Anda di halaman 1dari 1

AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR

2014

ESA NURMAYASARI
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA
WANITA PASANGAN USIA SUBUR PEMAKAI KONTRASEPSI BERDASARKAN
KARAKTERISTIK
67 hal + ix + 10 tabel + 1 bagan + ... lampiran

ABSTRAK

SDKI 2014 memperlihatkan bahwa keinginan membatasi kelahiran meningkat secara


cepat sejalan dengan banyaknya anak lahir hidup. Jumlah kebutuhan KB yang
terpenuhi meningkat sejalan dengan naiknya tingkat pendidikan wanita, mulai dari 76
persen untuk wanita yang tidak sekolah sampai dengan 87 persen untuk wanita yang
tidak tamat SMTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi “Gambaran
pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur berdasarkan karakteristik
di Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur”. Jenis penelitian ini
adalah penelitian observasional deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah
wanita pada pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan kontrasepsi yang
ada di Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur yang berjumlah 57
orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner untuk
mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan pemilihan metode kontrasepsi pada
wanita pasangan usia subur pemakai kontrasepsi berdasarkan karakteristik. Analisis
data menggunakan analisis deskriptif univariat untuk melihat distribusi frekuensi
pada setiap dimensi yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan ibu dari pasangan usia subur pemakai kontrasepsi pada umumnya
cukup baik. Hal ini ditandai dengan frekuensi responden yang menjawab benar
kuesioner sebesar 68,4%. Berdasarkan usia, sebagian besar responden lebih
memilih metode kontrasepsi modern, yakni sebanyak 22,81% pada usia 20-25 tahun,
kemudian 38,60% pada usia 26-30, dan sebanyak 24,56% pada usia 31-35.
Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar ibu dari pasangan usia subur
pemakai kontrasepsi lebih banyak menggunakan metode kontrasepsi modern
daripada sederhana, yakni sebanyak 52,63%. Berdasarkan pekerjaan, sebagian
besar ibu dari pasangan usia subur pemakai kontrasepsi adalah wanita yang tidak
bekerja. Dari jumlah terbanyak responden tidak bekerja, ternyata 8,77% pengguna
metode kontrasepsi sederhana dan 52,63% memilih metode kontrasepsi modern.
Sedangkan sisanya terdiri atas wanita yang bekerja pengguna metode sederhana
sebanyak 5,27% dan 33,33% pemakai metode kontrasepsi modern. Berdasarkan
paritas, ibu dari pasangan usia subur pemakai kontrasepsi lebih banyak yang
memilih metode kontrasepsi modern, yakni sebanyak 85,96%. Dari jumlah ini,
sebanyak 29,82% adalah ibu primipara, kelompok multipara sebanyak 35,09%, dan
kelompok grande multipara sebanyak 21,05%. Kesimpulan umum dari penelitian ini
bahwa ibu pasangan usia subur pemakai kontrasepsi lebih banyak memilih metode
kontrasepsi modern (85,96%) daripada metode kontrasepsi sederhana (14,04%).

Kata kunci: metode kontrasepsi, wanita pasangan usia subur


Kepustakaan: 34, 2002-2012