Anda di halaman 1dari 10

BIAYA DENGAN FUNGSI MANAJEMEN

Dalam perusahaan manufaktur, biaya dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan
aktivitas fungsionalnya menjadi biaya manufaktur dan biaya non-manufaktur. Biaya manufaktur
merupakan seluruh biaya yang berhubungan dengan aktivitas pabrikasi perusahaan. Biaya
manufaktur dibagi menjadi 3 kategori yaitu:
1. Bahan Baku Langsung, merupakan semua bahan baku yang menjadi satu bagian
integral dari produk jadi. Contohnya adalah baja yang digunakan untuk membuat rangka
mobil dan kayu yang digunakan untuk membuat peralatan tumah tangga.
2. Tenaga Kerja Langsung, merupakan tenaga kerja yang dilibatkan secara langsung
dalampembuatan produk. Contohnya gaji dari pekerja perakitan pada suatu lini perakitan
dan gaji dari operator alat-alat mesin di disuatu pabrik.
3. Overhead Pabrik, Biaya overhead pabrik merupakan seluruh biaya manufaktur, kecuali
bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. contohnya biaya penyusutan, biaya
sewa, pajak, asuransi, keuntungan tambahan, dan biaya waktu menganggur.
Pada biaya overhead pabrik juga terdapat biaya kualitas, dimana biaya kualitas
merupakan biaya yang terjadi karena mutu produk yang rendah atau untuk mencegah
agar mutu yang rendah tidak terjadi. Biaya ini memiliki nilai yang cukup signifikan, yaitu
mencapai 20 sampai 25 persen dari nilai penjualan. Sub kategori dari biaya kualitas yaitu
biaya pencegahan, biaya peilaian, dan biaya kegagalan.

Selain itu terdapat biaya non-manufaktur yang dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu:
1. Biaya Penjualan, merupakan biaya yang dihubungkan dengan aktivitas penjualan dan
pengiriman dari produk. Contohnya biaya iklan dan komisi penjualan.
2. Biaya Umum Dan Administrasi, merupakan semua biaya yang terjadi dalam kaitannya
denganpelaksanaan aktivitas umum dan administrasi. Contohnya gaji eksekutif dan biaya
legal.

PENTINGNYA MANAJEMEN BIAYA

Manajemen biaya menjadi penting karena kebanyakan pendapatan penjualan dalam


suatuperusahaan dihasilkan dengan mengeluarkan biaya. Anggaran biaya dan analisis biaya
menjadi salah satu cara mengendalikan dan mengatur biaya guna memperbaiki laba bersih. Cara
lain adalah meninjau setiap biaya dan melihat kontribusinya terhadap laba bersih. Selain itu
dapat pula dengan cara mengurangi biaya tanpa mempedulikan konsekuensinya. Satu dari cara
terbaik untuk mengatur biaya adalah memahami bahwa terdapat banyak jenis biaya.jika biaya
dapat dikenali dari jenis biaya yang sedang dipertimbangkan, keputusan yang lebih baik dapat
dibuat.

SISTEM BIAYA TRADISIONAL VS. BIAYA STANDAR

Tujuan dan Penggunaan Sistem Akuntansi Biaya


Akuntansi biaya mengidentifikasikan, mengkuantifikasi, mengakumulasikan, dan
melaporkan berbagai elemen biaya yang berkaitan dengan produksi barang atau penyerahan jasa.
terdapat dua tujuan akuntansi biaya, yaitu melalui akumulasi biaya untuk penilaian persediaan
dan penentuan laba, akuntansi biaya melayani kebutuhan pengguna eksternal dan juga dengan
menyediakan manajemen dengan informasi biaya yang tepat waktu dan relevan akuntansi biaya
membantu perencanaan, pengendalian, dan evaluasi aktivitas operasional harian dan orang yang
bertanggungjawab untuk itu.

Sistem Biaya Tradisional ( Historis )


Istilah tradisional mengacu pada sistem biaya yang membatasi input pada biaya historis
dan mengusahakan penyerapan penuh atas biaya tetap dan variabel oleh unit produk atau jasa.
Sistem biaya tradisional berfokus pada identifikasi dan akumulasi biaya per unit produk dan jasa
yang mana sistem ini digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan data biaya harga pokok
penjualan ata jasa yang diberikan untuk pelaporan keuangan eksternal. Namun, sistem biaya
tradisional tidaklah sesuai dengan pengendalian manajemen yang efektif karena akumulasi data
biaya historis jika tanpa perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya
tidak sesuai dengan konsep pengendalian kontemporer.

Salah satu kelemahan utama dari sistem biaya tradisional adalah persyaratan akuntansi
keuangan menuntut agar biaya per unit produk atau jasa memperhitungkan semua biaya, baik
yang ditelusuri ke suatu produk atau jasa maupun yang terjadi untuk satu periode atau untuk
lebih dari satu objek biaya. Biaya periode dan biaya yang terjadi untuk lebih dari satu produk
tidka dapat ditelusuri langsung ke unit jasa, produk, atau departemen tertentu. Biaya tersebut
dibebankan ke produk atau jasa melalui alokasi yang bersifat arbitrer yang dapat menyesatkan
manajemen dan memengaruhi kualitas keputusan manajerial secara negatif.
Kelemahan lain dari sistem ini adalah membandingkan kinerja saat ini dengan periode
sebelumnya cukup menyesatkan karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah biaya dari
periode sebelumnya terlalu tinggi atau rendah atau hampir tepat.

SISTEM BIAYA STANDAR

Ruang Lingkup
Sistem biaya standar mencerminkan pencampuran yang potensial efektif dari akuntansi
dengan konsep pengendalian dan teori organisasi modern. Biaya standar sendiri adalah sasaran
biaya per unit produk atau jasa yang ditentukan sebelumnya secara ilmiah yang dikembangkan
melalui studi teknik dan akuntansi yang mencerminkan estimasi terinci mengenai besarnya biaya
untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Aspek pengendalian yang melekat dari perhitungan
biaya standar adalah kapabilitasnya untuk membandingkan, sehingga untuk menghasilkan
manfaat pengendalian yang optimal dan mempertahankan relevansi, biaya standar harus
diperbaharui secara kontinu.

Sistem Biaya Standar dan Anggaran Fleksibel


Anggaran fleksibel adalah anggaran biaya per unit dikalikan jumlah unit aktual. Taksiran
sistem biaya standar sebenarnya menginventarisasi sepanjang periode pada jumlah anggaran
fleksibel. Oleh karena itu, sistem biaya standar menjawab seperti apa laporan laba rugi dan
neraca akan terlihat jika biaya-biaya dan input per unit harus direncanakan dengan tepat pada
tingkat output aktual yang dicapai.

Kompatibilitas dengan Konsep Teori Organisasi Modern


Dalam mengembangkan kerangka kerja untuk sistem biaya standar yang sesuai dengan
konsep teori organisasi modern, terdapat langkah-langkah pengendalian yang dijelaskan oleh
Edwin Caplain, yaitu :

1. Penetapan tujuan organisasi.


2. Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi kepada setiap
organisasi.
3. Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-individu yang memiliki
kemampuan, motivasi, dan pengetahuan yang mencukupi untuk melakukan fungsinya.
4. Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit organisasi
lainnya.
5. Pengembangan prosedur yang memastikan informasi yang mencukupi, relevan, dan tepat
waktu sepanjang jalur komunikasi.
6. Desain dan implementasi mekanisme pengendalian yang mengukur dan mengevaluasi
kinerja dalam hal tujuan organisasi dan memberikan umpan balik mengenai penyesuaian
yang diperlukan dalam tujuan dan kinerja.

PERHITUNGAN BIAYA LANGSUNG ATAU VARIABEL

Filosofi yang Mendasari


Semua metode akuntansi biaya tradisional yang sesuai dengan konsep biaya
membebankan unit produk atau jasa dengan biaya penuh. Bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung dibebankan langsung ke unit produk atau jasa, sementara overhead tetap dan variabel
diserap berdasarkan estimasi tarif yang didasarkan pada volume yang telah ditentukan
sebelumnya. Ketika dasar yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan tingkat kapasitas
yang telah ditentukan sebelumnya, maka prosedur penyerapan akan menimbulkan penyerapan
terlalu tinggi atau terlalu rendah atas overhead manufaktur.

Untuk memfasilitasi pengambilan keputusan dan pengendalian biaya tanpa perlu


menyusun laporan pelengkap, suatu filosofi perhitungan biaya baru diperkenalkan sejak tahun
1930 yang disebut metode perhitungan biaya langsung atau biaya variabel. Perhitungan ini
membedakan antara biaya produksi dengan biaya untuk siap menghasilkan. Hanya biaya yang
ditimbulkan oleh produksi atau penyerahan jasa sekarang saja yang diklasifikasikan sebagai
biaya per unit produk dan jasa dan dikapitalisasi sampai barang dan jasa tersebut terjual.

Dorongan keperilakuan
Konsep, prinsip, dan praktik akuntansi memengaruhi pengukuran kinerja manajerial. Hal
ini tidak selalu mengarah pada hasil yang diharapkan karena banyak ukuran kinerja memiliki
bias yang terkandung di dalamnya yang memotivasi manajer untuk memilih alternatif tindakan
yang tidak sesuai dengan kepentingan operasi dan keuangan perusahaan. Melalui badan yang
berwenang, profesi akuntan sedang menguji ulang konsep, prinsip, dan praktik akuntansi dengan
mempertimbangkan implikasi keperilakuan yang mungkin. David Hawkins menyatakan bahwa
konsep, prinsip, dan praktik akuntansi adalah bagus secara keperilakuan maupun teknis jika
konsep, prinsip, dan praktik tersebut :
1. Menghambat manajer dari pengambilan berbagai tindakan operasi yang tidak
menguntungkan guna membenarkan adopsi atas suatu alternatif akuntansi.
2. Menghambat adopsi atas praktik akuntansi oleh perusahaan yang hanya menciptakan ilusi
kinerja.

PENGENDALIAN BIAYA

Membagi biaya ke dalam komponen variabel dan tetap memberikan dasar yang lebih baik untuk
pengendalian biaya. Hal tersebut memungkinkan penyusunan laporan laba rugi menggunakan
margin kontribusi yang menekankan pada pola perilaku biaya dan memberikan perincian kepada
manajemen mengenai biaya teknik, biaya yang dikomitmenkan, dan biaya diskresioner.
1. Biaya Teknik
Biaya teknik meliputi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik. Biaya-biaya tersebut dapat dikendalikan secara langsung pada tingkat
organisasi terendah melalui penggunaan anggaran fleksibel dan standar, karena waktu
untuk pemberian umpan balik yan singkat dan secara fisik dapat diamati oleh manajer
yang bertanggung jawab atas aktivitas yang ditimbulkannya.
2. Biaya Tetap yang Dikomitmenkan
Biaya tetap yang dikomitmenkan atau biaya kapasitas adalah seluruh biaya organisasi dan
pabrik yang terus terjadi (tanpa memedulikan tingkat aktivitas) yang tidak dapat
dikurangi tanpa merugikan kompetensi organisasi untuk memenuhi tujuan jangka
panjang. Secara pengendalian, biaya-biaya ini adalah biaya tetap yang paling tidak
responsif dan dapat dikendalikan dalam jangka pendek hanya dengan usaha
meningkatkan penggunaan dari fasilitas yang dikomitmenkan.
3. Biaya Diskresioner
Biaya diskresioner atau biaya terprogram adalah biaya yang muncul dari keputusan
periodik mengenai jumlah maksimum yang akan dikeluarkan dan biaya yang tidak
memiliki hubungan optimum yang dapat ditunjukkan antara input (yang diukur oleh
biaya) dan output (yang diukur oleh pendapatan atau tujuan lainnya). Biaya-biaya ini
meliputi biaya periklanan, audit, jasa konsultasi manajemen, dan pelatihan sumber daya
manusia. Biaya ini dapat dikurangi atau sama sekali dihindari pada waktu itu dan
dikendalikan oleh anggaran statis yang dinegosiasi.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Keputusan Bauran Produk
Ketika dihadapkan dengan keputusan mengenai bauran produk, manajer penjualan yang
mengetahui margin kontribusi dari produk-produknya akan jauh lebih mampu untuk
memutuskan produk yang akan didorong dan produk yang harus dikurangi atau ditolerir
hanya karena penjualannya menguntungkan produk lain.
2. Penentuan Harga Produk Baru
Manajemen dapat menjualnya pada biaya variabel. Setelah produk tersebut diuji coba
secara mencukupi dan diterima oleh pemakai, produk tersebut akan ditetapkan harganya
pada biaya penuh plus mark-up yang konsisten dengan tujuan laba perusahaan secara
keseluruhan.
3. Penetrasi Pasar
Manajer dapat menggunakan biaya variabel sebagau dasar untuk penentuan harga ketika
mereka bermaksud memasuki pasar baru dengan produk yang sudah ada atau ketika
mereka terpaksa menghadapi persaingan yang semakin meningkat selama periode di
mana permintaan menurun.
4. Penghapusan produk
Margin kontribusi akan membantu manajemen dalam menentukan apakah akan
menghentikan suatu produk atau hanua berhenti menjualnya dipasar tertentu.
5. Pesanan Khusus
Sepanjang pesanan khusus tidak melibatkan perubahan utama dalam proses produksi dan
sepanjang perusahaan memiliki kapasitas yang belum digunakan, harga penjualan berapa
pun di atas biaya variabel akan memperbaiki profitabilitas secara keseluruhan.
6. Kampanye Iklan dan Promosi
Semakin tinggi margin kontribusi dari produk yang dipromosikan atau diiklankan, maka
semakin besar manfaat bersih potensialnya; semakin rendah margin kontribusinya, maka
semakin banyak tambahan unit yang harus dijual untuk menutupi tambahan biaya.
7. Keputusan Mengurangi Biaya
Jika harga jual suatu perusahaan ditetapkan oleh pesaing maka manajemn akan
mengetahui besarnya biaya variabel yang diperkenankan pada volume operasi saat ini
jika tujuan tertentu harus dicapai. Pengetahuan ini akan mendorong manajemen untuk
waspada terhadap biaya serta memperkenalkan alat dan prosedur untuk menghemat
biaya.

ASPEK KEPERILAKUAN DARI LANGKAH AKUNTANSI BIAYA YANG DIPILIH

Aspek keperilakuan dari langkah-langkah akuntansi yang dipilih akan menguji apakah langkah-
langkah tersebut dapat memicu respons manusia yang disfungsional; jika ya, bagaimana langkah-
langkah tersebut dapat dimodifikasi agar lebih efektif dalam mendorong perilaku karwayan yang
diinginkan .

Penetapan Standar
Elemen yang paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan atau kegagalam sistem biaya
adalah standar yang digunakan sebagai kriteria kerja. Standar berfungsi sebagai tujuan untuk
memotivasi pengendalian biaya dan sebagai alat evaluasi kinerja.

Empat prasyarat sistem pengendalian yang unggul secara keperilakuan:


1. Standar haruslah ditetapkan dengan cara yang sedemikian rupa sehingga orang
menerimanya sebagai sesuatu realitis dan bukannya arbitrer.
2. Orang-orang harus merasa bahwa mereka memiliki pengaruh dalam menetapkan tujuan
mereka sendiri.
3. Orang-orang harus yakin bahwa mereka tidak akan dihukum secara tidak adil untuk
variasi normal yang terjadi secara kebetulan dalam kinerja.
4. Umpan balik atas kinerja haruslah bertujuan untuk koreksi maupun evaluasi.

Partisipasi dalam Penetapan Standar


Dalam perusahaan yang terorganisasi secara demokratis, partisipasi aktif dalam penetapan tujuan
dan sasaran adalah sumber penting dari kepuasan karyawan. Namun, dalam organisasi yang
otokratis, karyawan sering kali mengindikasikan bahwa mereka menyukai pekerjaan mereka
karena mengetahui ke mana mereka dapat memperoleh keputusan

Standar yang Ketat Vs Standar yang Longgar


Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang akan digunakan haruslah tidak terlalu ketat
dan tidak terlalu longgar. Bagi kebanyakan individu, standar yang terlalu ketat kemungkinan
menyebabkan kinerja karyawan mengalami penurunan karena karyawan merasa terlalu dikekang.
Sementara itu, standar yang longgar tidak memberikan manfaat motivasional apa pun karena
standar tersebut begitu mudah dicapai.

Penyerapan Overhead
Praktik umum untuk membebankan overhead manufaktur tetap dan variabel ke produk pada tarif
estimasi yang didasarkan pada tingkat kapasitas yang telah ditentukan sebelumya. Ketika dasar
yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan yang telah ditentukan sebelumnya, maka
varians yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah akan terjadi. Ukuran dari varians ini
juga dipengaruhi oleh tingkat kapasitas yang dipilih sebagai penyebut dalam penentuan tarif
tersebut. Tingkat kapasitas jangka panjang akan menghasilkan varians yang berbeda dengan
tingkat kapasitas jangka pendek. Pergantian dari satu tingkat kapasitas je tingkat kapasitas lain
bahkan dapat lebih mengaburkan.

Alokasi Biaya Tidak Langsung


Perusahaan harus menghindari membebankan biaya pada pusat pertanggungjawaban biaya di
mana pusat pertanggungjawaban tersebut tidak memiliki pengendalian langsung atau tidak
langsung. Alokasi biaya bukanlah pendekatan yang sempurna untuk menentukan biaya yang
terjadi dari desentralisasi maupun alat untuk menghilangkan konsumsi berlebih dari seorang
penyelia, dan bukan juga alat untuk mengukur degradasi maupun penundaan biaya yang
ditimbulkan dari sumber daya atau jasa yang digunakan bersama. Namun, tidak ada keraguan
bahwa hal tersebut berfungsi dalam situasi tertentu sebagai mekanisme untuk memotivasi dan
mengendalikan manajer.

Analisis Varians
Unsur utama dari pengendalian biaya adalah perbandingan secara periodik antara biaya aktual
dengan sasaran biaya yang sudah ditentukan sebelumnya, baik dalam bentuk anggaran maupun
standar. Perbandingan tersebut juga akan menghasilkan sejumlah varians karena mustahil bahwa
biaya aktual yang terjadi akan setara dengan standar atau anggara dari elemen operasional yang
dikendalikan. Varians tersebut dapat merupakan hasil dari berbagai penyebab, beberapa
diantaranya dapat dijelaskan dan dikendalikan, sementara yang lain tidak dapat dijelaskan
maupun dikendalikan.

Keputusan Investigasi Varians


Kerumitan permasalahan terletan pada fakta bahwa tanpa investigasi, manajemen tidak memiliki
dasar untuk menentukan apakah varians tertentu ditimbulkan dari penyalahgunaan yang dapat
diidntifikasi dan dikendalikan, atau apakah varians tersebut bersifat acak atau tidak dapat
dikendalikan. Bahkan, jika diskrepansi tersebut diinvestigasi, manajemen tidak memiliki jaminan
bahwa hal tersebut akan mengidentifikasi penyebab dari varisn itu dengan kepastian penuh
karena investigasi tersebut dapat terbukti hanya berhasil sebagian atau bahkan gagal sepenuhnya.

Aspek Keprilakuan
Komponen khusus dari kebijakan pengendalian yang dapat mempengaruhi respons manusia
adalah:
1. Batas pengendalian
Kisaran hasil kinerja yang dianggap dapat diterima oleh manajer adalah batasan
pengendalian. Batasan ini menentukan mudah atau sulitnya seseorang yang dikendalikan
untuk berkinerja dalam kisaran yang dapat diterima dan banyaknya ruang yang mereka
miliki untuk gagal sekali waktu.
2. Hasil umpan balik
Informasi umpan balik mengenai kinerja manusia akan menimbulkan perasaan
keberhasilan atau kegagalan dalam diri individu yang dikendalikan. Umpan balik yang
positif akan memberi tahu mereka bahwa mereka ada pada jalur yang tepat dan akan
memotivasi untuk mengulangi usaha yang sama. Umpan balik yang negatif tidak akan
secara otomatis mendorong mereka untuk melakukan usaha yang lebih besar, tetapi hal
tersebut dapat secara perlahan-lahan menurunkan tingkat aspirasi mereka serta mengikis
tingkat usaha dan kinerja mereka.
3. Ketetatan pemaksaan
Pemaksaan yang ketat atas kebijakan pengendalian akan menimbulkan tekanan dalam diri
individu yang dikendalikan. Dalam jangka panjang, pemaksaan yang longgar akan
menurukan motivasi individu untuk berjuang bagi pencapaian tujuan.
4. Struktur penghargaan
Orang atau kelompok akan memodifikasi perilaku mereka yang tidak diinginkan dan
mengulani perilaku yang diinginkan ketika mereka memandang bahwa perubahan atau
pengulangan perilaku tersebut disertai dengan penghargaan instrinsik maupun ekstrinsik.
DAFTAR PUSTAKA

Ikhsan, Arfan.2005. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat.

https://cacingkurcaci.blogspot.com/2016/11/aspek-keperilakuan-pada-pengakumulasian.html

http://lukasang46.blogspot.com/2014/06/aspek-keperilakuan-pada-pengakumulasian.html