Anda di halaman 1dari 12

Resume Pembelajaran Kelas Rangkap

modul 1
27 MARET 2015 / LIADAHLIANURCAHYA

Modul 1
A. PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP
PKR adalah satu bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang
kelas atau lebih,dalam saat yang sama,dan menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda. PKR
juga mengandung makna seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih dan menghadapi
murid-murid dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
B. Adapun alasan mengapa PKR diperlukan antara lain:
1. Alasan Geografis
Sulitnya lokasi,terbatasnya sarana transportasi,permukiman yang berpindah-pindah,dan adanya mata
pencaharian khusus,seperti menangkap ikan,menebang kayu dan sebagainya,mendorong
penggunaan PKR.saat itu {1995},demam mencari emas sedang memanas di Kalimantan tengah.
2. Alasan demografis
Untuk mengajar murid dalam jumlah yang kecil,apalagi tinggal di pemukiman yang amat jarang maka
PKR dinilai sebagai pendekatan pengajaran yang praktis.Di daerah perkotaan sekalipun alasan demografis
ini juga berlaku.Dalam beberapa tahun kebelakang ini,khususnya sejak tahun ajaran 1992,sejumlah
daerah menjerit karena kekurangan murid.
3. kurang guru
Walaupun jumlah guru secara keseluruhan mencukupi,sulit untuk mencari guru yang dengan suka cita
siap mengajar di daerah,seperti ketuk ketimpun itu.praktik penempatan guru SD mirip
kerucut terbalik.yang lancip adalah SD didaerah terpencil dan jumlah guru yang bersedia bertugas di
daerah terpencil.
4. Terbatasnya ruang kelas
Di SD ketuk ketimpun,memang tidak diperlukan ruang kelas lebih dari satu karena jumlah
muridnya kecil.namun,daerah lain menunjukkan walaupun jumlah muridnya cukup besar,jumlah ruang
kelas yang tersedia jauh lebih kecil daripada jumlah rombongan belajar.
5. Adanya guru yang tidak hadir
alasan ini tidak hanya berlaku bagi SD didaerah terpencil, di kota besar pun juga berlaku. Seperti
dijakarta, musibah banjir dapat menghambat guru untuk dating mengajar.
Tujuan,fungsi,dan manfaat PKR dapat kita kaji dari berbagai aspek berikut ini :
1. Quantity dan Equity
PKR memungkinkan kita untuk memenuhi asas quantity (jumlah) dan equity (pemerataan), yaitu dengan
mengoptimalkan sumber daya yang ada.
2. Ekonomis
Dengan seorang guru atau beberapa guru saja proses pembelajaran dapat berlangsung. Begitu juga dengan
satu ruang atau beberapa ruang kelas, proses pembelajaran dapat berlangsung.
3. Pedagogis
Sejak lama dan hingga saat ini, pendidikan kita dikritik sebagai system yang belum mampu menghasilkan
lulusan atau tenaga kerja yang mandiri. Lulusan kita dinilai kurang kreatif,pasif,dan mudah menyerah.
Pengalaman sejumlah Negara yang mempraktikkan PKR menunjukkan bahwa strategi ini mampu
meningkatkan kemandirian murid.
4. Keamanan
Dengan pendekatan PKR, pemerintah dapat mendirikan SD dilokasi yang mudah dijangkau oleh anak.
Dengan demikian, kekhawatiran orang tua terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan pada anak-anak
mereka berkurng.
Sebagai salah satu bentuk pembelajaran, PKR mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran secara umum.
Prinsip – prinsip secara umum, yaitu :
- Perbedaan kemampuan individual murid yang harus diperhatikan guru
- Membangkitkan motivasi belajar murid
- Belajar hanya terjadi jika murid aktif sehingga guru harus berusaha mengaktifkan murid

Namun secara khusus PKR mempunyai prinsip-prinsip yang harus dikuasai oleh guru PKR prinsip
tersebut adalah :
1) Keserempakan kegiatan pembelajaran.
2) Kadar tinggi waktu keaktifan akademik.
3) Kontak psikologis guru murid yang berkelanjutan.
4) Pemanfaatan sumber secara efisien.
5) Kebiasaan untuk mandiri.

Gambaran PKR yang Ideal dan Praktik yang Terjadi di Lapangan


A. PRAKTIK MENGAJAR KELAS RANGKAP
Format pembelajaran hampir sepenuhnya berorientasi pada guru. Tidak sekalipun muncul proses
pembelajaran yang berlangsung dalam kelompok kecil. Begitu pula secara berpasangan di mana murid
yang lebih pintar membantu murid yang ketinggalan. absennya unsure belajar melalui kerjasama
(cooperative learning) merupakan salah satu kelemahan dari praktik perangkapan kelas. Padahal melalui
cooperative learning, kemandirian dan kreatifitas anak dapat berkembang. Yang tak kurang pentingnya
adalah guru mendapatkan partner (mitra kerja); pembelajarn melalui kerjasama akan melahirkan tidak
hanya murid yang pandai belajar, tetapi juga murid yang pandai mengajar. Kekutan PKR, jika
dilaksanakan dengan baik, akan melahirkan kondisi yang memungkinkan murid belajar tentang
bagaimana murid belajar tentang bagaimana cara belajar: “learning how to learn”. Dengan demikian, guru
belum mampu memanfaatkan sumber secara efisien.
B. PKR YANG IDEAL (YANG DIINGINKAN)
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan PKR yang diinginkan adalah :
· bikin suasana kelas lebih hidup
· proses pembelajaran betul-betul berlangsung serempak
· guru harus memanfaatkan ruang kelas yang ada dengan menciptakan sudut sumber belajar.
· murid yang aktif
· selain menonjolkan asas kooferatif, guru juga harus menyelipkan asas kompetitip (persaingan) yang
sehat.
· belajar dengan pendekatan PKR yang benar itu menyenangkan.
· adanya perhatian khusus bagi anak yang lambat dan cepat.
· guru PKR percaya bahwa sumber belajar tidak hanya diperoleh dari sumber resmi, seperti dari kantor
Depdiknas atau Pemerintah Daerah.
· prinsip perangkapan tidak hanya diterjemahkan dalam bentuk mengajar dua tingkat kelas atau lebih
dalam satu ruang kelas dalam waktu bersamaan (simultan).
· harus mampu melepaskan diri dari mitos bahwa yang mampu mengajar itu adalah guru.
Peranan seorang guru PKR adalah :
1. Sebagai perancang kurikulum.
2. Sebagai Administrator.
3. Sebagai sumber informasi yang kreatif.
4. sebagai seorang professional
5. Sebagai agen pembawa perubahan.
MODUL 2
Model Pengelolaan dan Pembelajaran Kelas Rangkap
Kegiatan belajar 1
Prinsip dan Model Pengelolaan PKR
Ciri-ciri utama PKR, yaitu:
1. Seorang guru
2. Menghadapi dua kelas atau lebih
3. Satu kelas dengan dua atau beberapa kelompok siswa yang berbeda kemampuan.
4. Untuk membimbing belajar dalam satu mata pelajaran atau lebih.
5. Beberapa topik yang berbeda dalam satu mata pelajaran.
6. Dalam satu atau lebih dari satu ruangan.
7. Pada jam pelajaran yang bersamaan.
Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang efektif yang menurut Karweit
(1987) ditandai oleh 3 hal sebagai berikut:
1. Sebagian terbesar dari waktu yang tersedia benar-benar digunakan untuk belajar siswa
2. Kualitas pembelajaran guru sangat memadai
3. Sebagian terbesar atau seluruh siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar
Model-model PKR :
1. Model Utama : PKR Murni : PKR 221
2 kelas, 2 mata pelajaran, 1 ruangan
2. Model Alternatif : PKR Modifikasi : PKR 222
2 kelas, 2 mata pelajaran, 2 ruangan
3. Model PKR 333
3 kelas, 3 mata pelajaran, 3 ruangan
Kegiatan Belajar 2
Prinsip Didaktik - Metodik dan Prosedur Dasar PKR
1. Bagaimana Mengawali dan Mengakhiri Pelajaran
a. Mengawali pelajaran
1) Menarik perhatian siswa
- Memperlihatkan benda, alat, dan gambar yang berhubungan dengan materi
- Memberikan aba-aba perhatian dan ucapan salam pembuka
- Membunyikan sesuatu, misalnya peluit
2) Menimbulkan motivasi (ekstrinsik/instrumental dan intrinksik)
- Kehangatan dan semangat (warmth and enthuasiasm)
- Rasa penasaran / ingin tahu siswa (curiosity)
- Ide yang bertentangan (conflicting/ controversial ideas)
- Minat siswa
3) Memberikan acuan belajar
- Tujuan dan batas-batas tugas
- Langkah-langkah yang akan ditempuh
- Masalah pokok sebagai pusat perhatian
- Pertanyaan pemicu belajar
4) Membuat kaitan atau jalinan konseptual
- Penyampaian pertanyaan apersepsi
- Perangkuman materi pelajaran yang lalu dengan maksud memetakan yang telah dipelajari siswa
b. Mengakhiri Pelajaran
1) Meninjau Kembali
2) Mengadakan evaluasi penguasaan siswa
- Mendemonstrasikan keterampilan siswa
- Menerapkan ide baru pada situasi lain
- Mengemukakan pendapat sendiri
- Mengerjakan soal-soal tertulis
3) Memberikan tindak lanjut.
- Memberi pekerjaan rumah
- Merancang sesuatu
- Mengomunikasikan sesuatu
2. Bagaimana Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan Belajar Mandiri
Alasan :
a. Individu yang berinisiatif dalam belajar dapat belajar lebih baik dari pada yang tergantung pada
guru.
b. Lebih sesuai dengan perkembangan mental individu
c. Perkembangan baru dalam berbagai aspek pendidikan menempatkan siswa sebagai pembelajar
yang aktif.
- Membimbing diskusi kelompok kecil
- Mengajar kelompok kecil dan perseorangan
- Mengadakan variasi
Variasi artinya keanekaragaman. Variasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
 Variasi gaya mengajar
 Variasi media dan sumber
 Variasi pola interaksi dan kegiatan
 Pola Interaksi perseorangan (Pola INPERS)
 Pola Interaksi Pasangan (Pola INPAS)
 Pola Interaksi Kelompok Kecil (Pola INKK)
 Pola Interaksi Kelompok Besar atau kelas tunggal (Pola INKB)
 Pola Interaksi Klasikal atau kelas banyak (Pola INKLAS)
3. Bagaimana Mengelola Kelas PKR dengan Baik?
a. Menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal
Untuk dapat menciptakan situasi kelas yang optimal, seyogyanya terampil dalam:
- Peka terhadap hal-hal yang mengganggu jalannya interaksi belajar mengajar
- Memeratakan perhatian terhadap semua kelompok baik secara visual maupun verbal
- Memberikan tugas pada siswa dengan jelas
- Memberi teguran dengan arif dan bijaksana bila terjadi perilaku menyimpang dari siswa
- Memberikan penguatan verbal, gestural, kegiatan, kedekatan, dan token sesuai dengan keperluan
dan situasi secara wajar.
b. Mengendalikan kondisi belajar yang optimal
- Mengubah perilaku menyimpang dapat dilakukan dengan cara:
- Mengajarkan dan memberi contoh perilaku yang diinginkan
- Memberi hukuman yang benar dan wajar terhadap perilaku yang menyimpang
Kegiatan Belajar 3
Aneka Model Interaksi Kelas Rangkap dalam PKR
A. Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS)
a. Langkah-langkah
- Penyeleksian
- Pemahaman
- Penguatan Ingatan
- Penjabaran Lanjutan
- Pengintegrasian
- Pemantauan
b. Saran penggunaan
B. Proses Belajar Melalui Kerja Sama (PBMKS)
a. Olah- Pikir Sejoli (OPS)
b. Olah- Pikir Berebut (OPB)
c. Konsultasi Intra Kelompok (KIK)
d. Tutorial Teman Sebaya (TTS)
e. Tutorial Lintas Kelas (TLK)
f. Diskusi Meja Bundar (DMB)
g. Tugas Diskusi Resitasi (TDR)
h. Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu), dan Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)
Saran Penggunaan
Peran guru dalam model ini adalah sebagai narasumber dan manager kelas. Misi utama
model ini adalah keterampilan berpikir kognitif dan komunikasi secara tertulis.
Bagaimana memelihara suasana belajar?
1. Memelihara disiplin kelas untuk memungkinkan setiap siswa selalu berada dalam tugas
belajarnya dan tidak mengganggu siswa lainnya.
2. Menciptakan dan memelihara suasana kelas yang menarik
3. Selalu sadar dan merasa terikat oleh tujuan belajar yang telah dirumuskan dengan tepat
MODUL 3
Pengorganisasian Kelas
Kegiatan Belajar 1
Penataan Ruang Kelas
A. Penataan Ruang
1. Penataan Fisik Kelas
a. Daerah pajangan
b. Kemudahan Bergerak
c. Sinar
d. Panas dan ventilasi
e. Papan tulis
f. Bangku dan kursi
g. Meja guru
h. Sudut aktivitas
2. Pengaturan Denah Ruang Kelas
3. Mengatur Pajangan
Kegiatan Belajar 2
Pengorganisasian Murid
A.Kelompok Belajar
1.Bagaimana Cara Membentuk Kelompok Belajar?
a. Kelompok belajar berdasarkan persamaan kemampuan
b.Kelompok berdasarkan kemampuan yang berbeda
c. Pengelompokan sosial
2.Bagaimana Merencanakan Kegiatan Kelompok Belajar?
Ada lima aspek dalam perencanaan yang harus diperhatikan (Cohen, 1986), yaitu:
a. Menentukan bagaimana cara murid bekerja sama
b. Menentukan program pelatihan bagi pengembangan keterampilan bekerja sama
c. Memberikan tugas yang dapat dihasilkan oleh kelompok
d. Meletakkan dasar-dasar kerja secara teliti
e. Memutuskan bagaimana belajar bersama akan dievaluasi
3. Bagaimana Cara Meningkatkan Keterampilan Belajar Kelompok?
Morris (Cohen, 1986) memberikan ilustrasi tentang jenis keterampilan yang diperlukan sebagai
panduan agar semua murid aktif berpartisipasi. Oleh karena itu, murid harus diberikan penjelasan
seperti berikut:
a. Semua murid diharuskan mengemukakan gagasan
b. Semua murid diberikan kesempatan untuk berbicara
c. Murid memperhatikan dan dapat menangkap gagasan atau pendapat orang lain
d. Menanyakan pada murid lainnya apakah mempunyai gagasan
e. Berikan alasan untuk setiap gagasan, dan diskusikan apabila ada gagasan yang berbeda
f. Mendorong murid-murid untuk bertanya
B. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan sumber belajar yang ada agar para murid dapat belajar
mandiri
Lembar Kerja Murid merupakan sarana untuk mengaktifkan murid-murid untuk belajar
secara mandiri atau kelompok. LKM merupakan panduan untuk melakukan sesuatu kegiatan
yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan, misalnya melakukan pengamatan,
percobaan, demonstrasi dan simulasi.
1. Bagaimana Memanfaatkan Pusat Sumber Belajar?
Pusat Sumber belajar (PSB) adalah suatu cara yang baik untuk memantapkan dan memperkaya
belajar murid-murid.
a. Mengembangkan keterampilan atau konsep
- Kecermatan
- Penerapan konsep
b. Menempatkan semua lembar kerja, permainan, dan hasil karya lainnya di suatu tempat dimana
murid lain dapat belajar dengan cara belajar mandiri
c. Mengembangkan beberapa bentuk penyimpanan
2. Tutor Sebagai Organisator Kelas
Beberapa kelemahan :
a. Efesiensi waktu sangat rendah
b. Materi yang diberikan sangat sedikit
Bagaimana langkah-langkah dalam merencanakan pemanfaatan tutor ?
a. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai
b. Menetapkan siapa yang akan ikut dalam tutorial
c. Menetapkan tempat dimana tutorial dilaksanakan
d. Penjadwalan tutorial
e. Menentukan materi mana yang diberikan dalam tutorial
3. Bagaimana cara memilih dan mempersiapkan tutor?
a. Tutor sebaya
b. Tutor kakak
c. Tutor dari masyarakat
d. Penjaga sekolah sebagai tutor
Kegiatan belajar 3
Disiplin kelas
A. Apa yang dimaksud dengan ARK?
Aturan Rutin Kelas (ARK) adalah aturan-aturan dan prosedur yang dirumuskan oleh guru
serta dimengerti oleh murid, untuk mengatur kegiatan dan perilaku sehari-hari.
ARK terdiri dari 2 jenis, yaitu ARK untuk murid-murid dan ARK untuk guru.
1. ARK bagaimana yang harus anda persiapkan bagi anda sendiri?
a. Papan tulis harus sudah bersih sebelum pelajaran dimulai
b. Alat tulis
c. Sumber bahan
d. Tutor
2. Apa yang dimaksud dengan “kegiatan siap” atau stand by activities?
Kegiatan siap adalah suatu kegiatan yang sudah dipersiapkan guru jauh sebelumnya.
a. Pembelajaran secara klasikal
b. Pembelajaran individu
c. Pembelajaran dalam kelompok
MODUL 4
Lingkungan sebagai sumber belajar
Kegiatan belajar 1
Sekolah dan rekan sejawat guru sebagai sumber
A. Kerja sama
Kerja sama merupakan usaha untuk meningkatkan dan memperluas sumber belajar. Kerja sama
diarahkan kepada :
1. Kerja sama antar guru dan kepala sekolah
2. Kerja sama sekolah diarahkan untuk membangun pusat sumber belajar (PSB)
3. Kerja sama dengan orang tua dan masyarakat diarahkan untuk menciptakan iklim dimana
sekolah adalah milik bersama.
4. Kerja sama dengan penilik, kepala cabang dinas (KCD) pendidikan, dan komite sekolah
setempat sebagai pembina.
B. Membangun iklim kerja sama
1. Mengumpulkan data statistik dan sumber informasi
2. Melakukan negosiasi (perundingan)
3. Memberikan peranan nyata
4. Melaporkan kedaan sekolah
5. Memberikan tanda penghargaan
C. Melakukan kerja sama dengan sekolah dan rekan sejawat guru
1. Cara memanfaatkan rekan sejawat guru dari satu sekolah sebagai sumber belajar
Langkah yang dapat dilakukan :
a. Kemukakan masalah yang dihadapi
b. Menentukan alternatif pemecahan permasalahan
2. Memilih alternatif yang paling tepat dengan mempertimbangkan kebutuhan, waktu, jadwal, dan
bahan yang tersedia
3. Cara memanfaatkan rekan sejawat guru dari sekolah lain
4. Cara memanfaatkan teman guru dalam KKG
Kegiatan belajar 2
Sekolah dan lingkungan sebagai sumber belajar
a. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar
b. Melengkapi sekolah dengan sumber belajar
c. Cara mengembangkan program kebun, kolam, dan peternakan sekolah
d. Mengembangkan pusat sumber belajar (PSB)
Kegiatan belajar 3
Lingkungan sebagai sumber belajar
a. Memanfaatkan pusat sumber belajar
b. Lingkungan sekitar sebagai sumber belajar
1. Cara mengidentifikasi lingkungan sebagai sumber belajar
a. Sumber tersebut mudah dijangkau (kemudahan)
b. Tidak memerlukan biaya tinggi (kemurahan)
c. Tempat cukup aman untuk digunakan sebagai sumber belajar (keamanan)
d. Berkaitan dengan materi yang diajarkan disekolah (kesesuaian)
2. Memanfaatkan sumber tersebut untuk kepentingan belajar murid-murid
3. Masyarakat sebagai sumber
MODUL 5
Penyusunan Rencana Pembelajaran Kelas Rangkap (Rpkr)
Kegiatan belajar 1
Analisis Struktur Kurikulum SD dan Prosedur Dasar Pengembangan Pembelajaran Kelas
Rangkap
A. Karakteristik kurikulum KTSP
1. Kelompok Mata Pelajaran
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tekhnologi
d. Kelompok mata pelajaran estetika
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
B. Prinsip pengembangan kurikulum
1. Berpusat pada potensi, perkembanagan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnlologi, dan seni
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
6. Belajar sepanjang hayat
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
C. Prinsip pelaksanaan kurikulum
1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk
menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya.
2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan pilar belajar
3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat
perbaikan, pengayaan dan percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi
peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik
yang berdimensi ketuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling
menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing
madia mangun karsa dan ing ngarsa sung tulada.
5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia,
sumber belajar dan tekhnologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai
sumber belajar dengan prinsip alam takambang jadi guru.
6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta
kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara
optimal.
7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan
pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang
cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
D. Struktur kurikulum SD/MI
1. Memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri sendiri.
2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS
Terpadu”
3. Pembelajaran pada kelas rendah menggunakan pendekatan tematik, dan pembelajaran kelas
tinggi menggunakan pendekatan mata pelajaran.
4. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum.
5. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
6. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran adalah 34-38 minggu.
Kegiatan Belajar 2
Perumusan Indikator, Penataan Pengalaman Belajar, dan kegiatan Pembelajaran Kelas
Rangkap
A. Pengemasan pengalaman belajar dalam PKR
Untuk dapat menggapai proses belajar yang efektif dan bermakna dalam situasi pembelajaran
merangkap kelas seorang guru perlu melakukan perencanaan yang baik. Dalam perencanaan ini
tercakup serangkaian kegiatan sebagai berikut :
1. Menggunakan standar isi untuk mengembangkan indikator dan pengalaman belajar
2. Merumuskan indikator atas dasar analisisi muatan kompetensi dasar
3. Merumuskan pengalaman belajar sesuai indikator yang dirumuskan
4. Merumuskan kegiatan pembelajaran kelas rangkap
5. Memilih sumber dan media belajar untuk mendukung pembelajaran kelas rangkap
Secara teoritis ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menetapkan topik
pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran kelas rangkap.
Berorientasi pada tujuan artinya bahwa topik yang dipilih harus bertolak dari tujuan dan tearah
pada tujuan
1. Disesuaikan dengan karakteristik siswa artinya bahwa penetapan topik yang terpadu atau
terpisah selalu mengingat dan memperhatikan keadaan siswa
2. Disesuaikan dengan kemampuan pengelolaan guru artinya guru perlu menyadari kemampuannya
dalam mengelola PKR dengan topik yang telah dipilihnya.
3. Layak sarana pendukung artinya guru memanfaatkan sarana pendukung belajar yang tersedia
dan atau dapat diadakan.
4. Tidak bersifat dipaksakan artinya guru tidak memaksakan diri karena dorongan atau desakan
pihak luar hanya karena sekedar untuk turut ramai-ramai
B. Cara memilih substansi belajar
Untuk dapat melakukan pemilihan materi yang memadai perlu memperhatikan syarat-syarat
sebagai berikut :
1. Mendukung ketercapaian kompetensi dasar dan indikator
2. Berkaitan erat dengan materi sebelumnya
3. Didukung oleh sarana dan sumber belajar yang tersedia atau dapat disediakan.
4. Sesuai dengan perkembangan mental murid
5. Menjadi dasar bagi studi lebih lanjut
C. Cara menyusun rancangan kegiatan belajar
Dalam menyusun rancangan kegiatan belajar guru perlu menetapkan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Orientasi dan pendahuluan
Guru menetapkan tujuan, langkah dan materi
2. Pengembangan
Guru menjelaskan konsep atau keterampilan, mendemonstrasikan model atau langkah dan
mengecek pengertian siswa
3. Latihan terstruktur
Guru memandu kegiatan kelompok siswa, dan memberikan balikan kepada siswa, dan siswa
memberikan tanggapan
4. Latihan terbimbing
Siswa berlatih memahami konsep baru atau keterampilan, guru memantaunya dan selanjutnya
siswa berlatih lebih lanjut di luar kelas.
5. Latihan bebas dan mandiri
Guru memeriksa dan membetulkan hasil latihan di luar kelas dan siswa melanjutkan latihan
mandiri.
Cara memilih sumber dan media belajar
Secara sederhana media belajar mencakup bahan dan alat audio seperti kaset audio dan siaran
radio, bahan dan alat visual seperti TV, gambar, dan diagram, benda tiruan dan benda
sesungguhnya.
Semua bahan dan alat tersebut digunakan untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam
pelaksanaan PKR terutama di SD yang kecil dan memiliki banyak kekurangan dalam sarana
belajar, pemilihan media haruslah sesuai dengan lingkungan dan tepat guna. Layak lingkungan
artinya media yang dipakai itu tersedia di lingkungan sekitar dengan demikian guru dan siswa
dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keadaan. Tepat guna artinya
meskipun media tersebut tidak sepenuhnya memenuhi syarat ideal tapi masih tetap berfungsi
membantu siswa belajar.
Kegiatan belajar 3
Evaluasi program pembelajaran kelas rangkap
A. Cara penilaian terhadap pelaksanaan PKR
1. Mengecek keterlaksanaan jadwal
2. Mengecek keterlaksanaan pembelajaran di kelas-kelas yang dirangkap
3. Mencatat materi pelajaran yang tidak sempat diajarkan
4. Mencatat kegiatan yang tertunda
5. Mencatat tugas-tugas yang harus diberikan kepada murid hari Minggu berikutnya
6. Mencatat pertanyaan siswa yang belum terjawab
7. Mencatat siswa-siswa yang belum terlibat aktif dalam belajar
8. Mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam PKR
9. Mencatat hal-hal yang memuaskan dan mengecewakan anda sebagai guru dalam PKR
10. Mencatat hal-hal yang perlu dibicarakan dengan guru lain
MODUL 6
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dalam PKR
Kegiatan belajar 1
Hakikat keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan
A. Pengertian
B. Rasional
C. Variasi pengorganisasian
D. Hal-hal yang perlu diperhatikan
1. Tidak semua topik dapat diajarkan melalui kelompok kecil dan perseorangan
2. Dalam pembelajaran kelompok, langkah yang harus dikerjakan guru adalah mengorganisasikan
siswa, sumber, materi, ruangan, serta waktu yang diperlukan.
3. Kegiatan kelompok kecil yang efektif harus diakhiri dengan kulminasi (puncak kegiatan).
4. Guru perlu mengenal siswa secara pribadi hingga kondisi belajar dapat diatur dengan cepat
5. Kegiatan dalam pembelajaran perseorangan dapat berupa bekerja bebas dengan bahan atau
petunjuk yang telah disiapkan guru.
Kegiatan belajar 2
Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
A. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
1. Menunjukan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan prilaku siswa
2. Mendengarkan secara simpatik ide-ide yang dikemukakan siswa
3. Memberikan respons positif terhadap buah pikiran siswa
4. Membangun hubungan saling mempercayai antara guru dan siswa dengan cara verbal
5. Menunjukan kesiapkan untuk membantu siswa tanpa kecendrungan untuk mendominasi tugas
siswa.
6. Menerima prasaan siswa dengan penuh keterbukaan dan pengertian
7. Berusaha mengendalikan situasi
B. Keterampilan mengorganisasikan kegiatan
C. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
1. Memberikan penguatan secara tepat sehingga siswa terdorong untuk berlajar lebih baik
2. Melakukan supervisi proses awal
3. Melakukan supervisi proses lanjut
4. Mengadakan supervisi pemaduan
D. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran
1. Membantu siswa menetapkan tujuan belajar
2. Merencanakan kegiatan pembelajaran
3. Bertindak atau berperan sebagai penasehat bagi siswa, jika diperlukan.
4. Membantu siswa menilai pencapaian atau kemajuannya
Kegiatan belajar 3
Penerapan keterampilan belajar kelompok kecil dan perseorangan dalam pembelajaran
kelas rangkap
A. Contoh penerapan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dalam PKR
B. Mengidentifikasikan kemunculan komponen-komponen keterampilan mengajar kelompok kecil
dan perseorangan
C. Analis kekuatan dan kelemahan contoh PKR

Anda mungkin juga menyukai