Anda di halaman 1dari 7

FUNGSI OTOT

Otot dalam sistem organ manusia sangat mendukung proses pergerakannya. Selain dari

paaitu, berikut fungsi lainnya:


 Menghasilkan gerakan rangka, seperti kontraksi dan relaksasi otot yang menempel
pada rangka dapat mengggerakkan rangka
 Mempertahankan postur dan posisi tubuh, misalnya mempertahankan posisi kepala
saat membaca buku, berjalan dengan posisi tegak dan lain sebagianya.
 Mengatur pintu masuk dan keluar saluran dalam sistem tubuh, misalnya menelan,
buang air besar maupun kecil semua hal tersebut dipengaruhi oleh otot rangka yang
menyelaputinya.
 Menyokong jaringan lunak, menggerakkan organ-organ dalam tubuh seperti usus,
jantung dan sistem tubuh lainnya.
 Mempertahankan suhu tubuh, kontraksi rangka memerlukan energidan
menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal bagi tubuh.

Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Otot memiliki struktur dan komponen
tersendiri seperti :
 Tendon, jaringan ikat fibrosa (tidak elastic) yang tebal dan berwarna putih yang
menghubungkan otot rangka dengan tulang. Urat-urat ini berupa serabut-serabut simpai
yang putih, berkilap, tidak elastic. Aponeuroses adalah lembaran-lembaran datar atau
simpai dari jaringan fibrus dengan maksud untuk nenuat kelompok-kelompok otot dan
adakalanya menggandengkan sebuah oto dengan bagian yang menggerakkannya.
 Fascia, merupakan jaringan ikat gabungan dari jaringan fibrus dan areolar yang
membungkus dan menghimpun otot menjadi satu. Setiap fasciculus dipisahkan oleh
jaringan ikat perimysium. Di dalam pascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. Di
antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam
perbaikan jaringan otot yang rusak. Dalam bagian-bagian tertentu, seperti dalam telapak
tangan, fascia ini sangat padat dan kuat. Contohnya adalah fascia Palmaris dan fascia
plantaris.
 Sarcolemma (membrane sel/serat otot) dan sarcoplasma, yang merupakan unit
structural jaringan otot yang berdiameter 0,01 – 0,1 mm dengan panjang 1-40 mm yang
melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot. besar dan jumlah jaringan
terutama jaringan elastic, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setial 1 serat
otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot
yang berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit
fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut myofibril.
 Miofibril, merupakan serat-serat yang terdapat dalam otot. Di bawah mikroskop,
miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament)
dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)
 Miofilamen, merupakan benang-benang/filament halus yang merasal dari myofibril.
Terbagi atas dua macam yaitu miofilamen homogeny (terdapat pada otot polos) dan
miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot kardiak dan pada otot lurik.
 Sarkoplasma, merupakan cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana
myofibril dan miofilamen berada.

D. JENIS OTOT

1. Otot Polos

Otot polos terdapat di dinding usus, dinding lambung, kandung kemih, peranakan, dinding

pembuluh darah dan organ dalam lainnya. Juga berguna untuk mengontro diameter

pembuluh darah dan gerakan pupil mata. Otot ini memiliki sel berbutir beras dan fungsinya

diatur oleh sistem saraf tak sadar. Itu berarti bahwa walaupun otot usus seseorang

bergerak, yang bersangkutan tidak merasakannya. Walaupun demikian, bila pergerakannya

berlebihan maka orang tersebut akan merasakan mulas atau colic.


OTOT POLOS

Berikut ciri-ciri otot polos :


 Bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya
menggelembung.
 Mempunyai satu inti sel.
 Tidak memiliki garis-garis melintang (polos).
 Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot
polos disebut sebagai otot tak sadar.
 Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan lain
lain.

2. Otot Lurik

Otot satu ini mudah lelah yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat pada sel-selnya.

Pergerakan otot lurik berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak dan bersifat sadar

(bukan reflex).otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar.
OTOT LURIK

Berikut ciri otot lurik :


 Bentuknya silindris, memanjang dan tidak bercabang.
 Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan
terang secara berselang-seling (lurik).
 Mempunyai banyak inti sel di tepi
 Bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik
disebut sebagai otot sadar.
 Penyebaran otot lurik ada pada kerangka tubuh, diafragma dan organ lain seperti
lidah, bibir dan palpebra

3. Otot Jantung

Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot

yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak

dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf

simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung,

namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.


OTOT JANTUNG

Berikut ciri otot jantung :


 Otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Strukturnya sama seperti otot lurik,
gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel.
 Kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita, tetapi bekerja sesuai
dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik dan dari
proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial.
 Dibawah mikroskop tampak seperti otot lurik tetapi bercabang dan intinya ditengah.
 Sumber energinya dari metabolism aerobic dan membutuhkan energi lebih besar
dari otot lainnya.

Otot tidak bekerja sendiri-sendiri tetapi dalam kelompok untuk melaksanakan gerakan dari

berbagai bagian rangka tubuh. Menurut cara kerjanya, otot dibedakan menjadi :

1. Antagonis

Dimana cara kerjanya menimbulkan efek gerak berlawanan

Cara kerja otot antagonis dapat berupa gerakan :


 Ekstenso (meluruskan), felkso (membengkakkan)
 Abduktor (menjauhi tubuh), aduktor (mendekati tubuh)
 Depresor (arah ke bawah), elevator (arah ke atas)
 Supinator (menengadah), pronator (menelungkup)

2. Sinergis atau flexi

Cara kerjanya menimbulkan gerakan searah atau bersama-sama. Juga bekerja untuk

menstabilkan bagian-bagian anggota lain sewaktu bagian lain bergerak.

Otot yang tidak lepas dari peran saraf, dibagi kedalam dua kelompok yaitu :

1. Volunter

Ototnya disarafi oleh saraf somatic dan berada dalam kontrol otak. Contohnya otot lurik.

2. Involunter

Otot ini disarafi oleh sistem saraf otonom dan tidak berada dibawah kontrol otak. Contohnya

otot polos dan otot jantung.

E. MEKANISME KERJA SISTEM OTOT

Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras

dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Hal ini melibatkan kerja saraf. Karena

memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat.

Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu.

Kontraksi dapat berlangsung bila ada rangsangan (stimulus) baik oleh pengaruh saraf atau

oleh pengaruh lain. ontraksi dapat terjadi karena adanya energi kimia berupa ATP yang

terbentuk pada sel otot. Kontraksi terjadi sangat dipengaruhi oleh 2 jenis protein yaitu aktin

dan myosin. Interaksi dari 2 protein tersebut menyebabkan terjadinya kontraksi pada otot.

Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan

tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang

merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu

posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua

macam otot dengan kerja yang berbeda. Karena itulah otot dikatakan sebagai bagian dari
alat gerak aktif yang tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Hal ini disebabkan jika bagian otot

satu bergerak, maka bagian lain juga akan ikut terlibat.


 Otot-otot membentuk penempelan ke struktur lain dengan 3 cara yaitu :
 Tendon menempelkan otot ke tulang
 Otot menempel secara langsung (tanpa tendon) ke tulang atau jaringan lunak
 Sebuah fasia yang rata berbentuk seperti lembaran yang disebut aponeurosis dapat
menghubungkan otot ke otot atau otot ke tulang

Sistem otot memiliki karakteristik tersendiri yaitu:


 Kontrakstibilitas, kemampuan otot untuk memendek atau berkontraksi.
 Eksitabilitas, serabut otot akan merespon dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf.
 Ekstensibilitas, serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi panjang otot
saat rileks.
 Elastisitas, serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi atau menegang
dalam artian lain relaksas

Anda mungkin juga menyukai