Anda di halaman 1dari 10

BIOGRAFI SINGKAT

Annangguru Saleh
"Hari Ahad 10 APRIL 1977, jam 12.30 siang yang mulia KH. M.
SALEH meninggal dunia dirumahnya (Majene) dan dikebumikan pada
hari itu juga di Pambusuang. Jenazah diantar dengan ambulance serta
diikuti 22 buah oto lainnya, motor banyak sekali. Beliau sakit-sakit flu
saja beberapa hari dan krisis hanya 2 hari/malam. Detik-detik
keberangkatan beliau memang mengasyikkan dan beberapa orang
sempat menerima ilmu beliau" (Catatan harian Ba’do Hamid, salah satu
murid K. H. Muhammad Saleh)

Sabtu, 5 April 2009

Pemimpin Besar Tarekat


Qadiriyah di Mandar
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

Fotonya dipasang oleh banyak orang


di dinding rumah mereka. Kalau bukan foto Imam Lapeo, ya foto Annangguru Saleh …

menyamai kharisma dan pengaruh terlihat biasa-biasa saja, namun


Kyai Haji Muhammad Saleh yang
ajarannya. Paramaternya amat tempat ini adalah desa di
lazim dipanggil “Annangguru
gampang: ulama (Mandar) ini yang Mandar yang paling banyak
Saleh” adalah ulama besar.
fotonya dipasang oleh banyak orang melahirkan tokoh yang
Pengaruh ajarannya begitu
di dinding rumah mereka. Kalau melegenda. Selain dua ulama di
membumi di tanah Mandar. Beliau
bukan foto Imam Lapeo, ya foto atas, yang lain adalah
tidak meninggalkan situs-situs
Annangguru Saleh. Baharuddin Lopa dan Basri
kemegahan, melainkan kesahajaan
Hasanuddin.
sebagai seorang manusia dan Uniknya, keduanya dilahirkan di
ulama Mandar yang patut Desa Pambusuang (masuk wilayah Meski keduanya mempunyai
diteladani. Juga, ajarannya yang Kecamatan peran yang sama
begitu membumi serta bermaslahat Balanipa,
bagi umat Islam di Mandar dan Kabupaten
sekitarnya. Polewali
Mandar). Sebuah
Annagguru Saleh dan Imam Lapeo
desa pesisir yang
adalah dua ulama besar Mandar
meski sekilas
yang sampai saat ini belum ada

Pambusuang …

sebagai penyebar ajaran Islam Saya


lewat jalan tarekat, penyebutannya menduga,
berbeda, masing-masing diawali mungkin
“Imam” (pemimpin umat atau karena Kyai Haji
pemimpin shalat) dan Muhammad Thahir sempat
“Annangguru” (guru). Saya kurang mendirikan mesjid yang tertua di
tahu mengapa Kyai Haji belakangan menjadi pusat kegiatan Mandar. Adapun Kyai Haji
Muhammad Thahir penyebutannya dakwahnya, yaitu Mesjid Lapeo. Muhammad Saleh,
diawali “Imam” sedang Kyai Haji Untuk kemudian, Kyai Haji sepengetahuan saya, tidak
Muhammad Saleh tidak tetapi Muhammad Tahir menjadi imam di pernah membangun mesjid
dengan “Annangguru”. Demikian sana. Mesjid Lapeo salah satu aikon khusus yang beliau jadikan
juga sebaliknya. Mandar dalam bidang religi, sebab sebagai pusat dakwah.
di mesjid ini terdapat menara

2
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

Tareqat
QADIRIYAH
… bernama lengkap Muhy al-
Din Abu Muhammad Abdul
Qodir ibn Abi Shalih Zango
Dost al-Jaelani …

Memang ada mesjid (bernama) K. dua tarekat ini, tapi akan Tarekat Qadiriyah
H. Muhammad Saleh di menuliskan secara singkat tentang
Tarekat Qadiriyah didirikan
Pambusuang yang persis di Tarekat Qadiriyah.
oleh Syeikh Abdul Qodir Jaelani
belakangan mesjid terdapat
Proses khalwat yang sering (wafat 561 H/1166M) yang
makam beliau. Tapi mesjid ini
dilakukan Nabi Muhammad SAW, bernama lengkap Muhy al-Din
dibangun kurang lebih tiga tahun
yang kemudian disebut tarekat, Abu Muhammad Abdul Qodir
setelah beliau wafat. Demikian
diajarkan kepada Sayyidina Ali ra. ibn Abi Shalih Zango Dost al-
juga dengan situs kampung Bukku’
yang terkenal sebagai tempat
beribadah Jamaah Qadiriyah
setiap 27 Ramadhan. Memang
tempat ini identik dengan
Annangguru Saleh, tapi tidak
menjadi pusat dakwah beliau,
sebagaimana Mesjid Lapeo.
Penambahan istilah “Annangguru”
di depan “Saleh” mungkin
disebabkan K. H. Muhammad
Saleh lebih banyak menggunakan
metode “pengajaran” yang tidak
dilakukan di satu tempat
melainkan dari rumah ke rumah
jamaahnya di seantero Mandar,
khususnya dari Banggae hingga
Pambusuang. Apakah perbedaan
“gelar” di atas dipengaruhi pada Dari situlah kemudian Ali Jaelani. Lahir di di Jilan tahun
perbedaan tarekat yang mereka mengajarkan kepada keluarga dan 470 H/1077 M dan wafat di
anut dan ajarkan ke masyarakat sahabat-sahabatnya sampai Baghdad pada 561 H/1166 M.
Mandar? kepada Syeikh Abdul Qodir Dalam usia 8 tahun ia sudah
Jaelani, sehingga tarekatnya meninggalkan Jilan menuju
Menurut kajian beberapa referensi dinamai Qadiriyah. Sebagaimana Baghdad pada tahun 488
dan informasi dari informan, Imam dalam silsilah tarekat Qadiriyah H/1095 M. Selama 25 tahun
Lapeo menganut Tarekat yang merujuk pada Ali dan Abdul Abdul Qadir Jaelani
Khalwatiah, sedangkan Qadir Jaelani dan seterusnya menghabiskan waktunya
Annangguru Saleh Tarekat adalah dari Nabi Muhammad sebagai pengembara sufi di
Qadiriyah. Dalam tulisan ini, saya SAW, dari Malaikat Jibril dan dari padang pasir Iraq dan akhirnya
tidak akan membahas perbedaan Allah SWT. dikenal oleh dunia sebagai tokoh

3
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

sufi besar dunia Islam. perkataan itu, semua yang terjadi tanah suci untuk menenuaikan
pada syariah untuk ilmu hukum ibadah haji. Seusai ibadah haji,
Dia memimpin madrasah dan
Islam. Setiap ajaran esoterik/bathini beliau tidak langsung balik ke
ribath di Baghdad yang didirikan
mengandung segi-segi eksklusif. Mandar, melainkan belajar
sejak 521 H sampai wafatnya.
Jadi, tak bisa dibuat untuk orang agama di Madrasah al-Falah.
Madrasah itu tetap bertahan
umum (awam). Segi-segi eksklusif Setelah lima tahun menuntut
dengan dipimpin keturunannya
tersebut misalnya menyangkut hal- ilmu, Muhammad Saleh
sampai hancurnya Baghdad pada
hal yang bersifat “rahasia” yang mendapat kepercayaan untuk
tahun 656 H/1258 M.
bobot kerohaniannya berat, mengajar di Mesjid Haram,
Sejak itu tarekat Qadiriyah terus sehingga membuatnya sukar suatu presetasi tersendiri bagi
berkembang dan berpusat di Iraq dimengerti. Oleh sebab itu santri yang berasal dari luar
dan Syria yang diikuti oleh jutaan mengamalkan tarekat itu harus Arab (ajam).
umat yang tersebar di Yaman, melalui guru (mursyid) dengan
Guru-guru di Mekkah yang
Turki, Mesir, India, Afrika dan bai’at dan guru yang
memberi banyak ilmu kepada
Asia. Namun meski sudah mengajarkannya harus mendapat
Muhammad Saleh tentang Al
berkembang sejak abad ke-13, ijazah, talqin dan wewenang dari
Qur’an, hadis, lugah, fiqih, dan
tarekat ini baru terkenal di dunia guru tarekat sebelumnya.
tasauf antara lain, Sayyid Alwi
pada abad ke 15 M. Mulai masuk
K. H. Muhammad Saleh dikenal al-Maliki, Syekh Umar
ke Indonesia pada abad ke-16
sebagai salah seorang pionir ulama Hamdan, dan Sayyid
untuk kemudian berkembang
yang membawa, mengajarkan, dan Muhammad al-Idrus, Syekh
pesat pada abad ke-19, terutama
mengembangkan Tarekat Qadiriyah Hasan a—Masysyat.
di masa penjajahan.
di Mandar. Beliau lahir pada tahun
Setelah mendalami ilmu di
Istilah thariqah dalam 1913 di Pambusuang (sekarang
Arab, Muhammad Saleh
perbendaharaan kesufian, salah satu desa dalam Kecamatan
kembali ke Mandar. Beberapa
merupakan hasil makna semantik Balanipa). Usia 15 tahun menuju

saat setelah tiba, atas saran K. H. Ilham Saleh, yang melanjutkan melakukan shalat sunat
Abdurrahman Ambo Dalle, beliau ajaran Tarekat Qadiriyah saat ini di berakaat-rakaat akan
menikah dengan Hj. St. Salehah tanah Mandar. menyebabkan sakit punggung.
binti Lomma. Karena alasan Ternyata salah, “bukku’” berasal
Shalat 27 Ramadhan
tertentu, Muhammad Saleh dari kata Bukku (Buku), nama
bercerai untuk kemudian menikah Setiap akhir Ramadhan, ada tradisi kampung yang terletak di
dengan Hj. Harah. Dari isteri ibadah yang selalu ditunggu-tunggu punggung bukit Salabose,
kedua, beliau mulai mendapat umat Islam penganut Tarekat Majene.
keturunan. Qadiriyah di Mandar, yaitu
“Massambayang (di) Bukku’”
“massambayang bukku’ ”. Sewaktu
K. H. Muhammad Saleh menikah mulai diperkenalkan
saya masih kecil, saya mengira kata
beberapa kali sesuai dengan Annangguru Saleh pada tahun
“bukku’” berasal dari kata
ramalan gurunya Syekh Alwi al- 1966. Tradisi dilatarbelakangi
“bungkuk” (Indonesia), sebab
Maliki. Dari isteri terakhir, Hj. pembicaraan K. H. Muhammad
prosesi shalat-shalat sunat yang
Mulia Sule (masih hidup saat ini), Saleh dengan murid-muridnya,
dilakukan sampai puluhan rakaat.
beliau mendapat banyak bahwa dibutuhkan tempat yang
Oleh sebagian orang yang jarang
keturunan. Salah satunya K. H. lebih luas untuk menampung

4
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

jamaah shalat 27
Ramadhan, yang
sebelumnya
dilaksanakan dari
rumah ke rumah
pengikut K. H.
Muhammad Saleh.
Belakangan, sejak
tahun 2007, tradisi ini
dipindah ke
Pambusuang, pas di
kompleks mesjid dan
makam Kyai Haji
besar. Beberapa tokoh masyarakat,
Muhammad Saleh. Entahlah,
pengusaha, dan pejabat di
istilah apa yang akan digunakan
eksekutif dan legislatif adalah
untuk menggantikan istilah
pengikut ajaran ini, minimal
“massambayang bukku’”. Yang
sebagai pendukung ajaran. Itu
jelas, kalau pakai istilah
tercermin dari peran serta mereka
“massambayang pambusuang”
dalam setiap aktivitas besar yang
agak ganjil kedengaran.
diadakan Jamaah Tarekat
Menurut K. H. Ilham Saleh, Qadiriyah (shalat 27 Ramadhan
pemindahan (sebenarnya kurang dan haul), baik dukungan moril
tepat menggunakan istilah pindah (menghadiri acara) maupun
sebab ritual menjalankan materiil.
beberapa shalat
Dalam kehidupan sehari-hari, tak
sunnat di malam 27
ada perbedaan mencolok praktek
Ramadhan masih
beribadah Islam antara penganut
berlangsung di Buku,
ajaran K. H. Muhammad Saleh
setidaknya
dengan yang bukan. Pada dasarnya
Ramadhan tahun
sama, mulai dari pelaksanaan
lalu) bertujuan lebih
ibadah wajib sampai praktek
mendekatkan
sunnat. Perbedaan baru akan
penganut Tarekat
terlihat bila memasuki
Qadiriyah dengan
pembicaraan tentang masalah
(makam) K. H.
tarekat, khususnya praktek-
Muhammad Saleh.
praktek yang dianjurkannya.
Shalat 27 Ramadhan di Untuk hal ini, ada pro-kontra
kompleks makam K. H. terhadap ajaran Tarekat
Muhammad Saleh, Qadiriyah.
Pambusuang yang berlangsung
Bentuk penyebaran,
2008 lalu diikuti ratusan
pengembangan dan pelestarian
jama’ah. Mesjid yang terdapat
ajaran, dulunya, dilaksanakan
di kaki bukit yang menghadap
langsung oleh K. H. Muhammad
ke Teluk Mandar tak mampu
Saleh dibantu beberapa murid
menampung, untuk itu, di
kepercayaannya, misalnya K. H.
sekitar mesjid banyak
Sahabuddin (pendiri Universitas
terdapat saf-saf jama’ah.
Universitas Al Asyariah Mandar
Ritual, yang kebanyakan
(Unasman). Sang Annangguru
berisi kegiatan shalat-shalat
diundang oleh murid atau
sunnat, dipimpin langsung
jama’ahnya yang tinggal di
K. H. Ilham Saleh.
beberapa kampung untuk
Qadiriyah di Mandar kemudian sang guru
mendatanginya. Pelaksanaan
Pengaruh Tarekat
pemberian ajaran biasanya
Qadiriyah di Mandar cukup
dilakukan di rumah yang punya

5
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

hajatan, yang juga merupakan di suatu mesjid di Ujung, Polewali


penganut ajaran tarekat. pada tahun 1958. Saat itu, sang
Berbekal ulama besar tidak berada di
semacam kitab, tempat-tempat “VIP” (dekat
sang guru mimbar) di dalam mesjid,
membacakan apa melainkan di bagian belakang, di
yang di dalam dekat beduk. Itu amat
kitab untuk mengesankan H. Murad, betapa
kemudian bersahajanya K. H. Muhammad
menjelaskan Saleh. Beliau tidak mau
makna-maknanya. menonjolkan diri!
Menurut H. H. Murad tahu apa yang bisa
Syauqaddin, murid menenangkan kegundahan hati
sekaligus tetangga K. sang guru. Suatu waktu di Pulau
H. Muhammad Saleh Tosalama’, kambing yang akan
di Majene, setidaknya dipotong untuk acara ziarah tak
ada dua bentuk datang-datang, padahal sudah jam
pengajian: pengajian 9. Adapun acara akan diadakan
umum, yang diikuti pada jam 11. Sang guru amat
pengikut tareqat dan gundah, lama. H. Murad dapat ide
masyarakat umum; untuk membuat minuman
dan pengajian khusus, kesukaan sang guru, kopi susu.
yang hanya diikuti Hati sang guru pun tenang.
orang-orang tertentu
Rumah pribadi K. H. Muhammad
dan pengajaran ilmu tareqat
Saleh terdapat di pusat kota
“tingkat tinggi”.
Majene. Tapi kampung halamannya
Beda dengan keadaan ada di Pambusuang, yang mana
sekarang, untuk sebagian besar kerabatnya berada
mendatangi sebuah di sini. K. H. Muhammad Saleh
kampung, K. H. tinggal di Majene disebabkan beliau
Muhammad Saleh masih adalah pegawai negeri di
menggunakan kendaraan Mahkamah Syariah Majene.
tradisional, yaitu dokar. Sebelumnya, beliau pernah bekerja
Jika bisa dilalui motor, sebagai syara’ di majelis
sang guru dibonceng oleh pertimbangan dan naib di Balanipa,
muridnya, sebagaimana qadhi di Mamuju, dan Kepala
yang dilakoni H. Murad, Urusan Agama di Pambusuang,
wiraswasta yang tinggal tak selain
jauh dari pasar ikan
Tinambung, yang
biasa
membonceng
gurunya dengan
motor Honda
pertama di
Tinambung berplat
8448, yang digelari “i
Pilla’” ke beberapa
kampung jika ada
undangan.
Menurut H. Murad,
kehidupan dan sikap K.
H. Muhammad Saleh amat
bersahaja. H. Murad
sebagai guru pesantren (1942-
mengenal K. H. Muhammad Saleh
1950).

6
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

Cerita Karamah akan balik dari Tomadio menuju


Pambusuang. Kepada murid dan
Cerita-cerita karamah bukan hal
kusir dokar, sang guru berpesan
aneh bila kita mendengar atau
agar mereka diam saja. Insya Allah
membaca kisah hidup para sufi.
mereka tidak akan terlihat oleh
Karena K. H. Muhammad Saleh
para pengepung. Itu betul terjadi,
juga seorang sufi, maka cerita
dokar yang ditumpangi K. H.
karamah juga bisa ditemui. Berikut
Muhammad Saleh tak terlihat dan
kutipannya, berdasar informasi K.
mereka pun lolos dari penangkapan.
H. Ilham Saleh dan referensi
Salah satu ponakannya di
tentang ajaran K. H. Muhammad
Pambusuang juga menceritakan
Saleh.
kejadian yang hampir sama, ketika
Sewaktu bekerja di Mamuju, rumah yang ditempati K. H.
tepatnya di saat membaca khutbah Muhammad Saleh dikepung
di salah satu mesjid di Tappalang, “gurilla”.
K. H. Muhammad Saleh dikirimi
Ada juga yang mempercayai, bahwa
ilmu hitam. Namun berkat
K. H. Muhammad Saleh bisa
kekaramahannya, ilmu sihir yang
“melambatkan” waktu. Suatu
berwujud cahaya bola api tidak
waktu, K. H. Muhammad Saleh dan
mengenai dirinya. Belakangan,
rombongannya melakukan
penyihir yang melakukannya
perjalanan ke Matakali untuk acara
meminta maaf. Masih di Tappalang,
buka puasa. Mendekati sungai
juga pernah K. H. Muhammad
Mapilli, mobil ban pecah. Sudah jam
Saleh hendak diracun. Nasi yang
lima sore. Setelah ban diganti,
dihidangkan kepadanya selalu
masalah baru muncul. Ada mobil
berubah wujud menjadi ulat dan
tangki yang kerepotan naik ke darat
ular. Tapi itu tak mampan untuk
setelah menyeberangi sungai
mencelakai dirinya.
dengan perahu yang didesain
Lalu, di masa “gurilla”, ketika sedemikian rupa (mappiccara).
penculikan marak terjadi, K. H. Setelah rombongan menyeberang,
Muhammad Saleh juga dapat mereka pun melanjutkan perjalanan
menghidar dari kepungan kaum ke Matakali. Tiba di sana, ternyata
pengacau yang hendak belum masuk jam untuk berbuka.
menangkapnya. Saat itu beliau Beberapa anggota rombongan

7
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

8
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

merasa heran, koq mereka masih bisa tiba sebelum masuk jam berbuka, padahal rintangan yang dilalui
sebelumnya serasa agak lama, lebih dari satu jam. Cerita ini dikemukakan H. Murad, yang ikut serta dalam
rombongan tersebut.
Ketertarikan terhadap dunia sufi berasal dari pengajian yang diikuti Muhammad Saleh di bawah asuhan Syekh
Muhammad al-Idrus. Salah satu praktek ritual yang dilakukan adalah penyucian diri di salah satu gua di kaki
bukit Jabal Qubais. Setelah mendalami ilmu kesufian
dan menjalani penderitaan di Arab
Saudi (salah satunya disebabkan
pengaruh Perang Dunia),
menjelang usia 30 tahun,
Muhammad Saleh kembali ke
Mandar.
Perjalanan ke Nusantara tidak
semudah saat sekarang. Dengan
menggunakan kapal laut,
Muhammad Saleh menuju
Sumatra. Di tempat ini beliau
bertemu salah seorang
kerabatnya yang menuntut ilmu
di sana untuk kemudian berlayar
ke Sulawesi Selatan. Di salah
satu kota niaga di Sulawesi
Selatan, Muhammad Saleh
dijemput kerabatnya untuk
kemudian dibawa ke
Pambusuang.
Layaknya anak muda yang merantau dan menuntut ilmu di negeri
orang, fisiknya kurus, wajahnya pucat. Barang bawaannya pun tidak
seberapa, hanya sebuah bantal dan satu kopor yang berisi tiga kitab
pemberian gurunya di Mekkah yang menemaninya tiba di Mandar.
Tekun belajar
Beliau juga seorang manusia biasa. Perokok, suka menonton film-film
“spai” (berasal dari bahasa Inggris ‘spy’ yang berarti spionase/inteljien
atau kegiatan mata-mata) di bioskop, selalu menyelipkan ungkapan-
cerita humor dalam ceramahnya, dan senang berekreasi, misalnya di
Kokang, Teppo (Majene).
Di masa muda; di masa beliau menuntut ilmu, perjuangan hidupnya
amatlah berat. Mungkin itu yang membuat seorang Muhammad Saleh
menjadi seorang annangguru bersahaja yang disegani, dihormati, dicintai,
dikenang, dan dirindukan oleh banyak orang, baik yang bersinggungan
langsung maupun yang hanya mengenal beliau dari ajarannya.
Menurut riwayat, sebagaimana yang tertulis dalam buku “Rahasia Sufi
Mengenal Diri”, bunga rampai ajaran K. H. Muhammad Saleh yang ditulis
ulang oleh Drs. H. Ilham Shaleh, M. Ag., “… ia memanfaatkan waktunya
untuk membaca semua buku-buku yang ada di toko itu. Satu kenangan
manis yang selalu diingatnya bahkan sampai akhir hayatnya, yaitu
pengalamannya belajar di sana. Waktu ia tidur dengan menggunakan
bantal buah kelapa yang mudah terguling. Cara itu ditempuh untuk
memudahkan bangun kembali bila kepalanya bergerak dan jatuh dari bantal kelapa itu. Begitu ia terbangun ia
akan mengingat-ingat kembali pelajaran yang sudah dibacanya”.
Bukan hanya tekun belajar dengan metode yang mungkin terlihat radikal, Muhammad Saleh juga adalah murid
yang amat menghormati gurunya. Pernah Muhammad Saleh melakukan perjalanan dari Mekkah ke Medinah
bersama gurunya, Sayyid Alwi al-Maliki, dengan menggunakan onta. Saat beristirahat, sang guru melihat

9
BIOGRAFI SINGKAT ANNANGGURU SALEH Ahad, 5 April 2009

muridnya (Muhammad Saleh) merokok. Sang guru lalu mengambil rokok dari
tangan sang murid untuk kemudian bagian puntung rokok yang terdapat bara
ditekankan ke telapak tangan sang murid.
Muhammad Saleh sebagai murid yang begitu mencintai gurunya menerima
perlakukan itu dengan penuh kerelaan. Tak marah dan tak memperlihatkan
mimik kesakitan. Sikap yang ditampakkan sang murid membuat sang guru
terkesan, bahwa ada keistimewaan tersendiri yang dimiliki pemuda yang
datang dari negeri di bawah angin (nusantara) tersebut.
Catatan menjelang kematiannya
Kutipan di halaman depan/bagian awal tulisan ini ditulis tangan dengan
polpen tinta biru, tertulis di balik sampul bagian belakang, di atas kertas
kekuning-kuningan. Betapa tuanya. Buku catatan seukuran saku, bersampul
warna coklat. Itulah dokumen terpenting, sejauh penelusuran saya mengenai
kehidupan K. H. Muhammad Saleh sampai saat ini, dalam bentuk tulisan.
Tulisan yang berisi ajaran-ajaran sang guru dibuat oleh Ba’do Hamid
(Ka’sadiq), salah satu murid K. H. Muhammad Saleh angkatan pertama.
Konon, Ba’do Hamid-lah yang meng-Islam-kan Punggiok, orang Mandar
keturunan Cina, yang belakangan juga menjadi murid kesayangan K. H.
Muhammad Saleh untuk kemudian mendapat panggilan Annangguru Hakim.
Saya sangat yakin, tulisan di atas dibuat pada hari kematian K. H.
Muhammad Saleh. Sebab halaman-halaman didalamnya berisi catatan-
catatan salah seorang murid K. H. Muhammad Saleh. Ada dalam bentuk
tulisan latin, ada huruf lontar.
Di salah satu halaman di bagian awal, tertulis "Sejak th 1949 M. Semua isi
buku ini adalah hasil pengadjian Kami dari Maulana Guru Kami K. H. M.
Saleh H. "Pambusuang". Betapa lamanya buku kecil tersebut digunakan.
Sekarang, dokumen itu disimpan oleh cucunya, Muhammad Aslan.
Versi lisan juga ada, berdasar wawancara dengan H. Murad. “Subuh hari,
Puanggiok datang ke rumah mengetuk-ngetuk pintu. Berkata “Dicari
Annangguru”. Ada perasaan yang berbeda, sepertinya Annanngguru akan
meninggalkan kita. Saya pun menyiapkan alat perekam dan mulai merekam
setibanya di rumah. Di sana hadir Pak Anwar, keponakannya dari
Pambusuang dan Ambo. “Polema’ puang”. Annangguru mau merokok. Lalu
saya bicara dengan Pak Anwar, “Bagaimana,
kita telpon Sahabuddin di Ternate dan
Syamsuddin Attana Asrar?”, “Tidak usah, sebab
tidak apa-apa”, menurut Pak Anwar. Bersama
infus yang dipasang mantri Arsyad,
Annangguru dibawa ke dalam
Tulisan ini adalah bagian dari proyek pembuatan film
dokumenter K. H. Muhammad Saleh yang dilaksanakan Studio kamar. Dia meminta dicarikan
Teluk Mandar. Hampir semua foto diri K. H. Muhammad Saleh
tidak diketahui fotografernya. Beberapa foto yang
Syauqaddin. Setibanya
terbatas keberadaanya adalah koleksi keluarga, misalnya Syauqaddin, berkata Annangguru “Tulis ayat ini …”. Dia
Bapak Manaf Idroes dan kerabat K. H. Muhammad Saleh.
Dengan dipublikasikannya tulisan ini, diharapkan adanya juga meminta Syauqaddin untuk adzan. Semua yang hadir
masukan dari berbagai pihak guna kesempurnaan film
dokumenter sang Annangguru. Untuk itu, bila pembaca menangis, termasuk Annannguru. Berlinang airmatanya.
mempunyai koleksi foto K. H. Muhammad Saleh yang berbeda
dalam tulisan ini, diharapkan menghubungi Studio Teluk Beberapa saat kemudian, beliau meninggal …”.
Mandar untuk kemudian Studio Teluk Mandar akan
mereproduksinya (memotret ulang) ke dalam bentuk digital.
Jadi foto tidak dibawa pulang.
MUHAMMAD RIDWAN ALIMUDDIN. Direktur Studio Teluk Mandar, pendokumentasi sejarah dan kebudayaan Mandar, penulis buku Orang
Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman (Gramedia, Jakarta), Mengapa Kita (Belum) Cinta
Laut? (Ombak, Yogyakarta), Ensiklopedi Sejarah dan Kebudayaan Mandar (dalam proses penerbitan), Sandeq: Perahu Tercepat
Austronesia (Ombak, Yogyakarta), dan rubrik budaya Mandar di harian Radar Sulbar; bekerja sebagai freelance dalam dunia
jurnalistik, fotografi, dan film dokumenter; koordinator Sandeq Race dan ekspedisi pelayaran antropologi The Sea Great Journey
Mandar – Japan 2009. Alamat: Jl. Daeng Rioso No. 10 Tinambung, Polman, Sul-Bar, hp: 081355432716, e-mail: sandeqlopi@gmail.com