Anda di halaman 1dari 6

Tindakan Keperawatan Pada Gangguan Istirahat Dan Tidur Akibat Patologis

Sistem Persarafan Dan Integumen

1. Membantu Melaksanakan Ritual Tidur


Pengertian
Memberi suatu kegiatan ritual untuk mengatasi gangguan waktu tidur yang menyebabkan
ketidaknyamanan atau mempengaruhi gaya pengalaman hidup.
Tujuan
Sebagai acuan dalam melaksanakan langkah-langkah ritual mengatasi gangguan waktu
tidur
Peralatan
a. Satu baki berisi handuk 1 buah, 1 sikat gigi, 1 pasta gigi, 1 buah sabun mandi.
b. Satu gelas susu hangat
Prosedur
Pra interaksi
Melaporkan kebutuhan pasien akan pemenuhan kebutuhan ritual tidur;
a. Mengkaji kebutuhan pemenuhan ritual tidur
b. Memvalidasi datapemenuhan kebutuhan ritual tidur
c. Menyiapkan alat pemenuhan kebutuhan ritual tidur
Interaksi
Orientasi
a. Menyampaikan salam
b. Memperkenalkan diri dengan pasien dan keluarga
c. Menanyakan nama pasien (memvalidasi identitas pasien)
d. Menjelaskan prosedur kerja
e. Mendekatkan alat dan bahan untuk melakukan intervensi
f. Mencuci tangan
Kerja
a. Siapkan lingkungan
b. Anjurkan pasien buang air kecil sebelum tidur, gosok gigi, mencuci muka dan tangan
serta kaki
c. Anjurkan pasien minum susu hangat 1 gelas
d. Anjurkan pasien tidur dengan posisi/ sikap rilek/ nyaman
e. Anjurkan menarik nafas dalam secara teratur
f. Anjurkan pasien mengucapkan doa/ mendengar cerita spiritual sesuai keyakinan dan
kepercayaannya hingga tidur
Terminasi
a. Mengobservasi tidur pasien
b. Mengevaluasi tidur pasien
Post Interaksi
a. Mengelola alat dan bahan yang telah digunakan
b. Mencuci tangan
c. Mendokumentasikan seluruh kegiatan keperawatan
d. Membuat laporan kegiatan

2. Melaksanakan Program Terapi


a. Pemberian obat dengan cara oral
Pengertian
Pemberian obat dengan cara oral ialah memberikan obat melalui mulut.
Tujuan
1. Menyediakan obat yang memiliki efek lokal.
2. Menghindari pemberian obat yang akan menyebabkan kerusakan kulit dan
jaringan
3. Menghindari pemberian obat yang mampu menyebabkan nyeri
Peralatan
1. Baki berisi obat-obatan
2. Buku rencana pengobatan
3. Mangkuk disposabel buat tempat obat
4. Pemotong obat (apabila diperlukan)
5. Martil dan lumpang penggerus
6. Gelas dan air minum
7. Sedotan
8. Spuit sesuai ukuran
9. Sendok
10. Pipet
Prosedur Kerja
Tahap Pra Interaksi
1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
Tahap Orientasi
1. Mengucapkan salam kepapada pasien dan keluarga serta sapa nama pasien.
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.
3. Menanyakan apakah pasien setujuan/kesiapan pasien.
Tahap Kerja
1. Menjaga privasi pasien.
2. Menyiapkan peralatan dan cuci tangan
3. Mengkaji kemampuan pasien apakah mampu untuk dapat minum obat per oral.
4. Mengecek kembali order pengobatan ( nama pasien, nama dosis obat, dan waktu
cara pemberian ), memeriksa tanggal kadaluarsa obat.
5. Mengambil obat sesuai yang diperlukan.
6. Menyiapkan obat yang akan diberika pada pasien.
7. Memutar obat/ bolak balik agar tercampur rata sebelum dituangkan
8. Membuka penutup botol dan meletakkan menghadap ke atas.
9. Memegang botol obat sehingga sisi labelnya akan berada pada telapak tangan,
dan menuangkan obat ke arah menjauh dari label.
10. Menuangkan obat banyaknya yang difungsikan ke dalam mangkuk obat yang
telah tersedia.
11. Sebelum menutup botol, alangkah baiknya jika mengusap bagian bibir botol
dengan kertas tisue.
12. Memberikan obat pada waktu dan cara yang benar.
13. Mencatat obat yang sudah diberikan.
Tahap terminasi
1. Melakukan evaluasi atas tindakan yang telah diberikan kepada pasien.
2. Berpamitan dengan pasien atau keluarga (apabila ada).
3. Membereskan alat.
4. Mencuci tangan kembali
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

b. Pemberian obat intravena


Pengertian
Pemberian obat intravena merupakan pemberian obat dengan cara memasukkan obat
kedalam pembuluh darah vena menggunakan spuit
Tujuan dan manfaat
Pemberian obat dengan cara intravena bertujuan untuk :
1. Mendapat reaksi yang lebih cepat, sehingga sering digunakan pada pasien yang
sedaang gawat darurat .
2. Memasukkan obat dalam volume yang lebih besar
3. Menghindari kerusakan jaringan .
lokasi injeksi intravena :
1. pada lengan (vena basilika dan vena sefalika).
2. pada kepala (vena frontalis atau vena temporalis)
3. pada tungkai (vena safena)
4. pada leher (vena jugularis)
Persiapan peralatan untuk pemberian obat intravena
1. Sarung tangan sekali gunakan
2. Buku catatan pemberian obat
3. Kapas alkohol
4. Obat yang tepat
5. Spuit 2-5ml dengan ukuran 21-25, panjang jarum 1,2 inci
6. Bak spuit
7. Baki obat
8. Plester
9. Bengkok
10. Kasa steril
11. Pembendung vena (torniket)
12. Perlak pengalas
13. Kasa steril
14. Betadin
Prosedur Kerja :
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Bebaskan daerah yang disuntik dengan cara membebaskan daerah yang akan
dilakukan penyuntikan dari pakaian dan apabila tertutup buka atau ke ataskan.
4. Ambil obat dalam tempatnya dengan spuit sesuai dengan dosis yang akan
diberikan. Seandainya obat berada dalam bentuk sediaan bubuk, sehingga
larutkan dengan pelarut (aquades steril).
5. Pasang sebuah perlak/pengalas dibawah vena yang akan dilakukan penyuntikan.
6. Setelah Itu tempatkan obat yang telah diambil pada bak injeksi.
7. Desinfeksi dengan kapas alkohol.
8. Lakukan pengikatan dengan karet pembendung/torniquet pada bagian atas
daerah yang dapat dilakukan pemberian obat atau tegangkan dengan
tangan/minta bantuan atau membendung di atas vena yang dapat dilakukan
penyuntikan.
9. Ambil spuit yang berisi obat.
10. Lakukan penusukkan dengan lubang menghadap ke atas dgn memasukkan ke
pembuluh darah dengan sudut penyuntikan 15º – 30º
11. melakukan aspirasi apabila sudah ada darah lepaskan karet pembendung dan
langsung semprotkan obat hingga habis.
12. Sesudah selesai ambil spuit dengan menarik dan lakukan penekanan pada daerah
penusukkan dengan kapas alkohol, dan spuit yang sudah dipakai letakkan ke
dalam bengkok.
Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi dari hasil tindakan
2. Melakukan kontrak untuk kegiatan/tindakan yang selanjutnya
3. Berpamitan dengan klien dan keluarga klien
4. Membereskan alat-alat yang telah digunakan/dipake
5. Mencuci tangan
6. Mencatat/mendokumentasikan kegiatan dalam lembar catatan

Anda mungkin juga menyukai