Anda di halaman 1dari 8

NIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGA DEWI

RISET PEMASARAN
& PENGUKURAN PASAR

2010
 Heronimus Eri (2009120021)
 Hermanto (2009120020)

 Zakeus (2009120042)
 Marselus, D (2009120025)
 Holiq (2009120017)
 Floribertus S (2009120016)

MALANG
Copyright hreri @ 2010
RISET PEMASARAN

Munculnya Medan Tempur Pemasaran- Layanan Pelanggan

Hampir sepanjang tahun 1980-an, perusahaan-perusahaan berkonsentrasi pada perbaikan


mutu produk-produk mereka, tetapi dorongan ke arah keunggulan kompetitif telah bergeser
semakin kuat menuju peningkatan aktivitas layanan pelanggan mereka. Upaya-upaya untuk
tidak hanya memuaskan pelanggan tapi menyenangkan mereka lahir dalam bagian yang baik
dari meningkatnya persaingan yang mendorong perusahaan untuk menemukan cara-cara
untuk memberikan labih banyak nilai dibanding hanya melalui produk. Kenyataan yang
berkembang juga menunjukan bahwa apabila hanya berkonsentrasi pada produk, perusahaan
bisa kehilangan cara terbaik untuk meningkatkan kesetiaan pelanggannya (misalnya, mutu
layanan menjadi semakin penting dalam melahirkan loyalitas sebagaimana halnya produk)

Pentingnya Riset Pemasaran

Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis dewasa ini, proses pengambilan


keputusan, preferensi, perilaku dan kepuasan konsumen kini menjadi fokus perhatian setiap
perusahaan yang ingin tetap eksis dan unggul dalam persaingan berskala global. Identifikasi
kebutuhan dan keinginan konsumen memerlukan penelitian terhadap pasar, baik pasar saat
ini maupun pasar potensial.

Demikianlah Riset Pemasaran berperan sebagai dasar penyusunan strategi dan taktik
pemasaran, dimana harus didukung dengan data yang akurat, relevan, terpercaya, obyektif
dan tepat waktu, sehingga manajemen perusahaan dapat merencanakan dan melaksanakan
dengan baik berbagai aspek pemasaran, seperti pengembangan produk dan merk, penentuan
harga, pendistribusian produk dan komunikasi pemasaran terintegrasi.

Definisi Riset Pemasaran

Asosiasi Pemasaran Amerika mendefinisikan Riset Pemasaran (marketing research)


sebagai “fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan public ke pemasar melalui
informasi-informasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan peluang dan
masalah pemasaran; melahirkan, memperbaiki, dan mengevaluasi tindakan-tindakan
pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan meningkatkan pemahaman pemasaran sebagai
suatu proses.”

Riset Pemasaran menurut Malhotra (1996) merupakan identifikasi, pengumpulan, analisis


dan penyebarluasan informasi secara sistematis dan obyektif dengan tujuan untuk membantu
manajemen dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan identifikasi dan pemecahan
masalah dan peluang dalam bidang pemasaran.
Hampir semua perusahaan melakukan riset atas produk dan pasar mereka, termasuk
potensi pasar, pangsa pasar, analisis pasar, dan peramalan. Perusahaan-perusahaan konsumen
melakukan lebih banyak riset atas produk-produk baru, iklan, dan penjualan dibanding
perusahaan-perusahaan industrial, yang lebih banyak melakukan riset pada trend bisnis,
analisis penjualan, dan ekologi.

Jenis informasi yang dibutuhkan berubah ketika situasi pasar dan persaingan berubah
pada tahap-tahap yang berbeda di dalam daur hidup produk. Sebagai konsuensinya, jenis-
jenis studi riset pemasaran dibutuhkan pada berbagai tahap dalam daur hidup produk. Tanpa
memandang bentuk dan cakupan riset pemasaran, adalah perlu untuk mengikuti enam tahap
di dalam proses riset seandainya penelitian adalah untuk memperkecil besaran kesalahan
secara keseluruhan.

Kriteria Riset Pemasaran


a. Relevan
Menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk merespon tantangan atau menyelesaikan
masalah pemasaran yang dihadapi perusahaan.
b. Tepat Waktu
Hasil penelitian selesai tepat pada waktunya
c. Efisien
Setiap riset pemasaran harus memberikan nilai tambah lebih besar dari pada biaya yang
telah dikeluarkan.
d. Obyektif
Agar hasil penelitian berkualitas baik, sehingga kesalahan interpretasi dapat dihindari.

Klasifikasi Riset Pemasaran

a. Riset Identifikasi Masalah


Membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak atau belum muncul ke
permukaan, namun telah atau bakal terjadi di masa depan.
Riset Identifikasi masalah terdiri dari : riset potensi pasar, riset pangsa pasar, riset citra
merk atau perusahaan, riset karakteristik pasar, riset analisis penjualan, riset peramalan
bisnis, dan riset trend bisnis.

b. Riset pemecahan masalah


Digunakan dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah pemasaran spesifik.
Riset pemecahan masalah meliputi : riset segmentasi, riset produk, riset penetapan harga, riset
promosi, riset distribusi.
Proses atau Tahap Riset Pemasaran
1. Perumusan masalah
Riset hanya dapat dirancang secara sistematis untuk memberikan informasi berharga
jika masalah yang dihadapi telah dirumuskan secara jelas dan akurat.

2. Menentukan kebutuhan informasi dan sumber data


Sekali masalah telah dirumuskan, jenis-jenis informasi yang dibutuhkan dan sumber-
sumbernya seharusnya dispesifikasi. Ini membantu menentukan kepentingan relatif dari
sumber-sumber informasi alternatif dan memungkinkan para peneliti membuat struktur
desain riset yang lebih baik untuk memperoleh keandalan yang diinginkan.

3. Penentuan desain riset


Desain riset merupakan kerangka atau cetak biru untuk melaksanakan proyek riset
pemasaran, yang menjabarkan prosedur untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan
dalam memecahkan masalah riset pemasaran.
Komponen-komponen desain riset :
1. Menentukan desain riset pemasaran (eksploratoris, deskriptif atau kausal).
2. Menentukan informasi yang dibutuhkan.
3. Menetapkan prosedur pengukuran dan skala.
4. Menyusun dan melakukan pre-test terhadap kuesioner atau bentuk pengumpulan
data lainnya.
5. Menetapkan proses sampling dan jumlah sample.
6. Menyusun rencana analisis data.

4. Perancangan metode pengumpulan data


- Apakah data harus dikumpulkan melalui observasi atau kuesioner ?
- Haruskah bentuknya terstruktur berupa alternatif jawaban yang telah ditentukan atau
pertanyaan terbuka ? Haruskah tujuan penelitian disampaikan secara jelas kepada
responden atau malah disamarkan ?

a. Kriteria data yang baik :


1. Obyektif (sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya)
2. Representatif
3. Standard error harus kecil
4. Up to date
5. Relevan

b. Klasifikasi data menurut :


1. Jenisnya : data kualitatif & data kuantitatif
2. Sifatnya : data diskrit & data kontinyu
3. Sumbernya : data internal & data eksternal
4. Cara memperolehnya :
a. Data Primer : dikumpulkan dan diolah sendiri langsung dari obyeknya. Terdiri
dari : observasi, eksperimen, & kuesioner.
b. Data Sekunder : diperoleh dalam bentuk sudah jadi (sudah dikumpulkan dan sudah
diolah oleh pihak lain), biasanya dalam bentuk publikasi.

5. Menurut waktu pengumpulannya : data cross section & time series

c. Data Primer – Kuesioner


1. Metode kuesioner meliputi :
a. Wawancara pribadi
b. Survey pos
c. Telepon
d. Panel
e. Teknik wawancara kelompok

d. Perancangan sample dan pengumpulan data


Peneliti harus menspesifikasi kerangka sampling, proses pemilihan sample
(berdasarkan pada metode sampling, baik probability sampling maupun non
probability sampling), dan jumlah sample.

e. Analisis dan interpretasi data


Analisis data terdiri dari : editing, koding, tabulasi, analisis (misalnya uji statistik dan
non statistik) dan interpretasi data.

Tabulasi dan Analisis


Ketika kerja lapangan selesai, formulir data yang telah dilengkapi harus diproses
untuk menghasilkan informasi yang memang ingin dikumpulkan proyek tersebut. Untuk
fungsi tabel dan analisis, para peneliti membangun prosedur untuk mengubah data
mentah menjadi informasi yang dibutuhkan.
a. Analisis dengan bantuan Ilmu Statistik
Mayoritas data riset pemasaran merupakan tipikal data statistik, sehingga dianalisis
dengan metode statistik.
Aplikasi Metode Statistik :
1. Statistik Deskriptif : menggambarkan berbagai karakteristik data
2. Statistik Induktif (Inferensi) : inferensi terhadap sekumpulan data dari satu sample,
misalnya : prediksi, estimasi, pengambilan keputusan, dsb.
Jenis Data Statistik :
1. Data Kualitatif : data kategori, tidak dapat dilakukan operasi matematika, meliputi :
data nominal & data ordinal.
2. Data Kuantitatif : dapat dilakukan operasi matematika, meliputi : data interval &
data rasio.
b. Analisis dengan bantuan Non Ilmu Statistik
Contoh : analisis sikap konsumen dengan Metode Fishbein, atau Multiattribute
Attitude Model, analisis Semantic Differensial, Importance Performance Analysis,
optimasi biaya pemasaran, dll.
Kode Etik dalam Riset Pemasaran
Dalam upaya untuk mengatur industri riset pemasaran, beberapa kode
perilaku/etik telah dikembangkan. Ini mencakup kode penertiban yang dikeluarkan
oleh Asosiasi Pemasaran Amerika, Asosiasi Amerika untuk Riset Opini Publik,
Asosiasi Riset Pemasaran, dan Dewan Organisasi Riset Survei Amerika.

PENGUKURAN PASAR: PROSES ESTIMASI PERMINTAAN


Pengukuran pasar adalah penting dalam menentukan pasar mana yang akan
ditargetkan, sumber daya apa yang akan dialokasikan untuk masing-masing pasar, dan
apakah kinerja penjualan perusahaan untuk masing-masing pasar memuaskan. Semua
upaya untuk mengukur fungsi permintaan untuk produk tertentu membutuhkan
penyelidik untuk mendahului tahap demi tahap melalui proses peramalan permintaan.
Yaitu tahap pertama menspesifikasi periode waktu-tahun depan, tiga tahun ke depan
atau 2011. Tahap kedua mengidentifikasi tingkat kepentingan produk-kelas produk
seperti jenis produk, subjenis produk, dan merek. Masing-masing tingkatan ini
memiliki fungsi permintaan yang berbeda. Semakin tinggi tingkat agregasinya,
semakin besar permintaannya. Tahap ketiga mendefinisikan pasar; pasar yang memuat
semua pembeli actual dan potensial produk. Langkah keempat menspesifikasi batasan-
batasan geografis.
Tahap kelima terdiri atas pembuatan asumsi tentang factor-faktor apa di dalam
lingkungan yang akan mempengaruhi permintaan terhadap produk misalnya ekonomi
atau teknologi. Tahap keenam aadalah untuk membuat asumsi tentang program
pemasaran pesaing dan bagaimana pengaruhnya terhadap permintaan primer produk.
Langkah ketujuh memuat data yang diperoleh dari enam tahap sebelumnya. Oleh
sebab itu, permintaan untuk produk tertentu pada waktu tertentu ditentukan oleh
tanggapan kelompok actual dan calon pelanggan tertentu (pasar yang dilayani)
terhadap interaksi dari factor-faktor yang tidak dapat dikontrol seperti inflasi dan
factor-faktor yang dapat dikontrol seperti mutu produk, iklan, dan harga.

POTENSI PASAR
Potensi pasar (market potensial) adalah estimasi terhadap penjualan maksimum
suatu produk, kelompok produk, atau jasa untuk keseluruhan industry selama periode
tertentu. Penggunaan primer data potensi pasar mengandalkan pengalokasian sumber
daya pemasaran (khususnya armada penjualan dan iklan) antarwilayah geografis. Akan
tetapi, potensi pasar seharusnya tidak dipandang sebagai satu-satunya atau bahkan
pemandu terpenting untuk mengalokasikan upaya-upaya pemasaran, karena potensi
pasar tidak menunjukan struktur kompetitif pasar dan kemampuan perusahaan untuk
menggalinya.
Ada dua cara dasar untuk menentukan potensi pasar mutlak. Metode pertama
didasarkan pada penjualan industri sekarang. Yang kedua didasarkan pasa estimasi
yang disiapkan dan diagregasi dari informasi pada peluang penggunaan yang
ditunjukkan oleh berbagai segmen pasar. Metode yang kedua lebih sulit, tapi
memperbaiki keakuratan dari estimasi potensi pasar.
Sebagian masalah yang melekat dalam meramalkan potensi pasar dapat
dihilangkan dengan menggunakan ukuran-ukuran relatif. Para peneliti menurunkan
data relatif dengan menggunakan metode data langsung atau metode data akibat wajar.
Metode akibat wajar menggunakan factor tunggal atau factor berganda untuk
mengestimasi nilai relatif dari masing-masing segmen.

PERAMALAN PENJUALAN
Peramalan penjualan penting bagi perencanaan bisnis. Area pengambilan
keputusan penting seperti produksi dan penjadwalan persediaan, perencanaan investasi
pabrik dan peralatan, kebutuhan personel, pembelian bahan mentah, belanja iklan,
biaya armada penjualan, dan arus kas bergantung pada peramalan penjualan. Para
manajer mendasarkan peramalan penjualan perusahaan berdasarkan segmen pasar
menurut dampak rencana pemasaran tertentu yang sudah diduga ditambah asumsi
tentang lingkungan pemasaran.
Ada dua jenis peramalan-subyektif dan objektif. Metode subjektif mencakup
peramalan yang dibuat oleh eksekutif dan armada penjualan. Metode obyektif
melibatkan penggunaan data statistic, yang aplikasinya merentang dari ekstrapolasi
trend sederhana sampai penggunaan model matematika yang canggih.
DAFTAR PUSTAKA
 Boyde,dkk.manajemen pemasaran suatu pendekatan strategis dengan orientasi
global.Jakarta=erlangga,2000.
 Satria Bangsawan.riset manajemen.jurnal