Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia.Menurut
Kodoatie (2008) “air merupakan sumber kehidupan. Semua makhluk membutuhkan air.
Untuk kepentingan manusia, makhluk hidup dan kepentingan lainnya, ketersediaan air dari
segi kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan”. Air di Indonesia sangat melimpah, hal
ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Akan tetapi, hal ini tidak dimanfaatkan
dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Sebaliknya, masyarakat kebanyakan
menyalahgunakan kelebihan ini dengan mencemarinya.
Untuk Indonesia sendiri, sungai masih sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.
Beberbeda dengan Negara maju, sungai digunakan sebagai tempat wisata tengah kota.
Sungai digunakan untuk mencuci, digunakan untuk pengairan sungai, bahkan di beberapa
daerah tertentu sungai digunakan untuk air kebutuhan minum dan memasak.
Menurut hasil pengamatan penulis terhadap sungai yang ada di sekitar tempat tinggal,
beberapa sungai sudah mulai tercemar oleh sampah-sampah domestic dan pertanian yang
di buang penduduk tanpa melalui proses pengolahan. Sampah-sampah domestic misalkan
saja limbah deterjen dari industri rumah tangga berupa loundry, sampah non-organik
berupa plastic dan botol-botol minuman kemasan, bahkan perabotan rumah tangga yang
tidak dipakai (butut). Sampah-sampah tersebut menghambat aliran sungai, bahkan sungai
yang dekat dengan pemukiman warga ketika hujan lebat air sempat meluap sehingga
mengalir melalui jalan raya dan sebagian menggenangi halaman rumah penduduk. Selain
itu, air buangan dari pertanian yang tercampur oleh pupuk, pestisida dll. Membuat warna
air menjadi kecoklatan dan mengganggu kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
Kesadaran penduduk akan pentingnya sungai merupakan salah satu hal yang penting,
Karena dengan kesadaran tersebut masyarakat dapat menjaga dan melestarikan sungai
tanpa paksaan dari pihak manapun sehingga sungai-sungai di Indonesia menjadi terawat
dan terjaga kelestariannya yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mensejahterakan
kehidupannya.

1
1.2 Tujuan Pembahasan

Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu diharapkan pembaca maupun penulis
mampu memahami:

1. Pengertian pencemaran air sungai


2. Penyebab pencemaran air sungai
3. Dampak pencemaran air sungai
4. Cara mencegah pencemaran air sungai
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pengertian pencemran air sungai?
2. Apa penyebab pencemaran air sungai?
3. Apa dampak pecemaran air sungai?
4. Bagaimana cara mencegah pencemaran air sungai?
1.4 Manfaat Pembahasan
1. Bagi penulis

Manfaat yang dapat di peroleh oleh penyusun melalui makalah ini yaitu dapat
dimanfaatkan sebagai salah satu acuan dalam membuat karya tulis berikutnya, sehingga
dalam penyusunan karya tulis yang akan datang hal-hal yang sudah baik di tingkatkan
dan yang salah diperbaiki serta untuk menambah wawasan penulis mengenai
pencemaran sungai.

2. Bagi Masyarakat

Melalui makalah ini manfaat yang dapat diperoleh oleh masyarakat yaitu
masyarakat dapat mengetahui berbagai masalah pencemaran air sungai sehingga
setelah membaca makalah ini masyarakat dapat menjaga dan melestarikan air sungai
karena sumber daya alam khususnya air sungai merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi kesejahteraan makhluk hidup.

3. Bagi Pelajar

Melalui makalah ini manfaat yang dapat diperoleh oleh pelajar adalah pelajar
dapat menambah wawasan/pengetahauannya mengenai pencemaran air sungai di
Indonesia mulai dari pengertian, penyebab, dampak dan cara pencegahannya. Sehingga

2
setalah membaca makalah ini, pelajar dapat terus menjaga dan melestarikan air sungai
serta menemukan cara-cara terbaru untuk mengatasinya agar air sungai di Indonesia
dapat terjaga kelestariannya.

3
BAB 2

STUDI KASUS

Pencemaran Sungai Cileungsi

Daerah aliran sungai Bekasi terbentang dari hulu Sungai Cikeas di Sentul dan
Sungai Cileungsi di Babakan Madang keduanya di Kabupaten Bogor. Pertemuan kedua
sungai itu membentuk Kali Bekasi, yang bermuara di Cikarang Bekasi Laut. Dari
bentangan hulu Sungai Cileungsi hingga Kali Bekasi sedikitnya terdapat 1.200
perusahaan, 800 di antaranya dalam wilayah administratif Kota Bekasi.

Sepanjang Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi dipagari banyak pabrik dan
perusahaan. Pabrik-pabrik inilah yang diduga penyumbang besar limbah ke tubuh
sungai. Bangunan-bangunan pabrik berdiri memunggungi badan sungai, dengan
saluran pembuangan limbah langsung mengalir ke bibir sungai, ada pula yang
menggunakan drainase sebelum dialirkan ke sungai.

Hingga saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi mencatat pernah
menindak empat perusahaan yang terbukti membuang langsung limbah cair ke Kali
Bekasi. Dua di antaranya PT Millennium Laundry, perusahaan jasa pencucian bahan
jins, dan Victory Plastindo, unit usaha yang mengolah bahan baku biji plastik dan tali
plastik.

PT. Millennium Laundry dipidana lantaran mengabaikan regulasi tentang


perlindungan lingkungan hidup serta pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya.
Perusahaan ini sempat ditegur enam kali tapi, karena nihil iktikad baik, Dinas
Lingkungan Hidup melaporkan pengelolanya ke Polres Metro Kota Bekasi pada Januari
2017. Selain itu, Millennium Laundry tidak memegang izin operasional dan belum
dilengkapi instalasi pengolahan air limbah.

Pada September 2018, aliran Sungai Cikuda, Jalan Raya Kampung Cikuda,
Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berubah menjadi
berwarna hitam. Pencemaran ini dianggap terparah, karena mengeluarkan bau busuk
yang menyengat. Aliran ini termasuk aliran Sungai Cileungsi yang sudah genap empat
bulan tercemar. Musim kemarau panjang dan banyaknya volume limbah pabrik industri

4
yang dibuang di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama
tercemarnya sungai dengan lebar sekitar 70 meter tersebut. Para warga merasa
terganggu dengan bau tersebut karena mengganggu aktivitas dan menurunkan nafsu
makan hingga mual dan muntah. Di beberapa titik tertentu di Desa Wanaherang,
Kecamatan Gunungputri, kerap kali dijumpai sejumlah pabrik maupun rumah industri
yang berada tepat di bantaran sungai.

Bahkan, terdapat paralon dengan berbagai ukuran menjuntai langsung ke arah


sungai. Paralon itu mengeluarkan cairan yang diduga merupakan limbah dari rumah
industri maupun rumah tangga. Salah satu warga mengakui aliran Sungai Cikuda
menjadi salah satu tempat pembuangan limbah, baik itu limbah pabrik, rumah industri,
hingga limbah rumah tangga. Limbah berasal dari hasil pembuatan tahu dan tempe.
Debit air yang kecil karena musim kemarau tentu semakin memperburuk aroma busuk
yang ditimbulkan kala angin berembus kencang maupun sedang, bau itu berasal dari
mikroba yang mengeluarkan gas. Selain bau busuk yang ditimbulkan, warga juga kerap
kali mengeluhkan banyaknya nyamuk ketika siang ataupun malam hari.

Staf pengawas Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup


Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Mansyur menuturkan dalam beberapa bulan
terakhir jajarannnya menyegel Industri pengolahan Air Limbah (IPAL) dua pabrik yang
terbukti membuang limbahnya ke Sungai Cileungsi. Kepala DLH Kabupaten Bogor
Panji Ksatriyadji memaparkan jajarannya sudah membongkar 1 saluran air milik PT
Kahatex, menyegel IPAL PT HTI, PT AIP, PT FOTSF dan PT MP.

5
BAB 3

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Pencemaran Air Sungai


Pencemaran air yaitu masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke
dalam air, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air
tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Menurut Kristanto (2002) pencemaran
air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal.
Air dapat tercemar oleh komponen-komponen anorganik, diantaranya berbagai
logam berat yang berbahaya. Komponen-komponen logam berat ini berasal dari kegiatan
industri.
Kegiatan industri yang melibatkan penggunaan logam berat antara lain industri
tekstil, pelapisaan logam, cat/ tinta warna, percetakan, bahan agrokimia dll. Beberapa
logam berat ternyata telah mencemari air, melebihi batas yang berbahaya bagi kehidupan
( Wisnu, 1995).
Adanya logam berat dalam lingkungan perairan telah diketahui dapat menyebabkan
beberapa kerusakan pada kehidupan air. Di samping itu terdapat fakta bahwa logam berat
membunuh mikroorganisme. Hampir semua garam garam logam berat dapat larut dalam
air dan membentuk larutan sehingga tidak dapat dipisahkan dengan pemisahan fisik.
Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, maka semakin meningkat pula usaha
untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang mengikutinya. Sehingga semakin variatif pula
aktivitas manusia. Salah satunya aktivitas industri. Akan tetapi pertumbuhan industri ini
memiliki efek samping yang kurang baik. Sebab industri-industri kecil tersebut pada
umumnya membuang limbahnya langsung ke selokan / badan air tanpa pengolahan
terlebih dahulu. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran air karena dalam limbah tersebut
mengandung unsur toksik yang tinggi. Industri sablon merupakan salah satu industri
penghasil limbah cair. Bahan pencemar industri sablon berasal dari proses pewarnaan,
proses produksi film dan pelat processor.
Bahan pencemar terdapat di tinta warna, bahan pelarut, bahan pencair dan bahan
pengering. Bahan pencemar mengandung unsur/bahan kimia berbahaya seperti
alkohol/aseton dan esternya serta logam berat seperti krom, kadmium, cobalt, mangan dan
timah. Industri Temenan Monjali Yogyakarta adalah salah satu penghasil limbah cair

6
sablon. Kegiatan penyablonan masih banyak dilakukan dengan skala kecil sampai skala
sedang atau dapat dikatakan sebagai usaha home industri rumah tangga. Industri rumah
tangga kurang mendapat pengawasan terhadap penanganan limbah cair. Sehingga memicu
untuk membuang limbah cairnya langsung ke badan air (terutama selokan dan sungai). Di
dalam kegiatan penyablonan, air yang telah digunakan tidak boleh langsung dibuang ke
sungai/selokan karena dapat menyebabkan pencemaran.
Menurut Josua (2013), ada 3 jenis limbah rumah tangga yaitu limbah pertama
berupa sampah, kemudian limbah kedua berupa air limbah yang dihasilkan dari kegiatan
mandi dan mencuci, kemudian limbah ketiga adalah kotoran yang dihasilkan manusia.
Limbah limbah ini, jika tak dikelola dengan baik, dapat berpotensi tinggi mencemari
lingkungan sekitar.
a) Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat
keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang
ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut
berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep
lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
Berdasarkan sumbernya :
1) Sampah alam
2) Sampah manusia
3) Sampah konsumsi
4) Sampah nuklir
5) Sampah industri
6) Sampah pertambangan
Berdasarkan sifatnya :
1) Sampah organik dapat diurai (degradable)
Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran,
daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi
kompos
2) Sampah anorganik tidak terurai (undegradable)
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah
pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu,
dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku

7
dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual
adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng,
kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
b) Air limbah.
Air Limbah adalah air buangan yang dihasilkan dari suatu proses pruduksi
industri maupun domestik (rumah tangga), yang terkadang kehadirannya pada suatu
saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai
ekonomis. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat
berdampak negative terhadap lingkungan tertutama kesehatan manusia sehingga
dilakukan penanganan terhadap limbah. Air kotor adalah air bekas pakai yang sudah
tidak memenuhi syarat kesehatan lagi dan harus dibuang agar tidak menimbulkan
wabah penyakit.
c) Sampah manusia.
Sampah manusia (human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap
hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi
bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana
perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan
utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah
manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah
perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan
dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
Selain itu sampah manusia juga dapat berupa sampah konsumsi. Sampah
konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan
kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah
yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun
masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses
pertambangan dan industri. Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor
492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, kadmium termasuk
parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan. Kadar maksimun kadmium
yang diperbolehkan adalah 0,003 mg/L. 0
3.2 Penyebab Pencemaran Air Sungai

Menurut Achmad Lutfi,2009:01 pada dasarnya pencemaran air sungai di indonsia


disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu:

8
1. Berkembangnya Industri-Industri di Indonesia

Dewasa ini industri-industri di Indonesia semakin berkembang, baik jumlah,


teknologi, tingkat produksi maupun limbah yang di hasilkan. Industri-industri
khususnya yang berada di dekat aliran sungai cenderung akan membuang limbahnya
ke dalam sungai yang dapat mencemari ekosistem air, karena pembuangan limbah
industri ke dalam sungai dapat menyebabkan berubahnya susunan kimia, bakteriologi,
serta fisik air. Polutan yang di hasilkan oleh pabrik dapat berupa:

1. Logam Berat: Timbal, Tembaga, Seng, Raksa/Merkuri, Cadmium.


2. Panas: air yang tinggi temperaturnya sulit menyerap oksigen yang pada
akhirnya akan mematikan biota air.

2. Belum Tertanganinya Pengendalian Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga yang belum terkendali merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya air sungai. Karena dari limbah rumah
tangga dihasilkan beberapa zat organik dan anorganik yang dibuang dan dialirkan
melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke sungai. Selain dalam bentuk zat
organik dan anorganik, dari limbah rumah tangga bisa juga membawa bibit-bibit
penyakit yang dapat menular pada hewan dan manusia sehingga menimbulkan epidemi
yang luas di masayarakat. Limbah dari rumah tangga bisa berupa limbah detergen,
limbah dari dapur masak, limbah detergen dari laundry yang merupakan penyumbang
terbesar.

3. Pembuangan Limbah Pertanian Tanpa Melalui Proses Pengolahan.

Limbah pertanian biasanya dibuang ke aliran sungai tanpa melalui proses


pengolahan, sehingga dapat mencemari air sungai karena limbah pertanian
mengandung berbagai macam zat pencemar seperti pupuk dan pestisida.

Penggunaan pupuk di daerah pertanian akan mencemari air yang keluar dari
pertanian karena air ini mengandung bahan makanan bagi ganggang dan tumbuhan air
seperti enceng gondok sehingga ganggang dan tumbuhan air tersebut mengalami
pertumbuhan dengan cepat yang dapat menutupi permukaan air dan berpengaruh buruk
pada ikan-ikan dan komponen ekosistem biotik lainnya.

9
Penggunaan pestisida juga dapat menggagu ekosistem air karena pestisida
bersifat toksit dan akan mematikan hewan-hewan air, burung dan bahkan manusia.

4. Pencemaran Air Sungai Karena Proses Alam

Proses alam juga berpengaruh pada pencemaran air sungai misalnya terjadinya
gunung meletus, erosi dan iklim. Gunung meletus dan erosi dapat membawa berbagai
bahan pencemaran salah satunya berupa endapan/sediment seperti tanah dan lumpur
yang dapat menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan
air kurang mampu mengasimilasi sampah.

Iklim juga berpengaruh pada tingkat pencemaran air sungai misalnya pada
musim kemarau volume air pada sungai akan berkurang, sehingga kemampuan sungai
untuk menetralisir bahan pencemaran juga berkurang.

Dari uraian penyebab pencemaran air sungai di Indonesia diatas, bahan


pencemarannya dapat dikelompokkan menjadi:

1. Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah


yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan,
sampah industri gula tebu, sampah dari tanaman air seperti enceng gondok yang
mati, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan, kotoran manusia dan kotoran
hewan ternak), dll. Untuk proses penguraian sampah-sampah tersebut
memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersebut berada
di dalam air, maka perairan tersebut akan kekurangan oksigen.
2. Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit yaitu bahan pencemaran yang
mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli. Bahan pencemar ini berasal
dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran
hewan/manusia.
3. Bahan pencemar senyawa organik/mineral misalnya logam-logam berat seperti
merkuri (Hg), cadmium (Cd), timah hitam (Pb), tembaga (Cu), garam-garam
anorganik.
4. Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu
senyawa organik yang berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik,
deterjen, serat sintesis, limbah industri dan limbah minyak.

10
5. Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat dan
senyawa fosfat.
6. Bahan pencemar berupa zat radioaktif yang biasanya berasal dari limbah PLTN
dan dari percobaan- percobaan nuklir lainnya.
7. Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi
pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh
gunung berapi yang meletus.
8. Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah
pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai
pendingin.

3.3 Dampak Pencemaran Air Sungai

Menurut Triastuti,2008:01 pencemaran air sungai di Indonesia membawa


dampak negatif yang beraneka ragam. Diantaranya adalah:

1. Meracuni Sumber Air Minum

Misalnya air yang tercemar oleh logam-logam berat yang masuk ke dalam
tubuh melalui minuman dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal,
hati, limpa, saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ
tubuh tersebut.

Selain itu pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif dapat


menyebabkan penyakit kanker serta merusak sel dan jaringan tubuh lainnya.

2. Mengakibatkan Penularan Penyakit

Yaitu air yang tercemar oleh virus dan bakteri. Misalnya bakteri coli
yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare,
types) atau penyakit kulit.

3. Merusak Ekosistem Air (Membunuh Ikan-Ikan Dan Organisme Dalam Air


Lainnya)

Yaitu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:

11
 Disebabkan karena penguraian sampah organik yang dalam penguraiannya
memerlukan banyak oksigen sehingga kandungan oksigen dalam air
menjadi semakin sedikit yang mengakibatkan ikan-ikan dan organisme
dalam air kekurangan oksigen dan akhirnya mengakibatkan kematian.
 Bahan pencemaran organik yang tidak dapat diuraiakan oleh
mikroorganisme sehingga akan menggunung dan mencemari air sungai
yang dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di
dalamnya.
 Bahan pencemaran berupa makanan tumbuh-tumbuhan yang dapat
menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dan tumbuhan air separti enceng
gondok dengan pesat sehingga menutupi permukaan air yang
mengakibatkan kadar oksigen dan sinar matahari berkurang karena
terhalang dan tidak dapat masuk ke dalam air sehingga mengganggu
kehidupan akuatik (organisme, ikan, dan tanaman dalam air).
 Bahan pencemaran berupa kondisi (misalnya panas) yang menyebabkan
suhu air meningkat sehingga tidak sesuai untuk kehidupan
akuatik. Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi
senyawa-senyawa organik yang dalam proses penguraiannya memerlukan
banyak oksigen sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.
 Bahan pencemaran berupa endapan/sedimen yang menyebabkan air
menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, air kurang mampu
mengasimilasi sampah sehingga mengganggu kehidupan akuatik.

4. Mengakibatkan Terjadinya Bencana Alam

Seperti banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh sampah
masyarakat sehingga merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan makhluk
hidup lain di sekitarnya.

3.4 Cara Mencegah Pencemaran Air Sungai

Menurut Achmad Lutfi,2009:01 untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran


air sungai di Indonesia kita perlu melakukan berbagai langkah diantaranya adalah:

12
Melestarikan tumbuhan di hulu sungai dan membuat sengkadan pada lahan
pertanian yang miring. Agar tidak menimbulkan erosi tanah, di sekitar hulu sungai
sebaiknya ditanami tumbuh-tumbuhan yang dapat menahan terjadinya erosi serta pada
lahan pertanian yang miring dibuat sengkedan agar tidak menimbulkan erosi dan tanah
longsor

1) Tidak membuang sampah apapun ke dalam sungai

Sampah seharusnya memang tidak di buang ke sungai tetapi sampah dapat


dimanfaatkan menjadi barang yang berguna. Misalnya:

 Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintesis yang tidak dapat
diuraikan oleh mikroorganisme dapat diolah menjadi bahan lain yang berguna.
Misalnya dapat diolah menjadi karet.
 Sampah organik yang dapat diuraiakan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang
tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunkan sebagai pupuk.

2) Tidak menggunakan pupuk atau pestisida secara berlebihan

Penggunaan pupuk dan pestisida sebagian besar biasanya dilakukan oleh lahan
pertanian yang airnya kemudian dialirkan ke sungai tanpa melalui proses pengolahan.
Maka dari itu, penggunaannya harus seminimal mungkin agar tidak menimbulkan
pencemaran yang serius

3) Mengolah limbah industri menjadi barang yang bermanfaat. Misalnya mengolah


limbah industri gula menjadi tetes (yang dapat digunakan sebagai pupuk) maupun
menjadi micin (yang dapat digunakan sebagai penguat rasa makanan).
4) Memanfaatkan tanaman air seperti enceng gondok yang tumbuh secara tidak
terkendali menjadi barang-barang kerajinan, seperti tas
5) Melestarikan hutan
Yaitu dilakukan agar ketersediaan air yang disimpan oleh tumbuh-tumbuhan hutan
tidak berkurang, sehingga sumber-sumber mata air sungai tidak berkurang memproduksi
air dan volume air sungai tetap stabil. Selain itu tumbuhan hutan dapat menyerap CO2 dan
menghasilkan O2 yang dapat mencegah terjadinya hujan asam yang dapat merusak
ekosistem air sungai.

13
6) Membuat undang-undang mengenai pencemaran air sungai serta melakukan
pengontrolan secara ketat dan sanksi keras pada yang melanggar ketentuan pemerintah
tersebut.
7) Yang paling penting dari pencegahan pencemaran air sungai adalah menyadarkan
masyarakat Indonesia itu sendiri akan pentingnya aliran sungai bagi kehidupan.
Karena dengan kesadaran itu masayarakat akan menjaga dan melestarikan sungai tanpa
paksaan dari pihak manapun sehingga mereka tidak akan membuang bahan
pencemaran ke dalam sungai dan sungai akan terjaga kelestariannya yang akan
membawa kesejahteraan bagi makhluk hidup di sekitarnya.

14
BAB 4

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya penyebab
pencemaran air adalah aktivitas manusia yang menciptakan limbah (sampah)
pemukiman atau limbah rumah tangga. Selain itu pencemaran air juga disebabkan dari
limbah industri yang dibuang sembarangan di sungai, selokan, laut, dan lain-lain. Hal
itu mengakibatkan terjadinya bencana banjir, erosi, tanah longsor, dan lain-lain.
2. Upaya penanggulangan pencemaran air dimulai dari pengertian yang baik dan
perubahan dari masyarakat. Dimulai dengan tidak membuang sampah rumah tangga
sembarangan di sungai sampai pada pengertian untuk mengolah sampah agar tidak
mencemari air. Selain hal itu, pennggulangan pencemaran air dengan cara penanaman
pohon dapat mencegah longsor dan dapat menyerap banyak air bersih.
3. Proses pengolahan air buangan dapat mengurangi pencemaran air dari limbah rumah
tangga atau limbah industri. Proses pengolahan air buangan dimulai dari penanganan
primer, sekunder, tersier, dan pengolahan lumpur. Dalam penanganan tersier tedapat
proses-proses antara lain: adsorbs, elektrodialisi, osmosis, dan klorinasi.
4.2 Saran

Melihat banyak dan bahayanya dampak negatif yang ditimbulkan dari pencemaran air
sungai maka masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjaga dan melestarikan air sungai
dengan penuh kesadaran agar air sungai tersebut tidak tercemar dan dapat berguna serta
bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup.

Semua lapisan masyarakat diharapkan terus menjaga dan merawat aliran sungai serta terus
belajar dan mengembangkan wawasannya mengenai cara menanggulangi pencemaran air
sungai khususnya di Indonesia agar pencemaran air sungai di Indonesia tersebut dapat
dikurangi atau bahkan diatasi dan kehidupan makluk hidup di Indonesia menjadi lebih
sejahtera.

15
DAFTAR PUSTAKA

Kodoatie.2008.Air Merupakan Sumber Kehidupan.Jakarta:Pustaka

Lutfi,A.2009.Penyebab Pencmaran Sungai.

Triastuti.2008.Pencemaran Air Sungai di Indonesia

16