Anda di halaman 1dari 72

3408E & 3412E

HEUI ENGINE SYSTEM


BUKU PANDUAN SISWA

PT TRAKINDO UTAMA - LEARNING CENTER CILEUNGSI


JL. RAYA NAROGONG KM 19 CILEUNGSI
BOGOR 16820 – JAWA BARAT
Buku Panduan Siswa
November 2003

PESERTA
Tehnisi yang telah selesai mengikuti Basic Mechanic dan Engine Module serta mengerti
sistem kerja pada EUI Engine.

ISI MATERI
Buku ini menjelaskan tentang pengenalan komponen serta cara kerja dari 3408E/3412E
Hydraulic Electronic Unit Injector Engine.

SASARAN
Setelah selesai mengikuti training ini siswa diharapkan dapat:

1. Mengetahui nama-nama komponen pada HEUI Engine


2. Mengetahui dan menjelaskan sistem kerja dari Hydraulic System pada HEUI
Engine
3. Mengetahui dan menjelaskan sistem kerja dari Electronic System pada HEUI
Engine
4. Mengetahui dan menjelaskan Fuel System pada HEUI Engine
5. Mengetahui dasar-dasar Troubleshooting pada HEUI Engine di lapangan
6. Menghubungkan ET ke Machine untuk keperluan Diagnostic dan bisa mencari
Serial Number dari Engine melalui ET tersebut.

2
Buku Panduan Siswa
November 2003

DAFTAR ISI

1. Penggunaan HEUI Engine 5


2. Persamaan HEUI dengan EUI Engine 6
3. Komponen Utama pada HEUI Engine 7
4. Pengenalan Nama dan Lokasi Komponen 8-12
5. Timing Wheel 13
6. Pengenalan Nama dan Lokasi Komponen Elektrik 14-16
7. Pengenalan Nama dan Lokasi Komponen Hidraulik 17
8. Engine Lubrication Pump 18
9. Timing Calibration Sensor 19
10. Lokasi Komponen dari Fuel System 20
11. Nama-nama Komponen pada HEUI Engine 21
12. HEUI Electronic Control System 22-24
13. Injector dan cara pengetesannya 25-28
14. Speed/Timing Sensor dan kalibrasinya 29-34
15. Pengaruh Fuel System 35
16. Hydraulic System pada HEUI Engine 36-40
17. Nama Komponen Utama pada Injector 41
18. Injector dan prosedur pemasangannya 42-43
19. Cara kerja Injector 44-47
20. HEUI Pump dan Compensator 48-56
21. Input dan Output dari ECM 57-63
22. Logged Event 64
23. Input tambahan dari ECM 65-67
24. Dasar-dasar penggunaan ET 68-72

3
Buku Panduan Siswa
November 2003

Pengantar

Topik Utama Buku Panduan HEUI ini akan membicarakan 3408E / 3412E
HEUI Engine pada semua aplikasi, dan topiknya antara lain:

• Pengenalan terhadap komponen pada HEUI Engine


• Electronic Control System
• Fuel Injection System
• Engine Hydraulic System
• System Power Supply
• Electronic Sensor & System
• Menghubungkan ET ke Machine dan mencari Serial
Number dari Machine

4
Buku Panduan Siswa
November 2003

Penggunaan HEUI 3408E/3412E Engine digunakan pada beberapa Caterpillar


Machine, antara lain:
• 769D / 771D / 773D Off Highway Trucks
• 988F / 990 Series II Wheel Loader
• D9R / D10R Track Type Tractor
• 631E / 637E / 651E / 657E Wheel Tractor Scrapers
• 24H Motor Grader
Keuntungan HEUI Keuntungan dari HEUI Engine adalah:
• Gas buang (exhaust gas) sangat bersih
• Pemakaian bahan bakar yang efisien
• Engine mudah hidup pada kondisi yang dingin
• Perawatannya mudah
• Menurunkan biaya operasional

5
Buku Panduan Siswa
November 2003

HEUI Fuel System

Gambar di atas menunjukkan beberapa komponen pada Fuel


System

Persamaan HEUI Komponen electronic pada HEUI Fuel System hampir sama
System Electronic dengan EUI System. Perbedaannya adalah pada HEUI Engine
dengan EUI Injector tidak digerakkan oleh Camshaft.

Hydraulic Pump High Pressure Hydraulic Pump, yang mendapatkan Oli dari
menaikkan tekanan oli Engine Lubrication Pump, dapat menaikkan tekanan oli
sampai maksimum 22800 kPa (3300 psi). Tekanan oli ini
diatur oleh ECM. Aliran oli langsung menggerakkan masing-
masing Injector.

Injector Masing-masing Injector mendapat sinyal electronic supaya


menghasilkan tekanan oli hidraulik yang tinggi untuk meng-
gerakkan Intensifier Piston sehingga Fuel Plunger dapat me-
ngabutkan bahan bakar.

6
Buku Panduan Siswa
November 2003

1
2

7
3

5
4

7 Komponen Utama Gambar di atas menunjukkan ada 7 komponen utama pada


HEUI Engine:

1. Hydraulic Supply • Hydraulic Supply Pump Group terdiri dari:


Pump Group o High Pressure Hydraulic Pump
2. ECM o Pump Control Valve
3. Throttle Control o Transfer Pump
4. Speed/Timing • Electronic Control Module
Sensor • Throttle Control
5. Injector • Speed/Timing Sensor
6. Temperature • Injector
Sensor • Temperature Sensor
7. Pressure Sensor • Pressure Sensor

Cat Data Link memberikan komunikasi dua arah antara HEUI


System dengan electronic circuit pada Machine. Kabel Cat
Data Link juga berfungsi sebagai alat komunikasi antara
Engine dengan Service Tool.

7
Buku Panduan Siswa
November 2003

Pandangan atas 3400E Electronic Control Module (ECM,1) terletak di sisi kanan atas
Engine pada Valve Cover.

ECM hatinya Engine ECM merupakan hatinya Engine. ECM berfungsi sebagai
governor, timing dan membatasi bahan bakar. ECM juga
membaca sensor-sensor dan berkomunikasi dengan kompo-
nen elektronik lainnya melalui kabel CAT Data Link.

Personality Module Personality Module digunakan sebagai program oleh ECM


dengan berbagai informasi dan penggunaan dari Engine
tersebut. PM dapat diganti dan bisa juga di-flash dengan
menggunakan PC. Lokasi dari PM ada di bagian bawah ECM.

HEUI Pump Hydraulic Supply Pump Group (2) terletak di bagian tengah
depan dari Engine menggantikan posisi Fuel Pump pada
Mechanical Engine. Pada bagian belakang bawah terdapat
Fuel Transfer Pump.

Harness Pada ECM terdapat Wiring Harness 2 x 40 Connector

8
Buku Panduan Siswa
November 2003

5
1 4
2 3

Pandangan kiri atas Semua sensor di atas masing-masing mempunyai 3 kabel


yaitu:
1. Fuel Temperature • Pin A: Power Supply
Sensor • Pin B: Ground
2. Atmospheric • Pin C: Signal
Pressure Sensor
3. Lubrication Oil 40 Pin Machine Interface Connector (5) menghubungkan
Pressure Sensor antara Engine Harness dengan Machine Harness.
4. Hydraulic
Temperature Ground Bolt adalah kabel ECM ground. Kabel ini sangat vital
Sensor karena kalau tidak dipasang dapat menyebakan Engine tidak
5. Machine Interface bisa hidup.
Connector
6. Ground Bolt

9
Buku Panduan Siswa
November 2003

1. Timing Calibration Timing Calibration Connector digunakan pada saat kalibrasi


Connector ECM.

2. Hydraulic Pressure Hydraulic Pressure Sensor (Injection Actuation Pressure


Sensor Sensor) mengukur tekanan Engine Oil yang digunakan untuk
menekan Injector secara elektronis.

3. Injector Connector Injector Connector adalah kabel yang menghubungkan antara


ECM dengan Injector. Pada Harness Injector biasanya ada
tulisan “F” berarti untuk Cylinder depan dan tulisan “R”
untuk Cylinder di belakangnya.

10
Buku Panduan Siswa
November 2003

Coolant Temperature Coolant Temperature Sensor terletak pada bagian depan dari
Sensor Cylinder Head sebelah kanan. Fungsi dari sensor ini adalah:

• Pada Vital Information Management System (VIMS)


atau Caterpillar Monitoring System berfungsi sebagai
input untuk Temperature Gauge melalui kabel CAT
Data Link.

• Menginformasikan High Coolant Temperature Warn-


ing ke Alert Indicator (LED) dan akan dicatat oleh
ECM (logged) bila di atas 1070C (2290F).

• Input dari Engine Fan Control yaitu sebagai salah satu


input untuk menentukan Desired Engine Fan Speed
pada ECM.

• Informasi kepada ET Status Screen

11
Buku Panduan Siswa
November 2003

Secondary Speed/ Sensor ini dipasang pada Timing Gear Housing. Fungsi
Timing Sensor sensor ini adalah:

Mengkalkulasi Engine Speed dan posisi dari


Crankshaft untuk menetukan timing.

Sensor ini terdiri dari 2 yaitu:


• Primary Speed/Timing Sensor letaknya di sebelah
kanan.
• Secondary Speed/Timing Sensor letaknya di sebelah
kiri.

Hati-hati dalam pemasangan Sensor ini dan ikuti prosedur pe-


masangan pada Service Manual.

12
Buku Panduan Siswa
November 2003

10

Timing Wheel Gambar di atas adalah Timing Wheel ketika dilepas dari
Engine.

Gigi 50/50 Pada Timing Wheel terdapat satu buah gigi yang memiliki
perbandingan 50% / 50% dan 23 buah gigi memiliki perban-
dingan 80% / 20%.

Gigi dengan perbandingan 50/50 digunakan oleh ECM seba-


gai titik referensi/acuan untuk menentukan posisi dari Engine
Fuel Timing.

Timing Mark Timing Mark “H” pada bagian belakang dari Timing Wheel
digunakan sebagai tanda pada saat pemasangan gigi, ini
dimaksudkan agar tepat dengan gigi yang ada di Crankshaft.

13
Buku Panduan Siswa
November 2003

11

Turbo Inlet Pressure Turbo Inlet Pressure Sensor dipasang diantara Turbocharger
Sensor dengan Air Filter. Tidak semua Machine mempunyai Sensor
ini. Sensor ini mengukur tekanan udara yang akan masuk ke
Turbocharger serta bekerjasama dengan Atmospheric
Pressure Sensor untuk mengukur hambatan pada saringan
udara (Air Filter Rectriction).

Air Filter Rectriction yang terlalu tinggi dapat menyebabkan


ECM menurunkan tenaga Engine.

Sensor ini juga berfungsi sebagai back up dari Atmospheric


Pressure Sensor apabila rusak untuk Automatic Altitude
Compensation.

Filter Compensation Bila Air Filter Restriction (∆P) melebihi 6.25 kPa (30 in of
water), tenaga Engine akan mulai di-derate rata-rata 2%
setiap kenaikan 1 kPa dari ∆P.
Maksimum derate 20 %.
Event logged akan mulai dicatat pada saat Air Filter
Rectriction melebihi 6.25 kPa (30 in. of water).

14
Buku Panduan Siswa
November 2003

12

Turbo Outlet Pressure Turbo Outlet (Boost) Pressure Sensor dipasang pada bagian
Sensor depan kanan Cylinder Head. Sensor ini juga digunakan
sebagai input untuk mengatur air/fuel ratio secara elektronis
untuk menurunkan emisi gas buang dan menjaga respon
Engine pada saat akselerasi.

Sensor ini juga mengukur tekanan udara di inlet manifold


(Boost Pressure) dan diinformasikan juga ke Service Tool
(ET).

Kerusakan pada sensor ini dapat mengakibatkan tenaga


Engine di-derate 60 % (kalau hasil pembacaan dari sensor
menunjukkan 0 psi).

15
Buku Panduan Siswa
November 2003

4
3

13

Identifikasi Komponen: Atmospheric Pressure Sensor dipasang pada Hydraulic


Supply Pump Group dan sensor ini berhubungan dengan
1. Atmospheric udara luar.
Pressure Sensor
2. Fuel Temperature Fungsi:
Sensor • Mengukur tekanan udara luar untuk Automatic Altitude
3. Primary Speed/ Compensation (tenaga Engine akan secara otomatis me-
Timing Sensor nyesuaikan dengan tingkat ketinggian tempat dimana
4. Secondary Speed/ Engine itu beroperasi).
Timing Sensor
• Membaca tekanan absolut sebagai input untuk Fuel Ratio
Control dan menginformasikan ke ET/ CAT MS.

• Sebagai acuan pressure sensor yang lain dalam pembaca-


an tekanan (mengkalibrasi pressure sensor yang lain).

Fuel Temperature Sensor digunakan untuk mengukur suhu


bahan bakar untuk Automatic Fuel Temperature Compen-
sation.

Primary dan Secondary Speed/Timing Sensor

16
Buku Panduan Siswa
November 2003

14

1. Oil Supply Line Oil Supply Line (1) berasal dari Engine Oil Gallery dan
sebagai pipa isap dari HEUI Pump.

2. Compensator Valve Conpensator Valve mengatur aliran oli di dalam HEUI Pump
agar bekerja sesuai dengan kebutuhan.

3. Pump Control Pump Control Valve mengatur kemiringan Swashplate dari


Valve HEUI Pump secara elektronis dan bekerjasama dengan Com-
pensator Valve.

4. Fuel Transfer Fuel Transfer Pump letaknya ada di belakang HEUI Pump.
Pump

17
Buku Panduan Siswa
November 2003

15

Lubrication Oil Pump • Terletak di dalam Oil Pan. Pompa men-supply oli ! 65
psi ke Engine Oil Gallery untuk pelumasan Engine
dan input dari HEUI Pump.

• Jenis pompa ini adalah gear type.

• Mempunyai Relief Valve di dalam pompa itu sendiri.

18
Buku Panduan Siswa
November 2003

16

Timing Calibration Timing Calibration Sensor dipasang apabila kita akan


Sensor melakukan Timing Calibration dengan menggunakan ET.
Pada Machine tertentu Sensor ini sudah terpasang pada
Flywheel Housing.

19
Buku Panduan Siswa
November 2003

1
2

17

Water Separator Pada High Pressure Fuel System yang mencapai 22.000 psi,
kualitas bahan bakar sangatlah penting. Adanya kandungan
air pada bahan bakar dapat mengakibatkan timbulnya karat
pada Plunger dan Barrel. Water Separator ini adalah Primary
Fuel Filter dengan daya saring 30 micron.

2 Micron Secondary Dengan alasan tertentu pada HEUI Engine, Filter 2 micron
Fuel Filter harus dipakai.
Celah antara Plunger dan Barrel pada Injector adalah 5
micron.

Tidak diperbolehkan mengisi Fuel Filter pada saat peng-


gantian

Perawatan dan Water Separator di-drain airnya setiap hari dan penggantian-
Penggantian Water nya setiap 500 jam.
Separator

20
Buku Panduan Siswa
November 2003

18
Komponen Komponen Electric: Komponen Mekanis:
HEUI Engine • ECM • Hyd. Supply Pump Gp.
• PM • Pump Control Valve
• Timing Calibration Conn. • Compensator Valve
• HEUI Pressure Sensor • Cold Start Reservoir
• Hydraulic Temp. Sensor • Check Valve
• Primary Speed/Timing • Fluid Manifold
Sensor • Water Separator
• Secondary Speed/timing • Secondary Filter
Sensor • Transfer Pump
• Coolant Temp. Sensor • Press. Regulator Valve
• Atmospheric Press. Sensor • Injector
• Turbo Inlet Press. Sensor • Jumper Tube
• Turbo Outlet Press. Sensor • Injector Oil Adapter
• Oil Pressure Sensor
• Fuel Temperature Sensor
• Coolant Flow Switch
• Machine Interface Conn.
• Engine & Machine
Ground Bolt
• Data Link Connector
• Throttle Position Sensor
• Shut down Switch

21
Buku Panduan Siswa
November 2003

19

Pada session ini akan dibahas beberapa sistem antara lain:

• Electronic Control Module


• Hydraulic Electronic Unit Injector Solenoid
• Timing Wheel
• Timing Control
• Fuel Quantity Control
• Speed Control
• Cold Mode
• Timing Calibration

22
Buku Panduan Siswa
November 2003

20

Electronic Control Fungsi ECM adalah sebagai governor dalam Fuel System
Module yang bekerja secara computerizes. ECM menerima sinyal dari
semua sensor untuk menghidupkan Injector Solenoid dan
mengatur Timing dan Engine Speed.

ECM yang terdapat pada gambar ini adalah ADEM II


(Advance Diesel Engine Management generasi ke 2).

ECM dapat ditukar-tukar pada berbagai aplikasi Machine.


Penggantian ECM adalah langkah yang terakhir dalam
troubleshooting sesudah komponen input dan output-nya
benar-benar dipastikan dalam kondisi bagus.

23
Buku Panduan Siswa
November 2003

21

Personality Module Personality Module merupakan software dimana didalamnya


berisi informasi Fuel Setting untuk, antara lain Horsepower,
Torque Rise dan Air/Fuel Ratio Control sehingga menentukan
bagaimana Engine itu beroperasi.

Dua metode meng- Ada dua metode untuk meng-update Software PM yaitu :
upgrade Software
• Flash Programming
• Mengganti PM

24
Buku Panduan Siswa
November 2003

22

Unit Injector Fuel Injection

Sistem elektrik pada 3400E HEUI Engine sama dengan


3500B EUI Engine. Yang berbeda adalah cara penekanan
Injector-nya, yaitu dilakukan secara hidrolis.

Sinyal listrik dari ECM hanya digunakan untuk membuka dan


menutup Injector Solenoid.

Solenoid Valve mengatur aliran oli hidrolik yang bertekanan


ke dalam Injector.

Jumlah bahan bakar yang terbakar di ruang bakar tergantung


pada berapa lama Solenoid dialiri arus (energized).

Sedangkan timing dari Injector ditentukan oleh kapan


Solenoid itu mulai diberi arus (energized).

Injector Solenoid bekerja pada 105 Volt DC. Hati – hati


pada saat Engine hidup.

25
Buku Panduan Siswa
November 2003

23

Injector Testing Ada beberapa pengujian untuk menentukan Injector atau


Cylinder nomor berapakah yang bermasalah, antara lain:

• Injector Solenoid Test


Pengujian ini dapat dilakukan pada saat Engine mati dan
kunci kontak ‘on’.
Pengujian ini dapat dilakukan secara otomatis dengan
menggunakan ECAP / ET.
Pengujian ini digunakan untuk mengetahui kondisi
Solenoid (bagus, short atau open).

• Cylinder Cut Out (Manual Test)


Pengujian ini dilakukan pada saat Engine running pada
berbagai macam kecepatan. Injector dapat dimatikan satu
atau lebih pada saat yang bersamaan. Pada pengujian ini
kita memantau suara Engine atau Injection Duration.

• Automatic Injector Test


Pengujian ini dilakukan pada saat Engine running dan ET
dapat secara otomatis mematikan Injector satu persatu
dan nilai nominal dari Injection Duration dapat ditam-
pilkan.

26
Buku Panduan Siswa
November 2003

24

Fuel Injection Control System

Pengaturan Fuel Gambar diatas menunjukkan Timing Control Logic pada


Timing ECM.

Input dari Timing Engine Speed, jumlah Bahan Bakar (berdasarkan beban
Control Engine) dan Hydraulic Oil Temperature adalah sinyal masuk
yang diterima oleh Timing Control. Sinyal Hydraulic
Temperature digunakan untuk mengaktifkan Cold Mode bila
suhu dari Engine Oil masih dingin. Semua sinyal input tesebut
dikombinasikan untuk menentukan kapan penyemprotan
bahan bakar dimulai.

Keuntungan Timing Timing Control mengoptimumkan timing pada semua kondisi


Control operasi dan keuntungannya adalah:

• Menurunkan emisi gas buang.


• Menurunkan pemakaian bahan bakar dengan tetap
untuk mempertahankan unjuk kerja dari Engine.
• Usia Engine lebih awet.
• Mempermudah Engine hidup pada saat kondisi dingin.

27
Buku Panduan Siswa
November 2003

25

Pengaturan jumlah Ada 4 input yang mengatur jumlah Bahan Bakar:


Bahan Bakar
1. Engine Speed
2. Injection Actuation Pressure
3. Throttle Position
4. Boost Pressure (tekanan udara pada inlet manifold).

Input dari Timing dan Tiga variable yang menentukan jumlah dari bahan bakar dan
Jumlah Bahan Bakar timing:

1. Awal penyemprotan bahan bakar menentukan Timing


2. Injection Duration (lamanya Injector menyemprotkan
Bahan Bakar).
3. Injection Actuation Pressure.

28
Buku Panduan Siswa
November 2003

26

Speed Timing Sensor Terdapat dua buah Speed Timing Sensor yaitu Primary dan
Secondary dimana fungsinya yaitu:
1. Mengukur Engine Speed
2. Mengukur Timing Engine
3. Menentukan lokasi dari TDC pada Cylinder

Pemasangan Sensor Keluarkan Slip Head dari Speed Timing Sensor dan pasang
sehingga menyentuh dari Timing Wheel. Pada saat Engine
hidup Speed Timing Sensor akan menyesuaikan celah/jarak
antara Sensor dengan Timing Wheel secara otomatis.

29
Buku Panduan Siswa
November 2003

27

Primary Sensor Primary Speed/Timing Sensor yang terletak di sebelah kanan


Engine mengukur kecepatan Engine untuk Governor dan
posisi Crankshaft untuk Timing serta pengenalan nomor
Cylinder.

Secondary Speed Secondary Speed/Timing Sensor yang terletak di sebelah kiri


Timing Sensor Engine berfungsi apabila Primary Speed/Timing Sensor rusak.

Power Supply ECM mengirim Supply Power ke Primary dan Secondary


Speed Timing Sensor sebesar 12,5 + 1 Volt

30
Buku Panduan Siswa
November 2003

28

Timing Wheel Timing Wheel mempunyai 24 gigi. 23 gigi diantaranya


mempunyai lebar gigi 80% / 20%.
Satu gigi mempunyai gigi yang sama besar yaitu 50% / 50%.
Gigi yang satu ini digunakan untuk menentukan lokasi TDC
pada Cylinder no. 1.

31
Buku Panduan Siswa
November 2003

29

Output Sensor Speed/Timing Sensor dipasang pada posisi vertical terhadap


gigi dari Timing Wheel.

Pergerakkan gigi terhadap sensor menghasilkan sinyal PWM


untuk keperluan Timing dan menghasilkan sinyal frequency
untuk mengukur Engine Speed.

Selama Engine beroperasi normal, Primary Speed/Timing


Sensor-lah yang memberikan sinyal untuk keperluan speed
dan timing dari Engine.

Sedangkan Secondary Speed/Timing Sensor akan bekerja apa-


bila ada kerusakan pada Primary Speed/Timing Sensor atau
ada problem yang intermitten untuk menjaga agar Engine
tidak mati mendadak.

32
Buku Panduan Siswa
November 2003

30

Crangking Speed/Timing Sensor menggunakan konfigurasi gigi Timing


Wheel untuk :

• Top Dead Center No. 1 (ketika sudah ditemukan baru


dapat mengenali nomor dari Cylinder).
• Kecepatan dari Engine (Engine Speed).

Pada HEUI Engine, HEUI Pump tidak akan menghasilkan


aliran oli apabila Engine berputar terbalik sehingga Engine ini
tidak bisa hidup bila putaran Engine dibalik (reverse rotation)

33
Buku Panduan Siswa
November 2003

31

Firing Order Pada saat start, Speed/Timing Sensor mulai memantau pulsa
yang dihasilkan dari perpotongan gigi dengan Sensor pada
Timing Wheel.
Sesudah berputar satu putaran penuh, baru posisi dari masing-
masing TDC dapat dibaca oleh ECM seperti pada gambar di
atas.

Pada saat mulai berputar tidak ada bahan bakar yang disem-
protkan sebelum:
• Berputar satu putaran penuh
• TDC dari semua Cylinder dapat diketahui oleh ECM.

Timing Calibration Timing Calibration dilakukan ketika:


• Penggantian ECM
• Penggantian Speed/Timing Sensor
• Penggantian Timing Wheel
• ECM meminta kalibrasi (calibration required)

Caranya yaitu dengan menggunakan ET atau ECAP dan me-


masang Timing Probe pada Flywheel Housing. Pada D9R /
D10R Timing Probe ini sudah terpasang secara permanen.

34
Buku Panduan Siswa
November 2003

32

HEUI Engine memproteksi Engine secara elektronis terhadap


beberapa hal:

• Maximum Horse Power


• Torque Limit
• Fuel Ratio Control
• Cold Mode Limit
• Cranking Limit

Selain itu HEUI Engine juga akan men-derate bahan bakar


(derate power) pada kondisi:

• Automatic Altitude Derate (karena ketinggian tempat


dimana Engine beroperasi)
• Automatic Filter Compensation (pada saat Air Filter
buntu).
• Engine Warning Derate (ada beberapa peringatan
pada CMS yang menyebabkan Engine power derate).

Juga dengan adanya kehilangan Boost Pressure (menilai 0


psi) Engine Power akan di-derate sebanyak 50 – 60 %.
Dengan adanya kelebihan panas pada bahan bakar, tenaga
Engine juga akan di-derate sebanyak 5%.

35
Buku Panduan Siswa
November 2003

33

Fuel System yang akan dibahas di sini adalah HEUI Engine


Fuel System khususnya 3408E dan 3412E.
Arti warna pada gambar Fuel System:

Pada Sirkuit Hydraulic & Lubrication

• Merah: Oli dengan tekanan tinggi.


• Merah putih strip – strip: Tekanan oli yang diturunkan
(reduced oil Pressure).
• Coklat: Tekanan oli pelumasan
• Hijau: Tekanan oli yang kembali ke Tangki (return).

Pada Sirkuit Bahan Bakar

• Merah: Bahan Bakar bertekanan tinggi (High Pressure


Fuel)
• Merah putih strip-strip: Tekanan Bahan Bakar dari
Transfer Pump.
• Hijau: Tekanan Bahan Bakar yang kembali menuju
Tangki (return)

36
Buku Panduan Siswa
November 2003

34

Lubrication Pump Pada HEUI Engine, Lubrication Pump mempunyai dua fungsi
yaitu:
• Memberikan oli untuk pelumasan komponen Engine
• Memberikan oli ke HEUI Pump (Charge Pump).

Cold Start Oil HEUI Pump mempunyai Cold Start Reservoir yang fungsinya
Reservoir mencegah kavitasi pada saat Engine mulai hidup dan
Lubrication Pump belum memberikan jumlah oli yang cukup
ke HEUI Pump.
Pada Reservoir terdapat 2 sensor yaitu Engine Lubrication
Pressure Sensor dan Engine Oil Temperature Sensor.

High Pressure Oil Selama operasi normal, tekanan oli pada High Pressure
adalah antara 725 psi – 3100 psi. Pada saat Engine hidup
tekanan tersebut harus terjadi pada Fluid Manifold di Injector.

Low Pressure Fuel Bahan bakar mengalir dari Tanki ke Water Separator – Fuel
Transfer Pump – ECM (mendinginkan) – Secondary Fuel
Filter – Injector. Pressure Regulating Valve mempertahankan
tekanan bahan bakar sebesar 45 psi – 60 psi.

Fuel Temperature Fuel Temperature Sensor dipasang pada Fuel Supply System
Sensor untuk mengkalkulasi kehilangan tenaga karena suhu dari
bahan bakar yang bervariasi.

37
Buku Panduan Siswa
November 2003

35

Sistem Operasi Hydraulic Unit Injector

High Pressure Hydraulic Oil mengirimkan oli ke masing-


masing Injector melewati Jumper Tube.

“Viton” o ring seal dipasang pada sambungan antara Injector


dengan Fluid Manifold.

38
Buku Panduan Siswa
November 2003

36

Bahan bakar bertekanan rendah masuk ke dalam Injector


lewat lubang pada Fluid Supply Manifold.

Bahan bakar yang masuk ke masing-masing Injector


dipisahkan dari Combution Chamber dan daerah di bawah
Valve Cover dengan O-ring seal.

Untuk mencegah masuknya gas dari Combution Chamber ke


dalam Fuel Supply antara Injector dengan Cylinder Head
maka dipasang Injector Sleeve yang merupakan metal-to-
metal contact.

39
Buku Panduan Siswa
November 2003

3
2

37

Fluid Supplay Gambar di atas adalah Fluid Supplay Manifold :


Manifold
1. Hydraulic Supplay Passage
2. Lubrication Supplay Passage
3. Fuel Supplay Passage

40
Buku Panduan Siswa
November 2003

38

Pemasangan Injector Prosedure dalam pemasangan Injector pada HEUI Engine:

1. Bersihkan permukaan Injector, Injector Sleeve dan pasang


O-ring seal yang baru.
2. Lumasi O-ring seal dengan oli dan pasang Injector pada
Injector Sleeve.
3. Luruskan Injector sehingga siap untuk dipasang Injector
Clamp.
4. Pasang Injector Clamp dan kencangkan bautnya dengan
torque 47 + 9 Nm (35 + 7 Lb ft).
5. Pasang O-ring seal yang baru pada Jumper Tube dan
Rocker Arm Base.
6. Letakkan Injector Oil Adapter dan Jumper Tube pada
posisinya.
7. Pasang Allen Screw dan Hex Head Bolt dengan diken-
cangkan tangan. Jika Injector Oil Adapter sebelumnya
masih terpasang pada Injector, maka kendorkan Allen
Screw terlebih dahulu.

41
Buku Panduan Siswa
November 2003

40

39

Pengencangan Injector Urutan pengencangan Injector (torque procedure):

1. Kencangkan Allen Screw dan Hex Head Bolt dengan


tangan sampai rapat.
2. Torque vertical Hex Head Bolt 5 + 3 Nm (4 + 2 Lb ft).
3. Torque horizontal Hex Head Bolt 5 + 3 Nm (4 + 2 Lb
ft).
4. Torque Allen Screw + 0. 2 Nm (10 + 2 Lb in).
5. Torque Hex Head Bolt 47 + 9 Nm (35 + 7 Lb. Ft).
6. Torque horizontal Hex Head Bolt dengan 47 + 9 Nm
(35 + 7 Lb ft).
7. Torque Allen Screw dengan 12 + 3 Nm (9 + 2 Lb ft).
8. Periksa semua kebocoran dengan cara meng-crank
Engine dengan status crank w/o pada posisi ‘on’.
Kemudian bandingkan antara Injection Actuation
Pressure dengan Desired Injection Actuation
Pressure.

CATATAN:
Gunakan Literature yang terbaru dalam melakukan
prosedur pengencangan diatas.

42
Buku Panduan Siswa
November 2003

40

Injector de-energized Pada saat Injector de-energized, Poppet Valve berada pada
posisi kiri karena adanya dorongan Spring. Poppet Valve
dihubungkan dengan Armature oleh Armature Screw. Ketika
Poppet Valve tertutup, Inlet Valve mencegah masuknya High
Pressure Oil ke Injector. Pada saat Exhaust Poppet Seat
terbuka hubungan antara Intensifier Piston Cavity terbuka
dengan udara luar (atmosphere).

Injector energized Berpedoman pada semua sinyal yang masuk dari sensor,
ECM mengkalkulasikan jumlah dan timing bahan bakar yang
akan disemprotkan ke dalam ruang bakar.

Pada saat Solenoid energized maka timbul kekuatan magnet


yang dapat menarik Armature dan dapat menggerakkan
Poppet Valve. Poppet Valve bergerak melawan Spring,
sehingga membuka Inlet Seat dan menutup Exhaust Seat.
Hydraulic Pressure dari Hydraulic Supply Manifold melewati
Jumper Tube menuju Intensifier Piston.

43
Buku Panduan Siswa
November 2003

41

Plunger Adanya tekanan oli dari Supply Manifold menyebabkan


Intensifier Piston dan Fuel Plunger bergerak turun.

Gerakan turun dari Plunger menekan bahan bakar yang


terperangkap antara Plunger Face dan Nozzle Check Seat.

44
Buku Panduan Siswa
November 2003

42

Pengabutan Bahan Ketika tekanan bahan bakar yang terperangkap melebihi


Bakar Valve Opening Pressure (VOP) + 4500 psi maka Check Valve
naik dan bahan bakar masuk melewati lubang-lubang di
dalam Nozzle menuju ruang bakar. Pada akhir dari
penyemprotan Nozzle Check Valve menutup pada tekanan 300
psi.

Fungsi Reverse Flow Check Valve adalah mencegah induksi


pembakaran gas masuk kedalam Nozzle.

45
Buku Panduan Siswa
November 2003

43

PRIME PRIME (Pre Injection Metering) adalah sistem yang menga-


tur spill port sehingga membatasi bahan bakar yang dialirkan
ke ruang bakar sebanyak 25% dari displacement Fuel
Plunger.
Berikut ini adalah tiga tahapan dari PRIME:

1. Injection Pressure mulai naik menyebabkan gerakan


awal dari Plunger.
2. Ketika PRIME rate shaping passage pada Plunger
terhubung dengan spill port dalam barrel, tekanan
akan turun menjadi di bawah VCP sehingga Fuel
masuk ke spill port.
3. Plunger terus turun sehingga bahan bakar yang
terperangkap bertekanan tinggi sehingga terjadilah
penyemprotan bahan bakar (injection).

Keunggulan Keunggulan dari PRIME adalah:


• Menurunkan emisi gas buang
• Menurunkan tingkat kebisingan
• Mengurangi keausan pada komponen Cylinder.

46
Buku Panduan Siswa
November 2003

44

HYDRAULIC SYSTEM

Salah satu input dari Desired Injection Actuation Pressure


adalah Engine Speed.

HEUI Pump yang digunakan adalah Piston Pump dengan


Variable Displacement Control.

47
Buku Panduan Siswa
November 2003

45

HEUI Pump Prosedur penggantian HEUI Pump:

Setelah HEUI Pump yang baru terpasang dengan benar HEUI


Pump harus di-priming agar pompa tidak overheating karena
kekurangan supply oli pada saat awal start.

Prosedure penggantian Prosedurnya adalah:

• Buka Plug dari Priming Port


• Isi Reservoir dengan oli apabila tidak memakai
Prelube System.

Fuel Transfer Pump Pada bagian belakang dari HEUI Pump juga dipasang Fuel
Transfer Pump (gear type) dan di dalamnya ada Relief Valve
yang mempunyai setting antara 90 psi – 110 psi.

Fuel Pressure Tekanan Low Pressure Fuel System diatur oleh Fuel Pressure
Regulator Regulator yang mempunyai nilai setting 45 psi – 60 psi.

48
Buku Panduan Siswa
November 2003

4 2

3
6

46

Komponen HEUI Berikut adalah nama-nama kompnen pada HEUI Pump:


Pump
1. Cold Start Oil Reservoir
2. Swashplate
3. Swashplate Pivot
4. Displacement Control Piston
5. Piston Pump (satu diantara tujuh)
6. Check Valve

49
Buku Panduan Siswa
November 2003

2
1
3

11 4

9
7

8
10

47

Komponen pada Berikut adalah nama-nama bagian dari Compensator Valve:


Compensator
1. Compensator Valve Assembly
2. Pressure Limiter Spool
3. Load Sensing Spool
4. Check Valve
5. Valve Base
6. Oil Supply dari Pompa
7. Pressure Limiter menuju Case Drain
8. Menuju Displacement Control Piston
9. Pump Control Valve menuju Case Drain
10. Transfer Pump Drive and Mounting
11. Pump Control Valve

50
Buku Panduan Siswa
November 2003

48

Pada saat awal start Displacement dari HEUI Pump diatur untuk menjaga Desired
Injection Actuation Pressure yang dibutuhkan oleh Injector.
Pengaturan ini dilakukan secara Electro Hydraulic.

Displacement dari pompa bervariasi dari 00 sampai 15.50


(maximum angle). Pada saat Engine tidak hidup posisi
Swashplate berada pada posisi maksimum. Selama beroperasi
Displacement Control Piston mengatur posisi Swashplate
sesuai dengan flow yang dibutuhkan.

Pada saat awal start posisi Swashplate berada pada posisi


maksimum sampai tekanan di sistem mencapai 900 psi.

51
Buku Panduan Siswa
November 2003

49

Posisi pada saat start- Pada saat start-up oli dari HEUI Pump masuk ke dalam
up Compensator Group dan Pump Control Valve energized
sehingga tekanan oli naik secara cepat. Load Sensing Spool
bergerak ke kanan sehingga oli dari Displacement Control
Piston tertutup ke Case Drain. Dan Swashplate pada posisi
sudut maksimum.

Drain Orifice pada bagian bawah Control Valve memberikan


hambatan yang kecil sehingga gerakan Valve menjadi sangat
halus.

52
Buku Panduan Siswa
November 2003

50

Pada saat destroke Sesudah Engine hidup dan tekanan oli naik, ECM akan
mengirim sinyal ke Control Valve untuk menyesuaikan Actual
Injection Actuation Pressure dan Desired Injection Actuation
Pressure dengan cara mengatur arus yang masuk ke dalam
Control Valve Solenoid.

Pada saat destroke, ECM memutuskan arus ke Pump Control


Valve sehingga menyebabkan tekanan oli pada Spring
Chamber turun.

53
Buku Panduan Siswa
November 2003

51

Upstroke Pada saat beban Engine naik Injection Actuation Pressure


yang dibutuhkan juga naik, sehingga ECM akan menaikkan
arus ke Solenoid Control Valve.

Pressure Limiter Jika Load Sensing Spool atau Pump Control Valve rusak,
untuk memenuhi kebutuhan Desired Pressure maka Pressure
Limiter Spool akan menurunkan sudut Swashplate sehingga
flow pompa akan turun. Setting dari Pressure Limiter Spring
adalah + 3700 psi.

Pada kondisi seperti ini tekanan dari Injection Actuation


Pressure akan berkisar pada 3600 psi – 3700 psi dan Check
Engine Lamp akan menyala.

54
Buku Panduan Siswa
November 2003

52

Pump Control Valve Pump Control Valve terletak pada Compensator Control
Assembly yang di dalamnya terdapat Pressure Limiter dan
Load Sensing Spool.

Ketika Actual Injection Actuation Pressure kurang dari


Desired Injection Actuation Pressure, maka ECM akan
mengirim arus ke Pump Control Valve Solenoid.

Fungsi dari Pump Control Valve adalah mengatur kemiringan


Swashplate pada HEUI Pump.

55
Buku Panduan Siswa
November 2003

53

6 Power System HEUI System mempunyai 6 Power Supply dengan berbagai


variasi tegangan.

EXTERNAL POWER SUPPLY

ECM Power Supply: 24 Volt

INTERNAL POWER SUPPLY

Speed/Timing Sensor Supply: 12.5 Volt

Injector Power Supply: 105 Volt.

Analog Sensor Power Supply: 5 Volt

Digital Sensor Power Supply: 8 Volt.

Pump Control Valve Power Supply: 0 sampai 24 Volt.

56
Buku Panduan Siswa
November 2003

54

ECM Power supply ke ECM (24 Volt) bersumber dari Battery


melalui Circuit Breaker. Ground Bolt yang ada pada Engine
adalah ground bolt untuk ECM. Jika tegangan Battery lebih
dari 32.5 Volt atau kurang dari 9.0 Volt maka akan muncul
Diagnostic Code.

Speed/Timing Sensor Supply voltage untuk Speed/Timing Sensor adalah 12.5 + 1


volt. Kerusakan power supply ataupun kerusakan Speed/
Timing Sensor akan mengakibatkan Engine mati.

Injector Injector Power Supply berasal dari ECM sebesar 105 volt.
Adanya kerusakan power supply yang menuju salah satu dari
Injector dapat menyebabkan tidak adanya bahan bakar yang
disemprotkan pada Cylinder tersebut.

Analog Power Supply Analog Power Supply di-supply ECM sebesar 5 + 0.2 volt.
Yang termasuk Analog Sensor adalah sensor untuk Pressure
dan Temperature

Digital Sensor Supply ECM memberikan supply sebesar 8 + 0.5 volt untuk Digital
Sensor. Diantaranya:
• Throttle Position Sensor
• Fan Speed Sensor
• Exhaust Temperature Sensor

57
Buku Panduan Siswa
November 2003

55

Pump Control Valve ECM memberikan PWM sinyal dari 0 – 24 volt dan 0 – 800
mA ke Pump Control Valve.

Control Valve dan power supply dapat diuji dengan ET pada


menu Hydraulic Injection Actuation Pressure Test. Tekanan
ini dapat distel dari min sampai max dengan menggunakan
ET.

58
Buku Panduan Siswa
November 2003

56

Electronic Sensor Pada HEUI Engine ada beberapa Electronic Sensor sebagai
komponen input.

Hydraulic Pressure Hydraulic Pressure Sensor (Injection Actuation Pressure


Sensor Sensor) dipasang pada Cylinder Head sebelah kanan (fluid
manifold) dan digunakan sebagai komponen input dari ECM
untuk mengukur Injection Actuation Pressure. Tekanan yang
dibaca oleh ECM sebagai referensi untuk mengatur displace-
ment dari HEUI Pump.
Output dari Analog Sensor adalah 0 – 4.8 volt yang dapat
membaca Pressure antara 600 – 4800 psi. Pada saat Engine
mati pembacaan Pressure Sensor ini adalah 260 psi (default).

ECM tidak akan mengaktifkan Injector untuk menghidupkan


Engine pada saat pembacaan dari sensor ini di bawah 650 psi.
Jika perbedaan antara desired dan actual pressure melebihi
145 psi dan ini terjadi lebih dari 0.5 detik maka ECM akan
menunjukkan fault.

Hydraulic Hydraulic Oil Temperature Sensor adalah sensor input dari


Temperature Sensor ECM sebagai referensi terhadap penentuan timing dan fuel
delivery berdasar kepada suhu dari Engine Oil.
Cold Mode akan aktif bila sensor ini membaca suhu di bawah
600 C (140 0 F).

59
Buku Panduan Siswa
November 2003

57

Throttle Position Throttle Position Sensor memberikan input sinyal PWM ke


Sensor ECM untuk pengaturan Engine RPM oleh Operator.

Untuk memantau posisi dari sensor ini dapat kita lihat pada
ET Status (dalam bentuk % dari 0% sampai 100%).

Throttle Position Sensor adalah PWM sensor dengan input


power supply 8 volt dan apabila sensor ini rusak maka
Desired Engine RPM akan diturunkan ke Low Idle.

60
Buku Panduan Siswa
November 2003

58

User Defined Shutdown User Defined Shutdown (jika dipasang) adalah input untuk
ECM untuk mematikan Engine apabila kabel input-nya
terhubung ke ground selama satu detik.

Input kabel ini bisa dipasang dalam berbagai keperluan untuk


safety seperti pada Fire Suppression (pemadam kebakaran)
dan lain-lain.

Pada Off Highway Truck sistem ini akan aktif pada kondisi:

• Parking Brake engaged (on).


• Transmission pada posisi netral
• Machine Ground Speed nol

Hal tersebut untuk keperluan safety dan tidak dipasang pada


semua Machine.

61
Buku Panduan Siswa
November 2003

59

CAT Data Link CAT Data Link adalah kabel komunikasi dua arah antar
beberapa Control dalam Machine dan juga Service Tool.

Kabel CAT Data Link dipilin (lihat petunjuk pada Service


Manual) dengan alasan supaya dapat mengurangi interferensi
dari frequency radio (reduce RFI / radio frequency interfe-
rence).

Ada dua kabel Data Link yaitu CAT Data Link dan ATA Data
Link.

Kabel CAT Data Link digunakan untuk Normal Diagnostic


dan Program sedangkan ATA Data Link untuk keperluan
Flash Programming.

ATA : American Truck Association

62
Buku Panduan Siswa
November 2003

60

Logged Event Logged Event pada ET Screen adalah merupakan kondisi


abnormal yang telah terjadi pada saat pengoperasian Engine,
antara lain :

• High Coolant Temperature di atas 107 0 C (225 0 F).


• Loss of Coolant Flow
• Low Lube Oil Pressure (sesuai dengan Oil Pressure
Map)
• Abnormal Hydraulic Pressure (terlalu tinggi atau
terlalu rendah)
• Hydraulic System Pressure fault
• User Defined Shutdown
• Air Inlet Rectriction
• Engine Overspeed Histogram
• Low Fuel Pressure (hanya pada Industrial Engine).

Untuk menghapus Logged Event pada ET Tool kita harus


meminta Factory Password dari Caterpillar.

63
Buku Panduan Siswa
November 2003

61

Throttle Switch Throttle Switch digunakan untuk mengatur Engine RPM


(menggantikan Throttle Lever pada Mechanical Engine).

Hanya ada dua posisi yaitu High Idle dan posisi Low Idle.
Status dari Throttle Switch dapat kita baca pada ET Tool pada
menu Status.

64
Buku Panduan Siswa
November 2003

63

62

Crank w/o Injection Crank w/o Injection Plug digunakan untuk keperluan pera-
plug watan/maintenance.

Apabila Crank w/o Injection pada posisi ‘on’ maka Engine


tidak akan bisa hidup.

Hal ini biasa dipakai pada saat pengecekan kebocoran dari


fluid manifold atau Injector.

Pada saat Engine running posisi Crank w/o Injection pada


posisi off.

Untuk meng-on dan off-kan Crank w/o Injection kita dapat


melakukannya dengan menukar harness “HHH” dengan
harness “JJJ”.

65
Buku Panduan Siswa
November 2003

64

63

Throttle Lock Enable Throttle Lock Enable Switch berfungsi untuk mempertahan-
Switch kan Engine RPM pada posisi tertentu tanpa menginjak
Throttle Posistion Sensor pada waktu yang lama.

Ini dipasang pada Wheel Loader 988 F / 990 series II.

Set / Deceleration Engine RPM akan turun 20 rpm apabila kita menekan tombol
Switch ini sesaat dan Engine RPM akan turun 50 rpm perdetik apa-
bila kita menekan tombol ini terus menerus.

Resume / Acceleration Tombol ini berfungsi untuk menaikkan Engine RPM. Engine
Switch RPM akan naik 20 rpm pada saat tombol ini ditekan sesaat
dan naik 50 rpm perdetik pada saat kita tekan terus menerus.

Right Brake Pedal Dengan menekan Right Brake Pedal (pedal rem kanan) pada
Switch Wheel Loader maka fungsi dari Throttle Lock Switch tidak
akan berfungsi (aktif) lagi.

66
Buku Panduan Siswa
November 2003

64

Pengenalan terhadap Electronic Technician adalah Caterpillar Software yang bisa


ET dipasang pada sebuah Komputer dengan syarat:

• Komputer dengan Sistem Operasi Window 3.1 atau


lebih.

ET Software harus kita pasang terlebih dahulu pada Komputer


atau Laptop. Selain itu untuk menghubungkan antara ET
dengan Machine kita harus mempunyai:

• Communication Adapter 7X-1700 dengan SPM


NEXG 4523 (untuk Machine) atau 171-4400
(Communication Adapter II)
• Unicable 139-4166 atau 160-0133 (Communication
Adapter II).
• Serial Cable RS232 7X1425 atau 160-0141
(Communication Adapter II)
• Komponen lainnya yang mendukung penggunaan ET.

67
Buku Panduan Siswa
November 2003

65

Menghubungkan ET Gambar di atas menunjukkan pemasangan ET ke Machine.


dengan Machibne
Pada ET Service Tool connector kita pasang Dual Purpose
Cable ke Communication Cable. Dari Communication
Adapter dihubungkan ke Laptop (Komputer) yang sudah
memiliki ET Software, melalui Cable 7X1425.

Key switch harus pada posisi “ON”.

68
Buku Panduan Siswa
November 2003

66

Layar Computer Gambar di atas adalah layar dari Laptop (Komputer).

Caranya yaitu dengan menghidupkan Komputer sampai pada


layar Komputer terlihat layar seperti itu. Kemudian double
click pada icon Electronic Technician (arah panah).

Tunggu beberapa saat sampai muncul pilihan ECM.

69
Buku Panduan Siswa
November 2003

67

Penyetelan “COM” Apabila ET tidak mau berkomunikasi dengan ECM maka


pada Komputer dan tindakan selanjutnya adalah:
jenis Communication
Adapter yang dipakai • Klik “Setting”
• Klik “Preferences” sampai muncul layar seperti
gambar di atas.
• Pilih jenis Communication Adapter yang dipakai.
• Pilih COM yang dipakai pada Komputer
• Kalau sudah sesuai baru klik ”OK”
• Lanjutkan dengan masuk lagi ke ET (connect).

70
Buku Panduan Siswa
November 2003

68

Layar ET Apabila kita sudah terhubung ke ET maka pada layar


Komputer akan muncul seperti gambar di atas. Pada saat itu
kita tunggu sampai layar berikutnya muncul.

71
Buku Panduan Siswa
November 2003

69

Layar ET Apabila kita sudah memilih ECM (Select ECM) dan pilihan
kita adalah Engine ECM, maka pada layar akan muncul
seperti pada gambar atas.

Pada layar akan muncul:

• Equipment ID
• Engine Serial Number
• ECM Serial Number
• Personality Module Part Number
• Personality Module Release Date
• Personality Module Description

Dari sinilah kita bisa temukan Engine S/N pada ET Service


Tool.

72