Anda di halaman 1dari 11

No Tugas : 03

Tanggal Penyerahan : 18 Maret 2019


Dosen : Deden Syarifudin,ST.MT.

PENGERTIAN BAHASA AKTIF , BAHASA PASIF , SITASI, BAHASA


ILMIAH DAN BAHASA TERSTRUKTUR
Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh :

Selma Nabila Abror 153060074

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PASUNDAN

2019
DAFTAR ISI
1. Kalimat Aktif dan Pasif ................................................................................ 1
A. Kalimat Aktif ............................................................................................ 1
B. Kalimat Pasif ............................................................................................ 1
2. Struktur Bahasa ............................................................................................ 1
A. Wacana ..................................................................................................... 1
B. Paragraf .................................................................................................... 2
C. Kalimat ..................................................................................................... 3
D. Kata .......................................................................................................... 3
E. Fonem ....................................................................................................... 3
F. Morfem ..................................................................................................... 4
3. Sitasi ............................................................................................................. 4
4. Pokok Fikiran Paragraf ................................................................................ 6
5. Bahasa Ilmiah ............................................................................................... 7
6. Gap Penelitian (permasalahan penelitian) .................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 9

i
1. Kalimat Aktif dan Pasif
A. Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah sebuah kalimat yang subjek (S) berperan sebagai pelaku
yang secara aktif melakukan suatu tindakan yang dikemukakan dalam
predikat (P) kepada objek (O)
B. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya mendapat/dikenai suatu
tindakan yang berupa predikat oleh objek.
2. Struktur Bahasa
Secara universal bahasa ialah suatu bentuk ungkapan yg bentuk dasarnya ujaran
atau suatu ungkapan dalam bentuk bunyi ujaran. Bahasa memiliki bentuk (arus
ujaran) dan makna (isi). Bentuk bahasa terdiri dari unsur segmental (bagian dari
unsur bahasa yang terkecil sampai dengan yang terbesar), yaitu : fonem, suku kata,
morfem, kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana
A. Wacana
Pengertian Wacana
Dalam pengertian linguistik, wacana adalah kesatuan makna (semantis)
antarbagian di dalam suatu bangun bahasa. Oleh karena itu wacana sebagai
kesatuan makna dilihat sebagai bangun bahasa yang utuh karena setiap bagian
di dalam wacana itu berhubungan secara padu. Selain dibangun atas hubungan
makna antarsatuan bahasa, wacana juga terikat dengan konteks. Konteks inilah
yang dapat membedakan wacana yang digunakan sebagai pemakaian bahasa
dalam komunikasi dengan bahasa yang bukan untuk tujuan komunikasi.
Menurut Hawthorn (1992) wacana adalah komunikasi kebahasaan yang terlihat
sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah
aktivitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diperoleh ciri atau karakterisitik sebuah
wacana. Ciri ciri wacana adalah sebagai berikut.
1 Satuan gramatikal
2 Satuan terbesar, tertinggi, atau terlengkap
3 Untaian kalimat-kalimat

1
4 Memiliki hubungan proposisi
5 Memiliki hubungan kontinuitas, berkesinambungan
6 Memiliki hubungan koherensi
7 Memiliki hubungan kohesi
8 Rekaman kebahasaan utuh dari peristiwa komunikasi
9 Bisa transaksional juga interaksional
10 Medium bisa lisan maupun tulis
11 Sesuai dengan konteks
B. Paragraf
Pengertian Paragraf
Paragraf (Alenia) merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih
tinggi dan lebih luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat,
tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara
yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu
kalimat, dan juga bisa disebut dengan penuangan ide penulis melalui kalimat
atau kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya
memiliki suatu topic atau tema. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat.
Berikut ini adalah ciri-ciri paragraf:
1 Kalimat pertama bertakuk (block style) ke dalam lima ketukan spasi untuk
jenis karangan biasa, misalnya surat, dan delapan ketukan untuk jenis
karangan ilmiah formal
2 Paragraf menggunakan pikiran utama (gagasan utama) yang dinyatakan
dalam kalimat topik
3 Setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya
merupakan kalimat pengembang yang berfungsi menjelaskan,
menguraikan, atau menerangkan pikiran utama yang ada dalam kalimat
topik
4 Paragraf menggunakan pikiran penjelas (gagasan penjelas) yang
dinyatakan dalam kalimat penjelas. Kalimat ini berisi detail - detail kalimat
topik.

2
C. Kalimat
Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri memiliki pola
intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa yang
digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara
terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain, atau bagian ujaran yang
mempunyai struktur minimal subjek dan predikat, mempunyai intonasi dan
bermakna
Ciri-ciri sebuah kalimat yang baik dan benar, harus sesuai dengan unsur-unsur
pembentukan kalimat. Kalimat yang baik harus sesuai dengan kaidah tata
bahasa Indonesia, salah satunya ada subjek, predikat, objek, dan keterangan.
D. Kata
Pengertian Kata
Kata adalah kumpulan beberapa huruf yang memiliki makna tertentu. Dalam
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata adalah unsur bahasa yang
diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan suatu perasaan dan
pikiran yang dapat dipakai dalam berbahasa. Dari segi bahasa kata diartikan
sebagai kombinasi morfem yang dianggap sebagai bagian terkecil dari kalimat.
Sedangkan morfem sendiri adalah bagian terkecil dari kata yang memiliki
makna dan tidak dapat dibagi lagi ke bentuk yang lebih kecil.
E. Fonem
Pengertian Fonem
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat
membedakan makna kata. Untuk menetapkan apakah suatu bunyi berstatus
sebagai fonem atau bukan harus dicari pasangan minimalnya. Fonem
merupakan bunyi bahasa yang berbeda atau mirip kedengarannya.
Fonem dalam bahasa dapat mempunyai beberapa macam lafal yang bergantung
pada tempatnya dalam kata atau suku kata. Fonem /p/ dalam bahasa Indonesia,
misalnya, dapat mempunyai dua macam lafal. Bila berada pada awal suku kata,
fonem itu dilafalkan secara lepas. Pada kata /pola/, misalnya, fonem /p/ itu
diucapkan secara lepas untuk kemudian diikuti oleh fonem /o/. Bila berada

3
pada akhir kata, fonem /p/ tidak diucapkan secara lepas; bibir kita masih tetap
rapat tertutup waktu mengucapkan bunyi ini. Dengan demikian, fonem /p/
dalam bahasa Indonia mempunyai dua variasi.
F. Morfem
Pengertian Morfem
Morfem adalah suatu bentuk bahasa yang tidak mengandung bagian-bagian
yang mirip dengan bentuk lain, baik bunyi maupun maknanya. (Bloomfield,
1974: 6).
Morfem adalah unsur-unsur terkecil yang memiliki makna dalam tutur suatu
bahasa (Hookett dalam Sutawijaya, dkk.). Kalau dihubungkan dengan konsep
satuan gramatik, maka unsur yang dimaksud oleh Hockett itu, tergolong ke
dalam satuan gramatik yang paling kecil.
Morfem, dapat juga dikatakan unsur terkecil dari pembentukan kata dan
disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat
berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/
dan /duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/
menyebabkan perubahan arti pada kata duga.
Berdasarkan konsep-konsep di atas di atas dapat dikatakan bahwa morfem
adalah satuan gramatik yang terkecil yang mempunyai makna, baik makna
leksikal maupun makna gramatikal.
3. Sitasi
A. Pengertian sitasi
Sitasi (kutipan) dalam penulisan karya ilmiah, merupakan hal penting. Sitasi
adalah referensi yang ditulis pada suatu karya tertentu (buku, artikel, disertasi,
laporan dll) yang dihasilkan oleh pengarang, editor dan lain-lain yang secara
jelas menunjukkan dokumen karya tersebut ditemukan.
Model sitasi berikut ini, sebagai panduan model yang dapat dipilih dalam
penulisan sitasi dan daftar pustaka. Ada beberapa model sitasi, Baskoro (2013):
1 MLA (Modern Linguage Association)
2 APA (American Psycological Association)
3 Turabian

4
4 Chicago
5 IEEE
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam sitasi yaitu:
1. Sumber penelitian harus relevan dengan topik penelitian
2. Waktu dan tahun penerbitan (lebih baru lebih baik)
3. Kemudahan dalam mengakses sumber pengetahuan
Sumber pengetahuan diantaranya:
1. Buku
2. Jurnal ilmiah, prosiding conference
3. Website atau content internet
4. Artikel media masa (koran atau majalah)
5. Ensiklopedia
Isi sitasi:
1. Buku: pengarang, judul buku, penerbit dan tahun publikasi
2. Jurnal/prosiding: pengarang, judul artikel, volume, nomor, tahun publikasi
dan nomor halaman
3. Website: URL dan tanggal akses
4. Media massa: pengarang, judul artikel, nama media massa, tahun, halaman.
Pengertian parafrasa yaitu pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah
tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian.
Berikut ini cara melakukan parafrasa yang benar:
1 Membaca berkali-kali tulisan yang ingin kita parafrasa-kan, sampai kita
mendapatkan maknanya,
2 Catat kata kunci dan ide pokok dari tulisan tersebut
3 Mulailah menuliskan makna dari tulisan dengan kata-kata dan gaya bahasa
kita sendiri, biasanya menggunakan bahasa yang efektif dan lebih sederhana
4 Setelah selesai, bandingkan tulisan kita dengan versi aslinya, untuk
meyakinkan bahwa maknanya tetap sama
5 Gunakan tools plagiarism checker untuk memastikan
6 Sitasikan sumber aslinya, dan cantumkan dalam daftar pustaka
Tips & Trik melakukan parafrasa;

5
1 Menggunakan sinonim (kata-
kata
2 Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung
3 Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat tidak aktif
4 Menggunakan ungkapan yang sepadan
5 Menggunakan kata ganti orang ketiga
Cara Sitasi Cara melakukan sitasi terbagi menjadi dua:
1 Cara mengutip dalam tubuh kalimat
2 Cara menulis daftar pustaka
Untuk melakukan keduanya, kita dapat mengacu pada gaya sitasi yang dipilih.
Berikut merupakan jenis-jenis gaya sitasi :
1 Cichago style, semua bidang.
2 Turabian style, semua bidang.
3 MLA (Modern language assosiation), kesusasteraan, seni dan humaniora.
4 APA (American Psychological Association), psikologi, dan pendidikan dan
ilmu-ilmu sisoal lainnya
5 AMA (American Medical Assiciation) kedokteran, kesehatan dan biologi
6 NLM (National Library Of Medicine)
7 ACP (American Chemical Society
8 APSA (American political science association), politik
9 CBE (council of biology editors)
10 IEEE style, digunakan untuk bidang teknik, terutama elektro, komputer dan
telekomunikasi
11 ASA (American Sociopogical Association)
12 Columbia syle
13 MHRA (Modem Humanities Research Assosiation)
4. Pokok Fikiran Paragraf
Pikiran pokok adalah ide utama dari sebuah paragraf. Pikiran pokok disebut juga
pikiran utama, gagasan utama atau gagasan pokok. Setiap paragraf memiliki satu
pikiran pokok yang merupakan inti dari pembicaraan yang ada pada paragraf
tersebut.

6
Pikiran pokok dalam suatu paragraf biasanya terdapat di awal, tengah atau akhir
paragraf.
Pikiran pokok terdapat dalam kalimat yang paling umum dan biasanya dijelas-kan
dengan kalimat lain yaitu kalimat-kalimat penjelas sebagai uraian dari pikiran
pokok atau gagasan pokok.
5. Bahasa Ilmiah
Dalam pengertian Bahasa Ilmiah terdapat beberapa pemahaman diantaranya:
a. Bahasa ilmiah ialah bahasa yang mendefinisikan secara tepat istilahdan
pengertian yang berkaitan dengan suatu penelitian, agar tidak menimbulkan
kerancuan.
b. Bahasa ilmiah berarti sesuai dengan kaidah dan gaya penulisan jurnalistik,
namun tidak meninggalkan sifat ilmiah.
c. Bahasa ilmiah ialah bahasa yang penulisan dan pengucapannya sesuaidengan
ejaan yang disempurnakan (EYD).
d. Bahasa ilmiah ialah bahasa yang memiliki kemampuan untuk membedakan
gagasan atau pengertian yang memang berbeda-bedastrukturnya yang baku dan
cermat, dengan karakteristik ini suatugagasan dapat terekspresi dengan cermat
tanpa kesalahan makna bagi penerimanya.
Ciri-ciri bahasa ilmiah;
a. bahasa ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar ataupun
bermakna ganda.
b. Bahasa ilmiah harus singkat, jelas dan efektif.
6. Gap Penelitian (permasalahan penelitian)
Definisi masalah penelitian menjadi salah satu tolak ukur apa yang disebut dengan
masalah dalam penelitian. Jika memang berdampak luas dan dirasakan mayoritas
orang atau masyarakat tertentu, maka masalah itu bisa jadi layak diangkat dalam
suatu penelitian. Oleh karena itu, sejumlah penelitian pun dilakukan untuk
menelusuri akar permasalahn dan alternatif solusi.
Tidak semua akar dari suatu permasalahan dijakan objek penelitian karena begitu
banyak yang harus dicarikan solisi sementara waktu yang tersedia terbatas. Peneliti
perlu memilih permasalahan yang benar-benar memiliki urgensi terkait kondisi

7
yang dihadapi. Oleh karena itu, perumusan masalah dilakukan dengan tepat di awal
langkah penelitian sebelum melanjutkan penelitian itu sendiri agar tidak terjebak
pada masalah nontopik.
Untuk memudahkan peneliti mencari jawaban atas masalah penelitian, maka
langkah yang dapat dilakukannya adalah dengan mengembangkan pertanyaan
penelitian sebagai pertanyaan untuk memancing jawaban bagi masalah
penelitiannya. Sumber – sumber untuk menemukan masalah yang akan diteliti
adalah :
a. Fenomena Bisnis
Penelitian ilmiah berangkat dari pengamatan atas fenomena bisnis sehari – hari
dimana memunculkan masalah yang layak untuk diteliti. Salah satu cara untuk
melihat masalah dari fenomena bisnis adalah dengan mengamati data.
b. Research gap
Research gap adalah celah – celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki
oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau temuan peneliti – peneliti
terdahulu. Penelitian ilmiah disasarkan untuk mendapatkan sebuah jawaban
baru terhadap sesuatu yang menjadi masalah.
c. Theory Gap
Theory gap adalah kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam
menjelaskan sebuah fenomena, oleh karena itu teori tersebut lalu
dipertanyakan. Perbedaan theory gap dengan research gap adalah dalam
besaran cakupannya.

8
DAFTAR PUSTAKA

 https://www.kelasindonesia.com/2015/02/pengertian-serta-contoh-kalimat-
aktif-dan-pasif-secara-detail.html
 https://dayanmaulana.blogspot.com/2010/06/tugas-struktur-bahasa-
indonesia.html
 https://www.academia.edu/8543058/STRUKTUR_BAHASA_WACANA_P
ARAGRAF_KALIMAT_KATA_FONEM_MORFEM_
 http://dewicartica.blogspot.com/2013/09/masalah-penelitian.html
 https://slideplayer.info/slide/11899486/
 MLA Handbook for Writers of Research Papers. 7th ed. New York: The
Modern Language
 Association Of America, 2009. Print.“MLA Style Guide (Updated Nov 2013).”
N.p., n.d. Web. 31 Mar. 2015.
 Reitz, Joan M. “ODLIS: Online Dictionary for Library and Information
Science.” N.p., n.d.
 Web. 31 Mar. 2015.
 Russell, Tony et al. “Purdue OWL: MLA Formatting and Style Guide.” N.p.,
n.d. Web. 31 Mar. 2015