Anda di halaman 1dari 3

1.

Definisi masalah

Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis
sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan.
Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari system tidak dapat dicapai. Oleh karena itu langkah
pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-
masalah yang terjadi.

2. Pemilihan teknik dan metode analisis

metode dapat diartikan sebagai cara berpikir, sedangkan teknik diartikan sebagai cara melaksanakan
hasil berpikir.

Tahap identifikasi metode analisis data dari sebuah penelitian bertujuan untuk memilih metode analisis
yang tepat dalam sebuah penelitian. Pemilihan metode analisis penting dilakukan karena akan sangat
berkaitan dengan keabsahan sebuah kesimpulan yang diambil.

Untuk mengidentifikasi metode analisis data yang cocok alam sebuah penelitian, secara kasar peneliti
dapat melakukan identifikasi berdasarkan judul yang tercantum dalam penelitian tersebut. Dalam judul
sebuah penelitian, umumnya mencantumkan kata-kata penghubung variabel. kata-kata penghubung
tersebut seperti pengaruh, efek, dampak, dan perbandingan. Kata-kata di atas memiliki keterkaitan yang
erat dengan metode analisis tertentu, misalnya untuk kata pengaruh maka metode analisis data yang
mungkin dapat dipilih seperti analisis regresi, analisis jalur, Structural Equation modelling, dan analisis
Anova. Tidak tepat jika sebuah judul penelitian menggunakan kata hubungan sedangkan metode analisis
data yang dipilih adalah Analisis Regresi atau Analisis Jalur. jika sebuah judul penelitian menggunakan
kata hubungan, maka metode analisis data yang mungkin dapat digunakan adalah analisis korelasi.
Begitu pula dengan kata penghubung perbandingan, penelitian yang menggunakan kata perbandingan
maka metode analisis data yang umum digunakan seperti Uji t, Uji Z, uji anova, Uji Mann Whitney dan
metode analisis perbandingan lainnya.

3. Pengambilan sampel

Sampel merupakan bagian populasi penelitian yang digunakan untuk memperkirakan hasil dari suatu
penelitian. Sedangkan teknik sampling adalah bagian dari metodologi statistika yang berkaitan dengan
cara-cara pengambilan sampel.

Pengertian sampling atau metode pengambilan sampel menurut penafsiran beberapa ahli . Beberapa
diantarnya adalah sebagai berikut;

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56).

Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel
yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran
populasi agar diperoleh sampel yang representatif. (Margono, 2004)
Tahapan Pengambilan Sample diantaranya;

- Mendefinisikan populasi yang akan diamati

- Menentukan kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang mungkin

- Menentukan teknik atau metode sampling yang tepat

- Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)

- Melakukan pemeriksaan ulang pada proses sampling

4. Pra perlakuan sampel

Pra-perlakuan sampel dilakukan untuk mengkondisikan sampel sehingga siap untuk dilakukan analisis
dengan metode tertentu.

Contoh-contoh pra-perlakuan sampel :

- memanaskan sampel (100 – 120ºC) jika analit tahan panas untuk menghilangkan pengaruh variasi
kandungan air.

- menimbang sampel sebelum dan sesudah pemanasan.

- memisahkan sampel (distilasi, sentrifugasi, filtrasi, ekstraksi, dsb).

- menghilangkan komponen pengganggu.

- memekatkan sampel (penguapan, distilasi, ko-presipitasi, ekstraksi, elektrolisis, dsb).

5. Penghitungan dan interpretasi data analisis :

suatu analis dapat dikatakan selesai bila hasil-hasilnya dinyatakan sedemikian rupa sehingga si peminta
analisis dapat memahami artinya.

1. Pemeriksaan (editing)

Pekerjaan pertama pada fase pengolahan data ialah melakukan pemeriksaan (editing) terhadap catatan-
catatan hasil observasi, wawancara dan pengisian kuesioner. Yang diperiksa itu ialah kelengkapan
materi, kesempurnaan tulisan-tulisan, kejelasan angka-angka, keteptan satuan-satuan dan sebagainya,
yang mungkin pada waktu pengumpulan data dilakukan tergesa-gesa. Pengisian kuesioner tersebut
dilakukan oleh peneliti langsung dan/atau pencacah (enumerator), terutama yang harus diperhatikan jika
dilakukan oleh responden/informan, atau oleh sumber data lain (bukan oleh peneliti langsung).

2. Pengkodean (Coding)
Pengkodean (coding) adalah memberikan kode-kode atau tanda-tanda terhadap catatan–catatan
observasi, wawancara dan kuesioner beserta isi/jawaban- nya. Kode itu dapat berupa huruf, angka-
angka untuk nomor ataupun untuk nilai, lambang-lambang dan sebagainya. Maksud pengkodean ini
adalah untuk mempermudah pengolahan (analisis) data, terutama jika data/informasi itu dianalisis
melalui table-tabel (analisis).

3. Pentabelan (Tabulating)

Jika pemeriksaan (editing) dan pengkodean (coding) merupakan langkah-langkah dalam mempersiapkan
data/informasi yang akan diolag/dianalisis, maka pentabelan (tabulating) merupakan langkah
mempersiapkan alat untuk mengolah/menhanalisis data/informasi yang telah diperiksa dan diberi kode-
kode. Dilihat dari segi pekerjaannya terdapat dua fase pekerjaan, yaitu: pertama, merancang tabel atau
analisis dan kedua, mengisi (entry) atau memindahkan (transfer) data/informasi dari catatan-catatan
observasi/interview dan kuesioner kedalam tabel analisis yang telah dipersiapkan.

Sebenarnya bila diperhatikan dengan saksama, terdapat dua macam tabel analisis yang perlu dirancang,
yaitu: Tabel induk (Main Table) dan Tabel Kerja (Working Table). Tabel Induk adalah tabel analisis untuk
data/informasi yang diperoleh langsung dari sumbernya (Responden dan/atau informan dari lapangan)
menurut kesatuan unit analisis. Hasil analisisnya berupa deskripsi. Deskripsi dan generalisasi-
generalisasi setiap kesatuan unit analisis.