Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMK NEGERI 1 KODI


Mata Pelajaran : Desain Dan Tata Letak Wadah Pendederan Komoditas Perikanan
Kelas/Semester : X1/GANJIL
Alokasi Waktu : 18 X 45 menit
A. Kompetensi Inti
KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong-
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 Memahami menerapkan menganalisis pengetahuan factual,konsep tual,prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, tekhnologi, seni budaya dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan kebangsaan kenegaraan dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI.4 Mengolah menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
3.4 Menerapkan desain dan tata letak wadah pendederan komoditas perikanan
4.4 Membuat desain dan tata letak wadah pendederan komoditas perikanan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1 Menerangkan Desain dan tata letak wadah
3.4.2 Mengidentifikasi Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas pendederan
4.4.1 Menggambarkan desain wadah pendederan komoditas perikanan
4.4.2 Menggambarkan tata letak wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan
pendederan
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menerangkan Desain dan tata letak wadah
2. Mengidentifikasi Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas pendederan
3. Menggambarkan desain wadah pendederan komoditas perikanan
4. Menggambarkan tata letak wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan
pendederan
E. Materi Pembelajaran
a. Desain dan Tata Letak Wadah Pendederan
Desain dan tata letak wadah pembenihan ikan disesuaikan dengan proses kegiatan dan sifat
dan karakter telur/larva ikan. Persiapan wadah pendederan benih bertujuan agar benih ikan
yang akan dipelihara dapat tumbuh dan memiliki survival rate yang optimal. Agar benih
ikan dapat sehat dan tumbuh dengan optimal, lingkungan kolam harus diciptakan sesuai
kebutuhan benih ikan. Sedangkan tata letak wadah pembenihan ikan disesuaikan dengan
luas dan bentuk bangunan pembenihan ikan (hatchery).

1.Desain wadah Pemijahan Induk Ikan


kebiasaan induk ikan gurame memijah dengan membuat sarang pada dinding sungai atau
danau/rawa yang berlubang. Induk gurame membuat sarang terbuat dari rumput, ranting,
sampah yang ada di perairan. Kolam pemijahan induk ikan gurame dapat segi empat atau
segitiga. air kolam pemijahan induk gurame adalah jernih dan tenang. Ketinggian air
kolam pemijahan induk ikan gurame adalah 0,7-1 m.

Kebiasaan pemijahan induk ikan nila adalah membuat sarang berupa lekukan di dasar
kolam. Induk jantan membuat lekukan didasar kolam/bak/hapa. Wadah pemijahan induk
ikan nila dapat dilakukan di dalam bak, kolam, akuarium atau hapa. Bentuk kolam
pemijahan induk ikan nila dapat berbentuk segi empat, bulat atau segitiga. Kolam
pemijahan dilengkapi pipa pengeluaran air dengan ketinggian air 0,5 – 1 m.

Kebiasaan pemijahan induk ikan bawal adalah pada air mengalir. Sifat telur ikan bawal
tidak memiliki perekat dan mengendap di dasar perairan. Maka wadah pemijahan induk
ikan bawal didesain agar telur bawal dapat melayang-layang. Wadah pemijahan ikan
bawal dapat dilakukan dalam bak, kolam, fiberglass, hapa. Wadah pemijahan di desain
agar ketinggian air pemijahan induk 0,5 – 1 m.

Induk ikan mas dan ikan lele memijah dengan menempelkan telur pada substrat yang
terdapat di wadah pemijahan. Wadah pemijahan induk ikan mas dan lele dapat berbentuk
segi empat, segi tiga atau bulat. Wadah pemijahan di desain agar ketinggian air dapat
mencapai 0,5-0,7 m yang dilengkapi dengan pipa pemasukan dan pengeluaran air. Pada
wadah pemijahan disediakan substrat berupa kakaban yang ditata rapi. Substrat di pasang
5-10 cm dibawah permukaan air.
2.Desain Wadah Penetasan Telur Ikan
Desain wadah penetasan telur ikan disesuaikan dengan sifat dan karakter telur.
Beberapa telur ikan memiliki karakter yang berbeda dengan telur ikan lainnya. Perbedaan
sifat dan karakter telur tersebut maka teknis/cara penetasannya juga berbeda. Teknik /
cara penetasan telur yang berbeda maka wadah penetasan telur akan berbeda satu dengan
yang lainnya.
Pada penetasan telur ikan nila secara intensif dilakukan dalam fiberglass
berbentuk trapesium. Pada saat penetasan, telur ikan nila harus melayang-layang. Wadah
penetasan telur ikan nila dapat dilakukan di corong tetas yang terbuat dari plastik,
fiberglass atau kain.

Corong penetasan telur ikan dapat juga menggunakan kain berbentuk trapesium,
ujung bagian bawah dipasang selang.. Corong tetas yang terbuat dari kain ini dapat
digunakan untuk penetasan telur nila, bawal, grasscarp, mola dan sebagainya.

Corong tetas dapat juga terbuat dari plastik kantong atau bekas galon air mineral. Corong
penetasan dapat juga terbuat dari galon air mineral.. Corong tetas tersebut dapat juga
digunakan untuk penetasan/ budidaya pakan alami.
Wadah penetasan telur ikan bawal dapat juga menggunakan corong tetas yang teruat dari
fiberglass atau plastic.

Pada beberapa jenis ikan yang memiliki sifat telur mengapung di permukaan memiliki
desain wadah yang berbeda seperti Ikan gurame, sepat, tambakang, ikan hias cupang dan
sebagainya.

3.Desain Wadah Pemeliharaan Larva dan pendederan Benih


Wadah pendederan benih ikan umumnya menggunakan akuarium, bak dan kolam.
Penggunaan wadah pendederan berkaitan dengan karakter benih ikan yang dipelihara.
Kolam pendederan benih ikan tersebut terdiri dasar kolam, pematang, pipa pemasukan
dan pengeluaran air.

Pematang merupakan bagian kolam utama yang memberikan bentuk dari suatu kolam
dan berfungsi agar air dapat selalu tertampung dalam volume yang cukup untuk
memelihara ikan. Tanpa pematang maka air tidak akan bisa tertampung atau tergenang
pada suatu tempat, maka tempat tersebut tidak layak dikatakan sebagai kolam.
Pematang kolam harus dibuat dengan ukuran yang memadai sesuai dengan luas
kolam. Selain kuat untuk menahan volume air, pematang juga harus mampu menahan
arus air yang disebabkan oleh hujan lebat atau banjir. Pematang kolam yang baik adalah
berbentuk trapesium. Lebar pematang bagian atas dan bawah hendaknya dibuat dengan
perbandingan 1 : 2.
Tinggi pematang harus sesuai dengan luas kolam serta jenis ikan yang akan
dibudidayakan. Pematang harus lebih tinggi dari permukaan air di kolam. Misalnya
apabila anda menginginkan membuat kolam dengan ketinggian air kolam 75 cm, maka
ketinggian kolam sebaiknya 100 cm.
Pematang dan dasar kolam berfungsi menahan massa air selama mungkin di dalam
kolam, sehingga ikan peliharaan dapat hidup, tumbuh dan berkembang biak. Pematang
dan dasar kolam ada yang dibuat dari beton atau dari tanah asal dari kolam itu dibangun.
Pembuatan kolam dilakukan dengan menggali permukaan tanah, dan tanah bekas galian
tersebut digunakan untuk membangun pematang.
Pematang dibuat berbentuk trapesium, dimana ukuran lebar bagian atas antara 1 – 1,5
meter, lebar bagian dasarnya 2 – 3 meter, dengan tinggi berkisar 1 – 1, 5 meter. Fungsi
lain dari pematang ini adalah untuk sarana orang berjalan untuk keperluan budidaya ikan.
Kadang-kadang petani dalam membuat pematang juga mempertimbangkan jenis tanah
yang akan dibuat kolam, sebagai contoh apabila jenis tanahnya banyak mengandung
fraksi tanah liat, maka kemiringnnya lebih curam. Dengan kata lain perbandingan lebar
antara bagian atas dan bagian bawah lebih kecil. Untuk kolam yang jenis tanahnya
banyak mengandung fraksi pasir, maka pematangnya dibuat lebih landai, agar
meminimalisir terjadi longsor pada kolamnya
Pintu pemasukan (inlet) dan pengeluaran air (outlet) sangat penting pada kolam,
dimana fungsinya untuk mengatur volume dan sirkulasi air kolam sehingga jumlah dan
mutu air dapat terjaga.
Pintu pemasukan dan pengeluaran air dapat terbuat dari pipa besi, paralon, atau dari
bambu yang ditanam pada pematang kolam. Diameter paralon atau bambu dapat
disesuaikan dengan debit air yang ingin dialirkan serta yang akan dibuang. Kadang-
kadang untuk memenuhi kebutuhan debit air, terpaksa menggunakan beberapa buah pipa
paralon atau bambu sebagai pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Pintu pemasukan air letaknya pada bagian depan kolam dimana posisinya berada di
dasar saluran air. Hal ini dibuat demikian agar apabila debit air yang masuk ke saluran air
pemasukan kecil, masih bisa disalurkan ke kolam. Namun ketinggian inlet ini harus lebih
tinggi dari pintu pengeluaran agar air dapat masuk dengan lancar ke dalam kolam.
Pintu pengeluaran air terletak pada bagian belakang kolam dan merupakan tempat
pengeluaran air baik pada saat air melimpah maupun pada waktu ingin menguras air
kolam baik pada saat panen maupun pada saat sampling. Pintu pengeluaran air biasanya
terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian atas yang fungsinya untuk membuang air yang
berlebih, dan bagian bawah yang fungsinya untuk menguras dan panen.
Untuk mencegah masuknya ikan liar, dan lolosnya ikan dari dalam kolam kedua pintu
air tersebut dipasang saringan yang bisa berupa kawat kasa maupun anyaman bambu.
Adanya saringan ini dapat menghambat kelancaran air yang masuk dan keluar kolam
karena sering tersumbat oleh sampah. Oleh sebab itu harus selalu sering dikontrol dan
dibersihkan.
Pintu pemasukan air (inlet) berfungsi untuk memasukkan air. Air yang dimasukkan
adalah air bersih yang kaya oksigen terlarut (DO), dan kalau memungkinkan kaya zat
hara, karena oksigen terlarut sangat dibutuhkan oleh biota air yang ada di dalam kolam
terutama ikan budidaya untuk aktifitas respirasinya. Sedangkan zat hara dibutuhkan oleh
fitoplankton untuk melakukan proses fotosintesis.
Pintu pengeluaran air (outlet) berfungsi untuk mengeluarkan air dari dalam kolam ke
luar. Air yang dikeluarkan adalah air kotor yang banyak mengandung NH3, H2S, CO2,
NO2, dan limbah metabolisme (metabolit) lainnya. Inlet kolam bisa terbuat dari paralon
atau berbentuk saluran, sedangkan outlet kolam terbuat dari paralon atau dari beton.
Outlet kolam terbuat dari paralon disebut tempurung lutut atau pipa goyang. Pipa
tersebut bisa digoyang miring tegak, sehingga dapat menentukan ketinggian air di dalam
kolam. Outlet kolam yang terbuat dari beton, salah satunya disebut monik. Pengaturan
tinggi air di kolam yang menggunakan monik ini dilakukan dengan memasang dan
melepas papan sesuai ketinggian air yang kita inginkan.
Saluran pemasukan air berfungsi untuk mengalirkan air dari sumber air ke unit
perkolaman, sedangkan saluran pembuangan air berfungsi untuk menyalurkan air dari
unit perkolaman ke luar. Saluran pemasukan dan pembuangan dikelompokkan menjadi
saluran utama (primer), saluran sekunder dan saluran tersier. Saluran pemasukan primer
berfungsi menyalurkan air dari sumber airnya (sungai, irigasi, dan lain sebagainya) ke
saluran sekunder. Saluran pemasukan sekunder berfungsi menyalurkan air ke saluran
pemasukan tersier, dan saluran pemasukan tersier menyalurkan air ke kolam-kolam. Hal
yang sama juga untuk pembuangan air. Pengelompokan tersebut biasanya dilakukan pada
areal perkolaman yang luas sehingga dibutuhkan suplai sir dalam jumlah yang banyak
dan mamajemen pembagian air yang lebih baik.
Saluran pemasukan dan pengeluran air juga bisa menggunakan paralon yang dikubur
pada pematang. Keistimewaan saluran pemasukan air dengan menggunakan paralon ini,
penyaluran airnya efektif dan efisien. setiap unit kolam yang membutuhkan air bisa
disalurkan dari paralon dengan cara membuka kran yang berfungsi sebagai inletnya yang
ada pada masing-masing kolam, dan apabila ingin menghentikan penyuplaian air, maka
tinggal menutup kran inlet tersebut

a. Tata Letak Wadah Pembenihan Ikan


Tata letak wadah pembenihan ikan harus dipertimbangkan urutan kegiatan,
jumlah wadah yang dibutuhkan setiap kegiatan dan karakter bahan dan alat.
Pertimbangan berdasarkan urutan kegiatan akan lebih efisien dalam operasional
pembenihan ikan misalnya bak pemijahan berdampingan dengan bak penetasan telur
demikian juga bak penetasn telur berdekatan dengan bak pemeliharaan larva/benih.
Hasil pemijahan induk dapat langsung ditetaskan pada bak penetasan telur. Demikian
juga telur yang baru menetas dapat langsung dipindahkan ke bak pemeliharaan larva
dan seterusnya.
Setiap kegiatan pembenihan ikan memiliki jumlah bak yang berbeda. Hal tersebut
disebabkan setiap ukuran ikan membutuhkan media yang lebih luas, oleh sebab itu
perlu penjarangan ukuran larva dan benih. Umumnya bak pemeliharaan larva lebih
banyak dibandingkan bak penetasan telur demikian juga bak pemeliharaan benih ikan
lebih banyak dibanding bak pemeliharaan larva.
1). Persiapan Bak / Fiberglass / Akuarium pendederan
Pendederan ikan di bak umumnya lebih intensif dibandingkan pendederan benih
ikan di kolam. Pendederan benih ikan di bak lebih terkontrol baik kualitas air,
hama dan penyakit, pertumbuhan, pakan dan sebagainya. Penentuan wadah
pendederan benih ikan sangat tergantung pada sifat dan karakter jenis benih ikan.
Persiapan pendederan di bak meliputi, pemasangan aerasi, pengeringan,
pencucian, sanitasi, perbaikan pengeluaran air. Pemasangan aerasi di bak
bertujuan untuk mensuplai oksigen terlarut dalam air.
2). Persiapan Kolam Pendederan Benih ikan
Wadah yang digunakan untuk pemeliharaan benih berupa kolam tanah dengan
ukuran 200 – 500 m2, tergantung kepadatan tebar benih yang dipelihara.
Sebaiknya kolam pemeliharaan tersebut sudah disiapkan 2 – 3 hari sebelum benih
ditebarkan.
Perhitungan Kebutuhan Wadah
Perhitungan kebutuhan wadah bertujuan untuk menentukan target produksi benih
ikan yang akan dicapai. Target produksi akan menentukan kebutuhan fasilitas yang
lain seperti jumlah induk, frekuensi pemijahan, pakan, jumlah teknisi dan pendukung
lainnya akan dapat di tentukan. Perhitungan kebutuhan wadah didasarkan dari target
produksi, proses pembenihan, survival rate larva /benih ikan.
Perhitungan wadah pembenihan ikan dapat dilakukan sebagai berikut :
Target produksi benih ikan lele : 100.000 ekor / bulan
Ukuran produksi : 4-6 cm ( umur 2 bulan)
Fekunditas telur : 40.000 – 60.000 butir/kg induk
Frekuensi Pemijahan induk : 2 kali seminggu @ 3 pasang
Jumlah bak penetasan ukuran 1x4 m : 1 bak
% penetasan telur : 60%
Jumlah larva : 60%x180.000 butir = 108.000 ekor
Padat penebaran : 25 ekor/liter air
Volume bak pemeliharaan larva uk. 1x4m : luas bak x tinggi air (0,5 m) 2000 L
Kebutuhan bak : =2 bak
Larva tersebut dipelihara selama 2 minggu selanjutnya di lakukan penjarangan (
pendederan 2). Makin besar ukuran benih ikan maka padat penebaran benih ikan semakin
rendah. Setelah umur 2 minggu benih ikan lele dijarangkan dengan padat penebaran 10
ekor/liter, jika diasumsikan survival rate 60% maka jumlah benih ikan lele = 64800 ekor,
maka jumlah bak ukuran 1x4x0,5 m yang dibutuhkan adalah sebanyak 3 buah.
Selanjutnya 2 minggu kedepan dilakukan pendederan ke 2, benih ikan lele disortir dan
penjarangan sehingga membutuhkan penambahan wadah pemeliharaan benih ikan.
Demikian seterusnya sampai ukuran target produksi (4-6 cm)
Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas pendederan :

1). Kolam

Jenis-jenis kolam yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya
yang akan diterapkan. Ada 3 sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu:
A. Tradisional/Ekstensif
Kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian
kolamnya terbuat dari tanah.
B. Semi Intensif
Kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya (dinding pematang)
terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah.
C. Intensif
Kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari
tembok.
Kolam dapat dikelompokkan berdasarkan sumber airnya, antara lain:
a). Kolam tadah hujan
b). Kolam mata air
c).Kolam pengairan setengah teknis
d). Kolam pengairan teknis
Kolam berdasarkan asal terjadinya, antara lain:
a). Kolam yang sengaja dibuat
b). Kolam yang tidak sengaja dibuat
Kolam berdasarkan bentuknya, antara lain:
a). Bentuk persegi panjang
b). Bentuk bujur sangkar
c). Bentuk lingkaran/bulat
Kolam berdasarkan fungsinya, antara lain:
a). Kolam pemeliharaan induk
b). Kolam pemijahan/perkawinan
c). Kolam penetasan telur
d). Kolam pendederan
e). Kolam pembesaran
f). Kolam penumbuhan makanan alami
g). Kolam pengendapan
h). Kolam penampungan hasil
Kolam berdasarkan aliran airnya, antara lain:
a). Kolam air tergenang
b). Kolam air mengalir
2). Bak

Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tangki yang dapat digunakan untuk
melakukan budidaya ikan. Berdasarkan proses budidaya ikan, jenis bak yang akan
digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan
kolam dimana dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan, bak penetasan, bak
pemeliharaan, dan bak pemberokan. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan
ikan biasanya adalah bak yang terbuat dari beton atau fiber sedangkan bak plastik
biasanya digunakan untuk melakukan pemeliharaan larva ikan.

Jenis-jenis bak yaitu bak tembok, bak terpal, bak fiber. Kelbihan bak terpal yaitu
Kolam Terpal kini kian populer untuk tempat budidaya ikan. Selain Lele, jenis ikan air
tawar lain seperti Gurami dan Patin juga dapat dibudidayakan secara optimal pada
kolam terpal. Banyak orang yang telah sukses menerapkan budidaya ikan di kolam
terpal ini.

Selain lebih praktis, mudah diaplikasikan di lahan terbatas serta biaya pembuatan yang
relatif lebih murah dibanding kolam tembok, budidaya ikan di kolam terpal juga
memiliki keunggulan dibanding budidaya ikan di kolam tembok atau kolam tanah.

Keunggulan kolam terpal untuk budidaya ikan seperti lele dan gurami diantaranya :

Kolam Terpal Dapat Diaplikasikan Pada Daerah Kurang Air

Bagi anda yang tinggal di pesisir pantai yang notabene tanahnya berpasir dan kurang
mampu menahan air (porous), kolam terpal merupakan pilihan yang tepat untuk
budidaya ikan. Budidaya ikan pada kolam tanah di daerah pesisir pantai atau daerah
lain yang tanahnya porous akan menemui kendala karena air akan terus berkurang
karena langsung meresap ke tanah. Kolam terpal inilah solusi yang ciamik jika anda
ingin mencoba usaha budidaya ikan.

Suhu Air di Kolam Terpal Lebih Stabil

Pengalaman pembudidaya gurame di Kulon Progo membuktikan kolam terpal mampu


menahan fluktuasi suhu kolam yang biasanya terjadi saat perubahan musim.
Rahasianya terletak pada alas sekam yang ditebar sebelum terpal di pasang. Pada
musim kemarau alas sekam tersebut disiram air agar cepat busuk. Proses pembusukan
sekam ini kemudian menghasilkan panas yang pada akhirnya mampu menjaga suhu air
di kisaran ideal untuk budidaya gurame.

Ikan Kolam Terpal Tidak Berbau Tanah

Berbeda dengan budidaya di kolam tanah yang biasanya ikan hasil panenan masih
berbau lumpur, ikan hasil budidaya di kolam terpal sama sekali tidak berbau lumpur.
Ikan yang tidak berbau lumpur relatih lebih disukai oleh para konsumen.
Panen Ikan Lebih Mudah

Karena ukurannya yang umumnya tidak terlalu besar, panen ikan di kolam terpal
relatif lebih mudah dilakukan. Selain itu dasaran kolam terpal biasanya hanya terdapat
sedikit lumpur atau malah tidak ada sama sekali sehingga panen ikan di kolam terpal
lebih mudah untuk dilakukan.

Pengolahan Kolam Terpal Lebih Cepat

Proses pembersihan dan pengeringan kolam terpal sebelum digunakan kembali jelas
lebih cepat dibanding dengan kolam tanah. Proses pembersihan dan pengeringan ini
lazim dilakukan para pembudidaya ikan untuk memutus mata rantai bibit penyakit.
Kolam tanah umumnya memerlukan waktu 2-7 hari untuk proses pengeringan. Kolam
terpal hanya memelukan waktu beberapa jam saja atau paling lambat 1-2 hari untuk
proses pengeringan.

Padat Tebar Benih Ikan Lebih Tinggi

Pada budidaya ikan di kolam tanah umumnya jarang dilakukan pembersihan kotoran
ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan dan
kotoran ikan ini kemudian akan menghasilkan amonia dan hidrogen sulfida yang
bersifat racun bagi ikan. Ikan pun kemudian ogah untuk berenang di dasar kolam.
Akibatnya ruang gerak ikan menjadi terbatas.

Lain halnya jika budidaya ikan dilakukan pada kolam terpal. Kotoran ikan dan sisa
pakan yang menumpuk di dasar kolam lebih mudah dibersihkan dengan cara disedot
(shift pond). Ruang gerak ikan menjadi lebih luas karena ikan dapat berenang di dasar
kolam tanpa takut teracuni amonia.

Jarang Ditemui Hama & Penyakit

Hama yang memangsa ikan khususnya benih jarang ditemui di kolam terpal. Selain itu
ikan yang di budidayakan pada kolam terpal relatif jarang terserang penyakit.

Kelangsungan Hidup Ikan Lebih Tinggi

Karena kualitas air yang lebih terkontrol serta minimnya serangan hama dan penyakit
maka kelangsungan hidup (survival rate) ikan ikan yang dibudidayakan lebih tinggi.
Pengalaman pembudidaya lele sangkuriang pada kolam terpal, kelangsungan hidup
ikan lele yang dipelihara bisa mencapai 95 %.

Demikian beberapa keunggulan kolam terpal untuk budidaya ikan, meskipun memiliki
beragam keunggulan, bukan berarti kolam terpal merupakan cara terbaik untuk
membudidaya ikan air tawar. Khususnya jika anda ingin membudidaya ikan dalam
jangka panjang..
Kekurangan kolam terpal yaitu :

1. Rawan bocor
2. Mudah lapuk karena hujan
3.Miskin ion ion dan mineral dari tanah
4.Air kolam terpal lebih cepat bau

3). Akuarium

Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah
dalam perawatannya. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air
laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan
hias. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari
bahasa latin yaitu aqua yang artinya air dan area yang artinya ruang. Jadi akuarium ini
adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni, yang dapat diawasi
dan dinikmati.
Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli
langsung dari toko. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat
berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati
keindahannya oleh penggemarnya. Berdasarkan fungsinya, akuarium dapat dibedakan
antara lain adalah:
A. Akuarium Umum
Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk
penghias ruangan. Syarat akuarium umum:
1). Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan.
2). Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator, kabel listrik, pipa pvc, dan lain-lain,
yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami.
3). Usahakan dasar akuarium tampak alami.
4). Tanaman disusun dengan estetika.
5). Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis. Jenis akuarium ini biasanya digunakan
sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh
ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan
konsumsi.
B. Akuarium Kelompok
Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan sejenis/keluarga
serta ditanami oleh tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara.
Syarat akuarium kelompok:
1). Jenis ikan yang dipelihara harus masih sekerabat.
2). Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang dipelihara.
Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok
baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan tawar dan laut.
C. Akuarium Sejenis
Dalam akuarium ini, estetika dan dekorasi dikesampingkan, karena tujuan dari
akuarium sejenis untuk mengembangbiakan ikan. Jenis akuarium ini yang biasa
digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut.
D. Akuarium Tanaman
Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air. Ikan dimasukkan ke
dalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.

F. Pendekatan, Model dan Metode


1. Pertemuan ke 1 : pendekatan saintifik dan model discovery learning
2. Pertemuan ke 2 : pendekatan saintifik dan model discovery learning
3. Pertemuan ke 3 : pendekatan saintifik dan model discovery learning
4. Metode diskusi, penugasan dan Tanya jawab
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:*)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (20 menit)
1.Orientasi :
 Mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa, berdoa dan mendoakan
siswa
 Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Mempersiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran tentang Desain dan tata letak wadah
2.Apersepsi :
 Mengajukan pertanyaan mengenai materi sebelumnya tentang prosedur lokasi
pendederan pada komoditas ikan air tawar
3.Motivasi :
 Memberikan gambaran tentang Desain dan tata letak wadah pendederan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas
4.Pemberian acuan :
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan di bahas
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah – langkah pembelajaran
 Membagi kelompok
b. Kegiatan Inti ( 230 menit)
1. Pemberian stimulus
Mengamati :
- Guru meminta siswa untuk melihat tayangan yang disediakan.
- Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mencari informasi dari buku atau
bahan ajar, internet tentang Desain dan tata letak wadah pendederan.
- Siswa Melihat kegiatan-kegiatan Desain dan tata letak wadah.
2. Identifikasi masalah
Menanya :
- Setelah Guru membagi siswa dalam 2 kelompok setiap kelompok di minta untuk
berdiskusi tentang Desain dan tata letak wadah pendederan.
- Siswa Menggali informasi yang berkaitan dengan Desain dan tata letak wadah
pendederan.
3. Pengumpulan data
Mengelola informasi :
- Siswa Melakukan pengamatan Membaca materi dari media internet berkaitan
dengan pengertian sanitasi wadah pembenihan, prinsip-prinsip sanitasi wadah
pembenihan dan pengelolaan sanitasi bak pendederan.
- Guru meminta siswa untuk mengumpulkan data dan mempersilahkan masing-
masing kelompok untuk diskusi merumuskan hasil observasi.
4. Pembuktian
Menalar :
- Guru menugaskan siswa dalam kelompok membahas hasil diskusi secara mendalam
dan meminta siswa untuk membuat bahan serta mempresentasikan hasil diskusi.
- Siswa Mendiskusikan hasil observasi Desain dan tata letak wadah pendederan
- Siswa Menyajikan hasil diskusi dan yang lain memberikan tanggapan terhadap hasil
presentasi
5. Menarik simpulan/generalisasi
Mengomunikasikan :
- Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan tentang
Desain dan tata letak wadah pendederan
- Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan
c. Penutup ( 20 menit)
- Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran.
- Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram.
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
- Berdoa dan Mengucap salam penutup
2. Pertemuan Kedua:*)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (20 menit)
1. Orientasi :
 Mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa, berdoa dan mendoakan
siswa
 Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Mempersiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran tentang Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas
pendederan
2. Apersepsi :
 Mengajukan pertanyaan mengenai materi sebelumnya tentang Desain dan tata
letak wadah pendederan
3. Motivasi :
 Memberikan gambaran tentang Desain dan tata letak wadah pendederan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas
4. Pemberian acuan :
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan di bahas
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah – langkah pembelajaran
 Membagi kelompok
b. Kegiatan Inti ( 230 menit)
1. Pemberian stimulus
Mengamati :
- Guru meminta siswa untuk melihat tayangan yang disediakan.
- Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mencari informasi dari buku atau
bahan ajar, internet tentang Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas
pendederan.
- Siswa Melihat kegiatan wadah-wadah pendederan.
2. Identifikasi masalah
Menanya :
- Setelah Guru membagi siswa dalam 2 kelompok setiap kelompok di minta untuk
berdiskusi tentang Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas pendederan.
- Siswa Menggali informasi yang berkaitan dengan Jenis – jenis wadah sesuai
karakter komoditas pendederan.
3. Pengumpulan data
Mengelola informasi :
- Siswa Melakukan pengamatan Membaca materi dari media internet berkaitan
dengan Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas pendederan.
- Guru meminta siswa untuk mengumpulkan data dan mempersilahkan masing-
masing kelompok untuk berdiskusi merumuskan hasil observasi.
4. Pembuktian
Menalar :
- Guru menugaskan siswa dalam kelompok membahas hasil diskusi secara mendalam
dan meminta siswa untuk membuat bahan serta mempresentasikan hasil diskusi.
- Siswa Mendiskusikan hasil observasi Jenis – jenis wadah sesuai karakter komoditas
pendederan
- Siswa Menyajikan hasil diskusi dan yang lain memberikan tanggapan terhadap hasil
presentasi
5. Menarik simpulan/generalisasi
Mengomunikasikan :
- Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan tentang Jenis
– jenis wadah sesuai karakter komoditas pendederan
- Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan
c. Penutup ( 20 menit)
- Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran.
- Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram.
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
- Berdoa dan Mengucap salam penutup
3. Pertemuan Ketiga:*)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (20 menit)
1. Orientasi :
 Mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa, berdoa dan mendoakan
siswa
 Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin
 Mempersiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran tentang Menggambarkan desain wadah pendederan komoditas
perikanan dan tata letak wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva
dan pendederan
2. Apersepsi :
 Mengajukan pertanyaan mengenai materi sebelumnya tentang jenis-jenis wadah
pendederan
3. Motivasi :
 Memberikan gambaran tentang desain wadah pendederan komoditas
perikanan dan tata letak wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva
dan pendederan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas
4. Pemberian acuan :
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan di bahas
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah – langkah pembelajaran
 Membagi kelompok
b. Kegiatan Inti ( 230 menit)
1. Pemberian stimulus
Mengamati :
- Guru meminta siswa untuk melihat tayangan yang disediakan.
- Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mencari informasi dari buku atau
bahan ajar, internet tentang desain wadah pendederan komoditas perikanan dan tata
letak wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan.
- Siswa Melihat kegiatan wadah-wadah pendederan.
2. Identifikasi masalah
Menanya :
- Setelah Guru membagi siswa dalam 2 kelompok setiap kelompok di minta untuk
berdiskusi tentang desain wadah pendederan komoditas perikanan dan tata letak
wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan.
- Siswa Menggali informasi yang berkaitan dengan Jenis – jenis wadah sesuai
karakter komoditas pendederan.
3. Pengumpulan data
Mengelola informasi :
- Siswa Melakukan pengamatan Membaca materi dari media internet berkaitan
dengan desain wadah pendederan komoditas perikanan dan tata letak wadah
pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan.
- Guru meminta siswa untuk mengumpulkan data dan mempersilahkan masing-
masing kelompok untuk berdiskusi merumuskan hasil observasi.
4. Pembuktian
Menalar :
- Guru menugaskan siswa dalam kelompok membahas hasil diskusi secara mendalam
dan meminta siswa untuk membuat bahan serta mempresentasikan hasil diskusi.
- Siswa Mendiskusikan hasil observasi desain wadah pendederan komoditas
perikanan dan tata letak wadah pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan
pendederan
- Siswa Menyajikan hasil diskusi dan yang lain memberikan tanggapan terhadap hasil
presentasi
5. Menarik simpulan/generalisasi
Mengomunikasikan :
- Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan tentang
desain wadah pendederan komoditas perikanan dan tata letak wadah pemijahan,
penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan
- Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan
c. Penutup ( 20 menit)
- Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran.
- Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram.
- Memberikan penugasan terhadap proses dan hasil pembelajaran.
- Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap giat belajar
dan diakhiri dengan salam
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
Tekhnik penilaian : pengamatan, tes tulis
Prosedur penilaian :
No Aspek Yang Dinilai Tekhnik Instrumen Waktu Penilaian
Penilaian
1 Sikap : Pengamatan pengamatan Selama
1) Terlibat aktif dalam pembelajaran dan
pembelajaran desain dan tata saat diskusi
letak wadah pendederan
komoditas perikanan
2) Bekerjasama dalam kegiatan
kelompok
3) Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif
2. Pengetahuan : Tes tulis Soal tes Penyelesaian tugas
Menjelaskan kembali desain dan tulis individu
tata letak wadah pendederan dan
jenis-jenis wadah pendederan
3. Keterampilan : portofolio Lembar Penyelesaian tugas
Terampil dalam desain wadah observasi baik secara
pendederan komoditas unjuk kerja kelompok maupun
perikanan dan tata letak wadah individu
pemijahan, penetasan telur,
pemeliharaan larva dan
pendederan
Instrument penilaian
a. Penilaian sikap
Indicator : 1. Disiplin
2. jujur
3. Tanggung jawab
4. Santun
Tekhnik penilaian :
Aspek Perilaku Yang Dinilai
Nama Pesert
No
Didik
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Maria kaka
2 Anita haghe
3 Martha kaka
4 marselina
5 Ambu kaka
6 Petrus p.katoda
7 Petrus wungo
Pedoman penskoran:
Skor 1 (K) : jika 1 indikator terlihat (1)
Skor 2 (C) : jika 2 indikator terlihat (2)
Skor 3 (B) : jika 3 indikator terlihat (3)
Skor 4 (SB) : jika 4 indikator terlihat (4)
Indicator penilaian sikap :
Disiplin
A. Tertib mengikuti instruksi
B. Mengerjakan tugas tepat waktu
C. Tidak melakukan kegiatan yang diminta
D. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
Jujur
A. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
B. Tidak mentupi kesalahan yang terjadi
C. Tidak menyontek atau melihat data/ pekerjaan orang lain
D. Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari
Tanggung jawab
A. Pelaksanaan tugas piket secara teratur
B. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
C. Mengajukan usul pemecahan masalah
D. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
Santun
A. Berinteraksi dengan teman secara ramah
B. Berkomunikasi dengan bahasa tubuh yang bersahabat
C. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
D. Berperilaku sopan
Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek
sikap diatas.
Kategori nilai sikap :
Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
b. Penilaian pengetahuan

Kompetensi Jenis
Materi Indikator Soal Soal
Dasar Soal
3.4 Menerapkan 3.4.1 Menerangkan 1. Siswa dapat Tes 1. Jelaskan tujuan
desain dan Desain dan tata menerangkan tulis persiapan wadah
tata letak letak wadah Desain dan tata benih pendederan?
3.4.2 Mengidentifikasi letak wadah
wadah
Jenis – jenis pembenihan 2. Jelaskan yang
pendederan wadah sesuai pembenihan ikan perlu
komoditas karakter 2. Siswa dapat dipertimbangkan
perikanan komoditas mengidentifikasi dalam kolam
pendederan Jenis – jenis pendederan benih
wadah sesuai ikan?
karakter 3. Mengapa
komoditas pendederan pada
pembenihan kolam terpal
kelangsungan
hidup ikan lebih
tinggi?
4. Mengapa
pendederan ikan
mas umumnya
dipelihara/dideder
kan pada lahan
kolam, sawah?
5. Jelaskan Fungsi
outlet pada kolam
pendederan?

Kunci Jawaban Soal:


1. Persiapan wadah pendederan benih bertujuan agar benih ikan yang akan dipelihara dapat
tumbuh dan memiliki survival rate yang optimal. Agar benih ikan dapat sehat dan
tumbuh dengan optimal, lingkungan kolam harus diciptakan sesuai kebutuhan benih ikan.
Sedangkan tata letak wadah pembenihan ikan disesuaikan dengan luas dan bentuk
bangunan pembenihan ikan (hatchery).
2. Penggunaan wadah pendederan berkaitan dengan karakter benih ikan yang dipelihara.
Kolam pendederan benih ikan tersebut terdiri dasar kolam, pematang, pipa pemasukan
dan pengeluaran air
3. Karena kualitas air yang lebih terkontrol serta minimnya serangan hama dan penyakit
maka kelangsungan hidup (survival rate) ikan ikan yang dibudidayakan lebih tinggi.
4. Benih ikan mas membutuhkan oksigen terlarut relatif tinggi sehingga membutuhkan
pemasukan air secara terus menerus dan permukaan wadah yang luas. Sumber oksigen
terlarut di kolam sebagian besar berasal dari air masuk dan difusi oksigen di permukaan
air.
5. Pintu pengeluaran air (outlet) berfungsi untuk mengeluarkan air dari dalam kolam ke
luar. Air yang dikeluarkan adalah air kotor yang banyak mengandung NH3, H2S, CO2,
NO2, dan limbah metabolisme (metabolit) lainnya

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai


1. Nilai 4 : jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban
2. Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban
3. Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban
4. Nilai 1 :jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛
Skor : = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 X 4
Pengolahan Nilai
IPK No Soal Skor Penilaian 1 Nilai
1 1 3
2 3 3,7
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai
3 2 4
IPK
4 4 4
(18,7/25) * 100 = 75
5 4
Jumlah 18,7
Rubrik Penilaian :

Skor Ket
NO Nama Siswa Jumlah Nilai
1 2 3 4 5 T TT

1 agustinus bulu 2 3 2 2 3 12 75 T

2 yohanen ngongo 2 3 3 3 3 14 88 T

3 yohana rehi raya 2 2 2 2 2 10 63 TT

4 agustinus kaka 2 3 3 4 3 15 94 T

5 kristina malo 1 2 3 2 3 11 69 TT

c. Penilaian keterampilan
Tekhnik penilaian : Unjuk kerja
Bentuk instrument : Daftar skala 1-4
Kompetensi
Materi Indikator Soal Soal
Dasar
4.4.1 Menggambarkan 1. Siswa dapat
4.4Membuat 1. Menggambar
desain wadah Menggambarkan
desain dan tata desain kolam
pendederan desain wadah
letak wadah pendederan
pendederan
pendederan komoditas perikana tampak dari atas
komoditas
komoditas 4.4.2 Menggambarkan dan samping
2. Siswa dapat
perikanan tata letak wadah Menggambarkan 2. Menggambar
pemijahan, tata letak wadah inlet pada kolam
penetasan telur, pemijahan, 3. Menggambar
pemeliharaan larva penetasan telur, outlet pada
dan pendederan pemeliharaan kolam
larva dan
pendederan 4. Menggambar
tata letak kolam
baik kolam
pemijahan,
kolam penetasan
telur,
pemeliharaan
larva dan kolam
pendederan
Pedoman penskoran : nilai akhir untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimal
(nilai tertinggi yang dicapai)
Indicator penilaian :
4 : jika empat indicator dilakukan
3 : jika ketiga indicator dilakukan
2 : jika dua indicator dilakukan
1 : jika satu indicator dilakukan
Rubrik penilaian proses :
1. Menggambar desain kolam pendederan tampak dari atas dan samping
Skor 4 Jika seluruh tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 3 Jika sebagian besar tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 2 Jika sebagian kecil tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 1 Jika tahapan proses tidak dilakukan sesuai dengan prosedur
2. Menggambar inlet pada kolam
Skor 4 Jika seluruh tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 3 Jika sebagian besar tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 2 Jika sebagian kecil tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 1 Jika tahapan proses tidak dilakukan sesuai dengan prosedur
3. Menggambar outlet pada kolam
Skor 4 Jika seluruh tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 3 Jika sebagian besar tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 2 Jika sebagian kecil tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 1 Jika tahapan proses tidak dilakukan sesuai dengan prosedur
4. Menggambar tata letak kolam baik kolam pemijahan, kolam penetasan telur,
pemeliharaan larva dan kolam pendederan
Skor 4 Jika seluruh tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 3 Jika sebagian besar tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 2 Jika sebagian kecil tahapan proses dilakukan sesuai prosedur
Skor 1 Jika tahapan proses tidak dilakukan sesuai dengan prosedur

Rumus konfersi nilai


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 X 4

2.Remedial Dan pengayaan


a. Remedial
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan minimal akan dilakukan remedial.
Guru melakukan penilaian kembali dengan soal yang sama/sejenis terkait dengan materi
yang telah dipelajari.
b. Pengayaan
Peserta didik yang telah menguasai materi sebelum waktu yang ditentukan atau telah
mencapai angka criteria ketuntasan minimal maka akan diberikan pengayaan berupa
tambahan materi/soal yang lebih fenomenal atau relevan dengan materi pokok
pembelajaran
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
a. Media dan alat bantu : kolam dll

b. Bahan :
- buku gambar
c. Sumber Belajar :
- Contoh gambar wadah kolam pendederan
- Buku
- Internet
- Lokasi/tempat budidaya perairan disekitarnya
- Angin , karyawan perangin.2013. Tekhnik Pembenihan Ikan 1 .Cianjur. Pusat
Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Pertanian
Cianjur

Turen , 2017

Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

YOS YINGO BANI, S.Pd.M.Pd YULIA TRI AGUSTIN, S.Pd

NIP. 19671231199403 1145 NIP.199207312014022002