakni melaksanakan hasil
wenang, seimbang, netral, musyawarah dengan penuh tanggung jawab
objektif dan proporsional. tentang aturan berlalu lintas. Dalam musyawarah
KOMITMEN: Perjanjian, keterikatan tidak boleh memaksakan kehendak, demikian pula
untuk melakukan sesuatu dalam menggunakan jalan raya, akan lebih indah
(yang telah disepakati), jika tidak memaksakan kehendak kepada orang
kontrak. lain. Contoh memaksakan kehendak kepada orang
KONSEKUEN: Sesuai dengan apa lain di dalam menggunakan jalan raya antara lain
yang dikatakan/diperbuat, menggunakan bahu jalan dan trotoar bukan pada
berwatak teguh, tidak tempatnya. Trotoar sebagai tempat untuk pejalan
menyimpang dari apa yang kaki, ternyata digunakan untuk menggelar barang
sudah diputuskan. dagangan. Juga untuk mengendarai sepeda motor.
SPORTIF: bersifat kesatria, jujur, Ini berarti mengambil hak pejalan kaki. Jika tidak
tegak (tetap pendirian, tetap menggunakan trotoar untuk menggelar barang

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
memegang keadilan). dagangan dan juga tidak digunakan oleh
PEDULI: mengindahkan, pengendara sepeda motor, ini berarti sudah
memperhatikan (empati), melakukan tindakan menghormati pengguna jalan,
menghiraukan, menolong, serta tidak menyalah gunakan fungsi jalan.
toleran, setia kawan, membela, Contoh perilaku yang mencerminkan nilai sila
memahami, menghargai, dan kelima Pancasila antara lain mengumpulkan
memperlakukan orang lain bantuan untuk korban kecelakaan lalulintas,
sebaik-baiknya. memberi kesempatan pejalan kaki untuk
BIJAKSANA: selalu menggunakan menyeberang jalan, membantu orang untuk

45
44
46
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
akal budinya (pengalaman dan menyeberang jalan, membantu orang yang punya
pengetahuannya), arif, tajam hajatan untuk mengarahkan arus lalu lintas,
pikiran, pandai dan hati-hati sehingga tidak macet.
2 1.2 Menerima Tema 3: Tugasku Sehari hari 1. Pengertian tertib (cermat, teliti, dsb.) Pengertian Tertib Berlalu Lintas:
kebersamaan 1. Menyatakan rasa syukur memiliki berlalu lintas. IKHLAS:bersih hati, tulus hati. Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dalam teman yang berbeda kepandaian 2. Tertib ketika HEMAT: berhati-hati dalam adalah suatu keadaan berlalu lintas yang
keberagaman tapi tetap bersama karena berangkat dan membelanjakan uang, tidak berlangsung secara teratur sesuai dengan hak dan
sebagai anugerah anugerah Tuhan YME pulang sekolah di boros, cermat. kewajiban setiap Pengguna Jalan. Pengguna Jalan
Tuhan Yang Maha 2. Melakukan hidup tertib ketika jalan dengan BERANI: mempunyai hati yang adalah orang yang menggunakan Jalan untuk
Esa di lingkungan berangkat dan pulang sekolah di berjalan di sebelah mantap dan rasa percaya diri berlalu lintas
rumah dan jalan dengan berjalan di sebelah kiri, menyeberang yang besar dalam menghadapi Hak pengguna jalan untuk mendapatkan
sekolah kiri, menyeberang melalui zebra melallui zebra bahaya, kesulitan, dsb. (Tidak kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.
2.2 Menunjukkan cross atau jembatan cross atau takut, gentar, kecut) dan Setiap orang yang menggunakan Jalan wajib: a.
perilaku patuh penyeberangan(disipli jembatan pantang mundur. berperilaku tertib; dan/atau b. mencegah hal-hal
pada tata tertib 3. Menyebutkan beberapa aturan penyeberangan KESETARAAN: kesejajaran, sama yang dapat merintangi, membahayakan Keamanan
dan aturan yang yang berlaku dalam kehidupan 3. Contoh perilaku tingkatan/ kedudukan, dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,
berlaku dalam sehari-hari di rumah menolong sebanding, sepadan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan
kehidupan sehari- 4. Menunjukkan beberapa contoh menyeberangkan seimbang. Jalan(pasal 105 UU No. 22 tahun 2009))
hari di rumah dan perilaku yang sesuai dengan orang tua di jalan KEBERSAMAAN: hal bersama, Pengguna Jalan wajib mematuhi perintah yang
sekolah aturan yang berlaku dalam 4. Nasehat penuh seperti rasa diberikan oleh petugas Kepolisian Negara Republik
3.2 Memahami tata kehidupan sehari-hari di rumah percaya diri persaudaraan/kekeluargaan, Indonesia
tertib dan aturan 5. Berperilaku yang sesuai dengan terhadap teman senasib sepenanggungan, dan Oleh karena itu pengguna jalan yang baik harus
yang berlaku aturan yang berlaku dalam yang bermain di merasa menjadi satu kesatuan mematuhi tata tertib berlalu lintas tersebut.
dalam kehidupan kehidupan sehari hari rumah jalan raya (integritas), Berkaitan dengan tertib berlalu lintas sebagai
sehari-hari di 6. Menunjukkan beberapa contoh seorang peserta didik ketika berangkat dan pulang
rumah dan perilaku yang bertentangan dengan sekolah harus mematuhi peraturan lalu lintas antara
sekolah aturan yang berlaku dalam lain berjalan di sebelah kiri, menyeberang jalan
4.2 Melaksanakan kehidupan sehari-hari di rumah menggunakan zebra cross atau jembatan
tata tertib dan 7. Menjelaskan manfaat dipatuhinya penyeberangan.
aturan di aturan dalam kehidupan sehari-hari
lingkungan di rumah
keluarga dan 8. Menunjukkan contoh perilaku
sekolah. menolong menyeberangkan orang
tua di jalan(peduli)
9. Menjelaskan akibat dilanggarnya
aturan dalam kehidupan sehari hari
di rumah zebra cross

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
45
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
10. Bertanggung jawab atas
pelanggaran terhadap aturan
dalam kehidupan sehari hari di
rumah
11. Memberi nasehat penuh percaya
diri terhadap teman yang bermain
di jalan raya ( berani )

jembatan penyeberangan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


orang menyeberang

Manfaat pejalan kaki menyeberang melalui


zebra cross dan jembatan penyeberangan akan
menjadi aman dan terhindar dari kecelakaan.
Sebagai peserta didik kelas II berusaha
memberikan pertolongan kepada siapapun ketika
melihat ada orang memerlukan bantuan
pertolongan, contohnya menolong
menyeberangkan orang tua di jalan melalui zebra
cross.
menyeberangkan orang tua

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Ketika pulang sekolah seorang peserta didik
melihat temannya sedang bermain di jalan raya,

47
46
48
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
sehingga mengganggu pengguna jalan. Sebagai
teman yang baik berusaha memberikan nasihat
dan saran agar tidak bermain di jalan.
Tema 4 Aku dan Sekolahku
1 1.1 Menerima Tema 4: Aku dan Sekolahku 1. Contoh perilaku di Manusia sebagai makhluk social ciptaan Tuhan
keberagaman 1. Bersyukur memiliki teman di jalan raya sesuai Yang Maha Esa tidak dapat hidup sendiri, tapi
karakteristik sekolah yang berbeda sifat karena makna simbol dari memerlukan bantuan atau pertolongan. Jiwa
individu dalam hal itu merupakan anugerah Tuhan sila pertama menolong harus ditanam dalam diri setiap manusia.
kehidupan YME. Pancasila yaitu Simbol dari Pancasila sila pertama adalah
beragama, suku 2. Menunjukkan contoh perilaku di menolong orang gambar bintang. Makna yang terkandung di dalam
bangsa, ciri-ciri sekolah yang sesuai dengan tanpa simbol tersebut yang berkaitan dengan perilaku di
fisik, psikis, dan makna symbol dari sila pertama mengharapkan jalan raya antara lain memberikan pertolongan
dengan tulus hati, contohnya apabila melihat teman
hobby sebagai Pancasila dalam lambang Negara imbalan/ tulus hati
yang jatuh segera ditolong, melaporkan kejadian di
anugerah Tuhan Garuda Pancasila. 2. Contoh perilaku di
jalan kepada pihak yang berwajib, memberikan
Yang Maha Esa di 3. Menunjukkan contoh perilaku di jalan sesuai bantuan menyeberangkan orang yang
lingkungan rumah jalan raya sesuai makna simbol makna simbol dari membutuhkan(ikhlas, peduli)
dan sekolah dari sila pertama Pancasila yaitu sila kedua Simbol dari Pancasila sila kedua adalah gambar
2.1 Menunjukkan menolong orang tanpa Pancasila, yaitu rantai. Makna yang terkandung di dalam simbol
perilaku toleransi, mengharapkan imbalan/ tulus hati memberikan tersebut yang berkaitan dengan perilaku di jalan
kasih sayang, (ikhlas). pertolongan raya antara lain memberikan pertolongan korban
jujur, disiplin, 4. Menunjukkan contoh perilaku di korban kecelakaan kecelakaan
tanggung jawab, sekolah yang sesuai dengan 3. Contoh perilaku di
santun, peduli, makna symbol dari sila kedua jalan dekat
dan percaya diri Pancasila dalam lambang Negara sekolah yang
dalam berinteraksi Garuda Pancasila. sesuai dengan
dengan keluarga, 5. Menunjukkan contoh perilaku di makna symbol dari
teman, dan guru jalan dekat sekolah sesuai makna sila ketiga
sebagai simbol dari sila kedua Pancasila, Pancasila dalam
perwujudan moral yaitu memberikan pertolongan lambang negara membantu korban kecelakaan
Pancasila korban kecelakaan (ikhlas) Garuda Pancasila Contoh perilaku di jalan dekat sekolah sesuai
3.1 Mengenal simbol- 6. Menunjukkan contoh perilaku di 4. Contoh perilaku di makna simbol dari sila ke tiga Pancasila antara lain
simbol sila jalan dekat sekolah yang sesuai jalan dekat jika ada pengendara yang ingin mendahului, maka
Pancasila dalam dengan makna symbol dari sila sekolah sesuai memberi kesempatan kepada pengendara lain
lambang negara ketiga Pancasila dalam lambang makna simbol dari tersebut termasuk tindakan rela berkorban.
“Garuda negara Garuda Pancasila. sila keempat Contoh perilaku di jalan dekat sekolah yang
Pancasila” 7. Berperilaku di sekolah sesuai Pancasila mencerminkan sila ke empat Pancasila, yakni
4.1 Mengamati dan makna simbol dari sila ketiga berdasarkan melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
47
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
menceritakan Pancasila kesepakatan tanggung jawab tentang aturan berlalu lintas.
perilaku di sekitar 8. Menunjukkan contoh perilaku di bersama Dalam musyawarah tidak boleh memaksakan
rumah dan jalan dekat sekolah yang sesuai 5. Contoh perilaku di kehendak, demikian pula dalam menggunakan
sekolah dan dengan makna symbol dari sila jalan dekat jalan raya, akan lebih indah jika tidak memaksakan
mengaitkannya keempat Pancasila dalam lambang sekolah yang kehendak kepada orang lain. Contoh memaksakan
dengan negara Garuda Pancasila. sesuai dengan kehendak kepada orang lain di dalam
pengenalannya 9. Menunjukkan contoh perilaku makna simbol dari menggunakan jalan raya antara lain menggunakan
terhadap sesuai makna simbol dari sila sila kelima bahu jalan dan trotoar bukan pada tempatnya.
Trotoar sebagai tempat untuk pejalan kaki, ternyata
beberapa simbol keempat Pancasila berdasarkan Pancasila dalam
digunakan untuk menggelar barang dagangan.
sila Pancasila. kesepakatan bersama (disiplin) lambang negara
Juga untuk mengendarai sepeda motor. Ini berarti
10. Menunjukkan contoh perilaku di Garuda Pancasila. mengambil hak pejalan kaki. Jika tidak
sekolah yang sesuai dengan menggunakan trotoar untuk menggelar barang

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


makna simbol dari sila kelima dagangan dan juga tidak digunakan oleh
Pancasila dalam lambang negara pengendara sepeda motor, ini berarti sudah
Garuda Pancasila. melakukan tindakan menghormati pengguna jalan,
11. Berperilaku di sekolah sesuai serta tidak menyalah gunakan fungsi jalan.
makna simbol dari sila kelima Contoh perilaku di jalan dekat sekolah yang
Pancasila. mencerminkan nilai sila kelima Pancasila antara
lain mengumpulkan bantuan untuk korban
kecelakaan lalulintas, memberi kesempatan
pejalan kaki untuk menyeberang jalan, membantu
orang untuk menyeberang jalan, membantu orang
yang punya hajatan untuk mengarahkan arus lalu
lintas, sehingga tidak macet.
2 1.1 Menerima Tema 4 Aku dan Sekolahku 1. Kesedian untuk Dalam pergaulan sehari hari kita tidak
keberagaman 1. Menyatakan rasa syukur bahwa berjalan bersama boleh membedakan agama, suku, dan fisik.
karakteristik walaupun berbeda agama, suku teman di trotoar Sebagai peserta didik di sekolah, ketika berangkat
individu dalam bangsa tapi memiliki kedudukan tanpa dan pulang sekolah berjalan di trotoar dengan

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
kehidupan yang sama sebagai makhluk membedakan tertib.
beragama, suku Tuhan YME agama, suku, dan
bangsa, ciri-ciri 2. Menyatakan kesedian untuk fisik
fisik, psikis, dan berjalan bersama teman di trotoar 2. Rambu rambu
hobby sebagai tanpa membedakan agama, suku, lalu lintas dalam
anugerah Tuhan dan fisik (kebersamaan) keberagaman di
Yang Maha Esa di 3. Menyebutkan bentuk bentuk lingkungan
lingkungan rumah kegiatan bersama teman teman sekolah dengan
dan sekolah satu kelas dalam keragaman jenis rasa percaya diri Dalam pembelajaran di kelas guru
menampilkan praktik tentang rambu-rambu lalu

49
2.3 Menunjukkan kelamin 3. Contoh sikap

48
50
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
perilaku toleran 4. Menampilkan praktik tentang hidup bersatu lintas antara lain alat pengaturan isyarat lalu lintas
terhadap rambu rambu lalu lintas dalam dalam membantu berupa lampu merah(berhenti), kuning(hati-hati),
keberagaman keberagaman di lingkungan korban kecelakaan hijau(jalan). Selanjutnya tanda dilarang parkir,
karakteristik sekolah dengan rasa percaya diri di jalan dilarang berjenti, dilarang memutar ke kanan,
individu, dalam (berani) 4. Praktik tentang dilarang belok kiri, dilarang belok kanan, dilarang
kehidupan 5. Menyebutkan bentuk bentuk rambu rambu lalu membunyaikan klakson, dilarang mendahului
beragama, suku, kegiatan bersama teman teman lintas dalam kendaraan.
fisik, dan psikis di satu kelas dalam keragaman, keberagaman di
rumah dan kegemaran/hobi lingkungan
sekolah 6. Menyebutkan bentuk bentuk sekolah dengan
3.4 Memahami arti kegiatan bersama teman teman rasa percaya diri
bersatu dalam satu kelas dalam keragaman
keberagaman di agama yang dianut.
rumah dan 7. Menyebutkan bentuk bentuk
sekolah kegiatan bersama teman teman rambu rambu lalu lintas
4.4 Bermain peran satu kelas dalam keragaman suku
tentang bersatu bangsa Peserta didik dapat mempraktikkan
dalam 8. Menerapkan sikap hidup bersatu penggunaan rambu rambu lalu lintas tersebut di
keberagaman di dalam membantu korban depan kelas.
lingkungan rumah kecelakaan di jalan (kebersamaan) Peristiwa kecelakaan di jalan raya,
dan sekolah 9. Menyusun tabel tentang penyebabnya antara lain pelanggaran lalu lintas.
pengelompokan bentuk kegiatan Sikap hidup bersatu harus ada ketika kita melihat
bersama teman teman satu kelas kecelakaan di jalan. Secara spontan kita bersatu
tentang keragaman kegemaran/ untuk menolong sebatas kemampuan kita,
hobi. contohya melaporkan kepada yang berwajib,
memberikan pertolongan pertama pada
kecelakaan.
Tema 5: Hidup bersih dan sehat
1 1.2 Menerima Tema 5: Hidup bersih dan sehat 1. Tata tertib di jalan Pengertian Tertib Berlalu Lintas:
kebersamaan 1. Menyebutkan beberapa aturan raya Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dalam yang berlaku dalam kehidupan 2. Perilaku menolong adalah suatu keadaan berlalu lintas yang
keberagaman sehari-hari di rumah. orangtua dalam berlangsung secara teratur sesuai dengan hak dan
sebagai anugerah 2. Menunjukkan perilaku menolong menyebrang di kewajiban setiap Pengguna Jalan. Pengguna Jalan
orangtua dalam menyebrang di
Tuhan Yang Maha jalan (peduli) jalan adalah orang yang menggunakan Jalan untuk
Esa di lingkungan 3. Mengelompokkan berbagai contoh 3. Tata tertib di jalan berlalu lintas
rumah dan kegiatan yang sesuai dengan tata raya dengan tidak Hak pengguna jalan untuk mendapatkan
sekolah tertib yang berlaku dalam membuang kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
49
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
2.2 Menunjukkan kehidupan sehari-hari di rumah. sampah di jalan Setiap orang yang menggunakan Jalan wajib: a.
perilaku patuh 4. Melaksanakan tata tertib di jalan 4. Tata tertib di berperilaku tertib; dan/atau b. mencegah hal-hal
pada tata tertib raya dengan tidak membuang masyarakat yang dapat merintangi, membahayakan Keamanan
dan aturan yang sampah di jalan (disiplin). dengan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,
5. Menjelaskan tata tertib yang
berlaku dalam berlaku dalam kehidupan sehari- membuang atau yang dapat menimbulkan kerusakan
kehidupan sehari- hari di rumah. sampah pada Jalan(pasal 105 UU No. 22 tahun 2009))
hari di rumah dan 6. Mengemukakan pendapat tentang tempatnya bukan Pengguna Jalan wajib mematuhi perintah yang
sekolah manfaat aturan dalam kehidupan di jalan diberikan oleh petugas Kepolisian Negara Republik
3.2 Memahami tata sehari-hari di rumah. 5. Aturan di Indonesia
tertib dan aturan 7. Mengidentifikasi berbagai aturan lingkungan jalan Oleh karena itu pengguna jalan yang baik harus
yang berlaku yang berlaku dalam kehidupan raya dengan tidak mematuhi tata tertib berlalu lintas tersebut.
dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. parkir dan berhenti
8. Melaksanakan tata tertib di

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


sehari-hari di di sembarang
lingkungan sekolah .
rumah dan 9. Mengelompokkan berbagai contoh tempat
sekolah kegiatan yang sesuai dengan 6. Akibat berperilaku
4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku dalam yang tidak sesuai
tata tertib dan kehidupan sehari-hari di sekolah.. dengan tata tertib
aturan di 10. Melaksanakan aturan di lingkungan di jalan.
lingkungan jalan raya dengan tidak parkir dan
keluarga dan berhenti di sembarang
tempat(disiplin) menyeberangkan orang tua
sekolah.
11. Mengidentifikasi berbagai aturan
yang berlaku dalam kehidupan Perilaku yang tampak pada gambar tersebut
sehari-hari di sekolah.. merupakan perilaku mulia yang ditunjukkan oleh
12. Mengidentifikasi tata tertib yang dua orang peserta didik. Perilaku tersebut
berlaku dalam kehidupan sehari- merupakan pelaksanaan tata tertib di jalan agar
hari di tempat bermain tidak terjadi hambatan pengguna jalan lainnya.
13. Menjelaskan tata tertib yang
berlaku dalam kehidupan sehari- Bila seorang peserta didik diantar ke sekolah

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
hari di tempat bermain oleh orang tua menggunakan kendaraan motor,
14. Melaksanakan aturan di lingkungan harus hati hati dalam mengemudikan kendaraan.
keluarga Tidak boleh melakukan tindakan membuang
15. Mengidentifikasi berbagai aturan sampah ke jalan karena merupakan tindakan
yang berlaku dalam kehidupan melanggar tata tertib di jalan dan dapat
sehari-hari di tempat bermain. mengganggu pengguna jalan lain. Banyak perilaku
16. Mengelompokkan berbagai contoh masyarakat yang tidak tertib, terutama membuang
kegiatan yang sesuai dengan sampah ke jalan. Hal ini berakibat dapat
aturan yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari di tempat mengganggu pengguna jalan lain, dan inilah yang
harus dihindari.

51
bermain.

50
52
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
17. Mengemukakan pendapat tentang Jalan raya adalah milik pengguna jalan.
manfaat tata tertib dalam Pengguna jalan adalah orang yang menggunakan
kehidupan sehari-hari di tempat jalan untuk berlalu lintas. Pengguna jalan tidak
bermain. boleh semaunya sendiri tanpa memikirkan orang
18. Mengemukakan pendapat tentang
akibat berperilaku yang tidak lain, seperti memakirkan kendaraan sembarangan
sesuai dengan tata tertib di tempat tempat.
bermain. Dalam memakirkan kendaraan ada ketentuan
19. Melaksanakan tata tertib dengan sebagai berikut :
bermain di tempat yang bersih Selain kendaraan umum dalam trayek, setiap
20. Mengemukakan pendapat tentang kendaraan bermotor dapat berhenti disetiap jalan
manfaat aturan dalam kehidupan kecuali:
sehari-hari di tempat bermain. a) terdapat rambu larangan berhenti atau marka
21. Mengidentifikasi tata tertib yang jalan yang bergaris utuh
berlaku dalam kehidupan sehari-
hari di masyarakat. b) pada tempat tertentu yang dapat
22. Melaksanakan tata tertib di membahayakan keamanan, keselamatan, serta
masyarakat dengan membuang mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu
sampah pada tempatnya bukan di lintas dan angkutan jalan
jalan(tanggung jawab) c) dijalan tol
23. Mengidentifikasi berbagai aturan Apabila akan memarkir kendaraan di jalan,
yang berlaku dalam kehidupan parkirlah kendaraan secara sejajar atau
sehari-hari di masyarakat. membentuk sudut menurut arah jalan.
24. Mengelompokkan berbagai contoh
kegiatan yang sesuai dengan
aturan yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari di
masyarakat.
25. Mengemukakan pendapat tentang
manfaat tata tertib dalam
kehidupan sehari-hari di
masyarakat.
26. Mengemukakan pendapat tentang
akibat berperilaku yang tidak
sesuai dengan tata tertib di jalan
Tema 6: Air, Bumi dan Matahari
6 1.2 Menerima Tema 6: Air, Bumi dan Matahari 1. Hidup rukun dalam Manusia sebagai ciptaan Tuhan memiliki
kebersamaan 1. Mengidentifikasi tata tertib yang kehidupan di jalan keberagaman karakteristik di sekolah.
dalam berlaku dalam kehidupan sehari- dengan memberi Keberagaman itu merupakan anugerah Tuhan
keberagaman hari di ruah. kesempatan YME

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
sebagai anugerah 2. Melaksanakan tata tertib di kepada pejalan Tata tertib adalah peraturan yang harus dipatuhi

51
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
Tuhan Yang Maha lingkungan keluarga kaki untuk dan dilaksanakan , apabila dilanggar akan
Esa di lingkungan 3. Mengelompokkan berbagai contoh menyeberang mendapatkan sangsi atau hukuman. Mematuhi tata
rumah dan kegiatan yang sesuai dengan tata jalan tertib melatih diri kita bertangung jawab. Khususnya
sekolah tertib yang berlaku dalam 2. Perilaku menolong tata tertib di jalan raya. Sebagai pengguna jalan
2.2 Menunjukkan kehidupan sehari-hari di rumah. orang tua dalam baik pesepeda, maupun pengemudi sepeda motor
perilaku patuh 4. Menjelaskan tata tertib yang menyeberang menghormati para penggunajalan pejalan kaki
pada tata tertib berlaku dalam kehidupan sehari- jalan dengan memberi kesempatan untuk menyeberang
dan aturan yang hari di rumah. 3. Contoh tata tertib jalan.
berlaku dalam 5. Menyebutkan contoh tata tertib di di jalan raya Pengguna jalan khususnya pejalan kaki
kehidupan sehari- jalan 4. Contohi sikap bersedia memberikan pertolongan kepada orang
hari di rumah dan 6. Mengemukakan pendapat tentang disiplin di tua untuk menyeberangkan jalan.
sekolah manfaat tata tertib di jalan. lingkungan jalan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


3.2 Memahami tata 7. Berperilaku hidup rukun dalam 5. Manfaat tata tertib
tertib dan aturan kehidupan di jalan dengan di jalan
yang berlaku memberi kesempatan kepada 6. Akibat berprilaku
dalam kehidupan pejalan kaki untuk menyeberang tidak sesuai
sehari-hari di jalan(kebersamaan).. dengan tata tertib
rumah dan 8. Menjelaskan tata tertib yang di jalan.
sekolah berlaku dalam kehidupan sehari- 7. Manfaat menanam
4.2 Melaksanakan hari di rumah. pohon sebagai menyeberangkan orang tua
tata tertib dan 9. Mengemukakan pendapat tentang sikap peduli
aturan di manfaat menanam pohon sebagai lingkungan untuk Contoh tata tertib di jalan adalah berjalan di
lingkungan sikap peduli lingkungan untuk pengguna jalan sebelah kiri dan di trotoar untuk pejalan kaki,
keluarga dan pengguna jalan 8. Perilaku menolong berhenti jika lampu lalu lintas berwarna merah,
sekolah. 10. Menjelaskan aturan yang berlaku orang tua dalam berjalan jika berwarna hijau, hati-hati jika berwarna
dalam kehidupan sehari-hari di menyeberang kuning, memberi kesempatan lewat untuk
sekolah jalan penyeberang jalan.
11. Mengidentifikasi berbagai aturan .

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
yang berlaku dalam kehidupan
sehari-hari di sekolah.
12. Melaksanakan perilaku menolong
orang tua dalam menyeberang
jalan (peduli)
13. Mengemukakan pendapat tentang
akibat berperilaku yang tidak
sesuai dengan aturan di sekolah. memberi kesempatan penyeberang jalan
14. Mengemukakan pendapat tentang

53
52
54
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
akibat berprilaku tidak sesuai Contoh sikap disiplin di jalan adalah pesepeda
dengan tata tertib di jalan dan pengemudi kendaraan bermotor berjalan di
15. Mengidentifikasi berbagai aturan sebelah kiri dan berhenti jika lampu pengatur
yang berlaku dalam kehidupan isyarat lalu lintas berwarna merah.
sehari-hari di sekolah. Manfaat mematuhi tata tertib antara lain
16. Melaksanakan aturan di lingkungan terciptanya kelancaran, keamanan, keselamatan
keluarga pengguna jalan. Ila terjadi pelanggaran terhadap
tata tertib di jalan dapat menimbulkan kecelakaan,
kemacetan,pemborosan dan kerugian
Penanaman pohon pelindung di lingkungan
rumah, sekolah sangat bermanfaat dalam
mencegah polusi udara, juga sebagai tempat
berteduh dari panasnya matahari. Perilaku tersebut
menunjukkan sikap peduli lingkungan(peduli). Bagi
pengguna jalan sangat manfaat untuk kebutuhan
oksigen agar tidak terlampau panas.
Tema 7: Merawat hewan dan tumbuhan
1 1.1 Menerima Tema 7: Merawat hewan dan 1. Makna simbol-
keberagaman tumbuhan simbol sila
karakteristik 1. Mengidentifikasi simbol- simbol sila Pancasila dalam
individu dalam Pancasila dalam lambang negara lambang negara
kehidupan “Garuda Pancasila”. “Garuda
beragama, suku 2. Menunjukkan contoh perilaku Pancasila”
merawat hewan kesayangan di
bangsa, ciri-ciri sekitar rumah 2. Contoh perilaku Simbol-simbol yang ada pada lambang negara
fisik, psikis, dan 3. Menceritakan perilaku yang tanggung jawab “Burung Garuda” adalah :
hobby sebagai dilakukan di sekitar rumah yang dalam merawat 1. Bintang bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa.
anugerah Tuhan sesuai dengan simbol-simbol hewan 2. Rantai bermakna Kemanusiaan yang adil dan
Yang Maha Esa di Pancasila kesayangan di beradab.
lingkungan rumah 4. Mengelompokkan berbagai contoh sekitar rumah. 3. Pohon beringin bermakna Persatuan Indonesia
dan sekolah kegiatan yang sesuai dengan sila 3. Contoh perilaku 4. Kepala banteng bermakna Kerakyatan yang
2.1 Menunjukkan pertama Pancasila dalam lambang tanggung jawab dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
perilaku toleransi, negara “Garuda Pancasila”. dalam memelihara permusyawaratan/perwakilan
5. Menunjukkan perilaku
kasih sayang, melaksanakan ibadah di sekitar tumbuhan di 5. Padi dan kapas bermakna keadilan sosial bagi
jujur, disiplin, rumah pinggir jalan seluruh rakyat Indonesia.
tanggung jawab, 6. Mengelompokkan berbagai contoh 4. UU No. 22 tahun Merawat binatang kesayangan dengan cara
santun, peduli, kegiatan yang sesuai dengan sila 2009 tentang Lalu memberi makan , memandikan dilakukan dengan
dan percaya diri kedua Pancasila dalam lambang Lintas dan sungguh-sungguh (tanggung jawab) merupakan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
53
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
dalam berinteraksi negara “Garuda Pancasila”. Angkutan Jalan bentuk pengamalan sila yang pertama, karena
dengan keluarga, 7. Menunjukkan perilaku memberi pasal 209, 216 binatang merupakan ciptaan Tuhan yang harus
teman, dan guru santunan anak yatim di sekitar dan 217. dipelihara dengan baik.
sebagai rumah Berkaitan dengan keamanan dan keselamatan
8. Mengelompokkan berbagai contoh
perwujudan moral kegiatan yang sesuai dengan sila di jalan raya, setiap orang yang merawat dan
Pancasila ketiga Pancasila dalam lambang memelihara hewan agar hewan tersebut tidak
3.1 Mengenal simbol- negara “Garuda Pancasila”. dilepas liar sehingga berada di jalan. Hal ini dapat
simbol sila 9. Menunjukkan perilaku rukun mengganggu keamanan pengguna jalan yang
Pancasila dalam dengan teman di sekitar rumah berakibat dapat menimbulkan kecelakaan.
lambang negara 10. Menerapkan perilaku di sekitar Tanggung jawab masyarakat dalam lingkungan
“Garuda rumah yang sesuai dengan sila- jalan adalah memelihara tumbuhan di pinggir jalan.
Pancasila” sila pada Pancasila Tidak boleh menebang pohon sembarangan di
11. Mengelompokkan berbagai contoh

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


4.1 Mengamati dan pinggir jalan. Hal ini berdampak pada kenyamanan
kegiatan yang sesuai dengan sila
menceritakan keempat Pancasila dalam lambang pengguna jalan, karena pengguna jalan
perilaku di sekitar negara “Garuda Pancasila”. mendapatkan hisapan oksigen yang banyak dan
rumah dan 12. Menunjukkan perilaku di sekitar berpengaruh pada kondisi pengemudi kendaraan
sekolah dan rumah yang sesuai dengan sila motor sehingga dapat mengemudikan kendaraan
mengaitkannya keempat dengan baik.
dengan 13. Mengelompokkan berbagai contoh UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
pengenalannya kegiatan yang sesuai dengan sila Angkutan Jalan pasal 209 menyebutkan tentang
terhadap kelima Pancasila dalam lambang Perlindungan Kelestarian Lingkungan Lalu Lintas
beberapa simbol negara “Garuda Pancasila”. dan Angkutan Jalan adalah :
14. Menunjukkan contoh perilaku di
sila Pancasila. sekitar rumah yang sesuai dengan (1) Untuk menjamin kelestarian lingkungan, dalam
sila kelima setiap kegiatan di bidang Lalu Lintas dan
15. Menceritakan perilaku di sekitar Angkutan Jalan harus dilakukan pencegahan
sekolah yang tidak sesuai dengan dan penanggulangan pencemaran lingkungan
sila-sila pada Pancasila hidup untuk memenuhi ketentuan baku mutu
16. Menjelaskan makna simbol sila lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
pertama Pancasila dalam lambang perundang-undangan.
negara “Garuda Pancasila”. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pencegahan
17. Menunjukkan perilaku di sekitar dan penanggulangan pencemaran lingkungan
sekolah yang sesuai dengan sila
pertama hidup di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
18. Menjelaskan makna simbol sila sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
kedua Pancasila dalam lambang dengan peraturan pemerintah.
negara “Garuda Pancasila”. Selanjutnya pada pasal 216 dan 217 berbunyi
19. Menunjukkan perilaku di sekitar tentang Hak dan Kewajiban Masyarakat.
sekolah yang sesuai dengan sila Hak masyarakat (pasal 216) adalah:

55
kedua

54
56
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
20. Menjelaskan makna simbol sila (1) Masyarakat berhak mendapatkan Ruang Lalu
ketiga Pancasila dalam lambang Lintas yang ramah lingkungan.
negara “Garuda Pancasila”. (2) Masyarakat berhak memperoleh informasi
21. Menunjukkan perilaku di sekitar tentang kelestarian lingkungan bidang Lalu
sekolah yang sesuai dengan sila
ketiga Lintas dan Angkutan Jalan.
22. Menceritakan perilaku yang Kewajiban masyarakat (pasal 217) adalah:
dilakukan di sekitar sekolah yang Masyarakat wajib menjaga kelestarian lingkungan
sesuai dengan sila-sila pada bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pancasila.
23. Menerapkan perilaku di sekitar
sekolah yang sesuai dengan sila-
sila pada Pancasila
24. Menjelaskan makna simbol sila
keempat Pancasila dalam lambang
negara “Garuda Pancasila”.
25. Menunjukkan perilaku di sekitar
sekolah yang sesuai dengan sila
keempat
26. Menjelaskan makna simbol sila
kelima Pancasila dalam lambang
negara “Garuda Pancasila”.
27. Menunjukkan perilaku di sekitar
sekolah yang sesuai dengan sila
kelima
28. Menunjukkan Contoh perilaku
tanggung jawab dalam memelihara
tumbuhan di pinggir jalan
29. Menyebutkan isi UU No. 22 tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan pasal 209, 216 dan
217.
Tema 8: Keselamatan di rumah dan perjalanan
1 1.2 Menerima Tema 8: Keselamatan di rumah dan 1. Pengertian Pengertian Keselamatan Lalu Lintas
kebersamaan perjalanan Keselamatan Lalu Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dalam 1. Menyebutkan aturan yang berlaku Lintas adalah suatu keadaan terhindarnya setiap orang
keberagaman dalam kehidupan sehari-hari di 2. Aturan di jalan dari risiko kecelakaan selama berlalu lintas yang
sebagai anugerah rumah. tertib rambu rambu disebabkan oleh manusia, Kendaraan, Jalan,
Tuhan Yang Maha 2. Menunjukkan sikap melaksanakan lalu lintas dan/atau lingkungan.
Esa di lingkungan aturan di lingkungan rumah 3. Aturan di jalan Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
55
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
rumah dan 3. Menyebutkan aturan yang berlaku dengan berjalan di adalah suatu keadaan berlalu lintas yang
sekolah dalam kehidupan sehari-hari di sebelah kiri, berlangsung secara teratur sesuai dengan hak dan
2.2 Menunjukkan rumah. menyeberang kewajiban setiap Pengguna Jalan. Pengguna Jalan
perilaku patuh 4. Membiasakan diri melaksanakan dengan adalah orang yang menggunakan Jalan untuk
pada tata tertib aturan di jalan tertib rambu rambu menggunakan berlalu lintas
dan aturan yang lalu lintas (disiplin) jembatan Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan
berlaku dalam 5. Menyebutkan aturan yang berlaku penyeberangan Jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat,
kehidupan sehari- dalam kehidupan sehari-hari di 4. Zebra cross dan/atau perpaduan yang berfungsi sebagai
hari di rumah dan rumah. tempat peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi
sekolah 6. Membiasakan diri melaksanakan menyeberang Pengguna Jalan.
3.2 Memahami tata aturan di lingkungan keluarga Sebagai pengguna jalan harus mematuhi aturan di
tertib dan aturan 7. Menyebutkan aturan yang berlaku jalan tentang tertib rambu rambu lalu lintas

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


yang berlaku di lingkungan sekolah
dalam kehidupan 8. Menunjukkan sikap melaksanakan
sehari-hari di aturan di jalan dengan berjalan di
rumah dan sebelah kiri, menyeberang dengan
sekolah menggunakan jembatan
4.2 Melaksanakan penyeberangan (disiplin)
tata tertib dan 9. Membiasakan diri menyeberang di
aturan di jalan dengan menggunakan zebra
lingkungan cross(disiplin). jembatan penyeberangan
keluarga dan
sekolah. Contoh mematuhi aturan berlalu lintas:
menggunakan helm ketika mengendarai sepeda
motor.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Berjalan trotoar

57
56
58
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas

zebra cross
Pengguna jalan khususnya pejalan kaki
berjalan di sebelah kiri dengan penuh konsentrasi,
sedangkan bila akan menyeberang jalan melalui
zebra cross dan jembatan penyeberangan. Hal ini
dimaksudkan agar terhindar dari kecelakaan.
2. 1.2 Menerima Tema 8: Keselamatan di rumah dan 1. Contoh macam Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan
kebersamaan Perjalanan macam rambu lalu Jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat,
dalam 1. Mengidentifikasi karakteristik lintas dan/atau perpaduan yang berfungsi sebagai
keberagaman masing- masing individu di 2. Perlindungan peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi
sebagai anugerah lingkungan rumah. kepada teman Pengguna Jalan
Tuhan Yang Maha 2. Menunjukkan contoh macam yang akan
Esa di lingkungan macam rambu lalu lintas menyeberang
rumah dan 3. Menjaga keselamatan teman yang jalan
sekolah hendak menyeberang jalan 3. Contoh
2.3 Menunjukkan walaupun berbeda suku(ikhlas). keberagamanan
perilaku toleran 4. Menunjukkan sikap mau mau pengguna jalan
terhadap menolong orang tua yang 4. Sikap saling
keberagaman menyeberangan jalan (peduli) menghargai
karakteristik 5. Menjelaskan makna keberagaman sesama teman di
individu, dalam karakteristik individu di lingkungan jalan waalaupun
kehidupan rumah berbeda warna
beragama, suku, 6. Memberikan contoh kulit.
fisik, dan psikis di keberagamanan pengguna jalan
rumah dan 7. Membedakan masing- masing
sekolah individu di lingkungan rumah
3.3 Memahami makna berdasarkan karakteristik yang
keberagaman dimilikinya.
karakteristik 8. Menunjukkan sikap mau Contoh rambu rambu lalu lintas:

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
57
Dimensi, Indikator, Nilai, Moral, Materi Pembelajaran Terintegrasi Pendidikan
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran
dan Etika berlalu lintas Lalu Lintas
individu di rumah berinteraksi dengan beragam Rambu-rambu lalu lintas tersebut perlu
dan di sekolah teman dilingkungan rumah. diketahui oleh peserta didik kelas II dan dapat
4.3 Berinteraksi 9. Menceritakan bentuk keberagaman dilaksanakan bila bertemu rambu-rambu tersebut di
dengan beragam teman di lingkungan rumah dengan jalan. Manfaat mematuhi rambu-rambu lalu lintas
teman di percaya diri terciptanya keselamatan dalam melakaukan
lingkungan rumah 10. Mengidentifikasi karakteristik perjalanan.
dan sekolah. masing- masing individu di Seorang peserta didik pulang dari sekolah
lingkungan sekolah. merasa kesulitan untuk menyeberang jalan.
Perilakunya diketahui oleh temannya, kemudian
11. Menceritakan bentuk keberagaman segera membantu untuk menyeberangkannya. Hal
teman di lingkungan sekolah itu dilakukan dengan tulus hati rasa peduli yang
dengan penuh percaya diri tinggi. Sungguh mulia perilaku temanmu. Perlukah
12. Membedakan masing- masing ditiru?

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


individu di lingkungan sekolah Pengguna Jalan adalah orang yang
berdasarkan karakteristik yang menggunakan Jalan untuk berlalu lintas. Siapakah
dimiliki. pengguna jalan itu?
13. Menunjukkan sikap saling Pengguna Jalan terdiri dari pejalan kaki,
menghargai sesama teman di jalan pesepeda, pengemudi kendaraan bermotor (roda
dua, roda tiga, roda empat dst).
waalaupun berbeda warna Jalan bukan milik pribadi, jalan milik bersama.
kulit(kesetaraan) Oleh karena itu kita tidak boleh ugal-ugalan di jalan,
14. Menjelaskan makna keberagaman tidak boleh kebut-kebutan di jalan, tetapi kita harus
karakteristik individu di lingkungan menghargai sesama pengguna jalan walaupun
sekolah terdapat perbedaan agama, suku, jenis kelamin. ,

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
59
58
60
B. Model Pengintegrasian dalam Pengembangan Silabus (Sebagai Pengembangan Pembelajaran Tematik)

Kompetensi Inti:
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Indikator Pencapaian Alokasi Sumber


Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
Tema 1 (Hidup Rukun)
1.2 Menerima Tema 1 Hidup Rukun 1. Pengertian Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan 1. Bersyukur kepada Tuhan hidup rukun • Membaca pada buku tentang pengertian hidup digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam YME karena tetap hidup 2. Contoh perilaku rukun hasil pekerjaan baik dengan Untuk
keberagaman rukun walaupun terdapat rukun di rumah jumlah
• Membaca bahan ajar contoh perilaku rukun di individu maupun SD/MI
perbedaan pembagian dan di sekolah
sebagai anugerah tugas di rumah 3. Perilaku rumah dan di sekolah kelompok tentang pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang 2. Menyebutkan keberagaman kebersamaan • Mengamati gambar perilaku kebersamaan pengertian hidup rukun pelajaran Jakarta:
Maha Esa di anggota keluarga dengan dengan anggota keluarga dalam berjalan kaki di dan contoh perilaku PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah berdasarkan jenis kelamin anggota jalan raya rukun di rumah dan di d, 2014
dan sekolah 3. Menunjukkan perilaku keluarga dalam • Mengamati gambar kebersamaan keluarga sekolah • Permendi
2.3 Menun jukkan kebersamaan dengan berjalan kaki di dengan anggota keluarga yang berbeda • Tes digunakan untuk kbud
perilaku toleran anggota keluarga dalam jalan raya kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan menilai hasil belajar Nomor.57
terhadap berjalan kaki di jalan raya 4. Kebersamaan secara individu tentang Tahun
(kebersamaan) keluarga lewat zebra cross
keberagaman • Mengamati gambar contoh perilaku rukun pengetahuan 2013
4. Menyebutkan keberagaman dengan
karakteristik anggota keluarga anggota dengan teman saat pulang sekolah di jalan kebersamaan keluarga • Permendi
individu, dalam berdasarkan keluarga yang Menanya dengan anggota kbud
kehidupan kegemaran/hobi berbeda • Mengajukan pertanyaan tentang pengertian keluarga yang berbeda Nomor.53
beragama, suku, 5. Menunjukkan kebersamaan kegemaran/hob hidup rukun kegemaran/hobi dalam Tahun
fisik, dan psikis di keluarga dengan anggota i dalam • Mengajukan pertanyaan tentang contoh menyeberang jalan 2015

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
59
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
rumah dan keluarga yang berbeda menyeberang perilaku rukun di rumah dan di sekolah lewat zebra cross. • www.wiki
sekolah kegemaran/hobi dalam jalan lewat • Mengajukan pertanyaan tentang gambar • perilaku kebersamaan pedia.
3.3 Memahami menyeberang jalan lewat zebra cross perilaku kebersamaan dengan anggota dengan anggota com
makna zebra cross (kebersamaan) 5. Contoh perilaku
keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya keluarga dalam berjalan
6. Menjelaskan keberagaman rukun dengan
keberagaman anggota keluarga teman saat • Menyusun pertanyaan tentang gambar kaki di jalan raya
karakteristik berdasarkan sifat sifat yang pulang sekolah kebersamaan keluarga dengan anggota • contoh perilaku rukun
individu di rumah dimiliki di jalan keluarga yang berbeda kegemaran/hobi dalam dengan teman saat
dan di sekolah 7. Menceritakan pengalaman 6. Pengalaman menyeberang jalan lewat zebra cross pulang sekolah di jalan.
4.3 Berinteraksi perilaku kerja sama perilaku kerja • Menyusun pertanyaan tentang contoh perilaku • Pengamatan, penilaian
dengan beragam berangkat sekolah dengan sama rukun dengan teman saat pulang sekolah di ini merupakan penilaian
teman di teman(berani) berangkat jalan. proses untuk menilai
8. Menunjukkan keberagaman sekolah dengan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


lingkungan rumah Mengumpulkan Data perilaku dan sikap
dan sekolah.. anggota keluarga teman
berdasarkan sifat sifat yang • Mencari dari berbagai sumber belajar dan peserta didik dalam
dimiliki mendiskusikan tentang pengertian hidup rukun proses pembelajaran
9. Mengidentifikasi • Mencari dari berbagai sumber belajar dan baik secara individu
keberagaman teman mendiskusikan contoh perilaku rukun di rumah maupun kelompok.
bermain di sekitar rumah dan di sekolah
berdasarkan kegemaran • Mencari dari berbagai sumber belajar tentang
10. Menciptakan perilaku rukun perilaku kebersamaan dengan anggota
di sekitar rumah
11. Mengidentifikasi keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya
keberagaman teman • Mencari dari berbagai sumber belajar dan
bermain di sekitar rumah mendiskusikan tentang kebersamaan keluarga
berdasarkan ciri ciri pisik dengan anggota keluarga yang berbeda
tubuh kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan
12. Mengidentifikasi lewat zebra cross.
keberagaman teman • Mencari dari berbagai sumber belajar dan
bermain di sekitar rumah

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
mendiskusikan tentang contoh perilaku rukun
berdasarkan suku bangsa
13. Menerima keberagaman dengan teman saat pulang sekolah di jalan
teman bermain di sekitar Mengasosiasi
rumah • Mendiskusikan tentang pengertian hidup rukun
14. Mengidentifikasi • Mendiskusikan contoh perilaku rukun di rumah
keberagaman teman teman dan di sekolah
satu kelas berdasarkan sifat • Mendiskusikan tentang perilaku kebersamaan
sifat yang dimiliki dengan anggota keluarga dalam berjalan kaki di
15. Menunjukkan contoh

61
60
62
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
perilaku rukun dengan jalan raya.
teman saat pulang sekolah • Mendiskusikan kebersamaan keluarga dengan
di jalan (kebersamaan) anggota keluarga yang berbeda
16. Menyebutkan keberagaman
kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan
teman teman satu kelas
berdasarkan jenis kelamin lewat zebra cross
17. Menerima keberagaman • Mendiskusikan contoh perilaku rukun dengan
individu di sekolah dengan teman saat pulang sekolah di jalan.
tulus hati Mengkomunikasikan
18. Mengidentifikasi • Mempresentasikan berbagai tugas individu dan
keberagaman teman teman kelompok tentang pengertian hidup rukun dan
satu kelas berdasarkan contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
suku bangsa
19. Menerapkan sikap • Melaporkan secara tertulis hasil diskusi tentang
keberagaman individu di pengertian hidup rukun dan contoh perilaku
sekolah rukun di rumah dan di sekolah
20. Menyebutkan keberagaman • Memajang hasil karya.
teman teman satu kelas • Mempresentasikan tentang pengalaman
berdasarkan suku bangsa perilaku kerja sama berangkat sekolah dengan
21. Menyebutkan keberagaman teman
teman teman satu kelas
berdasarkan cita cita
22. Menunjukkan perilaku mau
berinteraksi dengan
beragam teman di
lingkungan sekolah
23. Berperilaku mau
berinteraksi dengan
beragam teman di
lingkungan sekolah tanpa
membedakan jenis kelamin
dan status social.
1.1 Menerima 1. Bersyukur kepada Tuhan 1. Sikap bergaul Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
keberagaman YME bahwa terdapat dengan • Membaca pada buku tentang bergaul dengan digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
karakteristik perbedaan individu tapi sesama sesama pengguna jalan tanpa membedakan hasil pekerjaan baik dengan Untuk
individu dalam tetap hidup rukun pengguna jalan agama, suku, dan fisik individu maupun jumlah SD/MI
kehidupan 2. Menunjukkan sikap bergaul tanpa • Membaca bahan ajar tentang contoh Perilaku kelompok tentang pertemuan Kelas II,
beragama, suku dengan sesama pemakai membedakan rukun, mau berteman dengan sesama bergaul dengan sesama pelajaran Jakarta:

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
61
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
bangsa, ciri-ciri jalan tanpa membedakan agama, suku, pengguna jalan yang berbeda jenis kelamin, pengguna jalan tanpa PPKn) Kemdikbu
fisik, psikis, dan agama, suku, dan fisik dan fisik. kegemaran/hobi, cita-cita dan sifat dalam membedakan agama, d, 2014
hobby sebagai (kebersamaan) 2. Contoh keberagaman yang dilandasi rasa suku, dan fisik • Permendi
anugerah Tuhan 3. Menyebutkan bentuk Perilaku rukun, persaudaraan • Tes digunakan untuk kbud
Yang Maha Esa bentuk kegiatan bersama mau berteman Menanya menilai hasil belajar Nomor.57
di lingkungan teman di sekitar rumah dengan • Mengajukan pertanyaan tentang bergaul secara individu tentang Tahun
rumah dan yang berbeda jenis kelamin, sesama dengan sesama pengguna jalan tanpa pengetahuan contoh 2013
sekolah kegemaran/hobi, cita-cita pengguna jalan membedakan agama, suku, dan fisik Perilaku rukun, mau • Permendi
2.3 Menunjukkan dan sifat dalam yang berbeda • Mengajukan pertanyaan tentang contoh berteman dengan kbud
perilaku toleran keberagaman jenis kelamin, Perilaku rukun, mau berteman dengan sesama sesama pengguna jalan Nomor.53
terhadap 4. Menunjukkan contoh kegemaran/hob pengguna jalan yang berbeda jenis kelamin, yang berbeda jenis Tahun

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


keberagaman perilaku rukun, mau bi, cita-cita dan kegemaran/hobi, cita-cita dan sifat dalam kelamin, 2015
karakteristik berteman dengan sesama sifat dalam keberagaman yang dilandasi rasa kegemaran/hobi, cita- • www.wiki
individu, dalam pemakai jalan yang keberagaman persaudaraan cita dan sifat dalam pedia.
kehidupan berbeda jenis kelamin, yang dilandasi Mengumpulkan Data keberagaman yang com
beragama, suku, kegemaran/hobi, cita-cita rasa • Mencari dari berbagai sumber belajar dan dilandasi rasa
fisik, dan psikis di dan sifat dalam persaudaraan mendiskusikan tentang bergaul dengan sesama persaudaraan
rumah dan keberagaman yang pengguna jalan tanpa membedakan agama, • Pengamatan, penilaian
sekolah dilandasi rasa suku, dan fisik ini merupakan penilaian
3.4 Memahami arti persaudaraan • Mencari dari berbagai sumber belajar dan proses untuk menilai
bersatu dalam (kebersamaan) mendiskusikan contoh Perilaku rukun, mau perilaku dan sikap
keberagaman di 5. Menyebutkan bentuk berteman dengan sesama pengguna jalan yang peserta didik dalam
rumah dan bentuk kegiatan bersama berbeda jenis kelamin, kegemaran/hobi, cita- proses pembelajaran
sekolah teman di sekitar rumah cita dan sifat dalam keberagaman yang baik secara individu
4.4 Bermain peran dalam keberagaman suku dilandasi rasa persaudaraan maupun kelompok.
tentang bersatu bangsa Mengasosiasi
dalam 6. Berpeilaku rukun dengan • Mendiskusikan tentang bergaul dengan sesama

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
keberagaman di cara bergaul dengan teman pengguna jalan tanpa membedakan agama,
lingkungan rumah di sekitar rumah yang suku, dan fisik
dan sekolah. berbeda jenis kelamin, • Mendiskusikan contoh perilaku rukun, mau
kegemaran, suku bangsa berteman dengan sesama pengguna jalan yang
dan sifat berbeda jenis kelamin, kegemaran/hobi, cita-
7. Menyebutkan bentuk cita dan sifat dalam keberagaman yang
bentuk kegiatan bersama dilandasi rasa persaudaraan
teman di sekitar rumah

63
62
64
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
dalam keberagaman sifat. Mengkomunikasikan
• Mempresentasikan berbagai tugas individu dan
kelompok tentang bergaul dengan sesama
pengguna jalan tanpa membedakan agama,
suku, dan fisik
• Melaporkan secara tertulis hasil diskusi tentang
contoh perilaku rukun, mau berteman dengan
sesama pengguna jalan yang berbeda jenis
kelamin, kegemaran/hobi, cita-cita dan sifat
dalam keberagaman yang dilandasi rasa
persaudaraan
• Memajang hasil karya.
Tema 2: Bermain di lingkunganku
1.2 Menerima Tema 2: Bermain di 1. Contoh Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan lingkunganku bermain di • Membaca teks tentang contoh bermain di digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam 1. Bersyukur kepada Tuhan lingkungan lingkungan rumah sesuai dengan ketertiban hasil pekerjaan baik dengan Untuk
keberagaman YME dapat bermain dengan rumah sesuai lalulintas individu maupun jumlah SD/MI
sebagai anugerah teman yang beragam dengan • Mengamati gambar tentang contoh perilaku kelompok tentang pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang 2. Memberi kesempatan ketertiban rukun dengan teman di sekolah tatkala contoh bermain di pelajaran Jakarta:
Maha Esa di kepada teman yang lalulintas berangkat dan pulang sekolah berjalan lingkungan rumah PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah berbeda agama untuk 2. Contoh perilaku bersama sama(kebersamaan) sesuai dengan d, 2014
dan sekolah menjalankan ibadah rukun dengan • Mengamati gambar tentang contoh tidak ketertiban lalulintas • Permendi
2.3 Menunjukkan 3. Menyebutkan keberagaman teman di membeda-bedakan teman ketika perjalanan • Contoh perilaku rukun kbud
perilaku toleran anggota keluarga sekolah tatkala berangkat dan pulang sekolah
dengan teman di Nomor.57
terhadap berdasarkan jenis kelamin berangkat dan Menanya
sekolah tatkala Tahun
keberagaman 4. Menyebutkan keberagaman pulang sekolah • Mengajukan pertanyaan tentang contoh
bermain di lingkungan rumah sesuai dengan berangkat dan pulang 2013
karakteristik anggota keluarga berjalan sekolah berjalan • Permendi
ketertiban lalulintas
individu, dalam berdasarkan kegemaran bersama bersama kbud
• Mengajukan pertanyaan tentang
kehidupan 5. Menunjukkan contoh sama(kebersa sama(kebersamaan) Nomor.53
• tentang contoh perilaku rukun dengan teman di
beragama, suku, bermain di lingkungan maan) • Tes digunakan untuk Tahun
sekolah tatkala berangkat dan pulang sekolah
fisik, dan psikis di rumah sesuai dengan 3. Contoh tidak berjalan bersama sama(kebersamaan) menilai hasil belajar 2015
rumah dan ketertiban lalulintas(disiplin) membeda- • Mengajukan pertanyaan tentang contoh tidak secara individu tentang • www.wiki
sekolah 6. Menjelaskan keberagaman bedakan teman membeda-bedakan teman ketika perjalanan pengetahuan contoh pedia.
3.3 Memahami anggota keluarga ketika berangkat dan pulang sekolah tidak membeda- com
makna berdasarkan sifat yang perjalanan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
63
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
keberagaman dimiliki (pendiam, ramah, berangkat dan Mengumpulkan Data bedakan teman ketika
karakteristik suka menolong, suka pulang sekolah. • Mencari informasi ke berbagai sumber tentang perjalanan berangkat
individu di rumah marah, sabar dan lain-lain) contoh bermain di lingkungan rumah sesuai dan pulang sekolah.
dan di sekolah 7. Menceritakan pengalaman dengan ketertiban lalulintas • Pengamatan, penilaian
4.3 Berinteraksi ketika membantu anggota • Mencari informasi dan mendiskusikan tentang ini merupakan penilaian
dengan beragam keluarga yang berbeda tentang contoh perilaku rukun dengan teman di proses untuk menilai
teman di jenis kelamin, kegemaran sekolah tatkala berangkat dan pulang sekolah perilaku dan sikap
lingkungan rumah dan sifat/karakter berjalan bersama sama(kebersamaan). peserta didik dalam
dan sekolah. 8. Menyebutkan keberagaman • Mencari informasi dan mendiskusikan tentang proses pembelajaran
teman-teman satu kelas contoh tidak membeda-bedakan teman ketika baik secara individu
berdasarkan jenis kelamin perjalanan berangkat dan pulang sekolah maupun kelompok
Mengasosiasi

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


9. Menyebutkan keberagaman
teman-teman satu kelas • Mengumpulkan bahan contoh bermain di
lingkungan rumah sesuai dengan ketertiban
berdasarkan kegemaran
lalulintas
10. Menunjukkan contoh
• Mengumpulkan bahan tentang contoh perilaku
perilaku rukun dengan
rukun dengan teman di sekolah tatkala
teman di sekolah tatkala berangkat dan pulang sekolah berjalan
pulang sekolah berjalan bersama sama(kebersamaan)
bersama • Mengumpulkan bahan tentang contoh tidak
sama(kebersamaan) membeda-bedakan teman ketika perjalanan
11. Menunjukkan contoh tidak berangkat dan pulang sekolah
membeda-bedakan teman Mengomunikasikan
ketika perjalanan pulang • Mempresentasikan hasil diskusi tentang contoh
sekolah(kesetaraan,kebers bermain di lingkungan rumah sesuai dengan
amaan) ketertiban lalulintas.
• Memajang hasil kerja yang memuat contoh
perilaku rukun dengan teman di sekolah tatkala

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
berangkat dan pulang sekolah berjalan
bersama sama(kebersamaan).
• Mempresentasikan hasil diskusi tentang contoh
tidak membeda-bedakan teman ketika
perjalanan berangkat dan pulang sekolah.
1.1 Menerima Tema 2: Bermain di 1. Komitmen tidak Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
keberagaman lingkunganku bermain di • Membaca teks tentang ketertiban berlalu lintas digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
karakteristik 1. Bersyukur kepada Tuhan jalan. dalam keberagaman di lingkungan sekolah. hasil pekerjaan baik dengan Untuk
YMEbahwa terdapat

65
64
66
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
individu dalam perbedaan agama tapi 2. Ketertiban • Mengamati gambar tentang bantuan kepada individu maupun jumlah SD/MI
kehidupan tetap hidup rukun berlalu lintas teman yang berbeda jenis kelamin, kegemaran kelompok tentang pertemuan Kelas II,
beragama, suku 2. Menyatakan kesediaan dalam dan sifat/karakter dalam menyeberang jalan ketertiban berlalu lintas pelajaran Jakarta:
bangsa, ciri-ciri untuk tidak bermain di jalan keberagaman dalam keberagaman di PPKn) Kemdikbu
3. Mengidentifikasi berbagai • Mengamati gambar tentang pertolongan
fisik, psikis, dan kegiatan yang menunjukkan di lingkungan kepada teman yang jatuh dari sepeda di jalan lingkungan sekolah d, 2014
hobby sebagai sikap bersatu dalam sekolah. • Mengamati gambar tentang contoh kerja sama • Tes digunakan untuk • Permendi
anugerah Tuhan keberagaman di rumah 3. Bantuan dalam memberikan bantuan kepada teman menilai hasil belajar kbud
Yang Maha Esa 4. Mengidentifikasi berbagai kepada teman yang mengalami musibah di jalan secara individu tentang Nomor.57
di lingkungan kegiatan yang menunjukkan yang berbeda Menanya pengetahuan contoh Tahun
rumah dan sikap bersatu dalam jenis kelamin, • Mengajukan pertanyaan tentang ketertiban kerja sama dalam 2013
sekolah keberagaman di sekolah kegemaran dan berlalu lintas dalam keberagaman di memberikan bantuan • Permendi
2.3 Menunjukkan 5. Menjelaskan akibat hidup sifat/karakter kepada teman yang kbud
tidak bersatu dalam lingkungan sekolah.
perilaku toleran dalam • Mengajukan pertanyaan tentang cara mengalami musibah di Nomor.53
keberagaman
terhadap 6. Menunjukkan sikap hidup menyeberang memberikan bantuan kepada teman yang jalan Tahun
keberagaman bersatu dalam bermain jalan berbeda jenis kelamin, kegemaran dan • Pengamatan, penilaian 2015
karakteristik dengan rasa persaudaraan 4. Pertolongan sifat/karakter dalam menyeberang jalan ini merupakan penilaian • www.wiki
individu, dalam 7. Menjelaskan arti bersatu kepada teman • Mengajukan pertanyaan tentang bagaimana proses untuk menilai pedia.
kehidupan dalam keberagaman di yang jatuh dari memberikan pertolongan kepada teman yang perilaku dan sikap com
beragama, suku, rumah dan di sekolah sepeda di jalan jatuh dari sepeda di jalan peserta didik dalam
fisik, dan psikis di 8. Menampilkan praktik 5. Contoh kerja proses pembelajaran
tentang ketertiban berlalu • Mengajukan pertanyaan tentang contoh kerja
rumah dan sama dalam sama dalam memberikan bantuan kepada baik secara individu
sekolah lintas dalam keberagaman memberikan
di lingkungan sekolah teman yang mengalami musibah di jalan maupun kelompok
3.4 Memahami arti dengan rasa percaya diri bantuan Mengumpulkan Data
bersatu dalam (berani) kepada teman
• Mencari informasi ke berbagai sumber tentang
keberagaman di 9. Menjelaskan manfaat hidup yang
ketertiban berlalu lintas dalam keberagaman di
rumah dan kbersatu dalam mengalami
lingkungan sekolah
sekolah keberagaman musibah di
10. Menjelaskan akibat hidup • Mencari informasi dan mendiskusikan tentang
4.4 Bermain peran jalan
tidak bersatu dalam tentang cara memberikan bantuan kepada
tentang bersatu
keberagaman teman yang berbeda jenis kelamin, kegemaran
dalam
11. Mengidentifikasi berbagai dan sifat/karakter dalam menyeberang jalan
keberagaman di
kegiatan yang menunjukkan • Mencari informasi dan mendiskusikan tentang
lingkungan rumah sikap bersatu dalam
dan sekolah bagaimana cara memberikan pertolongan
keberagaman di rumah kepada teman yang jatuh dari sepeda di jalan
teman • Mencari informasi dan mendiskusikan tentang
12. Berperilaku rukun dengan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
65
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
setiap teman yang berbeda contoh kerja sama dalam memberikan bantuan
jenis kelamin, kegemaran, kepada teman yang mengalami musibah di
dan sifat/karakter jalan
13. Menyebutkan bentuk Mengasosiasi
bentuk kegiatan bersama
teman dalam keberagaman • Mengumpulkan bahan tentang ketertiban
kegemaran/hobi berlalu lintas dalam keberagaman di
14. Memberikan bantuan lingkungan sekolah
kepada teman yang • Mengumpulkan bahan tentang tentang cara
berbeda jenis kelamin, memberikan bantuan kepada teman yang
kegemaran dan berbeda jenis kelamin, kegemaran dan
sifat/karakter dalam sifat/karakter dalam menyeberang jalan
menyeberang jalan dengan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


• Mengumpulkan bahan tentang cara
tulus hati (ikhlas)
15. Bekerja sama dalam memberikan pertolongan kepada teman yang
melaksanakan kegiatan jatuh dari sepeda di jalan
bersama teman yang • Mengumpulkan bahan tentang contoh kerja
berbeda jenis sama dalam memberikan bantuan kepada
kelamin,kegemaran dan teman yang mengalami musibah di jalan
sifat/ karakter Mengomunikasikan
16. Menyebutkan bentuk • Mempresentasikan hasil diskusi tentang
bentuk kegiatan bersama
teman teman satu kelas ketertiban berlalu lintas dalam keberagaman di
dalam keberagaman lingkungan sekolah.
kegemaran/hobi • Memajang hasil kerja yang memuat cara
17. Menceritakan perilaku memberikan bantuan kepada teman yang
rukun dengan teman di berbeda jenis kelamin, kegemaran dan
sekolah yang berbeda jenis sifat/karakter dalam menyeberang jalan
kelamin dan kegemaran • Mempresentasikan hasil diskusi
18. Berperilaku rukun ( ramah, tentang.pernyataan berupa komitmen tidak

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
tidak mengejek, toleran )
dengan setiap teman kyang bermain di jalan
berbeda jenis kelamin,
kegemaran, agama , suku
dan sifat/karakter
19. Menyebutkan bentuk
bentuk kegaiatan bersama
teman teman satu kelas
dan keragaman jenis

67
66
68
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
kelamin
20. Menyebutkan bentuk
bentuk kegiatan bersama
teman teman satu kelas
dan keragaman/hobi
21. Memberikan pertolongan
kepada teman yang jatuh
dari sepeda di jalan dengan
tulus hati(ikhlas)
22. Menunjukan contoh kerja
sama dalam memberikan
bantuan kepada teman
yang mengalami musibah di
jalan.dengan penuh rasa
persaudaraan/kekeluargaan
(kebersamaan)
Tema 3: Tugasku Sehari-hari
1.1 Menerima Tema 3: Tugasku Sehari-hari 1. Contoh perilaku Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
keberagaman 1. Menyatakan bahwa yang • Membaca teks yang berisi tentang contoh digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
karakteristik perbedaan kita dengan mencerminkan perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila hasil pekerjaan baik dengan Untuk
individu dalam orang lain merupakan nilai Pancasila jumlah
dalam menjalankan etika berlalu lintas. individu maupun SD/MI
anugerah Tuhan YME. dalam
kehidupan 2. Menyatakan kesanggunpan menjalankan • Mengamati gambar contoh perilaku toleran kelompok tentang pertemuan Kelas II,
beragama, suku akan memperlakukan etika berlalu terhadap orang lain, menolong orang lain, dan Contoh perilaku yang pelajaran Jakarta:
bangsa, ciri-ciri teman/orang lain lintas setia kawan dalam kehidupan di jalan raya. mencerminkan nilai PPKn) Kemdikbu
fisik, psikis, dan 3. Mengidentifikasi 2. Contoh perilaku • Membaca teks yang berisi tentang contoh Pancasila dalam d, 2014
hobby sebagai simbolsymbol sila Pancasila toleran perilaku di jalan raya sesuai makna simbol dari menjalankan etika • Permendi
anugerah Tuhan dalam lambang negara terhadap orang sila ke tiga Pancasila berlalu lintas kbud
Yang Maha Esa “Garuda Pancasila”. lain, menolong • Membaca teks yang berisi tentang contoh • Tes digunakan untuk Nomor.57
di lingkungan 4. Menjelaskan arti orang lain, dan menilai hasil belajar Tahun
simbolsymbol Pancasila setia kawan perilaku di jalan raya sesuai makna symbol dari
rumah dan sila pertama Pancasila yakni berdoa sebelum secara individu tentang 2013
5. Memberi contoh sikap yang dalam
sekolah mencerminkan nilai kehidupan di berangkat dalam perjalanan pengetahuan etika • Permendi
2.1 Menunjukkan Pancasila jalan raya • Membaca teks yang berisi tentang contoh berlalu lintas. kbud
perilaku toleransi, 6. Membuat tabel tentang 3. Contoh perilaku perilaku yang mencerminkan sila ke empat • Pengamatan, penilaian Nomor.53
kasih sayang, perilaku yang di jalan raya Pancasila, antara lain melaksanakan hasil ini merupakan penilaian Tahun
jujur, disiplin, mencerminkan nilai sesuai makna musyawarah dengan penuh tanggung jawab proses untuk menilai 2015
tanggung jawab, Pancasila simbol dari sila tentang aturan berlalu lintas perilaku dan sikap • www.wiki
7. Membuat tabel tentang ke tiga

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
67
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
santun, peduli, perilaku yang menunjukkan Pancasila • Membaca teks yang berisi tentang contoh peserta didik dalam pedia.
dan percaya diri perilaku di sekitar sekolah 4. Contoh perilaku perilaku yang mencerminkan nilai sila kelima proses pembelajaran com
dalam yang sesuai dengan sila di jalan raya Pancasila antara lain mengumpulkan bantuan baik secara individu
berinteraksi Pancasila sesuai makna maupun kelompok
untuk korban kecelakaan lalulintas
8. Menunjukkan contoh symbol dari sila
dengan keluarga, perilaku yang pertama Menanya
teman, dan guru mencerminkan nilai Pancasila yakni Menyusun pertanyaan tentang
sebagai Pancasila dalam berdoa • Contoh perilaku yang mencerminkan nilai
perwujudan moral menjalankan etika berlalu sebelum Pancasila dalam menjalankan etika berlalu
Pancasila lintas.(tanggung jawab) berangkat lintas.
3.1 Mengenal simbol- 9. Mengidentifikasi perilaku dalam • Contoh perilaku toleran terhadap orang lain,
simbol sila yang tidak mencerminkan perjalanan menolong orang lain, dan setia kawan dalam
nilai Pancasila 5. Contoh perilaku

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Pancasila dalam kehidupan di jalan raya.
lambang negara 10. Memberikan alasan yang
terhadap perilaku yang mencerminkan • Contoh perilaku di jalan raya sesuai makna
“Garuda diamati berdasarkan nilai sila ke empat simbol dari sila ke tiga Pancasila
Pancasila” Pancasila Pancasila, • Contoh perilaku di jalan raya sesuai makna
4.1 Mengamati dan 11. Membuat kliping tentang antara lain symbol dari sila pertama Pancasila yakni
menceritakan perilaku yang melaksanakan berdoa sebelum berangkat dalam perjalanan
perilaku di sekitar mencerminkan nilai hasil • Contoh perilaku yang mencerminkan sila ke
rumah dan Pancasila musyawarah empat Pancasila, antara lain melaksanakan
sekolah dan 12. Membuat kliping tentang dengan penuh
perilaku yang tidak tanggung jawab hasil musyawarah dengan penuh tanggung
mengaitkannya jawab tentang aturan berlalu lintas
dengan mencerminkan nilai tentang aturan
Pancasila berlalu lintas • Contoh perilaku yang mencerminkan nilai sila
pengenalannya 13. Mengelompokkan berbagai 6. Contoh perilaku kelima Pancasila antara lain mengumpulkan
terhadap kegiatan yang yang bantuan untuk korban kecelakaan lalulintas
beberapa simbol mencerminkan nilai mencerminkan Mengumpulkan Data
sila Pancasila.. Pancasila berkaitan dengan nilai sila kelima • Mencari informasi dari berbagai sumber dan
perilaku toleran terhadap Pancasila

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
mendiskusikan tentang
orang lain, menolong orang antara lain
lain, dan setia kawan mengumpulkan • Contoh perilaku yang mencerminkan nilai
14. Menunjukkan contoh bantuan untuk Pancasila dalam menjalankan etika berlalu
perilaku toleran terhadap korban lintas.
orang lain, menolong orang kecelakaan • Contoh perilaku toleran terhadap orang lain,
lain, dan setia kawan lalulintas menolong orang lain, dan setia kawan dalam
dalam kehidupan di jalan kehidupan di jalan raya.
raya(peduli) • Contoh perilaku di jalan raya sesuai makna
15. Menunjukkan perilaku yang .

69
68
70
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
mencerminkan nilai-nilai simbol dari sila ke tiga Pancasila
Pancasila • Contoh perilaku di jalan raya sesuai makna
16. Berperilaku di sekitar rumah symbol dari sila pertama Pancasila yakni
sesuai makna simbol dari
berdoa sebelum berangkat dalam perjalanan
sila Pancasila dalam
lambing negara Garuda • Contoh perilaku yang mencerminkan sila ke
Pancasila empat Pancasila, antara lain melaksanakan
17. Menunjukkan contoh hasil musyawarah dengan penuh tanggung
perilaku di sekolah yang jawab tentang aturan berlalu lintas
sesuai dengan makna • Contoh perilaku yang mencerminkan nilai sila
symbol dari sila ke tiga kelima Pancasila antara lain mengumpulkan
Pancasila dalam lambang bantuan untuk korban kecelakaan lalulintas
negara Garuda Pancasila.
Mengasosiasi:
18. Menunjukkan contoh
perilaku di jalan raya sesuai • Mendiskusikan tentang contoh perilaku yang
makna simbol dari sila ke mencerminkan nilai Pancasila dalam
tiga Pancasila yakni menjalankan etika berlalu lintas
dengan sungguh-sungguh • Mendiskusikan tentang contoh perilaku yang
dan hidmat (tanggung mencerminkan sila ke empat Pancasila, antara
jawab) lain melaksanakan hasil musyawarah dengan
19. Mengelompokkan berbagai penuh tanggung jawab tentang aturan berlalu
contoh kegiatan yang
sesuai dengan sila sila lintas
Pancasila dalam lambang Mengkomunikasikan
Negara Garuda Pancasila. • Mempresentasikan hasil pengamatan tentang
20. Menceritakan perilaku yang contoh perilaku yang mencerminkan nilai
dilakukan di sekitar rumah Pancasila dalam menjalankan etika berlalu
yang sesuai dengan symbol lintas
symbol Pancasila • Mempresentasikan hasil pengamatan tentang
21. Menunjukkan contoh contoh perilaku yang mencerminkan sila ke
perilaku di sekolah yang
sesuai dengan makna empat Pancasila, antara lain melaksanakan
symbol dari sila pertama hasil musyawarah dengan penuh tanggung
Pancasila dalam lambang jawab tentang aturan berlalu lintas.
Negara Garuda Pancasila.
22. Menunjukkan contoh
perilaku di jalan raya sesuai
makna symbol dari sila
pertama Pancasila yakni

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
69
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
berdoa sebelum berangkat
dalam perjalanan (disiplin)
23. Memberikan alasan
menghindari perilaku yang
bertentangan dengan nilai
Pancasila
24. Menulis cerita tentang
perilaku yang bertentangan
dengan nilai Pancasila
25. Menunjukkan contoh
perilaku yang
mencerminkan sila ke
empat Pancasila, yakni

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


melaksanakan hasil
musyawarah dengan penuh
tanggung jawab tentang
aturan berlalu
lintas(komitmen)
26. Menjelaskan perilaku yang
mencerminkan sila kelima,
27. Menunjukkan contoh
perilaku yang
mencerminkan nilai sila
kelima Pancasila yakni
mengumpulkan bantuan
untuk korban kecelakaan
lalulintas (peduli).
1.2 Menerima Tema 3: Tugasku Sehari hari 1. Pengertian Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan 1. Menyatakan rasa syukur tertib berlalu • Membaca teks yang berisi tentang pengertian digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam memiliki teman yang lintas. tertib berlalu lintas hasil pekerjaan baik dengan Untuk

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
keberagaman berbeda kepandaian tapi 2. Tertib ketika individu maupun jumlah SD/MI
tetap bersama karena berangkat dan • Mengamati gambar tertib ketika berangkat dan
sebagai anugerah anugerah Tuhan YME pulang sekolah pulang sekolah di jalan dengan berjalan di kelompok tentang tertib pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang 2. Melakukan hidup tertib di jalan dengan sebelah kiri, menyeberang melalui zebra cross ketika berangkat dan pelajaran Jakarta:
Maha Esa di ketika berangkat dan berjalan di atau jembatan penyeberangan pulang sekolah di jalan PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah pulang sekolah di jalan sebelah kiri, • Membaca teks yang berisi tentang dengan berjalan di d, 2014
dan sekolah dengan berjalan di sebelah menyeberang • Mengamati gambar contoh perilaku menolong sebelah kiri, • Permendi
2.2 Menunjukkan kiri, menyeberang melallui melalui zebra menyeberangkan orang tua di jalan menyeberang melalui kbud
perilaku patuh zebra cross atau jembatan cross atau Menanya zebra cross atau Nomor.57

71
70
72
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
pada tata tertib penyeberangan(disiplin). jembatan Menyusun pertanyaan tentang jembatan Tahun
dan aturan yang 3. Menyebutkan beberapa penyeberangan • pengertian tertib berlalu lintas penyeberangan 2013
berlaku dalam aturan yang berlaku dalam 3. Contoh perilaku • tertib ketika berangkat dan pulang sekolah di • Tes digunakan untuk • Permendi
kehidupan sehari- kehidupan sehari-hari di menolong
jalan dengan berjalan di sebelah kiri, menilai hasil belajar kbud
rumah menyeberangk
hari di rumah dan 4. Menunjukkan beberapa an orang tua di menyeberang melalui zebra cross atau secara individu tentang Nomor.53
sekolah contoh perilaku yang sesuai jalan jembatan penyeberangan pengetahuan pengertian Tahun
3.2 Memahami tata dengan aturan yang berlaku 4. Nasehat penuh • contoh perilaku menolong menyeberangkan tertib berlalu lintas 2015
tertib dan aturan dalam kehidupan sehari- percaya diri orang tua di jalan • Pengamatan, penilaian • www.wiki
yang berlaku hari di rumah terhadap teman Mengumpulkan Data ini merupakan penilaian pedia.
dalam kehidupan 5. Berperilaku yang sesuai yang bermain Mencari informasi dari berbagai sumber dan proses untuk menilai com
sehari-hari di dengan aturan yang berlaku di jalan raya mendiskusikan tentang perilaku dan sikap
rumah dan dalam kehidupan sehari peserta didik dalam
hari rumah • pengertian tertib berlalu lintas
sekolah • tertib ketika berangkat dan pulang sekolah di proses pembelajaran
6. Menunjukkan beberapa
4.2 Melaksanakan contoh perilaku yang jalan dengan berjalan di sebelah kiri, baik secara individu
tata tertib dan bertentangan dengan menyeberang melalui zebra cross atau maupun kelompok
aturan di aturan yang berlaku dalam jembatan penyeberangan
lingkungan kehidupan sehari-hari di • contoh perilaku menolong menyeberangkan
keluarga dan rumah orang tua di jalan
sekolah 7. Menjelaskan manfaat
Mengasosiasi:
dipatuhinya aturan dalam
kehidupan sehari-hari di • Mendiskusikan tentang pengertian tertib berlalu
rumah lintas
8. Menunjukkan contoh • Mendiskusikan tentang tertib ketika berangkat
perilaku menolong dan pulang sekolah di jalan dengan berjalan di
menyeberangkan orang tua sebelah kiri, menyeberang melalui zebra cross
di jalan(peduli) atau jembatan penyeberangan
9. Menjelaskan akibat Mengkomunikasikan
dilanggarnya aturan dalam
kehidupan sehari hari di • Mempresentasikan hasil pengamatan tentang
rumah contoh perilaku yang mencerminkan nilai
10. Bertanggung jawab atas Pancasila dalam menjalankan etika berlalu
pelanggaran terhadap lintas
aturan dalam kehidupan • Menampilkan peserta didik tentang cara
sehari hari di rumah memberikan nasehat penuh percaya diri
11. Memberi nasehat penuh terhadap teman yang bermain di jalan raya.
percaya diri terhadap teman
yang bermain di jalan raya (

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
71
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
berani )
Tema 4 Aku dan Sekolahku
1.1 Menerima Tema 4: Aku dan Sekolahku 1. Contoh perilaku Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
keberagaman 1. Bersyukur memiliki teman di jalan raya • Mengamati gambar/membaca teks yang berisi digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
karakteristik di sekolah yang berbeda sesuai makna tentang contoh perilaku di jalan raya sesuai hasil pekerjaan baik dengan Untuk
individu dalam sifat karena hal itu simbol dari sila makna simbol dari sila pertama Pancasila yaitu individu maupun jumlah SD/MI
kehidupan merupakan anugerah pertama menolong orang tanpa mengharapkan imbalan/ kelompok tentang pertemuan Kelas II,
Tuhan YME.
beragama, suku 2. Menunjukkan contoh Pancasila yaitu tulus hati contoh perilaku di jalan pelajaran Jakarta:
bangsa, ciri-ciri perilaku di sekolah yang menolong • Mengamati/membaca teks yang berisi tentang dekat sekolah sesuai PPKn) Kemdikbu
fisik, psikis, dan sesuai dengan makna orang tanpa contoh perilaku di jalan sesuai makna simbol makna simbol dari sila d, 2014
hobby sebagai symbol dari sila pertama mengharapkan dari sila kedua Pancasila, yaitu memberikan kedua, ketiga, keempat • Permendi

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


anugerah Tuhan Pancasila dalam lambang imbalan/ tulus pertolongan korban kecelakaan dan kelima Pancasila kbud
Yang Maha Esa Negara Garuda Pancasila. hati • Menyimak penjelasan guru tentang contoh • Tes digunakan untuk Nomor.57
di lingkungan 3. Menunjukkan contoh 2. Contoh perilaku perilaku di jalan dekat sekolah yang sesuai menilai hasil belajar Tahun
rumah dan perilaku di jalan raya sesuai di jalan sesuai secara individu tentang 2013
dengan makna symbol dari sila ketiga Pancasila
sekolah makna simbol dari sila makna simbol
pertama Pancasila yaitu dalam lambang negara Garuda Pancasila contoh perilaku di jalan • Permendi
2.1 Menunjukkan menolong orang tanpa dari sila kedua • Menyimak penjelasan guru tentang Contoh dekat sekolah sesuai kbud
perilaku toleransi, mengharapkan imbalan/ Pancasila, yaitu perilaku di jalan dekat sekolah sesuai makna makna simbol dari sila Nomor.53
kasih sayang, tulus hati (ikhlas). memberikan simbol dari sila keempat Pancasila berdasarkan kedua, ketiga, keempat Tahun
jujur, disiplin, 4. Menunjukkan contoh pertolongan kesepakatan bersama dan kelima Pancasila 2015
tanggung jawab, perilaku di sekolah yang korban • Menyimak penjelasan guru tentang Contoh • Pengamatan, penilaian • www.wiki
santun, peduli, sesuai dengan makna kecelakaan perilaku di jalan dekat sekolah yang sesuai ini merupakan penilaian pedia.
dan percaya diri symbol dari sila kedua 3. Contoh perilaku proses untuk menilai com
Pancasila dalam lambang dengan makna simbol dari sila kelima Pancasila
dalam di jalan dekat dalam lambang negara Garuda Pancasila. perilaku dan sikap
berinteraksi Negara Garuda Pancasila. sekolah yang
5. Menunjukkan contoh Menanya peserta didik dalam
dengan keluarga, perilaku di jalan dekat sesuai dengan Mengajukan pertanyaan tentang proses pembelajaran di
teman, dan guru makna symbol sekolah.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
sekolah sesuai makna • Gambar contoh perilaku di jalan raya sesuai
sebagai simbol dari sila kedua dari sila ketiga makna simbol dari sila pertama Pancasila yaitu
perwujudan moral Pancasila, yaitu Pancasila menolong orang tanpa mengharapkan imbalan/
Pancasila memberikan pertolongan dalam lambang tulus hati
3.1 Mengenal simbol- korban kecelakaan (ikhlas) negara Garuda
6. Menunjukkan contoh • Contoh perilaku di jalan dekat sekolah sesuai
simbol sila Pancasila makna simbol dari sila kedua, ketiga, keempat
Pancasila dalam perilaku di jalan dekat 4. Contoh perilaku
sekolah yang sesuai dan kelima Pancasila
lambang negara di jalan dekat Mengumpulkan Data
dengan makna symbol dari
“Garuda sekolah sesuai

73
72
74
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
Pancasila” sila ketiga Pancasila dalam makna simbol Mencari informasi dari berbagai sumber dan
4.1 Mengamati dan lambang negara Garuda dari sila mendiskusikan tentang
menceritakan Pancasila. keempat • Gambar contoh perilaku di jalan raya sesuai
perilaku di sekitar 7. Berperilaku di sekolah Pancasila makna simbol dari sila pertama Pancasila yaitu
sesuai makna simbol dari
rumah dan sila ketiga Pancasila berdasarkan menolong orang tanpa mengharapkan imbalan/
sekolah dan 8. Menunjukkan contoh kesepakatan tulus hati
mengaitkannya perilaku di jalan dekat bersama • Contoh perilaku di jalan dekat sekolah sesuai
dengan sekolah yang sesuai 5. Contoh perilaku makna simbol dari sila kedua, ketiga, keempat
pengenalannya dengan makna symbol dari di jalan dekat dan kelima Pancasila.
terhadap sila keempat Pancasila sekolah yang Mengasosiasi
beberapa simbol dalam lambang negara sesuai dengan Mendiskusikan tentang
sila Pancasila. Garuda Pancasila. makna simbol • Gambar contoh perilaku di jalan raya sesuai
9. Menunjukkan contoh dari sila kelima
perilaku sesuai makna makna simbol dari sila pertama Pancasila yaitu
simbol dari sila keempat Pancasila menolong orang tanpa mengharapkan imbalan/
Pancasila berdasarkan dalam lambang tulus hati
kesepakatan bersama negara Garuda • Contoh perilaku di jalan dekat sekolah sesuai
(disiplin) Pancasila. makna simbol dari sila kedua, ketiga, keempat
10. Menunjukkan contoh dan kelima Pancasila.
perilaku di sekolah yang Mengkomunikasikan
sesuai dengan makna
simbol dari sila kelima • Mempresentasikan hasil kerja/hasil diskusi
Pancasila dalam lambang kelompok tentang perilaku di jalan dekat
negara Garuda Pancasila. sekolah sesuai makna simbol dari sila kedua,
11. Berperilaku di sekolah ketiga, keempat dan kelima Pancasila
sesuai makna simbol dari
sila kelima Pancasila.
1.1 Menerima Tema 4 Aku dan Sekolahku 1. Kesedian untuk Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
keberagaman 1. Menyatakan rasa syukur berjalan • Mengamati gambar/membaca teks yang berisi digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
karakteristik bahwa walaupun berbeda bersama teman tentang rambu rambu lalu lintas hasil pekerjaan baik dengan Untuk
individu dalam agama, suku bangsa tapi di trotoar tanpa jumlah
• Mengamati gambar/membaca teks yang berisi individu maupun SD/MI
memiliki kedudukan yang
kehidupan sama sebagai makhluk membedakan tentang contoh sikap hidup bersatu dalam kelompok tentang rambu pertemuan Kelas II,
beragama, suku Tuhan YME agama, suku, membantu korban kecelakaan di jalan rambu lalu lintas pelajaran Jakarta:
bangsa, ciri-ciri 2. Menyatakan kesedian untuk dan fisik Menanya • Tes digunakan untuk PPKn) Kemdikbu
fisik, psikis, dan berjalan bersama teman di 2. Rambu rambu • Mengajukan pertanyaan tentang rambu rambu menilai hasil belajar d, 2014
hobby sebagai trotoar tanpa membedakan lalu lintas lalu lintas secara individu tentang • Permendi
anugerah Tuhan agama, suku, dan fisik dalam • Mengajukan pertanyaan tentang contoh sikap rambu rambu lalu lintas. kbud

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
73
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
Yang Maha Esa (kebersamaan) keberagaman hidup bersatu dalam membantu korban • Pengamatan, penilaian Nomor.57
di lingkungan 3. Menyebutkan bentuk di lingkungan kecelakaan di jalan ini merupakan penilaian Tahun
rumah dan bentuk kegiatan bersama sekolah dengan Mengumpulkan Data proses untuk menilai 2013
sekolah teman teman satu kelas rasa percaya • Mencari informasi dari berbagai sumber dan perilaku dan sikap • Permendi
dalam keragaman jenis
2.3 Menunjukkan kelamin diri mendiskusikan tentang rambu rambu lalu lintas peserta didik dalam kbud
perilaku toleran 4. Menampilkan praktik 3. Contoh sikap • Mencari informasi dari berbagai sumber dan proses pembelajaran di Nomor.53
terhadap tentang rambu rambu lalu hidup bersatu mendiskusikan tentang contoh sikap hidup sekolah. Tahun
keberagaman lintas dalam keberagaman dalam bersatu dalam membantu korban kecelakaan di 2015
karakteristik di lingkungan sekolah membantu jalan • www.wiki
individu, dalam dengan rasa percaya diri korban Mengasosiasi pedia.
kehidupan (berani) kecelakaan di • Mengumpulkan bahan tentang gambar gambar com
5. Menyebutkan bentuk

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


beragama, suku, jalan rambu rambu lalu lintas
fisik, dan psikis di bentuk kegiatan bersama 4. Praktik tentang
teman teman satu kelas • Mendiskusikan tentang contoh sikap hidup
rumah dan dalam keragaman, rambu rambu bersatu dalam membantu korban kecelakaan di
sekolah kegemaran/hobi lalu lintas jalan
3.4 Memahami arti 6. Menyebutkan bentuk dalam Mengkomunikasikan
bersatu dalam bentuk kegiatan bersama keberagaman • Menampilkan diri di depan kelas tentang
keberagaman di teman teman satu kelas di lingkungan komitmen kesedian untuk berjalan bersama
rumah dan dalam keragaman agama sekolah dengan teman di trotoar tanpa membedakan agama,
sekolah yang dianut. rasa percaya
7. Menyebutkan bentuk suku, dan fisik
4.4 Bermain peran diri • Menampilkan praktik tentang rambu rambu lalu
tentang bersatu bentuk kegiatan bersama
teman teman satu kelas lintas dalam keberagaman di lingkungan
dalam dalam keragaman suku sekolah dengan rasa percaya diri.
keberagaman di bangsa
lingkungan rumah 8. Menerapkan sikap hidup
dan sekolah. bersatu dalam membantu
korban kecelakaan di jalan

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
(kebersamaan)
9. Menyusun tabel tentang
pengelompokan bentuk
kegiatan bersama teman
teman satu kelas tentang
keragaman kegemaran/
hobi.

75
74
76
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
Tema 5: Hidup bersih dan sehat
1.2 Menerima Tema 5: Hidup bersih dan 1. Tata tertib di Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan sehat jalan raya • Membaca teks tentang tata tertib di jalan raya digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam 1. Menyebutkan beberapa 2. Perilaku • Mengamati gambar tentang perilaku menolong hasil pekerjaan baik dengan Untuk
keberagaman aturan yang berlaku dalam menolong jumlah
orangtua dalam menyeberang di jalan individu maupun SD/MI
kehidupan sehari-hari di orangtua dalam
sebagai anugerah rumah. menyebrang di • Mengamati gambar tata tertib di jalan raya kelompok tentang tata pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang 2. Menunjukkan perilaku jalan dengan tidak membuang sampah di jalan tertib di jalan raya pelajaran Jakarta:
Maha Esa di menolong orangtua dalam 3. Tata tertib di • Membaca teks tentang aturan di lingkungan • Mengumpulkan gambar PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah menyebrang di jalan jalan raya jalan raya dengan tidak parkir dan berhenti di membuang sampah di d, 2014
dan sekolah (peduli) dengan tidak sembarang tempat, tempat sampah yang • Permendi
2.2 Menunjukkan 3. Mengelompokkan berbagai membuang • Membaca teks tentang tata tertib di masyarakat ada di jalan. kbud
perilaku patuh contoh kegiatan yang sampah di jalan • Tes digunakan untuk Nomor.57
sesuai dengan tata tertib 4. Tata tertib di dengan membuang sampah pada tempatnya
pada tata tertib bukan di jalan menilai hasil belajar Tahun
dan aturan yang yang berlaku dalam masyarakat
kehidupan sehari-hari di dengan • Membaca teks tentang akibat berperilaku yang secara individu tentang 2013
berlaku dalam rumah. membuang tidak sesuai dengan tata tertib di jalan pengetahuan tata tertib • Permendi
kehidupan sehari- 4. Melaksanakan tata tertib di sampah pada Menanya di jalan. kbud
hari di rumah dan jalan raya dengan tidak tempatnya • Membuat pertanyaan tata tertib di jalan raya • Pengamatan, penilaian Nomor.53
sekolah membuang sampah di jalan bukan di jalan ini merupakan penilaian Tahun
• Mengajukan pertanyaan akibat berperilaku
3.2 Memahami tata (disiplin). 5. Aturan di proses untuk menilai 2015
yang tidak sesuai dengan tata tertib di jalan
tertib dan aturan 5. Menjelaskan tata tertib lingkungan perilaku dan sikap • www.wiki
yang berlaku dalam jalan raya • Mengajukan pertanyaan tentang tata tertib di
yang berlaku peserta didik dalam pedia.
kehidupan sehari-hari di dengan tidak masyarakat dengan membuang sampah pada
dalam kehidupan proses pembelajaran. com
rumah. parkir dan tempatnya bukan di jalan
sehari-hari di
6. Mengemukakan pendapat berhenti di • Mengajukan pertanyaan tentang tata tertib di
rumah dan tentang manfaat aturan sembarang
sekolah jalan raya dengan tidak membuang sampah di
dalam kehidupan sehari- tempat jalan
4.2 Melaksanakan hari di rumah. 6. Akibat
tata tertib dan Mengumpulkan Data
7. Mengidentifikasi berbagai berperilaku
aturan di aturan yang berlaku dalam yang tidak • Mengumpulkan informasi melalui berbagai
lingkungan kehidupan sehari-hari di sesuai dengan sumber dan bertanya jawab tentang tata tertib
keluarga dan sekolah. tata tertib di di jalan raya
sekolah. 8. Melaksanakan tata tertib di jalan • Mengumpulkan informasi melalui berbagai
lingkungan sekolah . sumber dan bertanya jawab tentang akibat
9. Mengelompokkan berbagai berperilaku yang tidak sesuai dengan tata tertib
contoh kegiatan yang di jalan
sesuai dengan aturan yang
• Mengumpulkan informasi melalui berbagai
berlaku dalam kehidupan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
75
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
sehari-hari di sekolah.. sumber dan bertanya jawab tentang tata tertib
10. Melaksanakan aturan di di masyarakat dengan membuang sampah
lingkungan jalan raya pada tempatnya bukan di jalan
dengan tidak parkir dan
• Mengumpulkan informasi melalui berbagai
berhenti di sembarang
tempat(disiplin) sumber dan bertanya jawab tentang tata tertib
11. Mengidentifikasi berbagai di jalan raya dengan tidak membuang sampah
aturan yang berlaku dalam di jalan
kehidupan sehari-hari di Mengasosiasi
sekolah.. • Meyimpulkan arti penting tentang tata tertib di
12. Mengidentifikasi tata tertib jalan raya
yang berlaku dalam • Meyimpulkan arti penting tentang akibat
kehidupan sehari-hari di

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


berperilaku yang tidak sesuai dengan tata tertib
tempat bermain
13. Menjelaskan tata tertib di jalan
yang berlaku dalam • Meyimpulkan arti penting tentang tata tertib di
kehidupan sehari-hari di masyarakat dengan membuang sampah pada
tempat bermain tempatnya bukan di jalan
14. Melaksanakan aturan di • Meyimpulkan arti penting tentang tata tertib di
lingkungan keluarga jalan raya dengan tidak membuang sampah di
15. Mengidentifikasi berbagai jalan
aturan yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari di Mengkomunikasikan
tempat bermain. • Mempresentasikan tentang tata tertib di jalan
16. Mengelompokkan berbagai raya
contoh kegiatan yang • Menampilkan perilaku tata tertib di jalan raya
sesuai dengan aturan yang • Memajang gambar tata terib di jalan misal: tidak
berlaku dalam kehidupan membuang sampah di jalan, tidak parkir
sehari-hari di tempat sembarangan, dll.
bermain.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
17. Mengemukakan pendapat
tentang manfaat tata tertib
dalam kehidupan sehari-
hari di tempat bermain.
18. Mengemukakan pendapat
tentang akibat berperilaku
yang tidak sesuai dengan
tata tertib di tempat
bermain.

77
76
78
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
19. Melaksanakan tata tertib
dengan bermain di tempat
yang bersih
20. Mengemukakan pendapat
tentang manfaat aturan
dalam kehidupan sehari-
hari di tempat bermain.
21. Mengidentifikasi tata tertib
yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari di
masyarakat.
22. Melaksanakan tata tertib di
masyarakat dengan
membuang sampah pada
tempatnya bukan di
jalan(tanggung jawab)
23. Mengidentifikasi berbagai
aturan yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari di
masyarakat.
24. Mengelompokkan berbagai
contoh kegiatan yang
sesuai dengan aturan yang
berlaku dalam kehidupan
sehari-hari di masyarakat.
25. Mengemukakan pendapat
tentang manfaat tata tertib
dalam kehidupan sehari-
hari di masyarakat.
26. Mengemukakan pendapat
tentang akibat berperilaku
yang tidak sesuai dengan
tata tertib di jalan
Tema 6: Air, Bumi dan Matahari
1.2 Menerima Tema 6: Air, Bumi dan 1. Hidup rukun Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan Matahari dalam • Mengamati/membaca teks yang berisi tentang digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam 1. Mengidentifikasi tata tertib yang kehidupan di hidup rukun dalam kehidupan di jalan dengan hasil pekerjaan baik dengan Untuk
keberagaman berlaku dalam kehidupan jalan dengan memberi kesempatan kepada pejalan kaki individu maupun jumlah SD/MI
sehari-hari di rumah.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
77
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
sebagai anugerah 2. Melaksanakan tata tertib di memberi untuk menyeberang jalan kelompok tentang hidup pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang lingkungan keluarga kesempatan • Mengamati gambar perilaku menolong orang rukun dalam kehidupan pelajaran Jakarta:
Maha Esa di 3. Mengelompokkan berbagai kepada pejalan tua dalam menyeberang di jalan dengan memberi PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah contoh kegiatan yang kaki untuk kesempatan kepada d, 2014
sesuai dengan tata tertib • Mengamati gambar tentang contoh sikap
dan sekolah yang berlaku dalam menyeberang disiplin di lingkungan jalan pejalan kaki untuk • Permendi
2.2 Menunjukkan kehidupan sehari-hari di jalan • Membaca teks tentang manfaat tata tertib di menyeberang jalan kbud
perilaku patuh rumah.. 2. Perilaku jalan • Tes digunakan untuk Nomor.57
pada tata tertib 4. Menjelaskan tata tertib menolong • Membaca teks tentang akibat berprilaku tidak menilai hasil belajar Tahun
dan aturan yang yang berlaku dalam orang tua sesuai dengan tata tertib di jalan secara individu tentang 2013
berlaku dalam kehidupan sehari-hari di dalam • Membaca teks tentang manfaat menanam pengetahuan contoh • Permendi
kehidupan sehari- rumah. menyeberang sikap disiplin di kbud
5. Menyebutkan contoh tata pohon sebagai sikap peduli lingkungan untuk

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


hari di rumah dan jalan pengguna jalan lingkungan jalan Nomor.53
sekolah tertib di jalan 3. Contoh tata
6. Mengemukakan pendapat Menanya • Akibat berprilaku tidak Tahun
3.2 Memahami tata tentang manfaat tata tertib tertib di jalan • Membuat berbagai pertanyaan contoh sikap sesuai dengan tata tertib 2015
tertib dan aturan di jalan. raya disiplin di lingkungan jalan. di jalan • www.wiki
yang berlaku 7. Berperilaku hidup rukun 4. Contoh sikap • Membuat pertanyaan tentang manfaat tata • Manfaat menanam pedia.
dalam kehidupan dalam kehidupan di jalan disiplin di tertib di jalan pohon sebagai sikap com
sehari-hari di dengan memberi lingkungan peduli lingkungan untuk
• Mengajukan pertanyaan akibat berprilaku tidak
rumah dan kesempatan kepada jalan pengguna jalan
pejalan kaki untuk sesuai dengan tata tertib di jalan.
sekolah 5. Manfaat tata • Pengamatan, penilaian
menyeberang • Mengajukan pertanyaan tentang manfaat
4.2 Melaksanakan tertib di jalan ini merupakan penilaian
jalan(kebersamaan).. menanam pohon sebagai sikap peduli
tata tertib dan 6. Akibat proses untuk menilai
8. Menjelaskan tata tertib lingkungan untuk pengguna jalan
aturan di yang berlaku dalam berprilaku tidak perilaku dan sikap
Mengumpulkan Data
lingkungan kehidupan sehari-hari di sesuai dengan peserta didik dalam
Mencari informasi dari berbagai sumber dan
keluarga dan rumah. tata tertib di proses pembelajaran.
mendiskusikan tentang
sekolah 9. Mengemukakan pendapat jalan.
7. Manfaat • contoh sikap disiplin di lingkungan jalan.
tentang manfaat menanam

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
pohon sebagai sikap peduli menanam • manfaat tata tertib di jalan
lingkungan untuk pengguna pohon sebagai • akibat berprilaku tidak sesuai dengan tata tertib
jalan sikap peduli di jalan.
10. Menjelaskan aturan yang lingkungan • manfaat menanam pohon sebagai sikap peduli
berlaku dalam kehidupan lingkungan untuk pengguna jalan
sehari-hari di sekolah untuk
pengguna jalan Mengasosiasi
11. Mengidentifikasi berbagai
aturan yang berlaku dalam • Menyimpulkan tentang manfaat tata tertib di
kehidupan sehari-hari di jalan

79
78
80
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
sekolah. • Menyimpulkan tentang akibat berprilaku tidak
12. Melaksanakan perilaku sesuai dengan tata tertib di jalan
menolong orang tua dalam • Menyimpulkan tentang manfaat menanam
menyeberang jalan (peduli)
13. Mengemukakan pendapat pohon sebagai sikap peduli lingkungan untuk
tentang akibat berperilaku pengguna jalan
yang tidak sesuai dengan Mengkomunikasikan
aturan di sekolah. • Mempresentasikan manfaat tata tertib di jalan
14. Mengemukakan pendapat • Mempresentasikan akibat berprilaku tidak
tentang akibat berprilaku sesuai dengan tata tertib di jalan
tidak sesuai dengan tata • Mempresentasikan manfaat menanam pohon
tertib di jalan
15. Mengidentifikasi berbagai sebagai sikap peduli lingkungan untuk
aturan yang berlaku dalam pengguna jalan
kehidupan sehari-hari di
sekolah.
16. Melaksanakan aturan di
lingkungan keluarga.
Tema 7: Merawat hewan dan tumbuhan
1.1 Menerima Tema 7: Merawat hewan dan 1. Makna simbol- Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
keberagaman tumbuhan simbol sila • Membaca teks yang berisi tentang makna digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
karakteristik 1. Mengidentifikasi simbol- Pancasila simbol- simbol sila Pancasila dalam lambang hasil pekerjaan baik dengan Untuk
individu dalam simbol sila Pancasila dalam lambang jumlah
negara “Garuda Pancasila” individu maupun SD/MI
dalam lambang negara negara “Garuda
kehidupan “Garuda Pancasila”. Pancasila” • Membaca teks yang berisi contoh perilaku kelompok tentang pertemuan Kelas II,
beragama, suku 2. Menunjukkan perilaku 2. Contoh perilaku tanggung jawab dalam merawat hewan makna simbol- simbol pelajaran Jakarta:
bangsa, ciri-ciri merawat hewan tanggung jawab kesayangan di sekitar rumah sila Pancasila dalam PPKn) Kemdikbu
fisik, psikis, dan kesayangan di sekitar dalam merawat • Membaca teks yang berisi contoh perilaku lambang negara d, 2014
hobby sebagai rumah hewan tanggung jawab dalam memelihara tumbuhan “Garuda Pancasila” • Permendi
anugerah Tuhan 3. Menceritakan perilaku yang kesayangan di di pinggir jalan • Tes digunakan untuk kbud
Yang Maha Esa dilakukan di sekitar rumah sekitar rumah. • Membaca teks yang berisi UU No. 22 tahun menilai hasil belajar Nomor.57
di lingkungan yang sesuai dengan 3. Contoh perilaku secara individu tentang Tahun
simbol-simbol Pancasila tanggung jawab 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
rumah dan pasal 209 (Perlindungan Kelestarian pengetahuan Lalu Lintas 2013
4. Mengelompokkan berbagai dalam
sekolah contoh kegiatan yang memelihara Lingkungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), dan Angkutan Jalan • Permendi
2.1 Menunjukkan sesuai dengan sila tumbuhan di 216 dan 217(Hak dan Kewajiban Masyarakat) pasal 209 (Perlindungan kbud
perilaku toleransi, pertama Pancasila dalam pinggir jalan Menanya Kelestarian Lingkungan Nomor.53
kasih sayang, lambang negara “Garuda 4. UU No. 22 • Mengajukan pertanyaan tentang makna simbol- Lalu Lintas dan Tahun
jujur, disiplin, Pancasila”. tahun 2009

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
79
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
tanggung jawab, 5. Menunjukkan perilaku tentang Lalu simbol sila Pancasila dalam lambang negara Angkutan Jalan), 216 2015
santun, peduli, melaksanakan ibadah di Lintas dan “Garuda Pancasila” dan 217(Hak dan • www.wiki
dan percaya diri sekitar rumah Angkutan Jalan • Mengajukan pertanyaan tentang contoh Kewajiban Masyarakat) pedia.
dalam 6. Mengelompokkan berbagai pasal 209
perilaku tanggung jawab dalam memelihara • Pengamatan, penilaian com
contoh kegiatan yang (Perlindungan
berinteraksi sesuai dengan sila kedua Kelestarian tumbuhan di pinggir jalan ini merupakan penilaian
dengan keluarga, Pancasila dalam lambang Lingkungan • Mengajukan pertanyaan tentang contoh proses untuk menilai
teman, dan guru negara “Garuda Pancasila”. Lalu Lintas dan perilaku tanggung jawab dalam merawat hewan perilaku dan sikap
sebagai 7. Menunjukkan perilaku Angkutan kesayangan di sekitar rumah peserta didik dalam
perwujudan moral memberi santunan anak Jalan), 216 dan • Mengajukan pertanyaan tentang UU No. 22 proses pembelajaran.
Pancasila yatim di sekitar rumah 217(Hak dan tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
3.1 Mengenal simbol- 8. Mengelompokkan berbagai Kewajiban Jalan pasal 209 (Perlindungan Kelestarian
contoh kegiatan yang Masyarakat)

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


simbol sila Lingkungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan),
Pancasila dalam sesuai dengan sila ketiga
Pancasila dalam lambang 216 dan 217(Hak dan Kewajiban Masyarakat)
lambang negara negara “Garuda Pancasila”. Mengumpulkan Data
“Garuda 9. Menunjukkan perilaku • Mencari informasi tentang makna simbol-
Pancasila” rukun dengan teman di simbol sila Pancasila dalam lambang negara
4.1 Mengamati dan sekitar rumah “Garuda Pancasila”
menceritakan 10. Menerapkan perilaku di • Mencari informasi tentang contoh perilaku
perilaku di sekitar sekitar rumah yang sesuai tanggung jawab dalam merawat hewan
rumah dan dengan sila-sila pada
kesayangan di sekitar rumah
sekolah dan Pancasila
11. Mengelompokkan berbagai • Mencari informasi tentang contoh perilaku
mengaitkannya tanggung jawab dalam memelihara tumbuhan
contoh kegiatan yang
dengan sesuai dengan sila di pinggir jalan
pengenalannya keempat Pancasila dalam • Mencari informasi tentang UU No. 22 tahun
terhadap lambang negara “Garuda 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
beberapa simbol Pancasila”. pasal 209 (Perlindungan Kelestarian
sila Pancasila. 12. Menunjukkan perilaku di Lingkungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan),

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
sekitar rumah yang sesuai
dengan sila keempat 216 dan 217(Hak dan Kewajiban Masyarakat)
13. Mengelompokkan berbagai Mengasosiasi
contoh kegiatan yang • Menyimpulkan tentang makna simbol- simbol
sesuai dengan sila kelima sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda
Pancasila dalam lambang Pancasila”
negara “Garuda Pancasila”. • Menyimpulkan tentang contoh perilaku
14. Menunjukkan perilaku di tanggung jawab dalam memelihara tumbuhan
sekitar rumah yang sesuai di pinggir jalan

81
80
82
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
dengan sila kelima • Menyimpulkan tentang UU No. 22 tahun 2009
15. Menceritakan perilaku di tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal
sekitar sekolah yang tidak 209 (Perlindungan Kelestarian Lingkungan Lalu
sesuai dengan sila-sila
Lintas dan Angkutan Jalan), 216 dan 217(Hak
pada Pancasila
16. Menjelaskan makna simbol dan Kewajiban Masyarakat)
sila pertama Pancasila Mengkomunikasikan
dalam lambang negara • Mempresentasikan tulisan singkat di depan
“Garuda Pancasila”. kelas tentang perilaku tanggung jawab dalam
17. Menunjukkan perilaku di memelihara tumbuhan di pinggir jalan
sekitar sekolah yang
sesuai dengan sila
pertama
18. Menjelaskan makna simbol
sila kedua Pancasila dalam
lambang negara “Garuda
Pancasila”.
19. Menunjukkan perilaku di
sekitar sekolah yang
sesuai dengan sila kedua
20. Menjelaskan makna simbol
sila ketiga Pancasila dalam
lambang negara “Garuda
Pancasila”.
21. Menunjukkan perilaku di
sekitar sekolah yang
sesuai dengan sila ketiga
22. Menceritakan perilaku yang
dilakukan di sekitar sekolah
yang sesuai dengan sila-
sila pada Pancasila.
23. Menerapkan perilaku di
sekitar sekolah yang sesuai
dengan sila-sila pada
Pancasila
24. Menjelaskan makna simbol
sila keempat Pancasila
dalam lambang negara
“Garuda Pancasila”.

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
81
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
25. Menunjukkan perilaku di
sekitar sekolah yang
sesuai dengan sila
keempat
26. Menjelaskan makna simbol
sila kelima Pancasila
dalam lambang negara
“Garuda Pancasila”.
27. Menunjukkan perilaku di
sekitar sekolah yang
sesuai dengan sila kelima.
Tema 8: Keselamatan di rumah dan perjalanan

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


1.2 Menerima Tema 8: Keselamatan di 1. Pengertian Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan rumah dan perjalanan Keselamatan • Membaca teks yang berisi tentang pengertian digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam 1. Menyebutkan aturan yang Lalu Lintas Keselamatan Lalu Lintas hasil pekerjaan baik dengan Untuk
keberagaman berlaku dalam kehidupan 2. Aturan di jalan • Membaca teks yang berisi aturan di jalan tertib individu maupun jumlah SD/MI
sebagai anugerah sehari-hari di rumah. tertib rambu rambu rambu lalu lintas kelompok tentang pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang 2. Menunjukkan sikap rambu lalu • Membaca teks yang berisi aturan di jalan pelajaran
pengertian Keselamatan Jakarta:
dengan berjalan di sebelah kiri, menyeberang
Maha Esa di melaksanakan aturan di lintas dengan menggunakan jembatan Lalu Lintas PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah lingkungan rumah 3. Aturan di jalan penyeberangan dan zebra cross tempat • Tes digunakan untuk d, 2014
dan sekolah 3. Menyebutkan aturan yang dengan menyeberang menilai hasil belajar • Permendi
2.2 Menunjukkan berlaku dalam kehidupan berjalan di Menanya secara individu tentang kbud
perilaku patuh sehari-hari di rumah. sebelah kiri, • Mengajukan pertanyaan tentang pengertian aturan di jalan tertib Nomor.57
pada tata tertib 4. Membiasakan diri menyeberang Keselamatan Lalu Lintas rambu rambu lalu lintas Tahun
dan aturan yang melaksanakan aturan di dengan • Mengajukan pertanyaan tentang aturan di jalan • Pengamatan, penilaian 2013
berlaku dalam jalan tertib rambu rambu menggunakan tertib rambu rambu lalu lintas ini merupakan penilaian • Permendi
kehidupan sehari- lalu lintas (disiplin) jembatan • Menyusun pertanyaan tentang. aturan di jalan proses untuk menilai kbud
hari di rumah dan 5. Menyebutkan aturan yang penyeberangan dengan berjalan di sebelah kiri, menyeberang
perilaku dan sikap Nomor.53

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
sekolah berlaku dalam kehidupan 4. Zebra cross dengan menggunakan jembatan
penyeberangan dan zebra cross tempat peserta didik dalam Tahun
3.2 Memahami tata sehari-hari di rumah. tempat menyeberang proses pembelajaran. 2015
tertib dan aturan 6. Membiasakan diri menyeberang Mengumpulkan Data • Mengamati praktik orang • www.wiki
yang berlaku melaksanakan aturan di • Mencari informasi tentang pengertian berjalan di sebelah kiri, pedia.
dalam kehidupan lingkungan keluarga Keselamatan Lalu Lintas menyeberang dengan com
sehari-hari di 7. Menyebutkan aturan yang • Mencari informasi tentang aturan di jalan tertib menggunakan jembatan
rumah dan berlaku di lingkungan rambu rambu lalu lintas penyeberangan dan
sekolah sekolah • Mencari informasi tentang. aturan di jalan zebra cross tempat

83
82
84
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
4.2 Melaksanakan 8. Menunjukkan sikap dengan berjalan di sebelah kiri, menyeberang menyeberang
tata tertib dan melaksanakan aturan di dengan menggunakan jembatan
aturan di jalan dengan berjalan di penyeberangan dan zebra cross tempat
lingkungan sebelah kiri, menyeberang menyeberang
Mengasosiasi
keluarga dan dengan menggunakan
• Merangkum/ meringkas dari berbagai sumber
sekolah. jembatan penyeberangan tentang pengertian Keselamatan Lalu Lintas
(disiplin) • Menyimpulkan arti penting aturan di jalan tertib
9. Membiasakan diri rambu rambu lalu lintas
menyeberang di jalan • Menyimpulkan tentang. aturan di jalan dengan
dengan menggunakan berjalan di sebelah kiri, menyeberang dengan
zebra cross(disiplin). menggunakan jembatan penyeberangan dan
zebra cross tempat menyeberang
Mengkomunikasikan
• Mempresentasikan hasil kerja kelompok
tentang pengertian Keselamatan Lalu Lintas.
• Mempresentasikan hasil kerja kelompok aturan
di jalan tertib rambu rambu lalu lintas
• Menampilkan praktik melaksanakan aturan di
jalan dengan berjalan di sebelah kiri,
menyeberang dengan menggunakan jembatan
penyeberangan dan zebra cross tempat
menyeberang .
1.2 Menerima Tema 8: Keselamatan di 1. Contoh macam Mengamati • Portofolio, penilaian ini 1 Bulan • Tematik
kebersamaan rumah dan Perjalanan macam rambu • Mengamati/membaca teks yang berisi tentang digunakan untuk menilai (sesuai Terpadu
dalam 1. Mengidentifikasi lalu lintas contoh macam macam rambu lalu lintas hasil pekerjaan baik dengan Untuk
keberagaman karakteristik masing- 2. Perlindungan jumlah
• Membaca teks yang berisi contoh individu maupun SD/MI
masing individu di
sebagai anugerah lingkungan rumah. kepada teman keberagamanan pengguna jalan kelompok tentang pertemuan Kelas II,
Tuhan Yang 2. Menunjukkan contoh yang akan • Membaca teks yang berisi Sikap saling contoh macam macam pelajaran Jakarta:
Maha Esa di macam macam rambu lalu menyeberang menghargai sesama teman di jalan walaupun rambu lalu lintas PPKn) Kemdikbu
lingkungan rumah lintas jalan berbeda warna kulit(kesetaraan) • Tes digunakan untuk d, 2014
dan sekolah 3. Menjaga keselamatan 3. Contoh Menanya menilai hasil belajar • Permendi
2.3 Menunjukkan teman yang hendak keberagamana • Mengajukan pertanyaan tentang contoh macam secara individu tentang kbud
perilaku toleran menyeberang jalan n pengguna macam rambu lalu lintas contoh macam macam Nomor.57
terhadap walaupun berbeda jalan rambu lalu lintas Tahun
suku(ikhlas). • Mengajukan pertanyaan contoh
keberagaman 4. Sikap saling keberagamanan pengguna jalan • Contoh macam macam 2013
4. Menunjukkan sikap mau
karakteristik mau menolong orang tua menghargai • Mengajukan pertanyaan sikap saling rambu lalu lintas • Permendi

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
83
Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu Belajar
individu, dalam yang menyeberangan jalan sesama teman menghargai sesama teman di jalan walaupun • Pengamatan, penilaian kbud
kehidupan (peduli) di jalan berbeda warna kulit(kesetaraan) ini merupakan penilaian Nomor.53
beragama, suku, 5. Menjelaskan makna walaupun Mengumpulkan Data proses untuk menilai Tahun
fisik, dan psikis di keberagaman karakteristik berbeda warna 2015
• Mencari informasi tentang contoh macam perilaku dan sikap
individu di lingkungan
rumah dan rumah kulit(kesetaraan macam rambu lalu lintas peserta didik dalam • www.wiki
sekolah 6. Memberikan contoh • Mencari informasi tentang contoh proses pembelajaran. pedia.
3.3 Memahami keberagamanan pengguna keberagamanan pengguna jalan • Mengamati praktik com
makna jalan • Mencari informasi tentang. sikap saling morang berjalan di
keberagaman 7. Membedakan masing- menghargai sesama teman di jalan walaupun sebelah kiri,
karakteristik masing individu di berbeda warna kulit (kesetaraan) memebrikan
individu di rumah lingkungan rumah Mengasosiasi perlindungan kepada
berdasarkan karakteristik

dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II


dan di sekolah • Merangkum/ meringkas dari berbagai sumber teman yang akan
4.3 Berinteraksi yang dimilikinya.
8. Menunjukkan sikap mau tentang contoh macam macam rambu lalu menyeberang jalan
dengan beragam berinteraksi dengan lintas
teman di beragam teman • Menyimpulkan arti penting contoh
lingkungan rumah dilingkungan rumah. keberagamanan pengguna jalan
dan sekolah 9. Menceritakan bentuk • Menyimpulkan tentang. sikap saling
keberagaman teman di menghargai sesama teman di jalan walaupun
lingkungan rumah dengan berbeda warna kulit (kesetaraan)
percaya diri
10. Mengidentifikasi Mengkomunikasikan
karakteristik masing- • Mempresentasikan hasil kerja kelompok
masing individu di tentang contoh macam macam rambu lalu
lingkungan sekolah. lintas.
11. Menceritakan bentuk • Mempresentasikan hasil kerja kelompok
keberagaman teman di contoh keberagamanan pengguna jalan
lingkungan sekolah dengan • Menampilkan praktik memberikan perlindungan
penuh percaya diri

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
12. Membedakan masing- kepada teman yang akan menyeberang jalan.
masing individu di
lingkungan sekolah
berdasarkan karakteristik
yang dimiliki.
13. Menunjukkan sikap saling
menghargai sesama teman
di jalan waalaupun berbeda
warna kulit(kesetaraan)

85
84
C. Pengintegrasian Nilai, Norma, moral dan etika berlalu lintas dalam Pengembangan Rencana
Pelaksanaaan Pembelajaran (RPP)
(Sebagai Pengembangan Pembelajaran Tematik)

Satuan pendidikan : Sekolah Dasar Indonesia


Kelas / Semester : 2/1
Tema / Subtema : Hidup Rukun
Alokasi waktu : 1 hari (1x pertemuan)

A. Kompetensi Inti
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]
dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


PPKn (Terintegrasi)
Tema 1: Hidup Rukun
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1.2 Menerima kebersamaan dalam Tema 1: Hidup Rukun
keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang 1. Bersyukur kepada Tuhan YME karena tetap hidup rukun
Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah walaupun terdapat perbedaan pembagian tugas di
2.3 Menun jukkan perilaku toleran terhadap rumah
keberagaman karakteristik individu, dalam 2. Menunjukkan perilaku kebersamaan dengan anggota
kehidupan beragama, suku, fisik, dan psikis keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya (kebersamaan)
di rumah dan sekolah 3. Menunjukkan kebersamaan keluarga dengan anggota
3.3 Memahami makna keberagaman keluarga yang berbeda kegemaran/hobi dalam
karakteristik individu di rumah dan di sekolah menyeberang jalan lewat zebra cross (kebersamaan)
4.3 Berinteraksi dengan beragam teman di 4. Menceritakan pengalaman perilaku kerja sama
lingkungan rumah dan sekolah.. berangkat sekolah dengan teman(berani)
5. Menunjukkan contoh perilaku rukun dengan teman saat
pulang sekolah di jalan (kebersamaan)
Bahasa Indonesia (Terintegrasi) Bahasa Indonesia
3.5 Mengenal teks permintaan maaf tentang 1. Menjelaskan makna hidup rukun dalam kemajemukan
sikap hidup rukun dalam kemajemukan teman
keluarga dan teman dalam bahasa Indonesia 2. Menemukan peran permintaan maaf terhadap sikap
lisan dan tulis yang dapat diisi kosakata hidup rukun dalam kemajemukan teman.
bahasa daerah untuk membantu
pemahaman.
4.5 Menggunakan teks permintaan maaf tentang
sikap hidup rukun daam kemajemukan
keluarga dan teman secara mandiri dalam
bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat
diisi kosakata bahasa daerah untuk
membantu penyajian.
SBDP(Terintegrasi) SBdP
3.2 Mengenal pola irama lagu bertanda birama 1. Menunjukan pola irama bervariasi pada alat musik ritmik

86 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
85 II
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
tiga, pola bervariasi dan pola irama rata 2. Menyanyikan lagu wajib
dengan alat musik ritmis.
4.7 Menyanyikan lagu anak-anak sederhana
dengan membuat kata-kata sendiri yang
bermakna

C. Materi Pembelajaran
PPKn
1. Pengertian hidup rukun
2. Contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
3. Perilaku kebersamaan dengan anggota keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya
4. Kebersamaan keluarga dengan anggota keluarga yang berbeda kegemaran/hobi dalam
menyeberang jalan lewat zebra cross
5. Contoh perilaku rukun dengan teman saat pulang sekolah di jalan
6. Pengalaman perilaku kerja sama berangkat sekolah dengan teman

Pengembangan Materi melalui Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas


Hidup rukun artinya hidup dalam suasana damai, saling menghormati, menghargai dan
menyayangi antara sesama manusia.

Hidup rukun dilakukan di sekitar rumah, sekolah dan lingkungan. Contoh perilaku hidup rukun di
sekitar rumah adalah makan bersama keluarga, belajar bersama keluarga, bermain bersama keluarga,
mengerjakan pekerjaan secara bersama-sama dengan gotong royong.
Contoh perilaku hidup rukun di sekitar sekolah adalah tidak saling bertengkar dengan sesama
teman, hormat dan patuh terhadap guru, bermain bersama teman di sekolah, suka menolong teman
sekolah, belajar bersama teman
Keluarga adalah kumpulan antara ayah, ibu dan anak. Alangkah indahnya bila keluarga hidup
dalam kerukunan. Suasna akrab sangat dibutuhkan dalam berkumpul antara anggota keluarga.
Kebersamaan anggota keluarga biasanya nampak ketika kegiatan yang dilakukan secara bersama
sama seperti berolahraga pagi dengan cara berjalan kaki secara tertib
da tertaur yaitu berjalan di sebelah kiri dan trotoar (kebersamaan).
Suasana menjadi nyaman, bahagia dan ceria.
Di kota-kota besar ada kegiatan di hari libur khususnya hari Minggu
yang disebut Car Free Day. Car Free Daya adalah hari bebas
kendaraan, dimana di hari tersebut tidak ada kendaraan bermotor
yang menggunakan jalan. Hari tersebut diisi dengan para pejalan kaki,
peseda untuk menggunakan jalan. Tampak suasana ramai dan gembira diliputi suasana keakraban
dan persaudaraan di antara mereka.
Kerukunan hidup dalam keluarga diwujudkan dengan kebersamaan anggota keluarga ketika
menyeberang jalan sesuai aturan yaitu melalui zebra cross(kebersamaan), dengan jarak yang
berdekatan dan berpegangan tangan.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 87
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 86
Perilaku rukun di sekolah dapat dilakukan melalui kegiatan pulang sekolah bersama teman di jalan
dengan berpegangan tangan, teratur dan tertib(kebersamaan), tidak bercanda di jalan, melihat kiri dan
kanan dan pandangan mata diarahkan ke depan.
Dalam pembelajaran di kelas, seorang peserta didik diminta guru untuk menceritakan pengalaman
ketika berangkat sekolah melalui jalan yang dilewati. Ia menyampaikan dengan penuh keberanian dan
percaya diri seluruh pengalamannya.

Bahasa Indonesia
1. Menceritakan secara lisan isi lagu wajib menggunakan bahasa daerah.
2. Menemukan peran permintaan maaf terhadap sikap hidup rukun dalam kemajemukan teman

SBdP
1. Menyanyikan lagu wajib.
2. Menentukan lagu untuk dinyanyikan bersama di kelas
3. Menunjukkan pola irama bervariasi pada alat musik ritmik.

D. Kegiatan Pembelajaran
Tahap Kegiatan Aktivitas Peserta Didik dan Guru
Pendahuluan 1. Guru memberikan salam dan mengajak semua peserta didik berdo’a menurut agama dan
10 menit keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
2. Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan
pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
3. Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang ”Hidup Rukun”.
4. Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengkomunikasikan dan menyimpulkan.
Inti Mengamati
150 menit • Peserta didik membaca pada buku tentang pengertian hidup rukun
• Peserta didik membaca bahan ajar contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
• Peserta didik mengamati gambar perilaku kebersamaan dengan anggota keluarga dalam
berjalan kaki di jalan raya
• Peserta didik mengamati gambar kebersamaan keluarga dengan anggota keluarga yang
berbeda kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan lewat zebra cross
• Peserta didik mengamati gambar contoh perilaku rukun dengan teman saat pulang sekolah
di jalan
Menanya
• Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
• pengertian hidup rukun
• Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
• contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
• Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang
• gambar perilaku kebersamaan dengan anggota keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya
• Peserta didik menyusun pertanyaan tentang gambar kebersamaan keluarga dengan
anggota keluarga yang berbeda kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan lewat zebra
cross
• Peserta didik menyusun pertanyaan tentang contoh perilaku rukun dengan teman saat
pulang sekolah di jalan.
Mengumpulkan Data
• Peserta didik mencari dari berbagai sumber belajar dan mendiskusikan tentang pengertian
hidup rukun
• Peserta didik mencari dari berbagai sumber belajar dan mendiskusikan contoh perilaku
rukun di rumah dan di sekolah
• Peserta didik mencari dari berbagai sumber belajar tentang perilaku kebersamaan dengan
anggota keluarga dalam berjalan kaki di jalan raya
• Peserta didik mencari dari berbagai sumber belajar dan mendiskusikan tentang
kebersamaan keluarga dengan anggota keluarga yang berbeda kegemaran/hobi dalam

88 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
87 II
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas
Tahap Kegiatan Aktivitas Peserta Didik dan Guru
menyeberang jalan lewat zebra cross.
• Peserta didik mencari dari berbagai sumber belajar dan mendiskusikan tentang contoh
perilaku rukun dengan teman saat pulang sekolah di jalan
Mengasosiasi
• Peserta didik mendiskusikan tentang pengertian hidup rukun
• Peserta didik mendiskusikan contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
• Peserta didik mendiskusikan tentang perilaku kebersamaan dengan anggota keluarga dalam
berjalan kaki di jalan raya.
• Peserta didik mendiskusikan kebersamaan keluarga dengan anggota keluarga yang
berbeda kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan lewat zebra cross
• Peserta didik mendiskusikan contoh perilaku rukun dengan teman saat pulang sekolah di
jalan.
Mengkomunikasikan
• Peserta didik mempresentasikan berbagai tugas individu dan kelompok tentang pengertian
hidup rukun dan contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
• Peserta didik melaporkan secara tertulis hasil diskusi tentang pengertian hidup rukun dan
contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah
• Peserta didik memajang hasil karya.
• Peserta didik mempresentasikan tentang pengalaman perilaku kerja sama berangkat
sekolah dengan teman.
Penutup 1. Bersama-sama peserta didik membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama
15 menit sehari
2. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian
materi)
3. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya
tentang pembelajaran yang telah diikuti.
4. Melakukan penilaian hasil belajar
5. Mengajak semua peserta didik berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing
(untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran).

E. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap dengan teknik observasi, yaitu menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Instrumen yang digunakan berupa
pedoman observasi dengan teknik daftar cek.
b. Penilaian pengetahuan dengan teknik tes tertulis bentuk uraian/essay
c. Penilaian keterampilan dengan teknik presentasi, yaitu menggunakan pedoman penilaian
presentasi yang berisi sejumlah indikator keterampilan yang diamati.

2. Instrumen Penilaian
Instrumen penilaian sikap menggunakan daftar cek yang hasil akhirnya dihitung
berdasarkan modus atau dengan rumus.
Pengamatan Sikap Perilaku Spiritual (K1)
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap spiritual temannya dalam satu
kelas (memberikan penilaian antar peserta didik).
Contoh:
a. Instrumen penilaian sikap menggunakan daftar cek yang hasil akhirnya dihitung
berdasarkan modus atau dengan rumus.
Pengamatan Sikap Perilaku Spiritual (K1)
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap spiritual temannya dalam satu
kelas (memberikan penilaian antar peserta didik).

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 89
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 88
Petunjuk:
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh
temanmu, dengan kriteria sebagai berikut:
4 = apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan.
2 = apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = apabila tidak pernah melakukan

Lembar Penilaian Sikap


Nama peserta didik : …………………..
Kelas : …………………..
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..

Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah

2 Bersyukur atas pemberian orang lain


3 Berdoa sebelum atau sesudah melakukan tugas atau pekerjaan
4 Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah
5 Menghormati teman yang berbeda agama
Jumlah Skor

Petunjuk penilaian:
a) Skor menggunakan skala 1 sampai 4
b) Skor maksimal adalah 4 dan skor minimal adalah 1
c) Jumlah skor maksimal 4 x 5 = 20
d) Rentang nilai sebagai berikut:
A (Sangat Baik) : apabila memperoleh skor 86-100
B (Baik) : apabila memperoleh skor 71-85
C (Cukup) : apabila memperoleh skor 56-70
D (Kurang) : apabila memperoleh skor ≤ 55
Jumlah perolehan skor
e) Perhitungan nilai menggunakan rumus : X 100 = Nilai
Jumlah skor maksimal
Contoh :
18
Angga memperoleh skor 18, maka nilainya adalah: X 100 = 90
20
Artinya Angga memperoleh predikat A (sangat baik)
1) Instrumen penilaian pengetahuan dengan pertanyaan lisan sebagai berikut.
a) Sebutkan pengertian hidup rukun!!
b) Sebutkan contoh hidup rukun di rumah!
c) Sebutkan contoh hidup rukun di sekolah!
d) Bagaimana cara berjalan yang benar di jalan raya?
b. Instrumen penilaian keterampilan dalam berdiskusi dan presentasi.
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai perilaku yang ditampakkan oleh

90 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
89 II
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas
temannya dalam berdiskusi dan presentasi di kelas (memberikan penilaian antar peserta
didik).
Petunjuk: Berikan nilai 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (baik), atau 4 (sangat baik) pada kolom-
kolom sesuai hasil pengamatan.
Aspek perilaku yang dinilai
Nama Mengajukan Menanggapi Menghargai Keterangan
No Runtut
Pertanyaan Pertanyaan pendapat teman
1
2
dst

Petunjuk penilaian:
a) Skor menggunakan skala 1 sampai 4
b) Skor maksimal adalah 4 dan skor minimal adalah 1
c) Jumlah skor maksimal: 4 x 4 = 16
d) Rentang nilai sebagai berikut:
A (Sangat Baik) : apabila memperoleh skor 86-100
B (Baik) : apabila memperoleh skor 71-85
C (Cukup) : apabila memperoleh skor 56-70
D (Kurang) : apabila memperoleh skor ≤ 55
e) Perhitungan nilai menggunakan rumus :
Jumlah perolehan skor
X 100 = Nilai
Jumlah skor maksimal
Contoh :
Frita memperoleh skor 14, maka perhitungannya adalah:
14
X 100 = 87 ,5( dibulatkan 88 )
16
Frita memperoleh nilai A
c. Instrumen penilaian sikap sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila (KI-1,2,3,4)
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila yang dilakukan oleh temannya dalam satu kelas (memberikan penilaian antar
peserta didik).

Petunjuk :
Berilah tanda cek (v) perilaku temanmu yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pada
kolom skor sesuai dengan perilaku yang ditampilkannya, dengan kriteria sebagai berikut:
4 = apabila selalu melakukan sesuai pernyataan,
3 = apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan.
2 = apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = apabila tidak pernah melakukan.

Lembar Pengamatan
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : ………………….
Materi Pokok : ………………….

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 91
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 90
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Melaksanakan ibadah sesuai agamanya
Menghormati keberadaan teman tanpa melihat latar belakang suku
2
bangsa
3 Berteman dengan siapapun tanpa melihat asal usul
4 Tidak memaksakan kehendak/kemauan kepada teman
5 Membantu teman/orang ketika mengalami kesulitan
Jumlah Skor

Petunjuk Penilaian :
Lihat petunjuk penskoran pada pengamatan sikap pada pertemuan pertama.
1) Instrumen penilaian pengetahuan dengan pertanyaan lisan sebagai berikut.
a) Tunjukkan contoh perilaku hidup rukun di rumah!
b) Tunjukkan contoh perilaku hidup rukun di sekolah!
c) Tunjukkan contoh perilaku kebersamaan dengan anggota keluarga dalam
berjalan kaki di jalan raya!
d) Tunjukkan contoh kebersamaan keluarga dengan anggota keluarga yang
berbeda kegemaran/hobi dalam menyeberang jalan lewat zebra cross!
e) Tunjukkan contoh perilaku rukun dengan teman saat pulang sekolah di jalan!
2) Instrumen penilaian pengetahuan dengan tes/ulangan tertulis sebagai berikut.
a) Jelaskan pengertian hidup rukun!
b) Sebutkan contoh hidup rukun di rumah!
c) Di kota-kota besar ada kegiatan di hari libur khususnya hari Minggu yang disebut
Car Free Day. Jelaskan arti Car Free Daya!
d) Di bagian badan jalan mana kita berjalan kaki?
e) Apa nama tempat penyeberang pejalan kaki?

Petunjuk Penskoran
a) Skor maksimum setiap soal 10,
b) skor minimum setiap soal 2,
c) jumlah skor maksimum seluruh soal = 10 X 10 = 100
d) Kriteria penilaian pada tabel di bawah ini

Nilai Ketuntasan
Pengetahuan dan Keterampilan
86-100 A
71-85 B
56-70 C
≤ 55 D

Jumlah perolehan skor


e) Rumus penilaian adalah: X 100 = Nilai
Jumlah skor maksimal
Contoh:
85
Dhinda memperoleh nilai 85, maka nilainya adalah: X 100 = 85
100

92 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
91 II
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas
Artinya Dhinda memperoleh predikat A-
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a. Pembelajaran Remedial,
1) dilakukan terhadap peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM
2) dilakukan segera setelah kegiatan penilaian,
3) instrumen test remedial sama dengan ketika ulangan dengan variasi penomoran soal
dan/atau kalimat.
b. Pengayaan
Peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata diminta memilih satu tugas
sesuai minatnya dari alternatif materi pengayaan sebagai berikut:
1) Menuliskan beberapa contoh hidup rukun lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat
bermain
2) Menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang keberagaman anggota
keluarga berdasarkan sifat sifat yang dimiliki
3) Menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang keberagaman teman bermain
di sekitar rumah berdasarkan kegemaran yang berkaitan dengan lalu lintas jalan
4) Menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang keberagaman teman bermain
di sekitar rumah berdasarkan suku bangsa yang berkaitan dengan lalu lintas jalan.
5) Menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang keberagaman teman teman
satu kelas berdasarkan sifat sifat yang dimiliki

F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media/alat
a. Gambar hidup rukun di rumah dan sekolah
b. Lembar Kerja
c. LCD proyektor
d. Laptop
2. Bahan
a. Bahan Ajar integrasi Pendidikan Lalu Lintas
b. Bahan tayang/slide terkait substansi materi pembelajaran
3. Sumber Belajar
a. Bahan ajar integrasi Pendidikan Lalu Lintas
b. Kemdikbud, 2014, Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas II, Jakarta.(Buku
Guru dan Buku Peserta didik)
c. dst.............

Jakarta, 2 Februari 2016


Mengesahkan Guru Kelas 2,
Kepala Sekolah,

------------------------------ -------------------------------

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 93
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 92
PERNIK LALU LINTAS
Gambar di bawah menunjukkan peserta didik sedang berjalan dengan memperhatikan
keselamatan lalu lintas di jalan raya, bagaimana menurut anda?

Contoh perilaku tertib berlalu lintas

Berjalan di trotoar merupakan contoh anak yang menaati peraturan lalu lintas

Menunggu mobil angkutan di tikungan jalan Menyeberang di zebracros merupakan Contoh


merupakan contoh yang salah yang benar

Menyeberang melalui zebracros secara Menyeberang di jalan raya secara sembarangan


bersama-sama lebih aman. tanpa melalui zebracros merupakan contoh salah.

Naik sepeda kemudian ditarik motor Jangan membawa beban yang terlalu berat
merupakan contoh yang tidak baik karena karena berbahaya.
berbahaya.

94 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
93 II
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas
Contoh Gambar Rambu-rambu Lalu Lintas

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 95
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 94
96 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
95 II
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas
Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 97
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II 96
98 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
BAB V

PENUTUP

Buku Model pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas (PLL) pada mata pelajaran Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (dengan model pembelajaran tematik untuk SD) merupakan wahana
atau sarana untuk membantu guru SD/MI dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah, baik
di dalam maupun di luar kelas.
Kedudukan guru sebagai motivator dan fasilitator menuntut terdapatnya kompetensi guru dalam
merencanakan pembelajaran secara optimal dengan mengacu pada kompetensi inti dan kompetensi
dasar mata pelajaran Pendidikan dan Pancasila dan Kewarganegaran. Untuk menghasilkan kegiatan
pembelajaran yang baik dan benar diperlukan perencanaan pembelajaran yang baik dan benar pula
dengan mengacu pada peraturan yang telah ditentukan dan menggunakan strategi, pendekatan dan
model-model pembelajaran inovatif dan relevan.
Peraturan tersebut antara lain Peraturan Pemerintah RI Nomor No. 32 tahun 2013 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses,
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian,
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum SD,
Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang pembelajaran di pendidikan dasar dan pendidikan
menengah.
Strategi dasar pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berupa variasi
interaksi pembelajaran di dalam kelas sebagai peletakan dasar kompetensi dan elemen esensial terkait
dengan berbagai dimensi tujuan. Dengan terdapatnya model pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas
pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini, diharapkan dapat meningkatkan
kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian proses dan hasil pembelajaran di dalam dan di luar
kelas.
.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 99
97
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
100 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
DAFTAR PUSTAKA

Kemdikbud, 2014, Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas II, Jakarta.(Buku Guru dan Buku
Peserta didik)

Fajar, Arnie, 2003, Pengembangan Sikap Nasionalisme Melalui Pendekatan Sain Teknologi Masyarakat
pada SMA Negeri 8 di Kota Bandung- Jawa Barat (Tesis)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,.

Laila, Najmu, 2009, Pemikir Penggerak, Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lickona, Thomas, 1991, Educating for Character How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility,
New York: Bantam Books.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian
Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan

Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Tahun 2015

Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 setelah di amandemen.

Republik Indonesia, Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia, Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Republik Indonesia, Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Perlindungan Anak.

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional.

Republik Indonesia Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Republik Indonesia, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses,

Republik Indonesia, Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian,

Republik Indonesia, Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kurikulum SD/MI,

Republik Indonesia, Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi,

Republik Indonesia, Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013 Lampiran IV tentang Pedoman Implementasi
Kurikulum 2013.

Republik indonesia, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2014 tentang
Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, beserta salinannya.

Republik Indonesia, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang
Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Republik Indonesia, Permendikbud Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Buku Teks Pelajaran Dan Buku Panduan
Guru Untuk Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila 101
98
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II
Schumpeter, A. Joseph.,1947,Capitalism, Sosialism, and Democracy. edisi ke-2, New York : Harper.

Von Aleman, Ulrich, 2004. The unknown depths of political theory: the case for a multideimensional concept
of corruption. Crime, Law & Sosial Change (42). 25-34.

102 Model Pengintegrasian Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
99
dan Kewarganegaraan (PPKn) SD/MI Kelas II