Anda di halaman 1dari 4

TUGAS BIOKIMIA PANGAN

SIKLUS GLUKONEOGENESIS

OLEH:

(1782511008)

Ida Bagus Gede Brahmantara, S.TP (1782511010)

JURUSAN MAGISTER ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2017
GLUKONEOGENESIS

Dalam menjaga kadar gula dalam darah tetap dalam jumlah yang konstan, tubuh melakukan
proses glikogenesis, glikogenolisis, dan glukoneogenesis. Proses-proses tersebut dikendalikan
oleh sekresi hormon-hormon tertentu di dalam tubuh (Panji, 2014). Glikogenesis adalah lintasan
metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati.
Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula
darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat setelah makan (Anonim, 2013).
Glikogenolisis merupakan proses pemecahan molekul glikogen menjadi glukosa. Apabila tubuh
dalam keadaan lapar, tidak ada asupan makanan, kadar gula dalam darah menurun, gula
diperoleh dengan memecah glikogen menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk
memproduksi energi (Panji, 2014). Sedangkan glukoneogenesis adalah proses sintesis
(pembentukan) glukosa dari sumber bukan karbohidrat. Molekul yang umum sebagai bahan baku
glukosa adalah asam piruvat, namun oxaloasetat dan dihidroxiaseton fosfat dapat juga menjalani
proses glukoneogenesis. Asam laktat, beberapa asam amino dan gliserol dapat dikonversi
menjadi glukosa. Glukoneogenesis terjadi terutama dalam hati dan dalam jumlah sedikit terjadi
pada korteks ginjal.

PROSES GLUKONEOGENESIS
Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis dapat dibawa oleh darah ke hati. Disini
asam laktat diubah menjadi glukosa kembali melalui serangkaian reaksi dalam suatu proses yang
disebut glukoneogenesis (pembentukan gula baru).
Pada dasarnya glukoneogenesis ini adalah sintesis glukosa dari senyawa-senyawa bukan
karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino. Proses glukoneogenesis
berlangsung terutama dalam hati.
Walaupun proses glukoneogenesis ini adalah sintesis glukosa, namun bukan kebalikan dari
proses glikolisis karena ada tiga tahap reaksi dalam glikolisis yang tidak reversible, artinya
diperlukan enzim lain untuk kebalikannya.
heksokinase
• Glukosa + ATP Glukosa-6-Posfat + ADP
• Fruktosa-6-posfat + ATP fosforuktokinase fruktosa 1,6 diposfat + ADP
• Fosfoenol piruvat + ADP piruvatkinase asam piruvat + ATP
Gambar 1. Glikolisis dan Glukoneogenesis
Dengan adanya tiga tahap reaksi yang tidak reversible tersebut, maka proses gluconeogenesis
berlangsung melalui tahap reaksi lain, yaitu :
1. Fosfoenol piruvat dibentuk dari asam piruvat melalui pembentukan asam oksalo asetat.
(a) asam piruvat + CO2 + ATP + H2O → asam oksalo asetat +ADP + Fosfat + 2H+
(b) oksalo asetat + guanosin trifosfat → fosfoenol piruvat +guanosin difosfat + CO2
Reaksi (a) menggunakan katalis piruvatkarboksilase dan reaksi (b) menggunakan
fosfoenolpiruvat karboksilase. Jumlah reaksi (a) dan (b) ialah :

asam piruvat + ATP + GTP + H2O → fosfoenolpiruvat + ADP + GDP + fosfat + 2H+

2. Fruktosa-6-fosfat dibentuk dari fruktosa-1,6-difosfat dengan cara hidrolisisoleh enzim


fruktosa-1,6-difosfatase.
Fruktosa-1,6-difosfat + H2O → fruktosa-6-fosfat + fosfat
3. Glukosa dibentuk dengan cara hidrolisis glikosa-6-fosfat dengan katalisglukosa-6-
fosfatase.
Secara garis besar proses pembentukan glukosa dapat dilihat padagambar berikut :
glukosa-6-fosfat + H2O → glukosa + fosfat

Gambar 2. Diagram alir glukoneogenesis