Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nyalah
kami dapat menyelesaikan makalah kami yang membahas “Koloid”. Untuk kedua kalinya
sholawat serta salam kami haturkan kepada junjungan nabi Muhamad SAW semoga selalu
terlimpahkan. Amien.

Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak/ Ibu guru yang telah
membimbing saya dalam menyelesaikan makalah ini. Dimana makalah ini saya mengupas
sekelumit tentang Koloid dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembacanya. Tiada gading yang tak retak,
demikian pula dengan penyusunan makalah ini yang masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak maupun bagi pembaca
makalah ini.

Serang, November 2018

Penulis

1
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ 1

DAFTAR ISI............................................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG ................................................................................................. 3


B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................................. 3
C. TUJUAN ...................................................................................................................... 3
D. MANFAAT .................................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Koloid ........................................................................................................ 5


B. Jenis-Jenis Koloid ........................................................................................................ 5
C. Sifat-Sifat Koloid ......................................................................................................... 7
D. Pembuatan Sistem Koloid ............................................................................................ 9
E. Kegunaan Koloid ......................................................................................................... 11

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 14

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran dua atau lebih zat yang bersifat
homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm),
sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak
terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya, sehingga tidak
terjadi pengendapan, misalnya, Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak
dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid tergolong sistem dua fase, yaitu Fase terdispersi (terlarut), adalah zat yang
didispersikan, bersifat diskontinu (terputusputus) dan Medium dispersi (pelarut) adalah
zat yang menjadi medium untuk dispersi, bersifat kontinu (berkelanjutan)
Koloid mudah dijumpai di mana-mana , susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan
merupakan contoh-contoh koloid yang dpat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel
juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia
industri karena kepentingannya.
B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan system koloid?
b. Jelaskan macam-macam system koloid?
c. Bagaimana sifat-sifat koloid?
d. Bagaimana proses pembuatan sistem koloid?
e. Apa saja manfaat koloid dalam kehidupan sehari-hari?
C. Tujuan
1. Agar pembaca dapat mengetahui system koloid.
2. Agar pembaca mengetahui macam-macam system koloid.
3. Agar pembaca mengetahui sifat-sifat koloid.
4. Agar pembaca mengetahui proses pembuatan sistem koloid.
5. Agar pembaca mengetahui manfaat koloid dalam kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat
a. Pembaca dapat mengetahui system koloid.
b. Pembaca mengetahui macam-macam system koloid.
c. Pembaca mengetahui sifat-sifat koloid.

3
d. Pembaca mengetahui proses pembuatan sistem koloid.
e. Pembaca mengetahui komponen sistem koloid, bentuk partikel dan kegunaannya
dalam kehidupan sehari-hari.

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Koloid
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau
lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang
dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah).
Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa
diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem
koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan
cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti
mayones, hairspray, jelly, dll.
Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid
atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa
pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-
4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut.
Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar.
B. Jenis-Jenis Koloid
Sistem koloid tersusun dari fase terdispersi yang tersebar merata dalam
medium pendispersi. Fase terdispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat,
cair, dan gas. Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan
menjadi 3, yaitu Sol, fase terdispersinya padat, Emulsi, fase terdispersinya cair. Dan
Buih, fase terdispersinya gas.

5
Secara umum koloid terdiri atas :

1. Aersol

Aerosol adalah sebutan untuk koloid yang medium pendispersinya adalah gas.
Aerosol terbentuk karena adanya pendorong/propelan, misalnya klorofluorokarbon
dan CO2. Contoh: asap, awan, kabut, obat nyamuk semprot, parfum, hairspray , cat
semprot.
2. Sol

Sol adalah sebutan untuk partikel padat yang terdispersi dalam partikel cair. Contoh:
sol emas, sol belerang, sol kanji, tinta, cat, darah, sabun, detergen, lem, kecap, saus.
3. Gel

Gel adalah sebutan untuk partikel cair yang terdispersi dalam partikel padat. Gel
terbentuk dari sol liofil yang zat terdispersinya mengadsorpsi medium dispersi. Gel
disebut juga koloid setengah kaku, karena sifatnya cair namun agak padat. Contoh:
jelly, agar-agar, gelatin, mutiara, gel rambut, dan lain-lain.
4. Emulsi

6
Emulsi adalah sebutan untuk partikel cair yang terdispersi dalam partikel cair.
Emulsi terbentuk apabila partikel cair tidak saling melarutkan. Emulsi terbentuk
karena adanya emulgator/pengemulsi yang menstabilkan campuran. Contoh
pengemulsi: Sabun membuat minyak dan air bercampur, Kasein mengemulsikan susu,
dan Kuning telur mengemulsikan mayonnaise.
Emulsi terbagi menjadi dua yaitu :
a. Emulsi minyak dalam air (M/A) Emulsi dimana minyak (zat yang tidak
bercampur dengan air) terdispersi dalam air. Contoh: santan, susu, lateks.
b. Emulsi air dalam minyak (A/M) Emulsi dimana air terdispersi dalam minyak (zat
yang tidak bercampur dengan air). Contoh: mayonnaise, minyak ikan, minyak
bumi, mentega
5. Buih

Buih adalah sebutan untuk partikel gas yang terdispersi dalam partikel cair.
Buih terbentuk karena adanya pembuih yang menstabilkan campuran, misalnya
sabun, detergen dan protein. Buih terbentuk dari zat cair yang mengandung pembuih
yang dialiri gas. Contoh: buih sabun, krim kocok, krim cukur.

C. Sifat-Sifat Koloid
a. Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-
partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar.

7
Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika
Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.

Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat
larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan
menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid (gambar tengah), cahaya
akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai
partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Dan
pada suspensi ketika disinari cahaya akan dihamburkan dan partkel didalamnya
terlihat dengan jelas.
Contoh Efek Tyndall:
1. Sorot lampu mobil ketika berkabut.
2. Sorot lampu proyektor film dalam bioskop yang diberi asap.
3. Berkas sinar matahari melalui celah daun pohon di pagi yang berkabut
b. Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak
lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid
dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut
akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown.
Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak.
Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas, atau hanya
bervibrasi di tempat seperti pada zat padat. Untuk koloid dengan medium
pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan
tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut
berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka
tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan
tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak
zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown terjadi.
Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown

8
yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan
dan tidak ditemukan dalam zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi
oleh suhu. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besar energi kinetik
yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown
dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya,
semakin rendah suhu system koloid, maka gerak Brown semakin lambat.
c. Absorpsi
Absorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada
permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel.
Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap
ion H+
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion
S2.
d. Muatan koloid
Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid
bermuatan negatif.
e. Koagulasi koloid
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan.
Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan
pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid
yang berbeda muatan.
f. Elektroforesis
Elektroferesis ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan
dengan menggunakan arus listrik. Muatan koloid dapat ditentukan dengan memberi
medan listrik di sekitar koloid. Koloid positif akan bergerak ke katoda atau
elektroda negatif sedangkan Koloid negatif akan bergerak ke anoda atau elektroda
positif.
D. Pembuatan Koloid
Koloid dapat dibuat dari sistem larutan atau dari sistem suspensi. Cara
pembuatan koloid dibagi menjadi cara kondensasi dan cara dispersi.
1. Cara kondensasi dilakukan dengan agregasi partikel larutan menjadi koloid.
a. Reaksi redoks

9
Contoh: Pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan
SO2.
2H2S(g) + SO2(aq) 3S(koloid) + 2H2O(l)
b. Reaksi hidrolisis
Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis besi (III) klorida dengan air
mendidih.
FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)
c. Reaksi dekomposisi rangkap
Contoh: Pembuatan sol AgCl dari reaksi larutan AgNO3 encer dengan larutan
HCl encer.
AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(koloid) + HNO3(aq)
d. Penggantian pelarut
Contoh: Pembuatan gel kalsium asetat semi padat dari larutan jenuh
(CH3COO)2Ca yang dicampur dengan pelarut C2H5OH (alkohol) yang
menggantikan pelarut air.
2. Cara dispersi dilakukan dengan pemecahan partikel kasar menjadi koloid.
a. Cara mekanik
Cara mekanik dilakukan dengan penggerusan butir-butir kasar dengan alat
penggerus, lalu diaduk dengan medium pendispersi
Contoh cara mekanik:
 Sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama dengan zat inert
(misalnya gula pasir), yang hasilnya kemudian dicampur dengan air.
b. Cara peptisasi
Cara peptisasi dilakukan dengan bantuan zat pemecah/ pemeptisasi Contoh
peptisasi:
 Agar-agar dipeptisasi air.
 Karet dipeptisasi bensin
c. Busur Bredig
Busur Bredig digunakan untuk membuat sol logam dan merupakan campuran
cara kondensasi dan dispersi. Logam yang akan dijadikan koloid dijadikan
elektroda dan dicelupkan dalam medium pendispersi kemudian dialiri listrik.
Atom-atom logam akan terlempar ke medium pendispersi, mengalami
kondensasi, dan menjadi partikel koloid. Pembuatan koloid terkadang terganggu

10
oleh ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid. Dialisis adalah suatu proses
penghilangan ionion pengganggu kestabilan koloid.
Proses dialisis:
1. Sistem koloid dimasukkan ke dalam kantong koloid yang bersifat semipermeabel.
2. Kantong koloid lalu diberi atau dimasukkan ke tempat yang terdapat air yang
mengalir.
3. Air yang mengalir membawa ion-ion pengganggu dan molekul sederhana namun
tidak membawa partikel-partikel koloid.

Contoh dialisis:

 Proses filtrasi darah oleh ginjal yang menyaring darah dengan tidak meloloskan
sel-sel darah dan protein darah.
 Proses dialisis darah (cuci darah) bagi penderita gagal ginjal
E. Manfaat Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Penggunaan koloid dalam industri:
a. Industri kosmetik Banyak menggunakan emulsi dan buih, misalnya
foundation , shampoo, pembersih wajah, deodoran, pelembap badan.
b. Industri tekstil Pewarna tekstil dalam bentuk sol membuat warna menyerap
dengan baik.
2. Industri farmasi Obat-obatan banyak dibuat dalam bentuk sol.
3. Industri sabun dan detergen Sabun dan detergen adalah pengemulsi kotoran dan
air pada pakaian yang membuat bersih pakaian.
4. Industri makanan dan minuman seperti kecap, saus, susu, mayonnaise, dan
mentega dibuat dalam berbagai bentuk koloid.

Koloid juga menggunakan sifat-sifat koloid yang menguntungkan diantarnya


yaitu :

1. Sifat efek Tyndall


a. Bioskop Sorot lampu proyektor film dalam bioskop yang diberi asap di sekitarnya
agar gambar yang dihasilkan lebih jelas.
b. Kap lampu Kap lampu dibuat dalam bentuk koloid sehingga dapat
menghamburkan cahaya.
2. Sifat elektroforesis Koloid digunakan untuk identifikasi DNA serta korban dan pelaku
kejahatan.
11
3. Sifat adsorpsi
a. Pemutihan gula tebu Warna merah pada gula tebu diabsorpsi oleh tanah diatom,
caranya dengan melarutkan gula pada air, lalu mengaliri larutan melalui tanah
diatom.
b. Penjernihan air Penjernihan dilakukan dengan menambahkan air dengan:
 Tawas atau alumunium sulfat (Al2(SO4)3), terhidrolisis dalam air membentuk
koloid Al(OH)3 yang menyerap polutan air.
 Karbon aktif, apabila tingkat pencemaran air sangat tinggi.
 Pasir, sebagai penyaring.
 Kaporit, sebagai disinfektan.
 Kapur tohor, menaikkan nilai pH akibat penggunaan tawas.
4. Sifat koagulasi
 Penggumpalan karet Karet dalam lateks digumpalkan menggunakan asam format
(HCOOH).
 Penjernihan air Lumpur dalam air digumpalkan menggunakan tawas
(Al2(SO4)3).
 Pembuangan asap pabrik Sebelum dibuang ke cerobong, asap dialirkan menuju
logam bermuatan dan tegangan tinggi (20-75 kV) sehingga molekul udara di
sekitarnya terion. Ion-ion lalu diadsorpsi oleh asap sehingga asap memiliki
muatan. Asap lalu ditarik oleh elektroda lain sehingga gas yang dibuang ke
cerobong bebas dari asap.

12
BAB III

KESIMPULAN

1. Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di
mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah)
tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah).
2. Secara umum koloid terdiri atas aersol, Sol, Gel, Emulsi dan Buih. Dalam sistem
koloid ini memiliki sifa-sifat yang sangat berpengaruh yaitu Efek Tyndall, Gerak
Brown, Absorpsi, Muatan koloid, Koagulasi koloid dan Elektroforesis.
3. Untuk membuat koloid dapat menggunakan dua cara yaitu cara kondensasi dan cara
dispersi.
4. Sistem koloid ini tidak luput dari kehidupan sehari-hari dan sangat bermanfaat untuk
manusia, seperti Penggunaan koloid dalam industri,Industri farmasi Obat-obatan
banyak dibuat dalam bentuk sol, Industri sabun dan detergen Sabun dan detergen
adalah pengemulsi kotoran dan air pada pakaian yang membuat bersih pakaian dan
Industri makanan dan minuman seperti kecap, saus, susu, mayonnaise, dan mentega
dibuat dalam berbagai bentuk koloid.

13
DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael.2010.Kimia Untuk SMA Kelas XI . Jakarta: ERLANGGA

Fajril, khairul. “makalah koloid”. 7 desember 2015.


Mykoloid.blogspot.com/2015/12/makalah-koloid-lengkap.html?m=1

14