Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyakit jantung bawaan (PJB) dikenal juga sebagai defek jantung bawaan, merupakan kelainan pada
struktur jantung dan pembuluh darah besar yang muncul sejak lahir. PJB merupakan kelainan bawaan
paling sering dari seluruh kelainan bawaan serta kelompok kelainan jantung yang paling banyak
menyebabkan kematian pada anak. Kelainan ini umumnya merupakan hasil dari penyimpangan
perkembangan struktur normal dari janin atau kegagalan proses pada tahap awal perkembangan janin.
Gagalnya perkembangan jantung pada masa embrio akan menyebabkan morbiditas dan mortalitas.
Perkiraan angka kejadian penyakit jantung bawaan adalah 8 hingga 10 dari 1000 kelahiran hidup di
seluruh dunia, dengan kejadian yang lebih tinggi pada kelahiran mati, abortus spontan, dan prematuritas. 1

Di Indonesia angka kejadian PJB ada 8 tiap 1000 kelahiran hidup. Dengan jumlah penduduk 200 juta dan
angka kelahiran 2%, maka angka kejadian PJB bertambah 32.000 bayi tiap tahunnya. Kendala utama dari
penanganan PJB adalah tingginya biaya pemeriksaan dan operasi. 2 Menurut hasil penilitian di RSUP Dr.
M. Djamil Padang dari tahun 2013-2015, terjadi 85 kasus PJB di intalasi rawat inap Ilmu Kesehatan Anak. 3

Secara garis besar PJB dibagi menjadi 2 kelompok; penyakit jantung bawaan sianotik dan penyakit
jantung bawaan nonsianotik. PJB sianotik ditandai oleh adanya sianosis sentral akibat adanya pirau
kanan ke kiri, sebagai contoh tetralogi Fallot, transposisi arteri besar, atresia trikuspid. Sedangkan
kelompok penyakit jantung bawaan nonsianotik adalah penyakit jantung bawaan dengan kebocoran
sekat jantung yang disertai pirau kiri ke kanan di antaranya adalah defek septum ventrikel, defek septum
atrium, atau tetap terbukanya pembuluh darah seperti pada duktus arteriosus persisten. 3

PJB merupakan penyakit yang berbahaya. Bila tidak terdeteksi secara dini dan tidak ditangani dengan
baik, 50% kematiannya akan terjadi pada bulan pertama kehidupan. Di negara maju hampir semua jenis
PJB telah dideteksi dalam masa bayi bahkan pada usia kurang dari 1 bulan, sedangkan di negara
berkembang banyak yang baru terdeteksi setelah anak lebih besar, sehingga pada beberapa jenis PJB
yang berat mungkin telah meninggal sebelum terdeteksi.
1.2 Batasan Masalah

Referat ini membahas mengenai definisi, embriologi jantung, embirologi penyakit jantung bawaan,
etiologi, dan faktor risiko dari penyakit jantung bawaan.

1.3 Tujuan Penulisan

Membantu dokter mengetahui dan memahami embriologi penyakit jantung bawaan.

1.4 Metode Penulisan

Penulisan referat ini menggunakan metode tinjauan kepustakaan yang merujuk pada berbagai literatur.