Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proses belajar mengajar memiliki tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Agar
tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan mudah, efektif dan efisien seorang guru
hendaknya memiliki rencana pembelajaran yang baik. Salah satu diantaranya
mempersiapkan strategi belajar mengajar yang akan digunakan. Pemilihan strategi
belajar mengajar yang akan digunakan dalam pembelajaran merupakan salah satu
tahapan yang penting karena pemilihan media yang tepat dapat menunjang
pencapaian tujuan pembelajaran.
Guru sebagai pengembang media pembelajaran harus mengetahui
perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi
belajar mengajar yang tepat. Strategi belajar mengajar harus dipilih untuk
memotivasi para pembelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk manusia
seutuhnya, melayani perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna,
mendorong terjadinya interaksi, dan memfasilitasi belajar kontekstual. Tapi saat
sekarang realitanya kita dapat melihat di dalam proses pembelajaran itu sendiri
guru masih belum bisa mengondisikan pembelajarannya sesuai yang diharapkan
oleh siswa maupun kurikulum yang dituntut. Tidak hanya itu, kadangkala guru
belum bisa memahami seperti apa pembelajaran siswa itu sendiri.
Pemilihan strategi belajar mengajar sangatlah penting. Strategi yang
diterapkan dalam kegiatan pembelajaran disebut Strategi belajar mengajar.
Pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan
kegiatan belajar. Tujuan strategi belajar mengajar adalah terwujudnya efesiensi
dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. Pihak-pihak yang
terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik (perorangan dan atau kelompok)
serta peserta didik (perorangan, kelompok, dan atau komunitas) yang berinteraksi
edukatif antara satu dengan yang lainnya.

1
B. Rumusan Masalah
Untuk dapat menentukan dan memutuskan strategi belajar mengajar yang
tepat untuk digunakan maka seorang guru harus mengerti tentang materi
pembelajaran, prinsip pembelajaran, pendekatan pembelajaran strategi belajar
mengajar dan metode yang tepat dalam melakukan pembelajaran. Oleh karena itu
penulis merumuskan hal ini dalam perumusan masalah:
1. Apakah yang dimaksud dengan materi pembelajaran?
2. Apakah yang dimaksud dengan prinsip-prinsip pembelajaran?
3. Apakah yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran?
4. Apakah yang dimaksud dengan strategi belajar mengajar?
5. Bagaimanakah macam-macam strategi belajar mengajar?
6. Bagaimanakah cara memilih strategi belajar mengajar yang tepat?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui tentang materi pembelajaran.
2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran.
3. Untuk mengetahui pendekatan pembelajaran.
4. Untuk mengetahui strategi belajar mengajar.
5. Untuk mengetahui macam-macam strategi belajar mengajar.
6. Untuk mengetahui cara memilih strategi belajar mengajar yang tepat.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Materi Pembelajaran

Bila kita membicarakan pembelajaran, ada beberapa hal yang selalu


disinggung, yaitu 1) prinsip, pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model
pembelajaran. Pengertian untuk istilah-istilah itu sering dikacaukan. Apalagi
terhadap tiga istilah, yaitu pendekatan, metode, dan teknik biasanya terkacaukan
(lihat Syafii 1994:15; Badudu 1996:17). Istilah pendekatan sering dikacaukan
dengan metode, misalnya kita sering mendengar orang mengemukakan istilah
pendekatan komunikatif disamping istilah metode komunikatif. Sering pula
pengertian metode dikacaukan dengan teknik, misalnya kita sering mendengar
orang menyebutkan istilah metode diskusi disamping istilah teknik diskuasi.

Agar kita dapat melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar dengan


baik, seyogyanya kita menguasai pengertian-pengertian di atas dengan baik.
Untuk itu, pada bagian berikut istilah-istilah tersebut diupayakan dipaparkan
secara rinci satu per satu.

B. Prinsip Pembelajaran
1. Pengertian Prinsip Pembelajaran

Prinsip dikatakan juga landasan. Prinsip pembelajaran menurut Larsen dan


Freeman (1986 dalam Supani dkk. 1997/1998) adalah represent the theoretical
framework of the method. Prinsip pembelajaran adalah kerangka teoretis sebuah
metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan
harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi 1) bahan yang akan dibelajarkan,
2) prosedur pembelajaran (bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru
mengajarkan bahan), 3) gurunya, dan 4) siswanya.

3
Dengan demikian, prinsip pembelajaran bahasa adalah kerangka teoretis,
petunjuk-petunjuk teoretis bagi penyusunan sebuah metode pembelajaran bahasa
dalam hal :

1) pemilihan dan peyusunan bahan pembelajaran bahasa yang akan dibelajarkan;


2) pengaturan proses belajar mengajarnya: bagaimana mengajarkan dan
mempelajarinya, hal-hal yang berhubungan dengan pendekatan, teknik, media,
dan sebagainya;
3) guru yang akan mengajarkannya, persyaratan yang harus dimiliki, serta
aktivitas yang harus dilaksanakan;
4) siswa yang mempelajarinya, berkenaan dengan aktivitasnya; dan
5) Hal-hal lain yang terlibat dalam proses belajar mengajar.

2. Sumber Prinsip Pembelajaran

Prinsip pembelajaran bersumber pada teori-teori yang berkembang pada


bidang yang relevan. Prinsip pembelajaran bahasa berarti bersumber pada teori-
teori yang relevan dengan pembelajaran bahasa, seperti: 1) teori belajar, 2) teori
belajar bahasa, 3) teori bahasa, dan 4) teori psikologi.

4
Teori Belajar Teori Belajar Teori Bahasa Teori Psikologi
Bahasa

Behaviorism Teori behavioris Teori tradisional Behaviorisme

Piaget’s Teori mentalis Teori struktural Kognitif


Development
Teori transformasi
Theory
Teori tagmemik
Vygotsky and
Social Cognition Teori fungsional

Constructivism Teori relasional

Neuroscience

Brain-Based
Learning

Learning Styles

Multiple
Inteligence

Right Brain/Left
Brain Thinking

Communities of
Practice

Control Theoty

Observational
Learning

Problem-Based
Learning

5
Catatan:

Teori belajar di atas dikutip dari Syamsudin (1999) ”Teori Belajar dalam Buku
Teks” dalam Bahan Pelatihan Penulisan Buku Teks tanggal 22 Nopember – 24
Desember 1999 yang diselenggarakan atas Kerja sama SEAMEO-RECSAM-
DEPDIKNAS di Universitas Negeri Semarang. Dari ke-13 teori belajar di atas,
yang terpenting untuk dipahami adalah teori 1) Behaviorism, 2) Piaget’s
Development Theory, 3) Vygotsky and Social Cognition, 4) Contructivism, 5)
Multiple Intelligence, dan 6) Problem-Based Learning karena teori-teori tersebut
merupakan dasar dari perkembangan teori belajar lainnya.

3. Fungsi Prinsip Pembelajaran

Istilah fungsi berasal dari bahasa Inggris function yang memiliki banyak
arti di antaranya: jabatan, kedudukan, kegiatan, dan sebagainya. Fungsi atau
peran adalah jabatan, kedudukan, atau kegiatam. Jadi, prinsip pembelajaran
bahasa berfungsi sebagai kerangka teori dan pedoman pelaksanaan bagi
komponen-komponen pengajaran bahasa. Sebagai pedoman/kerangka teori, setiap
butir prinsip pengajaran bahasa memberikan arah yang harus ditempuh dalam
pelaksanaan pengajaran.

4. Macam-macam Prinsip Pembelajaran

Prinsip pembelajaran dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu 1) prinsip


umum dan 2) prinsip khusus (lihat Supani, dkk. 1997/1998).

a. Prinsip umum, yaitu prinsip pembelajaran yang dapat diberlakukan/berlaku


untuk semua mata pelajaran di suatu sekolah/program pendidikan. Prinsip-
prinsip umum pembelajaran di antaranya sebagai berikut.
1) Prinsip motivasi, yaitu dalam belajar diperlukan motif-motif yang dapat
mendorong siswa untuk belajar. Dengan prinsip ini, guru harus berperan
sebagai motivator siswa dalam belajar.

6
2) Prinsip belajar sambil bekerja/mengalami, yaitu dalam mempelajari
sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan keterampilan haruslah melalui
pengalaman langsung, seperti belajar menulis siswa harus menulis, belajar
berpidato harus melalui praktik berpidato.
3) Prinsip pemecahan masalah, yaitu dalam belajar siswa perlu dihadapkan
pada situasi-situasi bermasalah dan guru membimbing siswa untuk
memecahkannya.
4) Prinsip perbedaan individual, yaitu setiap siswa memiliki perbedaan-
perbedaan dalam berbagai hal, seperti intelegensi, watak, latar belakang
keluarga, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Dengan demikian, guru dalam
kegiatan pembelajaran dituntut memperhitungkan perbedaa-perbedaan itu.

b. Prinsip khusus, yaitu prinsip-prinsip pembelajaran yang hanya berlaku untuk


satu mata pelajaran tertentu, seperti pembelajaran bahasa Indonesia. Setiap
mata pelajaran memiliki banyak prinsip khusus. Prinsip-prinsip khusus
pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya sebagai berikut.
1) Ajarkan bahasa, bukan tentang bahasa, yaitu pembelajaran bahasa
merupakan aktivitas membina siswa mempergunakan bahasa sebagai alat
komunikasi sebagai penutur bahasa. Artinya, siswa dilatih keterampilan
berbahasa yang hanya dikuasai melalui praktik berbahasa. Jadi,
pembelajaran bahasa merupakan kegiatan untuk menggunakan bahasa
sebagai alat komunikasi yang harus dilakukan melalui praktik
menggunakan bahasa. Bukan sebaliknya, pembelajaran bahasa adalah
aktivitas mempelajari teori atau pengetahuan tentang bahasa.
2) Bahasa target bukan sekedar objek pembelajaran, tetapi juga wahana
komunikasi dalam proses pembelajaran atau di kelas. Artinya,
kegiatan pembelajaran tidak semata-mata ditujukan untuk mengenal dan
menguasai bahasa target.

7
Akan tetapi, proses pembelajaran harus menjadikan bahasa itu sebagai
wahana dalam berkomunikasi, yaitu dengan menggunakan bahasa target
dalam setiap kesempatan berkomunikasi tentang topik-topik di luar bahasa
(pendekatan komunikatif).
3) Sejauh mungkin gunakan bahasa otentik yang digunakan dalam konteks
nyata sebagai sumber bahan ajar, seperti bahasa di surat kabar, bahasa
nyata dalam kehidupan.
4) Setiap bahasa memiliki sistem bahasanya sendiri. Untuk itu, dalam
mempelajari bahasa kedua harus menjaga jangan sampai terjadi
interferensi (pengaruh) bahasa pertamanya terhadap bahasa kedua yang
dipelajari.

C. Pendekatan Pembelajaran

1. Pengertian Pendekatan
Istilah pendekatan berasal dari bahasa Inggris approach yang memiliki
beberapa arti di anataranya diartikan dengan ’pendekatan’. Di dalam dunia
pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan a way of beginning something
‘cara memulai sesuai’. Karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan cara
memulai pembelajaran.
Dalam pengertian yang lebih luas, pendekatan mengacu kepada
seperangkat asumsi mengenai cara belajar-mengajar. Pendekatan merupakan titik
tolak dalam memandang sesuatu, suatu filsafat atau keyakinan yang tidak selalu
mudah membuktikannya. Jadi, pendekatan bersifat aksiomatis (Badudu 1996:17).
Aksiomatis artinya bahwa kebenaran kebenaran teori-teori yang digunakan tidak
dipersoalkan lagi. Pendekatan pembelajaran (teaching approach) adalah suatu
ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanakan pengajaran
suatu bidang studi/mata pelajaran yang memberi arah dan corak kepada
metode pengajarannya dan didasarkan pada asumsi yang berkaitan.

8
2. Fungsi Pendekatan
Fungsi pendekatan bagi suatu pengajaran adalah sebagai pedoman umum
dan langsung bagi langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan.
Sering dikatakan bahwa pendekatan melahirkan metode. Artinya, metode suatu
bidang studi, ditentukan oleh pendekatan yang digunakan. Di samping itu, tidak
jarang nama metode pembelajaran diambil dari nama pendekatannya. Sebagai
contoh dalam pengajaran bahasa. Pendekatan SAS melahirkan metode SAS.
Pendekatan langsung melahirkan metode langsung. Pendekatan komunikatif
melahirkar metode komuniatif.
Bila prinsip lahir dari teori-teori bidang-bidang yang relevan, pendekatan
lahir dari asumsi terhadap bidang-bidang yang relevan pula. Misalnya,
pendekatan pengajaran bahasa lahir dari asumsi-asumsi yang muncul terhadap
bahasa sebagai bahan ajar, asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan belajar,
dan asumsi terhadap apa yang dimaksud dengan mengajar. Berdasarkan asumsi-
asumsi itulah kemudian muncul pendekatan pengajaran yang dianggap cocok bagi
asumsi-asumsi tersebut. Asumsi terhadap bahasa sebagai alat komunikasi dan
bahwa belajar bahasa yang utama adalah melalui komunikasi, lahirlah pendekatan
komunikatif.

9
3. Perbedaan Prinsip dan Pendekatan
Supaya tidak salah pengertian antara prinsip pengajaran dengan
pendekatan pengajaran, berikut ini disajikan beberapa perbedaan penting antara
keduanya.

Prinsip Pendekatan
Lahir dari teori-teori Lahir dari asumsi-asumsi
Berperan sebagai kerangka teori Berperan sebagai ancangan atau
metode pembelajaran. pedoman langsung metode
pembelajaran.
Memberi pedoman kepada metode Memberi pedoman kepada metode
pem-belajaran dalam banyak hal, pem-belajaran terutama dalam hal
seperti bahan, siswa, guru, proses proses belajar mengajar.
belajar mengajar.
Hubungannya dengan metode Hubungannya dengan penyusunan
(penyusunan metode bersifat tak metode bersifat langsung dan
lagsung dalam bentuk saran). menentukan wujud metode. Metode
lahir dari pendekatan.

4. Macam Pendekatan
Pendekatan, seperti halnya prinsip, dibedakan menjadi 2, yaitu pendekatan
umum dan pendekatan husus.

a. Pendekatan Umum yaitu pendekatan yang berlaku bagi semua bidang studi di
suatu sekolah program. Contoh pendekatan umum yang ditetapkan kurikulum
antara lain:
a. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
Pengajaran ini mengutamakan keaktifan siswa selama proses belajar
mengajar berlangsung.
b. Pendekatan Keterampilan Proses
Pengajaran ini tidak hanya ditujukan untuk penguasaan tujuan, tetapi juga
penguasaan keterampilan untuk mencapai tujuan tersebut (keterampilan
proses).

10
c. Pendekatan Spiral
Pendekatan ini mengatur pengembangan materi yang dimulai dengan
jumlah kecil yang terus meningkat. Dengan kata lain, dari materi dasar
berkembang terus hingga materi lanjut.
d. Pendekatan Tujuan
Pengajarannya dimulai dengan penetapan tujuan, terutama tujuan-tujuan
operasional. Berdasarkan tujuan-tujuan itulah ditentukan bahan, metode,
teknik, dan sebagainya.

b. Pendekatan khusus, yaitu pendekatan yang berlaku untuk bidang studi


tertentu, misalnya pendekatan khusus pembelajaran bahasa Indonesia.
Beberapa contoh pendekatan khusus yang pernah digunakan dalam
pembelajaran bahasa misalnya:
a. pendekatan komunikatif,
b. pendekatan struktural,
c. pendekatan Iisan (ora!),
d. pendekatan langsung,
e. pendekatan tak
langsung,
f. pendekatan alamiah.

11
D. Strategi Pembelajaran

Istilah strategi berasal dari Yunani strategia ’ilmu perang’ atau ’panglima
perang’. Selanjutnya strategi diartikan sebagai suatu seni merancang operasi di
dalam peperangan, seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat berperang
angkatan darat atau laut. Strategi dapat diartikan pula sebagai suatu keterampilan
mengatur suatu kejadian atau hal ikhwal (Hidayat 2000:1).

Antony (dalam Hidayat 2000: 1) menyatakan bahwa strategi adalah suatu


teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Secara umum strategi
diartikan suatu cara, teknik, taktik, atau siasat yang dilakukan seseorang atau
sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Pringgowidagda
2002: 88).

Dick dan Carey (1985) yang dikutip oleh Suparman (1993:155)


mengatakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan komponen-
komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang
akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar
tertentu pada siswa. Dick dan Carey menjelaskan lima komponen umum strategi
pembelajaran, yaitu: a) kegiatan prapembelajaran, b) penyajian informasi, c)
partisipasi siswa, d) tes, dan e) tindak lanjut. Kelima komponen tersebut bukanlah
satu-satunya rumusan strategi pembelajaran.

Berkaitan dengan strategi ini, ada kesepakatan beberapa ahli. Mereka


menyatakan bahwa strategi pembelajaran berkenaan dengan pendekatan
pengajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan
materi atau isi pelajaran secara sistematik sehingga kemampuan yang
diharapkan dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien. Berdasarkan
pendapat ini, konsep strategi mencakupi empat pengertian sebagai berikut
(Suparman 1993:156).

12
a. Urutan kegiatan pembelajaran, yaitu urutan kegiatan guru dalam
menyampaikan isi pelajaran kepada siswa.
b. Metode pembelajaran, yaitu cara pengajar mengorganisasikan materi pelajaran
dan siswa agar terjadi proses belajar secara efisien dan efektif.
c. Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan
guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
d. Waktu yang digunakan oleh guru dan siswa dalam menyelesaikan setiap
langkah dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan demikian, strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari
urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan
dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain, strategi
pembelajaran adalah cara yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi
pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Berikut ini akan dijelaskan empat komponen utama strategi pembelajaran,


yaitu urutan kegiatan pembelajaran, metode, media, dan waktu.

Urutan kegiatan pembelajaran mengandung beberapa komponen, yaitu


pendahuluan, penyajian, dan penutup. Pendahuluan terdiri atas tiga langkah,
yaitu a) penjelasan singkat tentang isi pembelajaran, b) penjelasan relevansi isi
pelajaran baru dengan pengalaman siswa (appersepsi), dan c) penjelasan tentang
tujuan pembelajaran. Penyajian terdiri atas tiga langkah, yaitu a) uraian, b)
contoh, dan c) latihan. Penutup terdiri atas dua langkah, yaitu a) tes formatif dan
umpan balik dan b) tindak lanjut. Bila dibagankan urutan kegiatan pembelajaran
sebagai berikut.

13
No. Komponen Langkah Kegiatan

1 Pendahuluan a. Penjelasan singkat tentang isi


pembelajaran
b. Penjelasan relevansi isi pelajaran baru
dengan pengalaman siswa (appersepsi)
c. Penjelasan tentang tujuan pembelajaran
2 Penyajian a. Uraian

b. Contoh

c. Latihan

3 Penutup a. Tes formatif dan umpan balik

b. Tindak lanjut

Metode pembelajaran terdiri atas berbagai macam metode yang


digunakan dalam setiap langkah pada urutan kegiatan pembelajaran. Setap
langkah itu mungkin menggunakan satu atau beberapa metode atau mungkin pula
beberapa langkah menggunakan metode yang sama.

Media pembelajaran berupa media cetak dan atau media audiovisual


yang digunakan pada setiap langkah pada urutan kegiatan pembelajaran. Seperti
halnya penggunaan metode pembelajaran, ada kemungkinan beberapa media
digunakan pada suatu langkah atau satu media digunakan pada beberapa langkah.

14
Berikut ini dibagankan hubungan keempat komponen yang membentuk
strategi pembelajaran Suparman 1993:159).

Urutan Kegiatan Metode Media Waktu


Pembelajaran

Deskripsi
singkat
Pendahuluan
Relevansi

TIK

Uraian

Penyajian Contoh

Latihan

Tes formatif

Penutup Umpan balik

Tindak lanjut

Karena itu, dalam pemilihan strategi pembelajaran ada dua pertanyaan


yang harus diperhatikan. Pertama, seberapa jauh strategi yang disusun itu
didukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran yang ada? Kedua,
seberapa jauh strategi yang disusun itu efektif dalam membuat siswa mencapai
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan?

15
E. Metode Pembelajaran

Istilah metode berasal dari bahasa Yunani methodos ’jalan’, ’cara’. Karena
itu, metode diartikan cara melakukan sesuatu.
Dalam dunia pembelajaran, metode diartikan ’cara untuk mencapai
tujuan’. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara-cara menyeluruh
(dari awal sampai akhir) dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan
tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Jadi, metode merupakan cara
melaksanakan pekerjaan, sedangkan pendekatan bersifat filosofis, atau bersifat
aksioma.
Dengan demikian, metode bersifat prosedural. Artinya, menggambarkan
prosedur bagaimana mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Karena itu, tepat bila
dikatakan bahwa setiap metode pembelajaran mencakup kegiatan-kegiatan
sebagai bagian atau komponen metode itu. Kegiatan-kegiatan sebagai bagian atau
komponen metode itu bila digambarkan dalam bentuk bagan akan tampak sebagai
berikut.

Tahap Kegiatan
Seleksi (pemilihan bahan ajar dengan berpedo-man
kepada kurikulum.
I. Persiapan Gradasi (penyusunan bahan, tujuan, dan seba-
gainya sehingga menjadi rencana pembelajaran
(RPP).
Presentasi awal (penyajian atau pengenalan bahan
II. Pelaksanaan kepada siswa)
Presentasi lanjut (pemantapan, latihan).
Penilaian formatif (proses pembelajaran)
III. Penilaian Penilaian sumatif sudah di luar metode

Jadi, secara keseluruhan metode pengajaran itu mencakup tiga tahap


kegiatan, yaitu persiapan (preparasi), pelaksanaan (presentasi), dan penilaian
(evaluasi). Setiap tahap diisi pula oleh langkah-Iangkah kegiatan yang lebih
spesifik. Dari bagan di atas terlihat bahwa tahap I (persiapan) tidak kelihatan di
sekolah karena biasa dilakukan guru di rumah.

16
Ini membuktikan bahwa metode pengajaran itu luas cakupannya, mencakup
kegiatan guru yang ada di rumah sampai ke sekolah dalam rangka mencapai
tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah
rencana pembelajaran yang mencakup pemilihan, penentuan, dan peyusunan
secara sistematis bahan yang akan diajarkan, serta kemungkinan pengadaan
remidi dan bagaimana pengembangannya. Karena itu,metode pengajaran dapat
dikatan sebagai cara-cara guru mencapai tujuan pengajaran dari awal sampai
akhir yang terdiri atas lima kegiatan pokok. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai
berikut:
1) Pemilihan Bahan,
2) Penyusunan Bahan,
3) Penyajian,
4) Pemantapan, Dan
5) Penilaian Formatif.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara prosedural sebenarnya
semua metode pengajaran itu sama. Yang membedakannya adalah pendekatan dan
prinsip-prinsip yang dianutnya. Hal itu karena keduanya, terutama pendekatan,
sangat menentukan corak sebuah metode pengajaran. Metode disusun
(dilaksanakan tahap-tahapnya) dengan berpedoman kepada pendekatan dan
prinsip-prinsip yang dianut. Pendekatan (dan juga prinsip) inilah yang
mempengaruhi setiap langkah kegiatan metode, yaitu mempengaruhi pemilihan
bahan, penyusunan, pengajian, pemantapan, dan juga penilaian. Karena itu, tidak
heran bila nama-nama metode pengajaran bahasa banyak yang menggunakan
nama-nama pendekatannya. Contohnya metode komunikatif berasal dari
pendekatan komunikatif dan metode SAS berasal dari pendekatan SAS.

17
Sama seperti prinsip dan pendekatan, metode pengajaran juga terbagi atas
dua bagian, yaitu metode umum dan metode khusus.

a. Metode Umum (Metode Umum Pembelajaran)


Metode umum adalah metode yang digunakan untuk semua bidang
studi/mata pelajaran, milik bersama semua bidang studi. Contoh metode
umum ini antara lain:
a. Metode ceramah,
b. Metode tanya jawab,
c. Metode diskusi,
d. metode ramu pendapat,
e. metode demonstrasi,
f. metode penemuan,
g. Metode inkuiri,
h. Metode pemberian tugas dan resitasi, dan
i. Metode latihan.

b. Metode Khusus (Metode Khusus Pembelajaran Bidang Studi Tertentu)


Metode khusus adalah metode pembelajaran tiap-tiap bidang studi,
misalnya metode khusus pengajaran bahasa. Metode khusus ini tentu sangat
ditentukan oleh corak bidang studi yang bersangkutan dan tujuan
pengajarannya. Bidang studi yang mirip tentu akan memiliki metode khusus
yang mirip pula.

18
F. Macam – macam Strategi Pembelajaran
Dari cara penyajian dan pengolahannya, strategi pembelajaran juga dapat
dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Deduktif
Strategi pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang
dillakukan dengan mempelajari konsep-konsep terlebih dahulu untuk
kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi, atau bahan pelajaran
yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang abstrak, kemudian secara
perlahan-lahan, menuju hal yang konkret. Strategi ini disebut juga strategi
pembelajaran dari umum ke khusus.

2. Strategi Pembelajaran Induktif


Strategi ini bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkret atau
contoh-contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada
materi yang kompleks dan sukar. Strategi ini kerap dinamakan strategi
pembelajaran dari khusus ke umum.
(Wina Sanjaya,2006:128-129)

Gambar dibawah ini menunjukan jenis-jenis/klasifikasi strategi pembelajaran


yang dikemukakan dalam artikel Saskatchewan Educational(1991) :
Pembelajaran
Pembelajaran Pembelajaran
Tidak
Interaktif Langsung
Langsung

Belajar Belajar
Mandiri Melalui
Pengalaman

19
1. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
o Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat
pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi ini
termasuk di dalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik,
pengajaran eksplisit, praktek dan latihan, serta demontrasi.
o Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas
informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah.

2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)


o Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan siswa
yang tinggi dalam melakukan observasi, penyelidikan, penggambaran
inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis.
o Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru beralih dari penceramah
menjadi fasilator, pendukung, dan sumber personal (resource person).
o Guru merancang lingkungan belajar, memberikan kesempatan siswa untuk
terlibat, dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa
ketika mereka melakukan inkuiri.
o Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-
bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.
3. Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction)
o Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling
berbagi di antara peserta didik. Seaman dan Fellenz (1989)
mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan,
pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok, serta
mencoba mencari alternatif dalam berpikir.
o Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang
pengelompokan dan metode-metode interaktif. Di dalamnya terdapat
bentuk-bentuk diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas
berkelompok, dan kerja sama siswa secara berpasangan.

20
4. Strategi Pembelajaran melalui Pengalaman (Eksperiential Learning)
o Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens
induktif, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada aktivitas.
o Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah proses
belajar, dan bukan hasil belajar.
o Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar
kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi,
sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk
memperoleh gambaran pendapat umum.
5. Strategi Pembelajaran Mandiri
o Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk
membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri.
Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik
dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman
atau sebagai bagian dari kelompok kecil.

G. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan Strategi Pembelajaran


Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan
kemampuan baru. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus
dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa
yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Ini
sangat penting untuk dipahami, sebab apa yang harus dicapai akan menentukan
bagaimana cara penyampaiannya.
Beberapa prinsip mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih strategi
pembelajaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut harus berdasarkan
pada penetapan. Dalam pemilihan strategi pembelajaran, guru harus mengacu
pada kriteria sebagai berikut :
a. Kesesuaian antara strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi.
b. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan yang akan
disampaikan

21
c. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran (kemampuan awal,
karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial,
karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian)
d. Biaya
e. Kemampuan strategi pembelajaran (kelompok atau individu)
f. Karakteristik strategi pembelajaran (kelemahan maupun kelebihannya)
g. Waktu

22
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Prinsip dikatakan juga landasan. Prinsip pembelajaran menurut Larsen dan


Freeman (1986 dalam Supani dkk. 1997/1998) adalah represent the theoretical
framework of the method. Prinsip pembelajaran adalah kerangka teoretis sebuah
metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan
harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi 1) bahan yang akan dibelajarkan,
2) prosedur pembelajaran (bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru
mengajarkan bahan), 3) gurunya, dan 4) siswanya.

Dalam pengertian yang lebih luas, pendekatan mengacu kepada


seperangkat asumsi mengenai cara belajar-mengajar. Pendekatan merupakan titik
tolak dalam memandang sesuatu, suatu filsafat atau keyakinan yang tidak selalu
mudah membuktikannya. Jadi, pendekatan bersifat aksiomatis (Badudu 1996:17).
Aksiomatis artinya bahwa kebenaran kebenaran teori-teori yang digunakan tidak
dipersoalkan lagi. Pendekatan pembelajaran (teaching approach) adalah suatu
ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai serta melaksanakan pengajaran
suatu bidang studi/mata pelajaran yang memberi arah dan corak kepada
metode pengajarannya dan didasarkan pada asumsi yang berkaitan.
Dick dan Carey (1985) yang dikutip oleh Suparman (1993:155)
mengatakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan komponen-
komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang
akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar
tertentu pada siswa. Dick dan Carey menjelaskan lima komponen umum strategi
pembelajaran, yaitu: a) kegiatan prapembelajaran, b) penyajian informasi, c)
partisipasi siswa, d) tes, dan e) tindak lanjut.

23
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah
rencana pembelajaran yang mencakup pemilihan, penentuan, dan peyusunan
secara sistematis bahan yang akan diajarkan, serta kemungkinan pengadaan
remidi dan bagaimana pengembangannya. Karena itu,metode pengajaran dapat
dikatan sebagai cara-cara guru mencapai tujuan pengajaran dari awal sampai
akhir yang terdiri atas lima kegiatan pokok. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai
berikut:
1) Pemilihan Bahan,
2) Penyusunan Bahan,
3) Penyajian,
4) Pemantapan, Dan
5) Penilaian Formatif.
Dalam pemilihan strategi pembelajaran, guru harus mengacu pada kriteria sebagai
berikut :
a. Kesesuaian antara strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi.
b. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan yang akan
disampaikan
c. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran (kemampuan awal,
karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial,
karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian)
d. Biaya
e. Kemampuan strategi pembelajaran (kelompok atau individu)
f. Karakteristik strategi pembelajaran (kelemahan maupun kelebihannya)
g. Waktu

24
DAFTAR PUSTAKA

Hamruni.2009. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta:Fakultas Tarbiyah dan


Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN).
Hamzah B.Uno. 2006. Perencanaan Pembelajaran.Jakarta:PT Bumi Aksara.
Iskandarwassid., Dadang Sunendar.2008. Strategi Pembelajaran Bahasa.
Bandung; PT Remaja Rosdakarya.
Made Wena.2008. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer.Jakarta;Bumi
Aksara.

25