Anda di halaman 1dari 2

Etnosentris : sikap atau pandangan yg berpangkal pd masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya

disertai dng sikap dan pandangan yg meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain

Ada satu suku Eskimo yang menyebut diri mereka suku Inuit yang berarti “penduduk sejati” [Herbert,
1973, hal.2]. Sumner menyebutkan pandangan ini sebagai etnosentrisme, yang secara formal
didefinisikan sebagai “pandangan bahwa kelompoknya sendiri” adalah pusat segalanya dan semua
kelompok lain dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok tadi [Sumner, 1906, hal.13].
Secara kurang formal etnosentrisme adalah kebiasaan setiap kelompok untuk menganggap kebudayaan
kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling baik.

Diskriminasi : pembedaan perlakuan thd sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan,
suku, ekonomi, agama, dsb);

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia hingga kini masih merasakan adanya
dikriminasi. Termasuk diskriminasi ketika melakukan pemeriksaan kesehatan, diskriminasi
tersebut salah satunya dilakukan oleh para dokter.

SCAPEGOATING
(mengkambing-hitamkan)
adalah perilaku menyalahkan orang lain atas kesalahan diri sendiri.

Biasanya dilakukan oleh orang untuk mengalihkan tanggung-jawab atas kelemahan hidupnya

rasisme memiliki arti suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan
biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu, bahwa suatu ras
tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur yang lainnya

Sebagai contoh rasisme yang terdapat pada basket. Seorang pemain bola basket berkulit hitam asal
Amerika Serikat (AS) menjadi korban kekerasan yang tampaknya adalah serangan rasisme, di Polandia.
Logan diserang oleh beberapa orang yang belum teridentifikasi yang meneriakkan cemoohan bernada
rasisme, dan mengalami memar di tangan kirinya.

stereotip ialah menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi
orang-orang berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Bisa juga didefinisikan sebagai
penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut
dapat dikategorikan

contoh kasus yang terjadi di lingkungan sekitar mengenai prasangka sosial/stereotip. Adanya
prasangka sosial bergandengan pula dengan stereotip yang merupakan gambaran atau
tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang golongan lain yang bercorak
negatif. Stereotip megenai orang lain sudah terbentuk pada orang yang berprasangka sebelum
ia mempunyai kesempatan untuk bergaul sewajarnya dengan orang-orang lain yang dikenai
prasangka tersebut . Biasanya, stereotip terbentuk padanya berdasarkan keterangan-
keterangan yang kurang lengkap dan subjektif.
Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek
tersebut.

Sebagai contoh, seorang majikan yang memandang budak sebagai individu yang malas, tidak
bertanggung jawab, kurang berambisi, dan sebagainya, karena secara umum ciri-ciri tersebut ditetapkan
untuk para budak. Agama juga masih menjadi salah satu sumber prasangka. Sebagai contoh kita
menganggap agama yang orang lain anut itu tidak sebaik agama yang kita anut.

II

semangat religius (ruh al-tadayyun) adalah mengembalikan umat manusia kepada substansi ajaran
agama.

Karena masyarakat Indonesia sangat menyadari bahwa agama tidak mengajarkan kekacauan dan
kekejaman. Maka, dalam konteks menumbuhkan kesadaran kerukunan hidup antarumat beragama di
Indonesia, perlu ditanamkan semangat religius. Maksudnya, seseorang dalam beragama perlu
memahami agamanya secara benar dan komprehensif. Hal ini mengingat tidak semua orang yang
beragama telah memahami keberagamaannya secara benar

Semangat Nasionalisme : paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap
bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di
dunia.

Karena dengan adanya semngat nasionalisme bisa menjadikan masyrakat , sebagai masyarkat yang setia
terhadap negaranya dan tidak menjatuhkan negranya sendiri.

Semangat Pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok
yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.

Karena Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi.

jika kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwa pluralisme itu merupakan suatu kondisi
masyarakat yang majemuk.
Kemajemukan disini dapat berarti kemajemukan dalam beragama, sosial dan budaya. Namun yang
sering menjadi issu terhangat berada pada kemajemukan beragama. Pada prinsipnya, konsep pluralisme
ini timbul setelah adanya konsep toleransi. Jadi ketika setiap individu mengaplikasikan konsep toleransi
terhadap individu lainnya maka lahirlah pluralisme itu. Dalam konsep pluralisme-lah bangsa Indonesia
yang beraneka ragam ini mulai dari suku, agama, ras, dan golongan dapat menjadi bangsa yang satu dan
utuh.

Semangat humanisme berarti martabat dan nilai dari setiap manusia, dan semua upaya untuk
meningkatkan kemampuan-kemampuan alamiahnya (fisik nonfisik) secara penuh.

Karena masyrakat mempunyai martbat dan nilai dari setiap manusia