Anda di halaman 1dari 6

Lampiran 4

TEKANAN
Tujuan Pembelajaran

TEKANAN
Setelah memperlajari subbab ini, diharapkan mampu: (1)Melalui percobaan,
peserta didik dapat menjelaskan pengertian tekanan pada zat padat.
(2)Melalui diskusi, Peserta didik dapat mendeskripsikan gejala tekanan
pada zat padat. (3)Melalui percobaan, peserta ddik dapat menjelaskan

N
faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan pada zat padat.
(4)Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menyebutkan contoh
penerapan dalam kehidupan sehari-hari pada tekanan zat padat.

Kata Kunci

Tekanan Tekanan Hidrostatis Hukum Pascal


Hukum Archimedes Barometer Manometer

Kapal laut dapat terapung di atas


lautan. Oleh karena itu, kapal laut dijadikan
sebagai salah satu alat transportasi. Apa yang
menyebabkan kapal laut terapung di lautan?
Teori apa yang menjelaskan hal ini?
Bagaimana kaitannya dengan teori-teori
tentang IPA yang lainnya? Ayo temukan
jawabannya dalam bab ini. Sumber: image.google.com
Gambar 1
Kapal Laut Terapung di
Lautan
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan
prinsip tekanan pada zat padat, cair, dan gas, serta menjelaskan prinsip
Hukum Pascal, Hukum Archimedes, Hukum Boyle, dan penerapannya dalam
kehidupan seharihari.

81
Lampiran 4

TEKANAN
A. TEKANAN PADA ZAT PADAT

TEKANAN
Tekanan pada zat padat merupakan ilustrasi yang nyata untuk dapat
memahami pengertian tekanan. Contohnya ketika mendaki gunung, telinga kita
akan terasa sakit. Hal ini akibat dari perbedaan tekanan udara antar tempat yang

N
ketinggiannya berbeda, begitu juga ketika menyelam. Selain akibat ketinggian,
tekanan air pun mempengaruhi telinga kita.
Tekanan didefinisikan sebagai besarnya gaya per satuan luas permukaan
tempat gaya itu bekerja. Tekanan merupakan besaran skalar karena tidak memiliki
arah tertentu. Tekanan dinotasikan dengan huruf P. Definisi tekanan ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
𝐹
𝑃= Persamaan (1)
𝐴
Dimana :
P = Tekanan (N/m2)
F = Gaya Tekana (N)
A = Luas Penampang (m2)
Besar gaya tekan benda pada kegiatan di atas sama dengan gaya berat benda
tersebut.
F=w=m.g Persamaan (2)
Dimana :
w : gaya berat (N)
m : massa benda (kg)
g : percepatan gravitasi (m/s2) (g=10 m/s2)
Dengan demikian persamaan (1) menjadi :
𝐹 𝑚. 𝑔
P= = Persamaan (3)
𝐴 𝐴

Berdasarkan persamaan 3 di atas, besar tekanan pada


zat padat dipengaruhi oleh luas penampang zat padat
Rep. Frederickssoccersupplies
tersebut. Prinsip tekanan pada zat padat banyak digunakan
Gambar 2 Sol sepatu sepak bola
dibuat tidak rata agar gaya tekan dalam kehidupan seharihari, misalnya pada sepatu sepak
yang ditimbulkan semakin besar.
bola. Perhatikan gambar di samping !

82
Lampiran 4

TEKANAN
Sol sepatu sepak bola dibuat tidak rata (berupa tonjolan-tonjolan) untuk

TEKANAN
memperbesar gaya tekan terhadap tanah.
Semakin besar gaya tekan yang kita berikan pada tanah, membuat kita
semakin kokoh berdiri dan berlari dengan lebih cepat, bahkan saat hujan.

N
Definisi ini pertama kali ditemukan oleh Blaise Pascal. Untuk
menghargainya, satuan tekanan dalam sistem internasional, yaitu N/m2 disebut
juga Pascal.
Dari rumusan tersebut, dapat diketahui bahwa:
1. Makin besar gaya tekan yang diberikan, makin besar tekanan yang dihasilkan.
2. Makin kecil luas permukaan bidang tekan, makin besar tekanan yang
dihasilkan.
Contoh
Soal

Seorang anak yang sedang belajar berjalan memiliki berat 100 N. Ia


melangkah jingjit dengan luas ujung telapak kaki yang menekan permukaan
tanah adalah 50 cm2. Berapakah tekanan yang dilakukan anak itu terhadap
tanah ?
Penyelesaian:
Diketahui: F = 100 N
A = 50 cm2 = 0,005 m2
Ditanya: P
Jawab:
𝐹 100 𝑁
P = 𝐴 = 0,005 𝑚2 = 20.000 N/m2
Jadi, tekanan yang diberikan oleh anak itu terhadap tanah adalah 20.000 Pa.

83
Lampiran 4

TEKANAN
TEKANAN
Konversi Satuan

Penerapan Konsep Tekanan

Beberapa contoh penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari :


1. Kapak
Mata kapak dibuat tajam untuk memperbesar
tekanan sehingga memudahkan tukang kayu dalam
memotong atau membelah kayu. Orang yang
memotong kayu dengan kapak yang tajam akan lebih
Sumber: image.google.com
sedikit mengeluarkan tenaganya dari pada jika ia Gambar 3
Mata kapak yang tajam
menggunakan kapak yang tumpul dengan gaya yang
untuk memperbesar tekanan.
sama.
2. Sirip Ikan
Sirip ikan yang lebar memungkinkan ikan
bergerak dalam air karena memperoleh gaya dorong
dari gerakan siripnya yang lebar. Sirip ini memberikan
Sumber: image.google.com
tekanan yang besar ke air ketika sirip tersebut
Gambar 4
digerakkan. Akibatnya, ikan memperoleh gaya dorong Sirip ikan yang lebar memungkinkan
ikan bergerak dalam air.
air sebagai reaksinya.

84
Lampiran 4

TEKANAN
3. Sepatu Salju

TEKANAN
Orang-orang yang hidup di daerah bersalju secara
langsung atau tidak telah memanfaatkan konsep
tekanan. Mereka membuat sepatu salju yang luas

N
alasnya besar sehingga mampu memperkecil tekanan Sumber: image.google.com
berat tubuhnya pada salju. Hal ini mempermudah Gambar 5
Sepatu salju dengan alas yang luas.
mereka berjalan di atas salju.

Contoh Soal

Sebuah kotak dengan berat 300 N dan luas alasnya 1,5 m2 diletakkan di atas
sebuah silinder yang memiliki berat 200 N, luas alasnya 0,5 m2 dan terletak di atas
lantai. Hitunglah:
a. tekanan antara kotak dan silinder,
b. tekanan antara silinder dan lantai,
Jawab:
Perhatikan gambar di samping !
Berat kotak = 300 N
Luas alas kotak = 1,5 m2
Berat silinder = 200 N
Luas alas silinder = 0,5 m2
a. Tekanan antara kotak dan silinder (kotak di atas silinder)
𝐹 300 𝑁
P= = = 600 N/m2
𝐴𝑆𝑖𝑙𝑖𝑛𝑑𝑒𝑟 0,5𝑚2
b. Tekanan antara silinder dan lantai (kotak di atas silinder)
𝐹 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑜𝑡𝑎𝑘+𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑙𝑖𝑛𝑑𝑒𝑟
P= =
𝐴 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑠 𝑠𝑖𝑙𝑖𝑛𝑑𝑒𝑟

300 𝑁+200 𝑁
=
0,5 𝑚2

= 1.000 N/m2

85
Lampiran 4

TEKANAN
DAFTAR PUSTAKA

TEKANAN
Diana Puspita, Iip Rohamia. 2009. Alam Sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs
Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Waris, Sugeng Yuli Irianto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Jilid 2 untuk SMP dan

N
MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.

http://mau-mencoba.blogspot.co.id/2014_03_01_archive.html

86