Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“TEORI BILANGAN”

Dosen Pengampu :

Dr.Asrin Lubis,M.Pd

Disusun oleh:

NAMA : SARAH BR. SIRAIT

NIM : 4183311019

JURUSAN/PRODI : MATEMATIKA/PENDIDIKAN MATEMATIKA

KELAS : MATEMATIKA DIK B 2018

PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
I. PENGANTAR
A. LATAR BELAKANG

Dalam penerapan KKNI bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2018, dimana kurikulum
KKNI ini menuntut mahasiswa untuk lebih berpikir kritis dalam mengembangkan ide dan
kreativitasnya. Dalam system KKNI ini, para mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan 6
macam tugas yaitu, Tugas Rutin, Critical Book Report, Critical Journal Review, Mini Riset,
Rekayasa Ide dan Project. Dalam kesempatan ini saya akan membahas tugas critical journal
review teori bilangan. Teori bilangan adalah cabang dari matematika murni yang mempelajari
sifat-sifat bilangan bulat dan mengandung berbagai masalah terbuka yang dapat mudah mengerti
sekalipun bukan oleh ahli matematika. Mempelajari materi teori bilangan ini dapat meningkatkan
kemampuan profesional mahasiswa sebagai calon guru agar dapat digunakan kelak setelah
bertugas untuk mengembangkan potensi peserta didik semaksimal mungkin.
Tidak terlepas dari kekurangan, seseorang pasti pernah melakukan kesalahan. Dalam
penulisan dan pengetikan buku terdapat banyak kesalahan yang akan terjadi. Setiap buku
mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing. Kesalahan-kesalahan dalam pengetikan
akan membuat buku ini terlihat banyak kekurangan. Banyaknya kesalahan yang dibuat oleh
penulis dalam buku yang saya CBR ini membuat saya ingin mekritisi setiap isi buku ini.

B. TUJUAN
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah teori bilangan
2. Untuk melatih mahasiswa agar terbiasa membaca journal
3. Untuk melatih kemampuan mengkritik karya ilmiah

C. MANFAAT
1. Menambah pengetahuan dan informasi dari journal yang dibaca
2. Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi sebuah karya ilmiah

II. RINGKASAN ARTIKEL


A. IDENTITAS JURNAL
- Judul : Penerapan Teori Bilangan Bulat dalam Kriptografi dan
Aplikasinya dalam Kehidupan Sehari-hari
- Penulis : Kukuh Nasrul Wicaksono
- Penerbit : Institut Teknologi Bandung
- Kota Terbit : Bandung
- Jumlah Halaman : 12 Halaman (1-12)

B. RINGKASAN ISI JURNAL

1. PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman, maka unculah cabang matematika baru
yang disebut dengan matematika diskrit. Perkembangan yang pesat dari ilmu
matematika diskrit ini berkaitan erat dengan perkembangan pesat dari dunia komputer
digital, karena komputer digital bekerja secara diskrit. Kriptografi ini adalah suatu
cabang ilmu yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan cara
menyamarkannya dan menjadikan bentuk sandi yang tidak mempunyai makna.

2. MATEMATIKA DISKRIT DAN TEORI BILANGAN BULAT


Matematika diskrit adalah cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit.
Benda disebut diskrit jika ia terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang berbeda atau
elemenelemen yang tidak berkesinambungan. Himpunan bilangan bulat (integer)
dipandang sebagai objek diskrit. Lawan kata diskrit adalah kontinyu atau menerus.
Himpunan bilangan riil (real) adalah suatu objek kontinu. Di dalam matematika kita
mengenal fungsi diskrit dan fungsi kontinu.
Fungsi diskrit digambarkan sebagai sekumpulan titik-titik, sedangkan fungsi
kontinu digambarkan sebagai kurva. Teori bilangan bulat dalam matematika diskrit
memberikan penekanan dengan sifat pembagian. Sifat pembagian pada bilangan bulat
melahirkan konsep-konsep seperti bilangan prima dan aritmatika modulo. Satu
algoritma penting yang berhubungan dengan sifat pembagian ini adalah algoritma
Euclidean. Baik bilangan prima, aritmatika modulo, dan algoritma Euclidean
memainkan peran yang penting dalam bidang ilmu Kriptografi, yaitu ilmu yang
mempelajari kerahasiaan pesan.

a) Algoritma Euclidean
Algoritma Euclidean adalah salah satu metode yang mangkus dalam
mencari Pembagi Bersama Terbesar (greates), disingkat menjadi PBB.

b) Aritmatika Modulo
Aritmatika modulo (modular arithmethic) memainkan peran yang penting
dalam komputasi integer, khususnya pada aplikasi kriptografi. Operator yang
digunakan pada aritmatika modulo adalah mod.

c) Bilangan Prima
Bilangan bulat positif yang mempunya aplikasi penting dalam ilmu
komputer dan matematika diskrit adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah
bilangan bulat positif yang lebih besar dari 1 yang hanya habis dibagi 1 dan
dirinya sendiri.

3. KRIPTOGRAFI
Kriptografi (cryptography) berasal dari Bahasa Yunani: “cryptós” artinya “secret”
(rahasia), sedangkan “gráphein” artinya “writing” (tulisan). Jadi, kriptografi berarti
“secret writing” (tulisan rahasia. Definisi yang kita pakai di dalam makalah ini
mengutip definisi yang dikemukakan di dalam [SCH96]: Kriptografi adalah ilmu
dan seni untuk menjaga keamanan pesan (Cryptography is the art and science of
keeping messages secure). Sebagai pembanding, selain definisi tersebut di atas,
terdapat pula definisi yang dikemukakan di dalam [MEN96]: Kriptografi adalah
ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek
keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi.
Dalam kriptografi terdapat beberapa istilah khusus. Pesan yang dirahasiakan
dinamakan plainteks (teks jelas dan dapat dimengerti), sedangkan pesan hasil
penyamaran disebut chiperteks (teks tersandi). Proses penyamaran dari plainteks ke
chiperteks disebut enkripsi dan proses pembalikan dari chiperteks ke plainteks disebut
deskripsi. Enkripsi dan deskripsi pada suatu proses penyamaran pesan memiliki suatu
kunci tersendiri. Dan hanya orang yang berhak yang mengetahui kunci tersebut.

4. HUBUNGAN TEORI BILANGAN BULAT DENGAN KRIPTOGRAFI


kriptografi sangat erat hubungannya dengan matematika diskrit terutama fungsi
dan teori bilangan bulat yang berisi tentang.
- Integer dan sifat-sifat pembagian
- Algoritma Euclidean
- Aritmetika modulo
- Bilangan prima
a) Caesar Chiper
Teknik kriptografi ini digunakan oleh Julius Caesar, kaisar Romawi, untuk
menyandikan pesan yang ia kirim kepada gubernurnya. Pada caesar chiper, tiap
huruf disubstitusi dengan huruf ketiga berikutnya dari susunan alfabet. Dalam hal
ini kuncinya adalah jumlah pergeseran huruf (yaitu 3).
- Plainteks pi :
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

- Chiperteks ci :
D E FGHI J KLMN OPQR STUVWXYZAB C

Dengan mengkodekan setiap huruf alphabet dengan integer: A = 0, B = 1, … ,


Z = 25, maka secara matematis caesar chiper menyandikan plainteks pi menjadi
ci dengan aturan sebagai berikut,
ci = E(pi) = (pi + 3) mod 26

b) Vigènere Cipher
Algoritma kriptografi ini dipublikasikan oleh diplomat (sekaligus seorang
kriptologis) Perancis, Blaise de Vigènere pada abad 16 (tahun 1586). Vigènere
Cipher digunakan oleh Tentara Konfederasi (Confederate Army) pada Perang
Sipil Amerika (American Civil war). Vigènere Cipher menggunakan Bujursangkar
Vigènere untuk melakukan enkripsi. Setiap baris di dalam bujursangkar
menyatakan huruf-huruf cipherteks yang diperoleh dengan Caesar Cipher.

c) RSA (Rivest-Shamir-Adleman)
Algoritma RSA diperkenalkan oleh tiga orang peneliti dari MIT
(Massachussets Institute of Technology), yaitu Ron Rivest, Adi Shamir, dan Len
Adleman, pada tahun 1976. RSA mendasarkan proses enkripsi dan deskripsinya
pada konsep bilangan prima dan aritmatika modulo. Baik kunci enkripsi maupun
kunci deskripsi keduanya merupakan bilangan bulat. Kunci enkripsi tidak
dirahasiakan dan diketahui umum (sehingga dinamakan juga kunci publik),
namun kunci untuk deskripsi bersifat rahasia.

5. KRIPTOGRAFI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


a) Kartu Cerdas (Smart Card)
Salah satu aplikasi yang menggunakan kriptografi adalah kartu cerdas
(smart card). Kartu cerdas (gambar 1.3) saat ini tumbuh sangat pesat. Kartu
cerdas yang mirip dengan kartu kredit dapat melayani banyak fungsi, mulai dari
otentikasi sampai penyimpanan data. Dengan menggunakan kartu cerdas,
pengguna dapat mengakses informasi dari berbagai peralatan dengan kartu cerdas
yang sama.

b) TRANSAKSI MELALUI ANJUNGAN TUNAI MANDIRI (ATM)


Anjungan Tunai Mandiri atau Automatic Teller Machine (ATM) digunakan
nasabah bank untuk melakukan transaski perbankan. Utamanya, kegunaan ATM
adalah untuk menarik uang secara tunai (cash withdrawal), namun saat ini ATM
juga digunakan untuk transfer uang (pemindahbukuan), mengecek saldo,
membayar tagihan kartu ponsel, membeli tiket kereta api, dan sebagainya.

c) Komunikasi dengan Telepon Seluler


Penggunaan telepon seluler (ponsel) atau lebih dieknal dengan nama
telepon genggam (handphone) yang bersifat mobile memungkinkan orang
berkomunikasi dari tempat mana saja.

6. KESIMPULAN
Dari paparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa matematika diskrit
khusunya teori bilangan bulat memiliki hubungan yang sangat erat dengan ilmu
kriptografi seperti yang telah dijelaskan di atas. Karena dalam dekade terakhir ini
komputer digital yang bekerja secara diskrit mengalami perkembangan yang sangat
pesat, maka matematika diskrit dan juga kriptrografi juga mengalami perkembangan
yang pesat secara langsung.
Ilmu kriptrografi yang saat ini erat hubungannya dengan sistem komputer digital
dalam menjaga keamanan dan privasi data, menjadi banyak kita temukan dalam
kehidupan sehari-hari karena perkembangan komputer digital itu sendiri.

III. KEUNGGULAN ARTIKEL


A. KEGAYUTAN ANTAR ELEMEN
Dari jurnal yang saya bahas, jurnal tersebut memiliki dasar elemen yang benar
adanya, teori yang ada pada jurnal tersebut memiliki kebenaran dan juga materi
yang disampaikan disajikan dengan sistematis dan berurut.

B. ORIGINALITAS TEMUAN
Pada jurnal ini penulis memaparkan ide dan gagasan dengan menggunakan teori
yang ada yang menjabarkan tentang teori bilangan bulat dalam kriptografi dan
pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

C. KEMUTAKHIRAN MASALAH
Kemutakhiran yang dikemukakan penulis disini adalah keterkaitan ilmu
kriptografi yang banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari pada perkembangan
digital yang ada karena ilmu kriptografi erat hubungannya dengan system
computer.

D. KOHESI DAN KOHERENSI PENELITIAN


Pada jurnal, paragraf yang ada saling ada kaitannya antara paragraf satu dengan
yang lain dan menggunakan kata–kata yang tepat untuk membentuk kalimat yang
mudah dipahami pembaca.

IV. KELEMAHAN ARTIKEL


A. KEGAYUTAN ANTAR ELEMEN
Menurut saya jurnal ini tidak memiliki kelemahan dalam kegayutan elemen,
karena materi yang dipaparkan sudah jelas dan sistematis.

B. ORIGINALITAS TEMUAN
Jurnal ini hanya memaparkan/menjelaskan teori saja tidak disertai dengan
penelitian.

C. KEMUTAKHIRAN MASALAH
Pada jurnal ini tidak terdapat kemutakhiran masalah yang ada karena pada jurnal
ini penilis tidak melakukan penelitian dalam sebuah masalah.

D. KOHESI DAN KOHERENSI PENELITIAN


Penelitian mencakup ketidak kohesi dan koherensi karena di dalam jurnal penulis
tidak melakukan penelitian sehingga tidak ada bagian hasil dari salah satu metode
penelitian.
V. IMPLIKASI
A. TEORI KONSEP
Jurnal ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran karna pada artikel ini sudah
memaparkan tentang konsep materi yang bagus dan dapat digunakan dalam kehidupan
sehari-hari.

B. PROGRAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA


Pada program pembagunan di Indonesia pasti menggunakan komputer sebagai salah
satu untuk meningkatkan kelancaran program yang dilaksanakan, perkembangan
digital system computer saat ini erat hubungannya dengan ilmu kriptografi oleh
karena itu ilmu kriptografi ini sangat penting.

C. ANALIS MAHASISWA
Sebagai seorang mahasiswa yang khususnya pendidikan matemtika, di wajibkan
untuk mendalami materi teori bilangan. Karena untuk menjadi seorang guru kita
harus menguasai materi yang akan kita ajarkan.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Ilmu kriptrografi sangat dibutuhkan dalam kehidupan saat ini seperti yang kita
ketahui saat ini kehidupan sangat erat hubungannya dengan sistem komputer
digital seperti digunakan dalam menjaga keamanan dan privasi data, sehingga
ilmu ini sangat diperlukan.

B. SARAN
Jurnal ini dapat digunakan jika memerlukan cara untuk menerapkan atau mendalami
konsep teori bilangan bulat dan ilmu kriptografi. Semoga Critical Jurnal Review ini
bermanfaat bagi kita semua.

KEPUSTAKAAN
Wicaksono, Kukuh Nasrul. Penerapan Teori Bilangan Bulat dalam Kriptografi dan
Aplikasinya dalam Kehidupan Sehari-hari. Program Studi Teknik Informatika. 1-12