Anda di halaman 1dari 14

Pengendalian Emisi

Alat-alat Penurun Emisi di Kapal

Oleh:
Sigit Prasetya Nugraha
4215105016

Jurusan teknik Sistem Perkapalan


Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
Pengendalian Emisi 1

BAB I
PENDAHULUAN

Pencemaran Udara oleh Transportasi Laut


Transportasi laut, terutama yang menggunakan kapal motor sebagai penggerak,
merupakan salah satu sumber pencemar udara. Kapal-kapal motor mulai dari ukuran yang
kecil sampai yang besar umumnya menggunakan minyak diesel/solar sebagai bahan bakar
motor. Minyak disel/solar yang dibakar di mesin kapal mengeluarkan sejumlah gas seperti
NOx, SOx, CO2. Semua gas tersebut menjadi penyebab pemanasan global yang memicu
perubahan iklim.
Tingginya mobilisasi barang dan penumpang dengan menggunakan transportasi laut,
berdampak pada tingginya emisi gas rumah kaca yang dikeluarkan ke atmosfir. Meski kapal-
kapal mengeluarkan emisi gas buang di tengah laut, seolah-olah tidak mencemari
lingkungan, padahal polutan yang keluar dari cerobong seperti SOx, NOX dan CO2 tetap
masuk ke atmosfir dan mencemari lingkungan. Selain memacu percepatan pemanasan
global, polutan dari kapal di laut juga bisa menimbulkan hujan asam (acid rain). Ketika kapal
mendekati pelabuhan, kapal motor mencemari udara sekiar pelabuhan. Bahkan selama kapal
berada di kawasan pelabuhan, kapal motor tetap menyalakan mesin untuk memenuhi
beberapa kebutuhan terutama listrik. Selama mesin beroperasi, berarti selama itu pula kapal
mengeluarkan polutan ke udara.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar, volume penggunaan kapal motor
cukup besar pula. Padahal jarak antara satu pulau dengan pulau lainnya juga relatif tidak
terlalu jauh. Artinya polutan dari kapal motor dengan cepat bisa mencapai daratan kepulauan
dan kota-kota Indonesia. Karena itu potensi pencemaran dari kapal motor atau transportasi
laut secara umum, tidak bisa dianggap kecil. Kontribusi pencemaran udara dari transportasi
laut terhadap pencemaran udara dan terhadap emisi gas rumah kaca perlu dianalisa secara
cermat. Hal ini dibutuhkan untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk
menentukan kebijakan pengendalian pencemaran udara dari sektor transportasi laut.
Walau bagaimanapun, tanpa harus menunggu kebijakan pengendalian pencemaran
udara, para pelaku usaha jasa transportasi laut sudah harus memulai langkah-langkah
peningkatan efisiensi bahan bakar minyak di sektor transportasi laut. Semakin rendah
pemakaian bahan bakar, berarti semakin rendah pula pencemaran. Selain itu sudah harus
dipikirkan pula peningkatan mesin-mesin kapal yang sistem pembakarannya kurang baik.
Pengendalian Emisi 2

Kalau mesin kapal tidak dipelihara dan dirawat secara baik, maka konsentrasi polutannya
lebih buruk dibandingkan dengan mesin yang dirawat dengan baik.
Yang penting tidak boleh diabaikan adalah peningkatan kualitas bahan bakar.
Seringkali untuk kepentingan penghematan operasional sesaat, bahan bakar yang digunakan
dari jenis harga rendah, atau bahkan bahan bakar yang dioplos. Hal ini akan mengakibatkan
selain mempercepat kerusakan mesin, tapi juga tingkat pencemaran udara yang lebih tinggi.
Dalam artikel kali ini akan lebih menjelaskan tentang metode maupun alat-alat
pengurang emisi.

Unsur-Unsur Kimia Pada Gas Buang Hasil Pembakaran Mesin Diesel

Karbon dioksida. (CO2)


Produksi karbon dioksida pada mesin Diesel sangat kecil dibandingkan dengan
mesin bensin, bekerja dengan campuran udara bahan bakar yang kecil. Gas ini
sngat berbahaya, tidak berwarna dan tidak berbau, berat jenis sedikit lebih ringan dari
udara. Gas ini dihasilkan oleh kendaraan bermotor sebagai akibat reaksi pembakaran yang
tidak sempurna. Gas ini dapat mengganggu pernafasan, kaena setelah masuk
saluran pernafasan akan bereaksi dengan haemoglobin dalam darah
membentuk Carboxy-Haemoglobin (CO-Hb).

Hidrokarbon(HC)
Jika pembakaran berlangsung sempurna, HC dari BBM akan habis terbakar. Tapi jika
proses dari ruang bakar tidak efisien, sisa HC yang tidak terbakar akan keluar bersama asap
knalpot. Semakin banyak sisa HC di asap knalpot, berarti proses pembakaran semakin
tidak efisien. Ketika masih berada di tangki bahan bakar, HC adalah senyawa berguna yang
akan menghasilkan energy. Tapi ketika ia keluar bersama asap, statusnya tak beda dengan
sampah udara

Nitrogen Oksida (NOx)


Produk lain dari pembakaran yang tidak normal adalah timbulnya gas oksida Nitrogen
(NOx). Senyawa ini diberi notasi “x” karena bentuknya bisa berupa NO atau NO2. Nitrogen
ini tidak berasal dari bensin atau solar, tapi dari udara yang masuk kedalam ruang bakar.
Dalam kondisi normal, nitrogen (N2) tergolong senyawa inert yang tidak stabil. Ia tak
gampang bereaksi dengan oksigen.
Pengendalian Emisi 3

Sulfur Dioksida (SOX)


Gas sulfur dioksida mempunyai bau yang tajam dan tidak berwarna. Bersifat korosif dan
beracun. Sulfur oksida terdiri dari sulfur dan sulfur trioksida . jumlahnya tergantung pada
kandungan sulfur dalam bahan bakar diesel.

Kabut asap (Smog)


Khusus mesin berbahan bakar solar masalah emisi bertambah satu lagi yaitu asap. Partikel
asap atau jelaga hidrokarbon (PAH/ policylic aromatic Hydrocarbon) adalah emisi gas
buang yang ditimbulkan dari pembakaran tidak sempurna pada mesin kompresi tinggi
tanpa pengapian ( mesin diesel).

Metoda dan alat-alat Pengendalian Pencemaran Udara

Pencemaran Udara
 Dampak Pencemaran Udara:
Pencemar utama dalam atmosfer yang berbahaya bagi materi dan kesehatan
manusia adalah : Hidrokarbon, Oksida nitrogen, karbon monoksida (CO),
Oksidan Photokimia, Partikel, Sulfur Dioksida ( SO2) , Asbestos dan logam-
logam.
 Pengendalian Pencemaran Udara:
Atmosfer memiliki kemampuan alami yang dikenal “ self cleansing”.
Perlengkapan pengendalian pencemaran udara prinsipnya mengikuti proses
penyisihan partikel dan gas pencemar di atmosfer.
Pendekatan dalam pengendalian pencemaran udara adalah pengenceran dan
pengandalian pencemar pada sumber

Alat Pengendali Pencemaran Udara


 Sistem pengendalian pencemaran Udara:
Pengendalian Partikulat/ debu
Pengendalian fasa gas
 Setiap alat memiliki kelebihan dan kekurangan
 Pemilihan alat harus didasarkan pada:
Ukuran Partikel
Efisien penyisihan yang ingin dicapai
Besarnya aliran gas
Waktu pembersihan
Karakteristik partikel
Pengendalian Emisi 4

I. Alat Pengendali Partikulat Gravity Settling Chambers


 Digunakan sebagai penangkap debu awal untuk menghilangkan ( menangkap)
partikel dengan ukuran besar.
 Prinsip penyisihan partikulat dalam Gravity Setller adalah gas yang mengandung
partikulat dialirkan melalui suatu ruang ( chamber) dengan kecepatan rendah
sehingga memberikan waktu yang cukup bagi partikulat untuk mengendap secara
gravitasi ke bagian pengumpul debu ( dust collecting hoppers)

Gambar 1. Alat Gravity Settling Chambers

 Tergantung pada kecepatan mengendap secara gravitasi


 Untuk meyisihkan partikel ukuran besar ( sangat kasar, supercoarse) sekitar >=75
mikrometer
 Faktor penentu: Vs, kecepatan mengendap ( terminal setlling velocity)

Gambar 2. Komponen Alat Gravity Settling Chambers

Kelebihan dan kekurangan Gravity Setlling Chambers


Kelebihan dari gravity setller adalah:
Desain alat sederhana, mudah untuk dibuat konstruksinya
Pemeliharaan yang mudah dan biaya pemeliharaan sangat rendah
Pengendalian Emisi 5

Kekurangan dari gravity setller adalah:


Ukurannya besar , memerlukan lahan yang luas
Harus dibersihkan secara manual dalam interval waktu tertentu
Hanya dapat menyisihkan partikel berukuran besar ( 10-50 μm)

II. Alat pengendali partikulat Cyclone ( Mechanical Collector)


Beberapa hal penting tentang siklon
 Siklon digunakan untuk menyisihkan partikulat berukuran lebih besar dari 5 mikron,
dengan efisiensi penyisihan partikulat antara 50-905
 Digunakan sebagai pengumpul awal (pre-collector), pelindung alat pengendali
partikulat efisiensi tinggi ( seperti fabric filter, electrostatic precipitator)
 Tidak cocok digunakan bagi industry yang menemisikan partikulat basah, karena
dapat terkumpul di dinding siklon atau di inlet ( inlet spinner vanes)

Gambar 3. Small Diameter Multi Cyclone Collector

 Prinsip: menggunakan gaya inersia partikel


 Udara mengandung partikulat “dipaksa” untuk berputar seperti siklon
 Massa partikel menyebabkan partikel terlempar dari “vortex”
 Partikel besar memasuki “hopper” bagian bawah silkon sedangkan aliran udara
berputar ke atas dan keluar lewat lubang exit
 Terdapat dua jenis siklon
Siklon diameter besar: 1-6 feet
Siklon diameter kecil: 3-2 inchi
Pengendalian Emisi 6

Gambar 4. Komponen Small Diameter Multi Cyclone Collector

Siklon diameter kecil (dibandingkan dengan siklon diameter besar):


 Putaran / spinning yang lebih cepat
 Partikel yang terpental dari vortex akan cepat menyentuh dinding siklon
 Ukuran partikel yang dapat disihkan lebih kecil mampu menyisihkan
partikel berdiameter 5 mikron
 Tidak digunakan untuk menyisihkan partikulat ukuran besar karena bisa
terjadi penyumbatan atau “clogging”
Kelebihan dan kekurangan Cyclone ( Mechanical Collector)
Kelebihan dari siklon adalah:
 Capital cost yang rendah
 Dapat dioperasikan pada temperature tinggi
 Pemeliharaan yang mudah
Kekurangan dari siklon adalah:
 Efisiensi rendah ( terutama untuk partikel yang sangat kecil)
 Biaya operasi tinggi karena tingginya pressure drop

III. Alat Pengendali Partikulat Particulate Wet Scrubbers


Prinsip operasi:
 Menggunakan gaya inersia partikulat dan droplet untuk mntransfer partikulat dari
aliran gas ke liquid
 Di dalam scrubber, partikulat dalam aliran udara dipaksa untuk berkontak dengan
liquid droplet liquid packing material, liquid jet dari pelat
Mekanisme pengumpulan
 Inertial impaction and interception
 Kemampuan particulate wet scrubber untuk menyisihkan partikulat tegantung dari:
Ukuran partikel
Kecepatan partikel
Kecepatan droplet
Pengendalian Emisi 7

Gambar 5. Particulate Wet Srubbers

Kelebihan dan kekurangan Particulate Wet Srubbers


Efisiensi pengumpulan partikulat
 Kemampuan terbatas untuk menyisihkan partikel kurang dari ,3 mikron
Kelebihan Scrubber
 Dapat secara simultan/ bersamaan menyisihkan particular dan gas
 Digunakan pada sumber yang mengeluarkan gas atau partikulat bersifat explosive
 Bentuknya kecil dan dapat digabungkan dengan unit lainnya dalam runag terbatas
Kekurangan Scrubber
 Menimbulkan pencemaran air

IV. Alat Pengendali Partikulat Fabric Filters Reverse-air-type fabric filter


Prinsip Operasi:
 Fabric filters mengumpulkan partikulat di permukaan filter bags.
 Partikular tertangkap akibat gaya inertial impaction, interception, Brownian
diffusion and sieving atau penyaringan
Contoh fabric Filters
 Reverse air type fabric filter
Digunakan diindustri besar, partikulat dalam aliran gas memasuki bag filter dari
bawah Dust cake akan terakumulasi pada bagian permukaan bag filter, gas yang
sudah tersaring keeluar lewat gas outlet. Jika diperlukan pembersihan bag filter, gas
yang sudah tersaring dapat dialirkan dengan arah berlawanan agar dapat melepaskan
dust cake yang menempel di bag filter. Gas yang digunakan untuk membersihkan
bag filter, kembali disaring sebelum dilepaskan ke udara
Pengendalian Emisi 8

Gambar 6. Reverse Air Fabric Filter

Alat Pengendali Partikulat Fabric Filters Pulse Jet Fabric Filter


Pulse Jet Fabric Filter
 Kantung-kantung filter ditopang oleh kawat logam
 Aliran gas yang mengandung partikulat mengalir mengitari bagian luar dari
kantung,dan dust cake berakumulasi pada bagian permukaan luar
 Jika dibutuhkan pembersihan, udara bertekanan diinjeksikan pada bagian atas tiap
kantung
 Udara terkompresi menghasilkan tekanan yang mendorong tiap kantung ke bawah
sehingga dust cake terlepas

Gambar 7. Pulse Jet Fabric Filter


Pengendalian Emisi 9

Kelebihan dan kekurangan Fabric Filters


 Diaplikasikan untuk penyisihan partikulat dengan efisiensi tinggi (99%-
99.5%)
 Dapat menyisihkan partikulat segala jenis ukuran
 Kinerja fabric filters biasanya tidak tergantung komposisi kimia partikulat,
tetapi fabric filter tidak digunakan untuk gas yang mengandung senyawa
korosif yang bisa merusak filter bag
 Tidak digunakan untuk partikulat yang basah atau lengket karena akan
terakumulasi di permukaan filter dan menghambat pergerakan gas
 Fabric filter harus didesain dengan hati-hati jika terdapat partikulat yang
mudah meledak

V. Alat Pengendali Gas Absorpsi


 Mekanisme dimana satu atau lebih zat pencemar dalam gas di eliminasi dengan
cara melarutkannya dalam liquid (air)
 Gas yang dapat deliminasi dengan proses absorpsi:
SO2
CL2
H2S
NOX
 Alat pengendali proses absorpsi disebut “Scrubber”
 Transfer Massa dari fasa gas ke fasa cair yang dikendalikan oleh:
Gas Film
Liquid Film
 Jenis Asorber
Packed Tower
Plate Tower
Spray Tower
Liquid Jet Scrubber
 Proses dimana gas atau uap pencemar tertahan pada permukaan padat

Gambar 8. Alat Pengendali Gas Scrubber


Pengendalian Emisi 10

Kelebihan dan Kekurangan Packed dan Plate Tower


 Kelebihan
Kehilangan tekanan rendah
Dapat digunakan fiberglas/plastic
Efisiensi relatif tinggi
Biaya investasi relative murah
Tidak membutuhkan space luas
Mampu menyisihkan gas dan partikulat
 Kekurangan
Menimbulkan masalah pencemaran air
Menghasilkan produk basah
Debu yang mengendap dapat menyumbat kolom plate
Biaya perawatan relatif tinggi

Alat Pengendali Gas Kondensasi


 Proses penyisihan gas pencemar dengan cara merubah fasa dari fasa gas ke fasa
cair/liquid
 Metode:
Penurun Temperatur
Menaikkan tekanan
Kombinasi keduanya
 Jenis kondensor
Kondensor kontak langsung
Kondensor permukaan

Gambar 9. Kondensor Tak Langsung


Pengendalian Emisi 11

Gambar 10 . Kondensor Permukaan

Kelebihan dan Kekurangan Kondensor


Keunggulan
Kondensor permukaan menghasilkan senyawa yang murni
Pendingin yang digunakan di daur ulang
Kelemahan
Efisiensi relative rendah

Alat Pengendali Gas Combustion


 Reaksi oksidasi gas polutan organic atau anorganik secara cepat dan dalam kondisi
panas menghasilkan CO2 + H2O
 Reaksi Pembakaran
Fuel + oxidizer + ignition hasil pembakaran
 Faktor yang berpengaruh:
Oksigen (air fuel ratio)
Temperature
Turbulensi
Time
Pengendalian Emisi 12

Gambar 11. Direct Flame Combustion

Kelebihan dan Kelebihan Combustion


 Kelebihan
Operasinya sederhana
Daur ulang panas hasil pembakaran
Efisiensi penghancuran senyawa organik tinggi
 Kekurangan
Biaya operasi relatif mahal
Bahaya ledakan
Katalis dapat meracuni
Pembakaran tidak sempurna
Menghasilkan pencemaran yang lebih buruk

VI. Alat pengendali emisi CSNOx

Sesuai dengan namanya, CSNOx menggambarkan teknologi yang mampu menurunkan


emisi ketiga gas rumah kaca --CO2, SO2, NOx--tersebut dalam satu proses. Kemampuan
tersebut berkat proses elektrolisa dengan memanfaatkan gelombang frekuensi ultra rendah
(Ultra Low Frequency) terhadap air sebagai media ''pembilas'' gas buang industri.

Gambar 12. CSNOX System


Pengendalian Emisi 13

CSNOx terdiri dari 5 subsistem, yaitu Seawater Intake Bio Fouling Control yang
berfungsi menahan pertumbuhan organisme dan melindungi pipa sistem keseluruhan; Spray
Water dengan tiga komponen Sulphur Absorption Enhancer (SAE), Mineral Scale Control
(MSC) dan CO2 dan NOx Reducer (CNR) yang berfungsi meningkatkan pH dan
mengaktivasi air sebelum disalurkan ke menara penekan; Abator Tower atau menara
penekan berfungsi sebagai ruang reaksi antara air teraktivasi dengan gas buang; Wash Water
menjaga agar air yang keluar dari menara penekan tetap mempunyai pH minimal 6,5;
Exhaust Gas Monitoring yang berfungsi memantau tekanan, komposisi dan suhu gas yang
keluar dari menara penekan serta tinggi permukaan air di dalam menara penekan.

Uji coba yang dilakukan pada sebuah kapal tanker berbobot 100.000 ton di bulan
Februari 2010, yang berangkat dari Singapura menuju Timur Tengah menunjukkan
penurunan emisi SO2 sebesar 99%, 77% untuk CO2, dan 66% untuk NOx. Hasil tersebut
sudah diverifikasi oleh American Bureau of Shipping.