Anda di halaman 1dari 5

TUGAS K3 & TEKNIK LINGKUNGAN

Dosen : Ir. Estu Prayogi, MKKK

Nama Anggota Kelompok :

1. Dedi Alamhudi Putra 4315210028


2. Eka Prayogo 4315210032

FAKULTAS TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA SELATAN
2019
1. Dalam aktivitas pelabuhan terdapat beberapa sumber bahaya, yaitu:

A. Bahaya dari benda bergerak terdiri dari :

1. Benda yang bergerak lurus ( tali seling crane, hook crane, ban, berjalan, truk )

2. Benda bergerak berputar ( roda, roda gigi, crane, gerinda, katrol )

3. Benda bergerak tak beraturan (debu, percikan metal/partikel/zat kimia, semprotan


bertekanan )

4. Pengangkatan/pengangkutan ( muatan kontainer yang melebihi kapasitas )

B. Bahaya benda diam terdiri dari :

1. Bahaya air (terlalu dalam, terlalu dingin, terlalu panas)


2. Bahaya kerusakan perkakas/sarana kerja
3. Bahaya pemasangan (sambungan / baut tidak kuat )

C. Bahaya Listrik terdiri dari

1. Tersentuh

2. Kegagalan alat pengamannya (fuse, grounding, breaker, dsb.)

3. Kelebihan beban penggunaan

4. Loncatan bunga api

2. Apakah sudah dilakukan penilaian sumber bahaya?

A. Penyebab dasar

1. Faktor personal/pribadi yaitu kurang pengetahuan, ketrampilan, kurang pengarahan,


problem fisik dan mental.

2. Faktor pekerjaan yaitu standar kerja yang tidak cukup, rancang bangun dan
pemeliharaan yang tidak memakai standar pembelian yang kurang dan lain-lain.
B. Penyebab Langsung

1. Unsafe act (tindakan tidak aman) adalah pelanggaran terhadap tata cara kerja tidak
aman yang berpeluang akan terjadinya kecelakaan, misalnya:

A. Mengoperasikan peralatan tanpa wewenang.


B. Mengoperasikan mesin/peralatan dengan kecepatan tidak layak.
C. Berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang dan alkohol.
D. Gagal mengikuti prosedur kerja.
E. Melepas alat pengaman.

2. Keadaan tidak aman adalah kondisi fisik yang berbahaya dan keadaan yang
berbahaya yang langsung membuka peluang akan terjadi kecelakaan, misalnya:

A. Peralatan atau material yang rusak.


B. Pelindung atau pembatas yang tidak layak.
C. Alat pelindung diri yang kurang sesuai.
D. Sistem peringatan tanda bahaya yang kurang berfungsi.
E. Kebersihan dan tata ruang tempat kerja tidak layak.

3. Banyak sekali pekerja yang terkena terhadap sumber bahaya, disini kelompok
kami akan membahas salah satu contoh bahaya kerja yaitu:

Kebisingan pada putaran crane

Bising berpengaruh terhadap tenaga kerja, sehingga dapat menimbulkan berbagai


gangguan kesehatan secara umum, antara lain gangguan pendengaran, fisiologi lain
serta gangguan psikologi. Gangguan pendengaran akibat pajanan bising (NIHL) sering
dijumpai pada pekerja industri di negara maju maupun negara berkembang, terutama
negara industri yang belum menerapkan sistem perlindungan pendengaran dengan baik.
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang dalam upaya meningkatkan
pembangunan banyak menggunakan peralatan industri yang dapat membantu dan
mempermudah pekerjaan.
4. Daftar sumber bahaya pada pelabuhan

Nama Alat kerja Sumber Bahaya


Crane Ketinggian
Pompa bahan bakar kebakaran
Kompressor Ledakan

5. Kelompok pekerja yang rentan terhadap sumber bahaya yaitu:

Kelompok yang mengerjakan perawatan pada crane di pelabuhan sangat berbahaya,


dikarenakan pekerja jika naik ke ruang operator crane sangat berbahaya karena terpaan
angin sangat besar, Apabila tidak berhati hati dan tidak menggunakan APD dengan baik
dan benar, maka dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang berakibat fatal.

6. Pengendalian sumber bahaya pada perusahan pelabuhan yaitu dengan cara:

A. Pengendalian Teknis

Pengendalian secara teknis yakni pengendalian yang ditunjukan terhadap sumber


bahaya atau lingkungan ,seperti:

A. Subtitusi yaitu menggantikan bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan


yang kurang atau tidak berbahaya sama sekali.
B. Isolasi,yaitu memisahkan suatu sumber bahaya dengan pekerja , misalnya
pengadaan ruang panel, larangan memasuki tempat kerja bagi yang tidak
berkepentingan ,menutup unit operasi yang berbahaya.
C. Cara basah,dimaksudkan untuk menekan jumlah partikel yang mengotori udara
karena partikel debu mengalami berat.

B. Pengendalian Administrasi

A. Pengendalian secara administratif adalah peraturan-peraturan administrasi yang


mengatur pekerja untuk membatasi waktu kontaknya ( pemaparan )dengan faktor
bahaya atau contaminant.
B. Kontrol administratif ditujukan pengandalian dari sisi orang yang akan melakukan
pekerjaan, dengan dikendalikan metode kerja diharapkan orang akan mematuhi,
memiliki kemampuan dan keahlian cukup untuk menyelesaikan pekerjaan secara aman.

C. Jenis pengendalian ini antara lain seleksi karyawan, adanya standar

operasi baku (SOP), pelatihan, pengawasan, modifikasi prilaku, jadwal

7. Program kesehatan pada tempat kami bekerja adalah

A. Keikut sertaan para pekerja perusahaan pada jaminan kesehatan yang didirikan
oleh perusahaan yaitu Balai Pengobatan dengan bukti keanggotaan kartu JPK
B. Selain perusahan mendirikan Balai pengobatan, perusahaan juga menjalin kerja
sama dengan pihak lain yaitu BNI Live, Jamsostek, dan BPJS.

8. Evaluasi terhadap kecelakaan kerja dilakukan dengan cara:

A. Mencegah dan mengurangi kecelakaan


B. Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran
C. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
D. Memberikan kesempatan atau jalan meyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau
kejadian - kejadian lain yang berbahaya