Anda di halaman 1dari 3

Nama : fauzan Abdul Latif Topic jurnal: Indeks Glikemik Rendah

Nim :157-01-16-031
Semstr :(V) l

1. Judul Budaya perawatan paliatif di Indonesia panti


jompo: perspektif kerabat
Elisabeth Reitinger Associate Professor, Institute for Palliative
Care and Organisational Ethics, University of Klagenfurt, Vienna,
Austria Patrick Schuchter Researcher and Lecturer, Institute for
Palliative Care and Organisational Ethics, University of
Klagenfurt, Vienna, Austria Katharina Heimerl Associate
Professor, Institute for Palliative Care and Organisational Ethics,
University of Klagenfurt, Vienna, Austria Klaus Wegleitner
Assistant Professor, Institute for Palliative Care and
Organisational Ethics, University of Klagenfurt, Vienna, Austria
2. Desain penelitian: Dalam pendekatan kualitatif,

3. Sampel dan Tehnik 4 panti jompo di jerman Sampel teoretis dari panti
sampling: jompo termasuk berbagai ukuran dan lokasi rumah di tiga kota di
Jerman, juga penyedia yang berbeda bekerja pada formasi hukum
dan struktural yang beragam dan memiliki yang berbeda budaya
organisasi.

4. Variabel: Variabel bebas: budaya keperawatan palliatif


Variabel terikat: perspektif

5. Instrument Empat wawancara


6. Analisis Dengan meningkatnya populasi yang menua di seluruh Eropa,
pentingnya penyediaan perawatan untuk orang tua diakui secara
luas (mis. Froggatt dan Heimerl, 2008; Gott dan Ingleton,
2011;Hall et al., 2011). Persentase pengasuhan yang tinggi masih
dilakukan oleh kerabat secara informal pengaturan perawatan,
dengan orang tua tinggal di rumah selama mungkin. karena itu
ditantang oleh pelanggan yang semakin tergantung. Latar
belakang: Rumah jompo dihadapkan dengan perubahan signifikan
dalam struktur klien mereka. Perawatan paliatif semakin penting
dalam merawat penghuni sampai akhir hidup mereka. Kerabat
bermain a peran penting dalam merawat orang tua di panti jompo,
terutama dalam perawatan paliatif. Sebagai perspektif kerabat
pada budaya perawatan paliatif di panti jompo belum
dipelajari Secara luas, penelitian dalam bidang ini masih memiliki
karakter eksplorasi.tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menyoroti beberapa wawasan paling penting tentang tema
dan masalah yang kerabat orang yang meninggal di panti jompo
menemukan penting, dengan maksud untuk menumbuhkan budaya
perawatan paliatif yang mapan. Metode: Dalam pendekatan
kualitatif, empat wawancara kelompok fokus dilakukan. Hasil
menunjukkan bahwa komunikasi yang baik adalah elemen inti dari
paliatif mapan budaya peduli. Kontak langsung dengan kerabat,
berbicara tentang kematian dan kematian dan kesempatan untuk
menjadi terlibat dalam pengambilan keputusan semua mendukung
budaya perawatan paliatif yang baik. Fakta bahwa warga
memiliki beragam latar belakang sosial, misalnya, tentang etnis,
jenis kelamin dan hidup dengan demensia, mempengaruhi
perawatan paliatif di panti jompo dan harus diperhitungkan.
7. Hasil Hasil menunjukkan bahwa komunikasi yang baik adalah elemen
inti dari paliatif mapan budaya peduli. Kontak langsung dengan
kerabat, berbicara tentang kematian dan kematian dan kesempatan
untuk menjadi terlibat dalam pengambilan keputusan semua
mendukung budaya perawatan paliatif yang baik. Fakta bahwa
warga memiliki beragam latar belakang sosial, misalnya, tentang
etnis, jenis kelamin dan hidup dengan demensia, mempengaruhi

perawatan paliatif di panti jompo dan harus diperhitungkan.


8. Kesimpulan Untuk menciptakan budaya perawatan paliatif yang baik,
manajemen harus mendukung pendekatan ini,
terus mengembangkan struktur yang sesuai dan bertindak dengan
cara yang kompeten.