Anda di halaman 1dari 23

LBM 1 SGD 3

Mengapa Harus Ada KTI....?

Step 1

KTI :

- sebuah penulisan atau laporan yang berbentuk penelitian yang sebelumnya telah
dilakukan

- Suatu karya tulis yang disusun secara sistematis sesuai dengan kaidah bahasa yang
baik dan benar serta memiliki kriteria ilmu sains dengan tujuan menambah ilmu
pengetahuan bagi pembaca maupun pembuat kti
- Untuk mencari kebenaran dari suatu masalah dengan suatu metode tertentu

Ontologis :

- Berasal dari 2 kata : ontos : yang ada, logos : ilmu jadi ilmu yang mempelajari
suatu keadaan yang telah ada, maksudnya masing2 ilmu mempunyai objektifitas
yang jelas
- Suatu ilmu yg membahas keberadaan sesuatu yg bersifat kongkrit dan itu bisa
dipikirkan manusia secara rasional dan bisa diamati melalui panca indra manusia

Epistemologis :

- Cara untuk mendapatkan ilmu


- Merupakan salah satu macam landasan ilmu, merupakan cara yg di gunakan untuk
mengkaji atau menelaah sehingga diperolehnya ilmu tersebut
- Suatu penelitian yg tidak bisa di pisahkan dengan ontologis dan aksiologis.

Aksiologis :

- Terdiri dari aksios : sesuai, logos : ilmu ilmu yg sesuai dengan gunalaksanaan atau
manfaat ilmu atau cabang ilmu yg mempertanyakan bagaimana manusia
menggunakan ilmunya
- Dengan kata lain, Untuk apa ilmu tersebut ?

Berpikir induktif :

- Proses penarikan kesimpulan dari yang bersifat khusus atau individu ke yg berisfat
umum, dari banyaknya stetmen diambil satu ( hasil ke kesimpulan)

Berpikir deduktif :

- Proses penarikan kesimpulan dari yang bersifat umum ke yg sifat khusus, satu
stetmen yang digunakan seluruhnya
Berpikir sistematis :

- Berpikir secara runtut dari masalah yang timbul sampai penyelesaiannya

Latar belakang penelitian :

- Sesuatu yang memberikan gambaran atau alasan untuk diadakannya penelitian


- Munculnya latar belakang dari kemauan peneliti karena ada rasa ingin tahu

Rumusan masalah:

- Mengidentifikasi masalah yg teleh di uraikan dari latar belakang yg lebih diteil lagi
- Suatu masalah yg di cari jawabannya.
Rumusan :
Msalah : kesenjangan apa yg diharapkan dengan apa yg terjadi
Apa itu kesenjangan :

Tujuan penelitian :

- Untuk mencari fakta dan untuk menyusun hipotesa dan teori ( hani)
- pencapaian akhir dari penelitian yg hendak dilakukan untuk memperkuat konsep yg
sudah ada (sahmia,arimbi,hani)

Manfaat penelitian :

- sesuatu yg diharapkan dari diakannya penelitian tersebut (arimbi)


- Hasil penelitian bisa digunakan atau tidak
- Bisa digunakan penelitian lebih lanjut
- Manfaat praktis : bisa digunakan di masyarakat atau pasien
- Manfaat Teoris : untuk pengembangan IPTEK

Step 2

Bagaimana mengaplikasiakan ilmu untuk menyelesaikan suatu penelitian (KTI)?

1. Apa yang dimaksud dengan penelitian?


2. Apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu?
3. Apa bedanya filsafaat ilmu dengan pengetahuan ?
4. Apa yang dimaksud dengan landasan ilmu ?
5. Apa yang dimaksud sikap rasa ingin tahu?
6. Bagaimana memunculkan rasa ingin tahu?
7. Apa saja syarat-syarat penelitian?
8. Bagaimana cara membuat rumusan masalah penelitian?
9. Bagaimana ciri-ciri penelitian yang baik?
10. Apa saja jenis-jenis penelitian?
11. Bagaimana sikap pemeliti yang baik?
12. Bagaimana sistematika penelitian?
13. Bagaimana syarat sumber penelitian yang layak rujuk?
14. Apa yang dimaksud dengan masalah penelitian?
15. Bagaimana tujuan penelitian?
16. Bagaimana manfaat penelitian?

Step 3

1. Apa yang dimaksud dengan penelitian?


- Suatu usaha pengujian yg dilakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta
atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu secara
sistemmatis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah (Della)
2. Apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu?
- Pengetahuan tentang hakikat kebenaran pada suatu ilmu (kiki)

Ilmu : sesuatu kumpulan teori yang sudah pasti kebenarannya

Filsafat : pendapat seorang ahli berdasarkan keilmuannya

Pengetahuan : ilmu yang sudah dimiliki dan suda pasti kebenarannya

3. Apa bedanya filsafaat ilmu dengan pengetahuan ?

4. Apa yang dimaksud dengan landasan ilmu ?


5. Apa yang dimaksud sikap rasa ingin tahu?
- Suatu sikap penasaran atau mencari jawaban terhadap ilmu yg dimiliki dengan teori
dan fakta yg ada (Mba nilam, nurul, hani)
6. Bagaimana memunculkan rasa ingin tahu?
7. Apa saja syarat-syarat penelitian?
8. Bagaimana cara membuat rumusan masalah penelitian?
9. Bagaimana ciri-ciri penelitian yang baik?
10. Apa saja jenis-jenis penelitian?
11. Bagaimana sikap pemeliti yang baik?
12. Bagaimana sistematika penelitian?
13. Bagaimana syarat sumber penelitian yang layak rujuk?
14. Apa yang dimaksud dengan masalah penelitian?
15. Bagaimana tujuan penelitian?
16. Bagaimana manfaat penelitian?
Step 4
Rasa ingn tahu

Pendekatan ilmiah
Pendekatan no
ilmiah

Landasan ontologis Landasan epis Landasan aksio

Deduktif

Hipotesis

Verifikasi

Induksi

Jawaban

Step 5
STEP 7 MODUL MP

1. Apa yang dimaksud dengan penelitian?


penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara
teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan
langkah-langkah tertentu. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang
sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Beberapa pakar
lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut :
1. David H Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

2. J. Suprapto
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan
untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta
sistematis.

3. Sutrisno Hadi
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan,
mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

4. Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha
mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan
secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.

5. The New Horison Ladder Dictionary


Pengertian research ialah a careful study to discover correct information, yang artinya,
suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang
benar.

Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris “research”• (re berarti kembali,
dan search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali.

Menurut kamus Webster New Internasional, penelitian adalah penyelidikan yang hati-
hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat
cerdik untuk menetapkan sesuatu. Hillway dalam bukunya Introduction to research
mengemuka-kan bahwa penelitian adalah suatu metode belajar yang dilakukan
seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah
sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (Hillway, 1965)
Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : a systematic attempt to provide answer
to question• yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan
jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau
langkah-langkah tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi,
baik berupa teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan
melalui alat- primernya, yaitu empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri bekerja atas
dasar asumsi, teknik dan metode.

2. Apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu?


Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat pengetahuan atau sering juga disebut
epistimologi. Epistimologi berasal dari bahasa Yunani yakni episcmc yang berarti
knowledge, pengetahuan dan logos yang berarti teori. Istilah ini pertama kali
dipopulerkan oleh J.F. Ferier tahun 1854 yang membuat dua cabang filsafat yakni
epistemology dan ontology (on = being, wujud, apa + logos = teori ), ontology ( teori
tentang apa). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang
menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Ini berarti
bahwa terdapat pengetahuan yang ilmiah dan tak-ilmiah. Adapun yang tergolong ilmiah
ialah yang disebut ilmu pengetahuan atau singkatnya ilmu saja, yaitu akumulasi
pengetahuan yang telah disistematisasi dan diorganisasi sedemikian rupa; sehingga
memenuhi asas pengaturan secara prosedural, metologis, teknis, dan normatif
akademis. Dengan demikian teruji kebenaran ilmiahnya sehingga memenuhi kesahihan
atau validitas ilmu, atau secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.Sedang
pengetahuan tak-ilmiah adalah yang masih tergolong prailmiah. Dalam hal ini berupa
pengetahuan hasil serapan inderawi yang secara sadar diperoleh, baik yang telah lama
maupun baru didapat. Di samping itu termasuk yang diperoleh secara pasif atau di luar
kesadaran seperti ilham, intuisi, wangsit, atau wahyu (oleh nabi).

a. Robert Ackermann: Filsafat Ilmu adalah sebuah tinjaun kritis tentang pendapat-
pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat
terdahulu yang telah dibuktikan
b. Lewis White Beck: Filsafat Ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode
pemikiran ilmiah, sera mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah
sebagai suatu keseluruhan
c. Cormnelius Benyamin : Filsafat Ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafati
yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-
konsepnya, dan praangapan-anggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum
dari cabang pengetahuan intelektual
d. May Brodbeck: Filsafat Ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan
filsafati, pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu
Sumber : FILSAFAT ILMU [Drs. Rizal Mustansir M.Hum + Drs. Misnal Munir
M.Hum
3. Apa bedanya filsafaat ilmu dengan pengetahuan ?
Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna, dalam memahami alam sekitamya
terjadi proses yang bertingkat dari pengetahuan (sebagai hasil dari tahu manusia), ilmu,
dan filsafat. Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu diri manusia, yang sekedar
menjawab pertanyaan "What', misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya.
Sedangkan ilmu (Science) bukan sekedar menjawab "What" melainkan akan menjawab
pertanyaan "Why" dan How", misalnya mengapa air mendidih bila dipanaskan, mengapa
bumi itu berputar, mengapa manusia bemafas, dan sebagainya. Pengetahuan hanya
dapat menjawab pertanyaan apa sesuatu itu. Tetapi ilmu dapat menjawab mengapa.dan
bagaimana sesuatu tersebut terjadi.

Apabila pengetahuan itu mempunyai sasaran yang tertentu, mempunyai metoda atau
pendekatan untuk mengkaji obyek tersebut sehingga memperoleh hasil yang dapat
disusun secara sistimatis dan diakui secam universal, maka terbentuklah disiplin ilmu.
Dengan perkataan lain pengetahuan itu dapat berkembang menjadi ilmu apabila
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Mempunyal obyek kajian
b. Mempunyal metoda pendekatan
c. Disusun secara sistematis
d. Bersifat universal (mendapat pengakuan secara umum)
Sedangakan filsafat adalah suatu ilmu yang kajiannya tidak terbatas pada fakta-fakta
saja, melainkan sampai jauh.diluar takta, sampai batas kemampuan logika manusia. Ilmu
mengkaji kebenaran dengan bukti logika atau jalan pikiran manusia. Dengan perkataan
lain batas kajian ilmu adalah fakta, sedangkan batas kajian Filsafat adalah logika atau
daya pikir manusia. Ilmu menjawab atas pertanyaan "Why" dan How", sedangkan filsafat
menjawab pertanyaan 'Why and Why and Why" dan seterusnya sampai jawaban paling
akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia.

4. Apa yang dimaksud dengan landasan ilmu ?


Untuk mengatasi gap antara ilmu satu dengan ilmu lainnya perlu menggunakan
filsafatsebagai landasan ilmu pengetahuan, sebab filsafat merupakan disiplin ilmu yang
mampumenunjukan batas-batas dan ruang lingkup ilmu pengetahuan. Filsafat adalah
induk dari semua ilmu pengetahuan. Filsafat memberi sumbangan dan peran sebagai
induk yang melahirkan danmembantu mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga
ilmu pengetahuan itu dapat hidupdan terus berkembang. Filsafat juga membantu ilmu
pengetahuan berpikir secara rasional dalam mempertanggungjawabkan ilmunya.
Mempertanggungjawabkan secara rasional disini maksudnya adalah setiap langkah-
langkah harus terbuka terhadap segala pertanyaan dan sangkalan, serta harus
dipertahankan secara argumentative (dengan argument yang objektif)
Filsafat ilmu merupakan kajian atau telaah secara mendalam terhadap hakikat ilmu.
Oleh karena itu filsafat ilmu ingin menjawab hakikat ilmu tersebut, seperti :
a. Objek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud hakiki objek tersebut?
Bagaimana hubungan objek dengan daya tangkap manusia (misalnya:
berpikir, merasa, mengindra)?
b. Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang
berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan
agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut
kebenaran itu sendiri? Apa kriterianya? Cara, teknik, atau sarana apa yang
membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?
c. Untuk apa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah
berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana hubungan antara teknik
procedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah da norma-
norma moral/professional?
Ketiga kelompok pertanyaan tersebut merupakan landasan-landasan ilmu, yakni
kelompok pertama merupakan landasan ontology, kelompok kedua merupakan
landasan epistimologi, dan kelompok yang terakhir merupakan landasan aksiologis.
Secara singkat uraian landasan ilmu itu adalah sebagai berikut :
a. Landasan ontologism, adalah tentang objek yang ditelaah ilmu. Hal ini
berarti tiap ilmu harus mempunyai objek telaahan yang jelas. Dikarenakan
diversifikasi ilmu terjadi atas dasar spesifikasi objek telaahannya, maka tisp
disiplin ilmu mempunyai landasan ontology yang berbeda.
b. Landasan epistemiologi, adalah cara yang digunakan untuk mengkaji atau
menelaah sehingga diperolehnya ilmu tersebut. Secara umum metode ilmiah
pada dasarnya untuk semua disiplin ilmu, yaitu berupa proses kegiatan
induksi-deduksi-verivikasi seperti diuraikan di atas.
c. Landasan aksiologis, adalah berhubungan dengan penggunaan ilmu tersebut
dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Dengan perkataan lain, apa
yang dapat disumbangkan ilmu terhadap pengembangan ilmu serta
membagi peningkatan kualitas hidup manusia.
(Metodologi Penelitian Kesehatan, Dr. Soekidjo Notoatmodjo)
5. Apa yang dimaksud sikap rasa ingin tahu?
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas
dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar
Sumber: http://id.hicow.com/pemecahan-masalah/berpikir/thomas-edison-
2555938.html
6. Bagaimana memunculkan rasa ingin tahu?
apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha
mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa;
kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu
masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen
http://www.acehforum.or.id

7. Apa saja syarat-syarat penelitian?


Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan penelitian:
a. Sistematis. Artinya penelitian dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang
paling sederhana sampai yang kompleks hingga tercapai tujuan yang efektif dan
efisien
b. Terencana, artinya penelitian dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan
dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya
c. Mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai dari awal sampai akhir kegiatan,
penelitian dilakukan menurut cara –cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip
memperoleh ilmu pengetahuan
KRITERIA DAN SYARAT PENELITIAN YANG BAIK
CIRI PENELITIAN BAIK MENURUT METODE ATAU KAIDAH ILMIAH:
1. Bersifat kritis dan analitis.
2. Memuat konsep dan teori.
3. Menggunakan istilah tepat.
4. Rasional.
5. Obyektif.
6. Konsistensi dalam menguraikan, menjelaskan, kalimat singkat padat dan jelas.
7. Koherensi (saling kait mengkaitkan).
SYARAT PENELITIAN YANG BAIK:
1. Tujuan dan masalah jelas.
2. Teknik dan prosedur rinci.
3. Obyektifitas penelitian akan sampel.
4. Kekurangan dalam penelitian diungkapkan.
5. Validitas dan kehandalan data cermat.
6. Kesimpulan terkait dengan penelitian.
7. Obyektifitas atau fenomena sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan motivasi
peneliti.

Langkah-langkah metode ilmiah secara umum


a. Observasi awal
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah
pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal
untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan
topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan,
berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
 Gunakan semua referensi: buku, jurnal, koran, internet, interview dan
lainnya
 Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dan
lainnya
 Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.
b. Mengidentifikasi Masalah
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan.
Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan
dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak.
Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
 Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
 Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
 Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.
c. Merumuskan atau menyatakan hipotesi
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian
masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau
dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah
dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui
penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian
ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
 Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
 Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen
d. Melakukan eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada
eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada
eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel
terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada
variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen
dipertahankan tetap.
 Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
 Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang
diasumsikan konstan.
 Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
 Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.
e. Menyimpulkan eksperimen
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan
pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis.
Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis
termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri
dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
 Jangan ubah hipotesis
 Jangan abaikan hasil eksperimen
 Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
 Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk
menemukan penyebab ketidaksesuaian
 Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang
eksperimen.
Sastroasmoro Sudigdo & Ismael S. 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis ed.2.

8. Bagaimana cara membuat rumusan masalah penelitian?


Syarat Rumusan Masalah
a. Dikemukakan dalam kalimat tanya (interogatif)/research question.
b. Substansi yang dimaksud hendaknya bersifat khas, tidak bermakna ganda.
Misalnya pertanyaan penelitian seperti bagaimana pengaruh pemberian obat A
pada fungsi ventrikel kiri ? pertanyaan ini tidak bersifat khas karena fungsi
ventrikel kiri terdiri dari banayk parameter. Pertanyaan apakah penambahan
obat A berhubungan dengan peningkatan curah jantung? Pertanyaan lebih khas,
tidak dapat ditafsirkan lain.
c. Bila terdapat banyak pertanyaan penlitian maka harus dipertanyakan secara
terpisah.
Sastroasmoro Sudigdo & Ismael S. 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis ed.2.

9. Bagaimana ciri-ciri penelitian yang baik?


Penelitian yang baik mempunyai ciri khas. Oleh Crawford (1928) telah diberikan 9 buah
kriteria penting dari penelitian yaitu:

a. Penelitian harus berkisar disekeliling masalah yang ingin dipecahkan


b. Penelitian sedikit-dikitnya harus mengandung unsur2 originalitas
c. Penelitian harus didasarkan pada pandangan ”ingin tahu”
d. Penelitian harus dilakukan dengan pandangan terbuka
e. Penelitian harus didasarkan atas asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai
hukum dan pengaturan (order)
f. Penelitian berkehendak untuk menemukan generalisasi atau dalil 
penelitian yang dilakukan di suatu tempat dapat mewakili di tempat lain.
g. Penelitian merupakan studi tentang sebab akibat
h. Penelitian menggunakan pengukuran yang akurat
i. Penelitian harus menggunakan teknik yang secara sadar diketahui
Nazir, Muhammad.1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

10. Apa saja jenis-jenis penelitian?


Jenis Penelitian
Berdasarkan atas proses bagaimana variabel penelitian diamati :
A. Penelitian Kedokteran Eksperimental
 penelitian yang observasinya dilakukan terhadap Efek dari Manipulasi peneliti
terhadap satu atau sejumlah ciri (Variabel) subyek penelitian.
Ada 2 macam :
- MURNI : penelitian yang memungkinkan peneliti mengendalikan
hampir semua variabel luar (variabel pengacau), sehingga perubahan yang
terjadi pada efek (variabel yang dipelajari) hampir sepenuhnya karena
pengaruh perlakuan (variabel eksperimental).
- KUASI (Semu): peneliti tidak mungkin mengontrol semua variabel dari luar,
sehingga perubahan yang terjadi tidak sepenuhnya pengaruh perlakuan.

B. Penelitian Kedokteran Non-eksperimental


 penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel subyek
menurut keadaan Apa Adanya (in nature), tanpa ada manipulasi atau intervensi
peneliti.
Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran &
Kesehatan
a. Metode penelitian survey (survey reseach method)
yaitu penelitian tidak dilakukan kepada seluruh objek yang diteliti atau populasi
,tetapi hanya mengambil sebagian dari populasi tsb. Hasil dari penelitian tsb
merupakan hasil dari keseluruhan ( hasil dari sample tsb dapat digeneralisasikan
sebagai hasil populasi). Digolongkan menjadi 2, yaitu:
a) Bersifat deskriptif
penelitian diarahkan untuk menguraikan suatu keadaan di sutu
komunitas/ masyarakat.
b) Bersifat analitik
adalah penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu
keadaan/situasi.dibedakan menjadi 3 macam:
o Seksional silang:
variable sebab/resiko dan akibat/kasus yang terjadi pada objek
penelitian diukur atau dikumpulkan secara simultan.
o Studi retrospesifik:
penelitian yang berusaha melihat kebelakang(mengumpulkan data
dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi kemudian di telususri
penyebabnya/ variable yang mempengaruhi akibat tersebut).
o Studi prospektif: (kohort)
penelitian yang bersifat melihat kedepan(variable dimulai dari
variable penyebab/factor resiko kmdn diikuti akibat pada waktu yang
akan datang)
b. Metode penelitian eksperimen
dengan melakukan percobaan pada variable independennya kmdn mengukur
akibat/pengaruh percobaan tersebut pada dependen variable.
Ditinjau dari segi manfaat atau kegunaanya:
a. penelitian dasar: memahami/menjelaskan gejala yang muncul pada suatu
ikhwal, kmdn di analisis shg menjadi teori baru.
b. penelitian terapan: memeperbaiki atau memodifikasi proses suatu system
atau program dgn menerapkan teori2 kshtn yang ada.
c. penelitian tindakan: mencari pengetahuan dasar yang praktis guna
memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan masyarakat yang
dilakukan secara terbatas.
d. penelitian evaluasi: melakukan penilaian erhadap suatu pelaksanaan kegiatan
atau program yang sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik yang
akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu program/system. Ada 2 tipe:
tinjauan(untuk mengetahui sejauh mana program itu berjalan dn
memepunyai hasil dan dampaknya apa) dan pengujian (menguji efektifitas
dan efisiensisuatu program).

Ditinjau dari segi tujuan umum:


a. penelitian penjelajah: untuk menemukan masalah baru didunia kedokteran.
b. penelitian pengembangan: mengembangkan pengetahuan dan teori baru di
bidang kshtn atau kdktrn.
c. penelitian verifikasi: menguji kebenaran suatu teori dalam bidang kshtn atau
kdktrn.
Ditinjau dari segi tempat:
a. penelitian perpustakaan
b. penelitian laboratorium
c. penelitian lapangan.
Ditinjau dari segi area kshtn:
a. penelitian kesehatan klinis.
b. penelitian kesehatan masyarakat.

Metodologi Penelitian Kesehatan Dr.Soekidjo Notoatmodjo

11. Bagaimana sikap pemeliti yang baik?


Kualifikasi peneliti harus didasarkan kepada intelegensia, kekuatan bekerja serta sifat
jujur dan rajin. Whitney (1960) memberikan beberapa kriteria yang harus dipunyai oleh
peneliti, yaitu :

a. Daya nalar. seorang peneliti harus mempunyai daya nalar yang tinggi, yaitu
adanya kemampuan untuk memberi alasan dalam memecahkan masalah, baik
secara induktif maupun secara deduktif.
b. Originalitas. Peneliti harus mempunyai daya khayal ilmiah dan harus kreatif.
Peneliti harus brilian, mempunyai inisiatif yang berencana serta harus subur
dengan ide-ide yang rasional dan menghindarkan jiplakan.
c. Daya ingat. Seorang peneliti harus mempunyai daya ingat yang kuat, selalu
ekstensif dan logis. Dapat dengan sigap melayani masalah serta menguasai fakta-
fakta.
d. Kewaspadaan. Seorang peneliti harus secara cepat dalam melakukan
pengamatan terhadap perubahan yang terjadi atas sesuatu variabel atau atas
sesuatu sifat fenomena. Ia harus sigap dan mempunyai intaian yang tajam, serta
responsif terhadap perubahan atau kelainan.
e. Akurat. Seorang peneliti harus mempunyai tingkat pengamatan serta tingkat
perhitungan yang akurat, tajam serta beraturan.
f. Konsentrasi. Seorang peneliti harus mempunyai kekuatan konsentrasi yang
tinggi, kemajuan yang keras, serta tidak cepat muak.
g. Dapat bekerja sama. Peneliti harus mempunyai sifat kooperatif, dapat bekerja
sama dengan siapapun. Harus mempunyai keinginan untuk berteman secara
intelektual, dan dapat bekerja secara team-work. Ini menjurus kepada adanya
sifat leadership dari si peneliti.
h. Kesehatan. Seorang peneliti harus sehat, baik jiwa maupun fisik. Peneliti harus
stabil, sabar, dan penuh vitalitas.
i. Semangat. Kesehatan si peneliti harus ditunjang pula oleh adnaya semangat
untuk meneliti. Peneliti harus mempunyai kreatifitas serta hasrat yang tinggi.
j. Pandangan moral. Seorang peneliti harus mempunyai kejujuran intelektual,
mempunyai moral yang tinggi, beriman, dapat dipercaya.

Tingkat ketrampilan dalam melaksanakan penelitian dapat dikategorikan atas 4


tingkat (Boyce dan Evenson, 1975), yaitu :

a. Ketrampilan inventif (inventive skill)


Ketrampilan inventif merupakan sifat umum dari manusia. Seorang petani
yang sederhana dapat dapat menemukan sesuatu dengan pengalaman.
Ketrampilannya dinamakan ketrampilan inventif. Ketrampilan jenis ini tidak
memerlukan penataran atau training secara formal.

b. Ketrampilan teknis (engineering)


Ketrampilan ini adalah hasil dari terapan dari text book untuk memecahkan
masalah-masalah teknis yang dihadapi. Secara umum, peneliti-peneliti di
negara berkembang mempunyai ketrampilan jenis ini.

c. Ketrampilan teknis ilmiah


Ketrampilan teknis ilmiah biasanya diperoleh sesudah menamatkan program
magister pada perguruan tinggi. Ketrampilan ini berjenis-jenis tingkatnya dan
ketrampilan yang diperoleh dapat menguasai teknis dan cukup kemampuan
ilmiah serta background teori dalam mengadakan analisa.

d. Ketrampilan ilmiah-konseptual
Skill ini dipunyai oleh peneliti yang cukup berpengalaman dan oleh doktor-
doktor filosofi.

Nazir, Mohammad. Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta. 1999


Keberhasilan kegiatan penelitian yang dilakukan sangat tergantung pada sikap dan
cara berpikir peneliti
CARA BERPIKIR  untuk emnjadi peneliti yang baik diperlukan 3 cara berpikir, yaiutu
:
 Berpikir skeptis
Yang dimaksud dengan sikao ini adalah bahwa peneliti selalu menanyakan
bukti (fakta) yang dapat mendukung suatu pernyataan
 Berpikir analitis
Dengan ini dimaksudkan bahwa peneliti harus selalu menganalisis setiap
pernyataan atau persoalan
 Berpikir kristis
Peneliti harus mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika, serta
menimbang berbagai hal secara objektif berdasarkan data dan analisis akal
sehat
SIKAP-SIKAP LAIN  disamping bersikap dan berpikir ilmiah, seorang peneliti harus
pula memenuhi syarat-syarat lain :
 Kompeten
Seorang epneliti yang baik memiliki kompetensi (berkemampuan) ; artinya
mampu menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan
teknik penelitian tertentu
 Objektif
Seorang epneliti yang baik bersikap objektif artinya dapat memisahkan
pendapat pribadi dengan kenyataan
 Jujur
Tidak memasukan keinginan sendiri ke dalam data
 Factual
Peneliti bekerja menggunakan fakta
 Terbuka
Peneliti bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat
pihak lain tentang hasil penelitiannya
Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan
12. Bagaimana sistematika penelitian?

FORMAT LAPORAN HASIL PENELITIAN


Jenis Kertas : HVS 70 gram ukuran A-4 (21,5cm x 29,7 cm)
Jenis huruf : Time New Roman 12 point dengan spasi 1,5 (line spacing = 1,5 lines)
Batas kiri : 4 cm
kanan : 3 cm
atas : 3 cm
bawah : 3 cm
1. Teras (diberi nomor halaman romawi kecil)
 Halaman Kulit (Cover)
 Halaman Judul
 Halaman Identitas dan Pengesahan
 Abstrak (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
 Kata Pengantar
 Ucapan Terimakasih
 Daftar Isi
 Daftar Tabel, Gambar, Grafik, Diagram, Notasi dan lain-lain (jika ada)
2. Tubuh/Isi (diberi nomor halaman angka arab)
Berikut adalah sebuah contoh isi dari tubuh laporan penelitian:
Bab I : Pendahuluan
 Latar Belakang
Latar belakang penelitian
 Feasible (kemampulaksanaan )
o Tersedia subjek penelitian
o Tersedia dana
o Tersedia waktu, alat, dan keahlian
 Interesting (menarik)
o Menarik bagi peneliti
 Novel (memberikan sesuatu yang baru)
o Membantah / mengkofirmasi penemuan terdahulu
o Melengkapi, mengembangkan penelitian terdahulu
o Menemukan sesuatu baru
 Ethical (etis)
o Tidak bertentangan dengan etika
 Relevant
o Bagi ilmu pengetahuan
o Untuk tata laksana pasien
o Untuk dasar pengetahuan

 Permasalahan
 Tujuan Penelitian
 Manfaat Penelitian
 Hipotesis (bila Ada)
 Ruang Lingkup Pembahasan
 Sistematika Penyusunan Laporan
Bab II : Tinjauan Pustaka
Bab III : Metode Penelitian
 Variabel Penelitian
 Teknik Pengambilan Sample
 Teknik Pengumpulan Data
 Pengkodean (Bila Ada)
 Teknik (Metode) Analisa Data
Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
 Pengumpulan, Pengolahan Dan Interpretasi Data
 Analisa Data
Bab V : Kesimpulan Dan Saran
 Kesimpulan (Merupakan Hasil Analisa, Bukan Ringkasan).
 Saran (Berisi Tindak Lanjut Nyata Atas Kesimpulan Yang
Diperoleh).
3. Penutup (diberi nomor halaman angka arab)
 Daftar Pustaka
 Lampiran (jika ada)

Sistematika Usulan Penelitian


Judul
i. Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Rumusan Masalah
c. Hipotesis
d. Tujuan
e. Manfaat
ii. Tinjauan Pustaka
a. Kerangka Konsep
iii. Metodologi
a. Desain
b. Tempat dan Waktu
c. Populasi dan Sampel
d. Kriteris Inklusi dan Eksklusi
e. Besar Sampel
f. Cara Kerja
g. Identifikasi Variabel
h. Rencana Manajemen dan Analisis Data
i. Definisi Operasional
j. Masalah Etika
iv. Daftar Pustaka
v. Lampiran
Sastroasmoro, Sudigdo dan Sofyan Islamil. 2002. Dasar-Dasar Penelitian Metodologi
Khusus. Jakarta: Sagung Seto
1. Halaman Judul
a. judul singkat (maksimal 12 kata), jelas, menunjukkan dengan tepat masalah
yang diteliti dan tidak menimbulkan penafsiran yang beraneka ragam.
Menggunakan kalimat positif, netral (bukan kalimat tanya). Tidak
menggunakan singkatan
b. maksud usulan KTI adalah sebagai penuntun untuk melakukan penelitian dan
penyusunan KTI sebagai salah satu sayarat mencapai gelar Srjana Kedokteran
FK UNISSULA.
c. Nama mahasiswa ditulis lengkap, dibawahnya dicantumkan nomor
mahasiswa.
d. Instansi yang dituju ialah FK UNISSULA SEMARANG
e. Waktu pengjuan ditunjukkan dengan penulisan bulan dan tahun di bawah
SEMARANG
2. halaman persetujuan
halaman ini berisi persetujuan pembimbing I dan Pembimbing I lengkap dengan
tanda tangan dan tanggal persetujuan.
3. pendahuluan (BAB I)
a. latar belakang
b. perumusan masalah
c. tujuan penelitian
d. manfaat
4. tinjauan pustaka (BAB II)
a. tinjauan pustaka
Tinjauanpustaka dimaksudkan untuk mendaptkan hubungan antara
seluruh variabel sehingga dapt diketahui kedudukan tiap variabel terhadap
persoalan yang akan diteliti.
Tinjauan pustaka memuat uraian secara sistematis tentang teori dan
hasil2 penelitian yang didapat oleh peneliti terdahuludan dapat berhubungan
dengan masalah yang diteliti. Hendaknya ditujukan bahwa permasalahan yang
akan diteliti belum jelas terjawab/ terpecahkan secara memuaskan.
b. Hipotesis
Adalah jawaban sementara terhadap persoalan penelitian yang akan dibuktikan
dalam penelititan. Hipotesis dinyatakan dengan kalimat deklaratif/ pernyataan.
5. Metode penelitian (BAB III)
a. jenis penelitian dan rancangan penelitian mahasiswa
dijelaskan jenis penelitian yang akan dilaksanankan apakah penelitian
eksperimental atau non-eksperimental (deskriptif atau analitik)
b. variabel dan definisi operasional
c. populasi dan sampel
d. instrumen dan bahan penelitian
e. cara penelitian
f. tempat dan waktu
g. analisis hasil
6. daftar pustaka

13. Bagaimana syarat sumber penelitian yang layak rujuk

Bersifat Ilmiah

Syarat Sumber
pustaka

Dapat dipertanggungjawabkan

SUMBER PUSTAKA ILMIAH


 ENSIKLOPEDI
Sumber pustaka yg memuat berbagai definisi konsep, studi atau hasil penelitian
sebelumnya
 JURNAL ILMIAH
Majalah ilmiah yg diterbitkan secara berkala oleh sebuah institusi dimana
didalamnya terdapat berbagai artikel ilmiah berupa hasil penelitian, telaah teoritis
mengenai suatu gejala sosial, referensi buku atau artikel ilmiah lain
 BUKU
Buku teks yg ditulis oleh pengarang tunggal
Buku teks yg ditulis oleh beberapa orang yg berbentuk kumpulan makalah (bunga
rampai)
 MAKALAH SEMINAR
Makalah yg disampaikan dalam seminar dan memiliki muatan ilmiah
 KARYA ILMIAH
Hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi atau karya tulis lain baik yg dipublikasikan
maupun yg tidak dipublikasikan

SUMBER PUSTAKA LAIN


 Surat kabar, majalah, tabloid
 Internet
E-journal (electronic journal)
E-book (electronic book)
 Mahasiswa sering menggunakan situs “wikipedia”
Pada dasarnya wikipedia dapat dijadikan sumber pustaka, namun situs ini bersifat
“terbuka” (open source) maka sebaiknya tidak digunakan sebagai sumber pustaka
dalam proposal penelitian

Sumber dalam penelitian dibagi menjadi 2

a. Sumber Primer, publikasi hasil penelitian


b. Sumber Sekunder, buku buku teks, baik elektronik atau cetak
14. Apa yang dimaksud dengan masalah penelitian?
Masalah adalah kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan, antara apa
yang diinginkan atau apa yang dituju dengan apa yang terjadi atau faktanya.
Pada hakikatnya masalah penelitian kesehatan itu adalah merupakan segala
bentuk pertanyaan yang perlu dicari jawabannya, atau segala bentuk rintangan,
hambatan atau kesulitan yang muncul pada bidang kedokteran, yang perlu
diatasi atau dipecahkan.
( Metodologi penelitian kesehatan Dr Soekidjo Notoadmojo)

Masalah kedokteran :

Penelitian kedokteran bukan sekedar pengumpulan data klinik atau observasi prilaku
individu maupun masyarakat di bidang kesehatan , tetapi lebih merupakan suatu
way of thingking dengan menggunakan teori yang ada , sehingga terindentifikasi dan
terumuslah permasalahan utama yang dihadapi peneliti, bagaimana hipotesis yang
relevan dikembengkan dan dirumuskan dalam rangka menjawab permasalah
tersebut, dan bagamana model rancangan peelitian di pilih dalam rangka
pembuktian kebenaran hipotesis dan mencari jawaban yang akurat bagi
permasalahan tersebut.

Masalah penelitian :

Pertanyaan tentang situasi problematik yang timbul dari kesenjangan antara


kenyataan dengan teori atau fakta empirik penelitian terdahulu , yang
memungkinkan untuk di jawab dan jawaban tersebut lebih dari satu .

Dasar-dasar metodelogi penelitian kedokteran dan kesehatan;Dr.ahmad watik


praktiknya.
Dasar-dasar metodelogi penelitian kedokteran dan kesehatan;Dr.ahmad watik
praktiknya

15. Bagaimana tujuan penelitian?


a. Untuk mengetahui deskripsi pelbagai fenomena alamiah
b. Untuk menerangkan hubungan antara pelbagai kejadian
c. Untuk memecahkan masalah dalam kehidupan
d. Untuk memperlihatkan efek tertentu
(Sastroasmoro Sudigdo & Ismael S. 2002.Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis
ed.2.Jakarta:CV Sagung Seto)
Tujuan penelitian kesehatan/kedokteran erat hubungannya dengan jenis
penelitian yang akan dilakukan.secara umum tujuan jenis penelitian kesehatan
antara lain:

a. menemukan atau mengkaji fakta baru maupun fakta lama sehubungan


dengan bidang kesehatan atau kedokteran.
b. mengadakan analisis terhadap hubungan atau interaksi antara fakta-fakta
yang ditemukan dalam bidang kesehatan/kedokteran.
c. menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori-
teori yang ada.
d. mengembangkan alat, teori atau konsepbaru dalam bidang
kesehatan/kedokteran yang memberi kemungkinan bagi peningkatan
kesehatan masyarakat khususnya, dan peningkatan kesejahteraan umat
manusia pada umumnya.
(METODOLOGI PENELITIAN KESEHATAN, Dr. Soekidjo Notoatmojo)

Secara umum
1. Menemukan/menguji fakta yang baru atau fakta yang lama sehubungan dg
bid kshtn dan kdktrn.
2. Mengadakan analisis terhadap hub atau interaksi antara fakta2 yang
ditemukan dlm bid kshtn/kdktrn.
3. Menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hub dg teori2 yang ada.
4. Mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dlm bid kshtn atau kedokteran
yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesehatan masyarakat
khususnya, dan peningkatan kesejahteraan umat manusia pada umumnya.
Secara garis besar:
1. Untuk menemukan konsep, dalil, teori atau generalisasi baru tentang
kshtn/kdktrn.
2. Untuk memperbaiki/memodifikasi teori, system, atau program pelayanan
kshtn/kdktrn.
3. Untuk memperkokoh teori, konsep, system, atau generalisasi yang sudah
ada.
(Notoatmodjo Soekidjo.2005.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:CV Rineka
Cipta)
1. Untuk menentukan dan mencari fakta
2. Untuk menyusun hipotesis dan teori
(Tjokronegoro, Arjatmo dan Sumedi Sudarsono.1999.Metodologi Penelitian Bidang
Kedokteran. Jakarta: FK UI)

16. Bagaimana manfaat penelitian?


Biasanya disebutkan manfaat dalam bidang akademik atau ilmiah, pelayanan
masyarakat, serta pengembangan penelitian itu sendiri. Perlu diingat bahwa meskipun
tujuan akhir penelitian dalam biang kedokteran adalah untuk tata laksana pasien,
namun penelitian dapat bersifat Quick yielding atau non-qiuck yielding. Pada penelitian
yang qiuck yielding hasil penelitian dapat segera diterapkan dalam praktek atau
pelaksanaan kebijakan, seperti pada kebanyakan penelitian klinis; pada penelitian non-
qiuck yielding hasilnya tidak segera diterapkan, seperti kebanyakan penelitian dalam
ilmu-ilmu kedokteran dasar.

Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Prof.DR.Dr. Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K) &


Prof.Dr.Sofyan Ismael, Sp.A(K)

Secara singkat manfaat penelitian kesehatan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan


atau status kesehatan individu, kelompok, maupun masyarakat.
2. hasil penelitian kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan
kemampuan sumber daya, dan kemungkinan sumber daya tersebut guna
mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang direncanakan.
3. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana diagnosis dalam mencari
sebab masalah kesehatan, atau kegagalan2 yang terjadi di dalam sistem
pelayanan kesehatan. Dengan demikian akan memudahkan pencarian
alternatif pemecahan masalah2 tersebut.
4. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyusun
kebijaksanaan dalam menyusun strategi pengembangan sistem pelayanan
kesehatan.
5. hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam
pembiayaan, peralatan, dan ketenagakerjaan baik secara kuantitas maupun
secara kualitas guna mendukung sistem kesehatan.
( Metodologi Penelitian Kesehatan, Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2002 )

Langkah penelitian

a. dari fenomena biologik maupun medik (yang diamati dalam praktek di


laboratorium ,klinik, dan masyarakat) yang tidak terpisahkan oleh teori
atau fakta empirik hasil penelitian terdahulu,dapat diidentifikasikan
permasalahan penelitian .Dari sejumlah penelitian ini dapat dipilih
masalah mana yang utama atau yang melatarbelakangi masalah yang
lain.Masalah yang utama ini yang diformulasikan dan yang akan dicari
pemecahannya dengan penelitian yang akan dilakukan.
b. Dari rumusan permasalahan tsb,dg menggunakan fakta empirik yg ada
,kmdn disusun scr deduktif jawaban berupa hipotesis.Hipotesis yang
telah disusun ,lalu dideduksikan lagi kedalam konsekuensi hipotesis yg
secara operasional dikenal sbg variabel2 penelitian,dimana variabel2 ini
akan diobservasi / dimunculkan dalam penelitian
c. Langkah selanjutnya,upaya menetapkan model atau rancangan penelitian
yang akan ditempuh.Ada 3 tahap yi:1.pemilihan tipe penelitian mana
yang akan dilakukan,penelitian eksperimental atau non eksperimental;
2.penetapan subyek2 penelitian:populasi mana yang dianggap populasi
penelitian,bgmn cara pengambilan sampelnya,dan berapa besarnya;
3.instrumentasi : yaitu memilih atau mengembangkan alat dan metode
pengukuran yang valid dan reliabel bagi variabel2 penelitian yang telah
diidentifikasi diatas.
d. Selanjutnya adalah observasi empirik,jika semua data telah terkumpul
langkah selanjutnya mengorganisasikam data berdasar landasan teori
yang dikembangkan dalam rangka pembuktian kebenaran
hipotesis.Tabulasi ,penyekalan hasil pengukuran , pengelompokan data
dan analisis data secara statistik atau teknik pengolahan yang lain,perlu
dikerjakan dengan cermat dan teliti,karena dari pengorganisasian dan
pengolahan data inilah hasil dan kesimpulan penelitian dirumuskan.
(Dasar – dasar metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan,dr.Ahmad
Watik P ratiknya.)