Anda di halaman 1dari 6

SOAL UNTUK DISKUSI

MESIN KONVERSI ENERGI

1. Udara masuk kompresor sebuah siklus Brayton udara-standard pada 100 kPa, 25 °C, dengan laju aliran
volumetrik 8 m3/s. Kompresor mempunyai rasio kompresi 12. Temperatur masuk turbin adalah 1100 °C.
Tentukan dengan asumsi panas jenis konstan : (a) efisisiensi termal, (b) net power output, dan (c) back work
ratio. (d) Ulangi perhitungan (a), (b), dan (c) dengan asumsi panas jenis bervariasi terhadap temperatur.
Diketahui k udara = 1,4 , panas jenis udara pada 25 C = 1,007 kJ/kg, dan volume spesifik udara = 1,1707
kg/m3

A. Panas jenis konstan :

k udara = 1.4 η termal = 50.83 % (a)


Pressure ratio = 12 Volume spesifik v = 1.1707 kg/m3
T1 = 25 C Laju aliran volume v = 8 m3/det
298 K Laju aliran massa m = 9.37 kg/det
T2 = 606.11 K Kerja kompresor = 2905.83 kW
T3 = 1100 C Kerja turbin kotor = 6582.44 kW
1373 K Kerja turbin bersih = 3676.61 kW (b)
T4 = 675.05 K BWR = 44.15 % (c)
cp = 1.0070 kJ/kg.K

B. Panas jenis bervariasi :

T (K) h(kJ/kg) Pr Kalor spesifik masuk = 876.34 kJ/kg


295 295.17 1.307 Kerja kompresor = 308.53 kJ/kg
Titik 1 298 298.18 1.354 Kerja turbin kotor = 731.98 kJ/kg
300 300.19 1.386 Kerja turbin bersih = 423.44 kJ/kg
η termal = 48.32 % (a')
Pr2 = (P2/P1)Pr1 = 16.252 Kerja net total = 3965.92 kW (b')
BWR = 42.15 % (c')
T (K) h(kJ/kg) Pr
590 596.52 15.31
Titik 2 599.71 606.72 16.252
600 607.02 16.28 Kesimpulan :
1. Efisiensi termal dan BWR untuk perhitungan
T (K) h(kJ/kg) Pr dengan panas jenis bervariasi, lebih rendah
1360 1467.49 399.1 daripada perhitungan panas jenis konstan.
Titik 3 1373 1483.06 415.42 Walaupun demikian, kondisi ini lebih
1380 1491.44 424.2 menggambarkan kondisi riil
2. Perhitungan dengan panas jenis konstan
Pr4 = (P4/P3)Pr3 = 34.62 dilakukan untuk memudahkan analisis.
Walaupun ada deviasi hasil, namun metode
T (K) h(kJ/kg) Pr ini cukup memberikan gambaran awal tentang
730 745.62 33.72 unjuk kerja mesin turbin
Titik 4 735.04 751.08 34.62
740 756.44 35.5

2. Siklus Brayton ideal udara-standard beroperasi dengan udara masuk kompresor pada 95 kPa, 22 °C.
Pressure ratio, rp adalah 6:1 dan udara keluar dari proses penambahan kalor pada 1100 K. Tentukan kerja
kompresor dan kerja turbin per unit aliran massa, efisiensi termal siklus, dan BWR. Asumsikan dengan constant
properties (cp = 1,005 kJ/kg) Jawaban : w comp = 198,15 kJ/kg, w turb = 442,5 kJ/kg, efisiensi termal =
40%, dan BWR = 44,8%

Soal 2 untuk diskusi


Soal 2 untuk diskusi

3. Pada sebuah siklus udara-standard Brayton, udara memasuki kompresor pada 0.1 MPa, 20 °C. Tekanan
keluar kompresor adalah 1 MPa, dan temperatur maksimum siklus adalah 1225 °C. Hitunglah dengan metode
panas jenis konstan (a) kerja kompresor, (b) kerja turbin, dan (c) efisiensi siklus, (d) Ulangi pertanyaan (a), (b),
dan (c) bila tekanan keluar kompresor 1.5 MPa? Diketahui cp = 1,005 kJ/kg.K

Panas jenis udara pada 20 °C = 1.005 kJ/kg.K Temp. maksimum / T3 = 1498 K


Perbandingan kompresi = 10
Temp. keluar kompresor (T2) = 565.69 K
Temp. keluar turbin (T4) = 775.89 K

Kerja spesifik kompresor = cp.(T2-T1) = 274.06 kJ/kg (a)


Kerja spesifik turbin = cp.(T3-T4) = 725.73 kJ/kg (b)
Kalor spesifik yang masuk = cp.(T3-T2) = 936.97 kJ/kg
Kerja spesifik bersih turbin = cp.((T3-T4)-(T2-T1)) = 451.67 kJ/kg
Efisiensi termal = 48.21 % (c)

Bila tekanan keluar kompresor 1,5 MPa, maka :

Perbandingan kompresi = 15
Temp. keluar kompresor (T2) = 635.18 K
Temp. keluar turbin (T4) = 691.01 K

Kerja spesifik kompresor = cp.(T2-T1) = 343.89 kJ/kg (a')


Kerja spesifik turbin = cp.(T3-T4) = 811.02 kJ/kg (b')
Kalor spesifik yang masuk = cp.(T3-T2) = 867.14 kJ/kg
Kerja spesifik bersih turbin = cp.((T3-T4)-(T2-T1)) = 467.14 kJ/kg
Efisiensi termal = 53.87 % (c')

4. Udara memasuki kompresor sebuah siklus udara-standard Brayton pada 100 kPa, 305 K dengan laju aliran
volumetrik 5 m3/s. Kompresor mempunyai pressure ratio 10. Temperatur udara masuk turbin 1000 K. Tentukan
(a) thermal efficiency, (b) net power output, dan (c) back work ratio. Gunakan analisis panas jenis konstan, (d)
ulangi pertanyaan (b) bila temperatur masuk turbin 1500 K. Diketahui panas jenis cp = 1,005 kJ/kg.K, volume
spesifik, v = 1,1381 kg/m3

k udara = 1.4 η termal = 48.21 % (a)


Pressure ratio = 10 Volume spesifik v = 1.1381 kg/m3
T1 = 32 C Laju aliran volume v = 5 m3/det
305 K Laju aliran massa m = 5.69 kg/det
T2 = 588.86 K Kerja kompresor = 1623.36 kW
T3 = 727 C Kerja turbin kotor = 2756.76 kW
1000 K Kerja turbin bersih = 1133.408 kW (b)
T4 = 517.95 K BWR = 58.89 % (c)
cp = 1.0050 kJ/kg.K

Bila temperatur masuk turbin 1500 K, maka :

k udara = 1.4 η termal = 48.21 %


Pressure ratio = 10 Volume spesifik v = 1.1381 kg/m3
T1 = 32 C Laju aliran volume v = 5 m3/det
305 K Laju aliran massa m = 5.69 kg/det
T2 = 588.86 K Kerja kompresor = 1623.36 kW
T3 = 1227 C Kerja turbin kotor = 4135.14 kW
1500 K Kerja turbin bersih = 2511.789 kW (b')
T4 = 776.92 K BWR = 39.26 %
cp = 1.0050 kJ/kg.K

5. Instalasi tenaga turbin gas beroperasi dengan siklus Brayton sederhana memakai udara sebagai fluida kerja.
Udara masuk turbin pada 1 MPa dan 1000 K dan meninggalkan turbin pada 125 kPa, 610 K. Kalor dibuang ke
lingkungan dengan laju 8000 kW dan laju aliran udara adalah 25 kg/s. Bila diasumsikan efisiensi kompresor
80%, tentukan (a) net power output menggunakan panas jenis konstan. (b) Apabila ada perubahan efisiensi
kompresor menjadi 75%, berapa harga pertanyaan (a) ? Diketahui harga cp = 1,005 kJ/kg.K

Panas jenis udara pada 20 C = 1.005 kJ/kg.K Temp. maksimum / T3 = 1000 K


Laju aliran massa udara = 25 kg/det
Temp. keluar turb. ideal (T4s) = 610.00 K
Efi turbin = (h3 - h4a)/(h3 - h4s) = 1 atau 100%
h4a = h3 - 1.(h3 - h4s) atau T4a = T3 - 1.(T3 - T4s) = 610 K

Panas dibuang = m.cp.(T4a-T1) = 8000 kW, maka T1 = 291.59 K

Dengan asumsi tidak ada pressure drop selama penambahan kalor dan pembuangan kalor, maka
pressure ratio di kompresor sama dengan di turbin ( = 8 ) dengan kata lain P1=125kPa dan P2=1 MPa

Temp. keluar komp. ideal (T2s) = 528.20 K


Efi kompresor = (h2s - h1)/(h2a - h1) = 0,8
h2a = ((h2s - h1)/0,8) + h1 atau T2a = ((T2s - T1)/0,8) + T1 = 587.36 K

Kerja kompresor aktual = m.cp.(T2a-T1) = 7431.08 kW


Kerja turbin aktual = m.cp.(T3-T4a) = 9798.75 kW
Kerja bersih turbin = m.cp.((T3-T4a)-(T2a-T1)) = 2367.67 kW

Bila efisiensi kompresor berubah menjadi 75%, maka :


Efi kompresor = (h2s - h1)/(h2a - h1) = 0,75
h2a = ((h2s - h1)/0,75) + h1 atau T2a = ((T2s - T1)/0,75) + T1 = 607.07 K

Kerja kompresor aktual = m.cp.(T2a-T1) = 7926.49 kW


Kerja turbin aktual = m.cp.(T3-T4a) = 9798.75 kW
Kerja bersih turbin = m.cp.((T3-T4a)-(T2a-T1)) = 1872.26 kW

6. Pada sebuah siklus terbuka Brayton udara standar, udara masuk kompresor 0.1 MPa, 20 °C. Tekanan keluar
kompresor adalah 1 MPa, dan temperatur maksimum siklus 1225 °C. Asumsikan efisiensi kompresor 80%,
efisiensi turbin 85% dan pressure drop antara kompresor dan turbin selama proses penambahan kalor adalah
25 kPa. Tentukan (a) kerja kompresor, (b) kerja turbin, dan (c) efisiensi siklus. Gunakan analisis panas jenis
konstan. Diketahui cp udara = 1,005 kJ/kg.K dan laju aliran massa 1 kg/det

Panas jenis udara pada 20 °C = 1.005 kJ/kg.K Temp. maksimum / T3 = 1498 K


Laju aliran massa udara = 1 kg/det
Perbandingan kompresi ideal = 10 (sisi kompresor)
Temp. keluar komp. ideal (T2s) = 565.69 K
Efi kompresor = (h2s - h1)/(h2a - h1) = 0,8
h2a = ((h2s - h1)/0,8) + h1 atau T2a = ((T2s - T1)/0,8) + T1 = 633.87 K

Tek. masuk turbin = 1 Mpa-25 kPa = 0.975 MPa


Tek. keluar turbin = 0.1 MPa
Perbandingan kompresi = 9.75 (sisi turbin)
Temp. keluar turb. ideal (T4s) = 781.52 K
Efi turbin = (h3 - h4a)/(h3 - h4s) = 0,85
h4a = h3 - 0,85 (h3 - h4s) atau T4a = T3 - 0,85 (T3 - T4s) = 888.99 K
Kerja kompresor aktual = m.cp.(T2a-T1) = 342.57 kW (a)
Kerja turbin aktual = m.cp.(T3-T4a) = 612.05 kW (b)
Kalor yang masuk = m.cp.(T3-T2a) = 868.45 kW
Kerja bersih turbin = m.cp.((T3-T4a)-(T2a-T1)) = 269.48 kW
Efisiensi termal = 31.03 % (c)
= 31.03 %

7. Udara memasuki kompresor suatu siklus ideal Brayton udara standar pada 195 kPa, 290 K, dengan
volumetric flow rate 6 m3/s. Pressure ratio kompresor 9. Temperatur masuk turbin 1400 K. Efisiensi kompresor
dan turbin masing-masing 90% dan 75%. Tentukan (a) thermal efficiency, (b) net power output, dan (c) back
work ratio. Gunakan analisis panas jenis konstan. Diketahui panas jenis udara 1,0075 kJ/kg.K dan volume
spesifik 1,2081kg/m3.

Temp. masuk kompresor = 290 K Pressure ratio = 9


Volume spesifik v = 1.2081 kg/m3 Temp. masuk turbin = 1400 K
Laju aliran volume v = 6 m3/det Efi kompresor = 0.9
Laju aliran massa m = 14.00 kg/det Efi turbin = 0.75
cp = 1.0075 kJ/kg.K

Temp. keluar komp. ideal (T2s) = 543.30 K


Efi kompresor = (h2s - h1)/(h2a - h1) = 0,9
h2a = ((h2s - h1)/0,9) + h1 atau T2a = ((T2s - T1)/0,9) + T1 = 571.44 K

Temp. keluar turb. ideal (T4s) = 747.29 K


Efi turbin = (h3 - h4a)/(h3 - h4s) = 0,75
h4a = h3 - 0,75 (h3 - h4s) atau T4a = T3 - 0,75 (T3 - T4s) = 910.465 K

Kerja kompresor aktual = m.cp.(T2a-T1) = 3969.75 kW


Kerja turbin aktual = m.cp.(T3-T4a) = 6904.89 kW
Kalor yang masuk = m.cp.(T3-T2a) = 11686.80 kW
Kerja bersih turbin = m.cp.((T3-T4a)-(T2a-T1)) = 2935.14 kW (b)
Efisiensi termal = 25.11 % (a)
BWR = 57.49 % (c)

8. Turbin gas untuk instalasi tenaga beroperasi dengan siklus Brayton memakai udara-standar sebagai fluida
kerja. Udara masuk turbin pada 800 kPa, 1200 K, dan meninggalkan turbin pada 100 kPa, 750 K. Kalor yang
dibuang ke lingkungan 6800 kW, dan laju aliran massa udara 20 kg/s. Assumsikan efisiensi kompresor 80%,
tentukan net power output yang dihasilkan. Gunakan analisis panas jenis konstan. Diketahui panas jenis udara
1,005 kJ/kg.K

Panas jenis udara = 1.005 kJ/kg.K Temp. maksimum / T3 = 1200 K


Laju aliran massa udara = 20 kg/det Pressure ratio = 8
Temp. keluar turb. ideal (T4s) = 750.00 K
Efi turbin = (h3 - h4a)/(h3 - h4s) = 1 atau 100%
h4a = h3 - 1.(h3 - h4s) atau T4a = T3 - 1.(T3 - T4s) = 750 K

Panas dibuang = m.cp.(T4a-T1) = 6800 kW, maka T1 = 411.69 K

Dengan asumsi tidak ada pressure drop selama penambahan kalor dan pembuangan kalor, maka
pressure ratio di kompresor sama dengan di turbin ( = 8 ) dengan kata lain P1=100 kPa dan P2=800 kPa

Temp. keluar komp. ideal (T2s) = 745.76 K


Efi kompresor = (h2s - h1)/(h2a - h1) = 0,8
h2a = ((h2s - h1)/0,8) + h1 atau T2a = ((T2s - T1)/0,8) + T1 = 829.27 K
Kerja kompresor aktual = m.cp.(T2a-T1) = 8393.41 kW
Kerja turbin aktual = m.cp.(T3-T4a) = 9045.00 kW
Kerja bersih turbin = m.cp.((T3-T4a)-(T2a-T1)) = 651.59 kW

9. Industri pengolahan minyak memakai turbin gas siklus Brayton ideal sebagai sumber tenaga.
Kapasitas daya bersih total adalah 3 MW. Turbin tersebut beroperasi dengan temperatur maksimal 1627 °C.
Diketahui temperatur udara masuk kompresor 20 °C, temperatur masuk ruang bakar 323 °C, cp udara 1,0075
kJ/kg.K (konstan sepanjang siklus) dan efisiensi termal 55%.
a. Tentukan persentase kerja yang dipakai kompresor terhadap kerja turbin bruto.
b. Hitung laju aliran massa udara yang diperlukan dalam kg/menit.

Daya bersih total = 3 MW k udara = 1.4


Temperatur T3 = 1627 °C cp = 1.0075
1900 K
T1 = 20 °C
293 K
T2 = 323 °C
596 K
Efisiensi termal = 55 %

Daya kompresor spesifik = 305.273 kJ/kg


Kalor spesifik yang diperlukan = 1313.780 kJ/kg
Kalor total yang diperlukan = 5454.545 kW
5.455 MW
Laju aliran massa = 4.152 kg/det 249.11 kg/menit
Daya kompresor total = 1267.429 kW
Daya turbin bruto = 4267.429 kW
BWR = 29.700 %

10. Turbin gas bekerja dengan siklus udara-standard Brayton. Udara memasuki kompresor pada 110 kPa dan
27 °C dengan laju aliran volumetrik 2,5 m3/s. Perbandingan kompresi pada kompresor adalah 11. Temperatur
tertinggi pada turbin 927 °C. Bila diketahui panas jenis udara pada tekanan konstan adalah 1015 J/kg.K, dan
volume spesifik udara adalah 1,1614 kg/m3, tentukan:
(a) Efisiensi termal
(b) Kerja bersih turbin (dalam kW)
(c) Back work ratio
(d) Apa usulan Saudara untuk meningkatkan efisiensi termal turbin dalam kasus ini?
Gunakan analisis cold-air standard untuk menyelesaian soal ini.

k udara = 1.4 η termal = 49.597 % (a)


Pressure ratio = 11 Volume spesifik v = 1.1614 kg/m3
T1 = 27 C Laju aliran volume v = 2.5 m3/det
300 K Laju aliran massa m = 2.90 kg/det
T2 = 595.20 K Kerja kompresor = 869.97 kW
T3 = 927 C Kerja turbin kotor = 1753.97 kW
1200 K Kerja turbin bersih = 884.0016 kW (b)
T4 = 604.84 K BWR = 49.60 % (c)
cp = 1.0150 kJ/kg.K
11. Turbin gas bekerja dengan siklus udara-standard Brayton. Udara memasuki kompresor pada 110 kPa dan
27 °C. Perbandingan kompresi pada kompresor adalah 5,2. Temperatur tertinggi pada turbin 1000 K. Bila
diketahui panas jenis udara pada tekanan konstan adalah 1,003 kJ/kg.K, tentukan:
(a) Efisiensi termal
(b) Kerja bersih turbin (dalam kW)
(c) Back work ratio

Gunakan analisis cold-air standard untuk menyelesaian soal ini.

k udara = 1.4 η termal = 37.565 % (a)


Pressure ratio = 5.2
T1 = 27 C
300 K Laju aliran massa m = 3.50 kg/det
T2 = 480.50 K Kerja kompresor = 633.65 kW
T3 = 727 C Kerja turbin kotor = 1318.72 kW
1000 K Kerja turbin bersih = 685.0756 kW (b)
T4 = 624.35 K BWR = 48.05 % (c)
cp = 1.0030 kJ/kg.K