Anda di halaman 1dari 48

MENGENAL MICROSOFT VISUAL BASIC

A. Sekilas Mengenai Visual Basic

V isual Basic pada dasarnya adalah sebuah bahasa pemrograman komputer. Bahasa
pemrograman adalah perintah-perintah atau instruksi-instruksi yang dimengerti oleh
komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Visual Basic kini seakan-akan
menjadi kiblat bagi para software developer, dan menjadi salah satu bahasa yang wajib dipelajari
oleh berbagai kalangan.
Visual Basic (yang sering juga disebut dengan VB) selain disebut sebagai sebuah bahasa
pemrograman, juga sering disebut sebagai sarana (tool) untuk menghasilkan program-program
aplikasi berbasiskan windows. Beberapa kemampuan atau manfaat dari Visual Basic diantaranya
seperti :
 Untuk membuat program aplikasi berbasis Windows.
 Untuk membuat objek-objek pembantu program seperti misalnya kontrol ActiveX, file
Help, aplikasi Internet, dan sebagainya.

 Menguji program (debugging) dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE yang
bersifat executable, atau dapat langsung dijalankan.

Bagi programmer pemula yang baru ingin belajar program, limgkungan Visual Basic
dapat membantu membuat program berbasis Windows dengan sekejap mata. Sedang bagi
programmer tingkat lanjut, kemampuannya yang besar dapat digunakan untuk membuat
program-program yang kompleks, misalnya seperti dalam lingkungan networking atau client-
server.
Bahasa Visual Basic cukup sederhana dan menggunakan kata-kata bahasa Inggris yang
umum digunakan. Andapun tidak perlu lagi menghapalkan sintaks-sintaks maupun format-
format bahasa yang bermacam-macam. Di dalam Visual Basic semuanya sudah disediakan dalam
pilihan-pilihan yang tingal diambil sesuai kebutuhan. Selain itu sarana pengembangannya yang
bersifat visual memudahkan anda untuk mengembangkan program aplikasi berbasis Windows,
bersifat mouse-driven (digerakkan dengan mouse), dan berdaya guna tinggi.
Visual Basic adalah sebuah sarana pembuat program yang lengkap namun mudah.
Siapapun yang bisa menggunakan Windows, ia pasti bisa membuat program dengan Visual

1
Basic. Anda hanya perlu tahu cara menggunakan mouse, memanipulasi jendela, serta logika
pemrograman untuk membuat sebuah aplikasi Visual Basic.
Sejak dikembangkan pada tahun 1980-an, Visual Basic kini telah mencapai versinya yang
ke-6. Beberapa keistimewaan utama dari Visual Basic 6.0 ini diantaranya seperti :

1. Menggunakan platform pembuatan program yang diberi nama Developer Studio, yang
memiliki tampilan dan sarana yang sama dengan Visual C++ dan Visual J++. Dengan
begitu Anda dapat bermigrasi atau belajar bahasa pemrograman lainya dengan mudah dan
cepat, tanpa harus belajar dari awal lagi.

2. Memiliki compiler andal yang dapat menghasilkan file executable yang lebih cepat dan
lebih efisien dari sebelumnya.
3. Memiliki beberapa tambahan sarana Wizard yang baru. Wizard adalah sarana yang
mempermudah di dalam pembuatan aplikasi dengan mengotomatisasi tugas-tugas
tertentu.
4. Tambahan kontrol-kontrol baru yang lebih canggih serta peningkatan kaidah struktur
bahasa Visual Basic.
5. Kemampuan membuat ActiveX dan fasilitas Internet yang lebih banyak.
6. Sarana akses data yang lebih cepat dan andal untuk membuat aplikasi database yang
berkemampuan tinggi.
7. Visual Basic 6.0 memiliki versi atau edisi yang disesuaikan dengan kebutuhan
pemakainya.

Seperti aplikasi-aplikasi komersil lainnya, Visual Basic juga dipasarkan dalam berbagai
jenis atau versi. Beberapa versi dari Visual Basic 6.0 yang ada di pasaran diantaranya adalah :
 Standard Edition/Learning Edition
Ini adalah versi standar yang sudah mencakup berbagai sarana dasar dari Visual Basic 6.0
untuk mengembangkan aplikasi.
 Professional Edition
Versi ini memberikan berbagai sarana ekstra yang dibutuhkan oleh para programmer
professional. Misalnya seperti kontrol-kontrol tambahan, dukungan untuk pemrograman
internet, compiler untuk membuat file Help, serta sarana pengembangan database yang
lebih baik.
 Enterprise Edition

2
Versi ini dikhususkan untuk para programmer yang ingin mengembangkan aplikasi
remote computing atau client/server. Biasanya versi ini digunakan untuk membuat
aplikasi pada jaringan.

B. Menjalankan Visual Basic 6.0


Visual Basic juga merupakan sebuah program aplikasi Windows. Oleh sebab itu, Anda
juga harus menjalankannya dari dalam Windows dari menu Start >Program >Microsoft Visual
Studio 6.0 >Microsoft Visual Basic 6.0, seperti gambar berikut :

Sebuah kotak dialog seperti pada Gambar 1.1 akan muncul saat Anda memulai Visual Basic.
Disini Anda bisa memilih jenis aplikasi yang akan Anda buat dengan Visual Basic. Biasanya
untuk membuat program aplikasi standar, pilihlah Standard EXE, lalu klik tombol Open.

Gambar 1.1 Kotak dialog New Project

C. Lingkungan Visual Basic 6.0

3
Setelah Visual Basic dijalankan, akan muncul sebuah layar seperti Gambar 1.2. Layar ini
adalah lingkungan pengembangan aplikasi Visual Basic yang nantinya akan Anda gunakan untuk
membuat program-program aplikasi pada Visual Basic.

Menu
Control Menu

Toolbar

Project

Tool box

Properties Window
Form Window

Form Layout
Window

Gambar 1.2 Lingkungan Visual Basic 6.0

Layar Visual basic adalah suatu lingkungan besar yang terdiri dari beberapa bagian-bagian kecil
yang kesemuanya memiliki sifat :

 Floating : dapat digeser-geser ke posisi mana saja. Untuk menggeser elemen layar Visual
Basic , klik dan tahan tombol mouse pada judul (Title Bar) elemen tersebut, lalu geserlah
ke tempat yang diinginkan.

 Sizeable : dapat diubah-ubah ukurannya, seperti Anda mengubah ukuran jendela


Windows. Untuk mengubah ukuran suatu elemen atau jendela, klik dan tahan tombol
mouse pada sisi (border) jendela tersebut, lalu geserlah hingga ke ukuran yang
diinginkan.

 Dockable : dapat menempel dengan bagian lain yang berdekatan. Untuk menempelkan
elemen layar Visual basic ke elemen lainnya, cukup tempelkan sisi-sisi elemen tersebut,
dan secara otomatis akan menempel ke tempat yang anda inginkan.

4
D. Control Menu
Control Menu adalah menu yang digunakan terutama untuk memanipulasi jendela Visual
Basic. Dari menu ini Anda bisa mengubah ukuran, memindahkan, atau menutup jendela Visual
Basic atau jendela Windows lainnya.
Untuk mengaktifkan Control Menu ini, klik tombol mouse pada pojok kiri atas jendela
seperti pada gambar 1.3.

Restore : mengubah ukuran jendela ke ukuran sebelumnya


Move : untukmemindahkan letak jendela.

Size : untuk mengubah ukuran jendela.


Minimize : untuk meminimalkan ukuran jendela.
Maximize : untuk memaksimalkan ukuran jendela.
Close : untuk menutup jendela.

Gambar 1.3 Jendela Control Menu

E. Menu
Menu Visual Basic berisi semua perintah Visual Basic yang dapat Anda pilih untuk melakukan
tugas tertentu. Untuk memilih menu pada Visual Basic dapat dilakukan dengan :
 Klik mouse pada menu dan submenu.

 Tekan ALT dan karakter bergaris bawah untuk memilih menu. Misalnya ALT+F untuk
membuka menu File.

 Beberapa perintah juga memiliki shortcut (tombol cepat), seperti misalnya CTRL+N
untuk membuat proyek baru dan sebagainya.

Gambar 1.4 Menu pada Visual Basic

F. Toolbar

5
Toolbar adalah tombol-tombol yang mewakili suatu perintah tertentu dari Visual Basic.
Setiap tombol tersebut dapat langsung diklik untuk melakukan perintah tertentu. Biasanya
tombol-tombol ini merupakan perintah-perintah yang sering digunakan dan tedapat pula pada
menu Visual Basic. Untuk menampilkan macam-macam toolbar yang ada, pilih menu View
>Toolbars.

Add Project : menambahkan proyek ke dalam proyek yang sudah ada.

Add Item : menambahkan komponen atau objekke dalam jendela Form.

Menu Editor : menampilkan Menu Editor untuk mengubah tampilan menu.

Open Project : membuka proyek Visual Basic yang sudah ada.

Save Project Group : menyimpan proyek Visual basic yang sudah ada.

Cut : memotong elemen yang dipilih pada layar.

Copy : meng-copy elemen yang dipilih pada layar.

Paste : menyalin elemen yang sebelumnya sudah dipotong (cut) atau disalin (copy).

Find : mencari teks tertentu.

Undo : membatalkan perintah atau tindakan yang terakhir.

Redo : mengulangi perintah atau tindakan terakhir yang dibatalkan.

Start : menjalankan proyek yang dibuat pada Visual Basic.

Break : menghentikan running program untuk sementara.

End : menhentikan running program.

Project Explorer : menampilkan jendela Project Explorer.

Properties Window : menampilkan jendela properties.

Form Layout Window : menampilkan jendela Form Layout Window.

Object Browser : menampilkan jendela Object Browser.

Toolbox : menampilkan jendela Toolbox.

Data View Window : menampilkan jendela Data View Window.

Visual Component Manager : menampilkan jendela Visual Component Manager.

6
G. Form Window
Form Window atau jendela Form adalah daerah kerja utama, dimana Anda akan membuat
program-program aplikasi Visual Basic. Pada form ini, Anda akan meletakkan berbagai macam
objek interaktif seperti teks, gambar, tombol-tombol perintah, scrollbar, dan sebagainya. Jendela
form ini pada awalnya kelihatan kecil, tetappi ukurannya bisa diubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan aplikasi anda.
Apabila program aplikasi Anda dijalankan, semua yang terdapat di dalam Form akan
ditampilkan pada layar Window. Jendela Form inilah yang nantinya akan menjadi latar belakang
dari aplikasi Anda.

Gambar 1.5 Jendela Form dan Form yang sudah jadi dan dijalankan

H. Toolbox
Toolbox adalah sebuah “kotak peranti” yang mengandung semua objek atau kontrol yang
dibutuhkan untuk membentuk suatu program aplikasi. Kontrol adalah suatu objek yang akan
menjadi interface (penghubung) antara program aplikasi dan user-nya, dan kesemuanya harus
diletakkan di dalam jendela Form.
Apabila Anda pertama kali menjalankan Visual Basic, maka Toolbox akan ditampilkan di
sebelah kiri layar dan berisi objek-objek standar yang akan selalu muncul setiap kali Visual Basic
dijalankan. Untuk menambahi objek pada Toolbox ini dengan memilih menu Project
>Components. Jika Anda menggunakan Visual Basic versi Professional Edition atau Enterprise
Edition , ada beberapa objek lain yang bisa ditambahkan yang tidak terdapat pada Standard
Edition.

7
Pointer Picture Box
Label Text Box
Frame
Command Button

Check Box Option Button

Combo Box List Box

Horizontal Scrollbar Vertical Scrollbar

Timer Drive List Box


Directory List Box File List Box

Shape Line
Image Data

OLE ADODC

Gambar 1.6 Toolbox Standard pada Visual Basic

I. Project Exporer
Jendela Project Explorer adalah jendela yang mengandung semua file di dalam aplikasi
Visual Basic Anda. Setiap aplikasi dalam Visual Basic disebut dengan istilah project (proyek),
dan setiap proyek bisa mengandung lebih dari satu file. Pada Project Explorer ditampilkan semua
file yang terdapat pada aplikasi (proyek) Anda, misalnya form, modul, class dan sebagainya.

Gambar 1.7 Jendela Project Explorer

J. Jendela Properties
Jendela Properties adalah jendela yang mengandung semua informasi mengenai objek
yang terdapat pada aplikasi Visual Basic Anda. Properti adalah sifat dari sebuah objek, misalnya
seperti namanya, warna, ukuran, posisi dan sebagainya.

8
Anda akan mengatur bentuk dan karakteristik dari setiap objek melalui jendela Properties
ini. Di bagian paling atas dari jendela properties ini terdapat kotak yang menunjukkan nama
objek yang sedang aktif, sedang propertinya ditampilkan di bagian bawah dari jendela Properties
tersebut.

Gambar 1.8 Jendela Properties

K. Form Layout Window


Form Layout Window adalah jendela yang menggambarkan posisi dari form yang
ditampilkan pada layar monitor. Posisi form pada Form Layout Window inilah yang merupakan
petunjuk dimana aplikasi anda akan ditampilkan pada layar monitor saat dijalankan nanti.

Gambar 1.9 Form Layout Window


Anda bisa menampilkan Form Layout Window ini dengan memilih menu View > Form
Layout Window.

L. Jendela Code

9
Jendela Code adalah salah satu jendela yang penting di dalam Visual Basic. Jendela ini
berisi kode-kode program yang merupakan instruksi-instruksi untuk aplikasi Visual Basic Anda.
Setiap objek pada Visual Basic dapat Anda tambahi dengan kode-kode program untuk
melakukan tugas-tugas tertentu, misalnya menutup aplikasi, membatalkan perintah dan
sebagainya.

Gambar 1.10 Jendela Code


Pada saat Anda menjalankan Visual Basic, jendela ini tidak akan ditampilkan pada layar.
Untuk menampilkannya, ada beberapa cara yaitu :

 Pilih menu View >Code


 Klik ganda objek tertentu pada Form Window, atau

 Klik kanan pada komponen yang diinginkan, lalu pilih View Code.

Kontrol dan Properti

Kontrol

10
Adalah salah satu objek atau komponen suatu aplikasi yang diletakkan di dalam form untuk
membentuk suatu program aplikasi.
Seluruh kontrol pada Visual Basic terdapat pada Toolbox.
Setiap kontrol yang dibuat atau diletakkan pada form secara otomatis telah diberi nama yaitu
sebagai berikut :
Awalan Kontrol
Cbo Combo box
Chk Check box
Cmd Command button
Dir Directory list box
Drv Drive list box
Fil File list box
Fra Frame
Frm Form
Grd Grid
Hsb Horizontal scrollbar
Img Image
Lbl Label
Lin Line
Lst List box
Mnu Menu
Ole OLE client
Opt Option button
Pic Picture box
Shp Shape
Tmr Timer
Txt Text box
Vsb Vertical scrollbar

Misalnya jika membuat kontrol Command button maka dinamai dengan cmdTombol, cmdOK,
cmdCancel. Untuk merubah nama kontrol yaitu pada jendela Properties pilih Name yang terletak
di bagian paling atas kemudian ganti dengan nama yang baru.

Array Kontrol
Adalah sekelompok kontrol-kontrol yang memiliki nama yang sama. Untuk membedakan
digunakan bilangan indeks yang dimulai dari nol.
Contoh :
Command1(0) Command1(1) Command1(2)

Array kontrol terbentuk apabila suatu kontrol dicopy kedalam form yang sama.

11
Contoh program :
1. Buat suatu proyek Visual Basic baru
2. Klik ganda kontrol CommandButton pada Toolbox
3. Pilih kontrol CommandButton tersebut pada jendela form, tekan CTRL C lalu tekan
CTRL V kemudian pilih YES
4. Ulangi langkah di atas untuk membuat kontrol array lagi
5. Klik ganda pada salah satu tombol tersebut dan ketik code program di bawah ini :
Private Sub Command1_Click(Index As Integer)
Command1(0).Caption = "Hallo, Apa Kabar?"
Command1(1).Caption = "Belajar Membuat Array Kontrol"
Command1(2).Caption = "Di Kelas 1.02"
End Sub

6. Jalankan aplikasi dengan menekan tombol F5 dan klik salah satu tombolnya.
7. Hasil :

Properti
Adalah atribut yang melekat pada sebuah objek yang biasanya merupakan karakteristik
penampilannya seperti warna, jenis huruf, ukuran dan sebagainya.

Untuk memberikan nilai pada properti yang telah dipilih yaitu :


1. Mengetikkan langsung, misal jika ingin mengubah Nama maka klik properti Name lalu
ketik nilai yang baru kemudian tekan enter.
2. Memilih dari daftar, yaitu dengan menekan tombol panah bawah disebelah kanan properti
tersebut. Misal pada Form mempunyai properti BorderStyle yang memiliki nilai 0-None,
1-Fixed Single, 2-Sizeable dan sebagainya. Klik pada salah satu nilai untuk memilihnya.

12
3. Memilih dari daftar bertumpuk, sama seperti di atas yaitu dengan menekan tombol panah
disebelah kanan properti tersebut tetapi biasanya memiliki banyak tab pilihan.
4. Memilih dari kotak dialog, yaitu dengan menekan tombol elipsis disebelah kanan
properti tersebut. Misalnya pada properti Font untuk merubah jenis huruf, ukuran dan
gaya huruf.
5. Melalui program
Cara ini disebut mengubah nilai properti pada saat runtime (saat program dijalankan).
Sintaks : nama objek.nama properti = nilai properti
Contoh : cmdTombol.Caption = “Cancel”
label1.FontColor = vbRed

FORM dan LABEL


 Form
Adalah sebuah objek di dalam aplikasi Visual Basic. Form disebut sebagai objek ayah (parent
objek) karena menjadi tempat untuk meletakkan objek-objek lain di dalam aplikasi.
Event (kejadian) yang paling sering digunakan adalah :
1. Load yaitu event yang akan menjalankan prosdur event (kode program) yang terdapat
didalamnya pada saat form pertama kali dijalankan.
2. Unload yaitu event yang akan menjalankan prosedur event pada saat form tersebut
ditutup.

Sintaks : Load NamaForm


Unload NamaForm atau Unload Me

Contoh : Load FrmForm1 (membuka form bernama FrmForm1)


Unload FrmForm1 (menutup form bernama FrmForm1)
Unload Me (menutup form yang sedang aktif)

Untuk menampilkan form dilayar komputer digunakan perintah Show


Contoh : Form1.Show

 Label

13
Berfungsi untuk menampilkan teks atau tulisan pada aplikasi. Label hampir tidak pernah
membutuhkan pemograman apapun.

Properti Label yang umum digunakan :


Alignment Perataan teks (rata kiri, rata tengah atau rata kanan)
AutoSize Secara otomatis mengubah pembatas kontrol label agar
menyesuaikan dengan besarnya teks
BackColor Warna latar belakang
BackStyle 0-Transparent (transparan/tembus pandang)
1-Opaque (tidak tembus pandang)
BorderStyle Menentukan pembatas di sekeliling label
0-None (tidak ada pembatas)
1-Fixed Single (pembatas garis tunggal)
Caption Teks yang akan ditampilkan pada Label
Enabled Menentukan apakah label tersebut aktif
Font Mengubah jenis dan ukuran huruf untuk label
ForeColor Warna teks dari Label
Height Tinggi Label
MousePointer Menentukan bentuk kursor mouse apabila diletakkan di atas Label
ToolTipText Teks yang muncul pada apabila mouse diletakkan di atas Label
Visible Menampilkan/menyembunyikan Label
WordWrap Menentukan apakah ukuran kontrol Label akan menyesuaikan
dengan teks Caption-nya

TOMBOL

 Command Button
Fungsi dari tombol ini biasanya untuk mengeksekusi perintah tertentu seperti :
• Menyetujui atau menjalankan suatu perintah (tombol OK)
• Kaluar dari aplikasi (tombol Exit)
• Membatalkan perintah (tombol Cancel)
• Menerapkan perubahan (tombol Apply)
• Membuka file (tombol Open) dan sebagainya.

Properti CommandButton yang paling utama adalah Name dan Caption

14
Event yang digunakan biasanya click() yaitu menjalankan atau mengeksekusi suatu perintah
dengan satu kali klik.

Untuk membuat tombol Exit ketikkan kde programnya sebagai berikut :


Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

 Option Button
Adalah sebuah kontrol dimana user dapat memilih salah satu dari beberapa pilihan-pilihan yang
ada. Pilihan ini sifatnya tunggal, artinya user tidak dapat memilih lebih dari satu pilihan . Apabila
user mengklik pada pilihan lain, maka pada tombol pilihan pertama yang sudah diklik akan
dimatikan pilihannya (deselect)

Properti yang penting yaitu :


• Alignment, berfungsi untuk menentukan letak tombol Option Button pada teks
0-Left Justify (tombol berada di sebelah kiri teks)
1-Right Justify (tombol berada di sebelah kanan teks)
• Value, Ubah menjadi 1-True agar Option Button sudah terpilih pada saat aplikasi
dijalankan

Contoh :
1. Buat form sebagai berikut :

2. Ubah Properti tiap kontrol

15
Kontrol Properti Nilai
Form Caption Merubah Warna Teks
Label1 Caption STMIK JAKARTA
Option1 Caption Merah
Option2 Caption Hijau
Option3 Caption Biru
Command1 Caption Keluar

3. Ketikkan program di bawah ini :


Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Option1_Click()


Label1.ForeColor = vbRed
End Sub

Private Sub Option2_Click()


Label1.ForeColor = vbGreen
End Sub

Private Sub Option3_Click()


Label1.ForeColor = vbBlue
End Sub

 Check Box (Kotak Cek)


Adalah sebuah kontrol pemilihan yang fungsinya hampir sama dengan Option Button, hanya saja
pada Chek Box, bisa dipilih lebih dari satu buah pilihan.

Properti yang penting yaitu :


• Value, digunakan untuk menentukan nilai dari item yang secara default dipilih pada saat
aplikasi dijalankan
0-Uncheck (item tidak dipilih)
1-Check (item dipilih)

16
2-Grayed (item berwarna abu-abu dan dipakai jika ingin menampilkan pilihan yang tidak
dapat dipilih)
• Style, digunakan untukmenentukan jenis dari Check Box
0-Standard (kontrol bergaya standar)
1-Graphical (kontrol mirip dengan Command Button)

Contoh :
1. Buat Form sebagai berikut :

2. Ubah properti tiap kontrol


Kontrol Properti Nilai
Form1 Caption Latihan Check Box
Label1 Caption Mengubah Teks dengan Check Box
Check1 Caption Tebal
Check2 Caption Garis Bawah
Check3 Caption Teks Merah
Style 1-Graphical
Check4 Caption Teks Besar
Style 1-Graphical
Command1 Caption Keluar

3. Ketikkan program di bawah ini :


Private Sub Check1_Click()
If Check1.Value = vbChecked Then
Label1.FontBold = True
Else
If Check1.Value = vbUnchecked Then
Label1.FontBold = False
End If

17
End If
End Sub

Private Sub Check2_Click()


If Check2.Value = vbChecked Then
Label1.FontUnderline = True
Else
If Check2.Value = vbUnchecked Then
Label1.FontUnderline = False
End If
End If
End Sub

Private Sub Check3_Click()


If Check3.Value = vbChecked Then
Label1.ForeColor = vbRed
Else
If Check3.Value = vbUnchecked Then
Label1.ForeColor = vbBlack
End If
End If
End Sub

Private Sub Check4_Click()


If Check4.Value = vbChecked Then
Label1.FontSize = 14
Else
If Check4.Value = vbUnchecked Then
Label1.FontSize = 10
End If
End If
End Sub

18
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Kontrol Tambahan

 Frame (Bingkai)
Adalah kontrol pada Visual Basic berupa bingkai segi empat yang berfungsi mengakomodasi
(menjadi tempat meletakkan) kontrol-kontrol yang lain. Semua kontrol yang diletakkan di dalam
Frame akan dianggap sebagai satu kelompok.

Frame dibuat terlebih dahulu sebelum kontrol lain diletakkan diatasnya sebab jika dibuat kontrol
terlebih dulu maka kontrol tersebut tidak akan menjadi bagian dari Frame.

Tanda sebuah kontrol sudah menjadi bagian dari Frame adalah kontrol tersebut akan ikut
bergeser jika posisi Frame dipindahkan.

19
Contoh :

 Scrollbar (Penggulung)
Adalah sebuah kontrol penggulung yang terdapat disisi suatu jendela. Ada dua macam jenis
Scrollbar yaitu Vertical Scrollbar dan Horizantal Scrollbar. Fungsi dari Scrollbar ini pada
umumnya adalah untuk menggulung teks pada layar atau mengubah nilai sebuah kontrol.

Elemen-elemen pada Scrollbar ;

Kotak Penggulung Ruang Penggulung

Panah Penggulung

Properti Scrollbar yang umum digunakan


Min Menentukan nilai terendah dari range Scrollbar
Max Menentukan nilai tertinggi dari range Scrollbar
SmallChange Besarnya perubahan nilai saat user meng-klik panah pada
Scrollbar
LargeChange Besarnya perubahan nilai saat user meng-klik ruang penggulung
pada Scrollbar
Value Besarnya nilai (dalam integer) yang mewakili posisi dari Scrollbar

Contoh:

20
Scrollbar yang menggulung nilai dari 100 sampai 1000. Jika user meng-klik panah maka nilai
menaik dalam kelipatan 1 dan jika user meng-klik ruang kosong maka nilai akan menaik dalam
kelipatan 10. Propertinya adalah :
Min : 100
Max : 1000
SmallChange : 1
LargeChange : 10

Event ScrollBar
Satu-satunya event yang digunakan adalah Change(). Event ini terjadi apabila user meng-klik
salah satu elemen pada ScrollBar sehingga nilai didalam ScrollBar berubah. Contoh :

21
1. Buat form sebagai berikut :

2. Ubah properti tiap kontrol sebagai berikut :


Kontrol Properti Nilai
Form Caption Program ScrollBar
Label1 Caption Nilai Vertikal ScrollBar
Label2 Caption (Dikosongkan)
Label3 Caption Besar Huruf
Text1 Text (Dikosongkan)
Vscroll1 Max 32767
Min 0
Hscroll1 Max 72
Min 1
Command1 Caption Keluar

3. Ketikkan program di bawah ini :

Private Sub VScroll1_Change()


Label2.Caption = VScroll1.Value
End Sub

Private Sub HScroll1_Change()


Label2.FontSize = HScroll1.Value

22
Text1.Text = HScroll1.Value
End Sub

Private Sub Command1_Click()


End
End Sub

 Timer
Adalah kontrol yang berfungsi menghitung waktu pada Visual Basic. Kontrol ini menggunakan
jam internal yang terdapat pada komputer. Pada saat program dijalankan, kontrol Timer tidak
akan tampak pada layar Form, karena ia hanya berjalan pada latar belakang untuk menghitung
waktu.

Properti Timer
Properti timer yang utama adalah Enabled yang membuat Timer mulai menghitung waktu jika
nilainya True dan berhenti menghitung waktu jika nilainya False. Sedangkan properti Interval
berfungsi mengaktifkan event Timer() jika nilai di dalamnya dilampaui. Properti Interval
memiliki nilai 1 sampai 65,535.
Contoh :
Timer1.Interval = 500, artinya 500/1000 detik atau 0,5 detik
Timer1.Interval = 1000 artinya 1000/1000 detik atau 1 detik

1. Buat form sebagai berikut :

23
2. Ubah properti tiap kontrol sebagai berikut :
Kontrol Properti Nilai
Form Caption Program Jam
Label1 Caption Waktu Menunjukkan Pukul :
Label2 Caption (dikosongkan)
Label3 Caption Sekarang Tanggal :
Label4 Caption (dikosongkan)
Timer1 Enabled True
Interval 1
Command1 Caption Keluar

3. Ketikkan program di bawah ini :


Private Sub Command1_Click()
pesan = MsgBox("Apakah anda yakin ? ", vbYesNoCancel, "Peringatan")
If (pesan = vbYes) Then End
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()


Label2.Caption = Time()
Label4.Caption = Format(Now, "DD MMMM YYYY")
End Sub

Pengelolaan Data pada Visual Basic

Data

24
Adalah Bentuk jamak dari bahasa Latin datum, yang berarti item informasi. Berdasarkan
pemakaian, satu item informasi harus disebut sebuah datum, dan lebih dari satu item
informasi disebut data.

Dalam praktek kadang-kadang data digunakan untuk menyatakan bentuk tunggal maupun
jamak untuk kata benda dari data. Kumpulan dari data akan menjadi Informasi.

Field
Adalah lokasi pada record untuk menyimpan suatu jenis data. Misalnya NPM dapat
mempunyai field untuk menyimpan tahun angkatan, jurusan dan nomor urut mahasiswa.

Masing-masing field mempunyai spesifikasi sendiri mengenai panjang maksimum dan jenis
data (misalnya karakter atau numerik) yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Pada sistem
database relational, field disebut column.

Record
Sebagai kata kerja berarti merekam informasi, biasanya pada file. Sebagai kata benda,
Struktur data yang merupakan koleksi field (unsur), masing-masing dengan nama dan
jenisnya sendiri-sendiri.

Berlainan dengan array (deret), yang unsur-unsurnya diakses menggunakan indeks, unsur-
unsur record diakses dengan nama. Record dapat diakses sebagai unit kolektif unsur, atau
unsur-unsur dapat diakses secara individual.

File
Adalah suatu koleksi informasi yang lengkap, misalnya program, himpunan data yang
digunakan oleh program, atau dokumen yang dibuat oleh operator.

File merupakan unit dasar penyimpanan yang memungkinkan komputer membedakan satu
himpunan informasi dengan yang lain. File dapat atau tidak dapat disimpan dalam bentuk
yang dapat dibaca oleh manusia, tetapi masih merupakan perekat yang mengikat kumpulan
instruksi, bilangan, kata-kata, atau gambar menjadi suatu kesatuan yang dapat dipanggil,
diubah, dihapus, direkam atau diberikan kepada alat output oleh operator.

25
Database
Adalah kumpulan sebuah file yang terdiri atas sejumlah record (atau tabel), masing-masing
terbentuk dari field (kolom) dari tipe tertentu dan kumpulan operasi yang memudahkan
pencarian, penyimpanan, kombinasi ulang dan aktivitas sejenisnya.

Field Record File Database

Contoh : File Mahasiswa pada Database Mahasiswa STI&K

NPM NAMA` UTS UAS


Record
10494570 Adi 75 85
10494571 Budi 65 50
10494572 Didi 85 55
dst... dst... dst... dst...

Field

Menggunakan Visual Data Manager

Jika kita ingin membuat suatu program manajemen database pada Visual Basic, kita
memerlukan file database yang akan diproses. File database ini dibuat satu kali saja dan tidak
perlu langsung diisi recordnya (dibuat struktur databasenya saja). Selanjutnya file database
tersebut diproses lewat program. Untuk membuat file database, Anda dapat menggunakan
program Visual Data Manager (VISDATA) atau program lain, misalnya Microsoft Access.

26
Cara memanggil Visual Data Manager adalah sebagai berikut :

1. Pilih menu Add-ins pada menu utama.


2. Pilih Visual Data Manager.
3. Pilih menu File >New >Microsoft Access > Version 7.0 MDB
4. Setelah itu, Anda akan diminta untuk memberikan nama file dan lokasi data yang akan
disimpan. Perhatikan bahwa satu file database dapat berisi beberapa tabel. Jadi, misalnya
Anda akan membuat tiga tabel database untuk data mahasiswa, maka Anda dapat
memberi nama databasenya Mahasiswa.MDB, yang nantinya dapat berisi tabel database
Siswa, Mtkuliah dan Nilai.

5. Setelah Anda tentukan nama databasenya pilihlah Save. Tunjuk tulisan Properties lalu
klik kanan dan pilih New Table.

6. Ketik tulisan Siswa pada Table Name lalu klik Add Field untuk menambahkan field
seperti pada gambar

27
7. Ketik NPM pada kolom Name sebagai nama field yang pertama. Field ini nantinya akan
diisi data Nomor Pokok Mahasiswa. Pilih Text pada kolom Type untuk menentukan tipe
data field NPM. Tentukan lebar data pada kolom Size dengan angka 8. Pilih Option
Button pada pilihan FixedField agar lebar field bersifat tetap, sehingga tidak dapat
diubah pada saat program dijalankan. Lalu klik OK.

8. Ulangi langkah tadi untuk field-field selanjutnya.


Nama Field Tipe Lebar Klik Close, lalu klik Built the Table
Nama Text 20 sampai muncul tampilan di bawah ini.
JK Text 1
Alamat Text 30
Kota Text 10
Kode Pos Text 5
Telpon Text 8

Memodifikasi Database

28
Cara memodifikasi database yang sudah ada dalam disk hampir sama dengan cara
membuatnya yaitu :

1. Panggil program Visual Data Manager dengan memilih menu Add-Ins >Visual Data
Manager.

2. Pilih menu File >Open Database >Microsoft Access lalu klik file yang diinginkan lalu
klik Open. Tunjuk pada nama tabel yang diinginkan lalu klik kanan, dilanjutkan dengan
memilih Design.

3. Anda dapat langsung mengubah nama field, menghapus field atau menambah field. Jika
Anda ingin keluar dari program Visual Data Manager, dengan memilih File lalu Exit.

Menambah Index Data


Index data adalah urutan data pada suatu tabel database. Index data diperlukan terutama
untuk pencarian data dengan cepat dan pengelompokan data.
Untuk membuat index data caranya hampir sama dengan memodifikasi data, yaitu
sebagai berikut :

1. Panggil program Visual Data Manager, pilih file database yang akan digunakan, tunjuk
nama tabel yang akan digunakan lalu klik kanan, dilanjutkan dengan memilih Design.

2. Klik Add Index lalu ketik nama index NPM pada kolom Name. Klik kunci index pada
kolom Available Fields. Anda dapat menggunakan beberapa field sebagai kunci index.

29
3. Tentukan pilihan index.

• Primary : index yang memuat satu atau lebih field dan bersifat unik (tidak ada yang
sama dalam satu tabel). Dalam satu tabel hanya boleh ada satu primary key.
• Unique : index yang bersifat unik.
• IgnoreNulls : field yang kosong diabaikan.

4. Klik OK lalu ulangi langkah di atas jika masih ada index lain atau Close untuk menutup
jendela Add Index.

Menambahkan Tabel Data Dalam File Database


Untuk menambahkan tabel data dalam file database caranya hampir sama dengan
membuat tabel seperti di atas yaitu dengan meng-klik kanan Properties dan pilih New Table.
Tambahkan tabel baru dengan data sebagai berikut :
Nama tabel : Mtkuliah
Nama Field Tipe Lebar Index
Kodemk Text 6 Primary, Unique
Mata kuliah Text 20 -
SKS Single 4 -

30
Nama tabel : Nilai
Nama Field Tipe Lebar Index
NPM Text 8 Tanpa tipe index
Kodemk Text 6 Tanpa tipe index
UTS Single 4 -
UAS Single 4 -

Memasukkan Data Dalam Tabel Database


Selain dengan program melalui Visual Basic, Anda dapat memasukkan data dalam tabel
database dengan menggunakan program Visual Data Manager. Caranya yaitu dengan meng-klik
kanan nama tabel dan pilih Open lalu klik Add.

31
File dan Database

Kontrol File
Adalah kontrol yang memiliki fungsi memanipulasi file-file pada komputer. Biasanya kontrol
file ini digunakan untuk menampilkan daftar file agar user bisa memilih salah satu file yang
terdapat pada komputer.

 Drive List Box (Daftar Drive)


Kontrol ini akan menampilkan daftar drive yang terdapat pada komputer seperti drive floppy (A
atau B), drive hard disk (C, D dan seterusnya), drive CD-ROM serta drive-drive penyimpanan
lainnya.

 Directory List Box (Daftar Direktori)


Kontrol ini akan menampilkan seluruh daftar direktori atau folder pada drive yang dipilih.

 File List Box (Daftar File)


Kontrol ini akan menampilkan seluruh file yang terdapat pada direktori yang dipilih. File-file
yang ditampilkan dapat ditentukan jenisnya melalui properti Pattern.

Contoh :
1. Buat Form sebagai berikut :

32
2. Ubah properti tiap kontrol sebagai berikut :

Kontrol Properti Nilai


Form Caption Program Daftar File
Label1 Caption Daftar File
Text1 Text (dikosongkan)
Drive1
Dir1
File1
Command1 Caption Keluar

3. Ketikkan program di bawah ini :


Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Drive1_Change()


Dir1.Path = Drive1.Drive
End Sub

Private Sub Dir1_Change()


File1.Path = Dir1.Path
End Sub

Private Sub File1_Click()


Text1.Text = Dir1.Path + "\" + File1.FileName
End Sub

33
Kontrol Data
Berguna untuk menampilkan record-record database pada suatu aplikasi. Kontrol ini
menyediakan tombol penggulung yang dapat membantu melewati record demi record di dalam
sebuah file database.

Kontrol Data dapat menampilkan field-field di dalam database dengan beberapa format database
misalnya Access (mdb), dBase dan Foxpro (dbf), Excel (xls), Lotus (wk*), Paradox (db) bahkan
teks (txt).

Properti Kontrol Data


Properti Keterangan
Caption Teks judul yang akan ditampilkan di tengah-tengah kontrol Data
Connect Memilih salah satu jenis database yang ada
DatabaseName Menghubungkan kontrol data dengan file database. Disini Anda harus
memilih file database yang akan dijadikan sumber dari kontrol Data
RecordSource Memilih salah satu tabel dari database yang dipilih. Biasanya sebuah
database memiliki lebih dari satu tabel. Pilihlah tabel yang ingin
dimanipulasi dengan kontrol Data pada properti ini.

Contoh :
1. Buat Form sebagai berikut :

2. Ubah properti tiap kontrol sebagai berikut :


Kontrol Properti Nilai
Form Name frmSiswa

34
Caption Program Daftar File
Data1 Caption Tabel Siswa
Connect Access
DatabaseName (lokasi dan nama file database)
EOFAction 2-AddNew
RecordSource Siswa
Label1 Caption Data Mahasiswa STMIK Jakarta STI&&K
Label2 Caption NPM
Label3 Caption Nama
Label4 Caption Jenis Kelamin
Label5 Caption Alamat
Label6 Caption Kota
Label7 Caption Kode Pos
Label8 Caption Telepon
Text1 DataField NPM
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Text2 DataField Nama
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Text3 DataField JK
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Text4 DataField Alamat
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Text5 DataField Kota
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Text6 DataField Kode_Pos
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Text7 DataField Telpon
DataSource Data1
Text (dikosongkan)
Command1 Caption Keluar

3. Ketikkan program di bawah ini :

35
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Form_Load()


frmSiswa.WindowState = 2
End Sub

Hasil :

Mengaitkan Tabel dengan Menggunakan DataGrid


1. Tambahkan kontrol baru dengan memilih menu Project >Components (Ctrl+T) lalu pilih
Microsoft ADO Data Control (OLEDB) dan Microsoft Data Grid Control (OLEDB) lalu
klik OK
2. Buat form sebagai berikut :

36
Kontrol Properti Nilai
Form Name frmBrowseSiswa
Caption Data Siswa
Properti Setting
AllowAddNew True 3. Lakukan langkah-
AllowArrows True
AllowDelete True langkah berikut untuk
AllowUpdate True kontrol Adodc1 :
Caption Browse Data Siswa
ColumnHeaders True • Ubah
DataSource Adodc1 propertinya
TabAction 2-dbgGridNavigation
sebagai berikut :
Properti Setting
Caption Tabel Siswa
EOFAcction 2-adDoAdNew

• Tekan tombol elipsis pada properti ConnectionString.


• Pada Use Connection String klik tombol Build lalu pilih Microsoft Jet 4.0 OLEDB
Provider lalu klik Next.
• Pada kolom Select or enter a database name, masukkan nama database yang dipakai
atau klik tombol elipsis lalu cari nama database.
• Klik Test Connection untuk mengetes hubungan dengan database lalu klik OK
sampai kembali ke jendela Form.
• Tentukan properti RecordSource dengan menekan tombol elipsis lalu pada kolom
Command Type pilih 2-adCmdTable. Lalu pilih table yang akan digunakan pada
kolom Table or Stored Procedure Name lalu klik OK.

4. Ubah properti kontrol DataGrid sebagai berikut :

37
5. Ketikkan program di bawah ini :
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub Hasil :

Private Sub Form_Load()


frmBrowseSiswa.WindowState = 2
End Sub

MENU DAN INSTALASI PROGRAM APLIKASI

A. Membuat Menu untuk Integrasi Program


Jika program yang Anda buat sudah cukup besar dan kompleks, maka Anda perlu
membuat menu program untuk mengintegrasikanprogram-program Anda, sehingga pemakai
program tidak kesulitan menggunakan program yang Anda buat.

38
MS-Visual Basic 6.0 menyediakan fasilitas untuk membuat menu program, yaitu Menu
Editor. Dengan fasilitas ini, Anda dapat membuat menu program dengan cepat dan mudah.
Untuk itu lakukan langkah-langkah berikut ini :
1. Buat form baru dengan menekan tombol Add Form lalu ubah properti Name-nya
menjadi frmMenu dan properti Caption-nya menjadi Menu Latihan Visual Basic

2. Klik tombol Image pada Toolbox lalu buat areanya pada form. Klik tombol di properti
Picture sehingga muncul jendela Load Picture. Pilih gambar yang akan kita sisipkan

3. Ubah properti Stretch menjadi True lalu atur besarnya gambar yang disisipkan

4. Klik icon Menu Editor yang terletak pada toolbar, sehingga akan muncul tampilan
seperti gambar

5. Isilah isian Caption dengan tampilan menu, misalnya &Input. Nantinya pada saat
dijalankan , yang akan muncul adalah tulisan Input. Jadi Anda dapat menambahkan tanda
“&” pada isi Caption, yang akan menyebabkan karakter disebelah kanannya akan diberi

39
garis bawah pada saat program dijalankan. Tanda garis bawah pada karakter tersebut
menandakan bahwa Anda dapat mengunakan tombol Alt diikuti karakter yang
digarisbawahi untuk memilih pilihan yang dimaksud.

6. Isilah isian Name dengan nama pengenal menu, misalnya Minput. Nama menu ini antara
lain dipakai sebagai nama procedure atau objek jika Anda nanti membuat kode
programnya.

7. Beri tanda pilih pada pilihan Enable agar menu ini bisa dipilih. Beri tanda pilih pada
pilihan Visible agar menu ini ditampilkan dilayar.

8. Gunakan icon tanda panah jika Anda ingin mengubah letak atau level menu.
Perlu diketahui bahwa urutan yang lebih atas akan ditampilkan lebih ke kiri, sedangkan
menu dengan indentasi (menjorok) ke kanan akan diletakkan sebagai submenu dari menu
di atasnya yang indentasinya lebih ke kiri.

9. Pilih Next untuk membuat pilihan (menu) berikutnya. Pilih Insert untuk menyisipkan
pilihan baru pada posisi yang sekarang ditunjuk dan pilih Delete untuk menghapus menu
yang ditunjuk.
10. Lengkapi struktur menu menjadi seperti tabel berikut ini :

Caption Name
Level1 Level2
&Input Minput
Data Mahasiswa Mmahasiswa
Data Mata Kuliah Mmtkuliah
Data Nilai Mnilai
&Latihan Mlatihan
Latihan 1 Mlat1
Latihan 2 Mlat2
Latihan 3 Mlat3
&Selesai Mselesai
Keluar Menu Mkeluar

11. Setelah selesai klik OK dan simpan form dan jalankan program dengan mengklik icon
Start.

40
B. Mengaitkan Aplikasi Lain dalam Menu
Program di atas hanyalah program menu saja, jadi belum dapat memanggil program atau
form lain. Sekarang kita akan mempelajari cara mengaitkan program aplikasi atau form lain ke
dalam menu, agar dapat dipanggil lewat menu tersebut. Untuk itu lakukan langkah-langkah
berikut ini :
1. Tampilkan form menu, pilih Input, lalu klik dua kali sub menu Data Mahasiswa
sehingga akan muncul tampilan kode program dengan procedure Mmahasiswa_Click( ).
Ketikkan kode programnya seperti berikut ini :
Private Sub Mmahasiswa_Click()
<namaform Input Data Mahasiswa>.Show
End Sub

Procedure di atas menunjukkan bahwa jika Anda mengklik pilihan Data Mahasiswa pada
menu Input, maka program akan menampilkan form Input Data Mahasiswa.

2. Tampilkan form program input dan latihan yang telah dibuat, setelah itu tampilkan kode
programnya dan ubahlah nama procedure Form_Load (jika ada) menjadi Form Activate.
Hal ini perlu karena jika digunakan procedure Form_Load, maka procedure hanya
dijalankan satu kali selama program utama (menu) belum selesai. Sedangkan jika
memakai Form_Activate, maka procedurenya akan dilaksanakan setiap kali pilihan pada
menu tersebut dipilih.

3. Ubah pula isi procedure selesai_Click menjadi seperti contoh berikut ini :

41
Private Sub selesai_Click()
<nama form Input Data Mahasiswa>.Hide
frmMenu.Show
End Sub

Perintah di atas menunjukkan bahwa jika tombol Selesai di klik, maka program akan
menutup database mahasiswa, kemudian menyembunyikan tampilan form Input Data
Mahasiswa dan kembali menampilkan (mengaktifkan) form Menu.

4. Simpan form Menu dengan nama yang sama, lalu coba jalankan program.

C. Membuat File Setup Program


Setelah Anda selesai membuat program secara lengkap, maka mungkin Anda ingin

menggunakan program Anda pada komputer lain, misalnya Anda membuat dan menyelesaikan

program di rumah, kemudian ingin menggunakan program tersebut di kantor Anda.

Untuk keperluan tersebut, Ms-Visual Basic 6.0 menyediakan fasilitas pembuatan file
setup program. Untuk mempelajari fasilitas tersebut, lakukan langkah-langkah berikut ini :
1. Bukalah proyek yang akan dibuat file setup-nya.
2. Agar file setup-nya efisien, sebaiknya komponen yang tidak dipakai dibuang dulu.
Komponen yang dimaksud adalah objek yang terdapat dalam toolbox. Untuk
melakukannya pilihlah menu Project lalu Components. Setelah itu buanglah tanda silang
pada pilihan yang tersedia di lembar Controls. Jika ada pilihan yang tidak bisa dibuang
tanda pilihnya, berarti komponen tersebut memang terpakai. Hal yang sama Anda
lakukan pada lembar Designer dan lembar Insertable Objects. Setelah itu klik Apply lalu
Close.

42
3. Simpan proyek lalu tutuplah program MS-Visual Basic 6.0 dan kembali ke sistem operasi
Ms-Windows. Klik Icon Start >Programs >Microsoft Visual Studio 6.0 >Microsoft
Visual Studio 6.0 Tools >Package & Deployment Wizard sehingga akan muncul
tampilan seperti gambar di bawah

4. Tentukan nama program aplikasi (proyek) yang akan dibuat file setup-nya. Anda dapat
mengunakan tombol Browse untuk memilih proyek yang diinginkan dari lokasi tertentu.
Setelah itu klik icon Package sampai muncul tampilan seperti gambar

43
5. Pilihan ini akan muncul jika Anda belum pernah membuat file EXE dari program aplikasi
yang bersangkutan. Jika file EXE sudah pernah dibuat, maka pilihan , maka pilihan yang
dimunculkan sedikit berbeda dan disarankan Anda memilih Recompile untuk melakukan
kompilasi ulang.

6. Setelah proses kompilasi selesai, akan muncul pilihan Package Type. Pilihlah Standard
Setup Package lalu klik Next, sampai muncul tampilan seperti gambar

7. Tentukan folder tempat menyimpan hasil proses. Klik Next sampai muncul pilihan
Drivers yang tersedia, lalu klik Next sekali lagi. Tampilan selanjutnya adalah daftar file
yang diperlukan oleh program aplikasi pada saatnya nanti dijalankan di komputer baru.
Jadi jika komputer baru yang akan dipakai tidak mempunyai Ms-Visual Basic 6.0, maka
program aplikasi tetap dapat dijalankan, karena file-file yang diperlukan sudah
dimasukkan dalam kelompok file setup. Tetapi jika dalam komputer yang baru juga
terdapat program Ms-Visual Basic 6.0, maka Anda dapat tidak menyertakan daftar file
yang tersedia dengan cara menghilangkan tanda pilihnya. Setelah itu klik tombol Next.

44
8. Tampilan selanjutnya adalah pilihan Cab. Pilihan ini untuk menentukan, apakah Anda
ingin menggunakan file setup tunggal atau file setup majemuk. File setup tunggal dipilih
jika Anda ingin menyimpan file tersebut dalam media dengan kapasitas cukup besar
(misalnya CD-ROM), sehingga cukup dibuat satu file saja, sedangkan file setup majemuk
dipilih jika Anda ingin menggunakan media dengan kapasitas kecil (misalnya disket),
sehingga file setup harus dipecah-pecah. Untuk contoh sekarang, pilihlah Multiple Cabs
dan tentukan ukurannya sesuai dengan kapasitas media dilanjutkan dengan mengklik
Next.

9. Tampilan selanjutnya adalah isian Installation Title. Disini Anda dapat menentukan judul
instalasi, misalnya Database Mahasiswa STMIK Jakarta (STI&K). Setelah itu klik
Next.

45
10. Tampilan selanjutnya adalah lokasi program hasil setup nantinya ditampilkan pada
komputer baru. Klik lagi Next. Lalu tamplan selanjutnya adalah lokasi program disimpan
di media penyimpanan pada komputer baru. Klik lagi Next.

11. Selanjutnya muncul Shared files. Berilah tanda silang jika diinginkan program hasil
setup dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa user lalu klik Next.

12. Tampilan selanjutnya adalah isian Script name. Pilihan ini untuk menentukan nama
skrip, yaitu langkah-langkah proses pembuatan file setup, sehingga jika nanti Anda ingin
membuat file setup lagi, Anda dapat mengunakan skrip tersebut sehinga langkah-
langkahnya otomatis dan sama dengan yang ada dalam skrip. Setelah itu klik lagi Finish.

13. Program akan mulai memproses membuat file setup. Tunggulah sampai proses selesai
dan muncul laporan proses. Klik tombol Close sampai muncul tampilan seperti gambar
6.6 kemudian klik lagi tombol Close.

46
14. Sampai disini, proses pembuatan file setup sudah selesai. Selanjutnya Anda dapat melihat
dan atau menyalin file hasil setup ke media lain (misalnya disket) dengan menggunakan
program Windows Explorer. Contoh hasil setup dapat Anda lihat seperti pada gambar

Jika Anda melakukan instalasi atau setup program aplikasi ke dalam harddisk, maka
akan ter-copy juga komponen program yang diperlukan program aplikasi. Yang perlu
diperhatikan adalah bahwa ada beberapa komponen program yang mungkin sudah
ada dan diperlukan atau dipakai program aplikasi lain. Pada saat Anda melakukan
instalasi, hal tersebut tidak menjadi masalah, karena komponen tetap ada. Tetapi yang
menjadi masalah adalah jika Anda melakukan proses Uninstall, misalnya lewat
Add/Remove Programs pada jendela Control Panel. Jika Anda melakukan proses
Uninstall tersebut, maka semua komponen juga akan dihapus, sehingga program
aplikasi lain yang menggunakan komponen ang terhapus akan terganggu.

47
Oleh karena itu, jika Anda menginstal program aplikasi yang dibuat dengan Ms-
Visual Basic 6.0, sebaiknya disimpan dalam folder tersendiri yang terpisah dari folder
lain, sehingga jika sudah tidak diperlukan, Anda dapat menghapusnya dengan
Windows Explorer.

48