Anda di halaman 1dari 9

BAB I

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL DAN PEMBUATAN SIMPLISIA

A. Tujuan
Mahasiswa dapat melakukan pengambilan sampel dan pembuatan simplisia
tumbuhan.

B. Dasar Teori
Simplisia menurut Farmakope Indonesia Edisi III adalah bahan alam yang digunakan
sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain berupa
bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terbagi atas tiga, yaitu :
1. Simplisia Nabati
Simplisia yang digunakan dapat berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat
tanaman, atau gabungan ketiganya (Gunawan dan Mulyani, 2004).
2. Simplisia Hewani
Simplisia berupa hewan utuh atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan
belum berupa bahan kimia murni (Gunawan dan Mulyani, 2004).
3. Simplisia Mineral
Simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan
cara sederhana dan belum berupa bahan kimia murni (Gunawan dan Mulyani, 2004).
Untuk mengetahui kebenaran dan mutu obat tradisional termasuk simplisia, maka
dilakukan analisis yang meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif terdiri
atas pengujian organoleptik, pengujian makroskopik, pengujian dan pengujian mikroskopik.
1. Uji organoleptik, meliputi pemeriksaan warna, baud an rasa dari bahan.
2. Uji makroskopik, meliputi pemeriksaan ciri-ciri bentuk luar yang spesifik dari bahan
(morfologi) maupun ciri-ciri spesifik dari bentuk anatominya.
3. Uji fisika dan kimiawi, meliputi tetapan fisika (indeks bias, titik lebur, dan kelarutan)
serta reaksi-reaksi identifikasi kimiawi seperti reaksi warna dan pengendapan.
4. Uji biologi, meliputi penetapan angka kuman, pencemaran, dan percobaan terhadap
binatang (Gunawan dan Mulyani, 2004).
Tanaman obat yang menjadi sumber simplisia nabati merupakan salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi simplisia. Sebagai sumber simplisia, tanaman obat dapat berupa
tumbuhan liar atau tanaman budidaya. Tumbuhan liar adalah tumbuhan yang tumbuh dengan
sendirinya di hutan atau di tempat lain, atau tanaman yang sengaja ditanam dengan tujuan
1
lain, misalnya sebagai tanaman hias, tanaman pagar tetapi bukan dengan tujuan untuk
membuat simplisia. Tanaman budidaya adalah tanaman yang dengan sengaja ditanam untuk
tujuan produksi simplisia (Gunawan dan Mulyani, 2004). Tumbuhan liar umumnya kurang
baik untuk dijadikan sumber simplisia jika dibandingkan dengan tanaman budidaya, karena
simplisia yang dihasilkan mutunya tidak tetap. Hal ini disebabkan :
1. Umur tumbuhan atau bagian tanaman yang dipanen tidak tepat dan berbeda-beda. Umur
tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dipanen berpengaruh pada kadar senyawa aktif. Ini
berarti bahwa mutu simplisia yang dihasilkan sering tidak sama, karena umur saat dipanen
tidak sama.
2. Jenis tumbuhan yang dipanen sering kurang diperhatikan, sehingga simplisia yang
diperoleh tidak sama. Perbedaan jenis tumbuhan akan memberikan perbedaan pada
kandungan senyawa aktif, yang berarti mutu simplisia yang dihasilkan akan berbeda pula.
3. Lingkungan tempat tumbuh yang berbeda seringkali mengakibatkan perbedaan kadar
kandungan senyawa aktif. Pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi tinggi tempat, keadaan tanah
dan cuaca. Keseragaman umur pada saat panen, lingkungan tempat tumbuh dan jenis yang
benar dapat ditentukan dan diatur sesuai dengan tujuan untuk memperoleh simplisia yang
seragam (Achmad, 1995).

C. Alat dan Bahan


- Alat
• Pisau
• Gunting
• Baskom
• Kain hitam

- Bahan
• Bagian tumbuhan obat
• Koran

2
D. Cara Kerja

Ambil bagian tumbuhan atau seluruh tumbuhan yang akan dijadikan


simplisia dengan cara dipetik atau dipotong menggunakan gunting.

Pisahkan sampel dari bahan organik asing, seperti serangga, telur ulat,
bagian tumbuhan lain, dan sebagainya yang terikut pada pengambilan
sampel kemudian cuci sampai bersih dengan air mengalir dan tiriskan.

Letakkan di atas koran lalu dijemur dengan ditutup kain hitam atau
diangin-anginkan selama beberapa hari hingga kering.

Pisahkan sampel dari sampel yang telah rusak, zat organik, dan pengotor
lainnya. Kemudian haluskan sampel hingga halus atau berbentuk serbuk.

Timbang serbuk tadi kemudian simpan ke dalam toples dan tutup


dengan rapat.

3
E. Hasil Pengamatan
Dari hasil pengumpulan sampel, didapatkan sampel daun Tithonia diversifolia
sebanyak ± 200 gram.

F. Pembahasan
Teknik yang paling baik dalam pengambilan sampel adalah dengan teknik aseptis.
Teknik ini meminimalkan kontaminan dari sampel seperti mikroba atau kontaminan lainnya.
Kontaminan ini dapat bersumber dari sampel, alat yang digunakan ataupun personel itu
sendiri. Saat memetik daun Tithonia diversifolia, kami menggunalan pisau. Dengan
menggunakan pisau, diharapkan sampel daun yang terpetik bebas dari kontaminan seperti
logam. Pengambilan sampel dengan teknik yang salah menyebabkan munculnya kontaminan
yang dapat merusak sampel.
Tumbuhan kembang bulan/tanaman insulin (Tithonia diversifolia) merupakan jenis
tumbuhan obat dengan batang berbentuk bulat, berkayu dan berwarna hijau. Tajuk tanaman
ini mudah dipangkas dan cepat untuk rimbun kembali. Tanaman ini memiliki bunga majemuk
yang terletak di ujung ranting. Tangkai bunga ini berbentuk bulat dan kelopak bunga
berbentuk tabung serta memiliki bulu-bulu yang halus dengan warna kelopak bunga hijau dan
warna mahkota bunga kuning terang. Perakaran dari tumbuhan ini cukup dalam dan
pertumbuhannya cukup cepat sehingga tumbuhan ini biasa ditanam pada pekarangan sebagai
tanaman hias dan sebagai tanaman pencegah erosi di lahan miring (Ditjenbun, 1994).
Berikut ini klasifikasi Tithonia diversifolia menurut Hutapea (1994) sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Viridiplantae
Divisi : Tracheophyta
Sub divisi : Spermatophytina
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Tithonia
Spesies : Tithonia diversifolia

4
Tithonia diversifolia merupakan tanaman obat tradisional berbagai negara.
Berdasarkan penelitian dari Sulistijowati dan Gunawan (2001), tanaman ini merupakan obat
anti-inflamasi serta sebagai anti malaria maupun anti diabetes dan anti diare. Hal ini
dikarenakan daunnya mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (Heyne, 1987). Daun
dari T. diversifolia mengandung sedikitnya 12 (dua belas) senyawa terpenoida, 14 (empat
belas) senyawa flavonoid, saponin dan gula yang biasa digunakan dalam ilmu kedokteran
sebagai obat diabetes dan lepra (Hendra dkk, 2013). Tumbuhan kembang bulan umumnya
tumbuh liar di tempat-tempat curam, misalnya di tebing, tepi sungai dan selokan. Tumbuhan
ini juga merupakan tumbuhan tahunan yang kerap tumbuh di tempat terang dan banyak sinar
matahari langsung. Tanaman ini tumbuh tumbuh dengan mudah di tempat atau daerah dengan
ketinggian 5-100 m di atas permukaan laut (Didik dan Sulistijowati, 1999).
Dalam praktikum ini, beberapa tahap yang dilakukan dalam pengumpulan dan
pembuatan simplisia yaitu pengambilan sampel, sortasi basah, pencucian, perajangan,
pengeringan, sortasi kering, dan penyimpanan. Pada pengambilan sampel, kami mengambil
bagian daun dari tumbuhan Tithonia diversifolia. Pengambilan daun atau herba dilakukan
pada saat proses fotosintesis berlangsung maksimal, yaitu ditandai dengan saat-saat tanaman
mulai berbunga atau buah mulai masak. Untuk pengambilan daun, waktu yang baik adalah
pada saat proses fotosintesis berlangsung karena kandungan zat aktifnya sudah maksimal.
Sortasi basah dimaksudkan untuk memisahkan sampel dari kotoran-kotoran yang ikut serta
pada saat pengambilan sampel. Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah atau
pengotor lainnya yang melekat pada bahan simplisia. Jika bahan simplisia mudah larut dalam
air mengalir, pencucian dilakukan sesingkat mungkin. Beberapa jenis simplisia perlu
mengalami perajangan, karena semakin tipis bahan yang akan dikeringkan maka penguapan
air akan semakin cepat sehingga mempercepat waktu pengeringan. Namun, irisan yang
terlalu tipis dapat memperbanyak pengurangan zat aktif yang mudah menguap. Kemudian
lakukan proses pengeringan. Proses pengeringan sudah dapat menghentikan reaksi enzimatik
pada bahan simplisia bila kadar airnya kurang dari 10% dan suhu pengeringan terbaik adalah
tidak melebihi 60°C. Setelah dikeringkan, wajib melakukan sortasi kering untuk memisahkan
benda-benda asing yang masih ada pada simplisia asing. Setelah selesai, maka simplisia harus
disimpan dalam wadah yang kering dan tertutup rapat. Wadah yang digunakan sebagai
pembungkus simplisia harus bersifat inert, yang berarti tidak mudah bereaksi dengan bahan
lain, tidak beracun, mampu melindungi bahan simplisia dari cemaran mikroba, kotoran,
serangga, penguapan zat aktif, serta dari pengaruh oksigen, cahaya, dan uap (Depkes, 1985).

5
G. Kesimpulan
Simplisia adalah bahan alam yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami
pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. yang
paling baik dalam pengambilan sampel adalah dengan teknik aseptis. Teknik ini
meminimalkan kontaminan dari sampel seperti mikroba atau kontaminan lainnya. Dalam
praktikum ini, beberapa tahap yang dilakukan dalam pengumpulan dan pembuatan simplisia
yaitu pengambilan sampel, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi kering,
dan penyimpanan. Untuk pengambilan daun, waktu yang baik adalah pada saat proses
fotosintesis berlangsung karena kandungan zat aktifnya sudah maksimal.

H. Daftar Pustaka
Ditjenbun. 1994. Pedoman Pengenalan Pestisida Botani. Direktorat Bina Perlindungan
Tanaman Perkebunan. Jakarta.

Hendra, W., Salbiah, D., dan Sutikno, A. 2013. Penggunaan Ekstrak Daun Paitan
(Tithonia diversifolia Grey) untuk Mengendalikan Hama Kutu Daun
(Aphis gossypii Glover) pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Laporan
Penelitian. Universitas Riau.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Diterjemahkan oleh Badan Litbang


Pertanian. Yayasan Saran Wanajaya. Jakarta.

Hutapea, J.K. 1994. Inventaris Tumbuhan Obat Indonesia. Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan. Jakarta. 297 hlm.

Sulistijowati, A. dan Didik, G. 1999. Efek Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia
diversifolia) terhadap Candida albicans serta Profil Kromatografinya. Media
Litbangkes Edisi Khusus Obat Asli Indonesia. Volume VIII No. 3 dan 4. Hal. 32-33.

6
Mengetahui,

Dosen pengampu, Asisten dosen,

Heni Rusmita, A.Md., Farm


Rezqi Handayani, S.Farm., M.P.H., Apt Rizmadhani Safitri
Nurul Qamariah, S.Pd., M.Si Mirza Sitta Syaba’nia

Praktikan,

Risky Yanuari Wahyuni

7
LAMPIRAN

Kembang bulan (Tithonia diversifolia)

Serbuk simplisia kembang bulan

8
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL DAN
PEMBUATAN SIMPLISIA

Oleh
RISKY YANUARI WAHYUNI
NIM. 17.71.018692

PROGRAM STUDI D-3 FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA
2019

Anda mungkin juga menyukai