Anda di halaman 1dari 4

A.

Konsep Audio Visual

1. Pengertian Audio Visual

Pengertian media audio visual arti kata media

apabila dilihat dari etimologi “kata media berasal

dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata

“medium” yang secara harfiah berarti perantara atau

pengantar, maksudnya sebagai perantara atau alat

menyampaikan sesuatu”. Media Audio Visual adalah media

kombinasi antara audio dan visual yang di ciptakan

sendiri seperti slide di kombinasikan dengan kaset

audio”. Sedangkan menurut (Sanjaya, 2010) “media Audio

Visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan

unsur gambar bisa di lihat, misalnya rekaman video,

berbagai ukuran film, slide suara, dan sabagainya”.

Sejalan dengan pendapat di atas, AECT (Association For

Education Communication Technology)dalam arsyad

mendefinisikan bahwa “media adalah segala bentuk yang

dipergunakan untuk menyalurkan pesan informasi”

(Arsyad, 2010 dalam Muhson, 2010).

Media pembelajaran sangat beraneka ragam

berdasarkan penelitian para ahli, ternyata media yang

11
beraneka ragam hampir semua bermanfaat. Sukup banyak jenis dan

bentuk media yang telah dikenal dari yang sederhana sampai yang

berteknologi tinggi, dari yang mudah dan sudah ada secara natural

sampai kepada media yang harus dirancang sendiri oleh orang lain.

Dari ketiga jenis media yang ada yang biasa di gunakan dalam

proses pembelajaran, bahwa media Audio Visual adalah media yang

mencangkup dua jenis media yaitu audio dan visual. Sebagai media

pembelajaran dalam Pendidikan dan pembelajaran, media audio

visual mempunyai sikap sebagai berikut: kemampuan meningkatkan

persepsi, kemampuan untuk meningkatkan pengertian, kemampuan

untuk meningkatkan transfer ( pengalihan) belajar, kemampuan

untuk memberikan penguatan (reinforcement) atau pengetahuan

hasil yang dicapai (Hujair, 2009 dalam Muhson, 2010).

2. Karakteristik Media Audio Visual

Adapun yang merupakan karakteristik media Audio Visual,

yaitu sebagai berikut :

a. Media audio visual mampu menghadirkan informasi atau pesan

dalam wujud gambar/visual dan suara secara rill, nyata.

b. Media audio visual lebih megutamakan visual dari pada suara,

meskipun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan

melengkapi informasi atau pesan visual.

c. Informasi yang disampaikan dpat berupa gamar/visual,

fakta/kejadian nyata, ataupun sebuah fiksi/gagasan kreatif.

12
d. Melalui media televisi, program audio visual dalam setiap

kali siar atau dapat di tonton oleh berjuta-juta orang dalam

waktu yang sama.

e. Media audio visual sementara ini masih dianggap sebagai media

komunikasi dan informasi yang paling efektif di banding dengan

media komunikasi dan informasi yang lain (Media cetak dan

radio).

f. Informasi atau pesan yang dikemas dalam program audio visual

Teknik penyebarannya dapat melalui media elektronik (Hujair,

2009 dalam Muhson, 2010).

3. Kelebihan dan Kekurangan media Audio Visual

Beberapa kelebihan media audio visual dalam proses

pembelajaran yaitu sebagai berikut :

a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat

verbalitas (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan

belaka).

b. Media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial.

c. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti

1) Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas,

gambar, film bingkai, film atau model.

2) Obyek yang kecil di bantu dengan proyektor micro, film

bingkai, film atau gambar.

3) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat di bantu

dengan tame lapse atau high speed photografi.

13
4) Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa

ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai,

foto maupun secara verbal.

Adapun beberapa kelemahan dengan pengajaran audio visual,

yaitu :

a. Terlalu menekan pentingnya materi ketimbang proses

pengembangannya dan tetap memandang materi audio visual

sebagai alat bantu guru dalam mengajar.

b. Media audio visual cendrung model komunikasi satu arah.

c. Media audio visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan

saja, karena dalam penerapannya media audio visual cendrung

tetap di tempat (Depdikmas, 2003dalam Muhson, 2010).

14