Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH AGAMA

AKHLAK RASULULLAH SAW DALAM MAKAN DAN MINUM

KELOMPOK 9
1. RUFAIDA FARHANNI NAZIRA ( 1511212066 )
2. HAYATUL HASNAH ( 1511212071 )

DOSEN PEMBIMBING
Dr. H. Syar’i Sumin, SH

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS

2015
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini tepat waktu dalam rangka pemenuhan tugas mata kuliah Agama . Dalam
makalah ini penulis akan membahas mengenai “AKHLAK RASULULLAH DALAM
MAKAN DAN MINUM”.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari
bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu,
tidak menutup kesempatan bagi pembaca yang hendak memberi kritik dan saran
berkenaan dengan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Padang , 15 September 2015

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…….………………………………………………………1

DAFTAR ISI………………………………………………………………………2

BAB I PENDAHULUAN………..………………………………………………..3

A. Latar Belakang…………………………………………………………….3
B. Rumusan Masalah……..…………………………………………………..3
C. Metode Penulisan….………………………………………………………3

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………4

A. Pengertian Akhlak…..…………………………………………………..4
B. Akhlak Rasulullah SAW. dalam Makan dan Minum.................................
C. Makanan dan Minuman Halal dan Haram……..………………………12

BABIII PENUTUP……………………………………………………………….16

A. Kesimpulan………………………………………………………………16
B. Saran ……………………………………………………………………..16

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………17
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia
karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabiat, perangai,
karakter manusia yang baik maupun buruk dalam hubungannya dengan
Allah SWT dan sesama makhluk. Akhlak merupakan gambaran jiwa yang
tersembunyi dan timbul pada manusia ketika menjalankan perbuatan-
perbuatan yang tidak di buat-buat atau dipaksakan.
Akhlak merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam
kehidupan. Setiap manusia pasti mempunyai akhlak. Tujuan akhlak dalam
Islam secara umum ialah terbentuknya pribadi Muslim yang luhur budi
pekertinya baik lahir maupun batin, agar memperoleh kebahagiaan di dunia
dan di akhirat.
Banyak sekali permasalahan yang dibahas dalam kitab akhlak atau
adab, mulai bangun tidur sampai tidur kembali semuanya dibahas di
dalamnya. Sebagaimana adab makan dan minum, hal ini merupakan hal
sepele bagi kebanyakan orang tetapi menimbulkan dampak yang negatif bagi
kesehatan dikemudian hari. Saat ini adab makan dan minum umat Islam sudah
banyak yang menjauh dari anjuran agama dan sunnah-sunnah Rasulullah
SAW.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan akhlak?
2. Bagaimana akhlak makan Rasulullah SAW?
3. Bagaimana akhlak minum Rasulullah SAW?
4. Apa saja yang termasuk makanan dan minuman yang halal?
C. Metode Penulisan
Dalam penyelesaian karya tulis ini penulis menggunakan teknik
pengumpulan data yaitu Metode Literatur : mencari data melalui buku beserta
pengumpulan data dari internet.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Akhlak

"Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang
paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap
keluarganya". (HR. Ar-Ridha)

Akhlak merupakan salah satu dari tiga kerangka dasar ajaran Islam yang juga
memiliki kedudukan yang sangat penting. Akhlak merupakan buah yang
dihasilkan dari proses menerapkan aqidah dan syariah. Ibarat bangunan,
akhlak merupakan kesempurnaan dari bangunan tersebut setelah fondasi dan
bangunannya kuat. Jadi, tidak mungkin akhlak ini akan terwujud pada diri
seseorang jika dia tidak memiliki aqidah dan syariah yang baik. Akhir-akhir
ini istilah akhlak lebih didominasi istilah karakter yang sebenarnya memiliki
esensi yang sama, yakni sikap dan perilaku seseorang.

B. Akhlak Rasulullah SAW Dalam Makan dan Minum

Akhlak merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam


kehidupan. Setiap manusia pasti mempunyai akhlak. Tujuan akhlak dalam
Islam secara umum ialah terbentuknya pribadi Muslim yang luhur budi
pekertinya baik lahir maupun batin, agar memperoleh kebahagiaan di dunia
dan di akhirat.
Namun pada saat sekarang ini terdapat berbagai penyimpangan akhlak
termasuk akhlak makan dan minum. Terbukti dengan adanya pesta yang
diadakan dengan makan dan minum sambil berdiri (standing party).
Untuk memperbaiki adab makan dan minum yang mulai pudar saat
ini, maka kita bisa kembali kepada sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Akhlak Rasulullah dalam makan sudah tertera di dalam hadits-hadits shahih,
seperti yang dijelaskan berikut.

Rasulullah SAW. mengawali makan dan minumnya dengan membaca


basmallah dan membaca hamdalah jika telah selesai. Rasulullah SAW. juga
menganjurkan untuk makan dan minum dengan tangan kanan dan mengambil
makanan yang terdekat dengan kita. Sebagaimana hadits riwayat Bukhari dan
Muslim :

“Dari Umar Ibn Salamah ra, dia berkata:’Rasulullah SAW. bersabda kepada
saya:’Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah
dari yang terdekat denganmu.”

Atau jika lupa menyebut nama Allah ketika hendak makan dan
minum, jika teringat ketika sedang makan hendaknya membaca bismillahi fi
awalihi wa akhirihi (dengan menyebeut nama Allah di awal dan akhirnya).
Sebagaimana hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi yang berbunyi :

“Dari ‘Aisyah ra, dia berkata :”Rasulullah SAW. bersabda :’Apabila salah
seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala, jika ia lupa
menyebut nama Allah di awal makannya maka hendaklah mengucapkan
dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya.”

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan selalu dilakukan oleh


Rasulullah SAW. Rasulullah SAW makan dengan tiga jari tangan kanan, yaitu
jari tengah, jari telunjuk, dan ibu jari. Setelah selesai makan beliau terlebih
dahulu menjilati jari tangannya hingga tak ada sedikitpun makanan yang
tersisa di tangan beliau. Sebagaimana hadits riwayat Muslim :
“Dari Ka’ab Ibn Malik ra, dia berkata: ‘Saya melihat Rasulullah SAW
makan dengan tiga jarinya, apabila telah selesai beliau menjilati jarinya.”

Nabi SAW memperkecil suapan agar mudah masuk ke dalam mulut


ketika makan. Secara medis, hal ini mempermudah proses dalam mengunyah.
Sebab, apabila banyak makanan dalam mulut, biasanya akan membuat orang
malas untuk mengunyah sehingga makan menjadi tergesa-gesa. Hal ini
membuat proses pencernaan menjadi tidak sempurna.

Rasulullah SAW ketika makan dan minum tidak secara berlebih-


lebihan, mengambil makanan yang lebih dekat dahulu dan tidak mengambil
makanan yang berada di tengah piring sebelum di pinggir habis, tidak
mengonsumsi makanan yang panas dan basi, tidak mencela makanan, duduk
tegak lurus saat makan dan tidak bersandar, tidak makan sambil berbaring dan
tidak langsung tidur setelah makan, tidak meniup makanan dan minuman
yang masih panas, duduk saat makan dan minum, mengambil napas tiga kali
dalam sekali minum dan tidak bernapas di dalam gelas, selalu makan bersama,
tidak membelakangi orang yang sedang makan.

Rasulullah SAW membolehkan minum sambil berdiri dan yang paling


utama adalah duduk. Rahasia medis dr. Abdurrazaq Al Kailani berkata:
“Minum dan makan sambil berdiri lebih sehat, selamat, dan lebih sopan, karen
apa yang dimakan dan diminum akan berjalan di usus dengan perlahan.
Adapun minum sambil berdiri akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan
keras ke dasar usus. Jika ini terjadi berulang-ulang maka dalam akan
menyebabkan melarnya usus dan pada akhirnya sistem pencernaan tidak akan
berfungsi. Adapun Rasulullah SAW berdiri ketika makan atau minum
dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk seperti
sesaknya keramaian orang sehingga tidak ditemukan tempat untuk duduk.
Dr. Ibrahim Al Rawi mellihat bahwa manusia pada saat berdiri dalam
keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja. Jika
makan dan minum dilakukan dengan berdiri maka tidak akan tercapai
ketenangan karena saraf dan otot bekerja bersamaan. Akibat yang lebih parah
lagi adalah berhentinya detak jantung dengan tiba-tiba karena tidak
berfungsinya saraf. Makan dan minum sambil berdiri juga akan menyebabkan
lukanya dinding usus.

Ada tiga kunci yang sangat prinsip dari ajaran Rasulullah dalam soal
makan, yaitu sebagai berikut :

1. Makan dan minum tidak berlebih-lebihan, sesuai perintah Allah dalam


surah al-A’raf ayat 31 yang artinya sebagai berikut:
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap
(memasuki) masjid, makan dan minum lah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”
2. Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.
3. Makan mengisi lambung dengan sepertiga makanan, sepertiga
minuman, dan sepertiga udara.

Rasulullah juga memakan buah-buahan sebelum makan utama.


Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mengunyah makanan dengan
sempurna, ini juga membuat proses pencernaan di tubuh kita lebih optimal
dan berjalan dengan baik.
C. Makanan dan Minuman Halal dan Haram

Pada dasarnya semua hal itu mubah. Sejak dahulu umat manusia
berbeda-beda dalam menilai masalah makanan dan minuman mereka, ada
yang boleh dan ada juga yang tidak boleh. Lebih-lebih dalam masalah
makanan yang berupa binatang. Adapun masalah makanan dan minuman yang
berupa tumbuh-tumbuhan, tidak banyak diperselisihkan. Dan Islam sendiri
tidak mengharamkan hal tersebut kecuali setelah menjadi arak, baik yang
terbuat dari anggur, korma, gandum, ataupun bahan-bahan lainnya, selama
benda-benda tersebut sudah mencapai kadar memabukkan. Begitu juga Islam
mengharamkan semua benda yang dapat menghilangkan kesadaran dan
melemahkan urat serta yang membahayakan tubuh.

Islam datang, sedang manusia masih dalam keadaan jahiliyah dalam


memandang masalah makan berupa binatang. Islam berada di antara suatu
faham kebebasan soal makanan dan ekstrimis dalam soal larangan. Oleh
karena itu Islam kemudian mengumandangkan kepada segenap umat manusia
dengan mengatakan :

“Hai manusia! Makanlah dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal
dan yang baik, dan jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesungguhnya
syaitan itu musuh yang terang-terangan bagi kamu.” (al-Baqarah: 168)

Selanjutnya mengumandangkan seruannya kepada orang mu’min


secara khusus :

“Hai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa-


apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta bersyukurlah kepada Allah
kalau betul-betul kamu berbakti kepada-Nya. Allah hanya mengharamkan
kepadamu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan
karena Allah. Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja
dan tidak melewati batas maka tidaklah berdosa baginya, karena
sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-Kasih.” (al-Baqarah:
172-173)

Maka dari ayat di atas manusia boleh memakan segala hal baik di
muka bumi ini kecuali hal-hal yang sudah ditetapkan keharamannya.

Dalam surat al-Maidah ayat 3 al-Qur’an menyebutkan binatang-


binatang yang diharamkan itu dengan terperinci:

“Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang


yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang mati
karena di pukul, yang mati karena jatuh dari atas, yang mati karena ditanduk,
yang mati karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu
sembelih dan yang disembelih untuk berhala.”

Yang pertama disebutkan adalah bangkai. Mengapa bangkai


diharamkan? Pertama, naluri manusia tentu tidak ingin memakan makanan
yang kotor seperti bangkai. Kedua, binatang yang mati dengan sendiri
biasanya disebabkan karen suatu hal yang juga akan membahayakan tubuh
kita contohnya mati karena penyakit, keracunan tumbuh-tumbuhan, tidak
normalnya binatang tersebut, dan lain-lain. Ketiga, dengan diharamkannya
bangkai bagi manusia maka Allah juga memberi kesempatan kepada hewan
lain untuk memakan bangkai tersebut, ini menunjukkan tanda kasih sayang
Allah kepada ciptaan-Nya.

Makanan haram yang disebutkan selanjutnya adalah darah yang


mengalir. Rahasia diharamkannya darah disini tentu karena kotor dan diduga
akan berbahaya bagi tubuh manusia.

Yang ketiga ialah daging babi. Naluri manusia yang baik sudah pasti
tidak akan menyukainya, karena memang makanan babi itu kotor dan najis.
Daging babi juga dapat menimbulkan cacing pita yang sangat banyak di
dalam tubuh kita.

Khamar juga termasuk minuman yang haram karena memabukkan.


Dan segala sesuatu yang memabukkan adalah haram walaupun sedikit.

Selain dari yang disebutkan di atas maka insyaAllah adalah halal.


Salah satu yang termasuk halal adalah madu lebah. Bahkan di dalam Islam
dianjurkan untuk meminum madu. Mengapa? Madu memiliki banyak
manfaat. Pertama, untuk penyembuhan penyakit, madu mengandung lebih
banyak karbohidrat dibanding makanan lain dan mdu juga rendah lemak,
madu juga mengandung zat yang bisa memperbaiki sel tubuh yang rusak.
Kedua, penambah energi. Ketiga, madu jug berguna untuk masa pertumbuhan
pada anak khususnya bagi anak balita hingga remaja. Madu juga melancarkan
metabolisme tubuh, melancarkan darah dan fungsi pencernaan. Madu
memiliki lebih banyak manfaat daripada mudarat sehingga dianjurkan untuk
dikonsumsi.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Jadi dalam segala hal termasuk makan dan minum Islam sudah
memberikan aturan yang bermanfaat bagi kita. Dan Rasulullah SAW sudah
memberikan contoh yang baik dalam makan dan minum. Lalu dalam makan
minum juga sudah ditentukan mana yang halal dan haram.

B. Saran

Dengan adanya panduan makan dan minum sesuai akhlak Rasulullah


SAW diharapkan umat Islam bisa mengambil pelajaran dan mengamalkan
dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

Tarjamah Buku Imam At-Tirmidzi. Kepribadian Rasulullah SAW. Jakarta:


Khatulistiwa Press.

ADAB-MAKAN-DAN-MINUM_2.pdf, diakses pada tanggal 25 September 2015

Tarjamah Riyadhus Shalihin jilid 2 karya Imam Nawawi, takhrij Syekh M.


Nashiruddin Al Albani

Sumin, Syar’i.2014.Islam dan Kedokteran.Depok: PENA UTAMA.