Anda di halaman 1dari 47

SEDIAAN LIQUID

DISUSUN OLEH :
1. LIDIANA KARLINA
2. YUNIKA AFIANTI
3. RENITA DEWI
4. AHDIATUL MUNAWAROH
5. SITI ROBIAH
6. TRI YULIYANTI
7. NINDA FATIYAH
8. ISRA Q EKA PUTRI

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG
PENGERTIAN LIQUID
Apa itu sediaan liquid
???

Sediaan dengan wujud cair, mengandung satu atau lebih zat aktif
yang terlarut stabil dalam medium yang homogen pada saat
diaplikasikan.
MACAM DAN JENIS LIQUID
Sediaan Liquid dibagi menjadi tiga macam,
antara lain:

1. Larutan

2. Suspensi

3. emulsi
JENIS SEDIAAN LIQUID

OBAT SEBAGIAN OBAT TIDAK


OBAT TERLARUT
TERLARUT TERLARUT

• SOLUTIONES • SUSPENSI • GUTTAE


• ELIXIR • EMULSI • AEROSOL
• COLUTORIA • SIRUP • LINIMENTUM
• COLYRA • INJEKSI
• GARGARISMA • VAKSIN
• TINCTURA • LOTION
• IRIGASI
KEUNTUNGAN SEDIAAN LIQUID
KEUNTUNGAN SEDIAAN LIQUID
1. Cocok untuk penderita yang sukar menelan.
2. Absorbsi obat lebih cepat dibandingkan dengan sediaan oral lainnya.
Urutan kecepatan absorbsinya:
Larutan  Emulsi  Suspensi
3. Homogenitas akan lebih terjamin
4. Dosis atau takaran dapat disesuaikan.
5. Dosis obat lebih seragam dibandingkan dengan sediaan padat.
KERUGIAN SEDIAAN LIQUID
KERUGIAN SEDIAAN LIQUID
1. Tidak dapat dibuat untuk senyawa obat yang tidak stabil dalam air
2. Bagi obat yang rasanya pahit atau baunya tidak enak sukar ditutupi
3. Tidak praktis
4. Takaran penggunaan obat tidak dalam dosis terbagi, kecuali sediaan dosis
tunggal,dan harus menggunakan alat khusus
5. Air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan merupakan
katalis reaksi
6. Pemberian obat harus menggunakan alat khusus atau oleh orang khusus
(parenteral)
METODE PEMBUATAN SEDIAAN LIQUID
CARA UMUM PEMBUATAN LAutanRUTAN
Berdasarkan Buku Ilmu Meracik Obat hal 99 :

Zat yang Dilarutkkan dalam botol


mudah larut

Zat yang
Dilarutkan dengan pemanasan
agak sukar

Diperlukan untuk
Perlu diperhatikan mempercepat larutnya suatu
bahwa pemanasan zat,
X untuk menambah kelar
Larutan Larutan
pekat jenuh

Larutan
Larutan
lewat
encer
Tipe jenuh
larutan
CARA MEMBUAT LARUTAN ORAL
1. Sirup Pelarut harus didihkan ->
didinginkan dlam keadaan tertutup
Cara pembuatan
sediaan larutan sirup: Zat aktif dan bahan tambahan
ditimbang

Menggunakan pengental dan


pemanis

Zat aktif dan bahan pembantu


dihaluskan dalam mortir

Melarutkan zat aktif


2. Netralisasi, Saturatio, Potio, Everfescent
Netralisasi
Obat minum yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam
dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat netral
Contoh : solutio citratis magnesici, Amygdalas ammonicus.
Pembuatan : seluruh bagian asam direaksikan dengan bagian
basanya bila perlu reaksi dipercepat dengan pemanasan.
SATURATIO
Saturatio adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan
basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan
gas.
Pembuatan :
Komponen basa dilarutkan dalam 2/3 bagian
air yang tersedia.

Komponen asam dilarutkan dalam 1/3 bagian


air yang tersedia

2/3bagian asam masuk basa ,gas dibuang


seluruhnya

Sia asam dituangkan lewat tepi botol, segera


tutupdengan sampage knop sehingga gas
yang terjadi tertahankan
Potio Everfescent
Potio evervecent adalah saturatio yang CO2nya lewat jenuh.
Pembuatan :

Langkah 1dan 2 sama


dengan pada sturatio

Seluruh bagian asam


dimasukakan kedalam
basa dengan hati-hati.

Segera tutup dengan


sampage kop
Hal yang harus diperhatikan untuk sediaan saturatio dan potio
effervescent adalah :

- Diberikan dalam botol yang kuat, berisi kira-kira 9/10


bagian dan tertutup kedap dengan tutup gabus atau
karet yang rapat. Kemudian diikat dengan sampage
knop.
- Tidak boleh mengandung bahan obat yang tidak larut
karena tidak boleh dikocok. Pengocokan menyebabkan
botol pecah karena botol berisi gas dalam jumlah
besar.
3. Cara pembuatan tetes mata
Kalibrasi botol
sebagai wadah
sediaan

alat praktikum
Masukakn
yang akan
kedalam wada
digunakan
steril.dan lakukan
disterilkan
sterilisasi akhir.
kedalam oven

+ zat tambahan Mensterikan


,setelah bahan yang
dilarutkan dalam dibutuhkan
pelkarut steril – kdimasukan
homogen kedalam oven
Timbang bahan
yang
diperlukan,cam
purkan zat aktif
dalam pelarut
steril
4. Cara pembuatan tetes hidung

Semua bahan ditimbang

• Segera dilarutkan dalam aquabidest secukupnya

Semua bahan dimasukan kedalam gelas piala disertai batang


pengaduk
• + aquabidest hingga larut

Tuangkan larutan tersebut kedalam gelas ukur hingga


volume akhir.

Sterilitas filtrasi terhadap ruahan dengan menggunakan


penyaring bakteri

Larutan diidikan kedalam botol tetes yang telah


dikalibrasikan. Kemas botol dalam dus beri etiket
5. Cara pembuatan tetes telinga

• Semua zat ditimbang pada kaca arloji sesuai


dengan formula dan
• Dilarutkan dengan aqua bidestilata secukupnya

• Semua bahan dimasukan kedalam gelas piala Penanda pada


yang dilengakapii batang pengaduk dan etiket harus
juga tertera
• Dilarutkan dalam akqua biadestilata.
“tidak boleh
digunakan lebih
dari 1 bulan.
• Zat larut
• Larutan tersebut dituangkan kedalam gelas ukur
hingga volume tertentu
6. Proses Pembuatan Larutan topikal (Lotion)

minyakdengan fase air


Mencampurkan fase
Fase air & emulgator
dihomoenkan

+ fase minyak. Masing-


masing fase dipanaskan
hingga larut -> dicampurkan

+ pengawet dan pewangi


setelah suhu camp turun
hingga 40-30 derajat celcius
7. Cara Pembuatan Obat Suntik. :

Dirncanakan dulu ,apakah obat suntik itu akan dibuat secara


aseptik /nasteril.

Perhitungan dan penimbangan dibuat lebih dari jumlah yang


harus didapat karena dilakukan penyaringan-> ditimbang.

Penyaringan dilakukan hingga jernih dan tidak boleh ada serat


yang terbawa kedalam filtrat. Pengisian kedalam wadah cairan
Cara pembuatan larutan injeksi dibedakan :
1. Cara aseptic
Digunakan kalau bahan obatnya tidak dapat disterilkan, karena akan rusak atau
mengurai. Caranya : Zat pembawa, zat pembantu, wadah, alat-alat dari gelas untuk
pembuatan, dan yang lainnya yang diperlukan disterilkan sendiri-sendiri. Kemudian
bahan obat, zat pembawa, zat pembantu dicampur secara aseptik dalam ruang
aseptik hingga terbentuk larutan injeksi dan dikemas secara aseptik.
2. Cara non aseptic
Dilakukan sterilisasi akhir Caranya : bahan obat dan zat pembantu dilarutkan ke
dalam zat pembawa dan dibuat larutan injeksi. Saring hingga jernih dan tidak boleh
ada serat yang terbawa ke dalam filtrat larutan. Masukkan ke dalam wadah dalam
keadaan bersih dan sedapat mungkin aseptik, setelah dikemas, hasilnya disterilkan
dengan cara yang coco
8. METODE PEMBUATAN SUSPENSI
 Aquades yang akan digunakan sebagai fase pendispersi dididihkan, kemudian
didinginkan dalam keadaan tertutup.
 Bahan aktif dan eksipien ditimbang.
 Bahan pensuspensi yang akan digunakan dikembangkan
 Pemanis yang digunakan berupa sirupus simpleks
 Jika digunakan pembasah.
 Suspending agent yang telah dikembangkan, ditimbang sesuai dengan jumlah yang
tertera dalam formula kemudian ditambahkan ke dalam bahan aktif yang telah dibasahi
kemudian diaduk sampai homogen dengan stirer di dalam matkan.
 Ke dalam campuran tersebut di atas, dimasukkan eksipien lain sambil terus diaduk
sampai homogen.
 Setelah itu, sirupus simpleks, pewarna, flavour ditambahkan dan adkan dengan air
sampai dengan (1760 + 110A) mL
 Suspensi dimasukkan ke dalam botol yang telah dicuci, dikeringkan dan ditara 100 mL.
9. METODE PEMBUATAN EMULSI
Metode Gom Kering
Emulsi dibuat dengan jumlah komposisi minyak dengan ½
jumlah volume air dan ¼ jumlah emulgator. Sehingga diperoleh
perbandingan 4 bagian minyak, 2 bagian air dan 1 bagian
emulgator.
1. gom didispersikan kedalam minyak,
2. + air sebagian dan diaduk /digerus dengan cepat dan searah hingga
terbentuk korpus emulsi.
3. Setelah terbentuk korpus emulsi kemudian sisa air + sedikit demi
sedikit hingga habis sambil diaduk.
Metode gom basah
Disebut pula sebagai metode Inggris, cocok untuk penyiapan emulsi
dengan musilago atau melarutkan gum sebagai emulgator, dan
menggunakan perbandingan 4;2;1 sama seperti metode gom kering.
1.emulgator yang digunakan harus dilarutkan/didispersikan terlebuh
dahulu kedalam air.
2. 1 bagian gom + 2 bagian air lalu diaduk, dan minyak + sedikit
demi sedikit sambil terus diaduk dengan cepat.
Metode botol
Metode ini digunakan untuk emulsi dari bahan-bahan menguap dan
minyak-minyak dengan kekentalan yang rendah.
Metode ini merupakan variasi dari metode gom kering atau metode
gom basah. Emulsi terutama dibuat dengan pengocokan kuat dan
kemudian diencerkan dengan fase luar.
1. emulgator yang digunakan ¼ dari jumlah minyak.
2. + dua bagian air lalu dikocok kuat-kuat, suatu volume air yang
sama banyak dengan minyak + sedikit demi sedikit sambil terus
dikocok,
3. setelah emulsi utama terbentuk, dapat diencerkan dengan air
sampai volume yang tepat.
Formulasi Dasar Liquid
Solutio Otic / Guttae Auriculares
• R/ Zat aktif
• Bahan tambahan : - Pengental
- Pensuspensi (untuk bentuk sediaan suspensi)
- Pengawet
- Antioksidan
- Pelarut/ cairan pembawa
Guttae nasales/Nose drops (obat tetes hidung)
• Zat Aktif
• Anti Oksidan (bila perlu)
• Pendapar
• Pengisotonis
• Pelarut
• Pengental
Gargarisma/gargle (obat kumur)
• Zat penyedap rasa dan bau
• Zat berkhasiat
• Zat pembawa
• Dan biasanya di beri pewarna supaya lebih menarik
Potiones (obat minum)

• Zat aktif /obat (solut)


• Bahan pelarut (solvent)
• Bahan Tambahan / Bahan Pembantu
Eliksir
• R/ zat berkhasiat
• Pelarut utama (etanol dan air dengan perbandingan tertentu sesuai dengan daya
melarut zat berkhasiat)
• Pelarut tambahan (gliserol, sorbitol, propilen glikol)
• Bahan pembantu (pemanis; pewangi; pewarna; pengawet; anticaplocking
agent; penstabil kimia seperti pendapar, pengompleks, antioksidan)
Suspensi
• Zat Aktif
• Bahan Tambahan: Suspending Agent, bahan pembasah,
pemanis, pewarna, pewangi, pengawet, dapar atau
Acidiier, anti oksidan, anti caking, floculating agent, anti
busa.
• Bahan Pembawa: Air, Sirup, dll.
Emulsi
• zat aktif
• pembawa (air dan minyak)
• emulgator
• zat pembantu (pengawet, antioksidan, pemanis,
pewangi, pewarna, pendapar, anticaploking,
antibusa sesuai kebutuhan)
Sirup
• Gula
• Pengawet anti mikroba
• Pembau
• Pewarna
• Perasa
Contoh Formulasi Liquid
2 4
2 4
2 4