Anda di halaman 1dari 5

MATERI TB PARU

A. Pengertian
Kemenkes RI, (2012) mengatakan tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis, sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. TB paru adalah penyakit
infeksius yang terutama menyerang parenkim paru (Andra, 2013). TB paru adalah
penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang dapat
menyerang bagian-bagian tubuh seperti paru-paru. (Andra, 2013)

B. Penyebab
Penyakit TB paru disebabkan oleh kuman Mycrobacterium Tuberculosis, kuman tersebut
biasanya masuk ke dalam tubuh melalui udara (pernapasan) ke dalam paru-paru.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi


Faktor-faktor hubungannya dengan kejadian TB paru adalah sebagai berikut,
1. Adanya sumber penularan
2. Riwayat kontak penderita
3. Tingkat sosial ekonomi
4. Tingkat paparan
5. Virulensi basil
6. Daya tahan tubuh rendah berkaitan dengan genetik
7. Keadaan gizi
8. Usia
9. Nutrisi
10. Imunisasi
11. Keadaan perumahan meliputi (suhu dalam rumah, ventilasi, pencahayaan dalam
rumah, kelembaban rumah, kepadatan penghuni dan lingkungan sekitar rumah )
12. Pekerjaan

D. Tanda dan Gejala


Gejala dari penyakit TB Paru, yaitu :
1. Batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih
2. Pernah mengeluarkan dahak bersama darah
3. Keluar keringat dingin di malam hari tanpa ada kegiatan
4. Nyeri dada dan sesak napas
5. Nafsu makan dan berat badan menurun
6. Demam pada malam hari selama sebulan atau lebih

E. Cara penularan TB Paru


Melalui percikan dahak (droplet) yang berasal dari penderita TB saat batuk dan bersin.
Bila penderita batuk atau bersin tanpa menutup mulut, maka kuman mycobacterium
tuberculosis akan tersebar diudara. Apabila ada orang yang berada di sekitar penderita bisa
tertular kuman mycobacterium tuberculosis hanya dengan menghirup udara yang
mengandung kuman tersebut. Setiap kali penderita ini batuk dapat mengeluarkan 3000
droplet nucli. Penularan umumnya terjadi didalam ruangan dimana droplet nucli dapat
tinggal di udara dalam waktu lebih lama. Dibawah sinar matahari langsung basil tuberkel
mati dengan cepat tetapi dalam ruangan yang gelap, lembab dapat bertahan sampai
beberapa jam. Dua faktor penentu keberhasilan pemaparan TB pada individu baru yakni
konsentrasi droplet nucli dalam udara dan panjang waktu individu bernapas dalam udara
yang terkontaminasi tersebut disamping daya tahan tubuh yang bersangkutan.

F. Komplikasi dari TB Paru


Penyakit TB paru bila tidak diobati secara teratur maka dapat mengakibatkan sebagai
berikut :
1. Batuk berdahak
2. Batuk darah
3. Kerusakan jaringan paru
4. Mengganggu kerja jantung
5. Dapat menyebabkan kematian

G. Cara pencegahan
Cara pencegahan dari penyakit TB Paru, yaitu :
1. Tutuplah mulut saat batuk
2. Membuang ludah atau dahak pada wadah tertutup yang telah disediakan, misalnya
kaleng yang telah diisi dengan lysolataupasir
3. Memeriksa anggota keluarga lainnya apakah terkena penularan TB paru
4. Makan makanan yang bergizi TKTP
5. Memperhatikan kebersihan rumah terutama lantai, jendela, ventilasi udara.
6. Membersihkan dan menjemur kasur atau alat tidur
7. Tidak merokok
8. Menggunakan masker

H. Pengertian Pengawas Menelan Obat (PMO)


Pengawas Menelan Obat (PMO) adalah pengawasan langsung jangka pendek yang
dilakukan untuk pengobatan paduan Obat Anti Tuberkulosa (OAT). Adanya PMO untuk
menjamin keteraturan pengobatan yang dilakukan oleh pasien TB. Sebaiknya PMO adalah
petugas kesehatan misalnya Bidan di desa, Perawat, Pekarya, Sanitarian, Juru Imunisasi,
bila tidak ada petugas kesehatan yang memungkinkan, PMO dapat berasal dari kader
kesehatan, guru, anggota Persatuan Pemberantasan Tuberkulosa Indonesia (PPTI), PKK,
atau tokoh masyarakat lainnya atau anggota keluarganya sendiri.

I. Persyaratan PMO
1 Seseorang yang dikenal, dipercaya dan disetujui, baik oleh petugas kesehatan maupun
pasien, selain itu harus disegani dan dihormati pasien
2 Seseorang yang tinggal dekat dengan pasien
3 Bersedia membantu pasien dengan sukarela
4 Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien

J. Peran Keluarga Pengawas Menelan Obat (PMO)


1. Peranan Mengawasi Menelan Obat
2. Mengingatkan pasien untuk pemeriksaan ulang sesuai jadwal
3. Memberikan dorongan terhadap pasien
4. Menasehati pasien agar tetep mau menelan obat

K. Peran Utama Pengawas Menelan Obat (PMO)


1. Motivasi PMO untuk Kesembuhan Pasien
2. Menghilangkan stigma negatif

L. Tugas Pengawas Menelan Obat (PMO)


1. Mengawasi pasien TB agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatan.
2. Memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat secara teratur atau secara tuntas
ke pelayan kesehatan
3. Mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah di tentukan.
4. Mengingatkan (membawa) anggota keluarga yang sakit untuk pemeriksaan ulang
bulan ke 2, 5, dan 6)
5. Memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang mempunyai gejala-
gejala mencurigakan TB untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan
kesehatan.
6. Tugas PMO bukanlah untuk mengganti kewajiban pasien mengambil obat dari unit
pelayanan kesehatan.

M. Pengobatan Pasien TB Paru


Cara pengobatan TB Paru yaitu dengan obat anti TB (OAT) yang di dapatkan di pelayanan
kesehatan secara gratis, yang harus diminum secara teratur tidak boleh putus selama 6-8
bulan dan dosis yang diminum sesuai dengan petunjuk petugas kesehatan. Saat minum
obat perlu adanya orang yang mengawasi atau PMO (pengawas menelan obat).

N. Tujuan Pengobatan
Pengobatan TBC bertujuan untuk menyembuhkan penderita, mencegah kekambuhan dan
mencegah kematian.

O. Cara minum obat yang benar :


1. Sebaiknya satu papan obat (blister) diminum sekaligus setelah makan pagi/malam
hari sebelum tidur .
2. Jika sulit minum obat boleh ditelan satu persatu akan tetapi harus dalam waktu 2
jam.
3. Minum obat harus didampingi oleh PMO (Pengawas Menelan Obat)
4. Jangan selesai minum obat /putus obat sebelum pada waktu yang ditentukan

P. Informasi penting yang perlu dipahami PMO untuk disampaikan kepada pasien
dan keluarganya:
1. TB disebabkan kuman, bukan penyakit turunan atau kutukan
2. TB dapat disembuhkan dengan berobat teratur
3. Cara penularan TB, gejala-gejala yang mencurigakan dan cara pencegahannya
4. Cara pemberian pengobatan pasien (tahap insensif dan lanjutan)
5. Pentingnya pengawasan supaya pasien berobat teratur
6. Kemungkinan terjadinya efek samping obat dan perlunya segera meminta

Q. Akibat bila minum obat tidak teratur / putus obat :


1. Tidak sembuh/ menjadi lebih berat penyakitnya bahkan bisa meninggal.
2. Sukar diobati karena kemungkinan kuman menjadi kebal sehingga diperlukan obat
yang lebih ampuh dan dapat menjadi penyakit TB MDR dimana merupakan TB
yang sudah parah. Pengobatan TB MDR selama 2 tahun dengan minum obat dan
obat suntik.

R. Kriteria Keberhasilan pengobatan


1. Hasil pemeriksaan laboratorim dengan menggunakan spesimen sputum menunjukkan
hasil negative dan hasil foto rontgen dada menunjukkan hasil gambaran tuberculosis
pasif
2. Ketidakmunculan kembali tanda gejala TBC local dan sistemik setelah melakukan
pengobatan secara tuntas 6-8 bulan seperti: batuk jangka lama dan berdarah, sesak
nafas, nyeri dada, demama, malaise, keringat dngin, dan anoreksia.