Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN

KULIAH LAPANGAN 2018


PT. INTANWIJAYA INTERNATIONAL TBK

Disusun Oleh :

Nadia Rochmah Kurnia Pratiwi (121160163)


Fauziah Habibah (121160164)
Anggit Dwi (121160165)
Arsodo Setyo Cahyo (121160166)
Azizah Qurrota Ayun (121160167)
Andriesta Eka Maulana (121160168)
Nur Rahman Dwi Adji (121160170)

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL

“VETERAN” YOGYAKARTA

2018
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
KULIAH LAPANGAN 2018
PT. INTANWIJAYA INTERNATIONAL TBK

Disusun Oleh :

Nadia Rochmah Kurnia Pratiwi (121160163)


Fauziah Habibah (121160164)
Anggit Dwi (121160165)
Arsodo Setyo Cahyo (121160166)
Azizah Qurrota Ayun (121160167)
Andriesta Eka Maulana (121160168)
Nur Rahman Dwi Adji (121160170)

Yogyakarta, Juli 2018


Dosen pembimbing

Ir. Tutik Muji S., MT


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga berkat karunia-Nya saya dapat melaksanakan kuliah lapangan dan
akhirnya dapat menyelesaikan laporan kuliah lapangan di PT Lotte Chemical Titan
Nusantara Tbk. ini dengan baik.

Dengan terselesaikannya penyusunan laporan ini, penulis mengucapkan terimakasih


banyak kepada :
1. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa dan dukungan, perhatian
serta kasih sayang yang tulus.
2. Abdullah Kunto-Arsa Ir., MT selaku koordinator kuliah lapangan
3. Tutik Muji Setyoningrum Ir., MT selaku dosen pembimbing kuliah lapangan
4. Teman-teman yang telah melaksaan kuliah lapangan dari Jurusan Teknik Kimia
UPN “Veteran” Yogyakarta
5. Segenap pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan
kuliah lapangan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Dalam penyusunan laporan kuliah lapangan ini, penulis menyadari bahwa bahwa
dalam laporan ini masih banyak kesalahan dan kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk
memperbaiki dan menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
teman teman dan para pembaca.

Yogyakarta, 27 April 2017

penyusun
INTISARI

Sebelum memasuki dunia perindustrian, seorang sarjana teknik perlu melihat secara
langsung tentang bagaimana penggunaan dan penerapan proses kimia dan teknologi dalam
sebuah pabrik. Dalam kuliah lapangan mahasiswa akan dapat menyelaraskan antara apa
yang telah dipelajari di dalam kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
Pelaksanaan kuliah lapangan dilaksanakan di daerah Cilegon, Banten dengan
mengunjungi beberapa pabrik industri, diantaranya PT Krakatau Steel (persero) Tbk, PT
Lotte Chemical Titan Nusantara Tbk, dan PT. Styrindo Mono Indonesia Tbk. Kunjungan
tersebut mengajak mahasiswa untuk terjun ke lapangan guna melihat secara langsung
proses serta alat – alat maupun fungsi dan bagaimana cara kerja alat tersebut di industri,
sehingga dapat dibandingkan apa yang tertulis secara teori dalam buku dengan keadaan
langsungnya. PT Lotte Chemical Titan Nusantara Tbk memproduksi poliethylene dengan
bahan baku ethylene yang diambil dari crude oil yang telah didestilasi menjadi naphta.
Produksi poliethylene ini terbagi menjadi beberapa proses yang melibatkan beberapa alat.
Dengan adanya kunjungan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa setelah lulus
nanti siap untuk memasuki dunia perindustrian.
BAB I
PENDAHULUAN

PT. Intanwijaya International Tbk sebelumnya di kenal sebagai PT Intan


Wijaya Chemical Industri didirikan pada tahun 1981 adalah produsen Formalin
37 - 55 % dan Urea Formaldehyde Resin ( Lem Plywood).

Fasilitas produksi dibangun pertamakali di Banjarmasin, Kalimantan Selatan


pada tahun 1986 untuk produksi formaldehyde menggunakan teknologi dari Oxide
Process M/S PERSTORP AB, Swedia sedangkan produksi Urea Resin
menggunakan teknologi thermo-setting adhesive resin FORESA ,Spanyol.

Untuk mengembangkan pasar di pulau Jawa pada tahun 2013 didirikan pabrik
kedua dan dipilihlah Jawa Tengah secara geografis cukup strategis tepatnya di
Kota Semarang, Kawasan Industri Terboyo. Mulai beroperasi pada bulan Oktober
2014 dengan kapasitas produksi Formalin 37 - 55 % ± 5000 ton/bulan,
Formaldehyde resin (UF,MF,PF & LFE) ± 6000 ton/bulan.

PT. Intanwijaya International Tbk memiliki dua pabrik dan satu kantor office.
Kantor office terletak di Wisma I WI Lt. 5 Jl. Arjuna Selatan Kav. 75, Kebun
Jeruk, Jakarta sedangkan dua pabrik terletak di Jl. Trisakti Komp UKA PO BOX
112 Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Jl. Terboyo Industri Barat IV F 9
Kawasan Industri Terboyo, Semarang. Semarang dipilih karena letak yang sangat
strategis dekat dengan pelabuhan (bahan baku) dan pemasaran ditengah Pulau
Jawa

I. Latar Belakang
PT. Intanwijaya International Tbk sebelumnya di kenal sebagai PT Intan
Wijaya Chemical Industri didirikan pada tahun 1981.

PT. Intanwijaya Internasional memproduksi Formaldehyde resin dalam


bentuk cair maupun bubuk. Selain daripada itu juga memproduksi Formaldehyde
37-50% sebagai bahan baku Urea Formaldehyde Resin.
Sasaran utama penjualan produk adalah industri Perkayuan seperti Plywood,
Block board dan Particle board di Pulau Jawa dimana bahan baku (kayu sengon,
jabon, akasia dll) mudah tumbuh dan didapatkan. Walaupun banyak pesaing (
Jawa Tengah : GCKA Temanggung, KLI Kendal, Banten : Dover Serang, Jawa
Timur : PAI Probolinggo, Aruki Surabaya) tetapi siap bersaing kerena memiliki
kualitas yang terbaik.

I.2 Latar Belakang Kuliah Lapangan


Kuliah lapangan merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus
ditempuh oleh mahasiswa/i jurusan Teknik Kimia UPN “Veteran” Yogyakarta
guna untuk menyelaraskan apa yang telah didapat dari dunia perkuliahan dengan
kondisi nyata didalam sebuah pabrik.
Mahasiswa memerlukan pandangan langsung tentang bagaimana dunia kerja
yang sesungguhnya. Karena banyak lapangan kerja yang membutuhkan tenaga
kerja dengan berbagai keahlian dan terkadang mata kuliah yang ada dikelas
kurang cukup maka mahasiswa perlu untuk melihat secara langsung ke lapangan.
Dilapangan mahasiswa dapat melihat secara langsung penggunaan dan penerapan
proses kimia dan teknologi yang digunakan didalam dunia industri. Oleh karena
itu, mahasiswa/i jurusan Teknik Kimia UPN “Veteran” Yogyakarta mengadakan
kuliah lapangan ke PT. Intan Wijaya Semarang, Pusat Pembangkit Listrik Jawa-
Bali (PJB) Gresik, SOSRO Bali.
Dengan adanya kuliah lapangan ini, diharapkan mahasiswa/i yang mengikuti
kuliah lapangan ini mampu memperoleh pengetahuan tentang sistem yang
digunakan didalam sebuah perusahaan tersebut. Mahasiswa/i juga diharapkan
dapat mengidentifikasi secara langsung penerapan proses kimiawi dan teknologi
pada perusahaan tersebut.
I.3 Tujuan Kunjungan
Tujuan yang ingin dicapai dari diadakannya kuliah lapangan ke PT. Intan
Wijaya Semarang, Pusat Pembangkit Listrik Jawa-Bali (PJB) Gresik, SOSRO
Bali.
adalah sebagai berikut :
1. Mengenalkan lebih dekat kepada mahasiswa/i tentang sistem kerja dari
pabrik kimia pada perusahaan yang dikunjungi.
2. Membuka wawasan mahasiswa/i tentang proses industri kimia
khususnya dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi ataupun bahan
siap pakai.
3. Memberi gambaran kepada mahasiswa/i tentang penerapan sistem dan
teknologi kimia yang ada didalam sebuah perusahaan.
4. Hubungan mata kuliah yang diajarkan dikampus dan implementasinya
didunia kerja dan industri.
5. Memperkaya wawasan yang berkaitan langsung dengan teknologi
proses kimia dalam sebuah perusahaan dan fungionalitas dalam
perusahaan tersebut.
BAB II
PELAKSANAAN KULIAH LAPANGAN

II.1 Pembekalan
Tahap pertama dari seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Lapangan
(KL) adalah pembekalan yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2018
Ruang II-1 gedung Antasari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri
UPN “Veteran” Yogyakarta yang diikuti oleh 124 mahasiswa.
Acara ini dibuka oleh Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T. selaku penanggung
jawab kegiatan Kuliah Lapangan (KL). Dalam sambutannya beliau
menyampaikan tujuan kuliah lapangan dan memberikan pengarahan tentang
prosedur kegiatan kuliah lapangan.
Pembekalan bertujuan untuk memberikan gambaran secara utuh, praktis,
dan global tentang perjalanan KL sejak permulaan sampai akhir pelaksanaan
serta hal-hal penting lainnya yang harus diselesaikan oleh peserta KL.
Setelah secara resmi dibuka oleh Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T.,
acara dilanjutkan dengan pengarahan dan penyampaian materi yang disampaikan
oleh beberapa pembicara di antaranya:
1. Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T.
2. Karika Tour

Diakhir acara pembekalan, Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T. selaku


penanggung jawab kegiatan Kuliah Lapangan menyampaikan pengarahan
kepada seluruh mahasiswa tentang tata tertib dan mekanisme pelaksanaan KL
serta pemberitahuan kepada seluruh peserta KL agar selalu menjaga Nama baik
almamater, dan bersikap sopan santun dalam perkataan maupun perbuatan.

II.2 Pelaksanaan Kuliah Lapangan


Kuliah lapangan ini dilaksanakan dari tanggal 9 Juli 2018 sampai 14 Juli
2018 dan mengunjungi PT Intanwijaya Tbk. yang berlokasi di Jl. Terboyo
Industri Barat IV F 9 Kawasan Industri Terboyo, Semarang. Kemudian PT. PJB
(Pembangkit Jawa-Bali) yang berlokasi di Jl. Ketintang Baru No. 11, Ketintang,
Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dan yang terakhir mengunjungi PT
Sinar Sosro. yang berlokasi di Jl.Raya Kemenuh, Kemenuh, Gianyar, Sukawati,
Kabupaten Gianyar, Bali.

II.3. Tinjauan Pustaka

Polimer
Suatu golongan bahan kimia yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari
adalah polimer. Polimer meliputi plastik, karet, kapas, wol, serat dan nilon.
Beberapa senyawa yang penting dalam tubuh makluk hidup juga merupakan
polimer yaitu polisakarida, protein, dan asam nukleat.
Nama polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly = banyak dan meros =
unit/bagian. Jadi, polimer adalah suatu senyawa yang besar dan dibangun dari
pengulangan unit-unit. Molekul sederhana yang membentuk unit-unit
pengulangan tersebut dinamakan monomer. Sedangkan reaksi pembentukkan
polimer dikenal dengan istilah polimerisasi.

Berdasarkan Sifat Polimer

a. Polimer thermosetting
Yaitu polimer yang pada mulanya kenyal tatkala dipanaskan, tetapi sekali
didinginkan tidak dapat dilunakkan lagi, sehingga tidak dapat diubah
menjadi bentuk lain.

b. Polimer thermoplastic
Yaitu polimer yang bersifat kenyal (liat) apabila dipanaskan dan dapat
dibentuk menurut pola yang diinginkan. Setelah pendinginan, polimer
kehilangan sifat kekenyalan dan mempertahankan bentuknya yang baru.
Proses ini dapat diulang dan kita dapat mengubahnya menjadi bentuk lain.
Urea

Urea adalah suatu senyawa turunan dari asam karboksilat yang


mengikat gugus amida. Urea merupakan amida yang bersifat basa karena
karbonil tunggalnya tidak cukup untuk mengkompensasi dua gugus amino. Urea
adalah senyawa kovalen yang memiliki tiga atom iner (dalam). Berat
molekulnya 60,06 gram/mol. Urea merupakan zat padat, berwarna putih,
berhablur, mudah larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam eter, bersifat
basa dan titik lelehnya 132oC, dengan rumus kimia (NH2)2CO.

Urea dengan formaldehid akan bereaksi membentuk kopolimer yang


disebut urea formaldehid.

Formaldehid

Formaldehid adalah gas yang mudah terbakar, tak berwarna, gas beracun
dengan bau yang menusuk dan menyesakkan. Formaldehid mempunyai rumus
HCHO dengan nama IUPAC Metanal dan mempunyai titik didih sebesar -21oC dan
titik leleh sebesar -117oC. Formaldehida pertama kali disintesa oleh kimiawan yang
berasal dari Rusia pada tahun 1859 yang bernama Aleksander Butlerov, tetapi
didefinisikan oleh Hoffman pada tahun 1867.

Dalam industri, formaldehid dibuat dengan cara oksidasi dari metanol.


Larutan 37 % formaldehid dalam air (dengan metanol sebagai zat pengstabil)
disebut formalin dengan berat molekul 30,03 gram/mol dan densitas 1,10 gr/ml.
Dipasaran formaldehida dijual dalam bentuk larutan dengan kadar antara 10%-40%.
Formaldehida dapat menghasilkan resin termoset yang keras, biasanya dipakai
sebagai lem permanent, misalnya untuk kayu lapis/triplek dan karpet. Formalin
dipakai sebagai desinfektan, insektisida, larutan pengawet mayat, sedangkan dalan
industri digunakan sebagai bahan peledak, resin, plastik, tekstil, dan zat warna.

Kegunaan formaldehid dalam industri kimia :

a. Resin, formaldehid banyak digunakan untuk menghasilkan resin bersama


dengan urea, melamin, dan phenol. Resin-resin ini dipakai dalam pembuatan
particleboards, plywood, furniture dan pelapis permukaan (coating).
b. Bahan intermediet untuk sintesis senyawa kimia lain, seperti 1,4
butanadiol, trimetilol propan, penta erythritol, hexametilen tetramin, NTA (Nitrilo
Triacetic Acid), EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid), dan MDI (4,4
diphenylmethane diisocyanate).

c. Penggunaan langsung formaldehid sebagai penghambat korosi,


electroplating dan finishing kaca dalam industri logam, bahan pengawet dan
desinfektan dalam dunia kedokteran dan kosmetik.

(Othmer,vol.11, hal.497)

Ada beberapa macam proses yang dapat digunakan untuk membuat


formaldehid. Proses-proses yang banyak digunakan antara lain :

1. Proses Silver Catalyst

Proses ini menggunakan katalis perak. Katalis ini mempunyai umur


sekitar 3 - 8 bulan. Reaksi terjadi pada tekanan atmosfer dan suhu yang
tinggi yaitu 600 - 650oC.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

CH3OH(g) + ½ O2(g) 
 CH2O(g) + H2O(g) H=-37,28kkal/mol

CH3OH(g) 
CH2O (g) + H2(g) H = 20,31kkal/mol

(Othmer, Vol 11, hal 493)

Pada proses ini udara yang dimurnikan direaksikan dengan metanol


dalam reaktor katalitik. Produk didinginkan dengan cepat, selanjutnya dialirkan
ke menara absorber dimana metanol, air dan formaldehid terkondensasi di
dasar menara. Untuk memurnikan produk sesuai dengan keinginan dilakukan
pemurnian dengan proses destilasi. Konversi yang diperoleh dapat mencapai
65,1% dengan yield keseluruhan mencapai 89,1% (Mc. Ketta, vol. 21, hal. 358).
2. Proses Metal Oxide Catalyst

Proses pembuatan formaldehid menggunakan methanol dan katalis Iron


Molybdenum Oxide. Katalis ini mempunyai umur sekitar 12 sampai 18 bulan.
Proses ini beroperasi pada suhu 300 - 400 oC, dan tekanan 1 - 1,5 atm. Reaksi
yang terjadi :

CH3OH + ½ O2
 CH2O + H2O H = - 37,28 kkal/mol

(Othmer, Vol 11, hal 494)

Methanol uap dicampur dengan udara dan gas recycle kemudian


direaksikan dengan katalis iron-molybdenum oxide dalam sebuah reaktor fixed
bed multitube. Konversi yang diperoleh bisa mencapai 98% dengan yield
formaldehid 94,4 % ( Ketta, vol 23, hal 364)

II.4. Urea Formaldehid

Resin urea formaldehid adalah resin sintetik yang dibuat lewat kopolimerisasi
urea dengan formaldehid. Reaksi urea formaldehid merupakan suatu reaksi
polimerisasi kondensasi.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi reaksi pembentukan urea resin

Katalis Sunting

Penggunaan katalis pada suatu reaksi akan meningkatkan laju reaksi tersebut.
Begitu juga yang terjadi pada reaksi urea-formaldehid ini. Laju reaksinya akan
meningkat jika digunakan katalis. Katalis yang diguanakan pada percobaan ini adalah
NH4OH karena reaksi ini berlangsung pada kondisi basa.

Temperatur Sunting

Kenaikan temperatur selalu mengakibatkan peningkatan laju suatu reaksi.


Namun, kenaikan temperatur ini dapat mempengaruhi jumlah produk yang
terbentuk, bergantung pada jenis reaksi tersebut (eksoterm atau endoterm). Oleh
karena itu, diperlukan suatu optimasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kenaikan
temparatur juga dapat menurunkan berat molekul (Mr) resin urea-formaldehid. Hal
tersebut dikarenakan adanya pembentukan pusat-pusat aktif yang baru, sehingga
memperkecil ukuran molekul resin.

Waktu Reaksi Sunting

Jumlah dan sifat produk yang dihasilkan dari suatu reaksi juga dipengaruhi
oleh waktu reaksi. Makin lama waktu reaksi, jumlah produk yang dihasilkan makin
banyak akibatnya, resin yang dihasilkan akan berkadar tinggi dan memiliki Mr tinggi.
BAB III
PEMBAHASAN

PT. Intanwijaya Internasional memproduksi Formaldehyde resin dalam bentuk


cair maupun bubuk. Selain daripada itu juga memproduksi Formaldehyde 37-50%
sebagai bahan baku Urea Formaldehyde Resin.
Kegiatan PT. Intanwijaya Internasional meliputi :
1. Produksi Industrial Glue
2. Riset dan pengembangan produk
3. Training personal untuk customer
4. Memberikan Technical Support pada pelanggan (remote & on site).
5. Pengujian produk sesuai standard internasional.
6. Orientasi kepuasan pelanggan.
7. Prinsip ramah lingkungan
8. Menggunakan peralatan yang modern.
9. Pabrik dikelola secara aman dan effisien.
PT. Intanwijaya Internasional menggunakan bahan baku (kayu sengon, jabon,
akasia dll) mudah tumbuh dan didapatkan. Bahan baku mengalami treatment yaitu
bahan baku direndam dan ditambahkan reagen hingga mencapai emisi yang
diinginkan.
Fasilitas pabrik
1. Unit Produksi Formalin
2. Unit Produksi Urea Resin
3. Tangki Penyimpan
4. Fasilitas laboratorium lem & kayu
5. Armada angkutan
Produk
1. Formalin 37- 55%
2. Urea formaldehyde resin (uf resin)
3. Urea formaldehyde resin (lfe type)
4. Melamin resin (mf resin)
5. Phenol resin (pf resin)
6. Resin powder (ufp 1001 & one step)

Spesifikasi Formaldehyde :
1. Spesific grafity ( min1.100 gr/cm³ )
2. pH ( 3.0 – 4.0 )
3. Concentration formalin ( min 37,0 % )
4. Metanol content ( max 5 % )
5. Free acid ( max 300 ppm )
6. Apperance ( clear )

Spesifikasi Urea Formaldehyde Resin:


1. Viscosity ( 80 – 200 cps )
2. Spesific grafity ( min1.190 gr/cm³ )
3. pH ( 7.0 – 8.0 )
4. Free formalin ( 0.9 – 1.4 % )
5. Solid content ( min 49.0 % )
6. Gelation time ( max 110 menit )
7. Water solubility ( min 1,0 )

Spesifikasi Melamine Urea Formaldehyde Resin:


1. Viscosity ( 40 – 150 cps )
2. Spesific grafity ( min1.220 gr/cm³ )
3. pH ( 8.0 – 9.0 )
4. Free formalin ( max 0,8% )
5. Solid content ( min 54.0 % )
6. Gelation time ( max 120 menit )
7. Water solubility ( min 1,2 )

Spesifikasi Penol Formaldehyde Resin:


1. Viscosity ( min 40 cps )
2. Spesific grafity ( min1.165 gr/cm³ )
3. pH ( 11.0 – 13.0 )
4. Solid content ( min 43.0 % )
5. Gelation time ( min 25 menit )

III.3. Pengolahan limbah


Pengolahan limbah PT. Intanwijaya International Tbk dilakukan
Pada produksi 16ormaldehyde tidak terdapat limbah gas, karena gas yang dihasilkan
digunakan kembali (recycle) pada proses.
BAB IV
PENUTUP

IV.1 Kesimpulan
Berdasarkan kuliah lapangan yang telah kami lakukan di PT LOTTE
Chemical Titan didapatkan kesimpulan sebagai berikut.
1. PT Intan Wijaya Chemical Industri didirikan pada tahun 1981 adalah
produsen Formalin 37 - 55 % dan Urea Formaldehyde Resin (UF,MF,PF &
LFE) ( Lem Plywood).
2. Kapasitas produksi Formalin 37 - 55 % ± 5000 ton/bulan, Formaldehyde
resin (UF,MF,PF & LFE) ± 6000 ton/bulan.

3. Proses dibagi menjadi persiapan bahan baku, pencampuran (mixing) bahan,


pendinginan,
4. Limbah berupa gas hasil produksi formaldehid yang digunakan lagi (recycle)
pada proses
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/11048908/PENDAHULUAN_UF?auto=download
Heriyanto, Eko. 2011. prarancangan pabrik formaldehid dari metanol dan udara proses metal
oxide kapasitas 15000 ton/ tahun. Surakarta.UNS
LAMPIRAN