Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA II – TL 2101


MODUL 05
ALAT UKUR DEBIT

Nama Praktikan : M. Faza Azmi Nasrulllah


NIM : 15317067
Kelompok/Shift : 2A
Tanggal Praktikum : 21 Maret 2019
Tanggal Pengumpulan : 27 Maret 2019
PJ Modul : - Nurashila Dhiyani (15315006)
- Kadek Sri Anik Suci (15316001)
Asisten yang Bertugas : - Steven Gunawan (15315012)
- Nurdianti Mursyida Fasya (15316082)

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2019
1. TUJUAN
1. Menentukan tinggi muka air di atas notch (h) untuk digunakan sebagai
parameter pengukuran debit teoritis.
2. Menentukan debit aktual (Qakt) dan debit debit teoritis (Qteo) dari penggunaan
notch sebagai alat ukur debit saluran terbuka.
3. Menentukan nilai koefisien discharge (Cd) dari penggunaan notch praktikum
dan dibandingkan dengan literature sehingga didapatkan notch yang terpilih.

2. DATA AWAL
Suhu awal = 26 ˚C Lebar notch (b) = 0,03 m
Suhu akhir = 28 ˚C Lebar saluran (B) = 0,239 m
Massa beban = 2,5 kg Tinggi notch (p) = 0,08 m
Massa air = 7,5 kg Sudut V-notch = 30˚
Berikut ini adalah data massa jenis air di setiap temperaturnya yang
tertulis pada buku Fluid Mechanics with Engineering Application milik Finnemore:
Tabel 2.1 Hubungan suhu dan massa jenis air

Suhu Massa Jenis (kg/m3)


0 999,9
5 1000
10 999,7
15 999,1
20 998,2
30 995,7
40 992,2
50 988,1
60 983,2
70 977,8
80 971,8
90 966,3
100 958,4
Sumber : Finnemore, 2002

Apabila data – data pada Tabel 2.1 diplot menjadi suatu grafik, maka akan
didapat :
1010

1000 y = -0,0035x2 - 0,0729x + 1000,6

massa jenis (kg/m3)


R² = 0,9991
990

980

970

960

950
0 20 40 60 80 100 120
suhu (˚C)

Gambar 2.1 Grafik hubungan vikositas air terhadap suhu

dengan y adalah massa jenis air dan x adalah suhu air. Pada pengukuran
suhu awal, didapatkan suhu air 26 ˚C. Sedangkan pada pengukuran suhu akhir,
didapatkan suhu air 28˚C. Sehingga, didapatkan suhu air rata-rata 27˚C dan massa
jenis air adalah sebagai berikut :
y = -0,0035x2 – 0,0729x + 1000,6
y = -0,0035(27)2 – 0,0729(27) + 1000,6
= 996,08 kg/m3
Massa jenis air dengan suhu 26 OC adalah 996,08 kg/m3

Gambar 2.2 Grafik kb (koreksi akibat tegangan viskositas) untuk rumus


Kindsvarter U-Notch
(LMNO Engineering, 2014)
Gambar 2.3 Grafik K (koreksi tegangan) untuk rumus Kindsvarter V-Notch
(LMNO Engineering, 2014)

Berikut ini adalah tabel yang menampilkan data hasil pengukuran waktu
dan tinggi muka air untuk setiap variasi:
Tabel 2.2 Data awal pengukuran pengukuran di lokasi titik uji pengamatan (1)
Tinggi Muka Air (m)
Waktu (s)
Variasi u-notch v-notch
t1 t2 t3 H1 H2 H3 H1 H2 H3
1 7,72 9,72 9,68 0,128 0,129 0,129 0,152 0,152 0,152
2 13,56 19,12 18,05 0,121 0,121 0,121 0,147 0,146 0,146
3 21,8 24,22 31,2 0,116 0,116 0,116 0,14 0,14 0,14
4 27,29 25,75 25,9 0,112 0,114 0,114 0,135 0,135 0,135

Tabel 2.3 Data awal pengukuran pengukuran di lokasi titik uji pengamatan (2)
Tinggi Muka Air di Atas Notch (m)
u-notch v-notch
h1 h2 h3 h1 h2 h3
0,048 0,049 0,049 0,072 0,072 0,072
0,041 0,041 0,041 0,067 0,066 0,066
0,036 0,036 0,036 0,06 0,06 0,06
0,032 0,034 0,034 0,055 0,06 0,06

3. PENGOLAHAN DATA
3.1 Perhitungan Waktu Rata-rata (tavg)
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan debit aktual (Qaktual), digunakan persamaan berikut:
tavg = (3.1)
Diketahui bahwa hasil pengukuran waktu t1, t2, dan t3 secara berturut-turut
adalah 7,72 s, 9,72 s, dan 9,68 s. Sehingga didapatkan waktu rata-rata untuk variasi
pertama adalah:

tavg = = 9,04 s

Untuk perhitungan waktu rata-rata (tavg) variasi lainnya, mengikuti


perhitungan seperti variasi pertama yang hasilnya disajikan pada Tabel 4.1
3.2 Perhitungan Tinggi Rata-Rata muka air di Atas Notch (havg)
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan rata-rata tinggi muka air di atas u-notch (havg), digunakan
persamaan berikut:

havg = (3.2)

Diketahui bahwa hasil pengukuran tinggi muka air di atas notch h1, h2, dan
h3 secara berturut-turut adalah 0,048 m, 0,049 m, dan 0,049 s. Sehingga didapatkan
rata-rata tinggi muka air di atas notch untuk variasi pertama adalah:

tavg = = 9,04 s

Untuk perhitungan rata-rata tinggi muka air di atas u-notch dan v-notch
variasi lainnya, mengikuti perhitungan seperti di atas yang hasilnya disajikan pada
Tabel 4.1
3.3 Perhitungan Volume Air (Vair)
Untuk mendapatkan volume air (Vair), digunakan data yang didapatkan
pada data awal dan berlaku untuk setiap variasi debit. Untuk mendapatkan volume
air (Vair), digunakan persamaan berikut:
(3.3)

Diketahui bahwa massa air (mair) adalah 7,5 kg dan densitas air (ρair)
adalah 996,08 kg/m3. Sehingga didapatkan volume air adalah:

3.4 Menghitung Debit Aktual ( Qakt ) Aliran Air


Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan debit aktual (Qakt), digunakan persamaan berikut:

Qakt = (3.4)
Diketahui bahwa volume air adalah 0,00752951 m3 dan waktu rata-rata
pada variasi ini adalah 9,04 s. Sehingga didapatkan debit aktual untuk variasi
pertama adalah:

Qaktual = = = 0,000832911 m3/s

Untuk perhitungan debit aktual (Qaktual) variasi lainnya, mengikuti


perhitungan seperti variasi pertama yang hasilnya disajikan pada Tabel 4.1.
3.5 Menghitung Debit Teoritis U-notch Rumus Bazin
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan debit teoritis u-notch rumus Bazin (QU-Bazin), digunakan
persamaan berikut:

QU-Bazin = √ (3.5)

Diketahui bahwa lebar u-notch (b) adalah 0,03 m dan tinggi muka air rata-
rata di atas u-notch (h) adalah 0,04867 m. Sehingga didapatkan debit teoritis u-
notch rumus Bazin untuk variasi pertama adalah:

QU-Bazin = √ = 0,0009511 m3/s

Untuk perhitungan debit teoritis u-notch rumus Bazin (QU-Bazin) variasi


lainnya, mengikuti perhitungan seperti variasi pertama yang hasilnya disajikan pada
Tabel 4.2.
3.6 Menghitung Debit Teoritis V-notch Rumus Bazin
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan debit teoritis v-notch rumus Bazin (QV-Bazin), digunakan
persamaan berikut:

QV-Bazin = √ ( ) (3.6)

Diketahui bahwa sudut v-notch (b) adalah 30˚ dan tinggi muka air rata-rata
di atas v-notch (h) adalah 0,072 m. Sehingga didapatkan debit teoritis v-notch
rumus Bazin untuk variasi pertama adalah:

QV-Bazin = √ ( ) = 0,0008805 m3/s

Untuk perhitungan debit teoritis v-notch rumus Bazin (QV-Bazin) variasi


lainnya, mengikuti perhitungan seperti variasi pertama yang hasilnya disajikan pada
Tabel 4.2.
3.7 Menghitung Debit Teoritis U-notch Rumus Kindsvarter
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan debit teoritis u-notch rumus Kindsvarter (QU-Kindsvarter),
digunakan persamaan berikut:

QU-Kindsvarter = √ (3.7)

Diketahui bahwa lebar u-notch (b) adalah 0,03 m, tinggi muka air rata-rata
di atas u-notch (h) adalah 0,04867 m dan koefisien tegangan permukaan air adalah
0,001. Sedaangkan untuk mendapatkan nilai Kb, didapatkan dari grafik yang
terdapat dalam gambar 2.2 sehingga perlu dicari nilai b/B (perbandingan lebar alas
u-notch dengan lebar saluran).

Setelah dicocokkan dengan grafik, didapatkan nilai Kb adalah 0,0023. Sehingga


didapatkan teoritis u-notch rumus Kindsvarter untuk variasi pertama adalah:

QU-Kindsvarter = √ =

0,0010557 m3/s
Untuk perhitungan debit teoritis u-notch rumus Kindsvarter (QU-Kindsvarter)
variasi lainnya, mengikuti perhitungan seperti variasi pertama yang hasilnya
disajikan pada Tabel 4.2.
3.8 Menghitung Debit Teoritis V-notch Rumus Kindsvarter
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk mendapatkan debit teoritis v-notch rumus Kindsvarter (QV-Kindsvarter),
digunakan persamaan berikut:

QV-Kindsvarter = √ ( ) (3.8)

Diketahui bahwa sudut v-notch (b) adalah 30˚ dan tinggi muka air rata-rata
di atas v-notch (h) adalah 0,072 m. Nilai K didapatkan dari grafik yang terdapat
dalam gambar 2.3 yang bergantung pada sudut yang terbentuk dari v-notch. Garis
yang dipakai pada gambar 2.3 adalah garis merah. Setelah dicocokan, nilai K
adalah 0,007 ft atau 2,1336 x 10-3 m. Sehingga didapatkan debit teoritis v-notch
rumus Bazin untuk variasi pertama adalah:
QV-Kindsvarter = √ ( ) =

0,000947 m3/s
Untuk perhitungan debit teoritis v-notch rumus Kindsvarter (QV-Kindsvarter)
variasi lainnya, mengikuti perhitungan seperti variasi pertama yang hasilnya
disajikan pada Tabel 4.2.
3.9 Perhitungan Koefisien Discharge (Cd)
Dalam perhitungan ini, digunakan data percobaan variasi yang pertama.
Untuk koefisien discharge (Cd), digunakan persamaan berikut:

(3.9)

Sehingga didapatkan koefisien discharge antara debit aktual dengan debit teoritis
u-notch Bazin adalah:

Untuk perhitungan koefisien discharge lainnya, mengikuti perhitungan


seperti di atas yang hasilnya disajikan pada Tabel 4.2.

4. DATA AKHIR
Berdasarkan hasil perhitungan debit menggunakan u-notch dan v-notch,
disajikan data akhir sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil perhitungan debit u-notch dan v-notch (1)
havg (m)
Variasi tavg (s) V air (m3) Qakt (m3/s)
u-notch v-nocth
1 9,04 0,04867 0,072 0,0075295 0,000832911
2 16,91 0,041 0,06633 0,0075295 0,00044527
3 25,74 0,036 0,06 0,0075295 0,000292522
4 26,3133 0,03333 0,05833 0,0075295 0,000286148

Tabel 4.2 Hasil perhitungan debit u-notch dan v-notch (2)


Qteo Bazin (m3/s) Qteo Kindsvarter (m3/s) Cd Bazin Cd Kindsvarter
u-notch v-notch u-notch v-notch u-notch v-notch u-notch v-notch
0,0009511 0,000881 0,001056 0,0009472 0,875733 0,945947 0,788933 0,879347
0,0007355 0,000717 0,000821 0,0007764 0,605436 0,620716 0,542361 0,573483
0,0006051 0,000558 0,000679 0,0006091 0,483421 0,524058 0,430918 0,480221
0,0005391 0,00052 0,000607 0,0005691 0,530754 0,550045 0,471581 0,50280
5. ANALISIS A
5.1 Cara Kerja
Pertama-tama, hydraulic bench dinyalakan dengan menghubungkannya ke
sumber listrik 110volt, tidak langsung ke stop kontak melainkan dihubungkan ke
trafo terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya ledakan
karena tegangan antara hydraulic bench dan stop kontak yang berbeda. Setelah itu,
valve bench ditutup kemudian hydraulic bench dinyalakan dengan cara menekan
tombol On/Off. Setelah pompa hydraulic bench menyala, valve bench dibuka
dengan cara diputar dan air dibiarkan mengalir.
Air yang mengalir dari hydraulic bench kemudian diukur suhu awalnya
dengan menggunakan termometer. Termometer yang digunakan pada praktikum
kali ini adalah termometer yang menggunakan media ukur alkohol. Pengukuran
suhu awal air dilakukan dengan cara mencelupkannya kedalam air dan dibiarkan
beberapa waktu. Termometer tersebut tidak boleh mengenai dasar wadah air
dikarenakan jika termometer tersebut mengenai dasar wadah air maka akan
mengukur suhu wadah bukan suhu air tersebut. Pengukuran suhu awal penting
dilakukan karena suhu air mempengaruhi perhitungan densitas air.
Selanjutnya, dilakukan pengukuran dimensi dari masing-masing notch.
Untuk u-notch, pengukuran dilakukan untuk mendapatkan nilai B, b, serta P seperti
gambar berikut:

Gambar 5.1 Acuan pengukuran dimensi u-notch


(LMNO Engineering, 2014)

Sementara itu, untuk pengukuran dimensi v-notch, pengukuran dilakukan untuk


mendapatkan nilai B, P, dan sudutnya (𝜃) seperti pada gambar berikut:
Gambar 5.1 Acuan pengukuran dimensi u-notch
(LMNO Engineering, 2014)
Alat pengukur tinggi muka air atau water level tidak perlu dikalibrasi karena
telah dipatenkan sebelumnya untuk memperkecil kesalahan pengukuran. Kemudian
diletakkan u-notch dan drain di bak dalam weight tank ditutup dengan memutar
cam lever. Valve bench dibuka, air mengalir dan mengisi bak, akan berjalan sampai
lengan akan terangkat keatas. Pada saat lengan sudah mulai terangkat, beban segera
dipasang dan stopwatch dijalankan. Hal dilakukan agar pengukuran waktu tepat
saat lengan dalam keadaan setimbang. Sambil waktu dicatat, dilakukan pengukuran
ketinggian air pada water level. Saat lengan turun ke bawah stopwatch dimatikan
lalu waktu yang terukur dicatat. Lalu diatur besar kecilnya debit aliran dengan valve
yang ada di bagian hulu saluran terbuka. Hydraulic bench dioperasikan dengan
menggunakan beban 2,5 kg. Pengukuran waktu dilakukan secara triplo untuk
mendapatkan hasil yang akurat dan mengurangi potensi adanya data outliers.
Selesai mengukur debit dengan u-notch, u-notch dilepaskan dan diganti
dengan v-notch. Teknis pengukurannya pun sama seperti pengukuran u-notch yaitu
pengukuran tinggi air dilakukan 3 kali dengan selang waktu 1 menit tiap
pengukurannya dalam 1 variasi. Begitu pula dengan waktu yang diukur secara
triplo untuk tiap variasi. Percobaan ini memvariasikan 3 debit dengan tujuan untuk
mendapatkan pembanding yang konsisten sehingga meningkatkan ketelitian dalam
menganalisis data. Kemudian, pengukuran waktu secara triplo bertujuan untuk
memperoleh keakuratan yang lebih dari nilai yang diperoleh sehingga akan
mengurangi faktor kesalahan pada saat perhitungan.
Setelah selesai melakukan pengukuran debit dan waktu, valve ditutup di
bench, mematikan pompa, dan mencabut fitting stop kontak sumber listrik.
Terakhir, dilakukan pengukuran suhu pada air untuk menentukan suhu rata-rata.
5.2 Penurunan Rumus Bazin
Diketahui bahwa kecepatan yang dihasilkan dari penggunaan u-notch dan
v-notch ini setara dengan gerak jatuh bebas.

Gambar 5.1 Ilustrasi aliran fluida yang menyembur keluar lubang


(David Gross, 2007)

Dari teorema Torricelli (Italia) tahun 1643, kelajuan fluida yang


menyembur keluar dari lubang dengan jarak h dari permukaannya sama seperti
kecepatan benda jatuh bebas dari ketinggian h. Sehingga kecepatannya menjadi:
√ (5.1)

Gambar 5.2 End view u-notch


(Aditya Misty, 2017)
Dari gambar 5.2, kita dapat mengambil potongan kecil dari sebuah debit
fluida yang mengalir di atas crest u-notch, yaitu bidang yang di arsir. Lebar bagian
kecil air sama dengan lebar ambang sebesar L yang selanjutnya kita sebut dengan b.
Oleh karena itu, luas penampangnya menjadi:
(5.2)
Kemudian debit bagian kecil dari aliran air tersebut dipengaruhi oleh koefisien
discharge sehingga persamaan debitnya menjadi:
(5.3)
Dengan mensubstitusikan persamaan 5.1 dan 5.2 ke dalam persamaan 5.3, menjadi:
√ (5.4)
Untuk total debit aliran yang mengalir dalam waktu tersebut, kita perlu
mengintegralkan persamaan 5.4 dalam batas 0 sampai h, di mana h adalah
kedalaman muka air di atas u-notch, sehingga didapatkan:

√ √
√ ( )

√ (5.5)

Gambar 5.2 End view v-notch


(Aditya Misty, 2017)

Dari gambar 5.2, kita dapat mengambil potongan kecil dari sebuah debit
fluida yang mengalir di atas crest v-notch, yaitu bidang yang di arsir. Lebar bagian
yang diarsir ini dipengaruhi oleh sudut yang dibentuk kedua sisi tersebut. Oleh
karena itu, lebar arsiran menjadi:

( ) (5.6)
Dengan mensubstitusikan persamaan 5.6 ke dalam persamaan 5.2, luas arsiran
penampang v-notch menjadi:

( ) (5.7)
Kemudian debit bagian kecil dari aliran air tersebut dipengaruhi oleh koefisien
discharge sehingga persamaan debitnya menjadi:
(5.8)
Dengan mensubstitusikan persamaan 5.1 dan persamaan 5.7 ke dalam persamaan
5.8, menjadi:

( ) √ (5.9)
Untuk total debit aliran yang mengalir dalam waktu tersebut, kita perlu
mengintegralkan persamaan 5.9 dalam batas 0 sampai h, di mana h adalah
kedalaman muka air di atas notch, sehingga

( ) √
√ ( ) √
√ ( ) (5.10)
5.3 Koefisien Discharge Literatur
Nilai koefisien discharge (Cd) untuk tiap notch berbeda-beda, untuk itu
diperlukan adanya literatur untuk menentukan keakuratan percobaan yang
dilakukan.

Gambar 5.3 Literatur koefisien discharge u-notch


(LMNO Engineering, 2014)
Gambar 5.3 merupakan literatur yang kita gunakan untuk menentukan Cd
dari u-notch. Koefisien discharge berdasarkan literatur membutuhkan nilai b/B,
yaitu perbandingan lebar alas notch yang dilalui fluida dengan lebar saluran yang
dipakai, serta nilai h/P, yaitu perbandingan tinggi muka air di atas notch yang
terukur pada piezometer dengan tinggi alas saluran hingga crest u-notch. Nilai b, B,
dan P terdapat pada data awal dan nilai h terdapat dalam Tabel 4.1. Setelah
dihitung, kemudian dicocokan dengan legenda sebelah kiri agar didapat koefisien
discharge nya.
Tabel 4.2 Hasil perhitungan Cd literature u-notch
Variasi b/B u-notch h/P u-notch Cd literatur u-notch
1 0,125523013 0,608333 0,582
2 0,125523013 0,5125 0,583
3 0,125523013 0,45 0,584
4 0,125523013 0,416667 0,585
Jika Cd literatur tersebut dibandingkan dengan Cd u-notch Bazin
praktikum , dapat diketahui nilai galatnya untuk setiap variasi debit adalah sebagai
berikut:

| |

| |

| |

| |

Jika Cd literatur tersebut dibandingkan dengan Cd u-notch Kindsvarter


praktikum , dapat diketahui nilai galatnya untuk setiap variasi debit adalah sebagai
berikut:

| |

| |

| |

| |

Gambar 5.4 Literatur koefisien discharge v-notch


(LMNO Engineering, 2014)

Gambar 5.4 merupakan literatur yang kita gunakan untuk menentukan Cd


dari V-Notch. Koefisien discharge v-notch berdasarkan literatur membutuhkan
nilai sudut yang terbentuk dari dinding v-notch, yaitu 30˚. Kemudian kita menarik
garis dari sudut 30˚ ke atas hingga menyentuh garis biru. Setelah itu kita cocokan
dengan legenda sebelah kiri agar didapat koefisien discharge nya. Oleh karena itu,
koefisien discharge v-notch berdasarkan literatur adalah 0,585. Jika Cd literatur
tersebut dibandingkan dengan Cd v-notch Bazin praktikum , dapat diketahui nilai
galatnya untuk setiap variasi debit adalah sebagai berikut:

| |

| |

| |

| |

Jika Cd literatur tersebut dibandingkan dengan Cd v-notch Kindsvarter


praktikum , dapat diketahui nilai galatnya untuk setiap variasi debit adalah sebagai
berikut:

| |

| |

| |

| |

5.4 Analisis Grafik


5.4.1 Analisis Grafik Debit Aktual (Qakt) terhadap Debit Teoritis (Qteo) Bazin
Berikut ini adalah grafik debit aktual (Qakt) terhadap debit teoritis (Qteo)
Bazin yang didapatkan dengan mengolah data menjadi grafik dan dicari
persamaannya:

0,001
0,0008 y = 0,6902x
Q aktual (m3/s)

R² = 0,7059
0,0006
0,0004
0,0002
0
0 0,0002 0,0004 0,0006 0,0008 0,001
Q teoritis Bazin u-notch (m3/s)

Gambar 5.5 Grafik debit aktual (Qakt) terhadap debit teoritis (Qteo) Bazin u-notch
0,001
y = 0,7291x

Q aktual (m3/s)
0,0008
R² = 0,6745
0,0006
0,0004
0,0002
0
0 0,0002 0,0004 0,0006 0,0008 0,001
Q teoritis Bazin v-notch (m3/s)

Gambar 5.6 Grafik debit aktual (Qakt) terhadap debit teoritis (Qteo) Bazin v-notch

Dari Gambar 5.5 mengenai grafik hubungan Qakt terhadap Qteo Bazin u-
notch, didapatkan persamaan yaitu y = 0,6902x. Variabel x melambangkan Qteo
Bazin u-notch, sedangkan variabel y melambangkan Qakt. Dari bentuk
persamaannya dapat diketahui bahwa hubungan antara Q akt terhadap Qteo Bazin u-
notch adalah berbanding lurus secara liniear. Dari grafik tersebut juga didapatkan
nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7059 yang menunjukkan bahwa 70,59%
perubahan Qakt dipengaruhi oleh perubahan Qteo Bazin u-notch. Dapat juga
diketahui koefisien korelasi (R) sebesar 0,8402 yang menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang kuat antara Qakt dengan Qteo Bazin u-notch, sehingga dapat
disimpulkan bahwa data yang didapat sangat baik.
Dari Gambar 5.6 mengenai grafik hubungan Qakt terhadap Qteo Bazin v-
notch, didapatkan persamaan yaitu y = 0,7291x. Variabel x melambangkan Qteo
Bazin v-notch, sedangkan variabel y melambangkan Qakt. Dari bentuk
persamaannya dapat diketahui bahwa hubungan antara Qakt terhadap Qteo Bazin v-
notch adalah berbanding lurus secara liniear. Dari grafik tersebut juga didapatkan
nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6745 yang menunjukkan bahwa 67,45%
perubahan Qakt dipengaruhi oleh perubahan Qteo Bazin v-notch. Dapat juga
diketahui koefisien korelasi (R) sebesar 0,8402 yang menunjukkan terdapat
hubungan yang kuat antara Qakt dengan Qteo Bazin v-notch, sehingga dapat
disimpulkan bahwa data yang didapat sangat baik.
5.4.2 Analisis Grafik Debit Aktual (Qakt) terhadap Debit Teoritis (Qteo)
Kindsvarter
Berikut ini adalah grafik debit aktual (Qakt) terhadap debit teoritis (Qteo)
Kindsvarter yang didapatkan dengan mengolah data menjadi grafik dan dicari
persamaannya:

0,001
0,0008 y = 0,6178x
Q aktual (m3/s)

R² = 0,6939
0,0006
0,0004
0,0002
0
0 0,0002 0,0004 0,0006 0,0008 0,001 0,0012
Q teoritis Kindsvarter u-notch (m3/s)

Gambar 5.7 Grafik debit aktual (Qakt) terhadap debit teoritis (Qteo) Kindsvarter u-notch

0,001
y = 0,6723x
Q aktual (m3/s)

0,0008
R² = 0,659
0,0006
0,0004
0,0002
0
0 0,0002 0,0004 0,0006 0,0008 0,001
Q teoritis Kindsvarter v-notch (m3/s)

Gambar 5.8 Grafik debit aktual (Qakt) terhadap debit teoritis (Qteo) Kindsvarter v-notch

Dari Gambar 5.7 mengenai grafik hubungan Qakt terhadap Qteo


Kindsvarter u-notch, didapatkan persamaan yaitu y = 0,6178x. Variabel x
melambangkan Qteo Kindsvarter u-notch, sedangkan variabel y melambangkan Qakt.
Dari bentuk persamaannya dapat diketahui bahwa hubungan antara Q akt terhadap
Qteo Kindsvarter u-notch adalah berbanding lurus secara liniear. Dari grafik tersebut
juga didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6939 yang menunjukkan
bahwa 69,39% perubahan Qakt dipengaruhi oleh perubahan Qteo Kindsvarter u-
notch. Dapat juga diketahui koefisien korelasi (R) sebesar 0,833 yang menunjukkan
bahwa terdapat hubungan yang kuat antara Qakt dengan Qteo Kindsvarter u-notch,
sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang didapat sangat baik.
Dari Gambar 5.8 mengenai grafik hubungan Qakt terhadap Qteo
Kindsvarter v-notch, didapatkan persamaan yaitu y = 0,6723x. Variabel x
melambangkan Qteo Kindsvarter v-notch, sedangkan variabel y melambangkan Qakt.
Dari bentuk persamaannya dapat diketahui bahwa hubungan antara Q akt terhadap
Qteo Kindsvarter v-notch adalah berbanding lurus secara liniear. Dari grafik tersebut
juga didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,659 yang menunjukkan
bahwa 65,9% perubahan Qakt dipengaruhi oleh perubahan Qteo Kindsvarter v-notch.
Dapat juga diketahui koefisien korelasi (R) sebesar 0,8402 yang menunjukkan
terdapat hubungan yang kuat antara Qakt dengan Qteo Kindsvarter v-notch, sehingga
dapat disimpulkan bahwa data yang didapat sangat baik.
5.4.3 Analisis Grafik Debit Aktual (Qakt) terhadap Tinggi Muka Air di Atas
Notch (h)
Berikut ini adalah grafik hubungan debit aktual (Qakt) terhadap tinggi
muka air di atas notch (h) untuk setiap variasi yang didapatkan dengan mengolah
data menjadi grafik dan dicari persamaannya:

0,001
0,0008 y = 6,0972x2,962
Q aktual (m3/s)

R² = 0,9623
0,0006
0,0004
0,0002
0
0 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 0,06
h u-notch rata-rata (m)

Gambar 5.9 Grafik hubungan Qakt terhadap h u-notch


0,001
y = 482,68x5,075
0,0008

Q aktual (m3/s)
R² = 0,9582
0,0006

0,0004

0,0002

0
0 0,02 0,04 0,06 0,08
h v-notch rata-rata (m)

Gambar 5.10 Grafik hubungan Qakt terhadap h v-notch

Dari Gambar 5.9 mengenai grafik hubungan Qakt terhadap h u-notch,


didapatkan persamaannya adalah y = 6,0972x2,962. Variabel x melambangkan h u-
notch, sedangkan variabel y melambangkan Qakt. Berdasarkan jenis persamaannya,
dapat diketahui bahwa hubungan antara Qakt dengan h u-notch adalah berbanding
lurus secara kuadratik. Jika dihubungkan dengan persamaan debit teoritis u-notch
Bazin, maka didapatkan:

Sehingga didapatkan galat dengan cara membandingkan pangkat h


berdasarkan grafik dengan teoritisnya.

| |

Galat yang begitu besar tersebut diakibatkan oleh kesalahan yang terjadi selama
melakukan percobaan, sehingga mempengaruhi hasil yang didapatkan.
Dari grafik tersebut, juga dapat diketahui koefisien determinasi (R2)
sebesar 0,9623 yang menunjukkan bahwa 96,23% perubahan Qakt dipengaruhi oleh
perubahan h u-notch. Dapat juga diketahui koefisien korelasi (R) sebesar 0,981
yang menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara Qakt dengan h u-notch,
sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang didapat sangat baik.
Dari Gambar 5.10 mengenai grafik hubungan Qakt terhadap h v-notch,
didapatkan persamaannya adalah y = 482,68x5,075. Variabel x melambangkan h v-
notch, sedangkan variabel y melambangkan Qakt. Berdasarkan jenis persamaannya,
dapat diketahui bahwa hubungan antara Qakt dengan h v-notch adalah berbanding
lurus secara kuadratik. Jika dihubungkan dengan persamaan debit teoritis v-notch
Bazin, maka didapatkan:

Sehingga didapatkan galat dengan cara membandingkan pangkat h


berdasarkan grafik dengan teoritisnya.

| |

Galat yang begitu besar tersebut diakibatkan oleh kesalahan yang terjadi selama
melakukan percobaan, sehingga mempengaruhi hasil yang didapatkan.
Dari grafik tersebut, juga dapat diketahui koefisien determinasi (R2)
sebesar 0,9582 yang menunjukkan bahwa 95,82% perubahan Qakt dipengaruhi oleh
perubahan h v-notch. Dapat juga diketahui koefisien korelasi (R) sebesar 0,9789
yang menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara Qakt dengan h v-notch,
sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang didapat sangat baik.
5.5
5.6 Analisis Bentuk Aliran

Bentuk aliran yang melalui notch dipengaruhi oleh besarnya debit aliran
dan bentuk notch yang digunakan. Debit aliran mempengaruhi bentuk nappe dan
rongga udara di bawah nappe. Debit yang besar akan menciptakan ventilated nappe
dimana terdapat rongga udara yang cukup besar di bawah nappe. Sedangkan debit
yang kecil akan menciptakan depressed napppe atau clinging nappe dimana rongga
udara yang terbentuk sangatlah kecil atau bahkan tidak ada untuk debit yang sangat
kecil. Bentuk notch mempengaruhi drawdown yang terbentuk. U-notch akan
menciptakan drawdown yang lebih jauh ke hulu, sedangkan v-notch menciptakan
drawdown yang mendekat ke alat ukur.
5.7 Jenis Notch Terpilih
Jenis notch yang terpilih adalah notch yang memiliki galat anatar Cd
praktikum dengan Cd literatur yang paling kecil. Berdasarkan hasil perhitungan
galat pada analisis koefisien discharge sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa jenis
notch yang terpilih pada praktikum ini adalah v-notch. Hal tersebut dikarenakan
galat koefisien discharge v-notch lebih kecil dari pada u-notch untuk semua variasi
debit baik itu Bazin maupun Kindsvarter.
5.8 Perbedaan U-notch dan V-notch
No PARAMETER U-NOTCH V-NOTCH
Terjunan dengan plat tipis
1 Bentuk Terjunan dengan sudut
mendatar
2 sisi tegak lurus di kedua 2 sisi yang membentuk
2 Dinding ujung plat sehingga sudut sehingga
menyerupai persegi meneyerupai segitiga
Ditentukan oleh
perbandingan lebar alas Ditentukan oleh sudut
3 Koefisien discharge
notch dan lebar alas yang dibentuk 2 dinding
saluran
4 Debit Debit besar Debit kecil
1 (di titik sudut pertemuan
5 Jumlah dead zone 2 (diujung plat mendatar)
kedua dinding)
Dipengaruhi Kb (koefisen
tegangan viskositas) dan Dipengaruhi K (koefisien
6 Perhitungan debit
Kh ( koefisien tegangan koreksi head)
permukaan )
5.9 Kelebihan dan Kekurangan U-notch dan V-notch
Kelebihan u-notch:
1. Bentuk sederhana dan mudah dibuat.
2. Biaya lebih murah.
3. Dapat mengukur debit yang lebih besar.
Kekurangan u-notch:
1. Memiliki nilai koefisien discharge yang paling kompleks dari seluruh
notch.
2. Pengukuran debit tidak bisa dilakukan tanpa head yang besar jika ukuran
notch kecil namun dialiri debit yang besar.
Kelebihan v-notch:
1. Bentuk sederhana dan mudah dibuat.
2. Biaya cukup murah.
3. Alat ukur paling akurat untuk saluran terbuka.
Kekurangan u-notch:
1. Hanya dapat digunakan pada debit aliran yang kecil.
2. Penggunaanya sering kurang optimal karena gejolak aliran yang melalui v-
notch sangat turbulen dan jarak dari v-notch ke hulu tidak memnuhi syarat..
3. Pengukuran debit tidak bisa dilakukan jika permukaan air hilir naik
melebihi tinggi v-notch.
5.10 Kesalahan
Adanya galat pada percobaan ini dikarenakan beberapa faktor yang
mungkin terjadi saat pengambilan data. Percobaan kali ini kemungkinan ada
kesalahan dalam pengukuran seperti ketidaktelitian dalam pembacaan alat ukur
piezometer. Kesalahan juga dapat terjadi akibat ketidaktelitian dari praktikan saat
pengambilan data berupa pengukuran suhu dan pengukuran waktu. Praktikan
kurang teliti saat melihat termometer, kurang sigap dalam menekan tombol mulai
dan menghentikan stopwatch. Selain itu, kesalahan juga dapat disebabkan oleh
pengukuran debit yang dilakuakan sebelum debitnya stabil sehingga menimbulkan
ketidaakuratan.
Adapun kesalahan dari internal praktikan yaitu terlalu jauh dalam
melakukan pembulatan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Perbedaan
pembulatan dari awal dapat memberikan data akhir yang berbeda juga.

6. ANALISIS B
Dalam bidang Teknik Lingkungan, notch sering kali diaplikasikan pada
irigasi persawahan. Pembagian air irigasi yang memenuhi kriteria tepat waktu,
jumlah dan kualitas, merupakan harapan banyak pihak khususnya para petani.
Keberadaan bangunan/alat ukur debit menjadi penting. Ketelitian dan sensitivitas
merupakan parameter penting dalam pemilihan alat ukur debit. Oleh karena itu,
bentuk u-notch dan cipoletti banyak digunakan untuk saluran irigasi persawahan
Gambar 6.1 Irigasi persawahan
(Sumber: Bambang, Suherman. 2009)

Thompson (v-notch) adalah nama yang terkenal di PDAM, khususnya


dikalangan operator yang bertanggung jawab atas kelancaran pasokan air, mulai
dari sumber air baku (intake,broncaptering), transmisi (unit bak pelepas tekanan
dan BPT), dan instalasi pengolahan air (sedimentasi, kanal). Sebagai alat ukur, v-
notch luas digunakan di PDAM untuk mengetahui perkiraan debit air yang akan
dan sudah diolahnya, terutama kurang dari 200 L/d.

Gambar 6.2 Pasokan air PDAM


(Sumber: Atmaja, Rony. 2012)

7. KESIMPULAN
1. Rata-rata tinggi muka air di atas notch (h) untuk setiap variasi debit disajikan
pada Tabel 4.1.
2. Debit aktual (Qakt) dan debit debit teoritis (Qteo) dari penggunaan notch sebagai
alat ukur debit saluran terbuka disajikan pada Tabel 4.1 dan Tabel 4.2.
3. Koefisien discharge (Cd) dari penggunaan notch disajikan pada tabel 4.2 dan
perbandingan antara koefisien discharge (Cd) praktikum dengan koefisien
discharge (Cd) literature dibahas pada analisis data.
8. DAFTAR PUSTAKA
Finnemore, E.J. and J. B. Franzini. 2002. Fluid Mechanics with Engineering
Applications. Mc. Graw Hill, New York.
Giles, Renald V. 1996. Seri Buku Schaum, Mekanika dan Hidraulika. Jakarta:
Erlangga
Akan, Osman. 2006. Open Channel Hydraulics. Burlington: Elsevier Companies.
Edwards, Ken. 2018. LMNO Engineering (https://www.lmnoeng.com/ Diakses 24
Maret 2018)
9. LAMPIRAN

Gambar 9.1 Jenis-jenis nappe


(Sumber: http://fm-nitk.vlabs.ac.in)

Gambar 9.2 Literatur v-notch

(Sumber: www.lmnoeng.com)

Anda mungkin juga menyukai