Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK

TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SDN 30


KOTA SELATAN KOTA GORONTALO
(Suatu Penelitian di SDN 30 Kota Selatan Kota Gorontalo)

JURNAL

Telah Diperiksa dan Disetujui Untuk Dipublikasikan

Oleh

SITI FATIMAWATI
NIM. 421 413 084

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FISIKA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
2017
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK
TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SDN 30
KOTA SELATAN KOTA GORONTALO

Siti Fatimawati, Asri Arbie, Nova Elysia Ntobuo


Sitifatimawati22@gmail.com, asri_arbie@yahoo.com, novantobuo81@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen yang
diberi perlakuan menggunakan media komik dan hasil belajar peserta didik pada kelas control yang
menggunakan Power point (PPT). Penelitian ini dilaksanakan di SDN 30 Kota Selatan Kota Gorontalo tahun
ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan pretest-
post-tes control group design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling,
kelas VA sebagai kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran komik dan kelas VC sebagai kelas
kontrol menggunakan power point (PPT). Instrumen yang digunakan yaitu tes hasil belajar berupa soal-soal
essay. Data instrumen tes dianalisis menggunakan analisis statistik yaitu uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan
menggunakan uji-t pada taraf signifikan (α) = 0,05, t hitung = 5,229 > ttabel = 2,000. Sehingga hipotesis (H0)
ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar
peserta didik kelas eksperimen dan kelas Kontrol. Hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang
menggunakan media komik lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang menggunakan media power point (PPT).

Kata Kunci : Media Pembelajaran Komik, Hasil Belajar

ABSTRACT

The purpose this research is to determine differences in student learning outcomes in experimental classes
treated using comic media and learning outcomes of learners in control classes using Power point (PPT). This
research was conducted at SDN 30 Kota Selatan Kota Gorontalo academic year 2016/2017. The research
method used is experimental method with pretest-post-test control group design. Sampling was done using
cluster random sampling technique, VA class as experiment class using comic learning media and VC class
as control class using power point (PPT). The instrument used is the result of learning test in the form of
essay questions. Test instrument data was analyzed using statistical analysis ie t-test. Based on the result of
calculation using t-test at significant level (α) = 0,05, tcount = 5,229> ttable = 2,000. So the hypothesis (H0)
is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted. So it can be concluded that there are differences in
learning outcomes of experimental class and control class. Where the learning outcomes of experimental class
students who use comic media higher than the control class that uses the media power point (PPT).

Keywords: Comic Learning Media, Learning Outcomes

3
PENDAHULUAN seribu satu macam cara agar apa yang
disampaikan mudah dipahami oleh peserta
Media pembelajaran merupakan alat-alat didik.
pendukung atau perantara untuk
menyampaikan informasi berupa materi Berdasarkan hasil observasi awal yang
pembelajaran sehingga mempermudah dilakukan di SDN 30 Kota Selatan Kota
peserta didik memahami apa yang Gorontalo, pada tanggal 22 Januari 2017
disampaikan oleh guru. Seiring dengan terkait dengan penggunaan media
perkembangan ilmu pengetahuan dan pembelajaran di kelas V yang terdiri dari tiga
teknologi maka semakin mendorong upaya- kelas yaitu: 5A, 5B dan 5C pada tahun ajaran
upaya pembaharuan dalam pemanfaatan 2016/2017 dengan jumlah keseluruhan kelas
media pembelajaran. Oleh karena itu guru V sebanyak 96 peserta didik. Adapun
dituntut agar dapat menggunakan media permasalahan yang ditemukan pada
yang disediakan oleh sekolah. Disamping observasi ini yaitu: a) minimnya media
mampu menggunakan media yang tersedia, pembelajaran khususnya pada pelajaran IPA
guru juga dituntut dapat mengembangkan atau sains; b) media pembelajaran yang
keterampilan membuat media pembelajaran digunakan bersifat verbalistik, c) rendahnya
yang akan digunakan dalam proses hasil belajar peserta didik; d) ketidak
pembelajaran jika media yang dibutuhkan sesuaian penggunaan media pembelajaran
belum tersedia. Guru sekurang-kurangnya dengan karakteristik materi yang ada.
menggunakan alat yang mudah dan efisien
meskipun sederhana, hal ini merupakan Melihat dari uraian di atas maka, peneliti
upaya mencapai tujuan pembelajaran yang memberikan solusi terkait dengan
diharapkan. Dengan demikian, guru harus penggunaan media pembelajaran yang
memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menarik dan sesuai dengan peserta didik
cukup tentang media pembelajaran. tingkatan sekolah dasar yaitu melalui media
visual berupa komik. Komik merupakan
Berbagai macam media pembelajaran salah salah satu media yang dapat digunakan
yang biasa digunakan oleh guru yaitu berupa dalam bidang pendidikan sebagai
media audio, media visual, media audio perantara/alat menyampaikan informasi
visual, media elektronik dan media cetak. berupa materi pembelajaran kepada peserta
Dalam proses pembelajaran yang terjadi saat didik tingkatan sekolah dasar karena pilihan
ini, khususnya di lembaga pendidikan katanya yang menarik, mudah dipahami,
Indonesia sangat sedikit yang menggunakan juga dilengkapi dengan gambar-gambar yang
media yang tepat dalam pembelajaran. mendukung materi pelajaran yang
Secara umum guru khususnya pada mata disampaikan sehingga peserta didik lebih
pelajaran IPA, hanya menggunakan papan mudah menerima dan memahami pelajaran
tulis sebagai media atau alat dalam proses yang diberikan oleh guru.
belajar mengajar. Padahal kita ketahui Berdasarkan kajian di atas maka
bersama bahwa tidak semua pelajaran IPA penelitian ini bertujuan untuk melihat
dapat disampaikan dengan menggunakan perbedaan hasil belajar peserta didik antara
kata-kata atau tulisan (verbalisme). Misalnya kelas esperimen yang dibelajarkan dengan
pada materi gaya dan perubahannya, peserta media komik dan kelas kontrol yang
didik tidak akan paham dengan materi dibelajarkan dengan menggunakan power
pelajaran jika guru dalam menyampaikan point (PPT).
pelajaran hanya serta merta membaca materi
dari dalam buku atau hanya sekedar menulis METODE PENELITIAN
di papan tulis melainkan dapat dipraktekan Penelitian ini dilaksanakan di SDN 30
melalui media yang sesuai dengan materi Kota selatan Kota Gorontalo Tahun Ajaran
gaya. Oleh karena itu, guru harus memiliki
2016/2017, yakni pada materi gaya. Sarana
4
yang digunakan berupa media komik, diperoleh telah homoogen. Untuk
merupakan penelitian eksperimen yang mengetahui adanya perbedaan hasil belajara
terdiri dari dua kelas. Kelas pertama adalah peserta didik pada kelas eksperimen dan
kelas eksperimen yang diberi perlakuan kelas kontrol digunakan desain penelitian
sedangkan kelas kedua adalah kelas kontrol Pretest-Posttest Control Group Design.
tidak diberi perlakuan. Hasil belajar peserta Tabel 1. Desain Penelitian
Kelas Pretes Perlakuan Posttest
didik dari kedua kelas tersebut dianalisis
Eksperimen O1 X1 O2
untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Kontrol O3 X2 O4
anatara kedua kelas tersebut setelah diberi Sugiono (2016:112-113).
perlakuan. Populasi dalam penelitian ini
Kelas V SDN 30 Kota Selatan Kota keterangan:

Gorontalo yang terdiri dari 85 peserta didik. X1= Perlakuan yang menggunakan media

Sampel dalam penelitian ini Kelas VA dan pembelajaran komik dengan

VC. Proses pengambilan sampel dilakukan menggunakan model pembelajaran

dengan cara pengudian. Untuk menghindari cooperative type STAD

salah penafsiran terhadap istilah yang X2= Perlakuan yang diberikan

berkaitan dengan variabel yang dipakai maka menggunakan power point (PPT)

variabel dalam penelitian ini yaitu media dengan menggunakan model

pembelajaran komik sebagai variabel bebas pembelajaran cooperative type STAD

dan hasil belajar peserta didik sebagai O1= Tes awal (pretest) untuk kelas yang

variabel terikat. diajarkan dengan media komik pada

Analisis peningkatan hasil belajar model pembelajaran cooperative type

pengetahuan terkait materi menggunakan STAD

analisis statistik. Analisis statistik yang O2= Tes akhir (posttetest) untuk kelas yang

signifikansi rata-rata perbedaan kelas diajarkan dengan media komik pada

eksperimen dan kelas kontrol dengan uji-t model pembelajaran cooperative type

gabungan. Namun sebelum dilakukan uji-t STAD

pada post-test kedua kelas data tersebut O3= Tes awal (pretest) untuk kelas yang

harus diuji menggunakan uji liliefors (uji diajarkan dengan menggunakan power

normalitas) untuk mengetahui apakah data point (PPT) pada model pembelajaran

yang diperoleh terdistribusi normal atau cooperative type STAD

tidak serta uji batleet (uji homogenitas O4= Tes akhir (posttetest) untuk kelas yang

varians) untuk mengetahui apakan data yang diajarkan dengan menggunakan power

5
point (PPT) pada model pembelajaran
cooperative type STAD
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data hasil belajar peserta didik yang
dianalisis dalam penelitian ini terdidik dari 94
91,4
92

Nilai Post-test Kelas Sampel


dua kelompok yakni kelompok eksperimen
90
yang menggunakan media pembelajaran Berdasarkan
88 gamabar 1 di atas maka
komik dan kelompok kontrol yang 86 disimpulkan bahwa perolehan skor
dapat

(E/K)
84 82,77
menggunakan media power point (PPT). rata-rata Posttest untuk kelas eksperimen
82
Dalam penelitian ini antara kelas eksperimen yang
80 diberi perlakuan lebih tinggi yaitu 91,4

dan kelas kontrol menggunakan model jika78dibandingkan dengan perolehan skor


cont post eks post
pembelajaran yang sama yakni Cooperative rata-rata Posttest Kelas Sampel
yang tidak E/K
diberi perlakuan
Type STAD dan metode pembelajaran yang skor rata-rata
Gambar 83,84.
1. Rata-Rata Posttest Kelas Kontrol dan Kelas
Eksperimen
digunakan berupa ceramah, diskusi, dan Pengujian normalitas data merupakan
tanya jawab. Penelitian ini menggunakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam
instrumen penelitian berupa tes hasil belajar analisis statistik. Tujuannya untuk
peserta didik dalam bentuk essay yang terdiri mengetahui apakah data yang diperoleh
dari 14 item soal essay. Tujuan tes hasil peneliti terdistribusi normal atau tidak.
belajar ini diberikan kepada peserta didik Pengujian normalitas data menggunakan uji
yaitu untuk mengetahui sejauh mana statistika liliefors. Hasil yang diperoleh dari
keberhasilan pembelajaran pada kelas uji statistik dapat dilihat pada tabel uji
eksperimen dan kelas kontrol dengan melihat normalitas data hasil penitian di bawah ini:
skor rata-rata hasil belajar peserta didik yang
Tabel 2. Uji Normalitas Data Hasil Penelitian
dicapai. Instrumen ini akan diuji cobakan
Jenis L0 L0
Kelas Keterangan
dikelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes hitung tabel
Pre-
Eksperimen 0,0780 0,1497 Normal
Sebelum, diuji cobakan pada kelas Test
Post-
eksperimen dan kelas kontrol soal ini 0,1162 0,1497
Test
Pre-
terlebih dahulu diuji validitas dan Kontrol
Test
0,1146 0,1705 Normal

Post-
reliabilitasnya. Test
0,0802 0,1705

Perolehan skor rata-rata posttest antara


kelas eksperimen dan kelas kontrol yang Berdasarkan hasil yang terdapat pada
memiliki nilai yang berbeda. Hal ini dapat tabel di atas antara kelas eksperimen dan
dilihat pada gambar di bawah ini: kelas kontrol dengan demikian hasil

6
perolehan uji liliefors pada penelitian ini Berdasarkan dari hasil perhitungan
terbukti bahwa L0 = Lhitung < Ltabel diterimah dengan menggunakan uji t dua sampel
H0 atau data terdistribusi normal. independen diperoleh perbandingan antara
Pengujian homogenitas varians bertujuan harga thitung dengan ttabel seperti pada tabel 4
untuk mengetahui data hasil penelitian uji hipotesis. Dimana t hitung = 5,229 dan
berasal dari populasi apakah benar-benar diperoleh ttabel = 2,000 pada taraf 0,05dengan
homogen atau tidak homogen. Suatu data dk = 60. Hal ini menunjukan bahwa nilai
dikatakan homogen apabila c2 hitung < c2 thitung = 5,229 > ttabel = 2,000 yang berarti H0
tabel. Dalam pengujian homogenitas ini ditolak. Sehingga sesuai dengan uji statistika
menggunakan rumus uji Barlett pada taraf bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar
nyata α = 0, 05. Dapat dilihat pada tabel 3 uji peserta didik antara kelas eksperimen dan
homogenitas. kelas kontrol.
Tabel 3. Uji Homogenitas Sesuai dengan tujuan penelitian ini
C2 hitung C2 tabel Keterangan yaitu untuk melihat perbedaan anatara hasil
6,0838 7,815 Homogen belajar peserta didik pada kelas eksperimen
yang menggunakan media komik dan kelas
Dari hasil perhitungan diperoleh C2hitung
kontrol yang menggunakan power point
hitung sebesar 6,0838 pada taraf nyata α =
(PPT). Dengan demikian untuk mencapai
2
0,05 diperoleh C tabel sebesar 7,815. Hal ini
hasil belajar yang sesuai dengan yang
artinya varians data populasi tergolong
diharapkan maka perlu diperhatikan
homogen. Dengan demikian uji persyratan uji
pemilihan pemilihan dan penggunaan media
t dua sampel independen telah terpenuhi
dalam pembelajaran. Menurut para ahli yang
sehingga dapat digunakan untuk menguji
diantara Purwanto (2008:54), Sudijono
hipotesis penelitian.
(dalam Sutrisno 2016:5), dan dalam jurnal-
Setelah data penelitian dinyatakan
jurnal nasional pendidikan seperti Agus
terdistribusi normal dan homogen, maka
Suprijono (dalam Mana′a dkk 2013;4), rata-
untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji
rata mengungkapkan peserta didik dikatakan
analisis uji-t. hasil perolehan uji-t dapat
berhasil dalam pembelajaran apabila ditandai
dilihat pada 4 uji-t dibawah ini:
dengan adanya perubahan meningkatnya
hasil belajar yang diperoleh peserta didik.
Tabel 4. Uji Hipotesis Statistik
Salah satu yang mendukung terjadinya
thitung ttabel (α = 0,05% ; dk (60)) perubahan sikap setelah belajar harus
5,229 2,000
pemperhatikan pemilihan dan penggunaan

7
sarana dan prasarana khususnya pemilihan dan tidak abstrak (Sengul dan Derelib,
penggunaan media pembelajaran yang dapat 2013:7).
menarik perhatian peserta didik. Hal ini Media komik juga memilki keunggulan
sesuai dengan yang dikemukakan oleh oleh dan kelemahan sama seperti media-media
Sujdana & Rivai (dalam Arsyad 2008:24), pembelajaran lainnya. Hal ini sesuai dengan
manfaat mendia pembelajaran yaitu: yang terdapat dalam International Journal of
a) menarik perhatian peserta didik; b) bahan Social Science and Humanity terkait dengan
pembelajaran akan lebih jelas maknanya; c) komik sebagai media pembelajaran: Comics
metode mengajar akan lebih bervariasi; d) can be used as a medium that bridges of
memudahkan peserta didik dalam belajar. understanding more complex texts and helps
Jadi dalam penelitian ini menggunakan students to better enjoy reading. Comic has
media komik. several advantages if it used in learning,
Media komik sangat cocok digunakan Comic stimulating learning activities of
untuk untuk peserta didik tingakatan sekolah students because the language used is more
dasar selain menimbuhkan imajinasinya common and easier to understood. Other
dalam proses pembelajaran komik juga than that, comic if it is used in such learning
merupakan media yang menarik. Hal ini can motivate students with the collaboration
didukung oleh International Journal of pictures and interesting text. In addition,
educational Sciences Theory and Practice student’s interest in comics can make
about: Cartoons are a medium that can be learning to become more active in the
used to enable students to attain concepts vibrant debate and discussion, so that the
correctly and enjoyably and they are visuals use of comics as teaching materials to help
for students which motivate them, provide teachers make learning activities more
them with the opportunity to discuss, and meaningful (Kurniawati, et al 2017:11).
make the subjects non-complex and non- Komik dapat digunakan sebagai media
abstract (Sengul and Derelib, 2013:7). yang menjembatani pemahaman teks
Kartun adalah media yang dapat yang lebih kompleks dan membantu
digunakan untuk memungkinkan siswa siswa untuk lebih menikmati
mencapai konsep dengan benar dan membaca. Komik memiliki beberapa
menyenangkan dan visual untuk siswa keunggulan jika digunakan dalam
yang memotivasi mereka, memberi pembelajaran, Komik merangsang
mereka kesempatan untuk berdiskusi, kegiatan belajar siswa karena bahasa
dan membuat subjek tidak kompleks yang digunakan lebih umum dan lebih

8
mudah dipahami. Selain itu, komik jika belajar peserta didik dengan menggunakan
digunakan dalam pembelajaran power point (PPT). Hasil belajar peserta
semacam itu bisa memotivasi siswa didik yang diperoleh kelas eksperimen yang
dengan kolaborasi gambar dan teks menggunakan media komik lebih tinggi
yang menarik. Selain itu, minat siswa dibandingkan dengan hasil belajar peserta
terhadap komik bisa membuat belajar didik yang diperoleh kelas kontrol yang
menjadi lebih aktif dalam debat dan menggunakan media power point (PPT). Hal
diskusi yang seru, sehingga ini dapat dilihat berdasarkan hasil yang
penggunaan komik sebagai bahan ajar diperoleh: pertama dari rata-rata post-test
untuk membantu guru membuat kelas eksperimen 91,40 dan post-test pada
kegiatan belajar lebih bermakna kelas kontrol 77,72. Kedua dari N-Gain
(Kurniawati, dkk 2017:11). kelas sampel penelitian. Kelas eksperimen
Sedangkan kekurangan media komik diperoleh nilai N-Gain 71,56% termaksut
yaitu: a) kemudahan orang membaca komik dalam kriteria tinggi dan kelas kontrol
membuat orang malas membaca sehingga diperoleh nilai N-Gain 55,72% termaksut
menyebabkan penolakan-penolakan atas dalam kriteria sedang.
buku-buku yang tidak bergambar; b) ditinjau
5.2 Saran
dari segi bahasa komik hanya menggunakan
Dari hasil penelitian yang telah
kata-kata kotor ataupun kalimat-kalimat
dilakukan, maka peneliti mengemukakan
yang kurang dipertanggung jawabkan; c)
beberapa saran untuk perbaikan dimasa
banyak aksi-aksi yang menonjolkan
mendatang yakni sebagai berikut:
kekerasan ataupun tingkah laku yang sinting
1. Dalam proses melaksanakan kegiatan
(pervertet); d) banyak adegan percintaan
pembelajaran sebaiknya guru
yang menonjol (http://Media komik.
memilih media, model dan metode
2015[diakses pada 20 Januari 2017 Pukul
yang sesuai dengan kebutuhan atau
08:57]).
sesuai dengan karakteristik materi
PENUTUP yang akan diajarkan untuk mencapai
KESIMPULAN hasil belajar yang baik.
Berdasarkan hasil penelitian dan 2. Media komik merupakan salah satu
pembahasan maka dapat disimpulkan media yang cocok digunakan
bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar ditingkat sekolah dasar (SD), karena
peserta didik yang dibelajarkan berisi gambar-gambar yang menarik
menggunakan media komik dengan hasil sehingga bisa membangkitkan minat
9
dan motivasi untuk belajar. Supardi. 2013. Aplikasi Statistika Penelitian.
Penerbit Change Publication. Jakarta:
3. Semua media, model dan metode
Indonesia.
pembelajaran pasti memiliki
Sutrisno,P. 2016. Faktor-Faktor Yang
kekurangan sama halnya dengan
Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa
media komik pada penelitian ini. Pada Pembelajaran Praktik
Kelistrikan Otomotif SMK. Di Kota
Oleh karena itu jika terdapat
Yogyakarta. Jurnal
kekurangan peneliti berharap guru Pendidikan.Vokasi Volume 6, No 1.
mampu mengatasi kekurangan
Şengul a S and Derelib M, 2013. The Effect
tersebut serta bisa menyesuaikan of Learning Integers Using Cartoons
on 7th Grade Students’ Attitude to
dengan waktu dan kondisi yang ada.
Mathematics. Educational Sciences:
Theory & Practice -13(4
DAFTAR RUJUKAN )•2526 2534 ©2013 Educational Con
sultancy and ResearchCenter. www.e
Arsyad, A. 2008. Media Pembelajaran.
dam.com.tr/estp. DOI:
Penerbit PT Raja Grafindo Persada.
10.12738/estp.2013.4.1486
Jakarta
Purwanto. 2008. Evaluasi Hasil Belajar.
http://Media komik. 2015[diakses pada 20
Penerbit Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
januari 2017 pukul 08:57].

Kurniawati A, dkk. 2017. Utilizing of Comic


and Jember’s Local Wisdom as
Integrated Science Learning
Materials. International Journal of
social Science and Humanity; Vol. 7,
No. 1 January 2017.

Mana’a, dkk. 2013. Meningkatkan hasil


belajar siswa pada pembelajaran
IPS dengan menggunakan
pembelajaran koperatif tipe
Numbered heads together di kelas IV
SD Lalong Kecamatan Tinangkung
Utara Kabupaten Banggai
kepulauan. Jurnal Kreatif Tadulako.
Online Vol. 3 No. 3

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian


Pendidikan. Penerbit Alfabeta.
Bandung.

Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses


Belajar Mengajar. Penerbit Remaja
Rosdakarya. Bandung.

10