Anda di halaman 1dari 25

EKOSISTEM, MATERI DAN ENERGI

Tugas Ini Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Konservasi Lingkungan

OLEH:
KELOMPOK VII

ANGGOTA:
RESTU MAULIDA AZHARI 1410942019
KASTURI RAMAYANA 1510942019

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK- UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Peningkatan
permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya
sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan
tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi
terbaharukan. Kebutuhan energi di dunia saat ini masih dipenuhi dengan bahan bakar fosil,
yaitu : minyak, gas alam dan batu bara. Yang menjadi faktor pendorong konsumsi bahan
bakar fosil yang semakin tinggi ini dipicu karena masih banyaknya penggunaan mesin
industri dan transportasi penunjang yang umumnya masih menggunakan minyak bumi
sebagai bahan bakar penggeraknya.

Menurut para ahli minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dikatakan sebagai bahan bakar
fosil diperkirakan akan habis 30 tahun lagi, bahan bakar gas habis dalam kurun waktu 70-80
tahun, dan bahan bakar padat 120 tahun lagi. Sehingga diperlukan penghematan untuk bahan
bakar fosil, tetapi jika kebutuhan akan bahan bakar juga banyak bagaimana cara
mengatasinya.

Di Indonesia, pada dasarnya, sumberdaya energi memiliki dua fungsi, yakni sebagai
pendorong pembangunan dan sebagai sumber devisa. Sumber daya energi merupakan salah
satu sumber terpenting pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia dibutuhkan setiap elemen
masyarakat dalam menjalani aktivitas sehar-hari. Karena itu, keterbatasan sumber daya
energi akan menjadi kendala yang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi di
kemudian hari. Salah satu cara mengatasi krisis energi bahan bakar fosil ini yaitu
menggunakan energi alternatif, dimana energi alternatif yang dapat diperbaharuhi dan banyak
tersedia di alam. seperti gas, uranium, tenaga air, panas bumi, dan bioenergi, bahan bakar
yang berasal dari bahan nabati.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat kami tarik suatu permasalahan yang
akan dibahas dalam makalah ini yakni:
1. Apa definisi energi?
2. Apa saja sumber-sumber energi?
3. Apa saja permasalahan energi?
4. Apa pengertian dari energi alternatif?
5. Mengapa di perlukan adanya energi alternatif?
6. Bagaimana pemanfaatan energi alternatif?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1. Agar pembaca mengetahui bahwa terdapat energi lain di alam yang dapat dimanfaatkan
sebagai pengganti bahan bakar fosil;
2. Pembaca dapat mengetahui cara pengolahan energi alternatif tersebut agar dapat
dimanfaatkan;
3. Agar dapat mengetahui manfaat energi alternatif.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Energi

Kata “Energi” berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Energi adalah
kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan. Energi
merupakan bagian dari suatu benda tetapi tidak terikat pada benda tersebut. Energi tidak
dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat dirubah bentuknya. Energi juga disebut
tenaga. Satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule (J). Sedangkan satuan
energi lain yaitu erg, kalori, dan kWh. Energi bersifat fleksible, artinya dapat berpindah dan
berubah. Dalam melakukan pekerjaan kita selalu memanfaatkan sebuah energi, baik secara
sadar maupun tidak sadar, misalnya ketika kita sedang berjalan kita membutuhkan sebuah
energi. Tetapi setiap kegiatan membutuhkan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-
beda. Energi tidak bisa dilihat namun pengaruhnya bisa dirasakan. Energi bisa berubah
bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Misalnya energi angin menjadi energi listrik.

2.2 Sumber Energi


Berdasarkan sifat alaminya, sumber energi dibedakan sebagai berikut ini:
1. Sumber Energi Primer
Sumber energi primer merupakan sumber energi yang terdapat langsung di alam dan
dapat dijumpai, seperti air, nuklir, matahari, minyak, batu bara, kayu dan angin.
2. Sumber Energi Sekunder
Sumber energi sekunder merupakan energi yang dihasilkan dari energi primer yang
lainnya, contohnya gas dan listrik.

Berdasarkan ketersediaannya, sumber energi dibagi menjadi energi terbarukan dan energi tak
terbarukan sebagai berikut:
1. Energi Terbarukan
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung dimanfaatkan
dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini tak terbatas dan bisa
dimanfaatkan secara terus menerus. Adapun contoh dari energi terbarukan ini adalah
angin, matahari, air pasang laut, panas bumi, tumbuhan, biofusel, air dan biomassa,
2. Energi Tak Terbarukan
Kekurangan dari sumber energi tak terbarukan ini yakni ketersediannya yang sangat
terbatas. Sehingga apabila sudah habis, energi ini tak akan dapat diperbarui kembali.
Adapun contoh dari sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi fosil, sumber
energi dari mineral alam, minyak mentah, gas dan bahan bakar nuklir.

2.3 Permasalahan Energi di Indonesia

2.3.1 Umum

Dewasa ini energi dan pangan menjadi perhatian utama didunia. Energi merupakan
kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia (khususnya manusia modern) dan prasyarat untuk
melakukan kegiatan perekonomian. Apada masa lampau, suatu negara menjajah negara lain
untuk mengamankan paskan pangannya. Namun pada masa sekarang, suatu negara
“menjajah” negara lain untuk menguasai sumber energi guna mengamankan pasokan
energinya. Contohnya konflik Timur Tengah. Ketahanan energi merupakan salah satu
komponen penting dalam ketahanan Nasional. Pemakaian energi per kapita suatu negara
berkolerasi/ mencerminkan kesejahteraan negara tersebut; makin sejahtera makin tinggi
konsumsi energi per kapitanya. Inetnsitas energi (energy intensity) merupakan ukuran
seberapa efisien suatu negara dalam memakai energi. Intensitas energi dinyatakan dalam
jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit PDB (btu/US$). Sember energi
dibagi menjadi 2, energi tak terbarukan dan energi terbarukan.
2.3.2 Kondisi Perenergian Indonesia

Konsumsi energi di Indonesia dewasa ini sekitar 1,1 miliar SBM (Setara Barel Minyak)
pertahun atau sekitar 3 juta SBM perhari, naik rata-rata 7 % pertahun. Indonesia boros dalam
pemakaian energi (diukur berdasarkan intensitas energi) dibandingkan dengan negara lain.
Namun dari sisi pemakaian energi perkapita, Indonesia masih rendah. Dewasa ini, 95% dari
kebutuhan energi di Indonesia masih berasal dari energi tak terbarukan yaitu energi fosil
(minyak, gas bumi, batu bara), dan baru 5% berasal dari energi baru/terbarukan (panas bumi,
tenaga air, biomasa, tenaga surya dan lain lain). Cadangan energi fosil Indonesia apabila
diproduksikan pada tingkat produksi dewasa ini (reserves to production ratio) akan habis
dalam: 12 tahun unutk minyak bumi, 34 tahun Gas Bumi dan 61 tahun untuk Batu Bara.
Indonesia sudah menjadi negara defisit (pengimpor netto) minyak sehingga masalah BBM
seringkali merepotkan Negara. Indonesia diperkirakan akan menjadi defisit energi mulai
tahun 2019, apabila pengelolaan energi hanya secara bussiness as usual. Menjadi defisit
energi sangat dihindari oleh semua negara karena akan sangat bergantung kepada
pihak/negara lain. Upaya untuk menunda menjadi defisit energi yang sudah didepan mata
harus dilakukan secara serius. Diperlukan terobosan yang tepat dan upaya yang fokus.
Sumber Daya, Cadangan Energi Tak Terbarukan

Sumber Daya, Cadangan Dan Produksi Energi Terbarukan


2.3.3 Solusi Untuk Menunda Defisit Energi

Upaya menunda defisit energi dilakukan melalui dua program utama, yaitu:
 Sisi Demand: Penghematan (konservasi) energi
Konservasi energi dilakukan karena:
- Potensi implementasinya besar karena saat ini sangat boros
- Pelaksanaan lebih cepat dari pada membangun tambahan kapasitas
- Biaya lebih murah aripada menambah kapasitas baru
 Sisi Suplay : Pengembangan Energi Terbarukan
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penghematan energi:
- Intensifikasi dan ekstensifikasi Gerakan Penghematan Energi
- Meningkatkan pelaksanaan kewajiban audit energi dan penunjukkan pengawas
energi
Pengembangan energi terbarukan dilakukan karena:
- Implementasinya lebih cepat (kurang dari 3 bulan), kecuali panas bumi
- Potensinya sangat besar karena belum banyak dikembangkan
- Kebutuhan dana tidak terlalu besar dibandingkan pengembangan energi fosil
- Peralatan sudah banyak diproduksi dalam negeri
- Banyak mengikut sertakaan peran masyarakat setempat dan koperasi
Jenis energi terbarukan yang diprioritaskan untuk menunda defisit energi
- Tenaga air: pembangkit listrik tenaga mini dan makro hidro
- Bio energi: biomassa (cangkang kalapa sawit) untuk pengembangan listrik dan
bahan bakar nabati (Biodisel dari kelapa sawit, kemiri, jarak pagar dan Bio
Ethanol dan aren, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan lain-lain)
- Tenaga surya
- Tenaga bayu
Contoh program:
1. Mencetak 2 juta hektar lahan aren, ubi kayu, ubi jalar, sagu, sorgum, kelapa,
kemiri untuk bahan baku ethanol, yang dilakukan secara tumpang sari yang dapat
memperkerjakan lebih dari 12 juta orang.
2. Membangun pembangkit listrik dengan bahan bakar cangkang dan tandan kosong
kelapa sawit. Jumlahnya ratusan yang tersebar luas Sumatera, Kalimantan, Papua,
dan lain-lain. Kapasitas 1 pembangkit sekitar 5 MW
Pola pengusaha pengembangan dapat melalui:
 Kerjasama BUMN - masyarakat (Koperasi)
 Kerjasama BUMN – Swasta
 Koperasi
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menunda defisit energi
a. Penerapan intensif tarif melalui penerapan Feed In Tarif (tarif didasarkan pada
biaya dan besarnya menurun terhadap waktu)
b. Pemberian intensif pajak dan bea masuk untuk proyek energi terbarukan
c. Menyediakan dana murah (green fund)
d. Mewajibkan pemakaian bio energi dan pengolahan limbahn cair kelapa sawit
untuk diproses menjadi biogas.

2.3.4 Subsidi BBM


Subsidi untuk masyarakat miskin masih diperlukan. Permasalahan subsidi BBM dimana
jumlah subsidi sangat besar, mendorong penyelunduoan dan penyalahgunaan BBM. Pola
subsidi BBM yang diberikan harus dapat menanggulangi permasalahan dia atas, yaitu:
 Menurunkan jumlah subsidi BBM
 Agar subsidi tepat sasaran: hanya diberikan bagi kelompok yang kurang mempu dan
transportasi publik
 Menghilangkan penyelundupan dan penyalahgunaan BBM karena adanya perbedaan
harga antara BBM subsidi yang dijual di SPBU dan BBM nonsubsidi

Pola yang dilakukan sampai sat ini tidak menyelesaikan masalah (kurang smart). Terdapat
alternatif lain pola subsidi BBM yang dapat menanggulangi permasalahan. Program
pengurangan subsidi BBM yang dilakukan sebaiknya dengan tetap memberikan subsidi BBM
bagi kelompok masyarakat yang masih kurang mampu dan transportasi publik.

2.3.5 Peningkatan Produksi Minyak Bumi


Menggenjot produksi pada saat cadangan terus menurun dapat mengakibatkan kerusakan
reservoir minyak yang secara teknis tidak boleh dilakukan. Produksi minyak yang terus
menerus turun disebabkan oleh cadangan minyak yang terus menerus menurun karena
kegiatan eksplorasi (yang dilakukan oleh perusahaan minyak yang credible dan reputable).

Iklim investasi migas belakangan ini kurang kondusif karena:


1. Kondisi keamanan dan masalah perijinan;
2. Kontrak yang ditawarkan untuk daerah virgin dan remote kalah menarik dengan negara
lain;
3. Masalah ketidakpastian hukum.

Upaya yang harus dilakukan adalah dimulai dengan peningkatan cadangan melalui eksplorasi
(oleh perusahaan yang mumpuni). Setelah cadangan meningkat maka produksi dapat
dinaikkan dengan tanpa merusak reservoir.

Langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain:


1. Memperbaiki iklim investasi (intensif, perijinan, terkait otonomi daerah dan keamanan);
2. Meningkatkan eksplorasi pada cekungan (belum eksplorasi) dan daerah frontier;
3. Membentuk institusi permanen pengganti SKK Migas yang bersifat sementara (sesuai
amanat Mahkamah Konstitusi)
4. Merevisi Undang-undang Migas, khususnya pada pasal-pasal yang tidak dapat mendukung
pencapaian tujuan pengelolaan sumber daya alam migas.

2.3.6 Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Dalam Negeri


Gas bumi dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sebagai bahan baku beberapa industri vital
(pupuk/ petrokimia dan besi baja). Pemanfaatan gas bumi didalam negeri memberikan nilai
tambah yang sangat besar bagi negara, jauh lebih tinggi dari harga ekspor gas bumi. Dengan
demikian prioritas adalah untuk memenuhi domestik. Saat ini gas bumi diekspor melalui pipa
(ke Malaysia dan Singapura) dan dalam bentuk LNG (ke Jepang, Korea Selatan, Cina dan
Amerika Serikat). Ekspor gas bumi (3526 MMSCF perhari) lebih besar dari pemanfaatan
didalam negeri (3429 MMSCF perhari).
Langkah-langkah yang perlu dilakukan:
1. Perlu dibuat ketentuan bahwa apabila terjadi kekurangan pasokan untuk dalam negeri
maka ekspor gas bumi yang ada harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri;
2. Perlu dicadangkan cadangan gas bumi untuk pabrik pupuk guna mendukung
ketahanan pangan nasional;
3. Renegoisasi untuk kepentingan nasional harus diupayakan, termasuk yang tidak
tercantum kemungkinannya dalam kontrak (dilakukan dengan pendekatan dan
memberikan penjelasan).
4. Pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi
diprioritaskan utamanya untuk kendaraan umum dengan trayek tertentu dan taksi;
5. Pemanfaatan gas untuk transportasi harus mempertimbangkan perkembangan teknolgi
automotif. Perkembangan mobil hybrid (memakai BBM atau listrik) menjadikan gas
dipakai untuk pembangkitan listrik dimana listriknya nanti diapakai oleh mobil;
6. Pembangunan FSRU (Floating Storage Receiving Unit) LNG harus
mempertimbangkam kebutuhan gas dan FSRU yang sudah ada tetapi belum terpakai
secara penuh untuk menghemat dana. Pembangunan contoh nya yaitu pembangunan
FSRU di Bali harus lebih diprioritaskan untuk memasok energi bersih pada daerah
tujuan wisata.

3.3 Energi Alternatif atau Energi Ramah Lingkungan


3.3.1 Pengertian Energi Alternatif atau Energi Ramah Lingkungan

Energi ramah lingkungan atau energi hijau (Inggris: green energy) adalah suatu istilah yang
menjelaskan apa yang dianggap sebagai sumber energi dan tenaga yang ramah terhadap
lingkungan. Khususnya, istilah ini merujuk ke sumber-sumber energi yang dapat
diperbaharui dan tidak mencemari lingkungan. Selain air, sinar matahari dan angin terdapat
pula energi yang berasal dari makhluk hidup. Termasuk dalam kategori yang terakhir sering
disebut juga sebagai biomassa, yang sebagai salah satu contohnya adalah minyak jelantah.

3.3.2 Kelebihan dan Kekurangan Energi Ramah Lingkungan


Kelebihan:
1. Energi yang dihasilkan tidak akan habis dan selalu tersedia sehingga tidak akan
terjadi krisis kelangkaan.
2. Energi alternatif tidak menghasilkan limbah yang akan membahayakan lingkungan
dalam jangka panjang.
3. Sumber energi seperti sinar matahari, angin, dan air hanya membutuhkan biaya awal
untuk instalasi sehingga untuk kemudian dapat berjalan dengan sendirinya secara
gratis.
4. Memiliki pasokan energi yang melimpah. Misalkan jika berada di daerah dengan
banyak sinar matahari, maka anda akan memiliki banyak pasokan energi surya.
5. Tidak mencemari lingkungan.

Kekurangan:
1. Ketersediaan teknologi untuk efisiensi penyimpanan energi yang masih terbatas.
2. Biaya instalasi awal untuk pembangkit listrik dari energi alternatif relatif tinggi atau
mahal. Contohnya, bendungan perlu dibangun untuk membuat pembangkit listrik
tenaga air.
3. Sumber energi alternatif sangat tergantung pada faktor-faktor alami. Misalnya, jika
terjadi kemarau panjang, tingkat produksi pembangkit listrik tenaga air akan
terhambat. Demikian pula tanpa sinar matahari yang cukup, listrik yang dihasilkan
juga akan berkurang.
4. Pembangkit dari sumber energi alternatif belum bisa beroperasi seefisien sumber
energi konvensional. Teknologi yang tersedia saat ini belum cukup mampu
menggantikan energi konvensional dengan energi alternatif

3.3.3 Macam-Macam Sumber Energi Ramah Lingkungan


Macam-macam sumber energi ramah lingkungan sebagai berikut:
1. Matahari
Matahari adalah sumber energi utama untuk planet bumi. Energi yang dihasilkan
matahari berbentuk sinar dan panas. Selama ribuan tahun, manusia telah
memanfaatkan energi matahari dalam kehidupannya. Energi matahari dapat
dimanfaatkan langsung oleh manusia, seperti menjemur hasil panen, membuat garam,
dan sebagainya. Pemanfaatan langsung energi sinar matahari dapat ditingkatkan
dengan menggunakan pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari
dikonsentrasikan dengan kolektor suhu pada suatu tempat sehingga memperoleh suhu
yang lebih tinggi. Selain itu, energi matahari juga dapat di ubah menjadi energi
listrik. Listrik dihasilkan dengan mengubah energi matahari menggunakan sel surya
yang terdiri dari rangkaian panel unsur semikonduktor, misalnya lapisan unsur silikon
yang tipis.
Gambar 2.1 Energi matahari

2. Panas Bumi
Energi panas bumi adalah panas yang terdapat di dalam bumi. Biasanya, panas bumi
muncul di permukaan bumi akibat aktivitas vulkanik (gunung berapi). Oleh sebab itu, di
sekitar gunung berapi terdapat tempat-tempat yang menyemburkan gas atau air panas.
Terdapat 3 sumber utama panas geotermal, yaitu uap alam, air panas, dan batuan kering
panas. Sejauh ini, uap geotermal telah dipakai, terutama untuk pembangkit listrik. Air
panas telah dimanfaatkan secara luas untuk pemanasan, tetapi pemakaiannya untuk
pembangkit tenaga sedang diteliti. Batuan kering panas adalah sumber panas terbesar
masih diteliti untuk penggunaan yang tepat.

Gambar 2.2 Energi panas bumi

3. Angin.
Energi angin adalah energi yang berasal dari hembusan angin. Beberapa negara mulai
melirik energi dari alam ini. Belanda sudah sejak dulu memanfaatkan angin untuk
digunakan sebagai energi. Kincir angin di Belanda digunakan untuk memompa air irigasi.
Kincir angin di Belanda bentuknya besar dan terlihat berat, sehingga putarannya lambat.
Akan tetapi, baling-baling yang besar dan berat itu dapat menghasilkan tenaga yang besar
pula. Energi angin juga dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan
kincir angin yang disambungkan menggunakan generator yang dapat menghasilkan listrik
(turbin angin).

Gambar 2.3 Energi angin

4. Hydropower adalah energi listrik yang dihasilkan dari kekuatan air. Hydropower dibuat
dengan cara membendung air sungai, kemudian menggunakan pipa air tersebut
diarahkan menuju turbin. Hal inilah yang terjadi pada PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga
Air). Prinsip dari stasiun pembangkit listrik tenaga air adalah jarak jatuhnya air ke turbin
dan jumlah air yang mengalir. Oleh sebab itu, sebuah PLTA sangat bergantung pada
pasokan air. Biasanya tempat yang dapat menampung air dalam jumlah besar adalah
danau. Jika tidak ada danau, maka dibangunlah waduk. Dengan penelitian selama
beberapa tahun, para peneliti dapat menentukan tempat yang tepat untuk membangun
waduk dan instalasi/stasiun pembangkit listrik.

Gambar 2.4 Energi hydropower

5. Gas Alam
Gas alam adalah gas yang terkumpul di bawah tanah dengan berbagai macam komposisi
campuran hidrokarbon yang mempunyai daya tekan tinggi. Gas alam setelah diolah kita
kenal dengan nama elpiji. Selain untuk memasak, gas ini dapat pula digunakan untuk
kendaraan bermotor, bahkan untuk menggerakkan mesin-mesin pabrik. Gas ini juga
sudah banyak dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik (PLTG).

Gambar 2.5 Energi gas alam

6. Hidrogen
Hidrogen dapat diubah menjadi bahan bakar pengganti bbm. Bahkan, hidrogen diklaim
lebih baik dari bbm yang kita kenal saat ini. Bahan bakar hidrogen tidak menghasilkan
polusi, sehingga bahan bakar ini tidak merusak bumi. Persediaannya pun tidak akan
habis karena cara pembuatannya hanya dari air, kemudian dibakar seperti bensin. Akan
tetapi, untuk mendapatkan Hidrogen ini diperlukan banyak energi. Jika energi yang
digunakan berasal dari bahan bakar fosil, maka keuntungan yang didapat akan minimal,
sehingga harus ada sumber energi yang diperbaharui.

Gambar 2.6 Energi hydrogen

7. Biomassa
Biomassa adalah massa tumbuhan dan kotoran hewan yang dapat memberikan energi,
baik dengan dibakar langsung, maupun setelah diubah menjadi bahan lain yang
pembakarannya lebih mudah. Sumber energi biomassa berasal dari makhluk hidup.
Termasuk di antaranya adalah sisa atau pembuangan dari manusia dan hewan. Instalasi
biomassa dapat dibangun dari tangki kotoran manusia dan hewan. Gas yang keluar dari
instalasi ini disebut biogas.

Gambar 2.7 Energi Biomassa

8. Biofuel
Biofuel adalah energi yang berasal dari bahan-bahan nabati, seperti minyak bumi,
tanaman jarak, jagung, dan lain-lain. Energi ini dapat digunakan sebagai bahan bakar,
yang disebut dengan Bahan Bakar Nabati (BBN). Bahan bakar nabati adalah dalam
bentuk biodiesel dan bioetanol, yang bisa menjadi alternatif sebagai bahan bakar
kendaraan. Biofuel dalam bentuk biodiesel dibuat dari minyak nabati, seperti minyak
kepala sawit atau CPO dan minyak jarak pagar atau CJCO. Proses pembuatan biofuel
ini pada dasarnya mereaksikan minyak nabati dengan methanol dan ethanol, dengan
katalisator soda api. Kelemahan dari biofuel adalah tidak cocok dipakai untuk
kendaraan bermotor yang memerlukan kecepatan dan daya yang tinggi.

Gambar 2.8 Energi Biofuel

9. Energi Tidal
Energi tidal atau energi pasang surut air laut barangkali kurang begitu dikenal, atau
mungkin kita belum pernah mendengarnya sama sekali. Jika dibandingkan dengan energi
angin dan surya, energi tidal memiliki sejumlah keunggulan, antara lain memiliki aliran
energi yang lebih pasti/mudah diprediksi, lebih hemat ruang, dan tidak membutuhkan
teknologi konversi yang begitu rumit. Kelemahan energi ini di antaranya adalah
membutuhkan alat konversi yang handa yang mampu bertahan dengan kondisi air laut,
terutama tingkat korosi dan kuatnya arus atau badai di laut. Prinsip kerja energi tidal
ialah: saat pasang naik, air laut dengan volume jutaan kubik naik ke daratan. Jika di
daratan itu dibuat bendungan yang besar, maka air pasang itu tertampung di dalam
waduk. Di mulut waduk dipasang baling-baling yang berputar sesuai arah air. Biasanya
digunakan dua arah putaran, yaitu saat pasang dan saat air surut.

Gambar 2.9 Energi Tidal

10. Gelombang Laut


Selain energi tidal, potensi lain dari lautan yang bisa dimanfaatkan adalah
gelombangnya. Energi yang dimiliki gelombang laut tersebut dapat dikonversi
menjadi listrik. Prinsip kerjanya adalah dengan mengumpulkan energi gelombang
laut untuk memutar turbin generator. Saat ini beberapa negara telah berani
mengembangkan potensi dari energi terbarukan ini.

Gambar 2.10 Energi Gelombang laut


11. Biodiesel
Biodiesel sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil telah lama menjadi wacana
dibeberapa negara dunia. Bahkan, telah ada negara yang mampu sedikit demi sedikit
melepaskan ketergantungan pada bbm, dan beralih ke biodiesel. Energi yang berasal dari
tumbuhan atau lemak binatang ini dapat digunakan, baik secara murni atau dicampur
dengan bahan bakar lain. Sifatnya yang ramah lingkungan, dapat diperbaharui, serta dapat
menghilangkan emisi gas buang, menjadikan biodiesel dapat menjadi solusi menghadapi
kelangkaan energi fosil pada masa mendatang.

Gambar 2.11 Energi Biodiesel


12. Ethanol
Etanol (etil alkohol) adalah sumber energi berupa alkohol hasil dari
fermentasi tumbuhan tertentu, seperti; gandum atau jagung. Contoh negara di
dunia yang sangat baik mengembangkan energi alternatif etanol ini adalah
Brazil. Negara tersebut saat ini adalah negara nomor satu di dunia dalam hal
penggunaan etanol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Sekitar 15
milyar liter etanol dihasilkan setiap tahun di Brazil.

Gambar 2.12 Energi Ethanol


13. Metanol
Metanol (metil alkohol) adalah bahan bakar alkohol yang berasal dari kayu.
Metanol baik digunakan secara murni, atau bisa juga digunakan sebagai
campuran bensin. Satu hal yang menjadi kelemahan dari penggunaan metanol
untuk kendaraan adalah bahan bakar ini dapat mempercepat terjadinya korosi
pada mesin kendaraan.

Gambar 2.13 Energi Metanol

14. Piezoelektrik
Piezoelektrik adalah suatu sistem yang dapat menghasilkan listrik dari hasil
pengubahan energi mekanik. Sistem penghasil energi ini sangat baik
diterapkan pada tempat-tempat umum, seperti yang terpasang di sebuah lantai
stasiun kereta Jepang dan juga di lantai rumah disco di Inggris. Prinsip
kerjanya adalah tekanan dari orang-orang ditempat itu akan dikonversi
menjadi listrik. Jadi, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik
sekitar tempat tersebut.

Gambar 2.14 Energi Piezoelektrik

15. Energi Nuklir


Energi nuklir adalah sumber energi yang berasal dari reaksi berantai bahan-
bahan radioaktif yang terjadi dalam sebuah reaktor. Energi yang dihasilkan
dari proses ini sangatlah besar. Bayangkan saja, 1 gram zat radioaktif dapat
menghasilkan listrik 50.000 kwh jam, jadi sangat baik digunakan untuk
memenuhi kebutuhan listrik. Selain itu, energi nuklir ini tidak memancarkan
gas rumah kaca dan tidak menyebabkan pemanasan global. Sudah banyak
negara yang sejak lama mengembangkan potensi energi nuklir ini, contohnya
jepang. Disana, hampir seluruh kebutuhan listriknya berasal dari tenaga
nuklir. Akan tetapi, pemanfaatan nuklir dibayangi oleh persoalan lingkungan
dan kesehatan. Kebocoran radiasi sangat membahayakan kesehatan manusia
dan lingkungan hidup. Radiasinya dapat mengakibatkan kanker, cacat
keturunan, bahkan kematian.
Gambar 2.15 Energi Nuklir

3.3.4 Contoh Penerapan Energi Ramah Lingkungan


Angin merupakan salah satu energi alternatif yang tidak akan ada habisnya
walaupun digunakan secara terus-menerus. Energi dari alam ini dapat
menimbulkan bencana bagi manusia, namun di sisi lain energi dari angin juga
bermanfaat bagi manusia sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Untuk
menghasilkan energi listrik, angin memerlukan media seperti kincir angin
sebelum diubah menjadi energi listrik. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat untuk
lingkungan, karena energi angin tidak menimbulkan dampak serius bagi
lingkungan sekitar seperti polusi udara atau juga limbah. Di dunia ini terdapat
beberapa negara sebagai pengguna kincir angin terbesar untuk berbagai kebutuhan
sehari-hari, salah satunya adalah untuk mendapatkan pasokan energi listrik
sebagai berikut:

1. China
China merupakan salah satu negara pengguna kincir angin terbesar di dunia.
Negara di Asia ini menggunakan energi angin untuk menghasilkan listrik
sebanyak 45 Giga Watt energi listrik yang diperoleh dari 80 ladang kincir
angin. Negara tersebut akan memperbanyak ladang kincir angin untuk
mendapatkan pasokan energi listrik lebih banyak lagi mencapai 100 Giga Watt
pada tahun 2015. Negara ini tentunya masih ingin terus dan terus
memperbesar ladang kincir angin untuk mendapatkan pasokan yang lebih
besar lagi, mengingat China merupakan negara besar dengan jumlah penduduk
terbanyak di dunia.
2. Amerika Serikat
Negara pengguna kincir angin terbesar berikutnya adalah Amerika Serikat.
Negara tersebut mampu mendapatkan energi angin sebesar 43 Giga Watt dari
101 ladang kincir angin. Dengan mendapatkan pasokan energi angin yang
lebih banyak, secara otomatis energi listrik yang dihasilkan juga semakin
banyak. Terdapat ladang turbin yang bernama Roscoe dengan mempunyai
kincir angina sebanyak 627 buah. Ladang tersebut menjadi ladang kincir angin
terbesar di dunia. Setiap kincir angin mampu menghasilkan energi listrik
sebanyak 1 Mega Watt. Dengan kekuatan total yang dihasilkan dari energi
listrik dari ladang tersebut mampu menyuplai sebanyak 260.000 rumah
penduduk yang ada di Texas.
3. Jerman
Negara yang ketiga adalah Jerman. Jerman mendapatkan energi listrik dengan
total kapasitas mencapai 28 Giga Watt . Jerman telah memiliki kincir angin
sebanyak 21.607 dan ditambah mereka juga fokus terhadap peningkatan kincir
angin lepas pantai. Selain sebagai salah satu pengguna kincir angin terbesar di
dunia, Jerman juga terkenal sebagai negara dengan eksportir terbesar untuk
penjualan kincir angin.
4. Spanyol
Ladang kincir angin yang ada di Spanyol memberikan energi listrik sebanyak
16 persen dari semua energi yang dihasilkan di negeri Matador tersebut.
Energi listrik yang dihasilkan dari ladang-ladang kincir angin di Spanyol
sebanyak 21 Giga Watt. Kincir angin yang ada di Spanyol terletak di
perbukitan dan hanya sedikit yang ada di lepas pantai. Selain pengguna,
Spanyol juga terkenal sebagai peng-eksportir kincir angn terbesar.

3.3.4.1 Prinsip Kerja Energi Angin

Energi angin merupakan energi yang sangat fleksibel. Lain halnya dengan energi
air, pemanfaatan energi angin dapat dilakukan dimana mana baik di daerah
dataran tinggi maupun di daerah landai, bahkan dapat diterapkan di laut.
Adapun prinsip dasar kerja dari pemanfaatan energi angin ini adalah sebagai
berikut:
1. Angin akan meniup dan menumbuk sayap kipas;
2. Pusat rotasi menimbulkan Torsi pada sayap kipas;
3. Bagian sayap yang lain mengalami hal yang sama dan terjadilah rotasi;
4. Poros dihubungkan ke gearbox, di gearbox kecepatan perputaran poros
ditingkatakan dengan cara mengatur perbandingan roda gigi dalam gearbox;
5. Gearbox dihubungkan ke generator. generator merubah energi mekanik
menjadi energi listrik dan dari generator energi listrik menuju transformer
untuk menaikan tegangannya kemudian baru didistribusikan ke konsumen.

Gambar 2.16 Prinsip Kerja Kincir Angin

3.3.4.2 Mekanisme Turbin Angin Merubah Angin Menjadi Listrik

Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin,
diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin,
sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan
disimpan ke dalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Sebuah pembangkit
listrik tenaga angin dapat dibuat dengan menggabungkan beberapa turbin angin
sehingga menghasilkan listrik ke unit penyalur listrik. Listrik dialirkan melalui
kabel transmisi dan didistribusikan ke rumah-rumah, kantor, sekolah, dan
sebagainya.

Turbin angin dapat memiliki tiga buah bilah turbin. Jenis lain yang umum adalah
jenis turbin dua bilah. Turbin angin bekerja sebagai kebalikan dari kipas angin.
Bukannya menggunakan listrik untuk membuat angin, seperti pada kipas angin,
turbin angin menggunakan angin untuk membuat listrik. Angin akan memutar
sudut turbin, kemudian memutar sebuah poros yang dihubungkan dengan
generator, lalu menghasilkan listrik. Turbin untuk pemakaian umum berukuran
50-750 kilowatt. Sebuah turbin kecil, kapasitas 50 kilowatt, digunakan untuk
perumahan, piringan parabola, atau pemompaan air.

2.4.4.3 Manfaat Penggunaan Energi Angin


Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga angin secara
prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbaru. Hal ini berarti
eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin yang
berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil. Oleh karenanya tenaga
angin dapat berkontribusi dalam ketahanan energi dunia di masa depan. Tenaga
angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, dimana
penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau polusi yang berarti ke
lingkungan.

Emisi karbon ke lingkungan dalam sumber listrik tenaga angin diperoleh dari
proses manufaktur komponen serta proses pengerjaannya di tempat yang akan
didirikan pembangkit listrik tenaga angin. Namun dalam operasinya
membangkitkan listrik, secara praktis pembangkit listrik tenaga angin ini tidak
menghasilkan emisi yang berarti. Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik
dengan batubara, emisi karbon dioksida pembangkit listrik tenaga angin ini hanya
seper-seratusnya saja. Disamping karbon dioksida, pembangkit listrik tenaga
angin menghasilkan sulfur dioksida, nitrogen oksida, polutan atmosfir yang lebih
sedikit jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakan batu-
bara ataupun gas.