Anda di halaman 1dari 2

TNF-α merupakan mediator pada tanggap kebal non-spesifik dan termasuk ke dalam

kelompok sitokin ( Sus Derthi, 2012). Menurut Kartika (2008), TNF merupakan sitokin utama
pada respons inflamasi akut. Infeksi yang berat dapat memicu produksi TNF dalam jumlah
besar yang menimbulkan reaksi sistemik. TNF disebut TNF-α atas dasar historis dan untuk
membedakannya dari TNF-β atau limfotoksin. TNF-α dan –β secara struktur berhubungan,
mengikat reseptor seluler yang sama, dan menghasilkan perubahan biologi yang mirip pada
berbagai sel. TNF-α diproduksi oleh neutrofil, limfosit yang diaktifkan, makrofag sel NK, dan
beberapa sel non limfoid seperti astrosit, sel endotel dan sel otot polos, sementara TNF-β
nampaknya hanya diproduksi oleh sel T. LPS merupakan rangsangan poten untuk mensekresi
TNF. IFN-γ yang diproduksi oleh sel T dan sel NK juga merangsang makrofag antara lain
meningkatkan sintesis TNF. Pada kadar rendah, TNF bekerja terhadap leukosit dan endotel,
menginduksi inflamasi akut. Pada kadar sedang, TNF berperan dalam inflamasi sistemik. Pada
kadar tinggi, TNF menimbulkan kelainan patologik syok septik.

TNF-α pada awalnya ditemukan pada tumor tertentu yang mengalami pendarahan.
Ternyata pendarahan ini disebabkan adanya nekrosis jaringan. Pada penderita infeksi oleh
parasit ditemukan bahan yang dinamakan cahectin sebagai penyebab kekurusan yang
berlebihan (kakeksi). Dua jenis mediator tersebut ternyata termasuk golongan sitokin yang
kemudian dinamakan tumor nekrosis (TNF) (Subowo, 2009).

TNF terutama dihasilkan oleh sel makrofag dan sel-sel jenis lainnya dengan berbagai
aktivitas biologi pada sel-sel sasaran yang termasuk sistem imun maupun bukan. Sejumlah
jenis sel baru dapat menghasilkan TNF setelah mendapatkan rangsangan yang cocok misalnya
dari limfosit dan sel NK. Sumber TNF-α plasma pada keadaan aterosklerosis belum jelas, dapat
berasal dari makrofag maupun sel lainnya seperti sel endotel dan sel lemak (Coppack, 2001;
Skoog et al., 2002; Sukhanov et al., 2007). Sangat menarik terungkapnya jejaring pengawasan
induksi dan efek dari TNF. Misalnya IL-1 menginduksi produksi TNF dan sebaliknya TNF
menginduksi produksi IL-1 oleh makrofag, produksi IFN-β1 dan IFN-β2 oleh fibroblast dan
produksi GM-CSF oleh berbagai jenis sel. Ada 2 bentuk TNF, yaitu TNF-α dan TNF-β. TNF-
α diproduksi oleh berbagai jenis sel termasuk makrofag, sel T,B,NK, astrosit dan kupfer. Akhir-
akhir ini terungkap TNF- α disebut pula TNF-β sebagai limfotoksin karena mempunyai efek
sitotoksik, dihasilkan oleh limfosit TH1, sebagian oleh limfosit TH2 dan sel T sitotoksik.
Sebaliknya TNF-β disekresi oleh sel T dan sel T teraktivasi. TNF- α dapat dihasilkan oleh
beberapa sel, terutama makrofag akibat adanya suatu stresor ataupun infeksi. Pada saat ini
beberapa studi melaporkan bahwa akan terjadi peningkatan terhadap produksi TNF- α pada
beberapa penyakit atau stresor, namun belum ditemukan nilai cut off point (Durum et al.,
2003).

Semula Tumor necrosis factor-α (TNF-α) diidentifikasi sebagai mediator untuk


nekrosis tumor yang dalam serum hewan yang diberi LPS (Lipopoly saccaharide). LPS
konsentrasi tinggi menyebabkan kerusakan jaringan, DIG (Disseminated intravascular
coagulation), dan kematian. Ditemukan pula bahwa TNF juga merupakan salah satu mediator
penting pada proses hiperkolesterolemia pemicu aterosklerosis (Abbas et al., 2000).