Anda di halaman 1dari 59
MARKET INTELLIGENCE Minyak kelapa sawit dan turunannya ITPC Busan 2014 MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa

MARKET INTELLIGENCE

Minyak kelapa sawit

dan turunannya

MARKET INTELLIGENCE Minyak kelapa sawit dan turunannya ITPC Busan 2014 MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit

ITPC Busan

2014

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

1

Kata Pengantar

Market Intelligence ini bertujuan memberikan informasi yang terkait kondisi pasar untuk produk minyak kelapa sawit dan turunannya di Korea Selatan. Minyak kelapa sawit adalah salah satu hasil bumi yang menjadi bahan baku dari produk-produk esensial di kehidupan sehari-hari seperti minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit serta industri farmasi. Produk minyak kelapa sawit, sebagai salah satu produk oleochemical yang merupakan produk alternatif petrochemical, memiliki pasar yang sangat besar dan potensial untuk masa depan. Market intelligence ini memberikan gambaran karakteristik produk minyak kelapa sawit dan turunannya di Korea Selatan. Laporan ini juga menyertakan keterangan lain mulai dari profil negara hingga prosedut pengurusan ijin impor, dsb. Selain itu, laporan ini juga menjelaskan tentang peluang pasar serta strategi pengusaha Indonesia untuk menembus pasar Korea Selatan. Sebagai tambahan, laporan ini juga menyertakan analisa pesaing dengan Malaysia, negara kompetitor Indonesia sebagai pemasok minyak kelapa sawit ke Korea Selatan. Besar harapan kami, analisa pesaing ini dapat memberikan gambaran umum baik kepada pengusaha maupun pemerintah Indonesia untuk mengembangkan kondisi baik teknik maupun non-teknis untuk meningkatkan nilai ekonomis produk minyak kelapa sawit dan turunannya.

Semoga bermanfaat.

Busan, Desember 2014

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

2

Daftar Isi

1 Pendahuluan

8

1.1 Pemilihan

Negara

9

1.2 Pemilihan

Produk

10

1.3 Profil Singkat Negara Korea Selatan

12

2 Potensi Produk Minyak Kelapa Sawit dan turunannya di Korea Selatan

14

2.1 Karakteristik produk turunan minyak kelapa sawit di Korea Selatan

14

2.2 Spesifikasi atau Profil Produk minyak kelapa sawit (produk turunan) di Korea Selatan

15

3 Informasi Pasar

19

3.1 Tren produk minyak kelapa sawit (produk turunan) di Korea Selatan

21

3.2 Prospek produk minyak kelapa sawit (produk turunan) di Korea Selatan

23

4 Informasi Perdagangan

25

4.1 Ekspor dan Impor produk minyak kelapa sawit dan turunannya di Korea Selatan

26

4.2 Negara

Pemasok

28

4.3 Analisa Pesaing (Malaysia)

34

4.3.1 Impor produk minyak kelapa sawit dan turunan dari Indonesia dan Malaysia

34

4.3.2 Analisa SWOT Malaysia (bagi Korea Selatan)

37

4.4

Peran Indonesia dalam memasok produk minyak kelapa sawit dan turunannya

38

4.4.1 Kekuatan dan kelemahan berdasarkan nilai dan volume impor

38

4.4.2 Regulasi impor dan Kebijakan Impor minyak kelapa sawit di Korea Selatan

39

4.4.3 Hambatan non-tarif

42

4.4.4 Standard Kualitas dan persyaratan sertifikasi

43

4.4.5 Asosiasi Importir terkait

48

5 Strategi

48

5.1 Fokus Pasar

48

5.2 Partisipasi pada Pameran Dagang

49

5.3 Menjalin Kerjasama dengan Lembaga / Institusi di Korea Selatan

50

5.4 Memiliki Website Perusahaan

51

5.5 Peningkatan Promosi dan Pemasaran lainnya

51

5.6 Mempelajari Budaya Korea Selatan

51

6 Informasi Penting

52

6.1 Korea Selatan di Indonesia

Perwakilan

52

6.2 Indonesia di Korea Selatan

Perwakilan

52

6.3 Lembaga / Asosiasi berkaitan dengan minyak kelapa sawit di Korea Selatan (RSPO)

53

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

3

6.4

Daftar Importir

53

7

Referensi

59

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

4

Daftar Gambar Gambar 1. Perbedaan Petrochemical dan Oleochemical

8

Gambar 2. Produsen oleochemical di Asia

9

Gambar 3. Bagan produk turunan minyak kelapa sawit

11

Gambar 4. Minyak kelapa sawit dan produk turunannya

11

Gambar

5.

Peta Korea Selatan

 

12

Gambar

6.

Negara

peng-ekspor glycerol

19

Gambar

7.

Negara

peng-impor glycerol

19

Gambar

8.

Negara

peng-ekspor Stearic Acid

20

Gambar 9. Negara peng-impor Stearic Acid

20

Gambar

10.

Harga

glycerin di dunia

21

Gambar

11.

Harga

Fatty

Acids 3

21

Gambar

12.

Harga

Fatty

Alcohols 3

21

Gambar

13.

Tren

penggunaan biodiesel di Korea Selatan

22

Gambar 14. Tren Pasar dunia untuk produk kosmetik

23

Gambar 15. Tren Pasar Korea untuk produk kosmetik

23

Gambar 16. Ketersediaan BD5, BD20 untuk pasar Korea

24

Gambar 17. Permintaan Biodiesel di Korea Selatan

25

Gambar 18. Grafik total ekspor – impor produk HS 2905.45 (Glycerol) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

26

Gambar 19. Grafik total ekspor – impor produk HS 3401.20 (Soap in other forms) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

26

Gambar 20. Grafik total ekspor – impor produk HS 3823.11 (Stearic Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

27

Gambar 21. Grafik total ekspor – impor produk HS 3823.12 (Oleic Acid) Korea Selatan berdasarkan

nilai ($000) dan berat (kg)

27

Gambar 22. Grafik total ekspor – impor produk HS 2915.90 (Lauric Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

28

Gambar 23. Grafik total ekspor – impor produk HS 2915.70 (Palmitic Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

28

Gambar 24. Grafik impor produk HS 2905.45 (Glycerol) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan

nilai ($000) dan berat (kg) Gambar 25. Grafik impor produk HS 3401.20 (Soap in other forms) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

31

32

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

5

Gambar 26. Grafik impor produk HS 3823.11 (Stearic Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Gambar 27. Grafik impor produk HS 3823.12 (Oleic Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan

32

nilai ($000) dan berat (kg) Gambar 28. Grafik impor produk HS 2915.90 (Lauric Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Gambar 29. Grafik impor produk HS 2915.70 (Palmitic Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Gambar 30. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Soap Noodle (HS

33

33

34

3401.20)

35

Gambar 31. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Glycerine (HS

2905.45)

35

Gambar 32. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Stearic Acid (HS

3823.12)

35

Gambar 33. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Oleic Acid (HS

3823.12)

36

Gambar 34. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Lauric Acid (HS

2915.90)

36

Gambar 35. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Palmitic Acid (HS

2915.70)

36

Gambar

36.

Tampak atas area pelabuhan di POIC Sabah

38

Gambar 37. Status penjualan area kluster industri di Sabat (Agustus 2011) (sumber : POIC Sabah

Sdn Bhd, 2011)

 

38

Gambar

38.

Logo RSPO

43

Gambar 39. Diagram Dampak KS pada pasar Korea Selatan Gambar 40. Contoh hasil penelitian laboratorium untuk produk Glycerol

 

44

45

 

45

Gambar 41. Prosedur impor produk kimia ke Korea Selatan Gambar 42. Contoh halaman website National Chemicals Information System (NCIS)

47

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

6

Daftar Tabel Tabel 1. Kode HS untuk minyak kelapa sawit Tabel 2. Kode HS untuk produk turunan minyak kelapa sawit Tabel 3. Plantasi kelapa sawit yang dihasilkan oleh perusahaan Korea di berbagai Negara Tabel 4. Karakteristik dan aplikasi biomass Minyak Kelapa Sawit Tabel 5. Aplikasi oleochemical Tabel 6. Aplikasi Glycerol di industri Tabel 7. Aplikasi Methyl Ester Tabel 8. Perkiraan konsumsi biomass di Korea Selatan untuk tiap kategori Tabel 9. Negara Pemasok Produk HS 2905.45 (unit nilai : $000, unit berat : kg) Tabel 10. Negara Pemasok Produk HS 3401.20 (unit nilai : $000, unit berat : kg) Tabel 11. Negara Pemasok Produk HS 3823.11 (unit nilai : $000, unit berat : kg) Tabel 12. Negara Pemasok Produk HS 3823.12 (unit nilai : $000, unit berat : kg) Tabel 13. Negara Pemasok Produk HS 2915.90 (unit nilai : $000, unit berat : kg) Tabel 14. Negara Pemasok Produk HS 2915.70 (unit nilai : $000, unit berat : kg) Tabel 15. Kapasitas Produksi / hektar

10

12

14

15

16

16

17

23

29

29

29

30

30

30

36

Tabel 16. Peringkat dan Jumlah Impor Minyak Kelapa Sawit dari Negara-negara di Dunia Tahun

2013

(dalam US Dollar)

 

39

Tabel 17. Nilai Impor dari negara-negara di dunia ke Korea Selatan Tabel 18. Tarif pajak untuk komoditi HS 1511 Tabel 19. Tarif pajak untuk komoditi HS 3401.20 Tabel 20. Tarif pajak untuk komoditi HS 2905.45 Tabel 21. Tarif pajak untuk komoditi HS 3823.11 Tabel 22. Tarif pajak untuk komoditi HS 3823.12 Tabel 23. British Standard Specification untuk Crude Glycerol Tabel 24. Standar kualitas kelapa sawit Tabel 25. Payung hukum untuk beberapa aplikasi produk oleochemical Tabel 26. Nama dan Keterangan Pameran yang behubungan dengan minyak kelapa sawit

39

40

40

41

41

42

46

47

48

49

Tabel 27. Tabel Organisasi dan Perusahaan terkait dengan Ekpor-Impor Minyak Kelapa Sawit Tabel 28. Lembaga / Asosiasi terkati dengan minyak kelapa sawit Tabel 29. Daftar Importir produk kelapa sawit

50

53

53

Tabel

30.

Importir

produk

Palm Oil

54

Tabel

31.

Importir

Produk

Glycerol

56

Tabel

32.

Importir

Produk

Fatty Acid

57

Tabel 33. Importir Produk Methyl Ester

 

59

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

7

1. Pendahuluan Minyak kelapa sawit dihasilkan dari pohon kelapa sawit (Elaeis) yang adalah tumbuhan penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Hasil olahan minyak kelapa sawit antara lain adalah minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Produk-produk tersebut kiranya adalah produk-produk esensil dalam kehidupan sehari-hari seperti minyak goreng yang adalah bahan masak yang adalah bagian dari kebutuhan utama yaitu pangan. Variasi dari manfaat minyak kelapa sawit yang tidak hanya dalam bidang pangan membuat pasar minyak kelapa sawit adalah pasar yang menjanjikan. Beberapa produk turunan dari minyak kelapa sawit, seperti gliserin, juga dapat digunakan sebagai barang konsumen dan industri seperti kosmetik dan bio pelumas. Dilihat dari sisi manfaat, produk turunan dari minyak kelapa sawit berguna untuk diproduksi sebagai bahan komoditas. Disamping sisi manfaat, produk turunan dari minyak kelapa sawit semakin diminati pasar dunia dikarenakan secara khusus terkait dengan kenaikan harga minyak mentah beberapa tahun silam. Ditambah lagi, adanya dorongan permintaan konsumen yang lebih mendukung untuk produk ramah lingkungan membuat dunia semakin melirik pasar produk organik seperti produk turunan dari minyak kelapa sawit. Produk oleochemical (produk berbasis nabati dan hewani) berhasil menarik pasar lebih besar daripada penggunaan produk petrochemical (produk berbasis minyak bumi) (Gambar 1). Alhasil, produk turunan dari minyak kelapa sawit termasuk dalam salah satu daftar produk unggulan.

sawit termasuk dalam salah satu daftar produk unggulan. Gambar 1. Perbedaan Petrochemical dan Oleochemical Hal

Gambar 1. Perbedaan Petrochemical dan Oleochemical

Hal ini juga didukung dengan upaya banyak negara, secara khusus Korea Selatan, dalam rencananya mengadakan plantasi kelapa sawit di Indonesia. Dalam pasar lokal Korea Selatan, Indonesia menduduki peringkat kedua importir minyak kelapa sawit, tepat dibawah Malaysia. Berdasarkan data perdagangan, jumlah impor Korea Selatan untuk produk terkait bertambah terus dari tahun 2009 hingga 2012. Dengan demikian, ada potensi dan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar untuk produk minyak kelapa sawit dan produk turunannya di Korea Selatan. Kapasitas produksi minyak kelapa sawit di Indonesia meningkat dan menduduki peringkat pertama dunia. Namun, realita ini tidak diikuti dengan meningkatkan ekspor ke beberapa negara

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

8

pengguna minyak kelapa sawit seperti Korea Selatan. Hal ini yang mendorong penelitian pasar untuk mengetahui seberapa besar minat Korea Selatan untuk produk minyak kelapa sawit. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat potensi pasar Korea Selatan untuk produk minyak kelapa sawit beserta turunannya agar pengusaha Indonesia dapat memperkuat posisinya di Korea Selatan (Gambar 2).

dapat memperkuat posisinya di Korea Selatan (Gambar 2). Gambar 2. Produsen oleochemical di Asia Sumber :

Gambar 2. Produsen oleochemical di Asia Sumber : ASEAN Oleochemical Manufacturers Group (AOMG), 2009

1.1 Pemilihan Negara

Ekonomi Korea Selatan merupakan terbesar kedua belas berdasarkan PDB. Korea Selatan tergabung dalam beberapa organisasi ekonomi internasional seperti G-20 ekonomi utama, APEC, WTO dan OECD. Pertumbuhan ekonominya yang sangat cepat membuat negara ini dikenal dengan sebutan Macan Asia dan dikategorikan sebagai salah satu negara yang akan menguasai perekonomian dunia di grup The Next Eleven, pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ini sering dijuluki dengan istilah Keajaiban di Sungai Han. Ekspor Korea Selatan menduduki tempat kedelapan terbesar di dunia, sementara nilai impornya menduduki tempat kesepuluh terbesar di dunia. Negara Korea Selatan cukup serius dalam mencari peluang bisnis dengan Indonesia. Pada tahun 2013, Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia mengundang 50 pebisnis untuk berdiskusi langsung perihal industri biomass di Indonesia. Para pebisnis melihat potensi yang besar untuk bertransaksi dengan perusahaan Indonesia karena harga produk Indonesia (US$ 131 per ton) yang

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

9

mampu bersaing dengan Malaysia (US$ 141 per ton) dan Vietnam (US$ 144 per ton) 1 . Selain itu,

beberapa perusahaan Korea Selatan telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan Indonesia

dalam hal plantasi tumbuhan kelapa sawit.

1.2 Pemilihan Produk

Kode Harmonized System (HS) untuk Minyak Kelapa Sawit adalah 1511 (minyak kelapa

sawit dan fraksinya, dimurnikan maupun tidak, tetapi tidak dimodifikasikan secara kimia). Beberapa

komoditi utama minyak kelapa sawit yang diimpor Korea Selatan dari Indonesia antara lain adalah

sebagaimana yang disebutkan tabel berikut :

Tabel 1. Kode HS untuk minyak kelapa sawit

Kode HS

Deskripsi

1511.10.00.00

Minyak mentah

1511.90.10.00

Fraksi dari minyak yang tidak dimurnikan, dijernihkan

dan dihilangkan baunya

1511.90.90.10

Dari minyak kelapa sawit dimurnikan, dijernihkan dan

dihilangkan baunya

1511.90.90.20

Dari olein, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan

baunya

1511.90.90.30

Dari stearin, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan

baunya

1511.90.90.90

Lain-lain

Produk turunan minyak kelapa sawit dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, Fatty Acids,

Methyl Esters dan Glycerol. Setiap produk dasar oleochemical tersebut dapat diturunkan lagi

menjadi produk-produk yang lebih spesifik seperti yang tercantum dalam Gambar 3. Badan

Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Indonesia telah membuat kategorisasi produk turunan

kelapa sawit beserta ketersediaan produk di Indonesia.

1 http://www.thejakartapost.com/news/2013/09/06/korean-delegates-see-wood-pellet-potential- ri.html

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

10

Gambar 3. Bagan produk turunan minyak kelapa sawit Sumber : FACS (Federation of Asian Chemical

Gambar 3. Bagan produk turunan minyak kelapa sawit Sumber : FACS (Federation of Asian Chemical Societies)

Sumber : FACS (Federation of Asian Chemical Societies) Gambar 4. Minyak kelapa sawit dan produk turunannya

Gambar 4. Minyak kelapa sawit dan produk turunannya

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

11

Sumber : Wahono, BPPT, 2009.

Dalam laporan ini, obyek penelitian secara spesifik adalah produk turunan minyak kelapa sawit seperti gliserin, stearin dan olein, seperti yang tertera dalam Tabel 2. Kode HS untuk produk turunan minyak kelapa sawit. Kode Harmonized System (HS) untuk produk turunan tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Kode HS untuk produk turunan minyak kelapa sawit

Kode HS

Nama Produk

Bahasa Korea

HS 3401.20

Soap Noodle

기타 형상의 비누

HS 2905.45

Glycerine

글리

HS 3823.11

Stearic Acid

스테아린산

HS 3823.12

Oleic Acid

올레인산

HS 2915.90

Lauric Acid

기타

HS 2915.70

Palmitic Acid

팔미트산

1.3 Profil Singkat Negara Korea Selatan

Korea Selatan adalah sebuah negara republik di benua Asia bagian timur. Pemerintahan sehari- hari dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Korea Selatan merupakan negara dengan posisi ekonomi dan politik yang sangat penting di

Asia maupun di dunia. Dengan luas 99.274 km 2 dan pulau sekitar 3.000 serta terdiri dari 1 kota khusus, 6 kota metropolitan dan 9 provinsi, Korea

Selatan menjadi negara yang menempati urusan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur dengan penduduk sekitar 50 juta orang, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau dimana nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia dan nilai impornya terbesar kesebelas di dunia. Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan budaya dan kemampuan teknologi tinggi. Pada tahun 2012, tercatat lebih dari 11 juta turis mengunjungi Korea Selatan dan menempatkan negara tersebut menjadi negara dengan pengunjung terbesar ke duapuluh di dunia. Sebagai negara teknologi

Gambar 5. Peta Korea Selatan
Gambar 5. Peta Korea Selatan

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

12

tinggi, Korea Selatan mampu menghasilkan berbagai macam karya teknologi seperti aerospace dan bioteknologi. Selain itu, Korea Selatan memiliki pusat pembangkit tenaga nuklir terbesar kelima di dunia dan kedua terbesar di Asia (pada tahun 2010). Karena keterbatasan sumber daya alam, Korea Selatan menjadi negara yang aktif dalam mencari alternatif sumber energi dan sangat peduli dengan energi terbarukan. Korea Selatan termasuk dalam kategori negara pengimpor energi terbesar. Sebagai perbandingan, Korea Selatan adalah negara pengguna energi terbesar ke-10 dari seluruh dunia. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi negara pengimpor minyak terbesar ke-5 dunia dan pengimpor batubara terbesar ke-2 dunia. Lebih dari 60% dari pembangkit tenaga listrik diproduksi menggunakan energi tak terbarukan.

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

13

2.

Potensi Produk Minyak Kelapa Sawit dan turunannya di Korea Selatan

2.1. Karakteristik produk turunan minyak kelapa sawit di Korea Selatan

Potensi produk minyak kelapa sawit dan turunannya sangat besar di Korea Selatan. Beberapa

perusahaan Korea melakukan plantasi kelapa sawit di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.

Hasil plantasi kelapa sawit tersebut dikirim ke negara lain atau Korea Selatan untuk diproduksi

menjadi produk kimia yang akan diolah menjadi produk aplikasi lainnya. Data pada Tabel 3

menunjukkan hasil produksi dari plantasi kelapa sawit perusahaan Korea di berbagai negara.

Tipe

 

Berat yang dihasilkan

Deskripsi

Oil Palm Trunk (OPT)

17.47

ton (dry weight / ha)

 

Oil Palm Frond (OPF)

42.21

ton (dry weight / ha)

Pruning

3.28

ton (dry weight /ha)

Replanting

Empty Fruit Bunch (EFB)

7.25

ton (dry weight / ha)

 

Palm Kernel Shell (PKS)

4.45

ton (dry weight / ha)

 

Mesocarp Fiber

7.73

ton (dry weight / ha)

 
 

246 kg (dry weight / ha)

Sterilizer condensate

Palm Oil Mill Effluent (POME)

10,040 kg (dry weight / ha)

Centrifugal sludge

2,710 kg (dry weight / ha)

Fiber

Tabel 3. Plantasi kelapa sawit yang dihasilkan oleh perusahaan Korea di berbagai negara

Sumber : Research Report Chungnam University and Korea Forest Service (KFS), 2011

Tipe

Produksi dunia ( x 1000 ton/tahun)

Hasil

Aplikasi

Keterangan

Oil Palm

Frond

41.638

Fiber 45%

Protein 5,8%

Pupuk, pulp,

tekstil, pakan

Penyemprotan

pupuk lahan

ternak

plantasi

Roots

21.594

 

Pupuk

 

Trunks

16.907

 

Pupuk, fiberboard

 

Empty Fruit

8.075

Celulose 45 - 50% Hemi-celulose 25-

Pupuk, fuel, bubuk, fiberboard, pulp, kertas

 

Brunch

35%

Lignin 23 - 35%

     

Fuel untuk

 

Mesocarp

Fiber

8.075

Celulose 65%

Lignin 19%

industri,

fiberboard

Palm Kernel

   

Fuel untuk industri, activated carbon, briket,

 

Shelss (PKS)

3.281

Palm Oil Mill Effluents

8.832

Moisture 95 - 96% (w/v)

Metan gas, pupuk, pakan ternak,

 

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

14

(POME)

 

Oil 0,6 - 0,7% Total solids 2 - 4%

sabun

Palm Kernel

1.514

Oil 8,3%

Natural fiber 17,5 % Protein 14,5 - 19,6%

Pakan ternak,

Cake

pupuk

Tabel 4. Karakteristik dan aplikasi biomass Minyak Kelapa Sawit

Sumber : Research Report Chungnam University and Korea Forest Service (KFS), 2011

2.2. Spesifikasi atau Profil Produk minyak kelapa sawit (produk turunan) di Korea Selatan

Produk oleochemical menjadi produk unggulan karena produk tersebut didapatkan dari baik

nabati maupun hewani. Hasil olahan produk oleochemical juga bisa digunakan untuk produk sehari-

hari sepertinya halnya produk hasil olahan dari petrochemical. Karena lebih alami dan natural, maka

produk oleochemical semakin diminati oleh pasar global. Beberapa aplikasi dari produk

oleochemical dapat dilihat di Tabel 5.

Pada tahun 2020, hasil penelitian Grandview Research, California, memprediksi pasar

glycerol akan mencapai nilai US$ 25.120 juta dollar. Dengan kenaikan permintaan rata-rata per

tahun sebesar 6.4%, diprediksi bahwa akan ada kenaikan permintaan sejumlah 2247.2 kilotons

(tahun 2014) menjadi 3469.2 kilotons (tahun 2020) 2 . Adapun produk glycerol adalah sebuah zat

aditif pada beberapa produk personal care seperti perawatan kulit (skin care) dan parfum. Produk

personal care yang mengandung alkohol dapat menggunakan glycerol, secara khusus yang

merupakan produk oleochemical. Beberapa aplikasi dari produk glycerol dapat dilihat pada Tabel 6.

2 http://www.beautynury.com//news/view/63373/cat/10

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

15

Tabel 5. Aplikasi oleochemical Sumber : J.W. van Gelder, 2004 Produk lain hasil olahan oleochemical

Tabel 5. Aplikasi oleochemical

Sumber : J.W. van Gelder, 2004

Produk lain hasil olahan oleochemical adalah methyl ester. Produk methyl ester dapat digunakan di beberapa aplikasi seperti deterjen, sabun, dan produk kosmetik. Selain itu, produk ini juga dapat digunakan sebagai zat aditif pestisida dan pembersih. Tabel 7 mendeskripsikan beberapa aplikasi dari produk methyl ester.

Tabel 6 Aplikasi Glycerol di industry

Aplikasi

Deskripsi

Referensi

Kosmetik

Polyglycerol adalah sebuah turunan dari glycerol yand berguna untuk obat dan kosmetik

Liang et al, 2010, Wang et al, 2000 Johnson et al, 2007

Farmasi

Propylene Glycol (propanediol) adalah produk global dengan permintaan tinggi yang merupakan

Liang et al, 2010, Wang et al, 2000

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

16

monomer untuk produksi polyester. Produk ini

dapat digunakan sebagai cairan anti beku dan zat

tambahan dalam kosmetik, makanan dan formula

farmasi

Johnson et al, 2007

Otomotif

Epychlorohydrin adalah salah satu resin utama yang

terambil dari glycerol dengan cara chlorination dan

epoxidation. Zat ini adalah reagent untuk epoxy

resins yang berguna untuk melapisi material

(coating) barang-barang kelautan dan industri

otomotif.

Wang et al, 2000

Makanan

Monoglycerides adalah emulsi yang banyak

digunakan dalam makanan dan kosmetik

sehubungan dengan permukaan yang aktif

Wang et al., 2000

Johnson et al., 2007

Pulp and paper

Glycerol digunakan untuk melapisi kertas sehinga

fleksibel dan tidak rapuh

Wang et al., 2000

Industri Tekstil

Glycerol digunakan sebagai pelumas dalam

berbagai proses operasi di industri tekstil dan dapat

dicampur dengan gula untuk membuat oli yang

tidak kering (non drying oil)

Want et al., 2000

Tabel 7 Aplikasi Methyl Ester

Produk

Contoh gambar produk

Liquid Detergent

Liquid Detergent

Solubilizer in Cosmetic Product

Solubilizer in Cosmetic Product

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

17

Diswashing Liquid

Diswashing Liquid

Emulsifier in personal care products

Emulsifier in personal care products

Hard Surface Cleaner

Hard Surface Cleaner

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

18

3.

Informasi Pasar

Produk turunan minyak kelapa sawit mendapat perhatian cukup besar saat ini. Saat ini, banyak Negara yang lebih mengedepankan produk ramah lingkungan dengan menggunakan produk oleochemical. Secara umum, produk glycerol dan stearic acid memiliki daya pikat yang besar. Berdasarkan informasi umum yang didapatkan, negara Eropa adalah negara yang paling besar dalam kegiatan ekspor produk glycerol (47,25% dari total ekspor produk glycerol seluruh dunia) (Gambar 6). Sementara itu, kegiatan impor produk glycerol dilakukan oleh Tiongkok (14,98% dari total impor produk glycerol seluruh dunia) (Gambar 7). Gambar 8 dan Gambar 9 menunjukkan Negara-negara yang mengekspor dan mengimpor stearic acid secara berurutan.

mengekspor dan mengimpor stearic acid secara berurutan. Gambar 6. Negara pengekspor glycerol Sumber :

Gambar 6. Negara pengekspor glycerol Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/

Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/ Gambar 7. Negara pengimpor glycerol Sumber :

Gambar 7. Negara pengimpor glycerol Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

19

Gambar 8. Negara pengekspor Stearic Acid Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/ Gambar 9. Negara

Gambar 8. Negara pengekspor Stearic Acid Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/

Acid Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/ Gambar 9. Negara pengimpor Stearic Acid Sumber :

Gambar 9. Negara pengimpor Stearic Acid Sumber : http://atlas.media.mit.edu/profile/hs/1520/

Informasi pasar di dunia juga dapat dilihat dari pergerakan harga produk glycerin, fatty acids dan fatty alcohol. Tingginya permintaan dunia terhadap produk oleochemical dan keberadaan produksi yang besar di Asia menyebabkan harga produk-produk tersebut meningkat dari periode ke periode seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 10, Gambar 11, dan Gambar 12.

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

20

Gambar 10. Harga glycerin di dunia 3 Gambar 11. Harga Fatty Acids 3 Gambar 12.

Gambar 10. Harga glycerin di dunia 3

Gambar 10. Harga glycerin di dunia 3 Gambar 11. Harga Fatty Acids 3 Gambar 12. Harga

Gambar 11. Harga Fatty Acids 3

glycerin di dunia 3 Gambar 11. Harga Fatty Acids 3 Gambar 12. Harga Fatty Alcohols 3

Gambar 12. Harga Fatty Alcohols 3

3.1. Trend produk minyak kelapa sawit (produk turunan) di Korea Selatan

Pada tahun 2013, Korea Selatan mengimpor minyak kelapa sawit sebesar US$ 272.274 dan

menduduki urutan ke-27 di antara pengimpor-pengimpor besar lainnya seperti Tiongkok, India,

Belanda, Pakistan, Amerika dan sebagainya. Walau hanya urutan ke-27, tetapi seperti disebutkan

sebelumnya pasar minyak kelapa sawit di Korea Selatan termasuk sedang berkembang, terkait

3 http://www.icis.com/resources/news/2011/01/24/9427112/oleochemicals-rebound-but-outlook-

cautious-for-2011/

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

21

variasi manfaat minyak kelapa sawit sendiri yang tidak hanya pada kebutuhan pangan tetapi juga biodiesel, dan industri lainnya.

- Peningkatan kebutuhan bioenergi

Biomass yang dapat digunakan sebagai bioenergi merupakan salah satu produk yang sedang ditingkatkan oleh pemerintah Korea Selatan untuk mensuplai industri pembangkit listrik. Pada Februari 2013, Pemerintah Korea Selatan mengumumkan 6 rencana strategis untuk suplai dan permintaan listrik berkelanjutan (6 th Basic Plan for Long-Term Electricity Supply and Demand). Salah satu rencana pemerintah Korea Selatan adalah memperkenalkan jenis bahan bakar baru

(biodiesel) yang dapat mendukung green environment dan energi keberlanjutan. Gambar 13 memperlihatkan tren kenaikan penggunaan biodiesel di Korea serta perkiraan hingga tahun 2020.

biodiesel di Korea serta perkiraan hingga tahun 2020. Gambar 13. Trend penggunaan biodiesel di Korea Selatan

Gambar 13. Trend penggunaan biodiesel di Korea Selatan Sumber : www.energy.co.kr, 2007

- Produk konsumen seperti kosmetik yang semakin meningkat

Kosmetik merupakan salah satu produk unggulan di Korea Selatan. Tren permintaan produk kosmetik di Korea Selatan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan kenaikan permintaan produk kosmetik dunia. Dengan bertambahnya permintaan produk kosmetik di Korea Selatan, sebagai salah satu produsen kosmetik di dunia, maka kebutuhan untuk bahan baku kosmetik (produk

oleochemical) semakin tidak terpungkiri. Gambar 14 dan Gambar 15 menunjukkan skala pasar dunia dan Korea Selatan untuk produk kosmetik.

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

22

Gambar 14 Trend Pasar dunia untuk produk kosmetik Sumber: Korea Health Industry Development Institute, 2013

Gambar 14 Trend Pasar dunia untuk produk kosmetik Sumber: Korea Health Industry Development Institute, 2013

Sumber: Korea Health Industry Development Institute, 2013 Gambar 15 Trend Pasar Korea untuk produk kosmetik Sumber:

Gambar 15 Trend Pasar Korea untuk produk kosmetik Sumber: Korea Health Industry Development Institute, 2013

1.4 Prospek produk minyak kelapa sawit (produk turunan) di Korea Selatan

Salah satu peluang dalam memanen produk kelapa sawit adalah produksi biodiesel. Produk biodiesel

di

Korea mengalami peningkatan secara pesat. Tabel 8 memperlihatkan perkiraan konsumsi biomass

di

Korea Selatan untuk beberapa kategori.

Tabel 8. Perkiraan konsumsi biomass di Korea Selatan untuk tiap kategori

Kategori

2011-2015

2016-2025

Biodiesel

15% Diesel consumption or 4.520.000 Kliter

20% Diesel consumption or 10.220.000 Kliter

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

23

Bioetanol

10% Gasoline consumption or 2.780.000 Kliter

15% Gasoline consumption or 6.280.000 Kliter

Biomass kerosene extraction

1,8 million KLiter

4,07 million Kliter

Biomass energy development

740 thousand Kliter

1,69 million Kliter

Biomass energy consumption

Energy mix 3% (9,84 juta Kliter)

Energy mix 5% (22,26 juta Kliter)

Sumber: http://www.etnews.com/201308270119

Campuran antara biodiesel dengan diesel konvensional adalah produk yang banyak didistribusikan di

pasar global. Sebagai indikasinya, dunia menggunakan notasi “B” untuk indikator faktor pengali

biodiesel yang digunakan. Sebagai contoh, 100% biodiesel dipresentasikan menjadi B100, 20%

biodiesel dan 80% petrodiesel dipresentastikan menjadi B20, 5% biodiesel dan 95% petrodiesel

dipresentasikan menjadi B5, dst. Gambar 16 menunjukkan jumlah produksi dalam negeri untuk

produk BD5 dan BD20. Sedangkan Gambar 17 memperlihatkan grafik permintaan produk BD5 dan

BD20. Kenaikan permintaan untuk produk BD20 yang drastis menyebabkan negara Korea Selatan

impor produk untuk penghasil biodiesel, salah satunya adalah produk oleochemical.

biodiesel, salah satunya adalah produk oleochemical . Gambar 16 Ketersediaan BD5, BD20 untuk pasar Korea Sumber:

Gambar 16 Ketersediaan BD5, BD20 untuk pasar Korea Sumber: http://www.kbea.or.kr/, 2013

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

24

Gambar 17 Permintaan Biodiesel di Korea Selatan Sumber: Korean Biodiesel Association, 2010 2 Informasi Perdagangan

Gambar 17 Permintaan Biodiesel di Korea Selatan Sumber: Korean Biodiesel Association, 2010

2 Informasi Perdagangan

Berikut ini adalah laporan ekspor dan impor produk minya kelapa sawit dan turunannya di Korea

Selatan. Dalam bab ini juga memperlihatkan Negara pemasok produk objek penelitian ke Korea

Selatan beserta analisa Negara pesaing yaitu Malaysia.

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

25

2.1

Ekspor dan Impor produk minyak kelapa sawit dan turunannya di Korea Selatan

Gambar 18 - Gambar 23 menunjukkan grafik perbandingan antara nilai dan berat ekspor serta nilai

dan berat impor untuk produk objek penelitian. Tiap kategori produk memiliki rentang waktu yang

berbeda sesuai dengan ketersediaan data dari KITA. Dari gambar-gambar tersebut terlihat bahwa

produk oleochemical yang menjadi objek penelitian saat ini, yaitu glycerol, soap noodle, stearic acid,

oleic acid, lauric acid, dan palmitic acid adalah produk yang menjadi trend impor Negara Korea

Selatan.

adalah produk yang menjadi trend impor Negara Korea Selatan. Gambar 18. Grafik total ekspor – impor

Gambar 18. Grafik total ekspor – impor produk HS 290545 (Glycerol) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Sumber: KITA Gambar 19 Grafik total ekspor – impor

Gambar 19 Grafik total ekspor – impor produk HS 340120 (Soap in other forms) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

26

Gambar 20 Grafik total ekspor – impor produk HS 382311 ( Stearic Acid ) Korea

Gambar 20 Grafik total ekspor – impor produk HS 382311 (Stearic Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Sumber: KITA Gambar 21 Grafik total ekspor – impor

Gambar 21 Grafik total ekspor – impor produk HS 382312 (Oleic Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

27

Gambar 22 Grafik total ekspor – impor produk HS 291590 ( Lauric Acid ) Korea

Gambar 22 Grafik total ekspor – impor produk HS 291590 (Lauric Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Sumber: KITA Gambar 23 Grafik total ekspor – impor

Gambar 23 Grafik total ekspor – impor produk HS 291570 (Palmitic Acid) Korea Selatan berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

2.2 Negara Pemasok

Bab ini membahas negara pemasok untuk masing-masing produk objek penelitian. Indonesia

menempati posisi ke-1 untuk produk HS 382311 dengan impor senilai US 49,8 juta pada tahun 2014

(hingga NovembeR). Kemudian, posisi Indonesia berada di urutan ke-2 untuk produk HS 290545,

HS 340120, dan HS 382312. Untuk produk HS 291590 dan HS 291570, Indonesia menempati posisi

10 dan 12 dengan nilai impor sebesar US 78,000 untuk tahun 2014 (hingga November). Tabel 9

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

28

hingga Tabel 14 menjelaskan urutan negara pemasok untuk masing-masing objek penelitian disertai

dengan nilai dan berat impor produk tersebut pada tahun 2013 dan 2014 (hingga bulan November)

Tabel 9 Negara Pemasok Produk HS 290545 (unit nilai: $000, unit berat: kg)

Rank

Negara

2013

2014

(11)

Nilai

Berat

Nilai

Berat

1

Malaysia

14,469

17,308,859

14,163

16,847,782

2

Indonesia

7,928

9,298,758

5,766

7,031,546

3

Thailand

2,084

2,584,310

1,185

1,581,544

4

Philippines

515

758,510

532

839,179

5

France

199

15,714

205

16,595

6

Germany

124

6,971

180

9,622

7

Japan

55

8,820

61

13,864

8

U.S.A

88

134,142

49

3,787

9

Singapore

0

2

34

40,419

Sumber: KITA

Tabel 10 Negara Pemasok Produk HS 340120 (unit nilai: $000, unit berat: kg)

Rank

Negara

2013

2014 (11)

Nilai

Berat

Nilai

Berat

1

Malaysia

13,475

14,728,352

12,994

13,284,533

2

Indonesia

9,771

11,069,605

8,827

9,220,171

3

U.S.A

6,162

580,496

8,004

765,075

4

Pr.China

1,576

1,503,383

2,489

2,544,133

5

Japan

416

67,007

377

56,780

6

Germany

414

70,992

229

64,520

7

Taiwan

7

3,774

137

57,796

8

Belgium

67

30,025

122

50,970

9

France

253

24,587

110

17,835

Sumber: KITA

Tabel 11 Negara Pemasok Produk HS 382311 (unit nilai: $000, unit berat: kg)

Rank

Negara

2013

2014

(11)

Nilai

Berat

Nilai

Berat

1

Indonesia

44,804

46,120,523

49,889

 

48,580,374

2

Malaysia

15,128

14,348,910

14,247

 

12,818,024

3

India

1,512

805,402

1,586

 

802,610

4

Pr.China

875

774,016

343

 

313,126

5

Singapore

-

-

266

 

257,003

6

Japan

71

8,925

84

 

11,645

7

Italy

-

-

82

 

60,000

8

Switzerland

-

-

14

 

150

9

U.S.A

2

668

8

 

473

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

29

Sumber: KITA

Tabel 12 Negara Pemasok Produk HS 382312 (unit nilai: $000, unit berat: kg)

Rank

Negara

2013

2014 (11)

Nilai

Berat

Nilai

Berat

1

Malaysia

20,353

16,869,741

16,331

12,204,042

2

Indonesia

8,559

6,955,999

10,073

8,157,722

3

India

1,739

1,469,320

2,818

2,146,004

4

U.S.A

915

484,627

899

482,152

5

Japan

233

87,300

239

87,630

6

Pr.China

225

114,160

210

119,281

7

Italy

49

6,480

41

16,560

8

Germany

-

-

13

1,292

9

Netherland

5

1,440

7

2,161

Sumber: KITA

Tabel 13 Negara Pemasok Produk HS 291590 (unit nilai: $000, unit berat: kg)

Rank

Negara

2013

2014

(11)

Nilai

Berat

Nilai

Berat

1

Japan

19,345

6,481,615

17,771

 

5,377,459

2

U.S.A

14,722

5,811,120

14,689

 

5,386,701

3

Malaysia

9,711

5,718,892

10,564

 

5,817,553

4

U. Kingdom

9,730

3,299,603

10,494

 

3,484,540

5

Germany

5,502

1,671,037

6,807

 

2,393,637

6

Netherland

9,183

3,775,095

6,281

 

2,817,295

7

Pr.China

2,520

562,932

4,096

 

914,216

8

India

1,764

374,653

2,029

 

447,606

9

Sweden

2,037

975,860

1,593

 

799,404

10

Indonesia

1,268

829,231

1,584

 

995,892

Sumber: KITA

Tabel 14 Negara Pemasok Produk HS 291570 (unit nilai: $000, unit berat: kg)

   

2013

2014

(11)

Rank

Negara

Nilai

Berat

Nilai

Berat

1

Singapore

4,215

1,991,213

5,046

2,532,077

2

Malaysia

5,188

3,521,836

4,861

3,282,635

3

Japan

1,620

268,878

1,179

208,441

4

Pr.China

1,581

761,087

1,008

495,469

5

Spain

930

115,810

936

89,821

6

Germany

770

241,007

661

221,191

7

U.S.A

630

99,269

431

43,873

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

30

 

8 Taiwan

401

153,635

356

124,527

9 India

 

195

97,147

272

132,099

 

10 U. Kingdom

22

4,678

126

31,297

11 Italy

 

53

18,612

108

33,920

 

12 Indonesia

80

82,830

78

65,069

Sumber: KITA

Indonesia, sebagai salah satu Negara pemasok produk minyak kelapa sawit dan turunannya, memiliki

peran yang cukup besar dalam impor produk yang menjadi objek penelitian. Gambar 24 - Gambar 29

menunjukkan impor produk objek penelitian berdasarkan nilai dan berat produk. Kontribusi impor

produk objek penelitian ke Korea Selatan yang rendah terdapat pada produk oleic acid, lauric acid

dan palmitic acid.

pada produk oleic acid , lauric acid dan palmitic acid . Gambar 24 Grafik impor produk

Gambar 24 Grafik impor produk HS 290545 (Glycerol) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

31

Gambar 25 Grafik impor produk HS 340120 ( Soap in other forms ) Korea Selatan

Gambar 25 Grafik impor produk HS 340120 (Soap in other forms) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Sumber: KITA Gambar 26 Grafik impor produk HS 382311 (

Gambar 26 Grafik impor produk HS 382311 (Stearic Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

32

Gambar 27 Grafik impor produk HS 382312 ( Oleic Acid ) Korea Selatan dari Indonesia

Gambar 27 Grafik impor produk HS 382312 (Oleic Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg) Sumber: KITA Gambar 28 Grafik impor produk HS 291590 (

Gambar 28 Grafik impor produk HS 291590 (Lauric Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

33

Gambar 29 Grafik impor produk HS 291570 ( Palmitic Acid ) Korea Selatan dari Indonesia

Gambar 29 Grafik impor produk HS 291570 (Palmitic Acid) Korea Selatan dari Indonesia berdasarkan nilai ($000) dan berat (kg)

Sumber: KITA

2.3 Analisa Pesaing (Malaysia)

Berdasarkan data pada Gambar 24 - Gambar 29, Indonesia memiliki kontribusi rendah pada produk

oleic acid, lauric acid dan palmitic acid. Dengan melihat kompetitor (dalam hal ini penulis

membandingkan Indonesia dengan Malaysia), maka dapat dilihat grafik perbandingan impor produk

objek penelitian pada Gambar 30- Gambar 35. Mayoritas impor produk objek penelitian didominasi

oleh Malaysia.

2.3.1 Impor produk minyak kelapa sawit dan turunan dari Indonesia dan Malaysia

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

34

Gambar 30. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Soap Noodle (HS

Gambar 30. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Soap Noodle (HS 340120)

Sumber: KITA

Selatan untuk Produk Soap Noodle (HS 340120) Sumber: KITA Gambar 31. Impor dari Indonesia dan Malaysia

Gambar 31. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Glycerine (HS 290545)

Sumber: KITA

Selatan untuk Produk Glycerine (HS 290545) Sumber: KITA Gambar 32. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke

Gambar 32. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Stearic Acid (HS 382312)

Sumber: KITA

Selatan untuk Produk Stearic Acid (HS 382312) Sumber: KITA MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

35

Gambar 33. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Oleic Acid (HS 382312)

Sumber: KITA

Selatan untuk Produk Oleic Acid (HS 382312) Sumber: KITA Gambar 34. Impor dari Indonesia dan Malaysia

Gambar 34. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Lauric Acid (HS 291590)

Sumber: KITA

Selatan untuk Produk Lauric Acid (HS 291590) Sumber: KITA Gambar 35. Impor dari Indonesia dan Malaysia

Gambar 35. Impor dari Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan untuk Produk Palmitic Acid (HS 291570)

Sumber: KITA

Selain melihat faktor nilai impor, pemerintah Korea Selatan melalui beberapa lembaga riset

melaporkan kapasitas produksi untuk produk-produk kelapa sawit dengan beberapa detil kategori

(Lihat Tabel 15). Secara kapasitas produk kelapa sawit, Indonesia mendominasi Malaysia.

Sayangnya, untuk produk oleochemical, yaitu produk turunan minyak kelapa sawit, Malaysia

memiliki nilai produksi yang lebih unggul (lihat Gambar 2) sehingga nilai impor Malaysia lebih

tinggi dibandingkan nilai impor Indonesia untuk produk objek penelitian.

Tabel 15 Kapasitas Produksi / hektar

 

Indonesia (ton/ha)*

Malaysia ( / ha)**

 

Trunk

75.5

   

FFB

 

10.59

ton

(Fresh Fruit Bunches)

Fronds

14.4

   

OPT

 

74.48

kg

 

Fronds Prunding

10.4

   

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

36

OPF

 

14.47

kg

 

EFB

1.6

1.546

ton

 

Palm Kernel Shell

6.4

0.938

ton

 

Fiber

3.7

   
   

2.46

ton

Sterilizer condensate (FFB 12% (ton/ ha))

POME

 

10.04

ton

Centrifugal sludge (FFB 50% (ton/ ha))

 

2.71

ton

Fibre (FFB 13.5% (ton/ ha))

Total

112

   

*Data Statistik Indonesia, Hasil panen dari kelapa sawit, karet, kelapa, padi berdasarkan propinsi

2009.

** Zaidon Ashaari, Survey 2006

2.3.2 Analisa SWOT Malaysia (bagi Korea Selatan)

Analisa SWOT (Strength – Weakness – Opportunities – Threats) digunakan untuk mengetahui

pesaing utama Indonesia, yaitu Malaysia, sebagai pemasok kelapa sawit ke Korea Selatan. Berikut

ini adalah analisa dari penulis dari sudut pandang Korea Selatan.

Strenght

- Palm Oil Industrial Cluster (POIC) di Sabah

- Logistik kelapa sawit yang terintegrasi dengan pelabuhan internasional

- Keunggulan dalam infrastruktur kluster industri Sabah seperti Bulk Fertilizer Terminal, Liquid

Jetty, dsb.

- Warga negara Malaysia bebas visa ke Korea Selatan

Weakness

- Kapasitas produksi kelapa sawit nomer 2 dunia

Opportunities

- Pendirian perusahaan Korea di POIC Sabah (Global Bio-Diesel Sdn Bhd)

Threats

- Perusahaan Korea yang melakukan plantasi kelapa sawit di Indonesia (Halmahera dan Papua)

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

37

Gambar 36 Tampak atas area pelabuhan di POIC Sabah Gambar 37 Status penjualan area kluster

Gambar 36 Tampak atas area pelabuhan di POIC Sabah

Gambar 36 Tampak atas area pelabuhan di POIC Sabah Gambar 37 Status penjualan area kluster industri

Gambar 37 Status penjualan area kluster industri di Sabat (Agustus 2011) (sumber: POIC Sabah Sdn Bhd, 2011)

2.4 Peran Indonesia dalam memasok produk minyak kelapa sawit dan turunannya

2.4.1 Kekuatan dan kelemahan berdasarkan nilai dan volume impor

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

38

Tabel 16 menunjukkan jumlah impor minyak kelapa sawit dari Negara-negara di dunia. Tabel 17

menunjukkan jumlah impor minyak kelapa sawit Korea Selatan.

Tabel 16 Peringkat dan Jumlah Impor Minyak Kelapa Sawit dari Negara-negara di Dunia Tahun 2013 (dalam US Dollar)

Urutan

Negara

Jumlah ekspor

(Dunia)

33.320.542

1

Indonesia

15.838.850

2

Malaysia

12.307.817

3

Belanda

1.640.285

4

Papua Nugini

512.393

5

Thailand

433.744

Tabel 17 Nilai Impor dari negara-negara di dunia ke Korea Selatan

Exporters

Imported Value

Imported Value

Imported Value

(2011)

(2012)

(2013)

World

347.588

335.475

272.274

Malaysia

307.585

295.362

237.513

Indonesia

36.991

38.509

32.301

Singapura

1.253

431

949

Amerika

840

706

897

Belanda

436

309

240

Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia memiliki peluang besar untuk ekspor

produk minyak kelapa sawit dan turunannya ke Korea Selatan. Hal ini didukung oleh data

peningkatan impor produk kelapa sawit ke Korea Selatan dari Indonesia. Untuk produk oleochemical,

Indonesia tetap harus bersaing dengan Malaysia karena Malaysia memiliki kapasitas produksi lebih

besar daripada Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus mendorong perkembangan

industry oleochemical untuk mendongkrak ekspor produk turunan minyak kelapa sawit.

2.4.2 Regulasi impor dan Kebijakan Impor minyak kelapa sawit di Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan dan 9 member dari ASEAN - Association of South-East Asian

Nations (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura,

and Vietnam) menandatangani FTA (Free Trade Agremeent) bersama pada tahun 2006 yang sudah

terlaksana sejak Juli 2006.

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

39

Indonesia adalah salah satu negara ASEAN dan sudah terlibat dalam FTA, sehingga rate tariff untuk komoditi dengan kode HS 1511 adalah 0 menurut KCS atau Korea Customs Service yang tersedia pada table berikut:

Tabel 18. Tarif pajak untuk komoditi HS 1511

     

TAX

Persyaratan Custom Clearance

HS Code

Nama Barang

DITC

RATE

   

K-Asean FTA

   

1511.10.00.00

Minyak mentah

Tariff (1)

0,00

Food Sanitation Act

(2014/01/01~

(ACT23)

2014/12/31)

 

Fraksi dari minyak yang tidak

K-Asean FTA

   

1511.90.10.00

dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya

Tariff (1)

0,00

Food Sanitation Act

(2014/01/01~

(ACT23)

2014/12/31)

1511.90.90.10

Dari minyak kelapa sawit dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya

     

1511.90.90.20

Dari olein, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya

     

1511.90.90.300

Dari stearin, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya

     

sumber : http://www.customs.go.kr, http://www.kita.org

Untuk komoditi produk objek penelitian lainnya, data tariff dari kantor bea cukai Korea dapat terlihat dalam Tabel 18 - Tabel 22.

Tabel 19 Tarif pajak untuk komoditi 340120

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

40

HS

GOODS

DITC

REG

TAX

REG

CODE

NAME

DATE

RATE

NATION

3401200000

Soap in

Basic Tariff

20140101~

8.00

All

other forms

20141231

3401200000

Soap in

WTO Tariff

20140101~

6.50

All

other forms

20141231

3401200000

Soap in

K-Asean FTA Tariff

20140101~

6.50

Part

other forms

(1)

20141231

3401200000

Soap in

Preferential Tariff for

Least-Developed Countries

20140101~

0.00

Part

other forms

20141231

3401200000

Soap in

 

20141212~

5.20

Part

other forms

20141231

Tabel 20 Tarif pajak untuk komoditi HS 290545

HS

GOODS

DITC

REG

TAX

REG

CODE

NAME

DATE

RATE

NATION

   

Preferential Tariff for

     

2905450000

Glycerol

Least-Developed Countries

20140101~

20141231

0.00

Part

     

20140101~

   

2905450000

Glycerol

WTO Tariff

20141231

13.10

All

     

20140101~

   

2905450000

Glycerol

K-Asean FTA Tariff (1)

20141231

0.00

Part

     

20140101~

   

2905450000

Glycerol

Basic Tariff

20141231

8.00

All

     

20141212~

   

2905450000

Glycerol

20141231

6.40

Part

Tabel 21 Tarif pajak untuk komoditi HS 382311

HS

GOODS

DITC

REG

TAX

REG

CODE

NAME

DATE

RATE

NATION

3823110000

Stearic

Preferential Tariff for

Least-Developed Countries

20140101~

0.00

Part

acid

20141231

 

Stearic

 

20141212~

   

3823110000

acid

20141231

5.30

Part

 

Stearic

 

20140101~

   

3823110000

acid

K-Asean FTA Tariff (1)

20141231

8.00

Part

 

Stearic

 

20140101~

   

3823110000

acid

WTO Tariff

20141231

13.10

All

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

41

HS

GOODS

DITC

REG

TAX

REG

CODE

NAME

DATE

RATE

NATION

 

Stearic

 

20140101~

   

3823110000

acid

Basic Tariff

20141231

8.00

All

Tabel 22 Tarif pajak untuk komoditi HS 382312

HS

GOODS

DITC

REG

TAX

REG

CODE

NAME

DATE

RATE

NATION

 

Oleic

 

20140101~

   

3823120000

acid

K-Asean FTA Tariff (1)

20141231

0.00

Part

3823120000

Oleic

Preferential Tariff for

Least-Developed Countries

20140101~

0.00

Part

acid

20141231

 

Oleic

 

20140101~

   

3823120000

acid

Basic Tariff

20141231

8.00

All

 

Oleic

 

20141212~

   

3823120000

acid

20141231

5.30

Part

 

Oleic

 

20140101~

   

3823120000

acid

WTO Tariff

20141231

13.10

All

2.4.3 Hambatan non-tarif

Dalam memasuki pasar international seperti Korea Selatan, kiranya hambatan-hambatan lain selain regulasi ketat dan standarisasi adalah:

- Eksportir kuat dan tetap seperti Malaysia yang dari tahun ke tahun menjadi eksportir utama yang nominal ekspornya mencapai hampir 87%.

- Kurang fokusnya eksportir Indonesia terhadap pasar Korea Selatan.

- Kurangnya promosi.

- Reputasi kelapa sawit Indonesia yang tidak ramah lingkungan.

- Masalah komunikasi juga dapat menjadi hambatan bagi parak eksportir asing, khususnya di negara Korea Selatan yang kiranya tidak familiar dengan bahasa Inggris.

Negara Korea Selatan cukup memperhatikan standard kualitas produk impor. Salah satu yang dilakukan oleh Korea Selatan untuk mengantisipasi rendahnya kualitas produk impor adalah menggandeng organisasi yang dapat memberikan sertifikasi perihal kualitas produk impor tersebut. Dalam kategori obyek penelitian ini, ada sebuah organisasi yang bernama RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil).

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

42

Pada tahun 2004, telah diadakan pertemuan yang dihadiri lebih dari 389 anggota yang di antaranya

adalah produsen minyak kelapa sawit, produsen produk konsumen, retailer, bank, investor dan

lembaga swadaya masyarakat (LSM). Pertemuan ini akhirnya membentuk sebuah komunitas, yang

bernama RSPO, yang berpusat di Zurich dan memiliki kantor sekretariat di Kuala Lumpur.

Komunitas, yang akhirnya berubah bentuk menjadi sebuah lembaga, ini dapat mengeluarkan

sertifikasi terkait rantai pasok minyak kelapa sawit (RSPO Supply Chain Certification)

-

minyak kelapa sawit (RSPO Supply Chain Certification) - Gambar 38 Logo RSPO Sumber:

Gambar 38 Logo RSPO Sumber: http://www.aomg.org.my/images/content/conferencepapers/impact-of-regulations-on- oleochemicals.pdf

2.4.4 Standard Kualitas dan persyaratan sertifikasi

Proses standardisasi di Korea mengikuti prinsip-prinsip dasar untuk pengembangan standar yang

digariskan oleh Organization for Standardization (ISO), the International Electrotechnical

Commission (IEC), dan World Trade Organization (WTO) Technical Barriers to Trade Agreement

(TBT). Badan Korean Agency for Technology and Standards (KATS) mengawasi perkembangan

dari Korean Standards (KS), mengkoordinasikan masukan dari berbagai pemangku kepentingan

sektor publik dan swasta melalui komite teknis. Saat ini ada lebih dari 20.000 KS. Selain KS, banyak

jenis standar yang digunakan di Korea, termasuk yang dikembangkan oleh ISO, IEC dan

pengembang standar internasional lainnya seperti standar regional, standar nasional asing, dan lain-

lain.

Ahli KATS standar mewakili hampir 5.000 bisnis Korea, masyarakat profesional dan asosiasi

perdagangan, pengembang standar, instansi pemerintah, lembaga dan konsumen dan tenaga kerja

kepentingan, dari hampir setiap sektor industri. Diagram di bawah ini menggambarkan bagaimana

dampak KS pasar Korea :

MARKET INTELLIGENCE : Minyak kelapa sawit dan turunannya

ITPC BUSAN

43

Sumber: http://www.standardsportal.org Gambar 39. Diagram Dampak KS pada pasar Korea Selatan Korea memiliki aturan untuk

Sumber: http://www.standardsportal.org Gambar 39. Diagram Dampak KS pada pasar Korea Selatan

Korea memiliki aturan untuk menerima zat kimia impor. TCCL (Toxic Chemical Substances Law