Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ASURANSI DAN JAMINAN KESEHATAN

“Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”

Disusun Oleh:

Kelompok 5
Arief Ramdhoni 1811216011
Detri Mayang Sari 1711212019
Dwi Yuliani 1811216023
Martina Vian Halawa 1711219001
Mentari Nur Atika 1811216004
Refli Praptikasari 1811216005
Witri Putri Sari 1811216029
Zilhasrati 1711212057

Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
2018
Kata Pengantar

Puji Syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT dalam memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
Asuransi dan Jaminan Kesehatan mengenai “Program Jminann Kesehatan
Nasional (JKN)”.

Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang


“Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”, yang kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber. Kami berharap semoga makalah ini bisa
menambah wawasan serta pengalaman pembaca.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman dan
pemahaman yang kami miliki masih kurang. Oleh kerena itu kami berharap
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Padang, 07 November 2018

Penyusun

ii
Daftar Isi

Halaman
Kata Pengantar ........................................................................................................ ii
Daftar Isi................................................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan .................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 3
Bab II Isi .................................................................................................................. 4
2.1 Pengertian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ....................................... 4
2.2 Landasan Hukum Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)............................ 4
2.3 Prinsip Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ............................................ 6
2.4 Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) .......................................... 8
2.5 Azas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ................................................ 9
Bab III Penutup ..................................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 11
3.2 Saran ....................................................................................................... 11
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 12

iii
Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Program jaminan kesehatan bagi penduduk diusahakan oleh

berbagai Negara agar terwujud dengan baik. Kanada telah membekali

setiap warga negaranya dengan bentuk tanggungan asuransi kesehatan

sejak tahun 1957. Inggris menjamin pelayanan kesehatan secara

komprehensif pada seluruh penduduk dan Malaysia menjamin pelayanan

kesehatan penduduknya melalui pengobatan dan perawatan di Rumah

Sakit (Dewan Jaminan Kesehatan Nasional,

2012, Mckenzie et al., 2013). WHA (World Health Assembly) dalam

sidang ke 58 tahun 2005 menggaris bawahi perlunya pengembangan sistem

pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan melalui Universal Health

Coverage, diselenggarakan melalui mekhanisme asuransi sosial (Kemenkes

RI, 2013a).

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,

kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tantangan yang dihadapi di

Indonesia antara lain; rendahnya kualitas kesehatan masyarakat, ditandai

dengan tingginya Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi (AKB) dan

Angka Kematian Balita (AKABA). AKI dan AKB di Indonesia masih

tinggi bila dibandingkan Negara ASEAN (The Assotiation of Southeast

Asian Nation) lainnya. Sistem pelayanan kesehatan sebagian masih

berorientasi pada upaya kuratif, tantangan lain adalah meningkatnya beban

pelayanan kesehatan dan pembiayaan kesehatan serta kemiskinan

(Kemenkes RI, 2010, Kemenkes RI, 2013b, Mubarak and

Chayatin,2009).

1
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) belum

berkembang di Indonesia yaitu; komitmen serta dukungan politis dari

pemerintah masih kurang, tidak siapnya aparat yang menangani program

JPKM dan penyelenggara pelayanan kesehatan dengan cara pembayaran

pra upaya (prospective payment), belum berkembangnya badan

penyelenggara JPKM serta rendahnya minat masyarakat menjadi peserta

program JPKM (Azwar, 2002).

Penyelenggaraan jaminan sosial di bidang kesehatan sudah dirintis

pemerintah melalui PT Askes (Persero) dan PT Jamsostek (Persero),

sedangkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan

Kesehatan Daerah (Jamkesda) diberikan untuk masyarakat miskin, namun

masih terfragmentasi dan terbagi-bagi, biaya kesehatan dan mutu

pelayanan menjadi sulit terkendali. jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

merupakan salah satu bentuk asuransi kesehatan yang bersifat non profit.

Aspek penyelenggaraan JKN adalah regulasi, kepesertaan, manfaat dan

iuran, pelayanan kesehatan, keuangan serta kelembagaan dan organisasi

(Dewan Jaminan Kesehatan Nasional, 2012).

1.2 Rumusan Masalah


1. apa pengertian dari program jaminan kesehatan?

2. bagaiman landasan hukum program jaminan kesehatan?

3. Apa azas yang di gunakan dalam program jaminan kesehatan?

4. Apa prinsip program jaminan kesehatan?

5. Apa manfaat yang di timbulkan dari program jaminan kesehatan?

2
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari program jaminan kesehatan

2. Untuk mengetahui landasan hukum program jaminan kesehatan

3. Untuk mengetahui azas yang di gunakan dalam program jaminan

kesehatan

4. Untuk mengetahui prinsip program jaminan kesehatan

3
Bab II Isi

2.1 Pengertian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikembangkan di Indonesia

merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem

Jaminan Sosial Nasional ini diselenggarakan melalui mekanisme Asuransi

Kesehatan Sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-

Undang No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Tujuannya adalah agar semua penduduk Indonesia terlindungi dalam sistem

asuransi, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan

masyarakat yang layak (Kemenkes-RI, 2014). JKN (Jaminan Kesehatan

Nasional) adalah program Pemerintah yang bertujuan memberikan kepastian

jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk

dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera.

2.2 Landasan Hukum Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


Berikut beberapa dasar hukum yang melatar belakangi terbentuknya JKN,

yaitu:

a. Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) atau Universal Independent of

Human Right dicetuskan pada tanggal 10 Desember 1948 yang terdiri dari

30 pasal. Pasal 25 ayat 1 menyebutkan bahwa Setiap orang berhak atas

tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya

dan keluarganya, termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan dan

perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan, dan berhak

atas jaminan pada saat menganggur, menderita sakit, cacat, menjadi

4
janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang

mengakibatkannya kekurangan nafkah, yang berada di luar kekuasaannya.

b. Resolusi WHA ke 58 Thn 2005 di Jenewa: setiap negara perlu

mengembangkan UHC melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial

untuk menjamin pembiayaan kesehatan yg berkelanjutan.

c. Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) melalui mekanisme

asuransi sosial agar pembiayaan kesehatan dapat dikendalikan sehingga

keterjaminan pembiayaan kesehatan menjadi pasti dan terus menerus

tersedia yang pada gilirannya Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia (sesuai Sila ke 5 Panca Sila) dapat terwujud.

d. Pada Pasal 28 H ayat (1) (2) (3) UUD 45 disebutkan:

1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal,

dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak

memperoleh pelayanan kesehatan.

2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus

untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna

mencapai persamaan dan keadilan.

3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan

pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

e. Selanjutnya pada pasal 34 ayat (1), (2), (3) UUD 1945 disebutkan:

1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat

dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai

dengan martabat kemanusiaan.

5
3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan

kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

f. Untuk dapat menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional sesuai

dengan kondisi yang ditetapkan, maka telah diterbitkan berbagai

peraturan sebagai berikut:

1) UU No 40 tahun 2004 tentang SJSN

2) UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

3) UU No.24 Tahun 2011 tentang BPJS

4) PP No.101 Tahun 2012 tentang PBI

5) Perpres No 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan

6) Roadmap JKN, Rencana Aksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan,

Permenkes, Peraturan BPJS

7) Jaminan Kesehatan merupakan bagian dari prioritas reformasi

pembangunan kesehatan

2.3 Prinsip Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


Prinsip-prinsip Jaminan Kesehatan Nasional Jaminan Kesehatan

Nasional mengacu pada prinsip-prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional

(SJSN) berikut:

1) Prinsip Kegotongroyongan

Gotong royong sesungguhnya sudah menjadi salah satu prinsip

dalam hidup bermasyarakat dan juga merupakan salah satu akar dalam

kebudayaan kita. Dalam SJSN, prinsip gotong royong berarti peserta yang

mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta yang sehat

membantu yang sakit atau yang berisiko tinggi, dan peserta yang sehat

6
membantu yang sakit. Hal ini terwujud karena kepesertaan SJSN bersifat

wajib untuk seluruh penduduk, tanpa pandang bulu. Dengan demikian,

melalui prinsip gotong- royong jaminan sosial dapat menumbuhkan

keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2) Prinsip Nirlaba

Pengelolaan dana amanat oleh Badan Penyelenggara Jaminan

Sosial (BPJS) adalah nirlaba bukan untuk mencari laba (for profit

oriented). Sebaliknya, tujuan utama adalah untuk memenuhi sebesar-

besarnya kepentingan peserta. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat

adalah dana amanat, sehingga hasil pengembangannya, akan di

manfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta. Prinsip

keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas. Prinsip

prinsip manajemen ini mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana yang

berasal dari iuran peserta dan hasil pengembangannya.

3) Prinsip Portabilitas

Prinsip portabilitas jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan

jaminan yang berkelanjutan kepada peserta sekalipun mereka berpindah

pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik

Indonesia.

4) Prinsip Kepesertaan Bersifat Wajib

Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi

peserta sehingga dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan bersifat wajib

bagi seluruh rakyat, penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan

ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program.

7
Tahapan pertama dimulai dari pekerja di sektor formal, bersamaan dengan

itu sektor informal dapat menjadi peserta secara mandiri, sehingga pada

akhirnya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dapat mencakup seluruh

rakyat.

5) Prinsip Dana Amanat

Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan dana titipan

kepada badan-badan penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya dalam

rangka mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta.

6) Prinsip Hasil Pengelolaan

Dana Jaminan Sosial dipergunakan seluruhnya untuk

pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta.

2.4 Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional terdiri atas 2 (dua) jenis, yaitu:

1) Manfaat medis berupa pelayanan kesehatan.

2) Manfaat non medis meliputi akomodasi dan ambulans.

Ambulans hanya diberikan untuk pasien rujukan dari Fasilitas

Kesehatan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.

Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional mencakup pelayanan promotif,

preventif, kuratif, dan rehabilitative termasuk pelayanan obat dan bahan

medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis. Manfaat pelayanan

promotif dan preventif meliputi pemberian pelayanan:

8
1) Penyuluhan kesehatan perorangan, meliputi paling sedikit penyuluhan

mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan

sehat.

2) Imunisasi dasar, meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG), Difteri Pertusis

Tetanus dan HepatitisB (DPTHB), Polio, dan Campak.

3) Keluarga berencana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi, dan

tubektomi bekerja sama dengan lembaga yang membidangi keluarga

berencana. Vaksin untuk imunisasi dasar dan alat kontrasepsi dasar

disediakan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah.

4) Skrining kesehatan, diberikan secara selektif yang ditujukan untuk

mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko

penyakit tertentu. Meskipun manfaat yang dijamin dalam JKN bersifat

komprehensif, masih ada manfaat yang tidak dijamin meliputi:

a. Tidak sesuai prosedur

b. Pelayanan di luar Fasilitas Kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS

c. Pelayanan bertujuan kosmetik

d. General checkup, pengobatan alternatif

e. Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, pengobatan impotensi

f. Pelayanan kesehatan pada saat bencana

Pasien Bunuh Diri /Penyakit yang timbul akibat kesengajaan untuk menyiksa diri
sendiri/ Bunuh Diri/Narkoba.

2.5 Azas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


1) Azas Kemanusiaan

Asas kemanusiaan adalah asas yang terkait dengan penghargaan terhadap

martabat manusia.

9
2) Azas Manfaat

Asas manfaat adalah asas yang bersifat operasional menggambarkan

pengelolaan yang efektif dan efisien.

3) Azas Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah asas yang
bersifat idiil.

10
Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan
 JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) adalah program Pemerintah yang

bertujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi

seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera.

 Dasar hukum yang melatarbelakangi JKN adalah Deklarasi HAM;

Resolusi WHA ke 58 Tahun 2005 di Jenewa; Pencapaian Universal Health

(UHC); pasal 28 H ayat (1), (2), (3) UUD 1945; serta pada pasal 34 ayat

(1), (2), (3) UUD 1945.

 JKN berazaskan azas kemanusiaan, azas manfaat, dan azas keadilan sosial

bagi seluruh rakyat Indonesia.

 JKN mempunyai prinsip kegotong royongan, nirlaba, portabilitas,

kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, serta hasil pengelolaan. Sehingga

JKN bermanfaat untuk pelayanan kesehatan yang merupakan manfaat

medis, kemudian manfaat non medis seperti akomodasi dan ambulans.

3.2 Saran
Penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan

bersedia memberikan kritik dan saran sebagai bahan pertimbangan untuk hasil

yang lebih baik di kemudian hari.

11
Daftar Pustaka

“Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Sistem


Jaminan Sosial Nasional”.http://www.depkes.go.id/resources/download/jkn/buku-
pegangan-sosialisasi-jkn.pdf

12