Anda di halaman 1dari 7

Jurnal P & PT Vol. VIII, No.

1, Juni (2010) 659-665

ALAT UJI KARAKTERISTIK POMPA UNTUK MEMBANDINGKAN DAYA DAN


KAPASITAS ANTARA POMPA BARU DENGAN POMPA BEKAS
Rachmad Hidayat
Program Studi Teknik Mesin, Politeknik SAKTI Surabaya
Jl. Jemursari IV/3 Surabaya 60237
Telp.(031) 8493384
, email: rachmadjtm@gmail.com

ABSTRAK

Alat peraga merupakan salah satu media yang digunakan untuk mempermudah penyampaian materi dalam proses
pembelajaran dengan adanya alat peraga diharapkan ide yang tertuang secara abstrak dapat dijelaskan secara kongkrit
dan detail. Pada Mata kuliah program D3 jurusan teknik mesin yang sangat membutuhkan adanya suatu alat peraga
adalah mata kuliah pompa, untuk itu kami membantu menyempurnakan proses pembelajaran dengan alat peraga.
Dengan kata lain, kami akan merancang suatu alat peraga untuk mewujudkan dan memperlancar proses pembelajaran,
pembuatan alat peraga ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pompa, hubungan seri dan pararel pada saluran
pompa serta dampak yang terjadi pada daya.
Dari hasil pengujian untuk mencapai head total 9 meter maka menggunakan pompa tunggal baru dengan saluran pipa
Ø ⅜", debit 16.1 liter/menit, dan daya 242 watt. Untuk mencapai head total 14 meter maka mengunakan saluran pipa
Ø ⅜", debit 12.5 liter/menit, dan daya 550 watt untuk hubungan seri, sedangkan untuk pararel sama dengan hubungan
seri hanya beda pada debitnya yaitu 23.25 liter/menit

Kata Kunci : Alat peraga, karakteristik pompa, hubungan seri, hubungan pararel

ABSTRACT

Teaching aids is one of the tools used to facilitate the delivery of content in the learning process with the expected
props ideas contained in the abstract and the concrete can be explained in detail. In the study at D3 majoring in
mechanical engineering are highly in need of a course props are pump, for that we help improve the learning process
with props. In other words, we will design the teaching aids and the smooth to realize the learning process,
flourescent aims to investigate the characteristics of the pump, series connection and parallel to the pump channels
and the impact on power.
Results of tests to reach a total of 9 meters of the head using a single pump with a new pipeline Ø ⅜ ", discharge
16.1 liters / min, and 242 watts of power. To achieve the total head of 14 meters using a pipeline Ø ⅜", discharge
12.5 liters / minutes, and 550 watts of power for a series circuit, whereas for the same parallel with the series circuit
depending only on the debit is 23:25 liters / minute

Keywords: Teaching aids, pump characteristics, series circuit, parallel relationship

• 659 •
Vol. VIII, No. 1, Juni 2010

PENDAHULUAN Karakteristik Alat Uji


Untuk mewujudkan kualitas lulusan yang berkompeten Manometer pada gambar 2 adalah manometer logam yang
diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan tertutup yang biasanya mengukur tekanan melebihi atau
pendidikan. Salah satu pendukung dalam upaya tekanan hampa udara. Jika meter ini dihubungkan dengan
penyempurnaan tersebut adalah adanya sarana yang menunjang udara luar, maka jarum akan menunjuk angka nol. Manometer
proses pembelajaran. Adapun sarana yang bisa digunakan untuk mengukur hampa udara, biasanya dinamakan meter
adalah tersedianya alat peraga. vakum atau pengukur vakum. Jadi sebuah manometer dan
Alat peraga adalah seperangkat alat yang dapat digunakan sebuah meter vakum selalu menunjukkan perbedaan tekanan
untuk membantu menyampaikan suatu materi. Dengan terhadap tekanan atmosfer.
demikian peranan alat peraga dalam proses pembelajaran
sangat penting karena dengan adanya alat peraga maka ide-ide
yang tertuang secara abstrak dapat digambarkan secara konkret.
Salah satu mata kuliah yang terdapat pada kurikulum program
D3 Teknik Mesin yang membutuhkan alat peraga adalah mata
kuliah pompa. Mata kuliah ini membutuhkan alat peraga karena
materi yang disajikan meliputi pemahaman tentang
karakteristik pompa termasuk system pemompaan yang harus
digambarkan secara konkret dan lebih detail. Pemahaman
terhadap pompa beserta sistem-sistem pemompaannya perlu
diuji dengan suatu alat yang dinamakan alat uji pompa. Namun,
sampai saat ini belum tersedia alat uji pompa yang dapat
digunakan ketika melakukan praktikum pompa di Gambar 2. Sistem pemompaan
POLITEKNIK SAKTI khususnya untuk program studi teknik Keterangan:
mesin. P1 = Tekanan Isap d2 = Diameter Tekan
Tujuan penelitian ini adalah Membuat alat penguji spesifikasi P2 = Tekanan Tekan H1 = Tinggi Isap
pada pompa, yang bertujuan untuk mengetahui karakteritik dan d1 = Diameter Isap H2 = Tinggi Tekan
berbagai kerugian pada pompa. Dengan adanya alat penguji
spesifikasi pada pompa, diharapkan dapat membuktikan
Head Total (H)
kebenaran data spesifikasi pompa yang selama ini hanya tertera
pada body pompa tanpa ada pembuktian. Head total (H) yang merupakan jumlah dari head tekanan, head
kecepatan dan head potensial adalah energi mekanik total
BAHAN DAN METODE persatuan berat zat cair, dan dinyatakan dengan satuan tinggi
kolom zat cair dalam meter. Rumusannya dapat dinyatakan
Karakteristik pompa sebagai berikut:
Garis lengkung dilihat pada gambar 1  
2 2

H  P2 P1  V 2 V 1  Z 2  Z 1 ( 2 – 1 )
P. g 2g
Keterangan :
1. P 2  P1 = penambahan energi tekanan per unit dikali massa
P. g
2 2
V  V 1 = Energi kinetis per unit massa ( 2 – 3 )
2. 2
2g
3. Z 2  Z 1 = Energi potensial per massa ( 2 – 4 )
a. karena ø isap dan tekan sama, maka kecepatan isap dan
Gambar 1. Cara mengkonstruksikan karakteristik pompa tekan sama sehingga
Karakteristik saluran b. persamaan ( 2 - 3 ) di atas = 0
Tekanan yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan yang c. karena perbedaan jarak antara H isap dan H tekan kecil
dialami zat cair ketika mengalir melalui saluran, termasuk sekali, maka diabaikan sehingga persamaan ( 2 - 4 ) di atas
semua alat Bantu, keran tutup, katup pukul balik, bengkokan =0
dan sebagainya. Besarnya hambatan saluran tergantung dari d. sehingga persamaan Head Total adalah:
berbagai faktor sebagai berikut: P2  P1 (2–5)
H
 .g
1). kecepatan zat cair mengalir melalui saluran
2). keadaan permukaan (kekasaran) sebelah dalam saluran Debit (Q)
3). sifat-sifat zat cair yang dipompakan. Debit jumlah (volume) aliran dibagi waktu, dan dinyatakan
dengan satuan m³/s. Rumusannya dapat dinyatakan sebagai
berikut:

Jurnal P&PT • 660


Rachmad Hidayat — Alat Uji Karakteristik Pompa Untuk Membandingkan Daya

v - Jenis zat cair yang akan digunakan.


Q (2–6) - Hambatan / kerugian yang terjadi.
t
Q  A .V (2–7) Alat yang mempunyai peranan penting dalam
Dimana : pendistribusian adalah pompa. Pompa digunakan untuk
Q = Debit (m³/s) A = Luas Penampang (m²) menghisap dari tempat penyimpanan atau pengambilan
v= v olume (m³) V = Kecepatan (m/s) dari sumber air untuk dialirkan sehingga dapat digunakan.
t = waktu (sekon) Akan tetapi penggunaan pompa harus disesuaikan
dengan spesifikasi yang tertera pada pompa yang
dingunakan, karena setiap jenis pompa mempunyai data-
Daya ( P ) data tentang head ataupun discharge yang dihasilkan.
1) Daya Hidrolik Pompa Contoh pompa yang mudah pengoperasiannya dengan
Energi yang secara efektif diterima air dari pompa persatuan menggunakan system instalasi sederhana adalah pompa
waktu. Daya hidrolik (daya air) dan dinyatakan dengan satuan sentrifugal.
waktu. Rumusannya dapat dinyatakan sebagai berikut: Maka untuk mengenal bagaimana pompa sentrifugal dan
Daya Hidrolik Pompa (Pout) = Q.p.g.H (2–8) cara pengoperasiannya, kita perlu mengandakan
percobaan yang nantinya dari hasil percobaan tersebut
2) Daya Motor kita akan mengetahui lebih banyak tentang hal-hal yang
Daya motor (poros) yang diperlukan untuk menggerakkan berkaitan dengan pompa ( khususnya pada pompa
searah pompa adalah sama dengan daya hidrolik ditambah sentrifugal ).
kerugian daya di dalam pompa. Rumusannya dapat dinyatakan
sebagai berikut: HASIL DAN PEMBHASAN
Daya Motor (P) = 2.π.N.τ (2–9)
Skema System Pemompaan Keseluruhan
Dimana:
P = daya motor τ = torque N = putaran

Alat Bantu ( Kran Katup Bola )

Gambar 5. Pompa tunggal

Gambar 3.Normal Open (NO) Gambar 4.Normal Closse (NC)

- Katup model bola


- Sebagian besar biasanya tipe ini untuk katup penghambat
- Digunakan pada air dan udara
- Dengan diputarnya tuas warna merah 90° maka bola yang
memiliki lubang ditengah secara otomatis menutup ( NC )
aliran yang masuk kepipa dan dengan adanya karet yang Gambar 6. Hubungan seri
berwarna kuning serta hitam berguna untuk menahan agar
tidak terjadi kebocoran pada saat NC atau NO.
- Keuntungan: digunakan pada katup penghambat serta
pengunaan yang mudah dengan memutar tuas 90° maka
katup dapat berfungsi tanpa diputar berkali – kali.

Pendekatan Fungsional
Agar dapat mengetahui apakah alat ini dapat berfungsi
dengan baik dan benar maka desain dari alat penguji
harus memperhitungkan kekuatan tekanan serta daya
isap yang dihasilkan dari pompa tersebut dengan cara:

- Pemilihan pompa ( jenis pompa ).


- Diameter pipa serta panjang pipa. Gambar 7. Hubungan parallel
- Penentuan kapasitas pompa yang akan diujicobakan.

661 • Jurnal P&PT


Vol. VIII, No. 1, Juni 2010

Hasil analisa data Hasil Hasil


Tabel 1. Pada pompa 1 tunggal N Analis Analis
Karakteristik Pompa atuan
Hasil Hasil o
N Karakteristik Ø ¾" Ø ⅜"
Analis Analis Satuan
o Pompa liter/m
Ø ¾" Ø ⅜" 1 Debit (Q) 22,5 12,5
liter/me enit
1 Debit ( Q ) 24,5 16,1
nit 2 Head Total 4,6 14 meter
2 Head Total 2,6 9,2 meter 3 Daya 528 550 watt
3 Daya 220 242 watt Tekanan
4 -0,26 -0,4 bar
Tekanan Isap ( Isap (p1) Pom
4 -0,26 -0,52 bar Tekanan pa 1
p1 ) 5 0,2 0,1 bar
Tekanan Tekan Tekan (p2)
5 0 0,4 bar Tekanan
( p2 ) 4 0 -0,14 bar
Isap (p1) Pom
Dari hasil analisa data tersebut maka dapat ditarik kesimpulan Tekanan pa 2
5 0 0 bar
bahwa dengan diameter saluran yang besar maka akan Tekan (p2)
menghasilkan debit yang besar pula dan tekanan serta daya
yang dihasilakan lebih kecil. Dari hasil analisa data yang diperoleh pada hubungan seri,
maka dapat ditarik kesimpulan ternyata dengan daya yang
Hasil analisa data pada pompa 2 tunggal relatif cukup besar tidak menghasilkan debit yang besar pula.
Tabel 2. Pada pompa 2 tunggal dengan mengecilkan diameter salurannya maka akan
menghasilkan daya dan tekanan yang besar namun
Hasil Analis Hasil Analis Satu menghasilkan debit yang sedikit. Akan tetapi hubungan seri
N Karakteristi Ø ¾" Ø ⅜" an dapat memindahkan fluida dari tempat satu ke tempat lainnya
o k Pompa yang sejajar atau secara vertikal dengan jarak yang cukup jauh
1, 1, 1, 1, amp tanpa mengurangi debit yang dihasilkan.
1 1
4 2 4 2 er
liter/ Hasil analisa data pada pompa hubungan pararel
13 13 5,
1 Debit (Q) 12 8 8 meni Tabel 4. Pada pompa hubungan pararel
,8 ,5 4
t
1, 1, 1, 3, 1, mete Hasil Hasil
2 Head Total 3
4 3 2 2 8 r N Analis Analis Satua
2 Karakteristik Pompa
30 26 22 30 22 o n
3 Daya 6 watt Ø ¾" Ø ⅜"
8 4 0 8 0
4 liter/m
1 Debit ( Q ) 37 23,25
- - - - - - enit
Tekanan
4 0, 0, 0, 0, 0, 0, bar 2 Head Total 5 14 meter
Isap (p1)
14 13 12 32 3 18
Tekanan 3 Daya 528 550 watt
5 0 0 0 0 0 0 bar
Tekan (p2)
Tekanan
4 -0,26 -0,46 bar
Isap ( p1 ) Pom
Dari hasil analisa data tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan
Tekanan pa 1
walaupun daya pada pompa 2 (repair) yang dihasilkan besar 5 0,1 0,5 bar
tapi debit yang dihasilkan lebih sedikit dari pompa I (baru), bisa Tekan (p2)
jadi itu dikarenakan : Tekanan
4 -0,14 -0,28 bar
- Tidak adanya penghitungan pada waktu pelilitan kumparan Isap (p1) Pom
sehingga terjadi lossis pada daya. Tekanan pa 2
5 0 0,2 bar
- Bahan yang digunakan untuk memperbaiki kumparan Tekan (p2)
kualitasnya rendah/jelek.
Kemudian penulis menguji cobanya dengan daya yang berbeda- Dari hasil analisa data yang diperoleh pada hubungan pararel,
beda dengan diameter pipa yang sama, ternyata menghasilkan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan diameter saluran
kesimpulan bila tekanan lebih tinggi maka daya yang dihasilkan dan daya yang sama seperti pada hubungan seri, hubungan
cukup besar dan debit yang dihasilkan relatif sedikit, dimana pararel dapat menghasilkan debit lebih banyak dan dengan nilai
perbandingan tekanan tidak jauh beda dan itu juga berlaku pada tekanan yang hampir sama dengan hubungan seri, hubungan
debit yang dihasilkan. pararel menghasilkan debit lebih banyak pula. Di sini hubungan
pararel sangat bermanfaat bila digunakan untuk memindahkan
Hasil analisa data pada pompa hubungan seri fluida dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi atau
Tabel 3. Pada pompa hubungan seri secara horisontal.

Jurnal P&PT • 662


Rachmad Hidayat — Alat Uji Karakteristik Pompa Untuk Membandingkan Daya

Diagram Karakteristik Pompa


Diagram hubungan antara H – Q Ø ¾" 0, 0, 1, 1, m/ja
4 8 2 6 2 m
m Q
5
Keterangan :
4,5 a = pompa I (baru) tunggal
c b = pompa 2 (repair) tunggal
4 d c = pompa hubungan seri
d = pompa hubungan pararel
3,5
Dari gambar diagram tersebut maka dapat diperoleh
3 kesimpulan secara umum, yaitu diameter saluran ternyata
a mempengaruhi besar kecilnya tekanan (H) dan itu akan
2,5 berpengaruh juga terhadap debit (Q) yang dihasilkan, yang
H

mana semakin besar tekanan yang terjadi maka debit yang


2 dihasilkan akan semakin kecil, baik itu pada pompa tunggal I
(a), pompa tunggal 2 (b), hubungan seri (c), maupun hubungan
1,5 b pararel (d).
Diagram hubungan antara H – Q Ø ⅜"
1
m
0,4 0,8 1,2 1,6 2 m/jam
Q

Diagram hubungan antara P – Q Ø ¾" 15

wat
t
560
P 10 c d
520
H

480

5 a
440 d b

400
c
360 0,4 0,8 1,2 1,6 2 m/jam
Q
P

320
Diagram hubungan antara P – Q Ø ⅜"

280 b wat
t
560
240

520
200
a 480
P

160
440
120
400

80
360
c d
40 320

663 • Jurnal P&PT


Vol. VIII, No. 1, Juni 2010

Untuk mengetahui berapa besar kecepatan pada masing –


280 masing pompa dan berapa jumlah lilitan yang ditambahkan
khususnya pada pompa repair, dapat menggunakan rumus.
240 Untuk nilai kecepatan pada pompa dapat diketahui dengan
rumus:
200 Q
V  (4–1)
A
160 a Dimana :V = Kecepatan (mm/menit)
Q = Kapasitas (lt/menit)
120 B A = Luasa Penampang (mm2)
80
Analisa Pada Pompa
- Perhitungan pada pompa baru
40 3
Diketahui : Q = 24,45 (lt )  1,5 (m )
menit jam
0, 0, 1, 1, m/ja
4 8 2 6 2 m
Q A=   D 2  0,785 · 14,3 mm  0,01 m 2
4

Keterangan : Flux tiap kutup (  ) = 20


a = pompa I (baru) tunggal Kecepatan putaran ( N ) = 2500 rpm
b = pompa 2 (repair) tunggal EMF ( GGL ) terbangkit = 220 volt
c = pompa hubungan seri
d = pompa hubungan pararel Ditanya : 1) V

Bila di amati pada diagram hubungan antara daya dengan debit, 2) Total konduktor pada jangkar ( Z )
di situ terlihat jelas bahwa setelah diameter saluran diperkecil
maka daya (P) yang dihasilkan akan semakin tinggi dan itu Q
Jawab : 1) V 
berpengaruh terhadap debit (Q) yang dihasilkan juga akan A
semakin sedikit, baik itu pada pompa tunggal I (a), pompa
tunggal 2 (b), hubungan seri (c), maupun hubungan pararel (d). 3
Dari hasil penelitian yang kami lakukan pada dua pompa, baru 1,5 m
=
jam
dan pompa repair dengan jenis yang sama kami menarik sebuah
0,01m 2
kesimpulan bahwa banyaknya lilitan akan mengakibatkan
tegangan naik secara otomatis arus yang dibutuhkan akan
semakin bertambah. Pada pompa baru baik pada stator maupun = 150 m  2500 mm
jam menit
rotornya masih dalam kondisi bagus, akan tetapi pada pompa
repair stator dan rotornya mengalami keausan sehinggan untuk
memperbaikinya kembali maka diperbanyaklah lilitan pada N Z
2) EMF ( GGL ) terbangkit = 
proses pengulungan 60

2500  Z
220 =  20  10 3
60

2500  Z 220
=
60 20  10 3

Lilitan Pompa Baru Lilitan Pompa Repair 2500  Z


= 11000
60

2500 · Z = 11000 · 60

660000
Z=  264 konduktor
2500 lili tan

Stator Pompa Baru Stator Pompa Repair


Gambar 8. Lilitan dan stator pada pompa Perhitungan pada pompa repair

Jurnal P&PT • 664


Rachmad Hidayat — Alat Uji Karakteristik Pompa Untuk Membandingkan Daya

Diketahui : Q = 13,8 (lt


3 kecepatan dan kapasitas yang dihasilkan, seperti yang kita lihat
)  0,8 (m )
menit jam pada data diatas.
Kerugian – kerugian yang terjadi pada pompa repair terdapat
A=  pada stator (rotor), kondisi empeler, serta kawat lilitan yang
 D 2  0,785 · 14,3 mm  0,01 m 2
4 terbuat dari bahan lokal yang mana hasil dari kawat lilitan
tersebut tidak dapat bekerja dengan maksimal, sehingga daya
Flux tiap kutup (  ) = 20 mwb yang dihasilkan dari pompa repair sangat besar dari pada pompa
baru.
Kecepatan putaran ( N ) = 1333 rpm
Tabel 6. Specifikasi pada pompa baru dan repair
. EMF ( GGL ) terbangkit = 220 volt N Pompa
Specific Pompa Baru
o Repair
Ditanya : 1) V 1 mark pompa DAP sama
2 cover pompa Standard sama
2) Total konduktor pada jangkar ( Z )
panjang
AS ( poros
3 200mm; dia sama
Q pengerak )
12mm
Jawab : 1) V 
A 4 kipas pendinggin 10 sudu sama
ukuran
3
0,8 m ukuran 32 sama
=
jam 5 bearing ( kelaker ) dengan kondisi
0,01m 2 kondisi bagus kurang
bagus
panjang sama
= 80 m  1333 mm
jam menit 6 stator ( rotor )
35cm; dia kondisi
48mm kondisi aus dan
N Z bagus berkarat
2) EMF ( GGL ) terbangkit =  kawat tembaga dia kawat
60 7 sama
(karen) 0,35mm
8 water sile kondisi bagus sama
1333  Z 36 sudu
220 =  20  10 3
60 36 sudu bolak bolak
9 empeler balik,kondisi balik,
1333  Z 220 bagus kondisi
= berkarat
60 20  10 3
10 kapasitor 5 micro sama
1333  Z
= 11000 KESIMPULAN
60
1. Dengan alat uji ini kita dapat mengukur kebenaran
1333 · Z = 11000 · 60 kapasitas yang ada pada pompa ( sesuai spesifikasi
pada name plate )
660000 2. Alat uji ini dapat digunakan untuk membandingkan
Z=  495 konduktor
1333 lili tan antara pompa yang baru dengan pompa repair (
gulung ulang )
Tabel 5. Tegangan, lilitan, kecepatan pada pompa baru dan 3. Alat uji ini dapat mengetahui naik turunnya daya
repair yang diperlukan apabila digunakan diameter saluran
Pomp Teganga Lilita Kecepata yang berbeda.
Kecepatan
a n n n
DAFTAR PUSTAKA
24,45
Baru 220 V 264 2500 rpm (lt )
menit [1.] Ir.Sularso, Msme, Prof. Dr. Haruo Tahara, Pompa dan
Kompresor.
13,8
Repai [2.] Ir. L.W.P. Bianchi dan P. Bustraan, Pompa, Pradnya
220 V 495 1333 rpm (lt )
r menit Paramita – Jakarta, 1983.
[3.] Ing. . Nouwen, Pompa Jilid 1, Bhratara Karya Askara –
Dengan menggunakan tegangan yang sama ternyata pada Jakarta, 1981.
pompa repair banyaknya jumlah lilitan tidak berpengaruh pada [4.] Utomo, Alat Pengangkat dan Pompa, Pradnya Paramita –
Jakarta, 1986.

665 • Jurnal P&PT

Beri Nilai