Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum 3 Hari, tanggal : Senin, 4 Februari 2019

Teknik Labolatorium Tempat : Laboratorium Terpadu


Nutrisi dan Teknologi Pakan
Nama Asisten : Putri Desmarestia Dantes /
D24150031

TEKNIK PIPETING, PENYARINGAN, DAN PENIMBANGAN

Muhammmad Faizal Rachmat


D24160100
Kelompok 4/G1

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2019
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Laboratorium adalah suatu ruangan tempat dimana dilakukannya percobaan


dan pengukuran untuk menghasilkan data yang dapat di evaluasi. Dalam melakukan
percobaan kita tidak dapat terlepas dari kegiatan pengukuran. Seperti menimbang,
mengukur volume, maupun kelajuan. Dalam pengukuran tersebut pasti menggunakan
alat-alat tertentu, seperti neraca, stopwatch, maupun gelas ukur. Peralatan umum
biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih
banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka, 2008).
Pengukuran dilakukan untuk pengambilan data agar terbukti secara ilmiah apakah
sesuai dengan teori atau tidak. Pada saat melakukan pengukuran tidak terlepas akan
terjadinya kesalahan. Kesalahan ini bisa berasal dari kelelahan alat maupun human
error (Wahyudi dan Adi 2011). Kesalahan harus dihindari karena dapat
mengakibatkan data yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan teori. Maka dari itu
pada praktikum kali ini diajarkan teknik pipetting, menimbang, serta menyaring agar
tidak terjadi kesalahan ketika melakukan penelitian.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan mempelajari teknik-teknik pengukuran. Yaitu teknik


pipetting, menimbang, serta penyaringan

MATERI DAN METODE

Materi

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis, bulb, kertas saring,
mikrotube, tip, pipet mikro, pipet mohr, pipet volumentrik, neraca analitik, corong,
labu elemenyer, gelas ukur, kaca arloji, sudip, tisu, dan vacum. Bahan yang
digunakan dalam praktikum ini adalah aquades, buffer mineral, KMnO4, kopi, dan
larutan kapur.

Metode

 Teknik pipetting
Alat dan bahan disiapkan. Mikropipet dipasangkan dengan tip-nya sesuai
ukuran masing-masing. Mikropipet diarahkan ke larutan yang akan diambil jangan
melewati batas sambungan tip. Bagian push button pada mikropipet ditekan sampai
hentian pertama, posisi mikropipet harus vertikal untuk mengambil larutan. Larutan
dipindahkan ke microtube dengan menekan push button hingga stopan kedua, posisi
mikropipet boleh miring. Tip ejector ditekan ketika akan melepaskan tip dari
mikropipet. Volume mikropipet yang digunakan, yaitu 995 µl, 565 µl, 73 µl, dan 21
µl. Microtube yang sudah diisi dengan aquadest kemudian ditimbang dan dihitung
rata-rata, standar deviasi, dan coefficient of variance.
Pipet Mohr, pipet volumetrik, dan pipet tetes juga digunakan pada praktikum
teknik pipetting. Larutan diambil menggunakan pipet Mohr atau pipet volumetrik
menggunakan bulb, kemudian dilihat meniskus sesuai dengan larutan yang
digunakan, yaitu aquadest (tidak berwarna) dan KMnO4 (berwarna). Keempat pipet
dibandingkan ketelitiannya.

 Teknik penimbangan
Alat dan bahan disiapkan. Bahan tepung buffer mineral disiapkan pada dua
kondisi, yaitu suhu ruang dan suhu dingin. Neraca analitik dinyalakan kemudian
dikalibrasi. Bahan ditimbang dengan bantuan kaca arloji. Bahan ditimbang sebanyak
10 kali ulangan dengan berat 1 gram.

 Teknik penyaringan
Alat dan bahan disiapkan. Bahan yang akan disaring berupa larutan kopi dan
larutan kapur. Penyaringan pertama menggunakan vakum. Kertas saring dilipat
menjadi dua, kemudian dilipat lagi menjadi 4 bagian. Bagian ujung sedikit disobek
untuk memudahkan pengangkatan kertas. Kertas saring yang sudah dibasahi
diletakkan di atas corong yang terhubung dengan alat vakum, kemudian kertas saring
akan dihisap sesuai bentuk corong. Bahan dituangkan kemudian dicatat waktunya
hingga tetes terakhir. Metode penyaringan kedua menggunakan kertas saring dan
kapas tanpa vakum. Kapas dan kertas saring secara bergantian diletakkan di dalam
corong. Bahan dituangkan. Laju alir, kekeruhan, dan sisa diamati dan dicatat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Teknik penimbangan, pipetting, dan penyaringan merupakan teknik-teknik


dasar dalam melakukan sebuah penelitian. Berikut adalah hasil percobaan
penimbangan volume aquadest.

Tabel 1 Hasil penimbangan volume aquades yang ditransfer menggunakan pipet


mikro
Massa aquadest (g)
Ulangan
995 µl 565 µl 73 µl 21 µl
1 2,0995 1,6443 1,1808 1,1345
2 2,0899 1,6632 1,1736 1,1470
3 2,0999 1,6827 1,1780 1,1361
4 2,0832 1,6603 1,1775 1,1397
5 2,0816 1,6663 1,1751 1,1430
6 2,1053 1,6665 1,1702 1,1338
Rata-rata 2,0932 1,6639 1,1759 1,1390
Stdv 0,0098 0,0124 0,0037 0,0052
Cv 0,0047 0,0074 0,0032 0,0046
Massa jenis 1 1 1 1
(g/cm3)

Teknik penimbangan, pipetting, dan penyaringan merupakan teknik-teknik


dasar dalam melakukan sebuah penelitian. Berikut adalah hasil percobaan
penyaringan terhadap larutan kopi dan larutan kapur.

Tabel 2 Hasil penyaringan larutan kopi dan larutan kapur


Laju alir (s) Kekeruhan Sisa (ml)
Bahan Kertas Kertas Kertas
Kapas Vaccum Kapas Kapas
saring saring saring
Larutan 25 140 2,53 ++ + 4,5 9
kopi
Larutan 33 200 2,34 +++ +++ 3 8,5
kapur
*+++ = Sangat jernih
++ = Keruh
+ = Sangat keruh
Volume awal 10 ml

Teknik penimbangan, pipetting, dan penyaringan merupakan teknik-teknik


dasar dalam melakukan sebuah penelitian. Berikut adalah hasil percobaan perbedaan
pipet mohr, pipet volumentrik, pipet tetes, dan pipet mikro.

Tabel 3 Perbedaan pipet mohr, pipet volumentrik, pipet tetes, dan pipet mikro
Perbedaan
Jenis Pipet
Ketelitian Volume (ml) Fungsi spesifik
Pipet Mengambil larutan dengan ketelitian
Tinggi 10
volumentrik tinggi
Mengambil larutan dengan ketelitian
Pipet mohr Tinggi 5, 10, 25
tinggi

Pipet Sangat Tidak Mengambil larutan dengan ketelitian


tetes/Pasteur rendah terukur sangat rendah

Sangat Mengambil larutan dengan ketelitian


Pipet mikro 20-200
tinggi sangat tinggi
Teknik penimbangan, pipetting, dan penyaringan merupakan teknik-teknik
dasar dalam melakukan sebuah penelitian. Berikut adalah hasil percobaan
penimbangan bahan buffer mineral.

Tabel 4 Hasil penimbangan buffer mineral


Perlakuan
Bobot tepung Suhu kulkas Suhu ruang
1 0,9975 1,0026
2 1,0021 0,9552
3 0,9986 1,0014
4 0,9937 0,9998
5 1,0030 0,9870
6 0,9890 1,0092
7 1,0070 0,9991
8 0,9894 1,0036
9 0,9894 0,9985
10 1,0033 0,9989
11 1,0014 0,9980
Rata-rata 0,9977 0,9958

Pembahasan

Kesalahan dalam penggunaan alat laboratorium bisa terjadi karena human


error maupun kesalahan alat. Human Error adalah kesalahan yang dilakukan
praktikan sendiri dalam melihat (posisi mata), cara menggunakan alat ataupun
kesalahan dalam pembacaan. Sedangkan Alat : kelelahan alat menjadi salah satu
penyebab terjadinya kesalahan pada penelitian. Kalibrasi alat juga penting untuk
menjaga ketelitian alat yang digunakan (Venegas et al 2011). Ada berbagai macam
jenis pipet yaitu pipet mikro, pipet volumentrik, pipet mohr, dan pipet Pasteur.
Mikropipet sendiri dibagi menjadi dua yaitu fixed mikropipet dan adjustable
mikropipet. fixed mikropipet adalah mikropipet yang memiliki volume tetap dan tidak
bisa dirubah contohnya mikropipet 20 µl. sedangkan adjustable mikropipet adalah
mikropipet yang volumenya dapat diubah. Pipet jenis ini mempunyai rentang volume
dari 1 µl hingga 1000 µl (Grgicak et al 2010). Pada percobaan mikropipet memiliki
STDV 0,37%-1,24% ini menunjukkan alat tersebut masih memiliki ketelitian yang
tinggi dan sesuai dengan standarnya. Merujuk pada (Rainin 2012) yang menyatakan
STDV pada mikropipet memiliki rentang 2-4% tergantung pada keahlian serta jam
terbang laboran.
Filtrasi (penyaringan) adalah proses pemisahan partikel zat padat dari fluida
dengan jalan melewatkan fluida tersebut melalui suatu medium penyaring atau
septum, dimana zat padat itu tertahan. Istilah medium penyaring dapat dikatakan juga
sebagai medium berpori (filter cloth). Dalam proses filtrasi, partikel-partikel padatan
tersuspensi dalam cairan atau gas dihilangkan secara fisika atau mekanis dengan cara
melewatkannya melalui medium penyaring tersebut (Harjanti 2008). Penyaringan
dapat dilakukan secara manual maupun dibantu dengan vacum untuk mempercepat
proses penyaringannya. Laju alir tercepat terjadi pada penyaringan vacuum hal ini
terjadi dikarenakan adanya bantuan dari alat vacuum yang membantu menyedot
cairan yang sedang di saring. Sedangakan warna kekeruhan tidak terlalu
menunjukkan perbedaan yang berarti. Volume hasil dari penyaringan menggunakan
kapas sebagai penyaring menunjukkan berkurangnya larutan secara drastis. Hal ini
dikarenakan kapas memiliki sifat menyerap air yang sangar baik, sehingga larutan
terjebak di pori-pori kapas itu sendiri.
Pipet terbagi menjadi dua yaitu pipet makro dan pipet mikro. Mikropipet
sendiri dibagi menjadi dua kembali yaitu fixed mikropipet dan adjustable mikropipet.
fixed mikropipet adalah mikropipet yang memiliki volume tetap dan tidak bisa
dirubah contohnya mikropipet 20 µl. sedangkan adjustable mikropipet adalah
mikropipet yang volumenya dapat diubah. Pipet jenis ini mempunyai rentang volume
dari 1 µl hingga 1000 µl (Grgicak et al 2010). Sedangkan makropipet memiliki
volume >1000 µl. Pipet mohr, pipet volumentrik, dan pipet Pasteur termasuk kedalam
golongan makro pipet (Alomooti et al 2010). Pada percobaan pipet volumentrik
memiliki ketelitian paling tinggi diantara makro pipet lainnya. Sedangkan pipet
Pasteur memiliki ketelitian yang sangat rendah dikarenakan tidak terdapat skala yang
pasti pada pipet ini. Pada pipet mikro ketelitiannya sangat tinggi dikarenakan
volumenya diatur sesuai dengan kita inginkan.
Kesalahan dalam pipetting secara umum sama seperti kesalahan pada
penggunaan alat laboratoriumnya yaitu bisa terjadi karena human error maupun
kesalahan alat. Human Error adalah kesalahan yang dilakukan praktikan sendiri
dalam melihat (posisi mata), cara menggunakan alat ataupun kesalahan dalam
pembacaan. Sedangkan Alat : kelelahan alat menjadi salah satu penyebab terjadinya
kesalahan pada penelitian. Kalibrasi alat juga penting untuk menjaga ketelitian alat
yang digunakan (Venegas et al 2011). Hal ini harus dihindari dikarenakan pada
penelitian harus dilakukan secara spesifik mungkin banyaknya bahan yang kita
gunakan. Pada zat kimia berbahaya pun harus digunakan sesuai prosedur yang
berlaku ketika penggunaannya. Jika berlebih maka akan menimbulkan kecelakaan
kerja pada laboratorium. Hal ini harus diminimalkan sebisa mungkin karena itu perlu
dilakukannya upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan cara memberikan
dan mengembangkan kesadara akan pentingnya K3 di laboratorium (Khamidal 2009).
Kesalahan dalam penimbangan secara umum sama seperti kesalahan pada
penggunaan alat laboratoriumnya yaitu bisa terjadi karena human error maupun
kesalahan alat. Human Error adalah kesalahan yang dilakukan praktikan sendiri
dalam melihat (posisi mata), cara menggunakan alat ataupun kesalahan dalam
pembacaan. Sedangkan Alat : kelelahan alat menjadi salah satu penyebab terjadinya
kesalahan pada penelitian. Kalibrasi alat juga penting untuk menjaga ketelitian alat
yang digunakan (Venegas et al 2011). Pada penimbangan perlu diperhatikan juga
wadah untuk penimbangan harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air agar
bahan yang ditimbang tidak rusak dan beratnya tetap. Penimbangan harus dilakukan
secara tepat dan benar dikarenakan bahan yang digunakan dalam penelitian harus
dalam dosis yang sesuai dengan panduan. Sehingga kegagalan dalam penelitian dapat
diperkecil kemungkinannya (Guzman et al 2010)
Pada tabel hasil tidak menunjukkan hasil yang signifikan diantara
penimbangan pada suhu kulkas dengan suhu ruang. Hal ini dikarenakan bahan pada
suhu kulkas sudah dikondisikan terlebih dahulu untuk disimpan di ruangan terbuka
beberapa saat agar suhunya kembali normal. Menurut (Teunissen et al 2010)
penimbangan harus dilakukan pada suhu ruang agar tidak timbul perbedaan ketika
suhunya berbeda. Perbedaan ini bisa terjadi karena adanya penyusutan maupun
pemuaian pada bahan yang akan ditimbang. Maka diperlukan pengkondisian sebelum
menimbang bahan.

SIMPULAN

Kita harus mengetauhi cara pipetting, penimbangan, serta penyaringan dengan


baik dan benar. Dengan mengetahui teknik tersebut maka diharapkan tidak terjadinya
kesalahan pada saat praktikum berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

Alamooti AA, Ardalan FA, Abdolahi A, Zeidi M, Firouzjaie F. 2010. Determination


of Lymphocyte Subsets Reference Values in Healthy Iranian men by a Single
Platform Flow Cytometric method. Cytometry Part A, 77A: 890-894.
Guzman GD, Shepherd RP, Walmsley AM. 2010. Immunoassays in Veterinary Plant-
Made Vaccines, Immunoassays. J Agricultural Biotechnology.
Grgicak CM, Urban ZM, Cotton RW. 2010. Investigation of Reproducibility and
Error Associated with qPCR Methods using Quantifiler Duo DNA
Quantification Kit. J Forensic Sci. 55(1): 5.
Harijanti RS. 2008. Pemungutan kurkumin dari kunyit dan pemakaiannya sebagai
indicator volumetri. J Rekayasa Proses. 2(1):49-50
Khamidal. 2009. Teknik Laboratorium Kimia. Yogyakarta (ID): Pustaka Belajar.
Moningka. 2008. Kimia Universitas Edisi Kelima. Jakarta(ID): Erlangga.
Rainin M. 2012. Good Pipetting practice. Oakland (US): Metler Toledo.
Teunissen CE, Verwey NA, Kester MI, Uffelen Kv, Blankenstein MA. 2010.
Standardization of Food and Drug Administration. J Amyloid 1(1): 1-42.
Venegas V, Wang J, Dimmock D, Wong L-J. 2011. Real-Time Quantitative PCR
Analysis of Mitochondrial DNA Content. Current Protocols in Human
Genetics, 19(7): 1-12.
Wahyudi AR. 2011. Pengajaran sains di laboratorium. Jakarta(ID): Erlangga.
LAMPIRAN