Anda di halaman 1dari 74

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/297571053

Tutorial Pengolahan Citra Menggunakan ENVI

Book · August 2011

CITATIONS READS

0 1,078

1 author:

Indarto Indarto
Universitas Jember
76 PUBLICATIONS   26 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Hibah Komptensi 2016 View project

All content following this page was uploaded by Indarto Indarto on 09 March 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Seri Tutorial: Remote Sensing

PENGOLAHAN CITRA SATELIT


MENGGUNAKAN ENVI
(Tingkat Dasar)

Indarto & Arif Faisol


Lab. Teknik Pengendalian & Konservasi Lingkungan (TPKL)
PS Teknik Pertanian, FTP
Universitas Jember

Jl. Kalimantan No. 37


Kampus Tegalboto Jember 68121
T 0331 321 785
F 0331 321 785
E indarto.ftp@unej.ac.id
I www.unej.ac.id

Edisi : Agustus 2011


Indarto & Arif Faisol

Lab. TPKL - PS Teknik Pertanian - Fak. Tekn. Pertanian - Universitas Jember


Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegalboto - Jember 68121
Telp/Fax: 0331 321785 Hp: 0813 4444 5615 E-mail:
E mail: indarto.ftp@unej.ac.id
info: http://www.ftp.unej.ac.id/

Program Studi Teknologi Hasil pertanian, FAPERTEK,


F K, Universitas Negri Papua
(UNIPA)
Jl. Gunung salju, Manokwari,
Manokwari, Papua B
Barat

Hal |2
KATA PENGANTAR

Naskah berjudul “PENGOLAHAN CITRA SATELIT MENGGUNAKAN ENVI :


Tingkat Dasar” dibuat secara instan dan ringkas sebagai panduan praktikum
atau pelatihan. Sasaran utama adalah Mahasiswa dan Peserta Pelatihan,
yang dikoordinir atau bekerja sama dengan Lab. Teknik Pengendalian dan
Konservasi Lingkungan (lab TPKL), Program Studi Teknik Pertanian, Fak.
Teknologi Pertanian, Universitas Jember. Tutorial juga dapat dipakai oleh
semua pihak yang ingin memperdalam ketrampilan dan pengetahuan tentang
ENVI. Tutorial ini terdiri dari lima bab, yaitu: (1) Mengenal ENVI, (2) Bekerja
dengan ENVI, (3) Mosaicking, (4) Koreksi Geometris, (5) Membuat data multi-
band, dan (6) Klasifikasi.
Topik lain terkait dengan pengolahan citra satelit dapat dijumpai pada
tutorial atau buku panduan lainnya. Semoga tutorial ini bermanfaat bagi
banyak pihak yang berkecimpung di bidang hidrologi, penginderaan jauh (RS),
GIS, dan manajemen sumberdaya alam. Kritik dan saran tetap kami perlukan
untuk perbaikan tutorial ini.

Jember, Agustus 2011

H a l |3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4
BAB 1. MENGENAL ENVI 6
1.1 Fitur Utama 6
1.2 Instalasi 7
1.2.1 Kebutuhan hardware dan software 7
1.2.2 Proses Instalasi ENVI 4.8 8
BAB 2. BEKERJA DENGAN ENVI 17
2.1 Format Data yang didukung ENVI 17
2.2 Menampilkan Data Satelit 18
2.3 Menampilkan Data Vektor 22
2.4 Overlay Data Satelit dan Vektor 24
BAB 3. MOSAICKING 29
3.1 Mosaicking 29
3.2 Prosedur Mozaicking 29
BAB 4. KOREKSI GEOMETRIK 37
4.1 Koreksi Geometrik 37
4.2 Prosedur koreksi geometris 37
BAB 5. DATA MULTI BAND 50
5.1 Data Multi Band 50
5.2 Membuat Data Multi-Band 50
BAB 6. KLASIFIKASI DATA SATELIT 55
6.1 Klasifikasi Data Satelit 55
6.2 Klasifikasi Tidak Terbimbing 55
6.3 Klasifikasi Terbimbing 59
6.3.1 Membuat ROI 59
6.3.2 Proses klasifikasi 63
6.4 Konversi data ke format vektor 66
DAFTAR PUSTAKA 70

Hal |4
[ Halaman ini sengaja dikosongkan ]

H a l |5
BAB 1. MENGENAL ENVI

1.1 Fitur Utama


Bab ini akan membahas tentang: (1) Fitur utama ENVI versi 4.8 dan (2) Proses
Instalasi ENVI versi 4.8.
ENVI atau Environment for Vizualizing Images merupakan salah satu perangkat lunak
yang digunakan untuk melakukan analisa dan pengolahan data Geospasial. ENVI
dikembangkan oleh ITT Visual Information Solutions dan telah merilis beberapa versi.
Versi terbaru dari ENVI adalah ENVI 4.8 yang dirilis pada tahun 2010 dan
mendukung berbagai jenis sistem operasi, yaitu; UNIX, Windows, dan Macintosh.
Dibandingkan dengan versi sebelumnya, ENVI 4.8 telah dilengkapi dengan
berbagai fitur yang sangat handal. Beberapa fitur baru yang disematkan pada ENVI
4.8 antara lain:
ENVI Tools untuk ArcGIS
Apabila ENVI 4.8 dan ArcGIS terinstall di komputer, maka akan muncul Tool
ENVI pada ArcGIS sehingga pengolahan data satelit dapat dilakukan melalui
ArcGIS. ENVI 4.8 kompetibel dengan ArcGIS versi 9.3 dan ArcGIS versi 10.
LiDAR Viewer
Fitur ini digunakan untuk menampilkan data raster yang berasal dari LiDAR
Support sensor dan format data baru
Beberapa sensor dan format data baru yang didukung oleh ENVI 4.8 antara lain,
WorldView-2, , RADARSAT-2, Landsat MSS, UK-DMCSat-1, ALSAT-1, NigeriaSat-1,
ASD Indico, dan Digital Point Positioning Data Base (DPPDB)
Built on IDL 8.0
Integrasi dengan Mensuration Services Program (MSP)
Secara umum ENVI versi 4.8 memiliki interfase yang sama dengan versi
sebelumnya, meskipun dari segi aplikasi mengalami berbagai penyempurnaan dari
versi-versi sebelumnya. Interfase ENVI 4.8 terdiri atas 5 bagian utama, yaitu:
1. Menu Bar,
2. Jendela gambar (image window),
3. Jendela scroll (scroll window),
4. Jendela zoom (zoom window), dan
5. Band list,

Hal |6
Gambar 1.1 Baris menu

Gambar 1.2 Jendela Gambar Gambar 1.3 Jendela band list

Gambar 1.4 Jendela scroll Gambar 1.5 Jendela zoom

1.2 Instalasi

1.2.1 Kebutuhan hardware dan software


Spesifikasi sistem yang dibutuhkan oleh PC (Personal Computer) untuk instalasi
ENVI 4.8 ditunjukkan pada tabel berikut:

H a l |7
Tabel 1.1 Sistem yang dibutuhkan ENVI 4.8
Sistem Versi yang
Platform Vendor Hardware
Operasi didukung
Windows Microsoft Intel/ AMD x86 32 dan Windows XP SP2, Vista,
64 bit Window 7
Macintosh Apple Intel 32 dan 64 bit OS X 10.5.7 dan 10.6
UNIX Sun SPARC 32 dan 64 bit Solaris 10
Various Intel/ AMD x86 32 dan Linux Kernel 2.6.9, gblic
64 bit 2.3.4, GTK 2.4.13

Sedangkan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk instalasi ENVI 4.8


ditunjukkan pada Tabel 1.2:

Tabel 1.2 Perangkat lunak untuk instalasi ENVI 4.8


Platform Perangkat lunak yang dibuthkan
Windows Internet Expolorer 5.0 atau yang lebih tinggi
Macintosh Apple X11 X-Windows manager

1.2.2 Proses Instalasi ENVI 4.8


Proses instalasi ENVI 4.8 adalah sebagai berikut:
1. Masukkan CD instalasi ENVI 4.8, kemudian jalankan envi48win32_setup.exe
melalui jendela explorer. Tekan Setup pada dialog WinZip Self-Extractor –
envi48win32_setup.exe untuk melakukan ekstraksi setup ENVI 4.8 (gambar 1.6)

Gambar 1.6 Direktori setup ENVI 4.8


6.

Hal |8
Gambar 1.7 Setup untuk ekstraksi program ENVI 4.8 Gambar 1.8 Ekstraksi program ENVI 4.8
2. Selanjutnya terjadi proses ekstraksi setup ENVI 4.8
7. 3. Tekan Next pada jendela InstallShield Wizard (gambar 1.9).

Gambar 1.9 Jendela


InstallShield Wizard

Gambar 1.10 Jendela


License Agreement

8.
9. 4. Pilih I accept the license agreement pada jendela License Agreement,
kemudian tekan Next (gambar 1.10).

H a l |9
10. 5. Selanjutnya akan muncul jendela Choose Destination Location. Pada
kondisi default ENVI 4.8 akan disimpan dalam direktori C:\Program Files\
ITT\. Tekan tombol Browse apabila akan menyimpan ENVI 4.8 kedalam
direktori lain. Kemudian tekan Next untuk melanjutkan instalasi ENVI 4.8
(Gambar 1.11).
11. 6. Pilih fitur-fitur yang akan diinstal pada jendela Select Features,
kemudian tekan Next (Gambar 1.12).

Gambar 1.11 Jendela Choose Destination Location

Gambar 1.12 Jendela Select Features


12. 7. Selanjutnya proses instalasi ENVI 4.8 mulai dilakukan (Gambar 1.13).

H a l | 10
Gambar 1.13 Progres instalasi Gambar 1.14 Dialog Envi License Wizard
13. 8. Selanjutnya akan muncul dialog ENVI License Wizard (gambar 1.14)
untuk autorisasi. Tekan Yes untuk melakukan autorisasi saat ini, atau No
untuk menunda proses autorisasi .
14. 9. Selanjutnya akan muncul jendela License Wizard, kemudian pilih salah
satu jenis autorisasi. Pilih opsi Activate a license using the internet, jika
anda memiliki koneksi internet, pilih Request a license if you don`t have
internet access, dan pilih Install a license you have received jika anda telah
memiliki data/ file lisensi ENVI 4.8 dari ITT Visual Information Solutions
(gambar 1.15). Kemudian tekan Next.

Gambar 1.15 Dialog


opsi autorisasi

H a l |11
15. 10. Jika anda memilih opsi Activate a license using the internet, maka
komputer akan terhubung dengan situs ITT Visual Information Solutions untuk
mendapatkan lisensi. Sebelum anda melakukan aktivasi via internet maka anda
harus melakukan registrasi di web site ITT Visual Information Solution untuk
memiliki account. Proses registrasi ini tidak dipungut biaya (gambar 1.16).

Gambar 1.16 Proses


koneksi dengan web
site ITT Visual
Information Solution

16. 11. Anda akan diminta untuk melakukan login di web site ITT
(http://www.ittvis.com) untuk mendapatkan lisensi (Gambar 1.17).
17. 12. Kemudian anda akan mendapat file lisensi. Copy file license tersebut
dan disimpan dalam bentuk dat file (*.dat) , kemudian tekan Next pada jendela
License Wizard (Gambar 1.18).

Gambar 1.17 Proses login di web site ITT

H a l | 12
Gambar 1.18 Peringatan yang menyatakan agar anda
Gambar 1.19 Jendela untuk mencari direktori file lisensi
mencopy file license dari web site ITT
18. 13. Tekan Browse to import license file untuk mencari dirtektori tempat
menyimpan file lisensi (gambar 1.19).
19. 14. Arahkan ketempat direktori tempat menyimpan file lisensi ENVI 4.8,
kemudian tekan Open (Gambar 1.20).

Gambar 1.20 Jendela untuk membuka file lisensi


20. 15. Jika lisensi yang anda masukkan benar, maka akan muncul peringatan
yang menyatakan bahwa lisensi yang anda masukkan cocok dengan komputer
dan secara otomatis license manager service akan diinstall dikomputer anda,
serta lmtools utility akan diaktifkan untuk menjalankan license manager.
Tekan Next untuk melanjutkan proses autorisasi (gambar 1.21).

H a l |13
Gambar 1.21 Jendela
untuk melanjutnkan
proses autorisasi

21.
22. 16. Selanjutnya akan muncul jendela LMTOOLS. Pilih opsi Configuration
using service dan pilih ITT FLEXLm License Manager untuk menjalankan
lisensi ENVI 4.8. Kemudian tekan menu Start/ Stop/ Reread (Gambar 1.22).

Gambar 1.22 Jendela LMTOOLS

Gambar 1.23 Proses untuk


mengaktifkan file lisensi

H a l | 14
23. 17. Tekan Start Server, Stop Server, dan Reread License File untuk
mengaktifkan file lisensi. Kemudian tekan tombol Close (gambar 1.23).
24. 18. Selanjutnya akan muncul peringatan yang menyatakan bahwa ENVI 4.8
berhasil di autorisasi. Tekan finish untuk mengakhiri proses autorisasi (gambar
1.24).
25. 19. Tekan Finish untuk mengakhiri proses intasalasi ENVI 4.8 (gambar 1.24)

Gambar 1.24
Proses untuk
mengakhiri proses
autorisasi

Gambar 1.25 Jendela untuk mengakhiri proses instalasi


26.

H a l |15
[ Halaman ini sengaja dikosongkan ]

H a l | 16
BAB 2. BEKERJA DENGAN ENVI

Bab ini akan membahas tentang: (1) Format Data yang Didukung ENVI, (2)
Menampilkan data Satelit, (3) Menampilkan data Vektor, (4) Overlay Data Satelit dan
Data Vektor.

2.1 Format Data yang didukung ENVI


ENVI 4.8 mendukung berbagai format raster berbasis data satelit dan data vektor.
Beberapa format data satelit dan vektor yang didukung oleh ENVI 4.8 antara lain:
27. Format ALOS, yaitu; PRISM, AVNIR-2, PALSAR
28. Format Advanced Very High Resolution Radiometer (AVHRR) , yaitu; KLMN/
Level 1b, Quorum, SHARP
29. Format Environmental Satellite (EVISAT), yaitu; Advanced Along Track Scanning
Radiometer (AATSR), Advanced Synthetic Aperture Radar (ASAR), Medium
Resolution Imaging Spectroradiometer (MERIS)
30. Format Earth Observing System (EOS), yaitu; Advanced Spaceborne Thermal
Emission and Reflection Radiometer (ASTER), Moderate Resolution Imaging
Spectraradiometer (MODIS)
31. Format Earth Resource Observation System (EROS), yaitu; Level 1A, level 1B
(GeoTIFF).
32. Format Flat Binary, yaitu; BSQ, BIL, BIP
33. Format FORMOSAT-2.
34. Format Generic, yaitu; ASCII, HDF, JPEG, JPEG2000, MrSID, PDS, PICT, PNG,
SRF, TIFF, GeoTIFF, GeoTIFF, XWD.
35. Format GeoEye-1, yaitu; GeoTIFF, NITF
36. Format IKONOS, yaitu; GeoTIFF, NITF
37. Format Image Processing Software, yaitu; ArcView Raster (.bil), ECW, ERDAS
IMAGINE, ER Mapper, ESRI GRID, PCI (.pix).
38. Format Indian Remote Sensing (IRS), yaitu; Fast, SuperStructured.
39. Format KOMPSAT-2, yaitu; GeoTIFF.
40. Format Landsat, yaitu; Australian Centre for Remote Sensing (ACRES),
Canadian Centre for Remote Sensing (CCRS), European Space Agency (ESA),

H a l |17
CEOS, FAST, GeoTIFF, HDF, Multi-Resolution Land Characteristic (MRLC),
National Landsat Archive Production System (NLAPS).
41. Format Military, yaitu; ARC Digitized Raster Graphics (ADRP), Compressed ARC
Digitized Raster Graphics (CADRP), Controlled Image Base (CIB), NITF.
42. Format QuickBird, yaitu; GeoTIFF, NITF, QuickBird Tile Product (.til).
43. Format Radar, yaitu; Airborne Synthetic Aperture Rasar (AIRSAR), ASAR,
COSMO-SkyMed, European Remote Sensing (ERS), Japanese Earth Resources
Satellite (JERS), Radar Satellite (RADARSAT), Topographic Synthetic Aperture
Radar (TOPSAR).
44. Format Rapid Eye, yaitu; GeoTIFF, NITF
45. Format SeaWIFS, yaitu; CEOS, HDF
46. Format Satellite Pour l’Observation de la Terra (SPOT), yaitu; ACRES SPOT,
DIMAP, GEOSPOT, SPOT, Vegetation
47. Format Thermal, yaitu; AATSR, ASTER, MASTER, TIMS
48. Format USGS dan Digital Elevation, yaitu; USGS DRG, USGS DOQ, USGS DEM,
SDTS DEM, DTED, SRTM DEM
49. Format WorldView, yaitu; GeoTIFF, NITF, WorldView Tile Product (.til)
50. Format Vektor, yaitu; ArcInfo, shapefile, DXF, ENVI vector, MapInfo
Interchange, Microstation DGN, USGS DLG.

2.2 Menampilkan Data Satelit


Langkah-langkah untuk menampilkan data satelit menggunakan ENVI adalah
sebagai berikut:
1. Jalankan ArcMap dengan menekan Start  All Program  Envi 4.8  ENVI
(gambar 1.1).

Gambar 2.1 Prosedur


menjalan ENVI

H a l | 18
2. Selanjutnya akan muncul baris menu ENVI (gambar 2.2).

Gambar 2.2 Baris menu ENVI 4.8

3. Tekan menu File  Open External File  Data satelit  Format data satelit.
Dalam contoh ini menggunakan data Landsat dalam format GeoTIFF, sehingga
prosedurnya menjadi Menu  Open External File  Landsat  GeoTIFF
(gambar 2.3).

Gambar 2.3 Prosedur untuk menampilkan data Landsat dalam format GeoTIFF

4. Arahkan ke direktori data satelit, pilih data satelit yang akan ditampilkan,
kemudian tekan Open (gambar 2.4).
5. Selanjutnya data satelit akan ditampilkan pada jendela Band List. Tekan Load
Band untuk menampilkan data satelit (gambar 2.5).
6. Data satelit akan ditampilkan di image windows, scroll windows, dan zoom
windows dalam format gray scale (gambar 2.6 sd 2.8).

H a l |19
Gambar 2.4 Memilih data satelit Gambar 2.5 Jendela Band List

Gambar 2.6 Tampilan data satelit pada Image


Windows

H a l | 20
Gambar 2.7 Tampilan pada Scroll Windows Gambar 2.8 Tampilan pada Zoom Windows
7. Agar data satelit dapat ditampilkan dalam format RGB/ berwarna, minimal ada 3
band (chanel) data satelit yang dibuka. Untuk membuka band data satelit yang
lain, tekan menu File  Open Image File pada jendela band list (gambar 2.9).
8. Arahkan ke direktori data satelit, pilih band data satelit yang akan ditampilkan,
kemudian tekan Open (gambar 2.10).

Gambar 2.9 Prosedur untuk


Gambar 2.10 Memilih band data satelit
menampilkan band data satelit

9. Band data satelit akan ditampilkan pada Band List (gambar 2.11).
10. Pilih opsi RGB untuk menampilkan data satelit dalam format RGB. Pilih band data
satelit yang akan ditampilkan dalam format R, G, dan B. Dalam contoh ini band 3
(L71105062_06220060807_B30) sebagai R, band
2(L71105062_06220060807_B20) sebagai G, dan band 1
(L71105062_06220060807_B10) sebagai B. Kemudian tekan Load RGB (gambar
2.12).
11. Data satelit akan ditampilkan di image windows, scroll windows, dan zoom
windows dalam format RGB (2.13 sd 2.15).

H a l |21
Gambar 2.12 Prosedur untuk menampilkan Gambar 2.13 Tampilan data satelit pada Image Windows
data satelit dalam format RGB dalam format RGB

Gambar 2.14 Tampilan data satelit pada Scroll Gambar 2.15 Tampilan data satelit pada Zoom
Windows dalam format RGB Windows dalam format RGB

2.3 Menampilkan Data Vektor


Langkah-langkah untuk menampilkan data vektor menggunakan ENVI adalah
sebagai berikut:
1. Tekan menu File  Open Vector File, atau Vector  Open Vector File (gambar
2.16 dan 2.17).

H a l | 22
Gambar 2.16 Prosedur membuka data vektor melalui menu File

Gambar 2.17 Prosedur membuka data vektor melalui menu Vector


2. Arahkan ke direktori data vektor, pilih format data vektor yang akan ditampilkan
(gambar 2.18).
3. Pilih data vektor yang akan ditampilkan, kemudian tekan Open (Gambar 2.19).

Gambar 2.18 Memilih format data vektor Gambar 2.19 Memilih data vektor

4. Selanjutnya akan muncul jendela Import Vector File Parameters untuk


mengkonversi data vector kedalam bentuk Envi Vector File (Evf). Tekan tombol
Choose untuk menentukan direktori tempat menyimpan data vector hasil

H a l |23
konversi, pada kondisi default data hasil konversi akan disimpan pada direktori
yang sama dengan data asli. Tentukan sistem proyeksi yang digunakan pada data
vektor, kemudian tekan OK (gambar 2.20).
5. Pada jendela Available Vectors List, pilih data vektor yang akan ditampilkan
kemudian tekan Load Selected untuk menampilkan data vector (gambar 2.21).
6. Data vector akan ditampilkan pada jendela Vektor (Vector Windows) (gambar 2.22).

Gambar 2.21 Jendela Available Vector List

Gambar 2.20 Jendela Import Vector File Parameters Gambar. 2.22 Tampilan data vector pada
Vector Window

2.4 Overlay Data Satelit dan Vektor


Salah satu metode untuk melakukan koreksi geometri data satelit adalah dengan
cara meng-overlay data satelit dengan data GIS, karena ada beberapa data satelit yang
perlu dilakukan proses koreksi geometri karena posisinya yang kurang tepat, misalnya

H a l | 24
data ASTER. Langkah-langkah untuk melakukan overlay data satelit dan data vektor
menggunakan ENVI adalah sebagai berikut:
1. Tampilkan data satelit yang akan dioverlay dengan data vektor. Data satelit
yang digunakan dalam contoh ini sama dengan data satelit yang digunakan
pada sub bab Menampilkan data satelit. Tekan Load RGB untuk menampilkan
data satelit dalam format RGB (Gambar 2.23).
2. Data satelit akan ditampilkan di image windows, scroll windows, dan zoom
windows dalam format RGB. Pada Image Windows, tekan menu Overlay 
Vectors untuk meampilkan data vektor (gasmbar 2.24).
3. Selanjutnya akan muncul jendela Vector Parameters. Tekan menu File 
Open Vector File untuk membuka data vector (gambar 2.25).
4. Arahkan ke direktori data vektor, pilih format data vektor yang akan
ditampilkan, pilih data vektor yang akan ditampilkan, kemudian tekan Open
(gambar 2.26.).

Gambar 2.23 Daftar band data satelit yang


Gambar 2.24 Prosedur untuk menampilkan data vektor
akan ditampilkan dalam format RGB

H a l |25
Gambar 2.25 Jendela vector parameter Gambar 2.26 Memilih data vektor

5. Tekan Apply pada Jendela Vector Parameters untuk menampilkan data vektor
(gambar 2.27).

Gambar 2.27 Menampilkan data


vektor

6. Overlay data satelit dan vektor akan ditampilkan pada di image windows, scroll
windows, dan zoom windows (Gambar 2.28 sd 2.30).

H a l | 26
Gambar 2.28 Tampilan
overlay data satelit dan data
vektor pada Image Windows

Gambar 2.29 Tampilan overlay data satelit dan data Gambar 2.30 Tampilan overlay data satelit
vektor pada Scroll Windows dan data vektor pada Zoom Windows

H a l |27
[ Halaman ini sengaja dikosongkan ]

H a l | 28
BAB 3. MOSAICKING
Bab ini akan membahas tentang : (1) Mosaicking, dan (2) prosedur Mosaicking
pada ENVI.

3.1 Mosaicking
Informasi spasial dari suatu wilayah yang cukup luas terkadang diperoleh dari
beberapa scene data satelit, hal ini disebabkan data satelit memiliki luas cakupan
(area coverage) yang sangat terbatas. Sebagai contoh, untuk mendapatkan informasi
penutupan lahan di Provinsi Papua Barat dibutuhkan 14 scene data Landsat. Apabila
kita menggunakan ALOS, maka jumlah data yang dibutuhkan mencapai 54 scene.

Gambar 3.1 Quicklook Citra ALOS Kabupaten Raja Ampat

Sebelum melakukan pengolahan data spasial, data satelit tersebut perlu


digabungkan dahulu. Penggabungan data satelit ini disebut dengan mosaicking.
Mosaicking merupakan proses untuk mengkombinasikan beberapa data satelit
(multiple images) ke dalam data komposit tunggal (single composite image).

3.2 Prosedur Mozaicking


Langkah-langkah untuk melakukan mosaicking menggunakan ENVI adalah
sebagai berikut:
5. Pada baris menu, tekan Map  Mosaicking  Georeferenced

H a l |29
Gambar 3.2 Prosedur untuk melakukan mosaicking
6. Selanjutnya akan muncul jendela Map Based Mosaic (Gambar 3.3).

Gambar 3.3 Jendela Map Based Mosaic Gambar 3.4 Prosedur untuk membuka data yang akan
dimosaic
7. Untuk membuka data satelit yang akan dimosaic, tekan menu Import  Files
pada jendela Map Based Mosaic (gambar 3.4).
8. Selanjutnya tekan Open  New File untuk mengimpor data yang akan
dimosaic pada jendela Mosaic Input Files (gambar 3.5)

H a l | 30
Gambar 3.5 Jendela Mosaic Input Files Gambar 3.6 Memilih data yang akan dimosaic
9. Arahkan ke direktori data yang akan dimosaic, pilih data yang akan dimosaic,
kemudian tekan Open (Gambar 3.6)
10. Blok semua data yang akan dimosaic, kemudian tekan OK (Gambar 3.7)

Gambar 3.7 Proses untuk melanjutkan mosaicking Gambar 3.8 Progress komputasi
11. Selanjutnya akan dilakukan proses komputasi terhadap data yang akan
dimosaic (Gambar 3.8).
12. Data yang akan dimosaic ditampilkan pada jendela Mosaic. Tampak bahwa
kedua scene data satelit tersebut memiliki komposisi warna yang berbeda
(gambar 3.9).
13. Arahkan mouse ke gambar paling atas, kemudian tekan tombol kanan mouse,
pilih Edit Entry (Gambar 3.10).

H a l |31
Gambar 3.9 Visualisasi data satelit Gambar 3.10 Proses editing
yang akan dimosaic parameter data satelit yang akan
dimosaic
14. Masukkan angka 0 pada item Data Value to Ignore, pilih opsi Fixed pada item
Color Balancing yang artinya bahwa warna pada scene yang paling atas tidak
akan berubah, kemudian tekan OK (Gambar 3.11).

Gambar 3.11 Editing parameter data satelit Gambar 3.12 Proses editing parameter data satelit yang akan
dimosaic.

H a l | 32
15. Arahkan mouse ke gambar paling bawah, kemudian tekan tombol kanan
mouse, pilih Edit Entry (gambar 3.12).
16. Masukkan angka 0 pada item Data Value to Ignore, pilih opsi Adjust pada
item Color Balancing yang artinya bahwa warna pada scene bawah akan
menyesuaikan dengan warna pada scene atas, kemudian tekan OK (Gambar
3.13).
17. Selanjutnya data akan ditampilkan dalam komposisi warna yang sama (gambar
3.14).

Gambar 3.13 Editing parameter data satelit Gambar 3.14 Visualisasi data satelit setelah
dilakukan editing paramater
18. Untuk menyimpan data satelit hasil mosaic dan penyeimbangan warna (color
balancing), tekan menu File  Apply (gambar 3.15).
19. Pada kondisi default resolusi data hasil mosaic akan menyesuaikan dengan
sumber data. Tekan Choose untuk menyimpan data hasil mosaicking (gambar
3.16).
20. Arahkan ke direktori untuk menyimpan hasil mosaicking, tulis nama file hasil
mosaicking, kemudian tekan Open (Gambar 3.17).
21. Tekan OK pada jendela Mosaic Parameters untuk melanjutkan proses
penyimpanan data hasil mosaicking (gambar 3.18).

H a l |33
Gambar 3.15 Prosedur untuk menyimpan data hasil mosaic Gambar 3.16 Jendela Mosaic Parameters

Gambar 3.17 Proses menyimpan data hasil mosaic Gambar 3.18 Proses untuk melanjutkan P
Mosaic Parameters
22. Selanjutnya penyimpanan data hasil mosaicking akan diproses (gambar 3.19)
23. Data hasil mosaicking akan ditampilkan pada Band List. Tekan Load RGB
untuk menampilkan data hasil mosaicking (gambar 3.20).
24. Data hasil mosaicking akan ditampilkan pada pada di image windows, scroll
windows, dan zoom windows (gambar 3.21).

H a l | 34
Gamba 3.19 Mosaick progress

Gambar 3.20 Data hasil mosaicking pada band list Gambar 3.21 Tampilan data satelit hasil mosaicking
pada Image Windows

Gambar 3.22 Tampilan data satelit hasil mosaicking Gambar 3.23 Tampilan data satelit hasil
pada Scroll Windows mosaicking pada Zoom Windows

H a l |35
[Halaman ini sengaja dikosongkan ]

H a l | 36
BAB 4. KOREKSI GEOMETRIK
Bab ini akan membahas tentang: (1) Koreksi Geometrik, dan (2) Koreksi Geometrik
Menggunakan ENVI.

4.1 Koreksi Geometrik


Pada umum setiap data satelit memiliki penyimpangan posisi geometri, khususnya
data satelit yang beresolusi sedang atau rendah seperti ASTER, LANDSAT, SPOT,
SeaWifs, AVHRR, EVISAT, MODIS, dan RADARSAT, sehingga perlu dilakukan koreksi
geometri sebelum data satelit tersebut diolah untuk meminimalisasi tingkat
penyimpangan.

Gambar 4.1 Contoh data satelit


yang mengalami
penyimpangan posisi geometri

Metode yang umum digunakan untuk melakukan koreksi geometri pada data
satelit adalah dengan me-register data satelit tersebut dengan titik-titik hasil
pengukuran dilapangan (ground cek points (GCP)) atau menggunakan peta
(georeferenced map) yang lebih akurat.

4.2 Prosedur koreksi geometris


Langkah-langkah koreksi geomterik dengan metode registering menggunakan
ENVI adalah sebagai berikut:
1. Buka data satelit yang akan dikoreksi dengan menekan menu File  Open
Image File pada baris menu (Gambar 4.2).

Gambar 4.2 Prosedur untuk menampilkan data satelit

H a l |37
2. Arahkan ke direktori data yang akan diregister, pilih data yang akan diregister,
kemudian tekan Open

Gambar 4.3 Memilih data yang akan diregister Gambar 4.4 Jendela Band list
3. Data satelit yang akan diregister ditampilkan pada Band List. Tekan Load RGB
untuk menampilkan data satelit tersebut (gambar 4.4)

Gambar 4.5 Jendela image windows Gambar 4.6 Prosedur untuk menampilkan data vektor
4. Data satelit akan ditampilkan pada pada di image windows, scroll windows,
dan zoom window (gambar 4.5).
5. Buka data vektor yang akan dijadikan referensi pada proses register dengan
menekan menu Overlay  Vectors (gambar 4.6).

H a l | 38
Gambar 4.7 Jendela vector parameters Gambar 4.8 Proses untuk membuka data vector
6. Selanjutnya akan muncul jendela Vector Parameters (gambar 4.7). Tekan menu
File  Open Vector File untuk membuka data vector (gambar 4.8).
7. Arahkan ke direktori data vektor yang akan dijadikan referensi, tentukan format
data vektor, pilih data vektor, kemudian tekan Open (Gambar 4.9).

Gambar 4.9 Memilih data vektor


yang akan dijadikan referensi

8. Selanjutnya akan muncul jendela Import Vector Files Parameters untuk


mengkonversi data vektor kedalam bentuk Envi Vector File (evf). Secara default,
data vektor hasil konversi akan disimpan pada direktori data vektor sumber.
Apabila ingin menyimpan dalam direktori lain tekan tombol Choose. Lakukan
pengaturan sistem proyeksi data vektor pada Native File Projection. Secara
default sistem proyeksi yang digunakan sesuai dengan sistem proyeksi data
vektor sumber. Tekan OK untuk menampilkan data vector (gambar 4.10).

H a l |39
9. Pada kondisi default data vektor akan ditampilkan menggunakan warna putih.
Tekan tombol kanan mouse pada item Current Layar, kemudian pilih warna
yang dikehendaki. Tekan Apply untuk menampilkan data vector (gambar 4.11).
10. Selanjutnya data vektor akan di overlay dengan data satelit. Dari gambar
tampak bahwa posisi jalan pada data satelit kurang sesuai dengan posisi jalan
hasil pengukuran (gambar 4.12).

Gambar 4.11

Gambar 4.12

Gambar 4.10 Jendela Import Vector Files Gambar 4.11 Pengaturan data vektor
Parameters Gambar 4.12 Overlay data vektor dan data satelit

H a l | 40
11. Untuk memulai proses register, tekan menu Map  Registration  Select
GCPs: Image to Map pada menu utama ENVI (gambar 4.13).

Gambar 4.13 Prosedur untuk memulai register data satelit

12. Lakukan pengaturan sistem proyeksi pada jendela Image to Map Registration,
Sistem proyeksi yang digunakan harus disesuaikan dengan sistem proyeksi
yang digunakan oleh data satelit. Atur ukuran pixel sesuai dengan ukuranm
pixel data satelit. Kemudian tekan OK (gambar 4.14).

Gambar 4.14 Pengaturan sistem proyeksi Gambar 4.15 Jendela Ground Control Points Selection

13. Selanjutnya akan muncul jendela Ground Control Points Selection (gambar
4.15).
14. Pilih opsi Off pada jendela Vector Parameters: Crusor Query agar posisi
krusor dapat dipindah (gambar 4.16).

H a l |41
Gambar 4.16 Pengaturan krusor Gambar 4.17 Penentuan lokasi yang akan diregister
15. Arahkan kursor pada salah satu titik data citra yang akan diregister (usahakan
ambil yang terdekat dengan data vektor yang tergeoreference). Dalam contoh ini
titik yang diambil berada pada pertemuan jalan utama (gambar 4.17).
16. Koordinat titik data satelit yang akan diregistrasi akan ditampilkan pada
jendela Ground Control Points Selection (gambar 4.18).

Gambar 4.18 Posisi lokasi yang akan diregister Gambar 4.19 Pengaturan krusor

17. Aktifkan opsi Zoom pada jendela Vector Parameters: Crusor Query untuk
melakukan registrasi data satelit terhadap data vektor yang telah
tergeoreference. Pemilihan opsi ini karena proses registrasi akan dilakukan
pada Zoom Windows (Gambar 4.19).
18. Arahkan krusor pada titik data vektor yang memiliki kesamaan posisi dengan
titik pada data satelit yang akan deregister (gambar 4.20).

H a l | 42
19. Koordinat titik data vektor yang menjadi referensi ditampilkan pada jendela
Vector Parameters: Crusor Query. Tekan Export (Gambar 4.21) untuk
mengimpor posisi titik referensi sebagai ground control points (GCPs)

Gambar 4.20 Lokasi referensi pada data vektor Gambar 4.21 Posisi titik referensi
20. Informasi koordinat GCPs yang dieksport akan ditampilkan pada jendela
Ground control Points Selection. Tekan add point untuk menyimpan data
ground control points (Gambar 4.22).
21. Posisi titik yang akan deregister dan GCPs akan ditandai pada Zoom Windows
(gambar 4.23).

Gambar 4.22 Penyimpanan informasi ground control point Gambar 4.23 Posisi titik yang akan deregister dan GCPs
22. Pilih opsi Off pada jendela Vector Parameters: Crusor Query agar posisi
krusor dapat dipindah (Gambar 4.24).
23. Gunakan scroll windows, image windows, dan zoom windows untuk
mengarahkan mouse ke area lain yang akan dilakukan proses registrasi
(gambar 4.25).

H a l |43
Gambar 4.24 Pengaturan krusor Gambar 4.25 Pemilihan area untuk proses registrasi dan
pengambilan GCPs
24. Arahkan kursor pada salah satu titik data citra yang akan diregister
menggunakan Zoom Windows (Gambar 4.26).
25. Koordinat titik data satelit yang akan diregistrasi akan ditampilkan pada
jendela Ground Control Points Selection (Gambar 4.27).

Gambar 4.26 Penentuan lokasi yang akan diregister Gambar 4.27 Posisi lokasi yang akan diregister
26. Aktifkan opsi Zoom pada jendela Vector Parameters: Cursor Query untuk
melakukan registrasi data satelit terhadap data vektor yang telah
tergeoreference (gambar 4.28). Opsi ini dipilih karena proses registrasi akan
dilakukan pada Zoom Windows.
27. Arahkan krusor pada titik data vektor yang memiliki kesamaan posisi dengan
titik pada data satelit yang akan deregister (Gambar 4.29).
28. Koordinat titik data vektor yang menjadi referensi ditampilkan pada jendela
Vector Parameters: Cursor Query. Tekan Export (Gambar 4.30) untuk
mengimpor posisi titik referensi sebagai ground control points (GCPs).

H a l | 44
Gambar 4.28 Pengaturan krusor Gambar 4.29 Lokasi referensi pada data vektor
29. Informasi koordinat GCPs yang dieksport akan ditampilkan pada jendela
Ground control Points Selection. Tekan add point untuk menyimpan data
ground control points (gambar 4.31).

Gambar 4.30 Posisi titik referensi Gambar 4.31 Penyimpanan informasi ground control point
30. Posisi titik yang akan deregister dan GCPs akan ditandai pada Zoom Windows
(Gambar 4.32).
31. Lakukan pengumpulan GCPs minimal pada 3 lokasi. Untuk mengetahui
informasi ground control point yang sudah dikoleksi, tekan Show List pada
jendela Ground control Points Selection (Gambar 4.33 sd 4.35).

H a l |45
Gambar 4.32 Posisi titik yang akan deregister dan GCPs Gambar 4.33 Posisi GCPs

Gambar 4.34 Prosedur untuk menampilkan informasi ground


Gambar 4.35 Informasi ground control points
control point
32. Untuk melakukan registering, pilih Option -> Warp File (Gambar 4.36) dari
jendela Ground Control Points Selection.
33. Pilih data citra yang akan di register, kemudian tekan OK (Gambar 4.37).

Gambar 4.36 Proses untuk melakukan registering Gambar 4.37 Pemilihan data yang akan diregistering
34. Pada jendela Registration Parameters, tekan choose untuk menentukan
nama output dan lokasi penyimpanan data (Gambar 4.38).

H a l | 46
Gambar 4.38 Proses penyimpanan data hasil
Gambar 4.39 Penyimpanan data hasil registering
register
35. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data hasil register, ketik nama output
nya, kemudian tekan Open (Gambar 4.39).
36. Tekan OK pada jendela Registration Parameters untuk melanjutkan proses
registrasi (Gambar 4.40).
37. Setelah proses registering selesai dilakukan, data hasil registering akan
ditampilkan pada jendela Band List. Tekan Load RGB untuk menampilkan
data hasil registrasi (gambar 4.41).

Gambar 4.40 Registering data satelit Gambar 4.41 Jendela Band list
38. Data satelit yang telah di-registering akan ditampilkan pada pada di image
windows, scroll windows, dan zoom window (Gambar 4.42).

H a l |47
39. Untuk melakukan overlay dengan data vektor yang akan dijadikan referensi,
tekan menu Option  Import Layer pada jendela Vector Parameters: Crusor
Query (gambar 4.43).

Gambar 4.43 Prosedur untuk mengimport


Gambar 4.42 Tampilan data satelit hasil registering
layer vektor
40. Pilih data vektor yang akan di overlay, kemudian tekan OK (Gambar 4.44).

Gambar 4.45 Overlay data satelit hasil registering dan data vektor yang
Gambar 4.44 import layer vektor
dijadikan referensi

41. Overlay data satelit hasil register dan data vektor yang dijadikan referensi
ditampilkan pada image windows, scroll windows, dan zoom window. Dari
gambar (4.45) tampak bahwa posisi jalan pada data satelit telah sesuai dengan
posisi jalan hasil pengukuran.

H a l | 48
[Halaman ini sengaja dikosongkan ]

H a l |49
BAB 5. DATA MULTI BAND
Bab ini akan membahas tentang: (1) data multi-band, (2) membuat Data Multi
Band.

5.1 Data Multi Band


Pada saat melakukan koreksi radiometrik, band – band yang terdapat pada data
satelit diekstraksi terlebih dahulu menjadi band-band tunggal karena setiap band
memiliki faktor koreksi yang berbeda-beda.

Gambar 5.1 Data Satelit Band Tunggal (Grey Scale) Gambar 5.2 Data Satelit Multi Band (RGB)

Oleh sebab itu, band-band tunggal yang telah dikoreksi tersebut perlu
digabungkan kembali menjadi sebuah data tunggal multi band untuk mempermudah
proses pengolahan data satelit lebih lanjut, misalnya klasifikasi piksel data satelit
untuk mendapatkan informasi spasial tertentu seperti informasi penutup lahan,
informasi jenis tanah, informasi bahan mineral, dan lain-lain.

5.2 Membuat Data Multi-Band


Langkah-langkah untuk membuat data multi band menggunakan ENVI adalah
sebagai berikut:
1. Tekan menu Basic Tools  Layer Stacking (Gambar 5.3).
2. Selanjutnya akan muncul jendela Layer Stacking Parameters. Tekan Import
File untuk mengimpor band yang akan digabungkan (Gambar 5.4).

H a l | 50
Gambar 5.3 Prosedur untuk
menampilkan data satelit

Gambar 5.4 Jendela Layer Stacking Parameter Gambar 5.5 Jendela Layer Stacking Input File
3. Tekan Open  New File pada jendela Layer Stacking Input File untuk
membuka band yang akan digabungkan (Gambar 5.5).
4. Arahkan ke direktori data yang akan dikonversi, pilih band data satelit yang
akan digabung, kemudian tekan Open (Gambar 5.6).
5. Pilih band yang akan digabungkan, kemudian tekan OK untuk melanjutkan
proses penggabungan band (Gambar 5.7).
6. Pilih band data satelit yang akan digabungkan pada item Selected Files for
Layer Stacking pada jendela Layer Stacking Parameters, lakukan pengaturan
sistem proyeksi pada item Output Map Projection serta ukuran piksel data
hasil penggabungan, tekan Choose untuk menentukan direktori guna
menyimpan data hasil penggabungan (Gambar 5.8).

H a l |51
Gambar 5.6 Memilih band data satelit
yang akan dikonversi

Gambar 5.7 Proses untuk melanjutkan


penggabungan band

7. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data hasil penggabungan, ketik nama


data hasil penggabungan, kemudian tekan Open (Gambar 5.9).

Gambar 5.9 Penyimpanan data hasil penggabungan Gambar 5.10 Proses untuk melanjutkan penggabungan
data

H a l | 52
8. Tekan OK untuk melanjutkan proses penggabungan band data satelit (gambar
5.10)
9. Selanjutnya penggabungan band data satelit mulai diproses (gambar 5.11).

Gambar 5.11 Progress penggabungan band data satelit Gambar5.12 Jendela band list

10. Setelah proses penggabungan band data satelit selesai dilakukan, data hasil
penggabungan akan ditampilkan pada jendela Band List. Tekan Load RGB
untuk menampilkan data hasil penggabungan (gambar 5.12).
11. Data satelit akan ditampilkan pada Image windows, scroll windows, dan zoom
window

H a l |53
[Halaman ini sengaja dikosongkan ]

H a l | 54
BAB 6. KLASIFIKASI DATA SATELIT
Bab ini akan membahas tentang: (1) Klasifikasi Data Satelit, (2) Klasifikasi Tidak
Terbimbing, (3) Klasifikasi Terbimbing, (4) Konversi Data Hasil Klasifikasi kedalam
Format Vektor.

6.1 Klasifikasi Data Satelit


Klasifikasi data satelit bertujuan untuk melakukan pengelompokan secara
otomatis semua piksel data satelit ke dalam kelas atau tema tertentu. Klasifikasi
dilakukan pada data satelit yang telah dikonversi dalam bentuk reflektansi.
Ada dua metode yang dapat digunakan untuk klasifikasi data satelit, yaitu;
(1) Klasifikasi tidak terbimbing (unsupervised classification)
Klasifikasi unsupervised melakukan pengelompokan data menggunakan analisa
cluster secara otomatis, dengan menghitung kembali rata-rata kelas (class mean)
secara berulang-ulang.
(2) Klasifikasi terbimbing (supervised classification)
Klasifikasi supervised melakukan pengelompokan data menggunakan training area
untuk tiap ketegori penutup lahan yang mewakili.

6.2 Klasifikasi Tidak Terbimbing


Ada 2 metode klasifikasi yang digunakan pada klasifikasi tidak terbimbing, yaitu:
Isodata dan K-means.
ISODATA atau Iterative Self-Organizing Data Analysis Technique merupakan
metode yang sering digunakan dalam klasifikasi tidak terbimbing. ISODATA akan
melakukan proses klustering dan pengkelasan awal (initial classes) berdasarkan
perhitungan statistik yang dilakukan oleh komputer, kemudian melakukan klasifikasi
piksel dan memodifikasi kriteria untuk setiap kelas. Proses ini dilakukan secara
berulang-ulang sampai range (jarak) spektral antar kelas menjadi maksimum.
Metode K-Means hampir sama dengan ISODATA, hanya saja pada metode K-Means
digunakan asumsi bahwa jumlah kluster telah diketahui.
Langkah-langkah untuk melakukan klasifikasi data satelit secara unsupervised
menggunakan metode ISODATA adalah sebagai berikut:
1. Tekan menu Classification  Unsupervised  IsoData (gambar 6.1).
2. Tekan Open  New File pada jendela Classification Input File untuk
membuka data satelit yang akan diklasifikasi (gambar 6.2).

H a l |55
3. Arahkan ke direktori data yang akan diklasifikasi, pilih data satelit yang akan
diklasifikasi, kemudian tekan Open (gambar 6.3).

Gambar 6.1 Prosedur


klasifikasi lahan secara
unsupervised
menggunakan metode
ISODATA

Gambar 6.2 Jendela


Classification Input File

Gambar 6.3 Memilih


data satelit yang akan
diklasifikasi

4. Tekan OK pada jendela Classification Input File untuk melanjutkan proses


klasifikasi (gambar 6.4).

H a l | 56
5. Selanjutnya akan muncul jendela ISODATA Parameter. Lakukan pengaturan
pada jumlah kelas, jumlah proses iterasi, jumlah piksel dalam kelas, dan
sebagainya. Tekan tombol Choose untuk menyimpan hasil klasifikasi (gambar
6.5).

Gambar 6.4 Proses untuk


melanjutkan klasifikasi

Gambar 6.5 Pengaturan


parameter ISODATA

Gambar 6.6
Penyimpanan data hasil
klasifikasi

6. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data hasil klasifikasi, ketik nama data
hasil klasifikasi, kemudian tekan Open (gambar 6.6).

H a l |57
7. Tekan OK pada jendela ISODATA Parameters untuk melanjutkan proses
klasifikasi (gambar 6.7).

Gambar 6.7
Proses untuk
melanjutkan
klasifikasi

8. Selanjutnya klasifikasi data satelit mulai diproses (gambar 6.8).


9. Setelah proses klasifikasi data satelit selesai dilakukan, data hasil klasifiklasi
akan ditampilkan pada jendela Band List. Tekan Load Band untuk
menampilkan data hasil klasifikasi (gambar 6.9).

Gambar 6.8 Progress klasifikasi data satelit Gambar 6.9 Jendela band list
10. Hasil klasifikasi akan ditampilkan pada pada di image windows, scroll windows,
dan zoom window (gambar 6.10).

H a l | 58
Gambar 6.10 Hasil
klasifikasi
menggunakan
metode ISODATA

6.3 Klasifikasi Terbimbing


Pada klasifikasi terbimbing (supervised), perlu dilakukan survey lapangan untuk
mengidentifikasi setiap tutupan lahan yang mewakili (training area). Apabila cakupan
lahan dari data satelit cukup luas, maka jumlah training area minimal 30 region.
Ada beberapa metode yang digunakan dalam klasifikasi terbimbing, diantaranya:
parallelepiped, minimum distance, mahalanobis distance, maximum likelihood, spectral
angle mapper, spectral angle mapper, spectral information divergence, dan binary
enconding.
Prosedur untuk melakukan klasifikasi data satelit secara supervised
menggunakan ENVI adalah sebagai berikut:

6.3.1 Membuat ROI


11. ROI (Region of Interest) merupakan proses identifikasi piksel data satelit
berdasarkan hasil survei (training area). Langkah – langkah untuk membuat
ROI adalah sebagai berikut:
12. Buka data satelit yang akan diidentifikasi dengan menekan menu File  Open
Image File (6.11).

H a l |59
Gambar 6.11
Prosedur untuk
membuka data satelit
yang akan
diidentifikasi

Gambar 6.12 Memilih


data yang akan
diidentifikasi

13. Arahkan ke direktori data yang akan diidentifikasi, pilih data yang akan
diidentifikasi, kemudian tekan Open (gambar 6.12).
14. Data satelit yang akan diidentifikasi, selanjutnya ditampilkan pada Band List.
Tekan Load RGB untuk menampilkan data satelit (gambar 6.13).
15. Data satelit akan ditampilkan pada image windows, scroll windows, dan zoom
windows (gambar 6.14).

Gambar 6.13 Jendela Band list Gambar 6.14 Data satelit yang akan diidentifikasi

H a l | 60
16. Tekan menu Basic Tools  Region Of Interest  ROI Tool untuk
menampilkan jendela ROI (gambar 6.15).

Gambar 6.15 Prosedur


untuk menampilkan
jendela ROI

17. Selanjutnya akan muncul jendela ROI Tool. Tentukan window data satelit yang
akan diidentifikasi, dan tekan New Region untuk membuat ROI (gambar 6.16).
18. Dalam contoh ini ada empat kelas penutup lahan yang diidentifikasi pada data
satelit, yaitu pepohonan, rumput, pemukiman, dan jalan. Identifikasi ini
mengacu pada data hasil pengamatan dilapangan (hasil survei). Sedangkan
proses identifikasi akan dilakukan pada Image Windows (gambar 6.17).

Gambar 6.16 Jendela ROI Tool Gambar 6.17 Pengaturan ROI

19. Lakukan identifikasi penutup lahan pada data satelit berdasarkan hasil survey
(gambar 6.18).

H a l |61
20. Simpan data hasil identifikasi dengan menekan menu File  Save ROIs pada
jendela ROI Tool (gambar 6.19).

Gambar 6.18 Identifikasi penutup lahan Gambar 6.19 Jumlah piksel yang diidentifasi
pada setiap penutup lahan
21. Selanjutnya akan muncul jendela Save ROIs to File. Pilih ROI yang akan
disimpan, kemudian tekan Choose untuk menyimpan data ROI (gambar 6.20
dan 6.21).

Gambar 6.20 Prosedur untuk menyimpan ROI Gambar 6.21 Jendela Save ROIs to File

22. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data ROI, ketik nama ROI, kemudian
tekan Open (gambar 6.22).

H a l | 62
23. Tekan OK pada jendela Save ROIs to File untuk melanjutkan proses
penyimpanan ROI (gambar 6.23).

Gambar 6.22 Penyimpanan data ROI Gambar 6.23 Proses untuk


melanjutkan penyimpanan ROI

6.3.2 Proses klasifikasi


Klasifikasi data yang digunakan pada contoh ini menggunakan metode Maximum
Likelihood. Metode ini mengasumsikan bahwa statistik dari setiap kelas pada setiap
band data satelit memiliki distribusi yang normal.
Adapun Langkah – langkah klasifikasi data satelit secara supervised adalah
sebagai berikut:
1. Tekan menu Classification  Supervised Maximum Likelihood (gambar 6.24).
2. Pilih data satelit yang akan diklasifikasi pada jendela Classification Input File,
kemudian tekan OK (gambar 6.25).
3. Selanjutnya akan muncul jendela Maximum Likelihood Parameters. Pilih kelas
dari ROI yang akan dijadikan acuan untuk melakukan klasifikasi data satelit,
kemudian tekan tombol Choose untuk menyimpan hasil klasifikasi (gambar 6.26).
4. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data hasil klasifikasi, ketik nama data
hasil klasifikasi, kemudian tekan Open (gambar 6.27).

Gambar 6.24
Prosedur klasifikasi
menggunakan
Maximum
Likelihood

H a l |63
Gambar 6.25
Pemilihan data
satelit yang akan
diklasifikasi

Gambar 6.26
Pengaturan
parameter
klasifikasi

Gambar 6.27
Penyimpanan data
hasil klasifikasi

5. Tekan OK pada jendela Maximum Likelihood Parameters untuk melanjutkan


proses klasifikasi (Gambar 6.28).

H a l | 64
Gambar 6.28 Proses untuk melanjutkan klasifikasi Gambar 6.29 Progress klasifikasi data satelit

6. Selanjutnya proses klasifikasi mulai dilakukan (gambar 6.29).


7. Setelah proses klasifikasi data satelit selesai dilakukan, data hasil klasifiklasi
akan ditampilkan pada jendela Band List. Tekan Load Band untuk
menampilkan data hasil klasifikasi (gambar 6.30).
8. Hasil klasifikasi akan ditampilkan pada: image windows, scroll windows, dan
zoom windows (gambar 6.31).

Gambar 6.30 Jendela band list Gambar 6.31 Hasil klasifikasi secara supervised menggunakan metode
Maximum Likelihood

H a l |65
6.4 Konversi data ke format vektor
Agar data hasil klasifikasi menjadi sebuah basis data GIS, maka data tersebut
perlu dikonversi ke dalam format vektor. L
angkah – langkah untuk konversi data hasil klasifikasi kedalam format vektor
adalah sebagai berikut:
1. Tekan menu Vector  Raster to Vector (gambar 6.32).
2. Selanjutnya akan muncul jendela Raster to Vector Input Band. Pilih band
data hasil klasifikasi, kemudian tekan OK (gambar 6.33).

Gambar 6.32
Prosedur untuk
konversi data hasil
klasifikasi kedalam
format vektor

Gambar 6.33 Jendela


Raster to Vector Input
Band

3. Pilih data hasil klasifikasi yang akan dikonversi pada jendela Raster to vektor
Parameter, kemudian tekan Choose untuk menyimpan data vektor hasil
konversi (gambar 6.34).

H a l | 66
Gambar 6.34 Jendela Raster to
Vector Parameters

4.
5. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data vektor hasil konversi, ketik nama
data hasil klasifikasi, kemudian tekan Open (gambar 6.35).

6.
Gambar 6.35 Penyimpanan data vektor hasil konversi

7. Tekan OK untuk melanjutkan proses konversi (gambar 6.36).


8. Selanjutnya proses konversi mulai dilakukan (gambar 6.37).

Gambar 6.36 Proses untuk melanjutkan


konversi

Gambar 6.37 Progress konversi data


hasil klasifikasi kedalam format vektor

9.

H a l |67
Gambar 6.38 Jendela Available Vector List

10. Selanjutnya akan muncul jendela Available Vector List. Tekan Load Selected
untuk menampilkan data vektor hasil konversi (gambar 6.38).
11. Selanjutnya data vektor hasil konversi akan ditampilkan pada Vector Window
(Gambar 6.39).
12. Untuk mengkonversi data vektor kedalam format shapefile, tekan menu File 
Export Active Layer to Shapefile pada jendela Vector Window (gambar 6.40).

Gambar 6.39 Vector Window Gambar 6.40 Prosedur untuk mengkonversi


data vektor kedalam format shapefile
13. Tekan Choose pada jendela Output EVF Layer to Shapefile untuk menyimpan
data hasil konversi (gambar 6.41).

H a l | 68
Gambar 6.41 Jendela Output EVF Layer to
Shapefile

14.
15. Arahkan ke direktori untuk menyimpan data vektor hasil konversi, ketik nama
data hasil klasifikasi, kemudian tekan Open (gambar 6.42).

Gambar 6.42 Penyimpanan data vektor hasil konversi


16. Tekan OK untuk melanjutkan proses konversi (gambar 6.43)

Gambar 6.43 Proses untuk


melanjutkan konversi

17.

H a l |69
DAFTAR PUSTAKA

A. Referensi Utama :
 Indarto, 2010. “Dasar – Dasar Sistem Informasi Geografis”, Penerbit BPUJ (buku ajar).
 Ferdinan Usman, Indarto, 2009. “Teori dan Praktek OpenSource GIS menggunakan
Mapwindow. Penerbit Andi offset, Yogyakarta,
 Arif faisol, Indarto, Ferdinan Usman, 2009. “Teori dan aplikasi GIS menggunakan open
source GRASS”. Penerbit Java Techno Mandiri.
 Indarto, Ferdinan Usman, 2009. “Tutorial mapwindow: Pengembangan Aplikasi lanjut
menggunakan mapwinGIS Active-X Control. Penerbit PT. Javatechno Mandiri, ISBN:
978-602-95218-1-8.
 ENVI 4.8 User Guide. ITT - Visual Information Solutions, 4990 Pearl East Circle , Boulder, CO
80301 USA. Web: http://www.ittvis.com

B. Texbook / Manual / Tutorial

 Burrough, P.A., and McDonnel, R. A.(1998). Principles of Geographical Information


Systems. Oxford University Press.
 Barton, D. & S. Leonov (eds.) (1997) Radar technology encyclopedia, 511 p., Artec
House, Norwood, MA, USA, ISBN 0-89006-893-3.
 Booth, B and A. Mitchel. 2001. Getting Started with ArcGIS, ESRI Manual of ArcGIS.
 Booth, B. 2001. Using ArcGIS 3D Analyst. ESRI Manual of ArcGIS.
 Campbell, J.B., 1996. Introduction to Remote Sensing. Taylor and Francis, London.
 Chandra, A.M., and S.K Ghosh., 2009. Remote Sensing and Geographical
Information System, Alpha Science International Ltd., oxford, U.K. www.alphasci.com
 Curran, P.J., 1989. Principles of Remote Sensing. Longman Scientific & Technical,
Longman Group UK Limited.
 Canada Centre for Remote Sensing/Natural Resources Canada (1997). GlobeSAR2
Radar Image Processing and Information Extraction Workbook Version 1.2. Ottawa,
Ontario, Canada.
 De Smith, M.J., Goodchild, M.F., and P.A. Longley., 2007. Geospatial Analyisi. A
Comprehensive guide to principles, techniques and Software Tools. Matador-Troubador
Publishing Ltd.
 Dougherty, Edward R. and Charles R. Giardina (1987) Matrix Structured Image
Processing. Prentice-Hall, New Jersey.
 ESRI. 1996. Using ArcView GIS. The Geographic Information System for Everyone.
Environmental Systems Research Institute, Inc.
 ESRI. 1996. Using the ArcView Spatial Analyst. Advanced Spatial Analysis Using Raster
and Vector Data. Environmental Systems Research Institute, Inc.
 ESRI. 2001. What is ArcGIS. GIS by ESRI.

H a l | 70
 Elachi, C and jakob V.Z., 2006. Introduction to the Physics and techniques of
Remote Sensing, 2ed., John Wiley & Sons, Inc. USA
 Harris, M. 2001. Managing ArcSDE Services. ESRI Manual of ArcGIS.
 Johnston, K., Ver Hoef, J.M., Krivoruchko, K., and Lucas, N. 2001. Using ArcGIS
Geostatistical Analysis. ESRI Manual of ArcGIS.
 Jensen, John R. (1986) Introductory Digital Image Processing. Prentice-Hall, New
Jersey.
 Jensen, John R., 2007. Remote Sensing of the Environment: An earth resource
perspective. 2ed Prentice-Hall series in Geographic Information Science, USA
 Jain, Anil K. (1989) Fundamentals of Digital Image Processing. Prentice-Hall, New
Jersey.
 Kennedy, M and S Kopp.1999. Understanding Map Projection. ESRI Manual of ArcGIS.
 Lillesand, T.M., Kiefer, R.W. and J.W. Chipman., 2008. Remote Sensing and Image
Interpretation. John Wiley and Sons Inc., New York.
 MacDonald, A.2001. Building a Geodatabase. ESRI Manual of ArcGIS.
 McCoy, J., and Johnston, K. 2001. Using ArcGIS Spatial Analyst. ESRI Manual of
ArcGIS.
 Maguire, D.J., Goodchild, M.F., and Rhind, D.W., (Ed).1991. Geographical Information
Systems: Principles and Applications. Longman, London.
 Meijerink, A.M.J., de Bouwer, H.A.M., Mannaerts, C.M., Valenzuela, C. 1994.
Introduction to the use of Geographic Information Systems for Practical Hydrology. ITC
Publication no. 23, ITC, The Netherland.
 Murai, S. 1999. GIS Workbook Fundamental Course. Asian Center for Research on
Remote Sensing(ACRoRS), AIT, Bangkok.
 Murai, S. 1999. GIS Workbook Technical Course. Asian Center for Research on Remote
Sensing(ACRoRS), AIT, Bangkok.
 Mainguenaud, M (sous la direction). 2002. Langages pour les SIG – conception,
developpement et IHM. Hermes Science Publications, Paris.
 MapInfo Corporation. 2000. MapInfo Professional - User’s Guide. Troy, New York.
 Minami, M. 2001. Using ArcMap. ESRI Manual of ArcGIS.
 Natural Resources Canada (1998), CCRS Remote Sensing Tutorial: Fundamentals of
Remote Sensing. Off-line version, http://www.ccrs.nrcan.gc.ca
 Oliver, C. & S. Quegan (1998) Understanding synthetic aperture radar images, 479
p., Artech House, Norwood, MA, USA, ISBN 089006850X.
 Russ, John C. (1995) The Image Processing Handbook. 2nd edition. CRC Press, Baca
Raton.
 Shaner, J., and Wrigthsell, J.(2001). Editing in ArcMap. ESRI Manual of ArcGIS.
 Richards, J.A., and Xiuping Jia., 2006. Remote Sensing and Digital Image Analysis.
An Introduction Fouth edition. Springer-Verlag Berlin-Heidelberg. Germany.
 Schowengerdt, R.A., 2007. Remote Sensing. Models and Methods for Image
Processing. Thrid Edition. Elsevier.
 Shekhar, S and C. Sanjay. 2003. Spatial Database A Tour. Pearson Education Inc.
New Jersey. USA.

H a l |71
 Schultz, GA and T. Engman (Ed). 2000. Remote Sensing in Hydrology and Water
Managemenent. Springer Verlag, Berlin-Heidelberg-New York.
 Tucker, C. 2001. Using ArcToolBox. ESRI Manual of ArcGIS.
 Vienneau, A. 2001. Using ArcCatalog. ESRI Manual of ArcGIS.
 West, R. 2001. Understanding ArcSDE. ESRI Manual of ArcGIS.
 Wahl, Freidrich M. (1987) Digital Image Signal Processing. Artech House, Boston.
 Werle D. (1988 and 1992) Radar Remote Sensing - A Training Manual, 193p, 75
35mm slides, Dendron Resource Surveys Ltd, Ottawa, Ontario, Canada, ISBN 0-
9693733-0-9.
 Yu, Francis T.S. and Suganda Jutamulia (1992) Optical Signal Processing,
Computing, and Neural Networks. John Wiley & Sons, New York.

C. Website :
 http://freeGIS.org
 http://www.mapwindow.org
 http://www.esri.com
 http://www.grass.it
 http://ocw.mit.edu\
 http://southport.jpl.nasa.gov
 http://landsat.gsfc.nasa.gov/education/teacherkit/html/lesson1.html
 http://www.r-s-c-c.org

H a l | 72
Table of Contents
Kata Pengantar 3
DAFTAR ISI 4
BAB 1. MENGENAL ENVI 6
1.1 Fitur Utama 6
1.2 Instalasi 7
1.2.1 Kebutuhan hardware dan software 7
1.2.2 Proses Instalasi ENVI 4.8 8
BAB 2. BEKERJA DENGAN ENVI 17
2.1 Format Data yang didukung ENVI 17
2.2 Menampilkan Data Satelit 18
2.3 Menampilkan Data Vektor 22
2.4 Overlay Data Satelit dan Vektor 24
BAB 3. MOSAICKING 29
3.1 Mosaicking 29
3.2 Prosedur Mozaicking 29
BAB 4. KOREKSI GEOMETRIK 37
4.1 Koreksi Geometrik 37
4.2 Prosedur koreksi geometris 37
BAB 5. DATA MULTI BAND 50
5.1 Data Multi Band 50
5.2 Membuat Data Multi-Band 50
BAB 6. KLASIFIKASI DATA SATELIT 55
6.1 Klasifikasi Data Satelit 55
6.2 Klasifikasi Tidak Terbimbing 55
6.3 Klasifikasi Terbimbing 59
6.3.1 Membuat ROI 59
6.3.2 Proses klasifikasi 63
6.4 Konversi data ke format vektor 66
DAFTAR PUSTAKA 70

H a l |73

View publication stats