Anda di halaman 1dari 7

BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH (BLHD)

KOTA MAKASSAR
STANDAR
OPERASIONAL 1. SIPA (SURAT IZIN PENGAMBILAN
PROSEDUR (SOP) AIR TANAH)
2. SIP (SURAT IZIN PENGEBORAN)
3. SIPPAT (SURAT IZIN PERUSAHAAN
PENGEBORAN AIR TANAH)

BIDANG : PEMULIHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN


KONSERVASI SDA
Prosedur :

1. Pemohon mengajukan surat kepada Walikota Makassar cq. Kepala Badan


Lingkungan hidup Daerah kota Makassar sebagaimana form yang diberikan
dengan melampirkan berkas yang diperlukan.

2. BLHD Kota Makassar menerima dan menverifikasi kelengkapan berkas


pemohon.

3. Untuk Permohonan SIPA dan SIP , BLHD Kota Makassar mengirim dokumen
Pemohon ke Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Propinsi Sulawesi
Selatan untuk mendapatkan Rekomendasi Teknis Izin (Pengambilan
/Pengeboran) Air Tanah. Tim Verifikasi melakukan pemeriksaan dan
pengawasan terhadap pemohon pengguna/pengebor air tanah.

4. SIPA/SIP akan terbit paling lambat 5 hari kerja setelah Rekomendasi Teknis dari
Dinas ESDM Propinsi Sulsel keluar.

5. SIPPAT akan terbit paling lambat 5 hari kerja setelah dilakukan Pemeriksaan
dengan bukti Berita Acara Pemeriksaan Instalasi Bor yang ditandatangani oleh
Pemohon dan Tim Verifikasi.

Catatan :

- Apabila dalam salah satu proses terjadi kegagalan (verifikasi/tidak


direkomendasikan), maka SIPA/SIP/SIPPAT tidak dapat diterbitkan.
- Apabila setelah izin dikeluarkan dan ternyata dalam pemantauan dan
pengawasan, pihak melanggar ketentuan sebagaimana dalam surat izin, maka
izin dicabut.
ALUR PROSES PENERBITAN
SIP/SIPA/SIPPAT

PEMOHON

SIPA/SIP/SIPPAT

REKOMENDASI TEKNIS
(GUBERNUR/DESDM)
Untuk SIPA/SIP
BLHD

 PEMERIKSAAN (BAP)  PENERBITAN IZIN


 PEMANTAUAN/PENGAWASAN (SIPA/SIP/SIPPAT)
 EVALUASI  IZIN DITOLAK
 PENCABUTAN IZIN
(PENYEGELAN )
DASAR HUKUM
IZIN PEMAKAIAN DAN PENGUSAHAAN AIR TANAH
(SIP/SIPA/SIPPAT)

 UNDANG-UNDANG NO. 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA


AIR

 UNDANG-UNDANG NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG


PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
(PPLH)

 PERATURAN PEMERINTAH NO. 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR


TANAH

 KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


NO. 1451 K/10/MEM/2000 TENTANG PEDOMAN TEKNIS
PENYELENGGARAAN DI BIDANG PENGELOLAAN AIR BAWAH
TANAH

 PERDA GUBERNUR PROP.SULSEL NO. 7 TAHUN 2010 TENTANG


PENGELOLAAN AIR TANAH.
LAMPIRAN BERKAS PERSYARATAN SIPA/SIP/SIPPAT
PP No. 43/2008___
Kepmen ESDM 1451K/10/MEM/2000 dan
Perda Prop. Sulsel No. 7 /2010

PERIZINAN AIR BAWAH TANAH :


PERSYARATAN:

SURAT IZIN PENGAMBILAN AIR BAWAH PERPANJANGAN/HERREGISTRASI - SURAT IZIN


TANAH (SIPA) – BARU : PENGAMBILAN AIR BAWAH TANAH (SIPA)
1. Surat Permohonan*
2. Fotokopi KTP Pemohon 1. Surat Permohonan*
3. Fotokopi Akta Pendirian 2. Fotokopi KTP Pemohon
perusahaan/SITU/SIUP 3. Fotokopi SIPA yang akan didaftar ulang
4. Layout letak titik sumurbor 4. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan/SITU/SIUP
5. Dokumen Lingkungan atau Salinan 5. Layout letak titik sumurbor
Persetujuan Kelayakan Lingkungan ( UKL- 7. Dokumen Lingkungan atau Salinan Persetujuan
UPL/SOP/SPPL) Kelayakan Lingkungan (AMDAL / UKL-
6. Rekomendasi Teknis dari Dinas ESDM Prop. UPL/SOP/SPPL)
Sulsel. 6. Rekomendasi Teknis dari Dinas ESDM Prop.
Sulsel.
 Lampiran dalam rangkap 2 (dua)
 Lampiran dalam rangkap 2 (dua)
SURAT IZIN PENGEBORAN (SIP):
1. Surat Permohonan*
2. Fotokopi KTP Pemohon Catatan:
3. Fotokopi SIPPAT, STIB dan SIJB yang masih  Form Permohonan dikirimkan melalui
berlaku
email.
4. Peta Situasi Skala 1:10.000 dan Peta Topografi
Skala 1: 50.000 yang memperlihatkan titik  Masa berlaku : SIPA (3 tahun), SIP (6
lokasi rencana pengeboran air bawah tanah bulan), SIPPAT/SIJB/STIB (3 tahun).
5. Informasi mengenai rencana pengeboran air
bawah tanah

SURAT IZIN PERUSAHAAN PENGEBORAN AIR PERPANJANGAN/HERREGISTRASI


BAWAH TANAH (SIPPAT) DAN SURAT TANDA SURAT IZIN PERUSAHAAN PENGEBORAN AIR
INSTALASI BOR (STIB) BAWAH TANAH (SIPPAT) dan STIB

1. Surat Permohonan* 1. Surat Permohonan*


2. Fotokopi KTP Pemohon dan Juru Bor 2. Fotokopi KTP Pemohon dan Juru Bor
3. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan 3. Fotokopi SIPPAT yang akan didaftar ulang
(SIUP/SITU/…) 4. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan
4. Tanda Bukti Pemilikan Instalasi Bor (SIUP/SITU/…)
5. Foto berwarna masing-masing sebanyak 3 5. Foto berwarna masing-masing sebanyak 3 (tiga)
(tiga) lembar: lembar:
a. Foto Instalasi Bor Ukuran 9x12 cm a. Foto Instalasi Bor Ukuran 9x12 cm
b. Foto Pemohon ukuran 4x6 cm b. Foto Pemohon ukuran 4x6 cm
6. Data Instalasi Bor dan Juru Bor 6. Data Instalasi Bor dan Juru Bor
7. Fotocopy sertifikat klasifikasi dan sertifikasi
kualifikasi badan usaha yang dikeluarkan oleh
Asosiasi dan telah diregistrasi di LPJK

SURAT IZIN JURU BOR (SIJB) – PERPANJANGAN /HERREGISTRASI


SURAT IZIN JURU BOR (SIJB) –
1. Surat Permohonan*
2. Fotokopi ijazah calon juru bor (min. 1. Surat Permohonan*
SMU/sederajat) 2. Fotokopi KTP pemohon
3. Pengalaman kerja lebih dari 3 tahun 3. SIJB yang akan berakhir masa berlakunya
dilengkapi bukti pengalaman kerja 4. Fotokopi Sertifikat keterampilan kerja dan
4. Foto pemohon sebanyak 3 (tiga) lembar sertifikat keahlian kerja dari asosiasi dan telah
ukuran : 4x6 cm diregistrasi oleh LPJK
5. Fotokopi Sertifikat keterampilan kerja dan 6. Foto pemohon sebanyak 3 (tiga) lembar ukuran :
sertifikat keahlian kerja dari asosiasi dan 4x6 cm
telah diregistrasi oleh LPJK
KETENTUAN DAN KEWAJIBAN
PEMEGANG SIPA (SURAT IZIN PENGAMBILAN AIRTANAH)

I. UMUM
1. Setiap kegiatan pengambilan dan atau pemanfaatan Air Tanah hanya dapat
dilakukan setelah mendapat izin dari Walikota Makassar atau pejabat yang
ditunjuk.
2. Setiap pemegang izin harus menaati ketentuan dalam surat izin serta petunjuk
dari instansi teknis yang berwenang.
3. Surat Izin Pengambilan Air Tanah hanya berlaku untuk lokasi yang ditetapkan
dalam surat izin.

II. KETENTUAN
1. Pemakaian Air Tanah hanya dapat dibenarkan/dipakai dengan batas
kapasitas debit air maksimal 1 liter/detik.
2. Menyampaikan laporan hasil analisa kimia air setiap 6 (enam) bulan kepada
Walikota Makassar Cq. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota
Makassar.

III. KEWAJIBAN
1. Pemegang Izin wajib melaporkan jumlah pengambilan air setiap bulan kepada
Walikota Makassar Cq. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota
Makassar.
2. Pemegang Izin wajib memasang meteran air (Flowmeter) sebagai alat
pengukur debit air dengan hitungan/ukuran meterkubik.
3. Pemegang Izin wajib memberikan air sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh
persen) dari batasan debit yang ditetapkan dalam surat izin untuk kepentingan
masyarakat sekitarnya apabila diperlukan.
4. Bila dalam pelaksanaan pengambilan Air Tanah ditemukan kelainan yang
dapat membahayakan dan merusak lingkungan hidup, pemegang izin wajib
menghentikan kegiatan dan mengusahakan penanggulangan serta segera
melaporkan kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Makassar.
5. Pemegang Izin wajib menyediakan satu sumur pantau lengkap dengan alat
perekam otomatis muka air (Automatic Water Level Recorder-AWLR), apabila
:
a. Pengambilan air bawah tanah dilakukan pada 5 buah sumur, dalam
kawasan kurang dari 10 Ha.
b. Jumlah pengambilan air sebesar 50 liter per detik atau lebih pada beberapa
sumur, dalam kawasan kurang dari 10 Ha.
c. Jumlah pengambilan sebesar 50 liter per detik dalam satu buah sumur.

IV. LAIN-LAIN
1. Surat Izin Pengambilan Air Tanah dapat dicabut, apabila:
a. Pemegang Izin mengajukan permohonan untuk pencabutan.
b. Pemegang Izin melanggar syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam Surat
Izin maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Terhadap izin yang dicabut akan dilanjutkan dengan penutupan sumur
bor/penyegelan saluran air.
3. Bersedia dipantau sewaktu-waktu oleh Tim Pengawas yang dilengkapi Surat
Tugas dari instansi yang berwenang dengan/tanpa pemberitahuan.
KETENTUAN DAN KEWAJIBAN
PEMEGANG SIP (SURAT IZIN PENGEBORAN)

I. UMUM
1. Setiap kegiatan pengeboran air tanah hanya dapat dilakukan setelah
mendapat izin dari Walikota Makassar atau pejabat yang ditunjuk.
2. Setiap pemegang izin harus menaati ketentuan dalam surat izin serta petunjuk
dari instansi teknis yang berwenang.
3. Surat Izin Pengeboran Air Tanah hanya berlaku untuk lokasi yang ditetapkan
dalam surat izin.
4. Surat Izin ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

II. KETENTUAN
1. Pengeboran Air Tanah hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pengeboran
yang telah disampaikan kepada BLHD Kota Makassar, dan bilamana terjadi
pergantian perusahaan pengeboran air tanah, maka pemakai jasa
perusahaan pengeboran melaporkan dan melampirkan kembali data teknis
perusahaan pengeboran yang digunakan.
2. Batas kedalaman pengeboran sebagaimana tercantum dalam Rekomendasi
Teknis dari Dinas ESDM Prop. Sulawesi Selatan
3. Rencana pemasangan saringan, uji pemompaan, pemasangan pompa dan
meteran air disampaikan dan atau dilaporkan selambat-lambatnya tujuh hari
kerja sebelum dilaksanakan pekerjaan tersebut kepada BLHD Kota Makassar.

III. KEWAJIBAN
1. Pemegang Izin melaporkan dan atau menyampaikan laporan hasil
pengeboran yang telah dilaksanakan kepada BLHD Kota Makassar yang
meliputi:
a. Kedalaman sumur bor dan diameter lubang sumur bor.
b. Lapisan pembawa air yang diperoleh atau letak penurapan pada lapisan
pembawa air.
c. Debit air tanah yang disadap permenit atau perdetik.
d. Penampang litologi (batuan) dari sumur bor.

IV. LAIN-LAIN
1. Segala ketentuan yang telah disebutkan pada angka romawi I, II dan III
menjadi prasyarat untuk terbitnya Izin Pengambilan Air Tanah.
KETENTUAN-KETENTUAN YANG HARUS DITAATI
OLEH PEMEGANG SIPPAT

a. Surat Izin ini lepas dari izin-izin lain yang diharuskan bagi
perusahaan menurut ketentuan yang berlaku.
b. Surat Izin ini tidak meliputi Izin Pengambilan Air Bawah Tanah
c. Pelaksanaan pengeboran wajib diawasi oleh tenaga ahli/asisten
ahli dalam bidang geologi atau bidang hidrogeologi yang
disediakan/dipekerjakan oleh pihak Pemegang SIPPAT.
d. Pemegang SIPPAT wajib melaporkan hasil kegiatan usahanya
secara tertulis dan mengirimkan laporan teknik hasil pengeboran
paling lambat 30 (tigapuluh) hari kepada Badan Lingkungan Hidup
Daerah Kota Makassar Cq. Bidang Pemulihan Kerusakan
Lingkungan dan Konservasi SDA.
e. Penambahan instalasi bor harus dilaporkan kepada Kepala Badan
Lingkungan Hidup Daerah Kota Makassar.
f. Pemilik/pengurus perusahaan pemegang SIPPAT yang terbukti
telah melakukan pelanggaran melakukan pengeboran tanpa izin
lebih dari 2 (dua) kali tidak diizinkan bergerak dibidang
pengeboran air bawah tanah.
g. Perusahaan pemegang SIPPAT yang terbukti melakukan
pengeboran tanpa izin dikenakan sanksi hukum dan penyegelan
instalasi bor.
h. Perusahaan sanggup menaati segala peraturan yang terkait
terhadap bidang pengeboran air bawah tanah
i. Tindakan-tindakan Perusahaan yang bertentangan dengan
ketentuan-ketentuan tersebut di atas, dapat mengakibatkan
dicabutnya SIPPAT.