Anda di halaman 1dari 4

A.

Analisis Sarana Pendidikan


Berdasarkan Standart Nasional Indonesia Nomorr 03-1733-2004 tentang Cara Perencanaan
Perumahan Perkotaan berikut ini adalah proyeksi kebutuhan sarana pendidikan pada tahun 2039.
Tabel 5. x Proyeksi Kebutuhan Sarana Pendidikan Pada Tahun 2039 di Wilayah Pesisir Kelurahan
Bontang Kuala, Kelurahan Bontang Baru, dan Kelurahan Gunung Elai
Jumlah Proyeksi
Jenis Jumlah Proyeksi
Penduduk Kebutuhan
Prasarana Prasarana Penduduk
Pendukung Sarana Tahun
Tahun 2039
(jiwa) 2039 (unit)

Taman Kanak-
1.250 20 28
Kanak
Sekolah Dasar 1.600 15 60.157 22

SLTP 4.800 4 8

SMU 4.800 4 8

Dari tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa sarana TK, merupakan sarana pendidikan yang
harus ditambahkan paling banyak di Kelurahan Bontang Kuala, Kelurahan Bontang Baru, dan Kelurahan
Gunung Elai, sebanyak 28 sarana pendidikan TK.

B. Analisis Sarana Kesehatan


Berdasarkan Standart Nasional Indonesia Nomorr 03-1733-2004 tentang Cara Perencanaan
Perumahan Perkotaan berikut ini adalah proyeksi kebutuhan sarana kesehatan pada tahun 2039.
Tabel 5. x Proyeksi Kebutuhan Sarana Kesehatan Pada Tahun 2039 di Wilayah Pesisir Kelurahan
Bontang Kuala, Kelurahan Bontang Baru, dan Kelurahan Gunung Elai

Proyeksi Proyeksi
Jumlah Jumlah
Penduduk Kebutuhan
Jenis Prasarana Penduduk Prasarana Sarana Tahun
Tahun 2039
Pendukung
2039 (unit)
(jiwa)

Klinik 30.000 4 Masih Cukup


Rumah Sakit 120.000 1 Masih Cukup

Puskesmas Pembantu 30.000 1 Masih Cukup


60157
Posyandu 1.250 24 24

Apotik 30.000 4 Masih Cukup


Tempat Praktek Dokter 5.000 7 5

Berdasarkan proyeksi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2039
beberapa sarana seperti klinik, Rmah Sakit, puskesmas pembangtu, dan apotik jumlahnya
masih cukup, sehingga tidak perlu ditambah. Pada tahun 2039 di Kelurahan Bontang
Kuala, Kelurahan Bontang Baru, dan Kelurahan Gunung Elai perlunya penambahan 24
sarana posyandu, dan 5 sarana keseharan berupa tempat praktik dokter.

C. Analisis Sarana Peribadatan


Berdasarkan Standart Nasional Indonesia Nomorr 03-1733-2004 tentang Cara Perencanaan
Perumahan Perkotaan berikut ini adalah proyeksi kebutuhan sarana Peribadatan pada tahun 2039.
Tabel 5. x Proyeksi Kebutuhan Sarana Peribadatan Pada Tahun 2039 di Wilayah Pesisir
Kelurahan Bontang Kuala, Kelurahan Bontang Baru, dan Kelurahan Gunung Elai

Proyeksi Proyeksi
Jumlah Jumlah
Penduduk Kebutuhan
Jenis Prasarana Penduduk Prasarana Sarana Tahun
Tahun 2039
Pendukung
2039 (unit)
(jiwa)

Musholla 250 22 228


60157
Masjid 2500 19 5

Berdasarkan analisis sarana peribadatan maka dapat disimpulkan pada tahun 2039
dibutuhkan penambahan sarana peribadatan berupa musholla sebanyak 228 unit dan
mesjid 5 unit .

D. Jaringan Listrik

Berikut ini adalah proyeksi berdasarkan SNI nomor 03-1733-2004 terhadap jaringan
listrik di Kecamatan Waru pada tahun 2039 dan berdasarkan standar jumlah maksimal penghuni
satu bangunan rumah yakni sebesar 4 orang.

Tabel 5. 28 Proykesi Kebutuhan Jaringan Listrik pada Tahun 2039


Jumlah Jumlah
Standar
Nama Jumlah Kebutuhan Jumlah Kebutuhan
Kebutuhan
Wilayah Rumah 2018 2016 Rumah 2039 2039
SNI
(Megawatt) (Megawatt)

Kelurahan 1492 0,53721 3914 1.4093


Bontang Kuala
Kelurahan 2978 1.0723 5300 1.9081
360 Watt
Bontang Baru per Jiwa
Kelurahan 3733
Gunung Elai 1.3439 5824 2.0967

Total 8203 24.163 15.039 54.141

Sumber: Analisis Penulis, 2018

Dari analisis kebutuhan pada tahun 2039, di Kelurahan Gunung Elai


merupakan Kelurahan yang paling banyak membutuhkan listrik sebesar
2.0967 Megawatt, dan kebutuhan yang paling sedikit ada di Kelurahan
Bontang Kuala dengan besar 1.4093 Megawatt. Sementara jumlah rumah yang
harus disambungi arus listrik pada tahun 2039 sebanyak 15.039 rumah dengan
kelurahan terbanyak yakni Kelurahan Gunung Elai sebanyak 5824 rumah.
LAPORAN AKHIR RZWP3K KECAMATAN WARU
KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA