Anda di halaman 1dari 2

I.

IDENTITAS ANALISIS JURNAL

1. Judul Analisis Kritis : Analisis Artikel : Runtuhnya Teori Evolusi Darwin


2. Nama artikel : Runtuhnya Teori Evolusi Darwin
3. Nama penulis : Maulidya Nur Aisiyah Putri
4. NIM : 160342606259
5. Tempat dan waktu : Universitas Negeri Malang. Senin. 28 Januari 2019

II. ISI ANALISIS JURNAL


a. Bibliografi
 Nama Pengarang : Bahril Hidayat
 Tahun Publikasi : 2004
 Judul Artikel : Runtuhnya Teori Evolusi Darwin
 Sumber Artikel : (Online)
https://www.researchgate.net/publication/320243003_Runtuhnya_Teori_Evolusi_Dar
win_Bahan_Kajian_Ilmu_Alamiah_Dasar
 Halaman : 1-16
b. Tujuan Penulis
Adapun tujuan penulis menulis artikel tersebut adalah untuk menjabarkan kecacatan dalam
teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dengan alasan-alasan yang
menentang teori yang dikemukakan oleh Darwin.
c. Ringkasan Artikel
1. Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat
dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Teori ini
bukanlah hukum ilmiah maupun fakta yang sudah terbukti. Di balik topeng ilmiahnya,
teori ini adalah pandangan hidup materialis yang dijejalkan ke dalam masyarakat oleh
kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini - yang telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah
di segala bidang - adalah cara-cara mempengaruhi dan propaganda, yang terdiri atas
tipuan, kepalsuan, kontradiksi, kecurangan, dan ilusi permainan sulap.
2. Catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dan dalam
wujud sempurna, bukan melalui sebuah proses dari bentuk primitif menuju tahap yang
lebih maju, seperti yang dinyatakan teori evolusi.
3. Teori Darwinisme meramalkan adanya sebuah "kerucut peningkatan keragaman", yang
mana organisme hidup pertama, atau spesies hewan pertama, secara bertahap dan
kontinyu menjadi beragam dan menciptakan tingkat taksonomi yang lebih tinggi.
Namun catatan fosil binatang lebih mirip kerucut yang terbalik, yaitu banyak filum
yang berada di jenjang awal, dan setelah itu semakin berkurang
d. Relevansi Konsep pada Artikel dan Konsep yang dipelajari
Dalam artikel tersebut menyatakan bahwa tak ada yang pernah menghasilkan satu
spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tidak seorang pun hampir pernah
menghasilkannya, dan kebanyakan debat neo-Darwinisme sekarang adalah seputar
masalah ini. Dalam hal ini, seleksi alam yang dimaksudkan oleh Darwin adalah suatu
proses yang terjadi ketika individu-individu yang memiliki karakteristik warisan tertentu
sintas dan bereproduksi dengan laju yang tinggi daripada individu-individu yang lain.
Seiring berjalannya waktu, seleksi alam dapat meningkatkan kecocokan antara organisme
dan lingkungannya. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang di maksud Darwin dalam seleksi
alam adalah mengenai sifat-sifat individu dalam bertahan hidup di lingkungannya. Dari
sifat-sifat tersebut timbullah suatu perilaku yang dinamakan adaptasi, yang digunakan
untuk bertahan hidup suatu organisme. Dalam melakukan adaptasi, dapat terjadi beberapa
perubahan fisiologis maupun materi genetic pada suatu organisme namun perubahan
tersebut tidak segera membentuk spesies baru.
Dalam sains, teori jauh lebih komprehensif daripada hipotesis. Teori, seperti teori
yang dikemukakan oleh Darwin tentang evolusi melalui seleksi alam, menjelaskan banyak
pengamatan dan menjelaskan berbagai macam fenomena. Teori pemersatu semacam itu
tidak bias diterima luas sebelum prediksi -prediksinya lulus uji secara menyeluruh dan
terus menerus melalui percobaan dan pengamatan tambahan. Dan walaupun teori Darwin
mencantumkan keanekaragaman kehidupan pada proses-proses alami, produk evolusi yang
beraneka ragam tetap saja elegan dan memberi inspirasi. Seperti yang dituliskan dalam
buku The Origin of Spesies bahwa “Ada kebesaran di dalam padangan tentang kehidupan
ini, dimana bentuk yang tak berakhir yang paling indah dan menakjubkan telag, dan sedang
berevolusi”