Anda di halaman 1dari 2

b

Magnesium XL FS*
Reagen diagnostik untuk pemeriksaan kuantitatif secara in vitro terhadap magnesium pada serum,
plasma, cairan serebrospinal atau urin dengan sistem fotometrik.

Informasi Order
Pengelolaan Limbah
No. Katalog Isi per Kit
Silahkan merujuk pada persyaratan lokal.
1 4610 99 10 961 6 x 20 mL

Persiapan Reagen
Ringkasan
Reagen dapat langsung digunakan.
Kekurangan magnesium merupakan gangguan yang cukup umum terjadi,
disebabkan oleh kekurangan gizi, malabsorpsi, kehilangan ginjal dan gangguan
Spesimen
endokrin. Komplikasi yang berhubungan dengan penurunan konsentrasi
Serum, plasma, CSF (cerebrospinal fluid), atau urin
magnesium yang iritabilitas neuromuskular (misalnya tremor, kejang) dan gejala
Jangan gunakan plasma EDTA.
jantung (misalnya takikardia, aritmia). Penurunan konsentrasi magnesium sering
terkait dengan penurunan tingkat kalsium dan kalium, hypomagnesemia mungkin
Stabilitas [3]:
merupakan penyebab utama hipokalsemia. Peningkatan nilai magnesium dapat
pada serum/plasma 7 hari pada 20 - 25°C
diamati saat dehidrasi, gangguan ginjal dan setelah mengkonsumsi antasida
7 hari pada 4 - 8°C
secara berlebih dan dapat dikaitkan dengan melemahnya refleks dan rendahnya
1 tahun pada -20°C
tekanan darah[1,2].
pada urin 3 hari pada 20 - 25°C
3 hari pada 4 - 8°C
Metode
1 tahun pada -20°C
Penentuan titik akhir fotometri dengan xylidyl blue.
Asamkan urin dengan beberapa tetes HCl pekat hingga pH 3-4, lalu encerkan
dengan 1+4 air distilasi; hasilnya dikalikan dengan 5.
Prinsip
Jangan menggunakan spesimen beku ulang atau terkontaminasi!
Ion magnesium dengan xylidyl blue membentuk kompleks dalam larutan basa.
Adanya GEDTA, kompleks ion kalsium, menunjukkan reaksi spesifik. Intensitas
warna ungu sebanding dengan konsentrasi magnesium.
Prosedur Kerja
Data aplikasi untuk instrument otomatis tersedia sesuai permintaan.

Reagen Panjang gelombang 520 nm, Hg 546 nm, 500-550 nm


(Peningkatan absorbansi)
Komponen and Konsentrasi
628 nm, Hg 623 nm, 570-650 nm
Reagen
(Penurunan absorbansi)
Etanolamin pH 11,0 750 mmol/L
Diameter kuvet 1 cm
GEDTA (Glycoletherdiaminetetraacetic acid) 60 μmol/L
Suhu 20 - 25 °C/37 °C
Xylidyl blue 110 μmol/L
Pengukuran Terhadap blangko reagen
Standart: 2mg/dL (0,82 mmol/L)
Blank Sampel
Sampel - 10 µL
Instruksi Penyimpanan dan Stabilitas Reagen Aquadest 10 µL -
Reagen akan stabil sampai dengan batas kadaluwarsa jika disimpan pada suhu 2 Reagen 1000 µL 1000 µL
- 8 °C dan terhindar dari kontaminasi. Jangan membekukan reagen! Campurkan dan baca absorbansi terhadap blangko setelah 5-60
menit pada 20 -25 °C/37 °C.
Peringatan dan Tindakan Pencegahan
1. Reagen 1: Dapat menyebabkan iritasi terhadap kulit dan mata. Pakailah sarung
tangan/jas pelindung/pelindung mata/pelindung wajah. Jika terpapar pada
Perhitungan
Dengan standar atau kalibrator
mata: bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit, lepas lensa
A Sample
kontak jika ada dan mudah dilakukan, kemudian lanjutkan membilas. Jika iritasi Magnesium (mg/dL) = x Conc. Std/Cal (mg/dL)
A Std/Cal
mata berlanjut, segera dapatkan pertolongan medis.
2. Pada kasus yang sangat jarang, sampel pasien penderita gammopathy dapat Faktor Konversi
memberikan hasil palsu [8]. Magnesium (mg/dL) x 0.4114 = Magnesium (mmol/L)
3. Lihat MSDS untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam penggunaan di
laboratorium. Untuk tujuan diagnostik, hasil harus selalu dinilai dengan riwayat
medis pasien, pemeriksaan klinis dan temuan-temuan lain.
4. Hanya untuk penggunaan profesional!

*FS = Fluid Stable


Hal 1 dari 2
Kalibrator dan Kontrol Perbandingan Metode
Untuk kalibrasi dari alat fotometrik otomatis, dianjurkan menggunakan kalibrator Perbandingan Magnesium XL FS (y) dengan tes komersial yang lain (x)
TruCal U. Nilai kalibrator tertelusur pada metode referensi AAS (Atomic Absorption menggunakan 81 sampel serum memberikan hasil : y =1,01 x - 0,03 mg/dL ; r =
Spectrometry). Untuk kontrol kualitas internal sebaiknya digunakan TruLab N dan 0,999.
TruLab P. Setiap laboratorium sebaiknya memiliki tindakan perbaikan apabila
terdapat deviasi nilai kontrol. Rentang Rujukan[1,6]
Serum / Plasma
No. Katalog Isi per Kit Bayi 1,2 - 2,6 mg/dL (0,48 - 1,05 mmol/L)
TruCal U 5 9100 99 10 063 20 x 3 mL Anak-anak 1,5 - 2,3 mg/dL (0,60 - 0,95 mmol/L)
5 9100 99 10 064 6 x 3 mL Wanita 1,9 - 2,5 mg/dL (0,77 - 1,03 mmol/L)
TruLab N 5 9000 99 10 062 20 x 5 mL Pria 1,8 - 2,6 mg/dL (0,73 - 1,06 mmol/L)
5 9000 99 10 061 6 x 5 mL Urin: 73 - 122 mg/24 jam (3 - 5 mmol/24 jam)
TruLab P 5 9050 99 10 062 20 x 5 mL CSF: 2,1 - 3,3 mg/dL (0,85 - 1,35 mmol/L)
5 9050 99 10 061 6 x 5 mL
Setiap laboratorium disarankan melakukan penetapan sendiri untuk menentukan
rentang referensi terhadap populasi pasiennya.
Karakteristik Kinerja
Pengukuran Rentang
Tes dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi magnesium dalam rentang Pustaka
0,05 - 5 mg/dL (0,02 - 2,05 mmol/L). Apabila nilainya melebihi rentang, sampel 1. Thomas L. Clinical Laboratory Diagnostics. 1st ed. Frankfurt: TH-Books
Verlagsgesellschaft; 1998. p. 231-41.
harus diencerkan 1 + 4 dengan larutan NaCl (9 d/L) dan hasilnya dikalikan dengan 2. Endres DB, Rude RK. Mineral and bone metabolism. In: Burtis CA, Ashwood
5. ER, editors. Tietz Textbook of Clinical Chemistry. 3rd ed. Philadelphia: W.B
Saunders Company; 1999. p. 1395–1457.
3. Guder WG, Zatwa B et al. The quality of Diagnostic Samples. 1st ed. Darmstadt:
Spesifitas / Interferensi Git Verlag, 2001: 38-39, 50-51.
Tidak ada interferensi oleh asam askorbat hingga 30 mg/dL, bilirubin hingga 40 4. Mann CK, Yoe JH. Spectrophotometric determination of magnesium with 1-Azo-
2-hydroxy-3-(2.4-dimethylcarboxanilido)- naphthalene-1’-(2-hydroxybenzene).
mg/dL, lipemia sampai 2000 mg/dL trigliserida dan kalsium hingga 25 mg/dL. Anal Chim Acta 1957; 16: 155-60.
Hemoglobin dapat mengganggu karena magnesium dilepaskan oleh eritrosit. 5. Bohoun C. Microdosage du magnesium dans divers milieux biologiques. Clin
Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada pustaka Young DS [7]. Chim Acta 1962;7:811-7.
6. Sitzmann FC. Normalwerte. München: Hans Marseille Verlag GmbH: 1986. p.
166.
Sensitivitas / Batas Deteksi 7. Young DS. Effects of Drugs on Clinical Laboratory Tests. 5th ed. Volume 1 and 2.
Washington, DC: The American Association for Clinical Chemistry Press 2000.
Batas bawah deteksi adalah 0,05 mg/dL (0,02 mmol/L). 8. Bakker AJ, Mücke M. Gammopathy interference in clinical chemistry assays:
Mechanisms, detection and prevention. Clin Chem Lab Med 2007; 45(9):
Presisi (pada 37 °C) 1240–1243.

Presisi intra-assay Mean SD CV


Diproduksi oleh :
n = 20 (mg/dL) (mg/dL) (%)
DiaSys Diagnostic Systems GmbH
Sampel 1 1,88 0,02 0,92 Alte Strasse 9 65558 Holzheim
Sampel 2 2,34 0,02 0,87 Germany
Sampel 3 4,02 0,03 0,83
Diimpor dan didistribusikan oleh :
PT. Prodia Diagnostic Line
Presisi inter-assay Mean SD CV Kawasan Industri Jababeka III
n = 20 (mg/dL) (mg/dL) (%) Jl. Tekno 1 Blok C2 Unit D-F
Sampel 1 1,84 0,02 1,09 Cikarang 17834, Indonesia.
Sampel 2 2,38 0,03 1,12
Sampel 3 4,11 0,06 1,43

Hal 2 dari 2
C4023 - Sep 2015/00