Anda di halaman 1dari 27

STRUKTUR BANGUNAN

HIGH RISE AND WIDE SPAN BUILDING

NAMA MAHASISWA :
DEWA PUTU BAGUS BAWANTARA
1705522021

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
SEMESTER GENAP
2018-2019
High Rise Building (Bangunan Tinggi)

Bangunan Tinggi adalah istilah untuk menyebut suatu bangunan yang memiliki struktur
tinggi. Penambahan ketinggian bangunan dilakukan untuk menambahkan fungsi dari bangunan
tersebut. Contohnya bangunan apartemen tinggi atau perkantoran tinggi.

Bangunan tinggi menjadi ideal dihuni oleh manusia sejak penemuan elevator (lift) dan
bahan bangunan yang lebih kuat. Berdasarkan beberapa standard, suatu bangunan biasa disebut
sebagai bangunan tinggi jika memiliki ketinggian antara 75 kaki dan 491 kaki (23 m hingga
150 m). Bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari 492 kaki (150 m) disebut sebagai
pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 13 kaki (4 meter), sehingga jika suatu
bangunan memiliki tinggi 79 kaki (24 m) maka idealnya memiliki 6 tingkat.

Bahan yang digunakan untuk sistem struktural bangunan tinggi adalah beton kuat dan
besi. Banyak pencakar langit bergaya Amerika memiliki bingkai besi, sementara blok menara
penghunian dibangun tanpa beton.

Meskipun definisi tetapnya tidak begitu jelas, banyak lembaga mencoba mengartikan
pengertian 'bangunan tinggi', antara lain:

 International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings mengartikan bangunan


tinggi sebagai "struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap
evakuasi"
 New Shorter Oxford English Dictionary mengartikan bangunan tinggi sebagai "bangunan
yang memiliki banyak tingkat"
 Massachusetts General Laws mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari 70 kaki (21
m)
 Banyak insinyus, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan
bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 kaki (23 m).

Struktur bangunan tinggi memiliki tantangan desain untuk pembangunan struktural dan
geoteknis, terutama bila terletak di wilayah seismik atau tanah liat memiliki faktor risiko
geoteknis seperti tekanan tinggi atau tanah lumpur. Tantangan yang tidak kalah besar lainnya
adalah bagaimana pemadam kebakaran bertugas selama keadaan darurat pada struktur tinggi.
Desain baru dan lama bangunan, sistem bangunan seperti sistem pipa berdiri bangunan, sistem
HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning), sistem penyiram api dan hal lain seperti
evakuasi tangga dan elevator mengalami masalah seperti itu.
Beban-Beban Pada Struktur Bangunan Bertingkat

Beban-beban pada struktur bangunan bertingkat, menurut arah bekerjanya dapat dibagi
menjadi dua, yaitu : (PBI, 1983)

1. Beban Vertikal (Gravitasi).


 Beban Mati (Dead Load).
 Beban Hidup (Live Load).
 Beban Air Hujan.

2.Beban Horizontal (Lateral).

 Beban Gempa (Earthquake).


 Beban Angin (Wind Load).
 Tekanan Tanah dan Air Tanah.

Pada perencanaan konstruksi bangunan bertingkat ini, beban-beban yang diperhitungkan


adalah beban mati, beban hidup, beban air hujan pada atap, beban angin pada atap, dan beban
gempa.

1. Beban Mati
Beban mati adalah berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk
segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari gedung tersebut. (SNI 03-2847-2002, Pasal 3.10)
Beban mati yang di perhitungkan terdiri dari :
 Berat kolom sendiri
 Berat sendiri balok induk, balok sloof, balok anak, balok ring.
 Berat dinding precast
 Berat pelat lantai
 Berat penutup lantai

Besarnya beban mati pada suatu gedung dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel Berat sendiri bangunan dan komponen gedung

No Bahan Bangunan Berat Sendiri (Kg/M3)


1 Baja 7850
2 Batu Alam 2600
3 Batu Belah, Batu Bulat 1500
4 Batu Gunung 700
5 Batu Karang 1450
6 Batu Pecah 7250
7 Besi Tuang 2200
8 Beton 2400
9 Beton Bertulang 1000
10 Kayu (Kelas 1) 1650
11 Kerikil 1700
12 Koral 2200
13 Pasangan Bata Merah 2200
14 Pasangan Batu Belah, Batu Bulat 1450
15 Pasangan Batu Cetak 1600
16 Pasangan Batu Karang 1800
17 Pasir (Kering udara sampai lembab) 1850
18 Pasir (Air Jenuh) 1700
19 Pasir, Kerikil, Koral 2000
20 Tanah, Lempung dan Lanau 11400
(Sumber : Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983)

2. Beban Hidup
Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan
penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-
barang yang dapat berpindah dan/ atau beban akibat air hujan pada atap. (SNI 03-2847-
2002, Pasal 3.8)

Tabel 2.3.2. Beban Hidup


No Beban Hidup Kg/M2
1 Lantai dan tangga 200
2 Lantai dan rumah tinggal sederhana dan gudang- 125
gudang tidak penting, yang bukan untuk toko
atau ruang kerja
3 Lantai sekolah, ruang kuliah, kantor, toko, 250
restorant, hotel, asrama dan rumah sakit.
4 Lantai ruang olahraga 400
5 Lantai ruang dansa 500
6 Lantai dan balkon dalam dari ruang-ruang untuk 400
pertemuan yang lain dari pada yang di sebut
dalam (1) s/d (5), seperti mesjid, gereja, ruang
pagelaran, ruang rapat, bioskop, dan panggung
penonton dengan tempat duduk tetap.
7 Panggung penonton tempat duduk tidak tetap 500
atau untuk penonton yang berdiri
8 Tangga, bordes tangga, lantai, dan gang dari 300
ruang-ruang yang disebut dalam poin (3)
9 Tangga, bordes tangga, lantai, dan gang dari 500
ruang-ruang yang disebut dalam poin (4), (5),
(6) dan (7)
10 Lantai ruang pelengkap dari ruang-ruang yang 250
di sebut (3), (4), (5), (6), dan (7)
11 Lantai untuk : pabrik, bengkel, gudang, 400
perpustakaan, ruang arsip, toko buku, toko besi,
ruang alat-alat danruang mesin, harus
direncanakan terhadap beban hidup yang
ditentukan tersendiri, dengan minimum
12 Lantai gedung parkir bertingkat : 800
- Untuk lantai bawah
- Untuk lantai tingkat lainnya
13 Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar 400
harus direncanakan terhadap beban hidup dari
lantai ruang yang berbatasan, dengan minimum

(Sumber : Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983)


3. Beban Angin
Beban angin adalah beban yang bekerja pada bangunan atau bagiannya karena adanya
selisih tekanan udara (hembusan angin kencang). Beban angin ini ditentukan dengan
menganggap adanya tekanan positif dan tekanan negatif (isapan angin), yang bekerja
tegak lurus pada bidang-bidang bangunan yang ditinjau.

Menurut Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983, besarnya


tekanan tiup angin ini harus diambil minimum 25 kg/m2 luas bidang bangunan yang
ditinjau. Sedangkan untuk di laut sampai sejauh 5 km dari tepi pantai tekanan tiup angin
ini diambil minimum 40 kg/m2, serta untuk daerah-daerah di dekat laut dan daerah-
daerah lain dimana kemungkinan terdapat kecepatan angin yang mungkin dapat
menghasilkan tekanan tiup yang lebih besar dari yang ditentukan di atas, maka tekanan
tiup angin tersebut harus dihitung dengan rumus:
p = V2/16 (kg/m2)
Dimana : p = tekanan tiup angin (kg/m2).
V = kecepatan angin (m/detik).

4. Beban Gempa
Beban gempa adalah semua beban statistic ekuivalen yang bekerja pada gedung
atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa itu.
Dalam hal pengaruh gempa pada struktur gedung di tentukan berdasarkan suatu analisa
dinamik, maka yang di artikan dengan beban gempa di sini adalah gaya – gaya dalam
struktur tersebut yang terjadi oleh gerakan tanah akibat gempa itu.
Sumber : https://rezkymulia.wordpress.com/2011/07/22/perencanaan-beban-gempa-
sesuai-asce-7-10/

5. Beban Additional
Beban additional adalah beban yang memiliki nilai yang lebih besar dari nilai
beban mati atau beban hidup dan merupakan bagian dari struktur yang harus ditinjau.
Diantara beban additional adalah tendon air di atas bangunan, kuda-kuda, tangga, dan
lift.
Contoh Highrise Building :

1. Menara Pinisi UNM

Gambar Menara Pinisi


Sumber : http://atimotim-94.blogspot.com/2014/03/oke-postinganpertama-saya-kali-ini.html

Gedung Pusat Pelayanan Akademik UNM didesain sebagai ikon baru bagi UNM, kota
Makassar, dan sekaligus Sulawesi Selatan. Eksplorasi desain GPPA UNM mengutamakan
pada pendalaman kearifan lokal sebagai sumber inspirasi, yaitu makna Logo UNM, Rumah
Tradisional Makassar, falsafah hidup masyarakat Sulawesi Selatan (Sulapa Eppa / empat
persegi), dan maha karya Perahu Pinisi sebagai simbol kejayaan, kebanggaan, dan
keagungan. Serangkaian eksekusi bentuk dan detail-detail solusi desain yang bersumber pada
kearifan lokal, dipercaya mampu membentuk lingkungan kampus masa kini yang berkelas
internasional.

GPPA UNM sebagai IKON BARU yang merupakan gedung tinggi pertama di
Indonesia dengan sistem fasade Hiperbolic Paraboloid, merupakan ekspresi futuristik dari
aplikasi kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangunan Pusat Pelayanan Akademik
UNM merupakan perwujudan dari serangkaian makna, fungsi, dan aplikasi teknologi yang
ditransformasikan ke dalam sosok arsitektur. Kekayaan makna tersebut akan meningkatkan
nilai arsitektur GPPA UNM menjadi lebih dari sekedar sosok estetis, tetapi juga memiliki
keagungan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Nilai filosofi yang tergambar pada perahu Phinisi dengan segala pengelolaannya
sebagai alat transportasi dari satu tempat ke tempat tujuan baru. Rasanya tidak ada bedanya
dengan pengelolaan sebuah institusi perguruan tinggi sebagai pusat transparansi pencerdasan
kehidupan bangsa.Di dalamnya penuh perjuangan untuk menaiki cita-cita. Kalau pada Phinisi
ada pembagian tugas awaknya dengan sistem manajerial secara saksama.

Ada nakhoda sebagai pimpinan tertinggi yang dibantu oleh juragan dan beberapa
tenaga khusus: juru mudi (yang memegang kemudi), juru batu (yang mengawasi karang di
depan), juru masak atau koki (pakolang; Bugis) dan beberapa awak perahu lainnya sebagai
tenaga siap kerja bila diperlukan. Bila salah satu awaknya berhalangan akan terjadi
kepincangan dalam pelaksanaan tugas.

Adapun jenis struktur dan material dari Gedung Pusat Pelayanan Akademik UNM, sebagai
berikut :

1. Pondasi

Pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan kedalaman yang bervariasi
antara 12 – 15 meter, dengan diameter 50 cm.

2. Lantai

GPPA UNM terdiri 17 lantai yang setiap lantainya dibuat dari material beton dengan finishing
keramik dan tegel. Keramik digunakan pada bagian – bagian sirkulasi yang mudah terkena air
agar tidak licin, sedangkan tegel digunakan pada bagian yang tidak mudah terkena air. Tebal
plat pada setiap lantai yaitu 12 cm.

3. Dinding

Salah satu struktur GPPA UNM yang paling menarik adalah dindingnya. Secara konvensional,
struktur dinding dibuat dari pasangan bata, atau batako. Namun pada bagian – bagian tertentu,
terutama pada finishingnya, menggunakan struktur dinding baja ringan. Selain itu, bangunan
ini tidak menggunakan shear wall tetapi menggunakan core wall. Selain itu, kaca dengan
ketebalan ± 5 mm digunakan sebagai material pelengkap dinding dan jendela bangunan GPPA
UNM. Untuk material penutup dinding, pada bagian luar menggunakan bahan Alumunium
Composite Panel ( ACP ) sedangkan bagian dalamnya menggunakan marmer.

4. Kolom
GPPA UNM menggunakan system grid 4 x 4 dalam penentuan kolom bangunan. Diameter
kolom bangunan berbeda – beda, dari lantai 1 ke lantai 11 diameter kolomnya 100 cm, dari
lantai 11 ke 13 diameter kolomnya 80 cm dan dari lantai 13 ke 17 diameternya 50 cm.

5. Balok

Balok lantai pada bangunan berfungsi manahan beban lantai. Ada dua jenis balok lantai yaitu
balok induk dan balok anak.

6. Atap

Struktur atap adalah bagian bangunan yang menahan /mengalirkan beban-beban dari
atap. Struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap
berfungsi menahan beban dari bahan penutup. Penopang rangka atap adalah balok kayu / baja
yang disusun membentuk segitiga,disebut dengan istilah kuda-kuda. Rangka atap dan
penopang rangka atap yang digunakan pada GPPA UNM adalah baja. Sedangkan penutup
atapnya menggunakan seng yang dilapisi alumunium.

2. Makkah Royal Clock Tower


Gambar Makkah Royal Clock Tower
Sumber : https://yasriazizi.wordpress.com/2014/01/05/the-top-30-skyscrapers-in-the-world/

Makkah Royal Clock Tower atau yang juga dikenal sebagai Abraj Al-Bait Towers yang
terletak di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, terdiri dari kawasan mixed-use antara
residensial dan hotel. Bangunan yang menjulang setinggi 601 meter ini menjadi bangunan
terjangkung ketiga di dunia dan bangunan tertinggi kedua di Timur Tengah, di bawah Burj
Khalifa, Dubai.

Proyek bangunan besar ini dikembangkan sebagai bagian dari King Abdulaziz
Endowment Project yang bertujuan untuk memoderinisasi kota serta menawarkan akomodasi
kelas dunia untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan penduduk kota Suci Makkah. Saudi
Binladin Group merupakan pengembang yang membangun proyek tersebut. Kontrak arsitektur
pencakar langit tertinggi di Arab Saudi itu dianugerahi penghargaan Dar Al-Handasah pada
2001.

Komplek menara tersebut berada di atas lahan seluas 23 hektare di Selatan Masjidil
Haram. Komplek itu memiliki luas bangunan 2,8 juta meter persegi. Konstruksi dimulai pada
tahun 2004 dan selesai pada tahun 2012.

Tujuh menara bangunan berdiri pada 15 lantai dengan ketinggian 115 meter yang
memiliki sebuah area pertokoan atau retail. Untuk residensial terletak di menara tertinggi dari
Royal Makkah Clock Tower di struktur bangunan. Enam menara lainnya Hajar, ZamZam,
Maqam, Kiblat, dan Marwah terletak di sisi menara jam.

Ketinggian menara yang menyertainya bervariasi antara 100 sampai 300 meter,
sedangkan jumlah lantai di tiap menara berkisar 42 sampai 48 lantai. Total pencakar langit
tersebut memiliki 120 lantai yang menjadi hotel dan menara jam tertinggi di dunia. Jam yang
bertengger di puncak menara memiliki ukuran 43m x 43m, yang dilengkapi dengan lampu LED
sebanyak dua juta. Puncak menara memiliki ketinggian 71 meter dengan jam serta sebuah sabit
di puncak menara dengan ukuran 23 meter yang terbuat dari fiberglass mosaik emas

Fasilitas yang terdapat di komplek Makkah Royal Clock Tower terdiri dari hotel dan
residensial. Hotel skala bintang lima dioperasikan oleh Fairmont Hotels and Resorts untuk
menampung jamaah haji, Abraj Al Bait Shopping Mall, serta area parkiran hingga 1.000
kendaraan.
3. Sears Tower

Gambar floor plan Willis Tower


Sumber : https://www.researchgate.net/figure/The-Sears-Tower-5_fig4_268254812
Tahun Selesai dibangun: 1973
Biaya: 150 juta dollar
Tinggi bangunan: 1,454 kaki / 873 mLevel /
Jumlah Lantai: 110
MaterialStruktur: BajaMaterial
Penutup : Aluminum Hitam
Arsitek: Skidmore, Owings & Merrill

Sears Towers adalah contoh bangunan revolusioner dengan disain struktur inti rangka
revolusioner dengan disain struktur inti rangka baja yang diselubungi oleh struktur tube baja
yang diselubungi oleh struktur tube (tabung). Jenis bangunan seperti ini (tabung). Jenis
bangunan seperti ini jaringan kolom dan balok kaku dari bagian jaringan kolom dan balok
kaku dari bagian dinding sebelah luar bangunan. Dinding luar dinding sebelah luar bangunan.
Dinding luar yang kaku bertindak seperti struktur dari suatu yang kaku bertindak seperti
struktur dari suatu tabung yang berongga. tabung yang berongga.

Bangunan dengan bobot mati lebih dari 220 juta kg ini lebih dari 220 juta kg ini
didukung oleh 114 pondasi didukung oleh 114 pondasi tiang pancang sehingga tiang pancang
sehingga mampu berdiri dengan kuat di mampu berdiri dengan kuat di atas lapisan batu yang
atas lapisan batu yang keras & padat.

Sears Towers merupakan bangunan dengan selubung bangunan dengan selubung


sembilan tabung, dan sembilan tabung, dan merupakan salah satu struktur merupakan salah
satu struktur yang paling efisien yang yang paling efisien yang dirancang tahan angina. Rata-
rata angin Chicago memiliki rata angin Chicago memiliki kecepatan 16 mil per jam.kecepatan
16 mil per jam.

4. Petronas Tower
Gambar Ketinggian Petronas Towers
Sumber :
https://www.classzone.com/books/geometry_concepts/page_build.cfm?content=links_app3_c
h4&ch=4

Menara ini dirancang oleh Cesar Pelli dan selesai dibangun setinggi 88 lantaipada tahun
1998 dengan desain yang merefleksikan budaya islam yang mengakar diMalaysia. Pada 17
Oktober 2003, Taipei 101 mengambil rekor menara ini.Menara Petronas berdiri setinggi 452
meter atau 1483 kaki dihitung sampaipaling atas. Bentuk lantainya berupa dua buah persegi
yang berpotongan membentuk bintang berujung delapan dan pada tiap titik perpotongannya
ditambah sepotong lingkaran. Desain Cesar Pelli ini menggunakan motif yang lazim digunakan
dalam SeniIslam mengingat budaya islam sudah menjadi ciri khas Malaysia.

Diantara kedua menara tersebut, dibangun sebuah jembatan (Skybridge atau Jejantas
Udara) yang menghubungkan kedua menara pada lantai 41 dan 42. Jembatanini bertujuan
untuk kunjungan para turis yang datang ke Menara Petronas dengan jumlah tiket yang terbatas
(sekitar 1200 buah).Selain itu, jembatan ini juga digunakan untuk evakuasi apabila terjadi
keadaandarurat di sebuah menara sehingga penghuninya bias pindah ke menara yang
aman.Sebagaimana bangunan tinggi lain, Menara Petronas pun bias bergoyang bila
diterpaangin sehingga pembangunan jembatan pun tidak dipasang secara kaku pada
keduamenara. Jembatan ini terletak di ketinggian 170 meter dari permukaan tanah
denganpanjang 58 meter.

Menara Petronas yang dirancang oleh jurubina César Pelli dari Argentina ini,siap
dibangun pada tahun 1998 setelah menelan waktu tujuh tahun sehingga menjadibangunan
tertinggi di dunia saat disiapkan. Kedalaman batuan dasar menjadikanbangunan ini dibangun
pada situs yang paling dalam di dunia. Situs sedalam 120 meteritu membutuhkan sejumlah
beton yang berlebihan untuk dibangun dalam waktu 12 bulan oleh Bachy Soletanche. Menara
setinggi 88 lantai ini banyak dibuat dari betonbertetulang dengan muka bangunan buatan baja
dan kaca yang dirancang untuk menyerupai motif kesenian Islam untuk mencerminkan agama
Islam di Indonesia.

Satu lagi pengaruh seni Islam dalam bangunan ini adalah keratan rentas kedua-dua
menara yang berbentuk Rub el Hizb, ditambah dengan bagian bundar untuk memenuhi
kebutuhan ruang kantor. Menara 1 dibangun oleh konsorsium Jepang yangdipimpin oleh
Hazama Corporation sedangkan Menara 2 dibangun oleh dua kontraktorKorea Selatan, yaitu
Samsung C & T dan Kukdong Engineering & Construction. Jejantasnya pula disiapkan oleh
Kukdong.

Karena kekurangan baja serta biaya impor baja yang mahal, menara kembar
inididirikan pada beton bertetulang teramat kokoh bereka bentuk radikal yang murah sekali.
Beton yang amat kokoh dikenal banyak kontraktor Asia dan dua kali lebih efisien mengurangi
gempa dibandingkan baja; however, oleh itu bangunan ini dua kali beratnya pada situs
dibandingkan bangunan baja yang sejenisnya. Didukung oleh terasbeton 23-kali-23 meter dan
segelang luar tiang super yang beruang putar, menara-menara ini menggunakan sistem struktur
canggih yang menampung profilnya yangramping serta menyediakan ruang kantor tanpa tiang
seluas 560,000 meter persegi (669,754 ela ps) . Di bawah menara kembar ini adalah mall Suria
KLCC dan DewanFilharmonik Petronas.
Wide Span Building (Bangunan Bentang Lebar)

Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang


bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar secara umum
terdiri dari 2 yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar
sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada
bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada.
Sedangkan bentang lebar kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan
modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa
sistem struktur bentang lebar.
Guna dan fungsi bangunan bentang lebar dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang
membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa
gedung stadion, pertunjukan berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran
atau gedung exhibition. Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu
dengan lainnya. Kerumitan yang timbul dipengaruhi oleh gaya yang terjadi pada struktur
tersebut. Dalam Schodek 1998, struktur bentang lebar dibagi ke dalam beberapa sistem struktur
yaitu :
 Struktur Rangka Batang dan Rangka Ruang.
 Struktur Furnicular, yaitu kabel dan pelengkung
 Struktur Plan dan Grid
 Struktur Membran meliputi Pneumatik dan struktur tent (tenda) dan net (jarring)
 Struktur Cangkang

Sedangkan Sutrisno 1989, membagi ke dalam 2 bagian yaitu :

Struktur ruang, yang terdiri atas :

 Konstruksi bangunan petak (Struktur rangka batang)


 Struktur rangka ruang

Struktur permukaan bidang, terdiri atas :

 Struktur Lipatan
 Struktur Cangkang
 Membran dan Struktur Membran
 Struktur Pneumatik
 Struktur Kabel dan Jaringan

Contoh Widespan Building :

1. Struktur Aquatics Centre, London

Gambar Aquatics Centre


Sumber : http://www.cladglobal.com/CLADnews/architecture_design/Leisure-architecture-
features-heavily-on-shortlist-for-World-Building-of-the-Year/316564?source=related

Arsitek : Zaha Hadid


Structur engineer : Ove Arup & Partners
General contractor : Balfour Beatty

London Aquatics Centre ditugaskan oleh kota London sebagai pusat watersport renang
dan untuk Olimpiade 2012. Ketika olimpiade 2012 nanti akan berlangsung di London,
sepertinya prestasi-prestasi atletik tidak hanya akan menjadi satu-satunya hal yang dikagumi
orang, namun London Aquatics Centre akan menjadi tontonan sendiri yang sangat menarik
untuk dikagumi. Struktur lengkung parabola ganda secara visual membangkitkan bentuk
seperti ombak bergelombang, menimbulkan kesan seperti air yang bergerak ketika orang
melihatnya. Gedung ini berisi tiga kolam renang dan tempat duduk untuk menampung 17.500
orang penggemar olahraga renang serta menampung fasilitas untuk olahraga renang,
menyelam, dan juga polo air.

Dimensi dari bangunan ini sendiri memiliki tinggi 45 meter (148 kaki), panjang 160
meter(520 kaki) dan lebar 80 meter (260 kaki)36.875 meter persegi (396.919 kaki persegi).
Tempat duduk: 17.500 untuk Olimpiade; 2.500permanen. Jejak Area: 21.897 meter persegi
untuk. Olimpiade (235.697 kaki persegi), 15.950 meterpersegi permanen (171.684 kaki
persegi). Atap: 160 meter (525 kaki) panjang dan sampai dengan 80 meter (262 kaki) lebar
(rentang yanglebih panjang tunggal dari Heathrow Terminal5)Pools (180.000 + ubin): 50 meter
kompetisirenang, 25 meter kompetisi renang selam, 50meter pemanasan kolam renang,
pemanasandaerah untuk penyelam.

Pusat Aquatic dirancang dengan fleksibilitas yang melekat untuk mengakomodasi


17.500 penonton untuk Olimpiade London 2012 dalam mode Olimpiade sementara juga
menyediakan kapasitas penonton optimal untuk digunakan dalam mode Legacy setelah
Olimpiade.
Pusat Aquatics direncanakan pada sumbu ortogonal yang tegak lurus ke Stratford
Bridge City. Semua tiga kolam renang yang selaras pada sumbu ini. Kolam pelatihan terletak
di bawah jembatan dengan persaingan dan kolam menyelam terletak di dalam aula kolam besar
tertutup oleh atap. Strategi keseluruhan adalah untuk membingkai dasar kolam renang aula
sebagai podium terhubung ke Strat ford Bridge City.

Struktur atas (upper structure) menggunakan space truss SPACE TRUSS Space truss
adalah sistem struktur yang menggunakan rangka batang tiga dimensi, dimana batang yang
digunakan terbuat dari material yang kuat dan ringan. Space truss biasanya digunakan dalam
Struktur yang memiliki bentang panjang tanpa penyangga. Sistem ini memiliki kekuatan dari
penyatuan kekakuan rangka triangular. Beban-beban yang ada akan ditransformasikan kedalam
gaya tekan dan tarik.(Cahyono, 2005).

2. Riverside Museum
Gambar Riverside Museum
Sumber : https://www.skanska.co.uk/expertise/projects/207615/Riverside-Museum-bespoke-
ceilings/

Arsitek : Zaha Hadid


Zaha Hadid mengatakan: "Melalui arsitektur, kita dapat menyelidiki kemungkinan
masa depan namun juga mengeksplorasi dasar-dasar budaya yang telah ditetapkan kota. The
Riverside Museum adalah proyek yang fantastis dan benar-benar unik di mana pameran dan
bangunan datang bersama-sama di lokasi ini menonjol dan bersejarah di Clyde untuk bergairah
dan menginspirasi semua pengunjung. Desain, menggabungkan kompleksitas geometris
dengan kecerdikan struktur dan material keaslian, terus tradisi rekayasa kaya Glasgow dan akan
menjadi bagian dari masa depan kota ini sebagai pusat inovasi. "
Bentuk struktur atap kira-kira z berbentuk dalam rencana dengan mullions struktural di
setiap akhir yang tidak hanya mendukung atap, tetapi juga memungkinkan fasad akhir
mengkilap didukung tanpa perlu untuk setiap anggota sekunder. Pada bagian atap adalah
serangkaian pegunungan terus menerus dan lembah yang selalu bervariasi tinggi dan lebar dari
satu atap pelana ke yang lain dengan tidak ada dua baris kasau yang secara geometris sama.
Umumnya penampang adalah bingkai Portal bernada dengan rafter multi-bernada mencakup
antara portal dan kolom perimeter. Ada juga daerah transisi melengkung di mana atap
perubahan arah dalam rencana.
Kasau sendiri tidak langsung dalam rencana melainkan serangkaian aspek yang
mengubah arah di setiap lembah. Untuk mengakomodasi perubahan ini sejalan dan untuk
memfasilitasi sambungan dari setiap bracing masuk dan anggota lain, langit-langit di
pegunungan dan lembah bergabung pada permukaan silinder 'bisa'. Sebagian besar ini 'kaleng'
yang benar-benar vertikal dalam geometri preset atap, namun di mana lereng relatif kedua sisi
punggung bukit atau lembah akan dihasilkan inordinately miring panjang memotong 'kaleng'
cenderung untuk membagi dua sudut antara kasau yang berdekatan . Diameter sebagian besar
'kaleng' mampu menjadi standar tetapi, dalam kasus-kasus ekstrim geometri atau di mana
banyaknya anggota yang masuk didikte, diameter yang lebih besar harus digunakan untuk
memungkinkan semua anggota yang masuk yang akan dilas langsung ke 'dapat' di dinding.
Koneksi lembah yang paling rumit memiliki 10 anggota yang masuk yang mengharuskan
penggunaan diameter 1.0m 'dapat' lebih dari 1.5m tinggi.
Dengan menggunakan 'kaleng' vertikal di posisi lembah koneksi standar antara puncak-
puncak alat peraga dukungan tubular dan struktur atap dirancang. Ini terdiri dari pelat dasar
melingkar tebal ke 'bisa' dengan buta M24 mengetuk lubang di tengahnya, sehingga
memungkinkan sebuah 80mm diameter meruncing pin geser untuk melesat langsung ke dasar
'bisa'.
Keakuratan fabrikasi dicapai dengan menggunakan kombinasi jig toko dan EDM menetapkan
teknik. Semua anggota kasau kompleks berkumpul di jig toko sementara geometri anggota
yang lebih sederhana didirikan menggunakan EDM yang mampu mengatur posisi lubang
koneksi sambatan kritis tertentu. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan virtual "kabel"
yang melalui pusat dari beberapa lubang selama pemodelan X-Steel. Kabel ini memungkinkan
operator EDM untuk memeriksa posisi akhir di ruang angkasa ketika prisma melingkar
ditempatkan di dalam lubang.

Gambar section Riverside Museum


Sumber : https://www.dezeen.com/2011/06/10/riverside-museum-by-zaha-hadid-architects/

Menggunakan teknologi ini adalah mungkin untuk secara akurat posisi ujung jauh dari
anggota baja untuk ± 2mm ke segala arah. Para anggota yang lebih kompleks yang dirakit
menggunakan jig toko. Jig ini diciptakan dengan mengekstraksi anggota tunggal (assembly)
dari model X-Steel, berputar dalam ruang untuk membuat pesawat referensi tunggal dan
kemudian pemodelan dalam Besi "frame" sekunder yang bagian-bagian individu (fitting) dari
perakitan bisa baik didukung atau melesat ke. Seluruh struktur bangunan didukung pada
tumpukan dengan tidak ada lembaran memiliki dirancang sebagai bantalan tanah. Kolom
umumnya didasarkan pada topi tumpukan individu dengan spanning slab antara tumpukan
individu sehingga untuk memungkinkan ereksi atap yang akan dilakukan dari dalam tapak
bangunan. Lantai dasar slab dirancang untuk mengakomodasi beberapa beban 10,0 ton minimal
1.8m, Bahan-bahannya menggunakan Rangka Baja, bergelombang Logam Decking, Seng
Cladding, kaca-diperkuat gipsum permukaan interior Ukuran / Area luas lantai 11.300 m2
Gross (termasuk basement), Area Pameran 6600 m2 (termasuk area publik dan café), Situs
Lokasi 22,400 m2.

Zaha Hadid Architects telah menyelesaikan Riverside Museum di Glasgow dengan,


atap seng berlapis zig zag-. museum transportasi dengan lebih dari 3.000 pameran, bangunan
memiliki bagian depan kaca 36 meter tinggi yang menghadap ke Sungai Clyde. Bangunan zig-
zags kembali melintasi situsnya dari garis atap runcing ini dalam lipatan dilapisi dengan panel
seng patinated. Strip pencahayaan di dalam mengikuti jahitan di bagian bawah hijau atap
bergelombang.
The Riverside Museum berasal dari konteksnya. Perkembangan bersejarah Clyde dan
kota Glasgow adalah warisan yang unik. Terletak di mana Kelvin bergabung dengan Clyde,
desain museum mengalir dari kota ke sungai; melambangkan hubungan dinamis di mana
museum adalah suara kedua, yang menghubungkan kota ke sungai dan juga transisi dari satu
ke yang lain. Museum ini terletak di sangat konteks asal-usulnya, dengan desain aktif
mendorong konektivitas antara pameran dan lingkungan yang lebih luas.

Bangunan, terbuka di ujung-ujung, memiliki konfigurasi terowongan-seperti antara


kota dan Clyde. Namun, dalam hubungan ini antara kota dan sungai, bangunan mengalihkan
untuk membuat perjalanan jauh dari konteks eksternal ke dunia pameran. Di sini, jalan internal
dalam museum menjadi mediator antara kota dan sungai, yang dapat menjadi kedap udara atau
keropos tergantung pada tata letak pameran. Dengan demikian, posisi museum itu sendiri
secara simbolis dan fungsional terbuka dan cairan, terlibat konteks dan konten untuk
memastikan secara mendalam saling berhubungan dengan tidak hanya sejarah Glasgow, tetapi
juga masa depan. Pengunjung membangun rasa bertahap konteks eksternal ketika mereka
bergerak melalui museum dari pameran ke pameran.

Desain adalah ekstrusi sectional, terbuka di ujung berlawanan sepanjang jalan linear
dialihkan. Garis cross-sectional ini dapat dilihat sebagai Cityscape dan adalah sikap responsif
untuk merangkum sebuah gelombang di air. Gelombang luar atau 'pleats' tertutup untuk
mengakomodasi layanan dukungan dan 'kotak hitam' pameran. Ini meninggalkan ruang tengah
kolom-bebas dan terbuka, yang menawarkan fleksibilitas terbesar utama untuk menunjukkan
koleksi kelas dunia museum.

3. Stadion Utama Riau

Gambar Stadion Utama Riau


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Stadion_Utama_Riau

Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga menjadi upaya serius


yang dilakukan pemerintah guna membina semua lapisan masyarakat untuk bisa hidup sehat
dan sportif. Untuk mendukung tujuan itu kiranya tak berlebihan jika pemerintah pusat maupun
Pemda terus menggalakkan pembangunan sarana dan prasarana olah raga Mulai dari bentuknya
yang mengadopsi rangka perahu, yang menggambarkan masyarakat Riau pada zaman dulu
hidup sebagai nelayan dan bahan yang digunakan dominan material import. Seperti halnya
untuk atap sengaja didatangkan dari Yunani, berbahan Kalzif.

1. Atap

Struktur atap Stadion Utama Riau merupakan sebuah struktur atap bentang lebar yang
dalam perencanaannya didesain sebagai atap lengkung yang memiliki nilai artistik tinggi
dengan konstruksi berupa sistem rangka baja yang dibuat melengkung. Struktur utama pada
rangka struktur atap stadion ini menggunakan sistem rangka batang bidang (Plane truss)
dengan bentang struktur mencapai hingga 45 meter.
2. Kolom

Dengan mengetahui secara detail kondisi lapangan maka pihak kontraktor akan mampu
melangkah lebih jauh dalam upaya optimasi dengan inovasi metode dan sistem memungkinkan
diterapkan di sini, Sebagai contoh, misalnya; dalam penerapan sistem pracetak untuk
konstruksi beton yang diperlukan baik di dalam maupun di luar stadion. Semula kalau dibuat
dengan kolom beton akan memiliki dimensi 1m x 2,5m yang dinilai terlalu boros. Untuk
efisiensi pelaksanaan maka konstruksinya diganti dengan baja yang dibalut dengan cladding
dari aluminium composite panel (ACP), dengan performance lebih mewah. Dijelaskan ada
beberapa konstruksi struktur stadion yang mengalami revisi desain, seperti pada bagian
konstruksi listplank luar atap stadion. Semula akan dibuat dengan cor beton keliling atap
stadion, namun hal ini tidak mudah dikerjakan karena harus memasang scaffolding setinggi
belasan meter mengelilingi stadion. Dengan pertimbangan teknis dan efisiensi lalu konstruksi
listplank diganti dengan sistem pracetak berupa GRC.

3. Balok

Penggantian listplank dari beton menjadi GRC sangat efektif karena bukan hanya mudah
dikerjakan juga lebih cepat dan relatif lebih hemat. GRC ini lalu di finish dengan cat khusus
yang tahan terhadap cuaca, sehingga lebih awet ketahanan warnanya. Di bagian lain ditempuh
juga inovasi dengan mengubah sistem konstruksi dari cor di tempat menjadi sistem pracetak
terutama pada bagian tribun. Di bagian ini, ujar Nanang, sistem pracetaknya dibuat mock up di
halaman stadion untuk memberi contoh dari PP yang pernah membuat tribun dengan sistem
pracetak di stadion Samarinda. Konstruksi tribun untuk stadion Riau dibuat dengan panjang
bervariasi yang semula hanya 3 m menjadi 6 sampai 8 m dan diprestress sehingga bentuknya
lebih langsing. Dengan sistem pracetak prategang ini, maka bisa dikurangi jumlah balok dari 4
buah menjadi 2 buah. Dengan demikian, bisa lebih hemat dan cepat. Secara konstruksi
perubahan bentuk tribun konvensional dengan sistem pracetak prategang memiliki kekuatan
sama, namun secara biaya bisa jika semula harus dibuat dengan sistem konvensional harus
membuat balok sedikitnya 6000 buah balok dihemat menjadi hanya 4.000 buah balok untuk
konstruksi tribun. Dengan begitu, secara waktu mulai dari produksi hingga pemasangan di
lapangan lebih cepat.

4. Pondasi
Pondasi yang digunakan pada bangunan Stadion Utama Riau ini adalah pondasi pile cap.
Pondasi pilecap (tiang pancang) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima
dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada
kedalaman tertentu. Setelah pekerjaan pile yang meliputi pengeboran dan pemotongan pile
yang tersisa di permukaan tanah, maka dilakukan penulangan untuk membuat pile cap. Pile cap
tersusun atas tulangan baja berdiameter 16mm, 19mm dan 25mm yang membentuk suatu
bidang dengan ketebalan 50mm dan lebar yang berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang
tertanam.

Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang kemudian akan terus
disebarkan ke tiang pancang dimana masing-masing pile menerima 1/N dari beban oleh kolom
dan harus ≤ daya dukung yang diijinkan (Y ton) (N= jumlah kelompok pile). Jadi beban
maksimum yang bisa diterima oleh pile cap dari suatu kolom adalah sebesar N x (Y ton). Pile
cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya.
Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak
menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi.

4. Theater Keong Emas

Gambar Theter Keong Emas


Sumber : https://jakartayuk.wordpress.com/2014/12/13/keong-mas-teater-kebanggaan-
indonesia/

Teater IMAX Keong Emas adalah satu wahana rekreasi bermatra pendidikan dan
merupakan icon Taman Mini "Indonesia Indah" (TMII). Mengamban misinya sebagai wahana
pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia melalui penayangan audio visual
dengan menggunakan teknologi Sinematographi Modern IMAX. Teater Imax Keong Emas
diresmikan pada tanggal, 20 April 1984 dan dibangun atas prakarsa serta gagasan Almarhumah
Ibu Hj. Tien Seoharto serta merupakan teater IMAX pertama di Indonesia. Gedung teater-nya
yang unik merupakan milik bangsa Indonesia yang boleh dibanggakan karena sejak
perencanaan hingga selesainya pembangunan, seluruh pekerjaannya ditangani oleh tenaga ahli
dari bangsa sendiri yang hasil arsitekturnya dikagumi dan dipuji oleh bangsa lain.

Secara arsitektur, segi akustik sangat berperan dalam rancangan teater ini. Berbagai
sarana dan panil penyerap suara (akustik) ditempatkan secara strategis pada lokasi tertentu di
seputar teater, sehingga diperoleh pantulan suara yang jelas dan sempurna. Tata suara
dirancang sedemikian rupa untuk menunjang penyajian teater IMAX yang prima. Penataanya
dilengkapi dengan pembagian frekwensi yang luas, derajat suara yang tinggi dan tingkat
penyebaran suara yang sama. Dengan efek khusus pada bass, penataan yang dilengkapi
kekuatan listik 6.200 watts menghasilkan musik yang berkesinambungan.

Gedung Teater Imax Keong Emas berkapasitas tempat duduk reguler sebanyak 811
orang dan VIP sebanyak 36 orang, layar berukuran 21,5 x 29,3 m serta dilengkapi dengan
menggunakan teknologi sinematographi modern proyektor IMAX format film 70 mm. Sistem
ini dapat memberikan kwalitas gambar dan pengaruh kepada penonton sehingga seolah-olah
penonton itu sendiri ada dalam setiap adegan film yang ditonton.

Perancangan Gedung Teater Keong Mas TMII menggunakan teori mimesis atau imitasi
dari bentuk cangkang keong spiral tanpa memikirkan fungsi keong secara alamiahnya. Struktur
bangunan ini melengkung, tipis, kaku dan kuat seperti halnya struktur dari cangkang keong
mas aslinya sendiri.

Analisa Struktur :
 Struktur Rangka : Kolom, Balok, Plat Lantai, dan Atap Cangkang Bentuk Spiral (Shell)
 Diameter Atap : 46 M
 Tebal Atap : 20 Cm
 Bahan Atap : Beton Bertulang
 Pondasi Tiang Pancang Kedalaman 18 M
Analisa Bentuk Bangunan :
 Mengambil estetika bentuk cangkang keong (Sinitral Shell)
 Cangkang depan sebagai hall
 Cangkang belakang sebagai ruang teater
 Warna emas berdasarkan warna keong yang eye-catching
Data Teknis :
 Lokasi : Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur
 Fungsi : Teater IMAX
 Arsitek : Dpl. Ing. Eddy W Utoyo, IAI, Ir. Timmy Setiawan, IAI, Ir. Frangky Du Ville,
IAI, Ir. Djoeachir, IAI, Ir. Iman Sudibyo, IAI
 Ahli Struktur : Ir. Paul Retika, Msc
 Pembangunan : 1982
 Luas lahan : 7245 m2
 Luas bangunan : 3250 m2
 Material struktur : Beton dan baja
DAFTAR PUSTAKA

London Aquatics Centre. https://himaartra.wordpress.com/2011/11/01/london-aquatics-


centre/ diakses tanggal 16 Maret 2019
Menara Phinisi Universitas Negeri Makasar (GPPA).
https://www.arsitur.com/2015/10/menara-phinisi-universitas-negeri.html diakses
tanggal 16 Maret 2019
Keong Mas, Teater Kebanggaan Indonesia.
https://jakartayuk.wordpress.com/2014/12/13/keong-mas-teater-kebanggaan-
indonesia/ diakses tanggal 16 Maret 2019
Riverside Museum. https://en.wikipedia.org/wiki/Riverside_Museum diakses tanggal 16
Maret 2019
Menara Kembar Petronas. https://id.wikipedia.org/wiki/Menara_Kembar_Petronas diakses
tanggal 16 Maret 2019
Makkah Royal Clock Tower, Pencakar Langit Tertinggi di Arab Saudi.
https://economy.okezone.com/read/2016/06/21/470/1421028/makkah-royal-clock-
tower-pencakar-langit-tertinggi-di-arab-saudi diakses tanggal 16 Maret 2019
Analisis Struktur Dan Konstruksi Bangunan Tinggisears Tower, Chicago.
https://www.academia.edu/23898553/Sears_Tower diakses tanggal 16 Maret 2019
Stadion Utama PON Riau 2012 Pekanbaru. http://jendela-arsitektur-
desain.blogspot.com/2012/06/stadion-utama-pon-riau-2012-pekanbaru.html diakses
tanggal 16 Maret 2019