Anda di halaman 1dari 2

RUJUKAN PASIEN BPJS

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT ISLAM


BANJARMASIN - 1/1
Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :
PROSEDUR TETAP Direktur Rumah Sakit Islam Banjarmasin
2 Rajab 1440 H a
09 Maret 2019

drg. Hj.Eva Ariyani


NIK : 0059/VIII/2001
Pengertian Pasien emergensi adalah kondisi dimana pasien menderita penyakit dan
cidera yang dapat menimbulkan kecacatan permanen dan mengancan nyawa
pasien.
Tujuan Tujuan Sistem Rujukan adalah agar pasien mendapatkan pertolongan pada
fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu sehingga jiwanya dapat
terselamatkan, dengan demikian dapat menurunkan angka kematian.
Kebijakan Petugas dan pasien harus menjalankan alur pelayanan sebagaimana prosedur
berikut ini.
Prosedur A. Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk
dirujuk. Adapun kriteria pasien yang dirujuk adalah bila memenuhi salah
satu dari :

1. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu diatasi.


2. Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis
ternyata tidak mampu diatasi.
3. Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih
lengkap, tetapi pemeriksaan harus disertai pasien yang
bersangkutan.
4. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan
pemeriksaan, pengobatan dan perawatan di sarana kesehatan yang
lebih mampu

B. Prosedur standar merujuk pasien.


Prosedur Klinis:
1. Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang medik untuk menentukan diagnosa utama dan diagnosa
banding.
2. Memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus.
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan
4. Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas
Medis/Paramedis yang kompeten dibidangnya dan mengetahui
kondisi pasien.
5. Apabila pasien diantar dengan kendaraan RS atau ambulans,
agar petugas dan kendaraan tetap menunggu pasien di IGD tujuan
sampai ada kepastian pasien tersebut mendapat pelayanan (serah
terima dengan perawat UGD)

Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan.
2. Membuat catatan rekam medis pasien dan lembar observasi (Jika
perlu)
3. Memberikan Informed Consent (persetujuan/penolakan rujukan).
4. Membuat surat rujukan denga P-CARE (print out)
5. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
6. Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin
komunikasi dengantempat tujuan rujukan.
Pengiriman pasien ini sebaiknya dilaksanakan setelah diselesaikan
administrasi yang bersangkutan dan sudah dipastikan kesiapan fasilitas
rujukan (telepon UGD yang akan dituju)
Unit Terkait Seluruh instalasi pelayanan di rumah sakit